Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5. No. Oktober 2025, pp 18-22 E-ISSN : 2808-9073 Strategi Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Kapasitas Pemandu Wisata untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Desa Sumberdem. Kabupaten Malang Abstrak Desti Nur Aini1*. Agung Winarno2. Oktavia Sulistina3 . Fitria Earlike Anwar Sani4 . RifAoatul Khusnia5 . Jurusan Sastra Jerman. Universitas Negeri Malang 2, . Jurusan Manajemen. Universitas Negeri Malang . Jurusan Pendidikan Kimia. Universitas Negeri Malang . Jurusan Kepariwisataan Universitas Merdeka Malang Article history Received : 13-11-25 Revised : 24-11-25 Accepted : 01-12-25 *Email : desti. fs@um. Desa Sumberdem memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Malang. Namun, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya dalam bidang pelayanan dan pemanduan wisata. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal melalui program pelatihan dan pendampingan pemandu wisata . our guid. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif pada setiap tahapan kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi, dan wawancara untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Program pelatihan difokuskan pada empat aspek utama: . penguatan pengetahuan tentang sejarah, budaya, dan geografi lokal. pengembangan keterampilan komunikasi dan teknik storytelling. pemahaman mengenai etika dan standar pelayanan tour guide profesional. praktik simulasi pemanduan wisata di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, yang ditunjukkan melalui evaluasi kinerja praktik lapangan. Para peserta tidak hanya mampu memandu wisatawan secara lebih baik, tetapi juga berperan sebagai agen promosi bagi keunikan Desa Wisata Sumberdem. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan tour guide menjadi strategi penting dalam memperkuat daya saing desa wisata berbasis komunitas dan mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Rekomendasi tindak lanjut dari kegiatan ini adalah perlunya pendampingan berkelanjutan, penyusunan modul pemanduan berbasis potensi lokal, serta replikasi program di desa-desa wisata lain di Kabupaten Malang. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat. Pemandu Wisata. Pariwisata Berkelanjutan. Abstract Sumberdem Village has considerable potential to develop into a leading tourist destination in Malang Regency. However, this potential cannot be fully optimized without the support of competent human resources, particularly in the areas of hospitality and tour guiding. This Community Service Program (PkM) aims to enhance the capacity of the local community through training and mentoring programs for tour guides. The implementation employed a participatory approach, in which the community was actively involved in every stage of the activities. Data were collected through observation and interviews to measure the improvement in participantsAo competencies. The training program focused on four main aspects: . strengthening knowledge of local history, culture, and geography. developing communication skills and storytelling techniques. understanding ethics and professional standards of tour guiding services. conducting practical simulations of tour guiding in the field. The results of the program indicated a significant improvement in participantsAo knowledge and skills, as evidenced by the evaluation of their field practice performance. Participants not only demonstrated improved ability to guide tourists effectively but also served as promotional agents for the uniqueness of Sumberdem Tourism Village. This activity confirms that tour guide training constitutes a crucial strategy to strengthen the competitiveness of communitybased tourism villages and to support sustainable tourism development. The recommended follow-up includes continuous mentoring, the development of tour guiding modules based on local potential, and replication of the program in other tourism villages within Malang Regency. Keywords: Community Empowerment. Tour Guide. Sustainable Tourism. A 20xx Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Aini. Desti Nur. et al. Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 05 Nomor 02 Oktober Tahun 2025 : 18-22 PENDAHULUAN Sektor Pariwisata di Indonesia terus menunjukkan adanya peningkatan, dengan penggerak utama salah satunya adalah desa wisata. Dalam perjalanan pembangunan pariwisata di Indonesia, keberadaan desa wisata sudah sedemikian penting. Pengembangan pariwisata akan berkontribusi pada manajemen dan pengawasannya (Winarno et al. , 2. (Hartiningrum et al. , 2. juga berpendapat bahwa desa wisata membuat ragam destinasi di suatu kawasan pariwisata jadi lebih bervariasi. Konsep dari desa wisata yaitu berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal, serta pemanfaatan potensi alam dan budayanya. Perpaduan antara kehidupan masyarakat desa serta keindahan alam jika ditata dengan baik akan memiliki daya tarik wisatawan (Arief Putra et al. , 2. Potensi yang ada dalam desa dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak yang optimal, diperlukan strategi yang matang. Menurut (Meidiaputri et al. , 2. perencanaan dalam pariwisata adalah sebuah proses yang sangat sistematis dan terstruktur dalam hal identifiksi, mengembangkan dan pengelolaan strategis. Diperlukan langkah-langkah dalam meningkatan kunjungan wisatawan serta memastikan keberlanjutan dalam infrastruktur pengembangan produk Desa Sumberdem memiliki potensi alam dan sumber daya manusia yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi model wisata pedesaan sekaligus wisata Desa Sumberdem memiliki potensi sebagai modal untuk menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Malang. Namun, potensi ini tidak dapat berkembang secara optimal tanpa adanya pengelolaan yang profesional, terutama dalam aspek pelayanan terhadap Seiring dengan meningkatnya minat wisatawan, tantangan terbesar yang dihadapi Desa Wisata Sumberdem adalah keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih, khususnya dalam peran sebagai pemandu wisata . our guid. Selama ini, pemanduan dilakukan secara informal oleh warga desa, namun belum memiliki pemahaman tentang standar pelayanan pariwisata yang Tourguide merupakan peran penting yang harus ada didalam sebuah desa wisata. Menjadi tour guide bukan hanya sekadar penunjuk jalan, melainkan seseorang yang bertugas menjembatani wisatawan dengan kekayaan alam desa. Pemandu yang berkualitas mampu mengubah kunjungan biasa menjadi pengalaman yang tak terlupakan, sekaligus mempromosikan nilai-nilai lokal secara otentik. Menyikapi permasalahan tersebut, dibutuhkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan melalui kerja sama dari berbagai elemen. Menurut (Hajar et al. tour guide adalah individu yang bertanggung jawab untuk memberikan panduan serta informasi kepada para Tidak hanya berperan sebagai pendamping wisatawan, tour guide juga sebagai narator yang mengenalkan sejarah dan budaya lokal serta daya tarik khusus yang dimiliki desa kepada para pengunjung (Pelita et al. , 2. Tour guide merupakan orang pertama dan terakhir yang dilihat oleh wisatawan. Mereka berperan penting dalam membuat para wisatawan berkesan (Geetha et al. , 2. Dalam UU Kepariwisataan No. tahun 2009, kompetensi pemandu wisata mengacu pada tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dihayati, dimiliki, dan dikelola oleh tenaga kepariwisataan (Setyawati et al. , 2. Melihat pentingnya peran tersebut terhadap desa wisata, maka diperlukan adanya pelatihan tour guide untuk Desa Wisata Sumberdem agar para pemandu wisata lokal memiliki pengetahuan yang mendalam tentang semua hal yang berkaitan dengan Tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga menjadi strategi penguatan desa wisata secara (Setyaningrum et al. , 2. menyatakan bahwa kepuasan wisatawan dapat diciptakan melalui kualitas pelayanan serta keterampilan baik yang dimiliki oleh seorang tour guide. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia lokal agar mampu mengelola pariwisata secara mandiri dan berkelanjutan. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan etika profesional yang diperlukan untuk menjadi pemandu wisata yang kompeten, yang tidak hanya menargetkan keterampilan teknis, tetapi juga penanaman etika profesional, sehingga masyarakat mampu menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna. Dengan adanya kegiatan PkM ini, diharapkan Desa Wisata Sumberdem tidak hanya menjadi destinasi yang indah, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang bermakna bagi setiap pengunjung yang datang, serta membawa dampak positif secara ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat desa, dan sekaligus program PkM ini berperan sebagai strategi penting untuk memperkuat daya saing Desa Sumberdem berbasis komunitas, sekaligus memberikan dampak ekonomi, sosial, dan kultural yang berkelanjutan. BAHAN DAN METODE Bahan utama dalam kegiatan ini adalah potensi wisata Desa Sumberdem yang mencakup kekayaan sejarah, budaya, serta kondisi geografis yang unik. Potensi tersebut dijadikan dasar dalam penyusunan materi pelatihan agar selaras dengan karakteristik lokal. Selain itu, sumber daya manusia lokal, khususnya siswa SMK dan masyarakat yang berminat menjadi pemandu wisata, menjadi fokus utama kegiatan karena mereka merupakan agen penggerak dalam pengelolaan pariwisata desa. Aini. Desti Nur. et al. Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 05 Nomor 02 Oktober Tahun 2025 : 18-22 Perangkat pendukung yang digunakan dalam pelatihan meliputi modul pelatihan pemandu wisata, media presentasi, instrumen observasi dan wawancara, serta lembar evaluasi praktik lapangan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan, pelaksanaan pelatihan, hingga evaluasi hasil. Program pelatihan dilaksanakan melalui kombinasi teori dan praktik dengan empat fokus utama, yaitu . penguatan pengetahuan tentang sejarah, budaya, dan geografi lokal. pengembangan keterampilan komunikasi dan teknik . pemahaman mengenai etika dan standar pelayanan tour guide profesional. praktik simulasi pemanduan wisata di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap keterlibatan peserta dan wawancara untuk menggali pengalaman belajar Evaluasi dilakukan dengan menilai kinerja praktik pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional Dengan metode ini, kegiatan diharapkan mampu menghasilkan pemandu wisata lokal yang kompeten sekaligus memperkuat strategi pemberdayaan masyarakat berkelanjutan di Desa Sumberdem. formal mengenai penyelenggaraan program pelatihan. Kegiatan ini menciptakan kolaborasi yang saling mendukung satu sama lain. Melalui kerja sama ini, diharapkan Desa Sumberdem dapat mengoptimalkan potensi wisata alam dan budayanya, sementara SMKN 1 Wonosari berhasil menciptakan lulusan yang memiliki keterampilan relevan dan siap berkontribusi langsung pada pembangunan ekonomi lokal. Gambar 2. Kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Pada kegiatan pelatihan ini para peserta dibekali dengan beragam keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi pemandu wisata yang professional. Pengumpulan informasi dasar mengenai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, seperti keterbatasan keterampilan dalam mengelola destinasi wisata atau kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan lingkungan menghasilkan cerminan kondisi yang sebenarnya yang terjadi di lapangan (Aini et al. , 2. Temuan tersebut menjadi dasar penting bagi tim PkM dalam merumuskan program pelatihan yang relevan dan solutif. Melalui pelatihan yang terarah, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan praktis dalam mengelola potensi wisata secara profesional, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan lingkungan yang Dengan demikian, pelatihan yang dilaksanakan berfungsi sebagai jawaban konkret terhadap permasalahan yang teridentifikasi, sekaligus mendorong mengembangkan potensi desanya secara mandiri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Desa Sumberdem berfokus pada peningkatan kapasitas siswa SMK sebagai calon pemandu Berdasarkan pemetaan kompetensi pemandu SKKNI Bidang Kepemanduan Wisata, pelatihan ini menekankan keterampilan dasar yang wajib dimiliki seorang tour guide berkualitas, yaitu menyusun rencana perjalanan, menyiapkan informasi wisata, memberikan pelayanan penjemputan dan pengantaran, serta melakukan pemanduan di objek wisata. Materi pelatihan diberikan melalui pendekatan partisipatif, di mana siswa SMK HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Desa Sumberdem Kabupaten Malang bertujuan untuk mengembangkan Desa Sumberdem sebagai tujuan wisata yang tidak hanya berorientasi pada keindahan alam tetapi juga membangun keterlibatan masyarakat yang aktif dalam pengelolaannya. Dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dimana masyarakat desa memiliki peran didalamnya. Gambar 1. Pertemuan Untuk Kesepakatan Kolaborasi Pihak Desa dan Pihak Sekolah Kegiatan ini merupakan pertemuan antara perwakilan Desa Sumberdem dan pihak SMKN 1 Wonosari serta tim Pengabdian kepada Masyarakat. Pertemuan ini berfokus pada negosiasi dan kesepakatan kolaborasi untuk memberdayakan siswa sekolah kejuruan sebagai tour guide lokal. Dalam diskusi ini menghasilkan kesepakatan Aini. Desti Nur. et al. Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 05 Nomor 02 Oktober Tahun 2025 : 18-22 dilibatkan secara aktif dalam simulasi lapangan. Mereka diajarkan bagaimana mengenali karakteristik destinasi, memahami profil wisatawan, hingga menyampaikan informasi dengan teknik komunikasi yang ramah, jelas, dan sesuai norma (Aini & Winarno, 2. Selain aspek teknis, pelatihan ini juga mengembangkan dimensi etika dan profesionalisme pemandu wisata. Siswa SMK dilatih untuk memimpin perjalanan wisata dengan penuh tanggung jawab, menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan, serta menegakkan aturan dengan cara yang santun. Lebih jauh, mereka pengetahuan pariwisata, baik terkait tren global seperti ekowisata dan digital tourism, maupun regulasi lokal terkait adat, budaya, dan