Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN: 2087-8133 | e-ISSN: 2528-326X PENGARUH WCT. DER TERHADAP ROE PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA YANG GO PUBLIK. Roy Hisar. Jaka Suharna Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No. Kebon Jeruk. Jakarta 11510 Royhisar@esaunggul. Abstrak This study aims to determine the effect of Working Capital Turnover (WCT). Debt Equity Ratio (DER) simultaneously on Return On Equity (ROE). The research samples used in this study were 65 companies, namely the Basic Industry and Chemical companies which were listed on the Indonesia Stock Exchange during 2013-2017. The data analysis used was ANOVA and Partial Regression test. The results showed that WCT and DER had a significantly positive effect on ROE from the results of research on the Basic and Chemical Industry companies, so that accounting information has a value of relevance to investment decisions. Working Capital Turnover Variable, partially has a significant negative effect on Return On Equity. Debt Equity Ratio variable partially has a significant negative effect on Return On Equity. Keywords : Working Capital Turnover. Debt Equity Ratio. Return On Equity Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh Working Capital Turnover (WCT). Debt Equity Ratio (DER) secara simultan terhadap Return On Equity (ROE). Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 65 perusahaan yaitu perusahaan Industri Dasar dan Kimia yang listing di BEI selama tahun 2013 Ae 2017. Adapun analisis data yang digunakan adalah Anova dan uji Regresi Parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WCT dan DER berpengaruh positif secara signifikan terhadap ROE dari hasil penelitian pada perusahan Industri Dasar dan Kimia, sehingga Informasi akuntansi memiliki nilai relevansi dengan keputusan investasi. Variabel Working Capital Turnonver, secara parsial berpengaruh negatif yang signifikan terhadap Return On Equity. Variabel Debt Equity Ratio secara parsial berpengaruh negatif yang signifikan terhadap Return On Equity. Kata kunci: Working Capital Turnover. Debt Equity Ratio. Return On Equity Pendahuluan dikatakan sektor yang bertumbuh ataupun sektor siklus karena permintaan yang berubahubah setiap tahunnya. Contoh dari sektor ini adalah industri semen, plastik dan kemasan, kertas dan cairan kimia. Tips berinvestasi di sektor ini adalah dengan memperhatikan permintaan pasar akan produknya. Misalnya infrastruktur maka industri semen akan menggeliat karena permintaan akan semen meningkat akibat proyek infrastruktur. Return On Equity (ROE) merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan modal sendiri yang dimiliki oleh ROE (Pongrangga. Dzulkirom, & Saifi, 2. Hasil perhitungan Return On Equity (ROE) sangat dipengaruhi oleh perolehan laba perusahaan, sehingga semakin tinggi hasil yang diperoleh Dalam manufakturing biasanya selalu berarti produksi secara massal untuk dijual ke pelanggan untuk laba/keuntungan. Beberapa industri seperti semikonduktor dan baja lebih dibandingkan manufaktur. Sektor manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau . Perusahaan Manufaktur merupakan perusahaan yang mengolah bahan mentah . ahan bak. menjadi barang jadi. (N. 2012 Azizah, 2. Sektor Industri Dasar dan Kimia merupakan salah satu bagian dari Industri Manufaktur yang mempunyai peranan penting Indonesia. Sektor ini memproduksi bahan baku dasar dan bahan-bahan kimia. Sektor ini bisa Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN: 2087-8133 | e-ISSN: 2528-326X Teori Kebermanfaatan Informasi (Useful perhitungan rasio ini, maka akan Menurut Irham Fahmi . , rasio Return On Equity (ROE) disebut juga laba atas equity. Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnove. menurut Sawir . merupakan rasio yang mengukur aktivitas bisnis terhadap kelebihan aktiva lancar atas kewajiban lancar serta menunjukkan banyaknya penjualan yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah modal kerja. (Widiatmoko timmi - Academia,Ay Debt Equity Ratio (DER) memberikan gambaran terhadap nilai hutang yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Semakin besar nilai Debt Equity Ratio (DER) maka semakin besar risiko operasional perusahaan dan begitupula Jika rasionya meningkat, ini artinya perusahaan dibiayai oleh kreditor . emberi hutan. dan bukan dari sumber keuangannya sendiri yang mungkin merupakan trend yang cukup berbahaya. Salah satu analisis fundamental saham yang paling sering menjadi sorotan para investor adalah Debt Equity Ratio (DER), karena rasio ini memberikan informasi dan gambaran perbanding tentang penggunaan Kinerja Debt Equity Ratio (DER) memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Return On Equity (ROE) perusahaan. Information Theor. Menurut PSAK nomor 1 bahwa akuntansi di refleksikan di dalam laporan keuangan dan laporan keuangan mempunyai tujuannya adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan ke putusan ekonomi. Pengunaan laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pemerintah serta lembaga-lembaganya, dan masyarakat. Mereka memenuhi beberapa kebutuhan informasi Laporan Keuangan Pengertian Laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia . AuLaporan keuangan meliputi bagian dari proses laporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan . ang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas/laporan arus dan. , catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Ay Analisa Rasio Keuangan Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menganalisis laporan keuangan yaitu dengan cara menganalisis dan menghitung rasio-rasio keuangan perusahaan. Rasio-rasio tersebut akan digunakan untuk mengetahui dan menilai tingkat resiko yang akan dihadapi, tingkat keuntungan yang diperoleh maupun tingkat kesehatan perusahaan. Analisis rasio keuangan merupakan alat analisis yang dapat menjelaskan hubungan maupun indikator keuangan perusahaan untuk menujukkan perubahan kondisi keuangan dan prestasi kegiatan operasional perusahaan (Fahmi, 2011:. Analisis rasio keuangan juga dapat diartikan sebagai cara maupun alat yang digunakan untuk membandingkan pos- pos yang terdapat dalam laporan keuangan, yang dapat memberikan gambaran perubahan Tinjauan Pustaka Teori Nilai Perusahaan (Value of The Firm Theor. Menurut Sujoko dan Soebiantoro . Sri Hermuningsih Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan tinggi dan meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya terhadap kinerja perusahaan saat ini tapi juga pada prospek perusahaan di masa Memaksimalkan nilai perusahaan sangat penting bagi perusahaan, karena memaksimalkan nilai perusahaan memaksimalkan tujuan utama perusahaan. Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN: 2087-8133 | e-ISSN: 2528-326X kondisi laporan keuangan. Return On Equity (ROE) Menurut Harahap . Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur besarnya Angka menunjukkan seberapa baik manajemen memanfaatkan investasi para pemegang ROE diukur dalam satuan persen. Tingkat Return On Equity (ROE) memiliki hubungan yang positif dengan harga saham, sehingga semakin besar Return On Equity (ROE) semakin besar pula harga pasar, karena besarnya Return On Equity (ROE) memberikan indikasi bahwa pengembalian yang akan diterima investor akan tinggi sehingga investor akan tertarik untuk membeli saham tersebut, dan hal itu menyebabkan harga pasar saham cendrung naik. Rasio Solvabilitas Solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh utang dengan memakai semua aset atau asset menjadi penjamin utang yang menjadi konsep dasar akuntansi. Solvabilitas perusahaan kemampuan perusahaan dalam melunasi atau membayar semua pinjaman melalui jumlah aktiva yang dimiliki yang memengaruhi jenis Perhitungan solvabilitas pada setiap perusahaan lebih mudah dilakukan jika sistem akuntansi memakai rasio yang tepat. Working Capital Turnover (WCT) Munawir . mengemukakan bahwa dinyatakan ada tiga konsep definisi modal kerja yaitu : konsep kuantitatif, konsep kualitatif, dan konsep fungsional. Dalam konsep kuantitatif, pengertian modal kerja adalah meliputi seluruh aktiva lancar yang memiliki tingkat perputaran yan pendek yakni berupa kas, piutang, persediaan maupun persekot biaya. Pada konsep kualitatif, modal kerja adalah aktiva lancar yang benar-benar digunakan untuk kegiatan operasional yang telah dikurangi dengan hutang lancar. Sedangkan, konsep fungsional, modal kerja adalah modal yang benar-benar digunakan untuk menghasilkan pendapatan periode berjalan . urrent incom. atau periode saat ini saja bukan untuk periode Pengembangan Hipotesis Hubungan Working Capital Turnover dengan Return On Equity Rasio perputaran modal kerja adalah perbandingan antara penjualan dengan modal kerja bersih suatu perusahaan. Nilai modal kerja bersih diperoleh dari aktiva lancar dikurangi utang lancar. Perputaran modal kerja akan berpengaruh terhadap kebutuhan modal kerja dengan jumlah pengeluaran setiap hari yang tetap dan makin lama perputarannya maka jumlah modal kerja yang diperlukan menjadi semakin besar sehingga perputaran modal kerja dapat dinilai untuk menilai keefektifan modal kerja yang digunakan karena perputaran modal kerja menunjukan penjualan yang dihasilkan dari modal kerja yang Debt Equity Ratio (DER) Debt Equity Ratio (DER) merupakan rasio hutang terhadap modal. Rasio ini mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh hutang, dimana semakin tinggi rasio ini menggambarkan gejala yang kurang baik bagi Peningkatan gilirannya akanmemengaruhi besar kecilnya laba bersih yang tersedia bagi para pemegang saham termasuk dividen yang diterima karena kewajibannya untuk membayar hutang lebih diutamakan daripada pembagian dividen (Sartono, 2. Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Hubungan Debt Equity Ratio dengan Return On Equity. Rasio ini memaparkan porsi yang relatif antara ekuitas dan utang yang dipakai untuk membiayai aset perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) membandingkan antara total kewajiban . dengan ekuitas . Utang tidak boleh lebih besar dari modal supaya beban perusahaan tidak bertambah. Tingkat rasio yang rendah berarti kondisi perusahaan semakin baik karena porsi utang terhadap modal semakin kecil. Berdasarkan hipotesis penelitian yang telah diuraikan di atas, maka model penelitian ini : Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN: 2087-8133 | e-ISSN: 2528-326X WCT ( X1 ) ROE (Y) DER ( X2 ) Gambar 1 Model Penelitian 1 Hipotesis penelitian yang dapat penulis sampaikan yaitu : H1 : Diduga WCT dan DER