Jurnal Peduli Masyarakat Volume 5 Nomor 2. Juni 2023 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PENYULUHAN DAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DEPOK Yenny Aulya*. Febry Mutiariami Dahlan Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional. Jl. Sawo Manila No. Pejaten Barat. Pasar Minggu. Jakarta Selatan. Jakarta 12520. Indonesia *yenny. aulya@civitas. ABSTRAK Imunisasi adalah hal yang penting dalam pelayanan kesehatan untuk melindungi individu yang rentan dari PD3I atau Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi. Dalam imunisasi terdapat konsep Herd Immunity atau Kekebalan Kelompok. Kekebalan kelompok ini hanya dapat terbentuk apabila cakupan imunisasi pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah. Kebalnya sebagian besar sasaran ini secara tidak langsung akan turut memberikan perlindungan bagi kelompok usia lainnya, sehingga bila ada satu atau sejumlah kasus penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi di masyarakat maka penyakit tersebut tidak akan menyebar dengan cepat dan Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dicegah. Konsep ini merupakan bukti bahwa program imunisasi sangat efektif juga efisien karena hanya dengan menyasar kelompok rentan maka seluruh masyarakat akan dapat terlindungi. Tujuan untuk peningkatan pengetahuan ibu antara sebelum dan setelah penyuluhan, serta kesadaran ibu untuk membawa anaknya ke Posyandu untuk mendapatkan Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Hasil pengabdian terdapat peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi dalam upaya pencegahan penyakit Kata kunci: bayi. COUNSELING AND GIVING BASIC IMMUNIZATION TO INFANTS IN DEPOK ABSTRACT Immunization is important in health services to protect vulnerable individuals from PD3I or diseases that can be prevented by immunization. In immunization there is the concept of Herd Immunity or Group Immunity. This group immunity can only be formed if the immunization coverage on the target is high and evenly distributed throughout the region. The immunity of most of these targets will indirectly help provide protection for other age groups, so that if there are one or a number of cases of diseases that can be prevented by immunization in the community, the disease will not spread quickly and Extraordinary Events (KLB) can occur. This concept is proof that the immunization program is very effective as well as efficient because only by targeting vulnerable groups can the whole community be protected. The aim is to increase mothers' knowledge between before and after counseling, as well as mothers' awareness to bring their children to Posyandu to get immunizations. The method used is counseling. The result of the dedication is an increase in knowledge and awareness of mothers to bring their children to get immunizations in an effort to prevent disease. Keywords: adolescent. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group PENDAHULUAN World Health Organitation (WHO) pada tahun 2017, diperkirakan 19,9 juta bayi di seluruh dunia tidak tercapai dengan layanan imunisasi rutin seperti 3 dosis vaksin DTP. Sekitar 60% dari anak-anak ini tinggal di 10 negara termasuk Indonesia (Fauziah, et al. , 2. Sementara itu di Indonesia menurut Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa 32,9% bayi di Indonesia tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap dan 9,2% bayi tidak melakukan imunisasi meningkat dari tahun 2013 yaitu 32,1% (Balitbangkes, 2. Imunisasi merupakan hal yang penting dalam pelayanan kesehatan untuk melindungi individu yang rentan dari PD3I atau Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (WHO, 2. Dalam imunisasi terdapat konsep Herd Immunity atau Kekebalan Kelompok. Kekebalan kelompok ini hanya dapat terbentuk apabila cakupan imunisasi pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah. Kebalnya sebagian besar sasaran ini secara tidak langsung akan turut memberikan perlindungan bagi kelompok usia lainnya, sehingga bila ada satu atau sejumlah kasus penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi di masyarakat maka penyakit tersebut tidak akan menyebar dengan cepat dan Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dicegah. Konsep ini merupakan bukti bahwa program imunisasi sangat efektif juga efisien karena hanya dengan menyasar kelompok rentan maka seluruh masyarakat akan dapat terlindungi (Kemenkes, 2. Menurut Permenkes . , batita wajib mendapatkan imunisasi wajib dimana merupakan imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah untuk seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya dari penyakit menular tertentu yang diberikan sesuai jadwal sebagaimana ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan imunisasi. Imunisasi wajib terdiri dari imunisasi rutin yang diwajibkan oleh pemerintah untuk diberikan kepada batita. Imunisasi rutin merupakan kegiatan imunisasi yang dilaksanakan secara terus menerus sesuai jadwal yang terdiri atas imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan. Imunisasi dasar diberikan pada bayi sebelum berusia 1 . Jenis imunisasi dasar terdiri atas Bacillus Calmette Guerin (BCG). Diphtheria Pertusis Tetanus Hepatitis B (DPT-HB) atau Diphtheria Pertusis Tetanus-Hepatitis BHemophilus Influenza type B (DPT-HB-Hi. Hepatitis B pada bayi baru lahir. Polio dan Campak. Menurut hasil penelitian Nurul, et al . bahwa kira-kira 2 sampai 3 juta angka kematian dapat dicegah melalui imunisasi setiap tahun. Namun, di masa pandemi Covid-19, banyak ibu yang takut membawa anaknya untuk menerima imunisasi meskipun memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan anak, terutama anak usia 0-5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan, sikap, keyakinan, sumber informasi dan dukungan nakes terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap kepada bayi selama masa pandemi Covid-19. Pengetahuan ibu terhadap imunisasi merupakan faktor yang sangat penting, agar ibu dapat cepat tanggap dan tahu apa yang harus dilakukan ketika timbul efek samping pada anaknya untuk mendapatkan cakupan kelengkapan imunisasi (Sarfaraz, 2. Kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu akan membawa sikap negatif dan rasa takut akan efek samping imunisasi yang nantinya akan berdampak pada pandangan ibu dan kemauan ibu untuk membawa anaknya ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan imunisasi. Sehingga ada ibu yang berpandangan bahwa imunisasi akan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group menjadi hal yang merugikan bagi anaknya (Septiarini, 2. Pemberian informasi melalui penyuluhan atau pendidikan kesehatan tentang imunisasi merupakan upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan tentang imunisasi dan preventif untuk pencegahan penyakit, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran orangtua membawa anaknya ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap (Fitriani, 2. Menurut hasil penelitian Novianda . menunjukkan adanya hubungan antara sikap, kepercayaan, dukungan keluarga, akses dan informasi dengan perilaku ibu dalam pemenuhan imunisasi dasar pada masa pandemi Covid-19. Begitu juga dengan hasil penelitian Agustin dan Anggareni . menunjukkan adanya hubungan antara peran kader dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada Masa Pandemi Covid-19 di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Colomadu I. Masa pandemi COVID-19 hendaknya tidak menyurutkan semangat tenaga kesehatan dalam hal ini bidan desa dan kader posyandu untuk tetap mensosialisasikan pentingnya imunisasi serta melakukan langkah-langkah penting untuk memastikan setiap anak yang merupakan kelompok rentan terlindungi dari penyakit-penyakit berbahaya dengan imunisasi. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, imunisasi tetap harus diupayakan lengkap sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I. Pelayanan imunisasi dilaksanakan sesuai prinsip Pencegahan dan Pengendalian Infeksi dan menjaga jarak aman 1-2 meter. Dinas kesehatan harus berkoordinasi dan melakukan advokasi kepada pemerintah daerah setempat dalam pelayanan imunisasi pada masa pandemi Covid-19. Selain itu, petugas kesehatan diharapkan dapat memantau status imunisasi setiap sasaran yang ada di wilayah kerjanya. (Kementerian, 2. Tujuan kegiatan untuk peningkatan pengetahuan ibu antara sebelum dan setelah penyuluhan, serta kesadaran ibu untuk membawa anaknya ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi. METODE Lokasi pengabdian kepada masyarakat berada di Klinik Sawangan Depok. Waktu yang dibutuhkan untuk pengabdian kepada masyarakat ini yaitu April sampai bulan Mei 2023. Alat yang digunakan yaitu materi penyuluhan, kamera, pulpen dan vaksin imunisasi. Cara kerja pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan menyiapkan materi penyuluhan, lalu melakukan penyuluhan secara langsung setelah itu memberikan imunisasi pada bayi. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi di Klinik Sawangan Depok. Sebelum dilakukan penyuluhan tentang imunisasi tim melakukan pretest. Hasilnya hanya 35% ibu mampu menjelaskan pengertian imunisasi, 20% ibu mampu menyebutkan tujuan imunisasi, 25% ibu mampu menguraikan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, 50% ibu mampu menyebutkan tempat mendapatkan imunisasi, 30% ibu mampu menyebutkan jadwal imunisasi, 35% ibu mampu menerangkan keadaan yang tidak memperbolehkan anak diimunisasi, dan 40% ibu mampu menerangkan keadaan yang muncul setelah imunisasi. Penyuluhan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah untuk menjelaskan ide, pengertian secara lisan disertai dengan diskusi dan tanya jawab sehingga ibu memahami apa yang diberikan dan disampaikan. Selain itu, materi yang diberikan ditampilkan melalui media leaflet yang berisi informasi penting tentang imunisasi dasar lengkap. Selama proses penyuluhan berlangsung disertai pembagian leaflet ibu-ibu Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group sangat antusias mendengarkan sambil memberikan respon baik dalam diskusi, 70% ibu bertanya terkait dengan materi yang disampaikan. Setelah diberikan informasi tentang tentang imunisasi tim melakukan posttest. Hasilnya mengalami peningkatan 75% ibu mampu menjelaskan pengertian imunisasi, 80% ibu mampu menyebutkan tujuan imunisasi, 70% ibu mampu menguraikan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, 100% ibu mampu menyebutkan tempat mendapatkan imunisasi, 90% ibu mampu menyebutkan jadwal imunisasi, 80% ibu mampu menerangkan keadaan yang tidak memperbolehkan anak diimunisasi, dan 80% ibu mampu menerangkan keadaan yang muncul setelah imunisasi. Serta 100% ibu memiliki kesadaran membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi. Setelah diberikan penyuluhan dilanjutkan dengan pemberian imunisasi pada bayi. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Perencanaan Tahap perencanaan dimulai dengan mengajukan proposal. Selanjutnya pembuatan surat izin Sebelum memulai kegiatan, tim pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melakukan kunjungan awal ke lokasi tempat kegiatan. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan menyiapkan materi penyuluhan dan bahan. Setelah diberikan materi penyuluhan, tim pengabdian masyarakat memberikan imunisasi pada bayi. Gambar 1. Kegiatan Penyuluhan dan pemberian imunisasi Tahap Evaluasi Setelah tahap pelaksanaan selesai, dilakukan evaluasi untuk menilai seberapa besar dampak dari hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Evaluasi dilakukan dengan diskusi atau tanya jawab. Berdasarkan hasil pelaksanaan penyuluhan pengabdian kepada masyarakat diikuti sebanyak 15 peserta hingga akhir kegiatan. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan tim. Para peserta begitu aktif selama kegiatan dengan adanya sesi tanya Para persertapun bersedia bayinya diberikan imunisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah terselenggara dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Kepatuhan imunisasi dasar merupakan kelengkapan imunisasi yang didapatkan balita yang terdiri dari BCG 1 kali. DPT 3 kali. Polio 4 kali. HB 3 kali dan Campak 1 kali. Untuk Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group menilai kepatuhan ibu dalam pemberian imunsasi dasar pada anak dapat dilihat dari cakupan imunisasi campak, karena imunisasi campak merupakan imunisasi yang terakhir yang diberikan pada anak dengan harapan imunisasi sebelumnya sudah diberikan dengan lengkap sesuai dengan rentan waktu yang sudah di tentukan oleh tenaga kesehatan (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan penelitian Widiastuti et al, . tentang Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku ibu dalam Memberikan Imunisasi Dasar kepada Bayinya di Desa Banyutowo Kabupaten Kendal, faktor yang mempengaruhi pemberian imunisasi dasar lengkap adalah pengetahuan ibu, jarak rumah ke tempat pelayanan dan dukungan tokoh masyarakat. Namun dari hasil uji statistik didapatkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi adalah pengetahuan ibu. Green . mengatakan pengetahuan salah satu indikator seseorang dalam melakukan Jika seseorang didasari dengan pengetahuan yang baik terhadap kesadaran responden untuk membawa bayinya imunisasi. Ibu yang bersedia untuk membawa imunisasi bayinya karena memahami secara benar dan mendalam mengenai imunisasi Selain itu juga karena memperhatikan jadwal imunisasi. Pengetahuan adalah hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo ,2. SIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penyuluhan dan pemberian imunisasi dapat bermanfaat. DAFTAR PUSTAKA