Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim Volume 7 No. Mei 2025 pp. DOI: 10. 51578/j. e-ISSN 2722-1679 p-ISSN 2684-9135 ANALISIS PENGARUH SUHU DAN TEKANAN PADA CARGO HEATER TERHADAP KECEPATAN ALIRAN PADA BONGKAR MUAT KAPAL TANKER LPG Muhammad Fharhan Fazlih1*. Tri Haryanto2. Henna Nurdiansari3. Firdaus Sitepu4 1,2,3,4 Teknologi Rekayasa Operasi Kapal. Politeknik Pelayaran Surabaya *Email: fharhanfazlih123@gmail. (Received: 02-04-2025. Reviewed: 14-04-2025. Revised: 29-04-2025. Accepted: 02-05-2025. Published: 26-05-2. ABSTRACT This study examines the effect of temperature and pressure at the cargo heater on the flow rate of LPG during the discharge and loading process on the LPG tanker ship. The main problem is the freezing of LPG . ropane and butan. in cold climates which hinders the smooth flow and slows down the discharge and loading process. The research objective is to analyze the effectiveness of heating through cargo heater in reducing the viscosity of LPG and to identify the dominant factors that affect the flow speed. The method used is causal quantitative with multiple linear regression analysis, supported by direct observation data during the discharge and loading process and data processing through statistical software. The results showed that pressure partially had a significant effect on increasing flow rate, while temperature showed no significant effect partially. However, temperature and pressure variables were simultaneously shown to increase LPG flow rate. The conclusion of the study states that proper pressure regulation with adequate temperature support is the key to the efficiency of the discharge and loading process. The implication of the research is the optimization of cargo heater design based on pressure regulation to improve operational performance on gas tankers. Keywords: LPG. Cargo Heater. Temperature. Pressure. Flow Rate. Discharge & Loading ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pengaruh suhu dan tekanan pada cargo heater terhadap kecepatan aliran LPG selama proses bongkar muat di kapal tanker LPG. Permasalahan utama adalah pembekuan LPG . ropana dan butan. di daerah beriklim dingin yang menghambat kelancaran aliran dan memperlambat proses bongkar muat. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas pemanasan melalui cargo heater dalam mengurangi viskositas LPG serta mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi kecepatan aliran. Metode yang digunakan adalah kuantitatif kausal dengan analisis regresi linear berganda, didukung data observasi langsung selama proses bongkar muat dan pengolahan data melalui perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan aliran, sementara suhu tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Namun, variabel suhu dan tekanan secara simultan terbukti meningkatkan kecepatan aliran LPG. Simpulan penelitian menyatakan bahwa regulasi tekanan yang tepat dengan dukungan suhu yang memadai menjadi kunci efisiensi proses bongkar muat. Implikasi dari penelitian adalah optimasi desain cargo heater berbasis pengaturan tekanan untuk meningkatkan kinerja operasional di kapal tanker gas. Kata kunci: LPG. Cargo Heate. Suhu. Tekanan. Kecepatan Aliran. Bongkar Muat. *Corresponding Author This is an open access article under the CC BY-SA license Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim Volume 7 No. Mei 2025 e-ISSN 2722-1679 p-ISSN 2684-9135 PENDAHULUAN Industri pelayaran memegang peranan penting dalam bidang pengangkutan LPG. Untuk memenuhi kebutuhan sumber energi di banyak wilayah. LPG diproduksi secara masif serta didistribusikan ke berbagai daerah dengan moda transportasi laut maupun darat. Pengangkutan LPG melalui jalur laut masih menjadikan kapal sebagai moda transportasi yang banyak digunakan hingga saat ini. Kapal yang digunakan adalah kapal tanker berjenis gas, yaitu kapal yang sengaja dibuat khusus untuk mengangkut muatan berjenis gas cair (White, 1. Kapal tanker LPG milik PT. X berperan aktif dalam mendistribusikan energi gas ke berbagai titik di Indonesia. Kapal tanker yang merupakan salah satu kapal pengangkut gas dengan tipe pendinginan penuh . ull refrigrate. yang muatannya disimpan pada tangki bertekanan dengan suhu rendah. Tujuannya untuk menjaga LPG agar tetap dalam kondisi cair selama perjalanan panjang berhari-hari mengingat sifat LPG yang cepat memuai jika terkena panas matahari dan mudah menguap jika bereaksi dengan udara bebas (Syukur, 2. Pendistribusian LPG dengan moda transportasi laut tidaklah mudah. Kendala yang sering dihadapi adalah perubahan suhu dingin yang umumnya mempunyai tekanan udara yang rendah sehingga dapat membuat pipa-pipa pemuatan yang ada di deck menjadi dingin. Hal ini bisa menyebabkan muatan LPG membeku saat proses bongkar muat. Tindakan yang bisa dilakukan untuk menangani masalah tersebut adalah pemanasan muatan . argo heatin. menggunakan pemanas muatan . argo heate. Cargo heater merupakan suatu alat atau sistem yang digunakan oleh kapal untuk menjaga dan mengatur suhu muatan tetap stabil dan sesuai porsi mengingat sifat dari muatan LPG yang dengan mudah mengalami perubahan kenaikan dan penurunan suhu . Suhu atau temperatur didefinisikan sebagai ukuran makroskopik dari keadaan termal suatu sistem, yang mencerminkan distribusi energi kinetik rata-rata partikel-partikel dalam sistem tersebut (Bormashenko, 2020. Larasati, 2. Dalam proses bongkar muat LPG, suhu memainkan peran penting dalam menjaga bentuk LPG agar tetap cair, karena gas alam seperti LPG berada dalam bentuk cair pada tekanan tinggi dan suhu rendah (Prayogo et al. , 2. Suhu LPG akan mempengaruhi keberadaannya dalam bentuk cair atau gas. Jika suhu lebih tinggi LPG akan cenderung menguap menjadi gas, sedangkan pada suhu rendah. LPG tetap berada dalam bentuk cair (King et al. , 2. Tekanan didefinisikan sebagai besarnya gaya tiap satuan luas (Sartika & Wulandari, 2. Pendapat serupa dikemukakan oleh Kuhtz . yang menyatakan bahwa tekanan merupakan satuan fisika yang menunjukkan besaran gaya per satuan luas. Gaya yang dimaksud dalam tekanan adalah gaya tegak lurus terhadap permukaan suatu objek (Razzaaq et al. , 2. Dalam proses pembongkaran LPG, muatan disalurkan dari tangki bertekanan tinggi ke sistem penyimpanan yang lebih rendah tekanannya. Perbedaan tekanan ini menyebabkan LPG mengalir melalui pipa menuju fasilitas penyimpanan. Hukum Poiseuille . menyatakan laju aliran suatu fluida bergantung pada viskositas, panjang pipa, dan perbedaan tekanan antara ujung-ujung pipa (Arianto et al. , 2. Di mana kecepatan aliran berbanding lurus dengan tekanan diferensial dan berbanding terbalik dengan viskositas dan panjang pipa. Dalam konteks pembongkaran LPG adalah tingkat laju perpindahan muatan LPG dari tangki penyimpanan kapal ke fasilitas penerima melalui sistem perpipaan, biasanya dinyatakan dalam satuan volume per waktu seperti ton/jam atau m3/jam. Asumsinya pada penelitian ini adalah kecepatan aliran mengacu pada laju perpindahan fluida . alam hal ini LPG) dari satu tempat ke tempat lain dalam sistem. Kecepatan aliran ini sangat dipengaruhi oleh tekanan, suhu, viskositas, desain dan panjang pipa. Semakin besar perbedaan tekanan, semakin cepat LPG akan mengalir. Selain itu, pada suhu yang lebih tinggi, viskositas LPG cenderung lebih rendah, yang dapat meningkatkan kecepatan aliran. Ukuran pipa juga mempengaruhi kecepatan aliran, semakin panjang ukuran pipa maka kecepatan aliran semakin lambat, begitu juga dengan desain pipa yang berkelok-kelok dapat membuat laju aliran LPG menjadi lebih lambat dibandingkan dengan desain pipa yang lurus. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti mengambil topik dan masalah penelitian mengenai Pengaruh Suhu dan Tekanan Cargo Heater Terhadap Kecepatan Aliran Pada Bongkar Muat di Kapal Tanker LPG. Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim Volume 7 No. Mei 2025 e-ISSN 2722-1679 p-ISSN 2684-9135 METODE Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif kausal (Ardyan et al. , 2023. Sari et al. , 2. Jenis pendekatan yang digunakan mengacu pada tujuan dari penelitian yaitu mengetahui hubungan sebab akibat dari beberapa variabel dengan rancangan penelitian yang terstruktur dan sistematis. Observasi penelitian dilakukan pada saat penulis menjalankan kegiatan praktik di Kapal Tanker LPG milik PT. X pada bulan Agustus 2023 hingga selesai. Penelitian bersumber pada data primer yang diperoleh oleh peneliti dari Lokasi penelitian. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah satu periode bongkar muat LPG. Data yang diperoleh dari observasi digambarkan dalam tabel 1. Tabel 1. Data Primer Hasil Observasi Jam Suhu (AC) Tekana n (Ba. 6,81 6,73 6,77 6,77 6,73 6,68 6,55 6,62 6,54 6,45 6,47 6,66 6,53 6,63 5,29 5,22 5,15 4,96 5,47 5,45 5,43 5,39 5,37 5,66 5,71 5,38 5,25 5,27 5,22 5,33 5,42 5,31 5,29 5,26 5,15 Kecepatan Aliran (MT/Ja. Suhu (AC) Tekana n (Ba. Kecepatan Aliran (MT/Ja. 6,68 6,42 6,46 6,48 6,64 6,57 6,75 6,85 6,95 6,55 6,65 6,75 6,85 Sumber: Data diolah . 5,65 5,63 5,62 5,32 5,34 5,28 5,45 5,65 5,75 5,78 5,35 5,45 5,55 5,65 5,75 Jam Ke Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Suhu (X. Tekanan (X. , dan Kecepatan (Y). Data yang diperoleh lalu diolah menggunakan metode regresi linear berganda yang dibantu dengan aplikasi EViews 12. Tahapan dalam melakukan analisis regresi adalah dengan uji analisis deskriptif, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan uji proyeksi simpangan grafik. Adapun persamaan regresi berganda pada penelitian ini: Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim Volume 7 No. Mei 2025 e-ISSN 2722-1679 p-ISSN 2684-9135 Y = yu1X1 yu2 X2 A . Dimana: Y = Kecepatan = Konstanta X1 = Suhu X2 = Tekanan A = Standar error Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat digambarkan konseptual penelitian dan hipotesis adalah sebagai berikut: Gambar 1. Konseptual Penelitian Sumber: Data diolah . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis deskriptif adalah metode analisis data yang digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai suatu data. Hasil analisis deskriptif dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Uji Analisis Deskriptif Keterangan Mean Median Maximum Minimum Std. Deviation Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sum Sum. Sq. Dev. Observations 6,695 5,438 6,690 5,410 7,000 5,800 6,300 4,960 0,173 0,200 0,054 0,008 2,320 2,261 0,948 1,093 0,623 0,579 321,34 261,00 1,400 1,899 Sumber: Data diolah . 544,625 541,000 638,000 427,000 43,623 -0,172 3,062 0,244 0,885 6142,00 89439,25 Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim Volume 7 No. Mei 2025 e-ISSN 2722-1679 p-ISSN 2684-9135 Berdasarkan pada tabel di atas nilai mean X1 = 6,69. X2 = 5,43 dan Y = 544. Nilai maximum dari data X1 = 7,00. X2 = 5,80 dan Y = 638. Nilai minimum dari X1 = 6,30. X2 = 4,96 dan Y = 427. Uji normalitas bertujuan sebagai alat menilai apakah variabel pada model memiliki distribusi secara normal serta memastikan bahwa data yang digunakan sebagai observasi dapat memenuhi asumsi atau syarat yang dibutuhkan oleh metode analisis statistik. Hasil uji normalitas yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan EViews 12 dapat dilihat dari grafik pada gambar 2. Gambar 2. Uji Normalitas Sumber: Data diolah . Tabel 3. Uji Asumsi Klasik Variabel VIF 1,00 1,00 Heterokedasticity 0,1200 Autocorrelation 0,9188 Sumber: Data diolah . Berdasarkan tabel di atas diketahui hasil pengujian beberapa asumsi klasik. Uji multikolinearitas memiliki tujuan untuk melihat apakah dalam model ditemukan adanya hubungan antar variabel bebas yang dilihat dari nilai Variance Inflation Factor (VIF). Hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai VIF X1 = 1,00 dan X2 = 1,00 maka kedua variabel bebas tersebut memiliki nilai VIF < 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi ini tidak terjadi gejala multikolinearitas pada penelitian ini. Uji dilakukan berikutnya adalah uji heteroskedastisitas yang bertujuan untuk memastikan tidak adanya gejala ketidaksamaan varian antara residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Berdasarkan tabel di atas, hasil uji heteroskedastisitas yang dilakukan menggunakan uji Breusch Pagan Godfrey menunjukkan bahwa nilai probabilitas Chi-Square sebesar 0,1200 yang berarti nilai tersebut > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada penelitian ini. Uji asumsi klasik autokorelasi turut dilakukan dalam penelitian bertujuan untuk memastikan tidak ada hubungan antar residual dalam urutan waktu. Berdasarkan tabel 3 di atas, hasil uji autokorelasi yang dilakukan menggunakan uji Breusch Godfrey Serial Correlation menunjukkan bahwa nilai probabilitas Chi-Square sebesar 0,9188 yang berarti nilai tersebut > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala autokorelasi pada penelitian ini. Regresi Linear Berganda bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah variabel suhu dan tekanan sebagai variabel independen terhadap variabel kecepatan aliran sebagai variabel dependen pada bongkar muat di kapal tanker LPG. Adapun hasil pengujian regresi linear berganda menggunakan EViews 12 dapat dilihat dari tabel 4. Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim Volume 7 No. Mei 2025 Variabel R-squared F-statistik Koefisien e-ISSN 2722-1679 p-ISSN 2684-9135 Tabel 4. Analisis Regresi Berganda Std. Eror t-statistik Prob Sumber: Data Diolah . Berdasarkan hasil uji analisis regresi berganda diatas, dapat ditarik kesimpulan yang dijabarkan pada persamaan . di bawah: Y = yu1X1 yu2 X2 A . Y = -172,293 48,928X1 71,607X2 A Nilai konstanta () sebesar -172,293 memiliki arti bahwa apabila nilai variabel suhu (X. dan tekanan (X. bernilai 0 maka nilai variabel kecepatan aliran (Y) pada bongkar muat LPG adalah 172,293. Koefisien X1 yang diperoleh dari nilai yu 1 sebesar 48,928, artinya jika variabel suhu (X. mengalami peningkatan 1 satuan maka variabel kecepatan aliran (Y) pada bongkar muat LPG meningkat sebesar 48,928 dengan asumsi bahwa variabel bebas lain dari model regresi adalah tetap. Koefisien X2 yang diperoleh dari nilai yu2 sebesar 71,607, artinya jika variabel tekanan (X. mengalami peningkatan 1 satuan maka variabel kecepatan aliran (Y) pada bongkar muat LPG meningkat sebesar 71,607 dengan asumsi bahwa variabel bebas lain dari model regresi adalah tetap. Dari persamaan . diperoleh nilai konstanta sebesar -172,293, nilai koefisien suhu sebesar 48,928X1 dan nilai koefisien tekanan sebesar 71,607X2. Jika persamaan . tersebut di uji dengan mengganti nilai variabel X1 dan X2 dengan nilai rata-rata data suhu yaitu 6EE dan data tekanan yaitu 5 Bar, maka diperoleh hasil nilai regresi sebesar 500 MT/Jam yang