terdapat pengaruh Simultan terhadap ROE. H2 : Diduga terdapat Pengaruh Positif WCT Perusahaan terhadap Return On Equity. H3 : Diduga terdapat Pengaruh Negatif DER Perusahaan terhadap Return On Equity. Metode Penelitian menguji apakah model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2. Dalam uji normalitas ini ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik (Ghozali, 2. Alat uji yang digunakan adalah dengan analisis grafik histogram dan grafik normal probability plot atau uji statistic dengan KolmogorovSmirnov Z(I-sample diterima nilai Sig > 0,05. Uji Regresi Simultan (Uji F)/ANOVA, pengujian ini untuk menunjukan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Dengan tingkat signifikasi sebesar 5% maka kriteria pengujian adalah sebagai berikut , bila nilai signifikansi f < 0,05, maka H0 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara semua variabel independen terhadap variabel dependen. Apabila nilai signifikansi f > 0,05, maka H0 ditolak, artinya kedua variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji Regresi Parsial (Uji . , pengujian ini menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara inudvidual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Bila nilai signifikansi t < 0,05, maka H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kausalitas. Penelitian kausalitas merupakan kegiatan penelitian yang berusaha mencari informasi tentang mengapa terjadi hubungan sebab akibat. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data kuantitatif yang diperoleh dari BEI atau w. id Sedangkan data yang digunakan penelitian ini adalah laporan tahunan perusahaan untuk periode 2013-2017 pada perusahaan sektor Industri Dasar Dan Kimia yang terdaftar di BEI. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu data yang berupa kumpulan angka-angka atau data perusahaan Sumber data yang gunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu berasal dari dokumentasi perusahaan. Berupa laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan subsektor Industri Dasar dan Kimia dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2017. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan tujuan populasi yang dijadikan sampel penelitian adalah populasi yang memenuhi kriteria sampel tertentu sesuai tujuan Uji normalitas bertujuan untuk Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN: 2087-8133 | e-ISSN: 2528-326X antara satu variabel independen terhadap variabel dependen. Apabila nilai signifikansi t > 0,05, maka H0 diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi ( R. digunakan untuk menggambarkan kemampuan model menjelaskan variasi yang terjadi dalam variabel dependen. Dengan pengukuran koefisien determinasi ini akan dapat diketahui seberapa besar variabel independen mampu menjelaskan variabel dependennya, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain diluar model. Koefisien determinasi (R. dinyatakan dalam Nilai koefisien korelasi (R. ini berkisar antara 0 0. 05 maka distribusi data normal dengan nilai Sig > 0. Uji Hipotesis Uji F (Uji Simulta. Untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. WCT dan DER berpengaruh positif terhadap ROE perusahaan di Industi Dasar dan Kimia yang tercatat Di BEI. Dari hasil uji F, nilai sig sebesar 0. 014 atau lebih kecil dari 05, maka variabel WCT dan DER berpengaruh positif secara simultan yang signifikan terhadap ROE pada perusahaan Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di BEI, pada tahun 2013-2017 atau Ha1 diterima. Uji T (Uji Parsia. Untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara parsial berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen. Terdapat pengaruh Negatif WCT, secara parsial terhadap ROE. Dari hasil uji diperoleh nilai sig sebesar 0,540 atau lebih Hasil dan Pembahasan Statistik Deskriptif Deskriptif statistik ditunjukan oleh nilai minimum, maksimum, rata-rata dan standart Hasil statistik deskriptif di atas menunjukkan dari 39 data variabel Return On Equity (Y) mempunyai nilai mean sebesar 7433 dengan nilai maksimum sebesar 22. dan nilai minimum sebesar 1. 78 serta nilai standar deviasi sebesar 5. Mean senilai 7433 memiliki arti bahwa Return On Equity rata-rata Perusahaan Industri Dasar dan Kimia naik sebesar 1. Nilai maksimum sebesar 27 merupakan nilai yang sangat tinggi dalam perolehan Return On Equity yaitu 227%, sedangkan nilai minimum 78 memiliki arti bahwa ROE Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN: 2087-8133 | e-ISSN: 2528-326X besar dari 0,05 dengan demikian variabel WCT secara parsial berpengaruh negatif terhadap ROE diperusahaan Industri Dasar dan Kimia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada periode 2013-2017 atau Ha3 ditolak. Terdapat pengaruh negatif DER, secara parsial terhadap ROE. Dari hasil uji diperoleh nilai sig sebesar 0,776 atau lebih besar 0,05 dengan demikian variabel DER secara parsial berpengaruh negatif terhadap ROE diperusahaan Industri Dasar dan Kimia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada periode 2013-2017, sehingga Ha4 ditolak. Uji Koefisien Determinasi (R. digunakan untuk menggambarkan kemampuan model menjelaskan variasi yang terjadi dalam variabel Koefisien (R. dinyatakan dalam persentase. Nilai koefisien korelasi (R. ini berkisar antara 0