Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 342-357 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. PREPTO (PROSES REKRUTMEN PENURUN TURNOVER): USAHA PREVENTIF UNTUK MENGURANGI TURNOVER SUKARELA Julius Colonel Millen Santosa1. Anggi Mayangsari2. Fildzah Rudyah Putri3, & Ernawati4 Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Jakarta Email: ernawati. psi@unj. Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Jakarta Email: ernawati. psi@unj. Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Jakarta Email: ernawati. psi@unj. Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Jakarta Email: ernawati. psi@unj. ABSTRACT Human resource management is an essential aspect of winning the market. However, the management effort encountered one of the challenges, namely the high turnover rate. Retail company X in Bekasi also faced a similar challenge with a turnover rate of 7. This figure is higher than the turnover target of 5. answer this challenge, the author developed a recruitment method called Prepto (Proses Rekrutmen Penurun Turnove. The program consists of developing a company profile, types of interview questions, and parental/guardian approval letters. A month after the program was implemented, the turnover rate in January 2022 could be reduced to 3. The Prepto program can be developed further by conducting year-on-year comparisons and involving more respondents so that the program's effectivenesscan be more visible. Keywords: Recruitment, turnover, human resources management ABSTRAK Pengelolaan sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam memenangkan pasar. Namun, usaha pengelolaan tersebut menemui salah satu tantangan yaitu tingginya tingkat turnover. Perusahaan ritel X di Bekasi juga menghadapi tantangan serupa dengan tingkat turnover sebesar 7,67%. Angka tersebut lebih besar dari target turnover yaitu 5,51%. Untuk menjawab tantangan tersebut, penulis mengembangkan metode rekrutmen yang disebut dengan Prepto (Proses Rekrutmen Penurun Turnove. Program tersebut terdiri dari pengembangan company profile, jenis pertanyaan wawancara, dan surat persetujuan orang tua/ wali. Sebulan setelah program tersebut dijalankan, angka turnover di bulan Januari 2022 dapat ditekan menjadi 3,31%. Program Prepto dapat dikembangkan lebih jauh dengan melakukan perbandingan year on year dan melibatkan responden yang lebih banyak supaya efektivitas program dapat lebih terlihat. Kata Kunci: Rekrutmen, turnover, pengelolaan sumber daya manusia PENDAHULUAN Tingkat persaingan di dunia industri semakin ketat. Setiap perusahaan dituntut untuk memenangkan pasar. Salah satu aspek penting dalam keberhasilan tersebut adalah pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM). Sumber Daya Manusia mengacu pada sekelompok individu yang mampu bekerja dan menjadi vital untuk menjalankan kegiatan dan tujuan perusahaan (Marchington et al. , 2. Oleh sebab itu, perusahaan harus mampu mengelola kualitas dari sumber daya manusia yang dimilikinya. Namun, usaha perusahaan untuk mengelola kualitas sumber daya manusia menemui berbagai Salah satu tantangan tersebut adalah tingginya tingkat turnover, yaitu suatu kegiatan mengundurkan diri dari pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan. Sebuah industri ritel di Bekasi pun tidak luput dari tantangan tersebut. Perusahaan tersebut memiliki target tingkat turnover sebesar 5,51% pertahun. Namun, faktanya perusahaan tersebut justru memiliki tingkat turnover secara year to date yaitu sebesar 7,67%. https://doi. org/10. 24912/jssh. Prepto (Proses Rekrutmen Penurun Turnove. Usaha Preventif Untuk Mengurangi Turnover Sukarela Santosa et al. Turnover dalam PT. X didefinisikan sebagai tindakan individu untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dalam durasi 30 hari setelah ia diterima bekerja. Tindakan mengundurkan diri tersebut terjadi karena beberapa faktor seperti faktor personal dan organisasi (Zhang, 2. Faktor personal seperti pindah ke perusahaan lain, kesehatan, dan sebagainya menyumbang 48,3% dalam tingkat turnover di PT. Sementara, faktor organisasi seperti ketidaksesuaian ekspektasi kerja yang dimiliki oleh pekerja, menyumbang 45,3% dari