tata tertib di destinasi. Dengan pembekalan ini, siswa SMK di Desa Sumberdem tidak hanya memiliki keterampilan praktis, tetapi juga kesiapan untuk berperan sebagai pemandu wisata yang berdaya saing, profesional, serta mampu memperkuat citra desa sebagai destinasi wisata berbasis komunitas. Tahap pertama yang dilakukan oleh tim PkM yaitu pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang sejarah, budaya, dan geografi lokal Desa Sumberdem. Sebelum pelatihan, sebagian besar siswa memiliki pemahaman yang terbatas mengenai detail-detail penting di desa. Kemudian mereka juga diajarkan untuk Storytelling merupakan teknik efektif yang digunakan oleh pemandu wisata karena wisatawan dapat membayangkan visualisasi yang dijelaskan (Kusumah & Andrianto, 2. Tidak hanya memberikan informasi saja tetapi juga harus mampu merangkai cerita yang menarik dan berkesan. Kegiatan ini juga menanamkan pemahaman yang mendalam tentang etika tour guide itu Para peserta harus menyadari pentingnya keramahan, kejujuran dan sikap professional dalam melayani wisatawan. Mereka dilatih untuk sigap dalam menghadapi keluhan, menjaga privasi wisatawan dan memprioritaskan keselamatan setiap saat. Beberapa dari mereka sudah terbagi menjadi beberapa kelompok dan memandu para wisatawan pada rute yang sudah ditentukan. Gambar 4. Evaluasi hasil simulasi pemandu wisata Terlihat bahwa mereka sudah mampu menerapkan materi dengan baik mulai dari briefing, memimpin perjalanan, hingga memberikan informasi mengenai masing-masing kampung tematik. Peningkatan kemampuan bercerita dan penggunaan alat bantu seperti peta dan pengeras suara membuat pemandu wisata semakin siap untuk menemani para wisatawan. Dari hasil pengamatan tim Pengabdian kepada Masyarakat, terdapat adanya kemandirian, kepercayaan diri serta lebih kreatif dalam berinteraksi dengan wisatawan. Hal ini selaras dengan pernyataan (Afifah et al. , 2. bahwa ketika pengetahuan dan keterampilan dari pemandu wisata itu meningkat maka kepercayaan diri dalam setiap peserta dalam berinteraksi dengan wisatawan juga akan meningkat. Walaupun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki namun secara keseluruhan mereka siap untuk berperan sebagai tour guide di Desa Wisata Sumberdem. Ketika pemandu wisata berhasil dalam memberikan pengalaman positif tentunya akan berdampak pada kunjungan ulang serta promosi melalui word of mouth (Satriawati et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan seluruh kegiatan dan evaluasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan program pelatihan tour guide berhasil menjadi faktor dalam penguatan Desa Wisata Sumberdem. Pelatihan ini tidak hanya sekedar pemberian materi tetapi juga melatih keterampilan dalam berkomunikasi, pengetahuan yang lebih dalam serta etika menjadi tour guide. Kini desa memiliki sumber daya manusia lokal yang kompeten. Peningkatan pengetahuan mengenai sejarah dan budaya lokal, pengembangan kemampuan storytelling, serta penerapan praktik lapangan, telah menjadi bukti bahwa para tour guide siap untuk berperan secara profesional dan bertanggung Dengan demikian. Desa Wisata Sumberdem tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga pengalaman baik yang dipimpin oleh masyarakatnya Pelatihan tour guide menjadi langkah strategis Gambar 3. Simulasi Pemandu Wisata pada Wisatawan Tahap terakhir dalam seluruh rangkaian pelatihan yaitu simulasi dan evaluasi. Para peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan pelatihan yang telah mereka ikuti Aini. Desti Nur. et al. Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 05 Nomor 02 Oktober Tahun 2025 : 18-22 yang sangat penting untuk penguatan Desa Wisata Sumberdem, membantu mereka mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. (Sustainable Tourism Mandalagir. Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 339Ae348. https://doi. org/10. 33024/jkpm. Kusumah. , & Andrianto. Narrative Crafting Tourism Destinations: Autoethnographic Exploration of Storytelling Techniques for Tour Guides. Journal of Tourism Sustainability, 3. , 19Ae27. https://doi. org/10. 35313/jtospolban. Meidiaputri. Pawansah. Winarno. , & Aini. Penguatan POKDARWIS dan Penataan Paket Wisata Dalam Pengelolaan Eduwisata Kampoeng Tematik Desa Sumberdem Malang. NEAR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 101Ae111. https://doi. org/10. 32877/nr. Pelita. Bangun. Kecamatan. , & Rasau. UCAPAN TERIMA KASIH Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Desa Binaan untuk tahun anggaran 2025. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Sumberdem. Kecamatan Wonosari. Kabupaten Malang, yang sangat kooperatif dalam membantu pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA