Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 16 June 2021 :: Accepted: 25June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 SEMINAR IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI O157:H7 PADA FESES PENDERITA DIARE DENGAN METODE KULTUR DAN PCR Vincentia Ade Rizky1*. SaAoadah Siregar1. Visensius Krisdianilo1. Asvia Rahayu1 Program Studi Teknologi Laboratorium Medik. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Jln. Sudirman No. 38 Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara Ae Indonesia *email korespondensi author: vincentiarizky@gmail. DOI 10. 35451/jpk. Abstrak Infeksi merupakan penyebab utama penyakit di dunia terutama di daerah tropis, seperti Indonesia. Agen penyebab infeksi antara lain bakteri Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli O157:H7 merupakan penyebab utama foodborne disease di beberapa Penyakit diare masih menjadi masalah utama di Indonesia yang perlu penanganan dan kajian dari berbagai aspek. Pemeriksaan laboratorium metode konvensional seperti kultur merupakan metode yang sering dilakukan, akan tetapi dalam menegakan diagnosa membutuhkan waktu yang lama, jumlah sampel yang banyak, dan hasil kurang akurat karena dapat terjadi kontaminasi. Teknik identifikasi bakteri Escherichia coli O157:H7 dalam feses penderita diare dengan menggunakan metode molekuler yaitu PCR sudah terbukti lebih sensitif dan menunjukkan hasil yang cepat namun dengan biaya yang mahal jika dibandingkan dengan metode Oleh karena itu dapat direkomendasikan dan digunakan oleh tenaga kesehatan dalam mendeteksi dini sehingga akan membantu penegakan diagnosa lebih cepat dan menentukan pengobatan secara lebih efektif. Hasil seminar ini bertujuan agar petugas laboratorium lebih mudah dalam mengidentifikasi bakteri Escherichia coli O157:H7 pada penderita diare. Kata Kunci: Escherichia coli O157:H7. PCR. Kultur Abstract Infection is the main cause of disease in the world, especially in tropical areas, such as Indonesia. The causative agents of infection include Escherichia coli bacteria. Escherichia coli O157:H7 is the main cause of foodborne disease in several countries. Diarrhea is still a major problem in Indonesia that needs to be handled and studied from various aspects. Conventional laboratory examination methods such as culture are methods that are often used, but establishing a diagnosis requires a long time, large number of samples, and less accurate results because contamination can occur. The technique of identifying Escherichia coli O157:H7 bacteria in the feces of diarrhea sufferers using the molecular method, namely PCR, has been proven to be more sensitive and shows fast results but is expensive when compared to conventional Therefore, it can be recommended and used by health workers in early detection so that it will help diagnose faster and determine treatment more effectively. The results of this seminar are intended to make it easier for laboratory workers to identify Escherichia coli O157:H7 bacteria in diarrhea sufferers. Keywords: Escherichia coli O157:H7. PCR. Culture Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 16 June 2021 :: Accepted: 25June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 Pendahuluan Penyakit yang sering terjadi di daerah tropis terutama di Indonesia adalah Infeksi. Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan lain sebagainya. Namun yang sering terjadi penyebab infeksi adalah bakteri seperti Escherichia (Hermayudi Ayu. Escherichia coli merupakan bakteri peritoneum atau usus bagian bawah (Elliott et al. , 2. Escherichia coli akan bersifat patogen apabila berada ditempat yang bukan habitatnya yaitu jaringan di luar intestinal yang normal (Brooks et al. , 2. Bakteri Escherichia coli dapat mengeluarkan racun sehingga menjadi patogen dan menyebabkan penyakit. Bakteri yang memproduksi racun ini Shiga Toxinproducing Escherichia coli (STEC) dan sering Escherichia coli O157:H7. (Jawetz et , 2010. Rananda et al. , 2. coli O157:H7 merupakan penyebab utama foodborne disease di beberapa negara. Laporan Centers for Disease Control (CDC) dari tahun 19822002 Escherichia coli O157:H7. Terdapat 49 negara bagian di AS melaporkan 8. kasus akibat bakteri ini diantaranya 493 . %) masuk RS, 254 %) teridentifikasi HUS, dan 40 ,5%) Indonesia, penelitian mengenai bakteri E. O157:H7 telah dilakukan oleh Sartika et al. , . menyatakan bahwa daging sapi menunjukkan hasil positif Escherichia O157:H7 (Rananda et al. , 2. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kontaminasi bakteri ini disebabkan karena adanya kontak langsung dengan hewan infektif ataupun kontaminasi makanan . ayur, buah air, sus. (Sartika et al. , 2. Infeksi dari bakteri E. coli dengan serotype O157:H7 dapat menimbulkan gejala seperti diare dengan atau tanpa darah maupun asimptomatis (Dutta et , 2011. Peter et al. , 2. Penyakit Diare sering menjadi masalah setiap manusia terutama di Indonesi namun terkadang masih disepelekan, maka dari itu perlu kajian dan penanganan yang Salah satu pemeriksaan yang digunakan dalam menganalisa penyebab diare adalah pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan lab metode konvensional seperti kultur merupakan metode yang sering dilakukan, akan tetapi dalam menegakan diagnosa membutuhkan waktu yang lama, jumlah sampel yang banyak, dan hasil kurang akurat karena dapat terjadi kontaminasi. Teknik lain yang lebih akurat untuk mendeteksi Escherichia coli O157:H7 adalah dengan teknik PCR. Penelitian sebelumnya Bakri et , . menunjukkan bahwa dari 28 sampel feses anak berumur 0-14 tahun yang didiagnosis diare diperoleh 6 sampel positif . ,42%) Escherchia coli O157:H7 dengan metode kultur dan 13 ,43%) Escherchia coli O157:H7 dengan metode PCR. Seminar ini bertujuan untuk wawasan kepada petugas laboratorium agar dapat mengidentifikasi bakteri Escherichia coli serotiper O157:H7 Dimana sejauh ini banyak petugas laboratorium yang masih menggunakan metode konvensional atau metode kultur. Kedua sama-sama mendeteksi bakteri Escherichia coli O157:H7, hanya saja metode PCR lebih dengan metode kultur. Kontaminasi pada metode PCR relative lebih kecil dibandingkan dengan metode kultur. Metode Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui seminar menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Untuk Escherichia coli serotype O157:H7 menggunakan metode kultur dan PCR Prosedur yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sebagai Tahap persiapan Mempersiapkan materi sosialisasi Alat dan bahan yang digunakan Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 16 June 2021 :: Accepted: 25June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 Escherichia O157:H7 secara kultur dan PCR, disuguhkan dalam materi sosialisasi berupa PPT. Tahap Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi mengenai identifikasi bakteri Escherichia coli O157:H7 metode kultur dan PCR terhadap peserta melalui Sosialisasi menambah wawasan para peserta petugas laboratorium. Hasil dan Pembahasan Hasil identifikasi pada sampel feses pemeriksaan kultur ditunjukkan pada Tabel 1. Zona Hambat Uji Antibakteri Samp Mikroskopis Gram (-) Bacil ( ) Gram (-) Bacil ( ) Gram (-) Bacil ( ) Gram (-) Bacil ( ) Gram (-) Bacil ( ) Gram (-) Bacil ( ) Gram (-) Bacil ( ) Gram (-) Bacil ( ) Sorbitol Mac Conkey Agar Indol Jernih (Tidak Berwarn. Jernih (Tidak Berwarn. Jernih (Tidak Berwarn. Jernih (Tidak Berwarn. Berwarna Merah Muda Berwarna Merah Muda Berwarna Merah Muda Berwarna Merah Muda Uji Biokimia Voges Methyl Proskaue Red (MR) r (VP) SimonAos Citrate Gambar 1 Hasil Pemeriksaan Elektroforesis yang menunjukkan amplifikasi DNA multipleks PCR yang telah diekstraksi, secara berurut: Jalur 1&13 Marker DNA 123bp. Jalur 2-9 Sampel. Jalur 10 Positif kontrol strain Escherichia coli O157:H7. Jalur 11 Negatif kontrol Escherichia coli ATCC 25922. Hasil uji PCR pada pita fragmen dengan ukuran 123 bp menunjukkan bahwa sampel F2,F3,F4 dan F5 terdapat bakteri Escherichia coli O157:H7, sedangkan pada sampel yang lain tidak ditemukan bakteri Escherichia coli O157:O7 (Gambar Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 16 June 2021 :: Accepted: 25June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 Hasil yang diperoleh dari kegiatan Materi seminar dapat dipahami petugas laboratorium. Peserta menerapkan identifikasi bakteri penyebab penyakit diare melalui pemeriksaan PCR. Peserta identifikasi PCR lebih sensitive dan cepat dibandingkan kultur. Edi Nugroho . lih bahas. Jakarta : Salemba Medika Dutta Roychoudhury Bandyopadhyay Wani S. , and Hussain. Detection and characterization of Shiga toxin producing Escherichia coli (STEC) Escherichia coli (EPEC) in poultry birds with diarrhoea. Indian J. Med. Res. Vol 133, hal: 541545. Elliott T. Worthington T. Osman H. Gill . Mikrobiologi Kedokteran & Infeksi Edisi 4. Jakarta : EGC Hermayudi dan Ayu. Penyakit Yogyakarta: 2017. Hidayatu W. Temaja I. , dan Fatmawati . Karakteristik Fenotip Isolat Klinik Escherichia coli O157:H7 Pada Media Sorbitol Mac Conkey Agar (SMAC). Agric. Sci. Biotechnol. Vol 7 . Jaipah N. Saraswati I. Hapsari R . Uji Efektifitas Antimikroba Ekstrak Biji Pepaya (Carica Papaya L. ) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli Secara Vitro. Jurnal Kedokteran Diponegoro. ISSN : 2540 Oe 8844, 6 . Jawetz. Mikrobiologi Kedokteran. (G. Brooks. Carroll. Butel. Morse. Mietzner. Penyunt. Nugroho. Ramadhani. Santasa. Yasdelita, & K. Nimala. New York: Mc Graw Hill. Jayanti. AoDeteksi Escherichia colo O157 Pada berbagai Air Minum di Kelurahan Sekaran Gunung Pati SemarangAo. Universitas Negeri Semarang Morin NJ. Gong Z & Li XF. Reverse Transcription-Multiplex PCR Assay for Simultaneous Detection of Escherichia coli O157: H7. Vibrio cholerae OI, and Salmonella Typhi. Clinical Chemistry. : 2037-2044. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan dibandingkan disimpulkan bahwa teknik identifikasi bakteri Escherichia coli O157:H7 dalam feses penderita diare dengan menggunakan metode molekuler yaitu PCR sudah terbukti lebih sensitif dan menunjukkan hasil yang cepat namun dengan biaya yang mahal jika Oleh karena itu dapat direkomendasikan dan digunakan oleh tenaga kesehatan dalam mendeteksi penegakan diagnosa lebih cepat dan menentukan pengobatan secara lebih Ucapan Terima Kasih Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam LPPM Institut Medistra Lubuk Pakam dan Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam Daftar Pustaka