Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMA SWASTA MITRA INALUM KECAMATAN SEI SUKA KABUPATEN BATU Ae BARA 1Umi Prastya Ningrum, 2Zainal Arifin, 4Heryus Lubis 5Kaswardi dan Hawana 6Candra Wijaya Mahasiswa S-2 Managment Pendidikan Islam Universitas Islam Sumatera Utara 6Dosen Pascasarjana Magester Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Abstrak Peningkatan mutu pendidikan merupakan suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan sekolah danmasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perencanaan, implementasi, pengawasan dan evaluasi program peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah. Ketua MGMP. Komite Sekolah dan Pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Perencanaan peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dengan menyusun program sekolah sesuai dengan visi dan misi . Implementasi program peningkatan mutu dilakukan dengan melaksanakan program sekolah yang telah direncanakan seperti: pemberian tugas dalam kegiatan kurikuler dan kokurikuler, memberi dukungan dan motivasi bagi guru yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, pemantapan UAS dan UAN, mendatangkan narasumber, mengadakan rapat rutin, serta memberdayakan Komite Sekolah . Pengawasan program peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah pada personil pada awal dan akhir semester untuk mengetahui tingkat ketercapaian kurikulum yang . Evaluasi program peningkatan mutu pendidikan dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah setiap tahun, namun juga dilakukan secara bulanan dan semester. mencakup evaluasi internal dan evaluasi eksternal. Kata Kunci: Strategi. Peningkatan Mutu, dan Pendidikan Umi Prastya Ningrum. Zainal Arifin. Heryus Lubis Kaswardi dan Hawana. Candra Wijaya: Strategi. Peningkatan Mutu, dan Pendidikan PENDAHULUAN Kehadiran sebuah lembaga pendidikan yang bermutu sangat diharapkan oleh semua pihak. Menurut Mukbulloh . urgensi pengembangan mutu pendidikan dengan melihat pada kondisi realitas yang berkembang, tidak dapat ditunda lagi. Ilmu pengetahuan semakin Pendidikan di Indonesia perlu melakukan interna-sionalisasi mutu agar sejajar dengan kemajuan bangsa-bangsadibelahan dunia. Dalampengembangan pendidikan diperlukan sistem manajemen mutu, sehingga mampu meraih prestasi terbaik. Strategi adalah sebuah rencana atau tindakan yang dirancang sedemikian rupa untuk mencapai sebuah tujuan, strategi yang bagus tergantung kepada seberapa rapi langkahlangkah yang dilakukan dalam menyusun rencana tersebut. Menurut Affan . strategi merupakan sekumpulan cara-cara untukmencapai tujuan, sehingga strategi menjadi suatu pendekatan logis yang akan menentukan arah aksi. Sedangkan Sukmawan . mengemukakan bahwa strategi merupakan pola atau rencana yang menginte-grasikan tujuan utama, kebijakan dan urutan-urutan tindakan organisasi menjadi satu dalam keseluruhan yang baik. Menurut Mulyasa . dewasa ini upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan oleh berbagai pihak dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia dan pengembangan watak Peningkatan mutu pendidikan merupakan sasaran pembangunan dibidang pendidikan nasional dan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia secara menyeluruh. Mutu pendidikan merupakan faktor penting yang harus diwujudkan dalam proses pendidikan. Mutu pendidikan yang baik harus didukung oleh sejumlah faktor, baik faktor intern maupun ekstern. Mutu atau kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Zahroh . menyatakan bahwa mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang Mutu pendidikan yang dimaksud adalah kemampuan dimana lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar secara seoptimal mungkin. Sedangkan, menurut Rivai . bahwa manajemen mutu didefinisikan sebagai pendekatan sistem pada manajemen yang bertujuan secara terus menerus meningkatkan nilai pada pelanggan dengan merancang secara terus menerus memperbaiki proses sistem. Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 Pentingnya penelitian terhadap mutu pendidikan didasarkan bahwa mutu bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba dan muncul secara sendirinya di hadapan guru, staf pegawai administrasi, dan kepala Namun, mutu harus direncanakan, melalui trilogi mutu, yaitu perencanaan mutu, pengawasan mutu, dan perbaikan mutu. Dalam peningkatan mutu pendidikan dapat dipengaruhi oleh faktor input pendidikan dan faktor proses manajemen pendidikan. Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Input pendidikan terdiri dari seluruh sumber daya sekolah yang ada. Hal inilah yang saat ini di lembaga pendidikan kita masih belum terlanksana dengan baik. Besar harapan kepada sekolah untuk mendorong partisipasi warga sekolah . epala sekolah, guru, siswa, karyawan, komite sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah serta . secara langsung untuk dapat meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional serta peraturan perundangundangan yang berlaku. Karena itu, sekolah harus lebih serius untuk mengadakan pembaharuan pengembangan sekolah secara komprenhensif serta kontinyu dan berorientasi kedepan. SMA Swasta MITRA INALUM Kecamatan SEI SUKA Kabupaten BATU BARA adalah salah satu sekolah Swasta yang ada di wilayah Batu bara , dari tahun 2001 sampai 2019. SMA Swasta MITRA INALUM Sei Suka merupakan salah satu sekolah yang sangat giat melakukan pembenahan menuju sekolah yang bermutu, yang dimulai dengan melakukan pembenahan di segala bidang. Peran SMA Mitra Inalum sangat dirasakan ketika mampu menjadi pilot projek beberapa kegiatan pendidikan di Kecamatan Sei Suka , peran lain yang dirasakan ialah ketika menghasilkan peserta didik dan pendidik yang berprestasi diberbagai kegiatan Nasional, dengan berbagai kategorinya masingmasing. Lulusan dari SMA Mitra Inalum juga tergolong mampu bersaing sehingga bisa mampu menempuh studi lanjut ke perguruan tinggi ternama di Indonesia. Selain itu, juga ada yang menempuh studi di luar negeri seperti Jepang, dan Malaysia dengan program beasiswa Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Maka penulisingin mengkaji bagaimanakah strategi program peningkatan mutu pendidikan pada SMA Mitra INALUM Kecamatan SEI SUKA Kabupaten BATU BARA ?Ay dengan tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimanakah perencanaan program peningkatan mutu, implementasi program peningkatan mutu, sistem pengawasan,evaluasi program. Umi Prastya Ningrum. Zainal Arifin. Heryus Lubis Kaswardi dan Hawana. Candra Wijaya: Strategi. Peningkatan Mutu, dan Pendidikan Peningkatan mutu pendidikan pada SMA MITRA INALUM Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pendekatan Menurut Moleong . penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Subjek dalam penelitian ialah Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah. Ketua MGMP. Komite Sekolah dan Pengawas. Teknik pengumpul data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik observasi digunakan penulis dalam rangka mengamati lingkungan sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana yang ada di SMA MITRA INALUM dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selanjutnya, dokumentasi diperlukan untuk melihat berbagai arsip dan catatanAe catatan yang ada relevansinya denganpenulisan tesis ini, seperti profil madrasah,rencana strategis dan program kegiatan madrasah, arsip proposal kegiatan dan pengadaan fasilitas madrasah, data siswa, guru, data sarana prasarana, data staf dan pegawai, kalender pendidikan dan Selanjutnya, wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data melalui informasi dari pihak terkait dan terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di SMA MITRA INALUM yang berkaitan dengan strategi peningkatan mutu pendidikan baik dalamperencanaan, implementasi, pengawasan, dan