tingkat turnover. Tingkat turnover yang terjadi di perusahaan tersebut akan berdampak langsung terhadap pengeluaran perusahaan seperti kenaikan biaya sourcing, perekrutan, seleksi, pelatihan atau training, dan penurunan tingkat produktivitas yang terjadi karena kekurangan personil kerja. Hal tersebut tentu tidak dapat dibiarkan terjadi secara berkelanjutan. Perusahaan tersebut membutuhkan suatu solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan proses rekrutmen karyawan (Hossain et al. , 2015. Marchington, 2. Proses rekrutmen merupakan suatu pencarian sumber daya manusia (Marchington et al. Di perusahaan ritel X di Bekasi, proses rekrutmen untuk calon store crew dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama yaitu seleksi administrasi yang mengacu pada proses menyaring pelamar sesuai dengan kualifikasi administrasi yang dibutuhkan seperti: Pria/ Wanita lajang . elum menika. , usia 18- 24 tahun, tinggi badan pria minimal 165 cm, dan wanita minimal 155 cm, kriteria pendidikan adalah SMK. D1-D4 dan Sarjana dari semua Tahap kedua yakni proses company profile yang mengacu pada proses dimana rekruter akan menjelaskan terlebih mengenai profil perusahaan kepada pelamar (Arbak & Pavithra, 2. Proses company profile termasuk dalam employer branding yang mengacu pada persepsi yang dimiliki oleh pelamar mengenai perusahaan. Persepsi tersebut mencakup sejarah, nilai, budaya, dan kegiatan perusahaan. Tahap ketiga yakni proses tes psikologi yang bertujuan untuk mengukur konstruk psikologis atau atribut calon pekerja seperti kecerdasan, bakat, dan kepribadian (Kaplan & Saccuzzo, 2. Tes psikologi yang digunakan adalah tes kepribadian Culture Test dan tes Inteligensi yang dinamakan Tes Kemampuan Aritmatika atau Tes Kemampuan Diferensial. Ketika peserta telah dinyatakan lulus tes psikologi, maka peserta dapat melanjutkan tahap keempat yaitu proses seleksi wawancara. Wawancara merupakan kegiatan dimana rekruter menggali lebih dalam mengenai kepribadian, kemampuan, kelebihan, dan kekurangan kandidat (Williams, 2. Dalam proses seleksi wawancara ini, rekruter juga melihat bagaimana kemampuan komunikasi yang dimiliki oleh pelamar agar dapat berinteraksi dengan konsumen. Pelamar yang telah dinyatakan lulus proses seleksi administrasi hingga wawancara akan dihubungi untuk mengikuti proses seleksi training yang mengacu pada kegiatan pendidikan dan pelatihan mengenai kemampuan bekerja dalam bidang tertentu yang telah disusun oleh perusahaan (Bansal & Tripathi, 2. Dalam proses seleksi training yang dilakukan di perusahaan ritel X di Bekasi dilakukan oleh divisi lain yaitu bagian training atau trainer. Durasi training dilaksanakan selama 10 hari secara daring dan luring. Ketika pelamar telah lulus seluruh tahapan seleksi maka pelamar akan diundang untuk melakukan tanda tangan perjanjian kerja dengan perusahaan dalam waktu tertentu (Wildan. Perjanjian kerja tersebut berjangka waktu 1 tahun. Setelah itu, pelamar resmi menjadi pekerja dan ditempatkan di gerai dan daerah yang telah ditentukan. Dalam proses tandatangan perjanjian kerja, pelamar juga mengumpulkan beberapa dokumen pelengkap salah satunya adalah surat persetujuan orang tua atau wali. Surat persetujuan orang tua atau wali tersebut berisi mengenai pemahaman orang tua atau wali mengenai dinamika singkat pekerjaan yang https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 342-357 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. akan dilakukan oleh anak mereka. Langkah ini telah dilakukan oleh perusahaan ritel X di Bekasi untuk mengurangi turnover. Namun, penulis melihat bahwa surat tersebut masih dapat Dalam menjawab tantangan yang diberikan PT. X, penulis bermaksud untuk menciptakan sebuah solusi yang dinamakan dengan PREPTO atau Proses Rekrutmen Penurun Turnover. Solusi tersebut diambil berdasarkan penjelasan Hossain et al. yang mengutarakan bahwa proses rekrutmen yang tepat mampu menurunkan sejumlah faktor turnover karyawan. Alasan lain dalam pemilihan program tersebut sebab penulis ditempatkan pada bagian rekrutmen selama mengikuti program MSIB sehingga penulis melihat bahwa proses rekrutmen mampu dikembangkan untuk menurunkan turnover sukarela. Prepto