Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 PENGARUH CURRENT RATIO. DEBT TO ASSET RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN RETURN ON ASSET SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN RETAIL YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE Muhammad Shauki Zikri1 Ely Kurniawati2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Akuntansi. Universitas Batam zikrisyauqi95@gmail. Abstract The purpose of this study is to analyze the effect of Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio, and Return On Asset on Financial Distress. This study is also analyze the moderates effect of Return On Asset to the relation of Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio to Financial Distress in retail companies listed on the IDX for the period 2019-2023. The data analysis method of this study uses a quantitative approach and uses statistical analysis, hypothesis testing, and model SmartPLS is used as software in data processing. The research findings indicate that there is no significant effect between Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Asset on Financial Distress. and Return On Asset does not significantly moderate the effect of Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio on Financial Distress in Retail Companies Listed on the IDX for the period 2019-2023. For further researchers, it is better to use other methods in predicting corporate bankruptcy so that more accurate significant differences can be known in testing the effect of financial performance on corporate bankruptcy. addition, it is also recommended for further researchers to add proxies of liquidity, leverage and profitability so that they can represent the financial ratios. Keywords : Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio. Financial Distress. Return On Asset. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Asset terhadap Financial Distress, dan menganalisa apakah Return On Asset memoderasi pengaruh Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio terhadap Financial Distress pada perusahaan retail yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Metode analisis data penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan analisis statistik, pengujian hipotesis, dan analisis model. Perangkat lunak yang digunakan dalam pemrosesan data adalah smartPLS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan antara Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Asset terhadap Financial Distress. dan Return On Asset tidak signifikan memoderasi pengaruh Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio terhadap Financial Distress pada Perusahaan Retail yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023. Untuk Peneliti selanjutnya, sebaiknya menggunakan metode-metode yang lain dalam memprediksi kebangkrutan perusahan sehingga dapat diketahui perbedaan signifikansi Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 yang lebih akurat dalam menguji pengaruh kinerja keuangan terhadap kebangkrutan Selain itu, disarankan juga untuk peneliti slanjutnya menambahkan proksi dari likuiditas, leverage dan profitabilitas supaya dapat mewakili dari rasio keuangan Kata kunci : Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio. Financial Distress. Return On Asset. PENDAHULUAN Krisis global dewasa ini menjadi ancaman bagi perekonomian dunia. Kondisi tersebut membawa implikasi pada memburuknya perekonomian nasional terutama kemampuan dunia usaha dalam mengembangkan usahanya. Perusahaan ialah bentuk badan usaha organisasi bisnis yang memiliki tujuan untuk memperoleh laba dari aktivitas bisnis yang dijalankan. Dalam menjalankan aktivitas bisnis perusahaan tidak selamanya akan berkembang dengan baik sebagaimana yang telah diharapkan dan ada kalanya perusahaan yang dirintis itu akan mengalami kegagalan. Dampak yang terlihat nyata banyaknya perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawan akibat kesulitan keuangan . inancial distres. Financial Distress (FD) sendiri merupakan suatu tanda sebelum perusahaan mengalami kebangkrutan, dimana hal ini dapat terjadi ketika perusahaan tidak mampu mengelola operasionalnya sehingga berakhir pada penurunan laba. Bila kondisi ini tidak dapat ditangani dengan cepat dan tepat, maka perusahaan akan berada dalam kondisi Financial Distress (FD) (Handayani et al. Dengan demimkian, untuk mengantisipasi kebangkrutan, suatu perusahaan perlu melakukan analisis prediksi untuk mengetahui faktor-faktor penyebab Financial Distress (FD). Ketika suatu perusahaan mampu memprediksi kebangkrutan, maka prediksi ini dapat bermanfaat bagi kreditur dan investor dalam pengambilan keputusan (Dirman. Penyebab dari ketidakmampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya adalah kegagalan ekonomi dan kegagalan keuangan. Kegagalan ekonomi bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pendapatan dengan pengeluaran dan biaya modal perusahaan yang lebih besar dari tingkat laba atas biaya historis investasi. Salah satu penyebab kesulitan keuangan menurut Brigham dan Daves . adalah adanya serangkaian kesalahan yang terjadi di dalam perusahaan adalah, pengambilan keputusan yang kurang tepat oleh manajer, dan kelemahankelemahan yang saling berhubungan yang dapat menyumbang baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap manajemen perusahaan, serta penyebab yang lain adalah kurangnya upaya pengawasan terhadap kondisi keuangan sehingga penggunaan dana perusahaan kurang sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa tidak ada jaminan perusahaan besar dapat terhindar dari masalah ini, alasannya adalah karena financial distress berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan dimana setiap perusahaan pasti akan berurusan dengan keuangan untuk mencapai target laba dan kelangsungan hidup perusahaan. Sementara itu, kegagalan keuangan dikarenkan perusahaan tidak mampu membayar kewajibanya pada saat jatuh tempo meskipun total aktiva melebihi total kewajibannya. Kondisi ini lah yang membuat perusahaan mengalami kesulitan keuangan . inancial distres. yang bisa mengarah kepada kebangkrutan. Berdasarkan yang telah dikemukakan di atas, maka permasalahan dalam kajian ini: Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Bagaimana pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) pada perusahaan retail yang terdaftar di IDX Company Fact Sheet LQ45 ? Bagaimana pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) pada perusahaan retail yang terdaftar di BEI periode 2019-2023 ? Bagaimana pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) pada perusahaan retail yang tedaftar di BEI periode 2019-2023? Bagaimana pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap Financial Distress (FD) pada perusahaan retail yang tedaftar di BEI periode 2019-2023? Apakah Return On Asset (ROA) memoderasi pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) pada perusahaan retail yang tedaftar di BEI periode 2019-2023 ? Apakah Return On Asset (ROA) memoderasi pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) pada perusahaan retail yang tedaftar di BEI periode 2019-2023? Apakah Return On Asset (ROA) memoderasi pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) pada perusahaan retail yang tedaftar di BEI periode 2019-2023? TINJAUAN LITERATUR DAN HIPOTESIS Financial Distress (FD) merupakan suatu kondisi dimana perusahaan sedang menghadapi masalah kesulitan keuangan. Financial Distress (FD) didefinisikan sebagai tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Financial Distress (FD) adalah situasi kondisi perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan dimana arus kas operasi perusahaan tidak cukup untuk memenuhi kewajiban saat ini, seperti kredit perdagangan atau beban bungga (Ross, , 2. Kebangkrutan suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya dengan cara melakukan analisis dalam bentuk rasio-rasio keuangan. Analisis rasio keuangan adalah perbandingan jumlah dari satu jumlah dengan jumlah yang lainnya kemudian dilihat perbandingannya dengan harapan nantinya akan ditemukan jawaban yang selanjutnya itu akan dijadikan bahan kajian untuk analisis dan diputuskan kebijakan perusahaan (Fahmi, 2. Menurut Kasmir . Current Ratio (CR) atau rasio lancar adalah rasio yang diaplikasikan untuk menakar kesanggupan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau utang jangka pendeknya yang akan menginjak batas waktu pembayaran pada saat diminta dalam nominal penuh. Atau dapat diartikan seberapa besar aset lancar yang telah disediakan untuk membayar utang jangka pendek yang akan jatuh waktu pembayaran. Rasio likuiditas adalah salah satu diantara rasio keuangan yang berfungsi untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menutupi utang jangka pendek. Dalam pengukuran rasio likuiditas, terdapat dua hasil penilaian, yaitu perusahaan dikatakan likuid apabila suatu perusahaan sanggup menunaikan kewajibannya, sebaliknya perusahaan dikatakan tidak likuid jika perusahaan tidak sanggup menunaikan kewajibannya (Tyas NurAoainul Lailatus SaAodah. Menurut Kasmir . Debt to Asset Ratio (DAR) adalah indikator keuangan yang mengkomparasikan keseluruhan pinjaman dengan keseluruhan aset perusahaan. Atau dalam pengertian lain, seberapa banyak aset perusahaan yang disediakan oleh pinjaman atau seberapa besar pinjaman yang dimiliki perusahaan dapat berpengaruh terhadap pengelolaan aset. Menurut Hery . Debt to Asset Ratio (DAR) adalah Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar aktiva sebuah perusahaan yang dibiayai oleh total pinjaman atau seberapa besar pinjaman yang dimiliki perusahaan berdampak terhadap pembiyan aset. Menurut pendapat Kasmir . , solvabilitas ialah rasio keuangan yang berfungsi untuk mengukur kesanggupan suatu perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban . , baik itu kewajiban jangka pendek ataupun jangka panjang jika perusahaan dilikuidasi . Menurut Radiman dan Athifah . Debt to Equity Ratio (DER) ialah indikator yang berfungsi untuk mengukur persentase atau besarnya dana yang diperoleh dari pemegang saham kepada perusahaan. Panji Satrio Aji. Saiful Anwar . dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Current Ratio. Debt to Equity Ratio, dan Return On Asset tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Hasil penelitian Dewi Silvia dan Yulistina . menunjukkan bahwa Debt to Asset Ratio tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Grestika Pebrianti. Edy Suryadi dan Heni Safitri . dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Return On Asset tidak dapat memoderasikan hubungan baik dari Current Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap Financial Distress. Hasil penelitian Deden Edwar Yokeu Berbardin dan Gita Indriani . menujukkan bahwa Return On Asset tidak memoderasi Debt to Asset terhadap Financial Distress. Berikutnya adalah model dan hipotesis penilitian: Gambar 1. Model Penelitian METODE PENELITIAN Lokasi/tempat dalam penelitian ini adalah perusahaan retail yang terdaftar di BEI periode 2019-2023, yang dapat diakses link https://w. Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu mulai bulam Maret hingga Juli 2024. Populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah perusahaan retail yang terdaftar di BEI periode Jumlah populasi penelitian ini adalah 25 perusahaan. Sampel penelitian ini adalah perusahaan retail yang terdaftar di BEI periode 2019-2023 yang membagikan laporan kelengkapan. Perusahaan-perusahaan tersebut diseleksi kembali sesuai dengan kriteria purposive sampling. Adapun kriteria perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah: Perusahaan retail yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Perusahaan retail yang mempublikasikan laporan keuangan secara lengkap tahun 2019-2023 Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Tabel 1. Keterangan Jumlah Perusahaan yang sesuai dengan Kriterian Penelitian Jumlah No Keterangan Perusahaan yang terdaftar di BEI periode 20191 Perusahaan retail yang mempublikasikan laporan keuangan secara lengkap tahun 2019-2023 Jumlah Sampel Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode dokumentasi perusahaan retail yang terdaftar di BEI periode 2019-2020 yang dilakukan dengan mengambil data laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI periode Penelitian ini merupakan explanatory research yaitu menjelaskan bahwa variabel independent yaitu Current Ratio (CR). Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) mempunyai pengaruh atau tidaknya terhadap variabel dependen yaitu Financial Distress (FD) dan juga variabel moderasi yaitu Return On Asset (ROA) memperkuat atau memperlemah hubunagan antara variabel dependent dengan variabel Jenis data yang digunakan adalah jenis data kuantitatif yaitu data yang berwujud angka-angka yang kemudian diolah dan diinterprestasikan untuk memperoleh makna dari data tersebut. Analisis data SEM Smart PLS dan pengujian hipotesis dengan algorithm dan bootstrapping. Pengujian hipotesis dapat dilihat dari nilai tstatistik dan nilai p value. Untuk pengujian hipotesis yaitu dengan mengunakan nilai p value untuk alpha 5% nilai t-statistik yang digunakan adalah 1. Kriteria penerimaan/penolakan hipotesa adalah Ha diterima jika nilai p < 0. oefisien signifika. dan H0 ditolak jjika t-statistik > 1,96 . oefisien tidak signifika. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini dikemukan hasil dan pembahasan. Berikut adalah hasil dari penelitian ini: Analisis Deskriptif Gambar 2 Nilai Rata-rata Variabel Penelitian (Periode tahun 2019-2. Berdasarkan gambar 2 diatas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata . untuk masing-masing variabel menunjukkan bahwa nilai rata-rata untuk masing-masing Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 variabel mengalami fluktuasi yang cukup signifikan dari tahun ke tahun menunjukkan dinamika keuangan yang kompleks. Terdapat peningkatan yang sangat tajam pada Financial Distress (FD) di tahun 2023, mengindikasikan potensi kesulitan keuangan yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya Nilai rata-rata . Current Ratio (CR) pada tahun 2019 sebesar 2. 48, tahun 2020 sebesar 2. 18, tahun 2021 sebesar 29, tahun 2022 sebesar 1. 78, dan tahun 2023 sebesar 1. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar yang dimiliki perusahaan, nilai Current Ratio (CR) yang cenderung fluktuatif namun secara umum masih berada pada level yang cukup baik, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Nilai rata-rata . Debt to Asset Ratio (DAR) pada tahun 2019 sebesar 4. 61, tahun 2020 sebesar 98, tahun 2021 sebesar 3. 48, tahun 2022 sebesar 5. 25, dan tahun 2023 sebesar 5. Hal ini menunjukkan proporsi total aset perusahaan yang dibiayai oleh utang, ini mengindikasikan tingkat leverage atau ketergantungan perusahaan pada utang. Nilai rata-rata . Debt to Equity Ratio (DER) pada tahun 2019 sebesar 54, tahun 2020 sebesar 2. 82, tahun 2021 sebesar 2. 60, tahun 2022 sebesar 4. 51, dan tahun 2023 sebesar 13. Ini berarti perbandingan antara total utang dengan ekuitas. Debt to Equity Ratio (DER) juga mengukur tingkat leverage perusahaan. Nilai rata-rata . Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan kemiripin, yaitu cenderung meningkat dari tahun ke tahun, hal ini mengindikasikan peningkatan leverage perusahaan, yang berarti perusahaan semakin bergantung pada utang untuk membiayai operasi perusahaan. Nilai rata-rata . Return On Asset (ROA) pada tahun 2019 sebesar 0. 06, tahun 2020 sebesar 0. 04, tahun 2021 sebesar 03, tahun 2022 sebesar 0. 03, dan tahun 2023 sebesar 0. Hal ini berarti tingkat efisiensi perusahaan dalam mengahasilkan laba dari total aset yang dimiliki, semakin tinggi nilai Return On Asset (ROA) semakin baik kinerja perusahaan. Dengan nilai Return On Asset (ROA) yang cukup fluktuatif ada peningkatan signifikan pada tahun 2021 dan penurunan tajam pada tahun 2023, walaupun nilai Return On Asset (ROA) cenderung fluktuatif namun secara umum masih menunjukkan tingkat profitabilitas aset yang cukup baik. Nilai rata-rata . Financial Distress (FD) dengan pendekatan Almant Z-score pada tahun 2019 sebesar 12. 00, tahun 2020 sebesar 17. 60, tahun 2021 23, tahun 2022 sebesar 21. 65, dan tahun 2023 sebesar -3. Financial Distress (FD) ialah indikator yang menunjukkan tingkat kesulitan keuangan yang dihadapi perusahaan, nilai negatif menunjukkan potensi kesulitan keunagan yang lebih tinggi, nilai Financial Distress (FD) yang negatif pada tahun 2023 menunjukkan adanya potensi kesulitan keuangan yang cukup tinggi. Namun perlu diingat bahwa indikator ini hanya merupakan salah satu dari banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menilai kondisi keuangan perusahaan. Tabel 2 Statistik Deskriptif (Descriptive Statisti. Observed Standard Observed Variable Mean Median DAR DER ROA Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Dari tabel 4. 1 statistik deskriptif. Current Ratio (CR) memiliki nilai rata-rata 861 dengan standar deviasi 237. 960 serta nilai minimum sebesar -1. dan nilai maksimum sebesar 1650. Debt to Asset Ratio (DAR) memiliki nilai ratarata sebesar 445. 017 dengan standar deviasi sebesar 1868. 224 serta nilai minimum 000 dan nilai maksimum sebesar 11738. Debt to Equity Ratio (DER) memiliki nilai rata-rata 503. 609 dengan standar deviasi 1871. 401 serta nilai minimum 000 dan nilai maksimum 19030. Financial Distress (FD) memiliki nilai ratarata sebesar 1063. 322 dengan standar deviasi 5321. 924 serta nilai minimum sebesar 20046. 000 dan nilai minimum sebesar 41271,000. Return On Asset (ROA) memiliki nilai rata-rata 3. 791 dengan standar deviasi 7. 334 serta nilai minimum sebesar 1. dan nilai maksimum 7. Analisis SEM dengan SmartPLS 4. Variable Financial Distress Tabel 3 R-square R-square R-square adjusted Keterangan Lemah Hasil uji R-square pada tabel 3 menunjukkan nilai R-square sebesar 0. 211 atau setara dengan 21,1%. Hal ini berarti bahwa 21,1% Financial Distress (FD) dipengaruhi oleh variabel Current Ratio (CR). Debt to Asset Ratio (DAR). Debt to Equity Ratio (DER), dan Return On Asset (ROA). Selebihnya sekitar 78,9% Financial Distress (FD) dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Nilai R-square sebesar 0. 211 mengindikasikan bahwa model berada pada kategori lemah. Tabel 4 Path Coefficients Variables Current Ratio -> Financial Distress Debt to Asset Ratio -> Financial Distress Debt to Equity Ratio -> Financial Distress Return On Asset -> Financial Distress Return On Asset x Debt to Asset Ratio -> Financial Distress Return On Asset x Current Ratio -> Financial Distress Return On Asset x Debt to Equity Ratio -> Financial Distress Path coefficients Hasil uji algorithm pada tabel 4 menunjukkan hasil pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) sebesar -0. 003 nilai moderasi Return On Asset (-0. , pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) 425 nilai moderasi Return On Asset (-0. , pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) sebesar -0. 026 nilai moderasi Return On Asset (-0. , pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap Financial Distress (FD) sebesar Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Variables Current Ratio -> Financial Distress Debt to Asset Ratio -> Financial Distress Debt to Equity Ratio > Financial Distress Return On Asset -> Financial Distress Return On Asset x Debt to Asset Ratio -> Financial Distress Return On Asset x Current Ratio -> Financial Distress Return On Asset x Debt to Equity Ratio > Financial Distress Tabel 5 Hasil Bootstrapping (T-statistics/P value. Original Sample Standard T Keterangan deviation statistics values Tidak Signifikan Hasil uji bootstrapping nilai t-statistik dan p value dapat dilihat pada tabel 5. Dari hasil penelitian diatas menunjukan bahwa pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) sebesar -0. Artinya nilai Current Ratio (CR) yang negatif mengindikasikan bahwa jika semakin meningkat Current Ratio (CR) maka semakin menurun tingkat Financial Distress (FD). Dilihat dari hasil uji t-statistik dan p value menunjukkan hasil nilai t-statistik sebesar 0. 033 < 1. 96 dengan nilai p value 974 > 0. %). Hal ini berarti bahwa pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress dari hasil uji t-statistik dan p value tersebut menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, nilai t-statistik. Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) sebesar Artinya nilai Debt to Asset Ratio (DAR) yang posotif mengindikasikan bahwa jika semakin meningkat Debt to Asset Ratio (DAR) maka semakin besar kemungkinan Financial Distress (FD). Dilihat dari hasil uji t-statistik dan p value menunjukkan hasil nilai t-statistik sebesar 0. 278 < 1. 96 dengan nilai p value sebesar 0. 781 > 0. %). Hal ini berarti bahwa pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) dari hasil uji t-statistik dan p value tersebut menunjukkan pengaruh yang tidak Dari hasil penelitian pada tabel 5 menunjukkan bahwa pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) sebesar -0. Artinya nilai Debt to Equity Ratio (DER) yang negatif mengindikasikan bahwa jika semakin meningkat Debt to Equity Ratio (DER) maka semakin besar kemungkinan Financial Distress (FD). Dilihat dari hasil uji t-statistik dan p value menunjukkan hasil nilai t-statistik sebesar 185 < 1. 96 dengan nilai p value sebesar 0. 853 > 0. %). Hal ini berarti bahwa Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) dari hasil uji tstatistik dan p value tersebut menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Dilihat dari 4 hasil uji t-statistik dan p value menunjukkan hasil nilai t-statistik sebesar 252 < 1. 96 dengan nilai p value sebesar 0. 801 > 0. %). Hal ini berarti bahwa pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap Financial Distress (FD) dari hasil uji tstatistik dan p value tersebut menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Dari hasil penelitian pada tabel 5 menunjukkan bahwa Return On Asset memoderasi pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) sebesar -0. Artinya nilai moderasi Return On Asset (ROA) yang negatif mengindikasikan bahwa semakin rendah Return On Asset (ROA) maka semakin tinggi tingkat pengaruh Curren Ratio (CR) dan Financial Distress (FD). Peran Return On Asset (ROA) dalam memoderasikan pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) ini menggambarkan bahwa Current Ratio (CR) yang dimoderasi oleh Return On Asset (ROA) tidak mampu memperkirakan kondisi Financial Distress (FD). Dilihat dari hasil uji t-statistik dan p value menunjukkan hasil nilai t-statistik sebesar 0. 735 < 1. dengan nilai p value sebesar 0. 462 > 0. %). Hal ini berarti bahwa pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) yang dimoderasi oleh Return On Asset (ROA) dari hasil uji t-statistik dan p value tersebut menunjukkan pengaruh yang tidak Dari hasil penelitian pada tabel 5 menunjukkan bahwa Return On Asset memoderasi pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) Artinya nilai moderasi Return On Asset (ROA) yang negatif mengindikasikan bahwa semakin rendah Return On Asset (ROA) maka semakin tinggi tingkat pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) dan Financial Distress (FD). Peran Return On Asset (ROA) dalam memoderasikan pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) ini menggambarkan bahwa Debt to Asset Ratio (DAR) yang dimoderasi oleh Return On Asset (ROA) tidak mampu memperkirakan kondisi Financial Distress (FD). Dilihat dari hasil uji t-statistik dan p value menunjukkan hasil nilai t-statistik sebesar 0. 035 < 1. 96 dengan nilai p value sebesar 0. 972 > 0. %). Hal ini berarti bahwa pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) yang dimoderasi oleh Return On Asset (ROA) dari hasil uji t-statistik dan p value tersebut menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Hasil penelitian pada tabel 5 menunjukkan bahwa Return On Asset memoderasi pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) sebesar -0. Artinya nilai moderasi Return On Asset (ROA) yang negatif mengindikasikan bahwa semakin rendah Return On Asset (ROA) maka semakin tinggi tingkat pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Financial Distress (FD). Peran Return On Asset (ROA) dalam memoderasikan pengaruh Debt to Asset Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) ini menggambarkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) yang dimoderasi oleh Return On Asset (ROA) tidak mampu memperkirakan kondisi Financial Distress (FD). Dilihat dari hasil uji t-statistik dan p value menunjukkan hasil nilai t-statistik sebesar 241<1. 96 dengan nilai p value sebesar 0. 810>0. %). Hal ini berarti bahwa pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) yang dimoderasi oleh Return On Asset (ROA) dari hasil uji t-statistik dan p value tersebut menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Agar model memenuhi kriteria model fit, nilai SRMR (Standardized Root Mean Square Residua. harus kurang dari 0. 10 atau < 0. 08 (Cangur dan Ercan, 2. dan nilai NFI (Normed Fit Inde. > 0. 9 (Hair, et al, 2. Meskipun nilai SRMS Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 (Standardized Root Mean Square Residua. menunjukkan kesesuaian yang dapat diterima jika menghasilkan nilai yang lebih kecil dari 0. 10 atau < 0. 08, namun dapat diartikan sebagai indikator kesesuaian yang baik jika menghasilkan nilai yang lebih rendah dari 0. 05 (Rex B. Kline, 2. Tabel 6 Model Fit Model Fit Saturated Model Estimated Model SRMR d_ULS Chi-square NFI Sesuai dengan tabel 4. 5 model fit diatas, maka nilai NFI 0,898 < 0,9. Maka berdasarkan kedua penilaian model tersebut, tidak memenuhi kriteria model fit. Namun berdasarkan Nilai Standardized Root Mean Square (SRMR), nilainya sebesar 0,048 < 0,10 maka model fit. Berdasarkan evaluasi model fit yang telah dilakukan, terdapat beberapa ketidakkonsitenan anatara nilai NFI dan SRMR. NFI yang merupakan indikator kesesuaian model secara keseluruhan, menunjukkan nilai yang berada di bawah ambang batas pemeriamaan umum (NFI < 0. Sebaliknya, nilai SRMR yang mengukur rata-rata residual terstandarisasi, berada di bawah ambang batas penerimaan (SRMR < 0. Ini menunjukkan bahwa secara umum, model mampu memprediksi data dengan baik. Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) Pada hasil uji algorithm dan bootstrapping dari hasil penelitian yang telah dijelaskan di atas menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Finanncial Distress (FD), artinya tingkat Current Ratio (CR) dalam suatu perusahaan yang semakin besar maupun semakin kecil tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemungkinan terjadinya Financial Distress (FD). Hasil dari pengujian ini tidak sesuai dengan teori dan hipotesis yang telah diajukan. Current Ratio (CR) digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan mengkonversi aset menjadi kas. Setiap perusahaan memiliki waktu yang berbeda-beda untuk mengkonversi aset menjadi kas. Sebagian perusahaan dapat mengkonversi aset menjadi kas dalam waktu singkat. Akan tetapi, sebagian lainnya perusahaan memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat mengkonversi aset menjadi kas. Oleh karena itu. Current Ratio (CR) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Financial Distress (FD). Hasil temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Panji Satrio Aji dan Saiful Anwar . Vionita dan Herlina Lusmeida . Santoso et al, . Simanjuntak et al, . Mafiroh. Anis dan Triyono . Pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) Pada hasil uji algorithm dan bootstrapping dari hasil penelitian yang telah dijelaskan di atas menunjukkan bahwa Debt to Asset Ratio (DAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress (FD). Terdapat banyak faktor fundamental lain seperti struktur modal suatu perusahaan, kinerja keuangan perusahaan dan lainnya yang dapat mempengaruhi Financial Distress (FD). Oleh karena itu, pihak manajemen Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 perusahaan harus mengelola perusahaan dengan baik supaya dapat mengendalikan kondisi perusahaan serta dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Hal ini berarti, bahwa semakin kecil kegiatan perusahaan yang dibiayai oleh utang semakin kecil pula kemungkinan terjadinya Financial Distress (FD). Hasil temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jumratin. Nafisah Nurulrahmatiah dan Nurul Huda . Dewi Silvia dan Yulistina . ,Mutmainnah dan Nurul Huda . Rina Eryanti . Dian Maulita dan Inta Tania . Widhiari dan Merkusiwati . Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) Debt to Equity Ratio (DER) menjadi rasio pembanding atas semua utang perusahaan . tang lancar atau ekuita. Pada penelitian yang dilakukan, tidak adanya pengaruh signifikan dari Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Disterss (FD). Hasil ini disebabkan adanya jumlah utang yang sangat besar namun modal perusahaan juga tinggi, oleh karenanya perusahaan dianggap sehat serta mampu membayar Tinggi atau rendahnya utang perusahaan guna membayar modal, tidak bisa memprediksi situasi perusahaan apakah mengalami Financial Distress (FD) atau tidak. Ini terjadi jika perusahaan dapat memberikan hasil keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan nilai utang serta bunga yang mereka miliki. Hasil temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Panji Satrio Aji dan Saiful Anwar . Muis . Vony dan Savrina Wulandari . , dimana tidak adanya pengaruh signifikan dari Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD). Pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap Financial Distress (FD) Return On Asset (ROA) dijadikan kekuatan dalam menghasilkan laba dan aset yang ada, umumnya bila rasio Return On Asset (ROA) tinggi maka Financial Distress (FD) rendah. Selama perusahaan memiliki arus kas yang memadai untuk menanggung risiko, memiliki likuiditas yang memadai dan diikuiti oleh efisiensi pengelolaan beban maka Return On Asset (ROA) tidak akan mempengaruhi Financial Distress (FD). Dengan demikian, tinggi rendahnya Return On Asset (ROA) tidak akan mempengaruhi Financial Distress (FD), artinya semakin tinggi Return On Asset (ROA) tidak diikuti dengan semakin menurunnya Financial Distress (FD). Hasil temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mika Aprilia Saputri dan Andri Octaviani . Panji Satrio Aji dan Saiful Anwar . Dwi Rafika Rani . dan Muamar Khadapi . Pengaruh Return On Asset (ROA) memoderasi Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) Pada hasil uji algorithm dan bootstrapping dari hasil penelitian yang telah dijelaskan diatas menunjukkan bahwa Return On Asset memoderasi pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) sebesar -0. Artinya nilai moderasi Return On Asset (ROA) yang negatif mengindikasikan bahwa semakin rendah Return On Asset (ROA) maka semakin tinggi tingkat pengaruh Curren Ratio (CR) dan Financial Distress (FD). Peran Return On Asset (ROA) dalam memoderasikan pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) ini menggambarkan bahwa Current Ratio (CR) yang dimoderasi oleh Return On Asset (ROA) tidak mampu memperkirakan kondisi Financial Distress (FD). Return On Asset (ROA) yang memiliki laba bersih negatif tidak dapat menguatkan atau melemahkan pengaruh dari Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Current ratio (CR) terhadap kondisi Financial Distres (FD) di perusahaan, ini menjadi gambaran keuntungan perusahaan tidak bisa digunakan untuk menutupi utang Hasil temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Grestika Pebrianti. Edy Suryadi dan Heni Safitri . Mardiyatul Janna . Pengaruh Return On Asset (ROA) memoderasi Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) Pada hasil uji algorithm dan bootstrapping dari hasil penelitian yang telah dijelaskan diatas menunjukkan bahwa Return On Asset memoderasi pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) sebesar -0. Artinya nilai moderasi Return On Asset (ROA) yang negatif mengindikasikan bahwa semakin rendah Return On Asset (ROA) maka semakin tinggi tingkat pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) dan Financial Distress (FD). Peran Return On Asset (ROA) dalam memoderasikan pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) ini menggambarkan bahwa Debt to Asset Ratio (DAR) yang dimoderasi oleh Return On Asset (ROA) tidak mampu memperkirakan kondisi Financial Distress (FD) pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023. Apabila perusahaan memiliki nilai Debt to Asset Ratio (DAR) yang tinggi maka perusahaan melakukan pendanaannya dengan utang, yang berarti semakin tinggi terjadinya potensi Financial Distress (FD). Jika perusahaan terus menerus melakukan pendanaan dengan utang yang tidak berimbang dengan profit, maka akan berisiko terjadinya Financial Distress (FD) yang berujung pada kebangkrutan. Hasil temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri Maulidya. Rida Prihatni dan Indah Muliasari . Deden Edwar Yokeu Berbardin dan Gita Indriani . Muhamma Zakiyuddien Zulfa . , ,menyatakan bahwa Return On Asset (ROA) tidak mampu memoderasi hungan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD). Pengaruh Return On Asset (ROA) memoderasi Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) Pada hasil uji algorithm dan bootstrapping dari hasil penelitian yang telah dijelaskan diatas menunjukkan bahwa Return On Asset memoderasi pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) sebesar -0. Artinya nilai moderasi Return On Asset (ROA) yang negatif mengindikasikan bahwa semakin rendah Return On Asset (ROA) maka semakin tinggi tingkat pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Financial Distress (FD). Peran Return On Asset (ROA) dalam memoderasikan pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) ini menggambarkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) yang dimoderasi oleh Return On Asset (ROA) tidak mampu memperkirakan kondisi Financial Distress (FD). Kondisi tersebut mendeskripsikan bahwa laba yang dihasilkan perusahaan tidak digunakan untuk membayar utang perusahaan sepenuhnya, melainkan sebagai pemenuhan biaya operasional lainnya. Hasil temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Grestika Pebrianti. Edy Suryadi dan Heni Safitri . Linda Masni Hayati dan MuAominatus Sholichah . Nunung Mulyatningsih dan Suci Atiningsih . dan Yuli Andiyanti . , yang menghasilkan Return On Asset (ROA) tidak dapat memoderasikan pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD). Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 KESIMPULAN. KETERBATASAN DAN SARAN Kesimpulan Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) pada Perusahaan Retail yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2023. Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) pada Perusahaan Retail yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2023. Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) pada Perusahaan Retail yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2023. Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) pada Perusahaan Retail yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2023. Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Return On Asset (ROA) terhadap Financial Distress (FD) pada Perusahaan Retail yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2023. Terdapat pengaruh tidak signifikan Return On Asset (ROA) memoderasi pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress (FD) pada Perusahaan Retail yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20192023. Terdapat pengaruh tidak signifikan Return On Asset (ROA) memoderasi pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress (FD) pada Perusahaan Retail yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20192023. Terdapat pengaruh tidak signifikan Return On Asset (ROA) memoderasi pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) pada Perusahaan Retail yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20192023. Keterbatasan Keterbatasan kajian yang dilakukan terfokus kepada masalah-masalah penelitian yang berkaitan dengan variabel Current Ratio (CR). Debt to Asset Ratio (DAR). Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress (FD) dengan Return On Asset (ROA) sebagai variabel moderasi terhadap perusahaan retail yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Saran Untuk Penelitian Selanjutnya Untuk Peneliti selanjutnya, sebaiknya menggunakan metode-metode yang lain dalam memprediksi kebangkrutan perusahan sehingga dapat diketahui perbedaan signifikansi yang lebih akurat dalam menguji pengaruh kinerja keuangan terhadap kebangkrutan perusahaan. Selain itu, disarankan juga untuk peneliti slanjutnya menambahkan proksi dari likuiditas, leverage dan profitabilitas supaya dapat mewakili dari rasio keuangan tersebut. Dan menggunakan objek selain perusahan retail yang merupakan sektor yang bergerak dalam bidang penjualan barang atau jasa. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Desember 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 DAFTAR PUSTAKA