sistem evaluasi program peningkatan mutu pendidikan. Teknik Alisis Data tentang strategi peningkatan mutu pendidikan Pada SMA MITRA INALUM dikumpulkan lalu dianalisis secara kualitatif dengan tahapan sebagai berikut Sugiyono . : . Data Reduction (Reduksi dat. , yaitu menyederhanakan data yang telah dikumpulkan yang sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Data Display (Penyajian Dat. , yaitu data yang telah diperoleh melalui teknik pengumpulan data akan diorganisasikan, disusun dalam bentuk tabel, sehingga akan mudah difahami. Triangulasi, yakni mengecek kredibilitas data dari berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data. Teknik triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain, diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data yang diperoleh. Conclusion Drawing/ Verifikation, langkah ini menurutMiles and Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 Huberman dalam Sugiyono . adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi, yaitu menarik kesimpulan dari data-data yang telah diperolah mengenai strategi yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan mutu HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Peningkatan Mutu Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi perencanaan peningkatan mutu pendidikan dilakukan oleh Kepala Sekolah dengan membentuk TPMS, setelah TPMS terbentuk maka Kepala Sekolah melakukan penyusunan dan perumusan visi dan misi sekolah. Kemudian sejumlah visi dan misi serta tujuan sekolah yang berhasil dirumuskan selanjutnya dibahas dalam sebuah Rapat Kerja Tahunan Sekolah (RAKER) yang melibatkan TPMS (Tim Pengembangan Mutu Sekola. yang terdiri dari seluruh Guru. Komite. Pengawas. Pakar/Narasumber dan Tokoh Masyarakat untukmenyusun program peningkatan mutu pendidikan. TPMS ini merupakan sebuah kelompok kerja non formal yang dibentuk untuk membantu dan mendukung penyelenggaraan pendidikan di sekolah, terutama terkait dengan upaya peningkatan mutu pendidikan. Dari hasil RAKER tersebutlah maka lahirlah sebuah Rencana Strategis (RESTRA) sebagai sebuah acuan pembuatan rencana atau program kerja, dimulai dari program umum atau program jangka panjang sampai dengan program atau rencana kerja harian. Fokus program perencanaan terdiri dari empat bagian, yaitu: perencanaan dalam bidang kurikulum, pengembangan tenaga kependidikan, pengembangan dan pembinaan di bidang kesiswaan, dan perencanaan bidang keuangan, humas serta sarana prasarana. Strategi manajemen peningkatan mutu pendidikan di sini lebih didasari oleh kemampuan Kepala Sekolah sebagai faktor utama dalam menyusun, menjalankan program di samping dukungan yang signifikan dari dewan guru, pegawai tata usaha sekolah serta masyarakat di lingkungan sekolah. Hal ini ditandai dengan adanya berbagai kegiatan yang melibatkan segenap stakeholders yang meliputi program peningkatan mutu pendidikan melalui penambahan jam pelajaran, peningkatan mutu guru melalui penataran, pelatihan, supervisi, dan pendidikan lanjutan, pendidikan siswa melalui program seperti: praktik ibadah, pramuka, latihan kepemimpinan, pembinaan bakat minat yang difokuskan kepada empat bidang kegiatan yang meliputi. Bidang keagamaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, olah raga, serta bidang kesenian serta Umi Prastya Ningrum. Zainal Arifin. Heryus Lubis Kaswardi dan Hawana. Candra Wijaya: Strategi. Peningkatan Mutu, dan Pendidikan program peningkatan pembiayaan melalui partisipasi Komite. Wali Siswa. Masyarakat. Pengusaha, dan instansi yang mendukung pembiayaan program peningkatan mutu sekolah. Menurut Sutina . perencanaan peningkatan mutu dalam sebuah lembaga pendidikan merupakan sebuah rencana yang dirumuskan oleh Kepala Sekolah bersama sebuah Tim Khusus untuk tercapainya sebuah tujuan bersama. Berdasarkan kutipan di atas,maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan program peningkatan mutu pendidikan harus dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dengan melibatkan berbagai elemen/tim yang dibentuk khusus untuk melaksanakan pembahasan sejumlah visi, misi dan tujuan sekolah serta penyusunan program kerja. Apa yang dilaksanakan oleh Kepala SMA MITRA INALUM di atas, sangat sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh sutina dalam teorinya perencanaan peningkatan mutu lembaga pendidikan, dimana kegiatan perencanaan program peningkatan mutu pendidikan dirumuskan oleh Kepala Sekolah dengan melibatkan sebuah Tim yang disebut dengan Tim Pengembangan Mutu Sekolah (TPMS). Implementasi Program Peningkatan Mutu Pendidikan Strategi implementasi program peningkatan mutu pendidikan dilakukan dengan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah lebih mengarah pada pembentukan model sekolah efektif . ffective schoo. , di mana sekolah menempatkan profesionalisme kerja dan pemberdayaan semua personil sekolah, yang merupakan acuan utama bagi keberhaslian seluruh program peningkatan mutu sekolah. Strategi implementasi program peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan dengan memberdayakan seluruh komponen yang ada untuk melaksanakan program yang sudah ditetapkan dalam Rapat Kerja (RAKER) tahunan sekolah antara lain yaitu . Program Tahunan. Program semester. Program mingunan dan harian. Program pengayakan dan remedial. Program pengembangan diri. Dalam implementasi program peningkatan mutu pendidikan. Kepala Sekolah tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu pula oleh TPMS (Tim Pengembangan Mutu Sekola. terkait dengan upaya mencapai visi dan tujuan sekolah, maka Kepala Sekolah melaksanakan rencana sekolah yang telah diprogramkan dalam RAKER seperti: penetapan pemberian tugas mengajar dan kegiatan kurikuler dan kokurikuler, memberi dukungan dan motivasi bagi guru agarmelanjutkan pendidikan ke jenjang lebih Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 tinggi(Magiste. , pemantapan UAN/UAS, pemantapan sarana dan prasarana mendatangkan narasumber luar, mengadakan rapat rutin dan memberdayakan Komite Sekolah dan Alumni sebagai wadah dan media untuk mengadakan hubungan dengan masyarakat sekitar. Menurut Mukhtarudin . implementasi program peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan dengan memberdayakan seluruh komponen yang ada, dengan tujuan semua program dalam lembaga pendidikan terealisasi dengan baik. Berdasarkan kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan harus menyusun strategi program peningkatan mutu melalui sebuah Rapat Kerja (RAKER) dengan melibatkan TPMS, dan mengimplementasi program dengan melibatkan seluruh komponen yang ada agar program yang rumuskan dapat terealisasi dengan baik. Apa yang dilakukan SMA MITRA INALUM dalam implementasi program peningkatan mutu pendidikan sangat sesuai dengan apa yang dikemukakan dengan kutipan di atas, dikarenakan kemampuan kinerja Kepala Sekolah dalam menyusun program sebagai bagian besar pada SMA MITRA INALUM dilakukan dengan memberdayakan seluruh komponen yang ada. Pengawasan Program Peningkatan Mutu Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengawasan program peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah pada personil pada awal dan akhir semester, hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat Pengawasan dilakukan secara berkala mencakup semua lingkup yang ada di sekolah dan dilakukan secara Dengan adanya penilaian ini, sekolah akan mampu menyedia-kan kebutuhan siswa, menentukan program pendidikan yang sesuai dengan siswanya dan menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik. Disamping itu, penilaian dalam organisasi pendidikan di sekolah dapat mendeteksi penyimpanganpenyimpangan yang dilakukanoleh personal di sekolah, sehingga penyimpangan itu tidak bertambah luas. Keuntungan lainnya dalam melakukan penilaian adalah dapat