berarti hasil tersebut adalah benar. Uji hipotesis merupakan alur dalam perhitungan statistik dengan maksud untuk melakukan pengujian kebenaran dari hipotesis atau dugaan antara pengaruh beberapa variabel independen dalam model penelitian. Uji ini memiliki tujuan untuk memahami bahwa data yang diperoleh mendukung atau menolak hipotesis yang diajukan. Uji ini menggunakan dua jenis uji statistik utama, yaitu uji t dan uji F. Uji t berfungsi sebagai alat untuk menguji tingkat signifikansi koefisien regresi dari variabel independen, sedangkan uji F memiliki fungsi untuk mengobservasi pengaruh variabel bebas secara simultan dalam menjelaskan variabel dependen. Hasil tabel 4 menunjukkan bahwa nilai t-hitung variabel suhu (X. adalah 1,410 < nilai t-tabel 2,012 dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,166 > 0,05 artinya variabel suhu secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kecepatan aliran pada bongkar muat LPG. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Nilai t-hitung variabel tekanan (X. sebesar 2,402 > nilai t-tabel 2,012 dengan nilai probabilitas signifikan sebesar 0,021 < 0,05, artinya variabel tekanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kecepatan aliran pada bongkar muat LPG. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Sedangkan untuk uji simultan F-tabel diperoleh nilai F-hitung 4,220 > F-tabel 4,05 dan nilai probabilitas signifikan 0,021 < 0,05 artinya secara simultan variabel suhu (X. tekanan (X. berpengaruh signifikan terhadap kecepatan aliran (Y) pada bongkar muat LPG. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Uji dilakukan terakhir adalah uji R-squared. Pengujian ini dilakukan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam model regresi. Berdasarkan tabel 4 di atas. Hasil pengujian menunjukkan nilai R-squared sebesar 0,1579 memiliki arti bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini hanya berpengaruh sebesar 15,79 dan sisanya yaitu sebesar 74,21% dipengaruhi oleh variabel independen di luar penelitian. Dari pengujian persamaan . dengan meregresikan data kecepatan aliran melalui Microsoft Excel maka diperoleh hasil nilai regresi baru yang kemudian diproyeksikan sebagai garis simpangan regresi linear terhadap garis kecepatan aliran yang dapat dilihat pada gambar grafik gambar 3. Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim Volume 7 No. Mei 2025 e-ISSN 2722-1679 p-ISSN 2684-9135 Grafik Simpangan 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 45 47 49 Kecepatan Aliran Regresi Linear Gambar 3. Proyeksi Simpangan Grafik Regresi Linear Terhadap Grafik Kecepatan Aliran Sumber: Data diolah . Berdasarkan hasil gambar proyeksi simpangan grafik di atas menunjukkan bahwa kondisi simpangan grafik regresi linear terhadap garis grafik kecepatan aliran berada di antara . i tengah-tenga. dari garis grafik kecepatan aliran yang berarti simpangan tersebut menunjukkan hasil benar. Dari grafik simpangan tersebut juga dapat dilihat bahwa terjadi kecenderungan kenaikan simpangan terhadap kecepatan aliran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi linear pada persamaan . dinyatakan valid. Pembahasan Secara parsial variabel suhu (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap kecepatan aliran (Y). Sedangkan variabel tekanan (X. secara parsial berpengaruh signifikan. Hasil yang ditunjukkan ini sesuai dengan Hukum Bernoulli bahwa meningkatnya suhu akan membuat viskositas LPG menjadi rendah (Suryanto, 2. , dan dapat meningkatkan kecepatan aliran bongkar muat LPG saat terjadi perbedaan tekanan pada kedua ujung pipa (Betty Ariani & Ponidi, 2. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa kenaikan suhu dapat mempengaruhi kecepatan aliran dengan syarat adanya perbedaan tekanan dari salah satu ujung pipa atau dengan kata lain mendapat gaya dorong . yang berasal dari pompa muatan (Firmansyah et al. , 2. Jadi kenaikan suhu hanya akan menyebabkan viskositas rendah saja akan tetapi tidak akan meningkatkan kecepatan aliran jika tidak ada gaya dorong . (Delly, 2009. Dylan et al. , 2. Sedangkan kenaikan tekanan sendiri akan meningkatkan kecepatan aliran bongkar muat LPG (Pratama et al. , 2. karena mendapat gaya dorong yang lebih besar sehingga aliran muatan LPG akan menjadi lebih cepat (Djamaluddin, 2. Secara simultan variabel suhu (X. dan tekanan (X. serentak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel kecepatan aliran (Y). Hal tersebut sesuai dengan hukum Bernoulli bahwa kecepatan aliran akan meningkat jika terjadi kenaikan suhu dan dibantu dengan adanya tekanan pada salah satu ujung pipa. Selain itu, pada studi yang dilakukan oleh Razzaaq, et al. , juga membuktikan bahwa suhu dan tekanan udara secara bersamaan dapat memiliki dampak bagi daya angkat hingga mencapai Kenaikan suhu akan membuat viskositas LPG menjadi rendah sehingga sifatnya yang semula kental pada suhu dingin menjadi encer karena dipanaskan. Secara bersamaan muatan LPG mendapat gaya dorong . di dalam pipa sehingga membuat LPG mengalir dari ujung pipa yang bertekanan tinggi ke ujung pipa yang bertekanan rendah. Semakin besar tekanan pada pipa maka aliran LPG akan semakin cepat. Pada pengujian pada persamaan . dengan cara mengganti variabel X1 dan X2 pada koefisien suhu dan tekanan dan didapatkan data regresi dari nilai asli yang kemudian diproyeksikan ke dalam grafik simpangan pada gambar 3. Grafik tersebut menunjukkan simpangan antara garis regresi linear terhadap garis kecepatan aliran. Hasil dari grafik simpangan menunjukkan bahwa garis regresi linear Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim Volume 7 No. Mei 2025 e-ISSN 2722-1679 p-ISSN 2684-9135 berada di tengah-tengah garis grafik kecepatan aliran yang mana ini sesuai dengan prinsip regresi linear. Dari grafik simpangan tersebut juga dapat dilihat bahwa rata-rata garis simpangan regresi linear hampir berbentuk datar dan terjadi kenaikan pada grafik simpangan regresi linear. Dengan demikian hasil proyeksi tersebut terbukti benar dan dinyatakan valid. KESIMPULAN Berdasarkan uji-t diperoleh nilai t-hitung variabel suhu (X. adalah 1,410 < nilai t-tabel 2,012 dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,166 < 0,05 artinya variabel suhu secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kecepatan aliran pada bongkar muat LPG. Berdasarkan uji-t diperoleh nilai t-hitung tekanan (X. sebesar 2,402 > nilai t-tabel 2,01290 dengan nilai probabilitas signifikan sebesar 0,021 < 0,05, artinya variabel tekanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kecepatan aliran pada bongkar muat LPG. Berdasarkan uji F diperoleh nilai F-hitung 4,220 > F-tabel 4,05 dan nilai probabilitas signifikan 0,021 < 0,05 artinya secara simultan variabel suhu (X. tekanan (X. berpengaruh signifikan terhadap kecepatan aliran (Y) pada bongkar muat LPG. Berdasarkan uji persamaan linear pada persamaan . diperoleh nilai rata-rata suhu 5,69EE, tekanan 6,44 Bar, rata-rata kecepatan aliran 544,625 MT/Jam dengan rata-rata tingkat error sebesar 5,349 %. Hasil ini sesuai dengan garis grafik simpangan regresi linear terhadap garis grafik kecepatan aliran sebagaimana tergambar pada hasil yang menunjukkan bahwa rata-rata simpangan regresi linear berada di angka 400 hingga 600 yang berarti 500 MT/Jam. Dengan demikian persamaan linear pada persamaan . terbukti benar dan valid. DAFTAR PUSTAKA