merupakan suatu program terintegrasi dalam proses rekrutmen yang mencakup metode company profile, penambahan aspek dalam wawancara, dan penyusunan Guardian Informed Consent bagi orang tua atau kontak darurat calon pekerja. Dalam program prepto ini perusahaan akan melakukan company profile yang menjelaskan dengan rinci dinamika kerja yang akan dilakukan oleh calon pekerja. Kemudian, perusahaan juga akan melakukan proses wawancara untuk mencari tahu riwayat kesehatan calon pekerja dan keluarga, rencana dalam satu tahun ke depan yang dimiliki calon pekerja, dan kesiapan pekerja untuk ditempatkan di berbagai kota. Selanjutnya, perusahaan akan memberikan surat persetujuan yang harus ditanda tangani oleh orang tua atau wali calon pekerja sebagai persetujuan mereka terhadap calon Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi alasan turnover karyawan yang berkaitan dengan kesehatan pribadi maupun orang tua, permintaan keluarga untuk resign, serta perbedaan ekspektasi sebelum dan sesudah bekerja. Berdasarkan tantangan yang telah dipaparkan sebelumnya, penulis bermaksud melaksanakan Prepto di perusahaan X sebagai usaha preventif untuk mengurangi turn over sukarela. Pengertian Turnover Kompetisi ekonomi yang semakin ketat menjadikan industri ritel harus bersaing untuk memberikan pelayanan ke pelanggan dengan lebih baik. Tindakan tersebut dapat dijalankan oleh industri ritel dengan menjaga komposisi sumber daya manusia dengan seimbang. Namun, langkah tersebut harus berhadapan dengan salah satu tantangan yaitu turnover karyawan yang mengacu pada tindakan pekerja mengundurkan diri dari perusahaan dalam suatu periode atau waktu tertentu (Dwesini, 2019. Marchington, dkk, 2. Pada umumnya, terdapat dua jenis turnover menurut Griffeth dan Hom . alam Dwesini, 2. yaitu turnover tidak sukarela . nvoluntary turnove. dan turnover sukarela . nvoluntary Turnover tidak sukarela mengacu pada kegiatan individu yang keluar dari pekerjaannya karena keputusan perusahaan sedangkan turnover sukarela merupakan kegiatan individu mengundurkan diri dari pekerjaan karena keputusannya sendiri. Dari kedua jenis tersebut, voluntary turnover lebih sulit untuk diprediksi oleh pihak manajerial sebab karyawan dapat memutuskan untuk berhenti kapan saja. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai upaya penurunan voluntary turnover. PT. X di Bekasi mengklasifikasi periode voluntary turnover yaitu individu yang mengundurkan diri dalam rentang 30 hari setelah karyawan mulai bekerja. Pada tahun 2021, terdapat 1487 karyawan store crew baru. Namun, tingkat turnover tahun 2021 sebesar 7,67% sehingga jumlah karyawan yang mengundurkan diri sebanyak 114. Angka tersebut lebih besar dibandingkan target turnover yang hendak dicapai yaitu 5,51% https://doi. org/10. 24912/jssh. Prepto (Proses Rekrutmen Penurun Turnove. Usaha Preventif Untuk Mengurangi Turnover Sukarela Santosa et al. Karyawan Store Crew Store crew merupakan istilah dalam industri ritel yang mengacu pada tenaga kerja yang bertugas di gerai atau toko sebagai pemberi layanan pertama atau langsung kepada konsumen (Kumparan, 2. Individu yang bekerja sebagai store crew bertugas dengan menggunakan sistem shift yang telah disusun oleh kepala toko. Di perusahaan X, individu yang baru bekerja sebagai store crew diberikan masa kerja kontrak selama 1 tahun terlebih dahulu. Jika individu bekerja dengan baik, maka dapat diperpanjang 1 tahun selanjutnya. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai tingkat turnover pada posisi crewstore. Penyebab Turnover Zhang . menjelaskan terdapat beberapa penyebab turnover yang akan dipaparkan sebagai berikut: faktor personal Faktor personal atau individu meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, masa kerja, kemampuan, tanggung jawab dan sebagainya. Perusahaan ritel X di Bekasi juga menemukan beberapa faktor turnover yang bersifat personal . kesehatan: Individu yang memiliki masalah kesehatan umumnya kurang dapat menunjukkan tingkat produktivitas yang baik. Dinamika pekerjaan di gerai yang sangat padat membuat para pekerja memilih untuk mengundurkan diri. Permasalahan ini dapat diatasi sedari awal dengan memilih pekerja yang memiliki riwayat kesehatan yang baik. rencana hidup satu tahun ke depan: Perusahaan harus mengetahui rencana hidup satu tahun ke depan yang dimiliki oleh pelamar yang dapat berpengaruh terhadap tingkat turnover. Rencana tersebut mencakup pindah ke perusahaan lama, pindah ke perusahaan baru, rencana menikah, dan rencana melanjutkan pendidikan. Individu yang memiliki rencana tersebut umumnya akan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebelum masa kontrak selesai. permintaan orang tua/ wali untuk mengundurkan diri: Alasan tersebut juga dapat menjadi penyebab turnover. Beberapa orang tua atau wali dari pekerja meminta pekerja untuk mengundurkan diri karena kurangnya pengetahuan orang tua atau wali mengenai dinamika kerja yang terjadi di perusahaan. Alasan lain karena orang tua menderita suatu penyakit dan tidak ada yang merawat orang tua sehingga pekerja memutuskan untuk mengundurkan diri. penempatan kerja: Penempatan kerja juga menjadi alasan turnover yang terjadi pada karyawan store crew. Alasan tersebut mencakup kota di mana pekerja ditempatkan dan bagi laki- laki alasan ini lebih mengacu pada ketidakinginan pekerja laki-laki untuk tinggal di mess yang telah disediakan di dalam gerai. Perusahaan perlu menggali komitmen pekerja sebelum diterima untuk bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. faktor organisasi Faktor organisasi juga mampu memengaruhi tingkat turnover pada karyawan store crew di antaranya komposisi pekerja yang tidak sesuai dan ketidaksesuaian ekspektasi kerja yang dimiliki oleh pekerja yang akan dipaparkan sebagai berikut: komposisi pekerja yang tidak sesuai: Komposisi pekerja menjadi aspek penting dalam menanggulangi tingkat turnover. Jika perusahaan mampu untuk memenuhi komposisi pekerja secara kuantitas yang sesuai dengan Manpower Plainning (MPP), maka akan mengurangi jumlah turnover sebab. Hal tersebut dikarenakan jika jumlah pekerja sesuai maka tidak akan menambah beban kerja berlebih pada pegawai crew store sehingga mereka akan fokus bekerja dengan tugas masinghttps://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 342-357 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. ketidaksesuaian ekspektasi kerja yang dimiliki oleh pekerja: Ekspektasi kerja yang tidak sesuai dapat terjadi akibat ketidaktahuan pekerja mengenai dinamika kerja di perusahaan secara mendalam. Hal tersebut menjadikan alasan turnover seperti, tidak kuat bekerja di geraiAy menjadi sangat tinggi. Alasan tersebut terjadi karena pegawai merasa tidak sanggup jika jam buka toko yang terlalu pagi, jam tutup toko yang terlalu malam, tidak sanggup untuk mengangkat barang, dan segala konsekuensi bekerja di perusahaan. Alasan tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mengenalkan secara lebih rinci mengenai dinamika kerja. Pengembangan program prepto Hossain, et al. menuturkan bahwa proses rekrutmen yang tepat dan terstruktur berhubungan dengan tingkat turnover di suatu perusahaan. Melihat kesenjangan atau gap yang terjadi antara target turnover dan turnover yang terjadi di PT. X, penulis mencoba untuk menawarkan gagasan berupa PREPTO (Proses Rekrutmen Penurun Turnove. sebagai langkah untuk mengatasi tantangan turnover di suatu perusahaan. Program PREPTO mencakup tiga dimensi yaitu pengembangan company profile, pertanyaan wawancara, dan pengembangan surat persetujuan orang tua atau wali. METODE PENELITIAN Prepto merupakan program yang ditawarkan oleh penulis untuk mengatasi tantangan yang berkaitan dengan turnover pada karyawan store crew di sebuah perusahaan ritel X di Bekasi. Program prepto terdiri dari tiga dimensi yang akan dipaparkan sebagai berikut: Company Profile Company profile merupakan dimensi pertama dalam Prepto. Hal tersebut dikarenakan rekruter akan selalu membicarakan mengenai company profile kepada pelamar sebelum proses seleksi. Perusahaan ritel X di Bekasi telah melakukan company profile. Namun, penulis melihat bahwa company profile masih dapat dikembangkan untuk mengurangi alasan turnover yaitu ketidaksesuaian ekspektasi pelamar dan penempatan. Berikut ini akan disajikan mengenai proses company profile yang telah dilaksanakan oleh perusahaan X di Bekasi dan rancangan penulis: https://doi. org/10. 24912/jssh. Prepto (Proses Rekrutmen Penurun Turnove. Usaha Preventif Untuk Mengurangi Turnover Sukarela Santosa et al. Tabel 1 Perbandingan Company Profile PT X dan Prepto Aspek PT. Sejarah Perusahaan Telah menjelaskan mengenai profil pendiri, sejarah, dan lini cabang bisnis perusahaan/grup. Keuntungan dan Telah menjelaskan mengenai fasilitas selama bekerja asuransi (BPJS Kesehata. BPJS Ketenagakerjaan. Insentif Kinerja Toko, hak cuti, dan Konsekuensi bekerja Telah menjelaskan mengenai: di PT. Pembayaran selisih barang jika terdapat total harga sesungguhnya . Bekerja 5 1 yaitu 5 hari kerja dan 1 hari libur. Harus siap ditempatkan di . erdapat persyaratan di mana daerah penempatan harus memiliki UMK (Upah Minimum Kot. yang lebih tinggi b. Dinamika Proses Bisnis di Perusahaan Belum menjelaskan terkait jam buka dan tutup gerai, tinggal di mess, serta tenaga yang dibutuhkan saat bekerja. https://doi. org/10. 24912/jssh. Prepto Tidak ada perubahan. Tidak ada perubahan. Bahwa perbedaan nilai barang sehingga pelamar harus saling mengingatkan rekan kerja. Kemudian, ditanggung bersama dengan seluruh store crew yang ada di gerai tersebut dengan besaran pembayaran yang berbeda berdasarkan jabatan. Momen hari raya atau hari libur nasional merupakan peristiwa untuk menambah pendapatan toko sehingga para pelamar harus siap dengan masuk kerja di hari raya. Harus siap untuk ditempatkan di mana saja. Para pelamar diberitahu jika semakin besar suatu kota, semakin besar pula biaya hidup yang akan mereka Hal tersebut dilakukan konsekuensi untuk bekerja di luar asal daerahnya. Pengembangan: Menjelaskan mengenai jam buka dan tutup gerai. Walaupun toko belum buka, namun karyawan harus datang terlebih dahulu untuk membersihkan dan mempersiapkan segala keperluan toko. Kemudian. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 342-357 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. ketika toko telah tutup, pekerja harus mempersiapkan dan melihat pencatatan arus kas dan pendapatan harian dengan baik, mencetak harga untuk esok hari, dan membersihkan toko. Kegiatan menyebabkan karyawan bekerja Pegawai laki- laki harus bersedia tinggal di mess. Kebersihan dan kenyamanan mess menjadi tanggung jawab Pegawai laki- laki harus selalu tinggal di mess selama hari kerja sehingga pegawai lakilaki hanya boleh meninggalkan mess saat hari libur. Bagi lakilaki diharuskan untuk siap jika terdapat kiriman barang di saat waktuistirahat atau malam hari. Pegawai laki- laki harus siap untuk mengangkat barang tersebut dan menyimpan di Company profile tersebut telah dijalankan oleh penulis yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci suasana atau keadaan selama bekerja di perusahaan X Bekasi. Dalam tabel tersebut terdapat beberapa pengembangan yang berguna untuk mengurangi tingkat turnover sehingga pelamar menjadi lebih siap dalam menghadapi pekerjaannya. Pengembangan Pertanyaan Wawancara Wawancara merupakan suatu percakapan yang berlangsung dengan pewawancara memberikan pertanyaan untuk menggali jawaban dari terwawancara atau narasumber (Moleong, 2. Dalam proses rekrutmen, wawancara dapat digunakan untuk menemukan sudut pandang calon pegawai mengenai karakter, prinsip, pandangan, dan kemampuannya yang dapat berpengaruh atau berguna saat ia bekerja (Marchington. Kynighou. Wilkinson, & Donnely, 2. Selain itu, wawancara juga dapat menjadi teknik awal yang digunakan dalam menekan angka turnover karena berfungsi sebagai sarana untuk menggali dugaan alasan karyawan untuk mengundurkan diri. Penulis mengembangkan pedoman wawancara yang akan dipaparkan sebagai berikut: https://doi. org/10. 24912/jssh. Prepto (Proses Rekrutmen Penurun Turnove. Usaha Preventif Untuk Mengurangi Turnover Sukarela Tabel 2 Pengembangan Pedoman Wawancara Aspek Deskripsi Kesehatan Aspek ini mencari tahu pelamar serta orang tua Aspek ini turnover dalam hal kesehatan dan faktor permintaan orang tua yang berkaitan dengan Rencana Satu Tahun Ke depan Penempatan Aspek pertanyaan ini turnover dengan alasan faktor personal seperti, menikah, pindah ke perusahaan lama/ lain. Aspek pertanyaan ini dengan alasan seperti, tidak siap tinggal di Santosa et al. Pertanyaan Apakah Anda pernah dirawat rumah sakit dalam 2 tahun terakhir? Apakah Anda memiliki riwayat asma, lambung, jantung, paru-paru, kanker, dan Apakah anggota keluarga Anda memiliki riwayat penyakit Jika keluarga Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, apakah ada individu lain yang menjaga dan merawat mereka selagi Anda bekerja? Apakah Anda memiliki minat untuk studi setahun ke depan? Apakah Anda memiliki minat untuk menikah setahun ke depan? Apakah Anda sudah bertunangan? Sebelum melamar di sini. Anda lamar di mana saja? dan bagaimana hasilnya? Bagaimana dengan respon orang tua/saudara kandung Anda tentang penempatan Anda? Apakah Anda bersedia untuk tinggal di Mess selama hari kerja? Pengembangan pertanyaan wawancara tersebut telah penulis paparkan kepada divisi Recruitment. Beberapa pegawai di divisi tersebut juga setuju dan menjalankan rekomendasi yang diberikan penulis. Penerapan pengembangan tersebut dijalankan sejak bulan Desember Pengembangan Surat Izin Orang Tua/Wali Perusahaan X di Bekasi telah menyusun surat ijin orang tua/ wali dari pekerja untuk menekan angka turnover dengan alasan permintaan keluarga untuk mengundurkan diri. penulis melihat bahwa surat persetujuan tersebut masih dapat dikembangkan. Berikut ini akan disajikan surat ijin orang tua yang telah di perusahaan X. https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 342-357 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. Tabel 3 Surat Persetujuan Orang Tua SURAT PERSETUJUAN ORANG TUA Selamat . agi/siang/mala. Saya yang bertandatangan di bawah ini selaku orang tua atau wali dari a. telah mengetahui dan mengizinkan anak saya untuk bekerja di seluruhgerai PT. X, baik itu tinggal di mess . ntuk laki lak. atau kontrakan . ntuk perempua. selama masa kontrak kerja yang tersedia. Sekian surat pernyataan saya buat untuk melengkapi persyaratan bekerja anakkami sebagai store crew. , . Tanda Tangan Materai Rp. (Nama Orang Tu. https://doi. org/10. 24912/jssh. Prepto (Proses Rekrutmen Penurun Turnove. Usaha Preventif Untuk Mengurangi Turnover Sukarela Santosa et al. Dalam usaha pengembangan surat persetujuan orang tua/ wali, penulis dan rekan magang yang tersebar di seluruh cabang perusahaan X di berbagai daerah saling melengkapi dan memberikan saran mengenai surat tersebut. Berikut ini akan dipaparkan mengenai surat persetujuan orang tua yang dikembangkan oleh para peserta magang: https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 342-357 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. Tabel 4 Surat Persetujuan Orang Tua/Wali SURAT PERSETUJUAN ORANG TUA/ WALI Saya yang bertanda tangan di bawah ini Nama No. KTP Pekerjaan No. Telepon Alamat Dengan ini memberikan izin kepada anak saya : Nama Asal Sekolah Alamat Untuk bergabung di PT. X untuk posisi Crew Store. Saya juga telah mengetahui dan memahami sejumlah kebijakan yang harus diikuti oleh anak saya sebagai karyawan di PT. Bersedia ditempatkan di seluruh area kerja PT. X, kapanpun diperlukan. Bersedia dengan sistem kerja shift: Shift 1 : 05. 00 WIB - 15. 00 WIB Shift 2 : 15. 00 WIB - 21. 00 WIB Shift 3 : 21. 00 WIB - 05. 00 WIB Bersedia untuk tinggal di mess toko selama hari kerja . husus crew store pri. Bersedia untuk ikut menanggung pembayaran selisih barang yang terjadi di geraiakibat kelalaian store crew. Bersedia bekerja lembur/overtime jika diperlukan. Bersedia bekerja selama 5 hari dan berhak mendapatkan 1 hari libur sesuai dengan shift yang telah ditentukan perusahaan. Bersedia untuk tidak mendapatkan cuti selama tahun pertama kontrak, kecuali cutisakit, bencana, dan duka kemalangan. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sadar dan tanpa paksaan pihak manapun dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. a,a. A20 Orang Tua/Wali (A. https://doi. org/10. 24912/jssh. Prepto (Proses Rekrutmen Penurun Turnove. Usaha Preventif Untuk Mengurangi Turnover Sukarela Santosa et al. Pengembangan surat persetujuan orang tua/ wali tersebut mencakup beberapa aspek pembayaran selisih barang, shift kerja, dan pengajuan cuti. Para peserta magang telah merekomendasikan pengembangan surat tersebut kepada PT. Namun. PT. X masih menimbang rekomendasi tersebut. Penulis dan para peserta magang berharap surat tersebut dapat menurunkan tingkat turnover di PT. Penulis melaksanakan program MSIB di perusahaan X selama sekitar 6 bulan, dari Agustus 2021 hingga Februari 2022. Dalam program tersebut, penulis memiliki proyek untuk menurunkan angka turnover. Dalam proses pelaksanaan magang tersebut, penulis memulai untuk merancang suatu solusi dari awal magang hingga sekitar bulan November 2021. Pada setiap bulan, penulis berkonsultasi dengan mentor untuk mendapatkan saran mengenai proyek. Kemudian, pada awal bulan Desember 2021, penulis memaparkan rancangan program Prepto sebagai langkah awal untuk mengurangi turnover. Penulis diizinkan untuk menjalankan program company profile dan pengembangan pertanyaan wawancara. Namun, untuk pengembangan surat persetujuan orang tua/ wali masih menjadi pertimbangan PT. Proses pelaksanaan company profile Penulis membawakan company profile versi pengembangan ketika melakukan proses seleksi crew store baik secara daring maupun luring dari bulan Desember hingga akhir Januari. Para pelamar menjadi sangat antusias dalam mendengarkan company profile. Mereka menanyakan berbagai hal mengenai dinamika kerja di perusahaan X. Langkah company profile ini dapat menggambarkan antusias pelamar dalam bekerja dan melihat pelamar mana yang tampaknya keberatan dengan dinamika kerja di perusahaan X. Proses pelaksanaan pengembangan pertanyaan wawancara Penulis dan karyawan perusahaan X menambahkan beberapa pertanyaan wawancara hasil pengembangan. Hal tersebut dilakukan baik dalam proses seleksi daring maupun Dengan menggunakan tambahan pertanyaan tersebut, rekruter mampu mengetahui riwayat kesehatan dan keluarga pelamar, rencana satu tahun ke depan yang dimiliki pelamar, dan kesediaan pelamar jika ditempatkan di luar daerah asal. Pedoman wawancara tersebut mampu menjadikan rekruter untuk menerima pelamar yang memiliki komitmen tinggi dalam bekerja dan diharapkan dapat mengurangi tingkat turnover. Hasil tingkat turnover di akhir periode magang Penulis melakukan magang selama kurang lebih 6 bulan dari bulan Agustus 2021 hingga 18 Februari 2022. Dari bulan Agustus hingga November 2021, penulis melaksanakan program MSIB dengan mempelajari dan memperdalam proses bisnis rekrutmen industri Kemudian pelaksanaan program prepto diadakan pada bulan Desember 2021 hingga Januari 2022 sehingga hasil yang didapat kurang dapat untuk dibandingkan secara year on year. Namun, hasil tingkat turnover dapat dibandingkan secara month to month atau secara bulanan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahun 2021, secara year to date tingkat turnover di perusahaan X di Bekasi sebanyak 7,67%. Dengan tingkat turnover tertinggi terjadi pada di bulan Mei sebesar 20,51%. Angka turnover tersebut terjadi karena jumlah karyawan baru hanya sebanyak 39 orang sedangkan karyawan yang mengundurkan diri sebanyak 21 orang. Berikut ini akan dipaparkan mengenai grafik tingkat turnover pada tahun 2021. https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 342-357 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. Tabel 5 Tingkat Turnover 2021 Actual 11,48% 11,48% 6,83% 6,83% 20,51% 6,75% 6,75% 6,45% 7,30% 8,23% 8,13% 8,02% Target 5,51% 5,51% 5,51% 5,51% 5,51% 5,51% 5,51% 5,51% 5,51% 5,51% 5,51% 5,51% 7,67% 5,51% Bulan Karyawan baru TO karyawan baru Januari Febuari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember TOTAL Tabel 6 Alasan Turnover 2021 Alasan Turnover Tidak kuat bekerjadi gerai Jumlah Persentase 45,6% Diterima di perusahaan lain 21,1% Melanjutkan studi Perilaku atasan Kesehatan personal . Permintaan keluarga untukresign Pindah kerja di perusahaan lama 7,9% 5,3% 3,5% 7,9% 3,5% Penempatan jauh Tidak ingin tinggal di Mess 1,8% 2,6% Musibah banjir 0,8% Berdasarkan tabel 6, terlihat alasan turnover yang paling dominan adalah tidak kuat bekerja di gerai yaitu sebesar 45,6%. Penulis dan rekruter di PT. X berusaha untuk mengurangi alasan tersebut dengan memperdalam proses company profile kepada para pelamar mengenai dinamika kerja. Alasan lain seperti diterima di perusahaan lain/lama, melanjutkan studi, penempatan, berusaha dikurangi dengan menggali pandangan pelamar mengenai hal tersebut menggunakan wawancara yang lebih mendalam. https://doi. org/10. 