menge-tahui apakah metode yang telah dilaksanakan telah dipraktikkan dengan baik dan berhasil guna, apakah kemajuan belajar siswa terus meningkat, apakah lulusan-nya memperoleh pengetahuan yang baik, apakah kesukaran dan kelemahan yang ada dalam sekolah dapat teratasi, apakah perlu mengubah metode yang telah digunakan, dan hal lainnyaMenurut Agung dan Yufridawati . salah satu peran Kepala Sekolah adalah sebagaisupervisor yang Umi Prastya Ningrum. Zainal Arifin. Heryus Lubis Kaswardi dan Hawana. Candra Wijaya: Strategi. Peningkatan Mutu, dan Pendidikan senantiasa melakukan pemantauan . dan pengawasan . terhadap pelaksanaan kerja personil di sekolah secara rutin dan berkala dan memberikan masukan yang dibutuhkan bagi perbaikan. Berdasarkan kutipan di atas memberi kejelasan bahwa Kepala Sekolah merupakan tokoh sentral yang sangat perlu melakukan pengawasan dalam waktu tertentu terhadap pencapaian tujuan dan hasil program yang telah dilaksanakan, pengawasan tersebut bermanfaat untuk mengatahui perkembangan sejauh mana program terlaksana. Sistem Evaluasi Peningkatan Mutu Proses evaluasi program peningkatan mutu tidak hanya dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah saja melainkan juga dibantu oleh TPMS (Tim Pengembangan Mutu Sekola. yang terdiri dari Pengawas. Komite,Guru. Pakar/-Narasumber dan Tokoh Masyarakat. Evaluasi dilaksanakan setiap tahun, namun juga dilakukan secara bulanan dan semester. Pelaksananaan evaluasi untuk mengetahui tingkat capaian program dan kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program-program yang telah direncanakan. Evaluasi program peningkatan mutu dilakukan. Dengan mengacu pada program pengendalian mutu dan pedoman evaluasi pendidikan, dilengkapi dengan instru-mennya, dengan mencakup evaluasi hasil, proses pelaksanaan dan faktor-faktor manajerial pendukung proses pendidikan. Ada dua macam evaluasi yang dilakukan di SMA MITRA INALUM yaitu: Evaluasi Internal, yaitu evaluasi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan TPMS. Evaluasi jenis ini cenderung subyektif, karena dipengaruhi oleh keinginan untuk dikatakan berhasil. Namun evaluasi ini mudah untuk dilaksanakan dan personal evaluasi sangat memahami detil tentang kegiatan di sekolah tersebut. Evaluasi Eksternal, yaitu evaluasi yang dilakukan oleh suatu badan independen atau badan penilai dari luar sekolah. bersifat lebih Misalnya dalam penetapan status akreditasi suatu lembaga oleh badan akreditasi, dan lainnya. Menurut Agung dan Yufridawati . peran Kepala Sekolah selain sebagai supervisor juga berperan sebagai evaluator, dalam proses evaluasi Kepala Sekolah dituntut untuk melihat terhadap pencapaian tujuan dan hasil terhadap program yang dilaksanakan. Kegunaan evaluasi ialah untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan guna Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 selanjutnyaAy. Berdasarkan kutipan di atas memberi gambaran bahwa dengan menjalankan perannya sebagai seorang evaluator, maka Kepala Sekolah akan dapat mengambil tindakan untuk melakukanperbaikan seperlunya dalam lembaga pendidikan KESIMPULAN Perencanaan peningkatan mutu pendidikan dilakukan oleh Kepala Sekolah dengan menyusun visi dan misi sekolah dan melibatkan TPMS (Tim Pengambangan Mutu Sekola. Implementasi program peningkatan mutu dilakukan Kepala Sekolah dan TPMS yaitu dengan melaksanakan berbagai program sekolah yang telah diprogramkan. Pengawasan programpeningkatan mutu dilakukan oleh Kepala Sekolah secara berkala, serta mencakup semua lingkup yang ada di sekolah dan dilakukan secara menyeluruh pada awal dan akhir semester, untuk mengetahui tingkat ketercapaian kurikulum yang diterapkan. Sedangkan sistem evaluasi program peningkatan mutu dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah setiap tahun, namun juga dilakukan secara bulanan dan mencakup evaluasi internal dan evaluasi eksternal. DAFTAR PUSTAKA