24912/jssh. Prepto (Proses Rekrutmen Penurun Turnove. Usaha Preventif Untuk Mengurangi Turnover Sukarela Santosa et al. Tabel 7 Turnover Januari 2022 Karyawan Baru Karyawan Turnover Persentase 3,31% Jika dibandingkan secara month to month, terjadi perbedaan angka turnover di bulan Desember 2021 dan Januari 2022. Pada bulan Desember 2021, persentase turnover sebesar 8,02%. Namun, pada bulan Januari persentase turnover sebesar 3,31%. Tabel 8 Alasan turnover Januari 2022 Alasan Turnover Tidak kuat bekerja di gerai Melanjutkan studi Diterima di perusahaan lain Permintaan orang tua untuk mengurus orang tua yang sedang sakit Penempatan jauh Tidak ingin tinggal di Mess Jumlah Pekerja Persentase 33,3% 22,2% 11,1% 11,1% 11,1% 11,11% Berdasarkan tabel 8, terlihat alasan turnover Autidak kuat bekerja di geraiAy masih mendominasi sebanyak 33,3%. Namun, jika dibandingkan secara month to month dengan bulan Desember, terjadi penurunan angka turnover. Hal tersebut dikarenakan kerja keras dari rekruter di PT. dan penulis yang berusaha untuk menerapkan proses rekrutmen yang lebihbaik. KESIMPULAN DAN SARAN Turnover karyawan adalah tindakan pekerja mengundurkan diri dari perusahaan dalam suatu periode atau waktu tertentu (Dwesini, 2019. Marchington, et al. , 2. Terdapat dua jenis turnover yaitu involuntary turnover dan voluntary turnover. Perusahaan ritel X mengalami angka voluntary turnover sebesar 7,67%. Angka tersebut melebih dari target perusahaan yaitu 5,51%. Perusahaan X mengklasifikasi voluntary turnover sebagai tindakan individu yang mengundurkan diri dari pekerjaannya dalam jangka waktu 30 hari setelah hari pertama bekerja. Zhang . menuturkan terdapat beberapa faktor penyebab turnover yaitu faktor pribadi dan faktor organisasi. Pada periode Januari hingga Desember 2021, faktor personal mendominasi alasan turnover karyawan store crew seperti kesehatan, permintaan orang tua untuk resign, rencana menikah, rencana melanjutkan studi, dan penempatan. Faktor organisasi seperti ketidaksesuaian ekspektasi kerja juga menjadi penyebab turnover. Program MSIB yang diikuti penulis memberikan tantangan untuk menghasilkan suatu gagasan yang bertujuan untuk menurunkan angka turnover. Prepto . roses rekrutmen penurun turnove. adalah jawaban dari tantangan dalam proyek magang MSIB di PT. Program prepto yang telah dijalankan oleh penulis adalah pengembangan company profile dan pengembangan jenis pertanyaan pada wawancara. Sementara itu, pengembangan pada surat persetujuan orang tua/ wali masih dalam https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 342-357 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. pertimbangan perusahaan X. Namun, penulis sangat mengapresiasi perusahaan X dalam memberikan kesempatan untuk mengemukakan gagasan dalam proyek MSIB ini. Setelah melaksanakan program ini, terlihat hasil pada bulan Januari 2022, yaitu angka turnover sebesar 3,31%. Hal tersebut menandakan terjadi penurunan secara month to month jika dibandingkan di bulan Desember 2021. Selain itu, program prepto memiliki kelebihan seperti mampu menggali lebih dalam mengenai minat dan komitmen pelamar. Prepto juga mampu untuk memberikan wawasan lebih luas bagi para pelamar mengenai dinamika kerja di perusahaan X. Namun, program Prepto ini juga memiliki keterbatasan yaitu masih diukur berdasarkan penurunan turnover secara month to month dan dengan jumlah sampel yang sedikit. Hal tersebut sejalan dengan pandangan PT. X bahwa untuk menuntaskan tantangan yang besar seperti turnover sukarela dibutuhkan pemahaman yang lebih mendalam dan durasi yang lama. Namun. PT. X sangat mengapresiasi langkah Prepto sebagai masukan untuk pengembangan proses bisnis di bidang rekrutmen. Untuk itu, penulis menyarankan agar pengembangan program Prepto dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran jangka panjang secara year on year dan dengan melibatkan responden yang lebih banyak agar lebih terlihat efektivitas Ucapan Terima Kasih (Acknowledgemen. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung lancarnya penelitian ini. REFERENSI