Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. EFEKTIVITAS FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DI MTS NEGERI 1 PONTIANAK Putri Sri Rezeki1 Universitas Muhammadiyah Pontianak1 Email: putrirzk2222@gmail. Abstrak. Masa remaja merupakan masa transisi atau masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Masa peralihan tersebut merupakan situasi yang tidak menyenangkan dan sering menimbulkan masalah, seperti masalah akademik dan masalah kurang percaya diri. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Wibawani . didapatkan hasil sebesar 8,90% remaja awal mengalami ketidakpercayaan diri lebih tinggi dibanding remaja tengah maupun remaja akhir. Hal ini juga dirasakan oleh remaja pada MTs N 1 Pontianak yang merasa tidak percaya diri dalam hal akademik serta tidak percaya diri terhadap fisiknya. Tujuan dari penelitian ini ialah: . Untuk mengetahui sebelum diberikan Focus Group Discussion (FGD) pada remaja dengan kepercayaan diri yang rendah, . Untuk mengetahui sesudah diberikan Focus Group Discussion (FGD) terjadi peningkatan kepercayaan diri pada remaja, . Untuk mengetahui efektivitas Focus Group Discussion (FGD) dalam peningkatan kepercayaan diri pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode quasi ekperimen dengan one group pretest -posttest design dan di analisis menggunakan teknik uji Wilcoxon signed test. Hasil yang didapat ialah melalui uji Wilcoxon signed test dengan nilai Z= -2,670 dengan taraf signifikansi sebesar 0,008 . <0,. , yang artinya bahwa FGD efektif dalam meningkatkan keterampilan kepercayaan diri pada remaja di MTs N 1 Pontianak. Kata kunci: Focus Group Discussion (FGD). Kepercayaan diri. Remaja Abstract. Adolescence is a period of transition or transition from childhood to adulthood. The transition period is an unpleasant situation and often causes problems, such as academic problems and lack of confidence. Based on a survey conducted by Wibawani . , it was found that 8. 90% of early adolescents experienced higher self-confidence than middle and late adolescents. This is also felt by teenagers at MTs N 1 Pontianak who feel insecure in academic matters and are not confident about their physical. The purposes of this study were: . To find out before being given Focus Group Discussion (FGD) on adolescents with low self-confidence, . To find out after being given Focus Group Discussion (FGD) there was an increase in self-confidence in adolescents, . To determine the effectiveness Focus Group Discussion (FGD) in increasing self-confidence in This study used a quasi-experimental method with one group pretest-posttest design and analyzed using the Wilcoxon signed test technique. The results obtained are through the Wilcoxon signed test with a value of Z = -2,670 with a significance level of 0. <0. , which means that FGD is effective in improving self-confidence skills in adolescents at MTs N 1 Pontianak. Keywords: Focus Group Discussion (FGD). Self-confidence. Youth Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. Permasalahan yang muncul dapat Pendahuluan bersumber dari berbagai macam faktor Remaja merupakan bagian dari generasi seperti dari dalam diri sendiri, keluarga, muda yang menjadi peletak dasar bagi teman sepergaulan maupun lingkungan perubahan besar sebuah negara. Ujung Febriana tombak sebuah negara ditentukan oleh remaja . enerasi mud. Usia remaja terbagi dalam tiga fase, yaitu fase remaja keyakinan diri, keyakinan diri sangat awal yakni usia 13 tahun sampai 15 tahun, berkaitan erat dengan kepercayaan diri. fase remaja tengah ialah usia 16 tahun Sedangkan menurut Slavin . anak- sampai 18 tahun, dan fase remaja akhir anak di sekolah yang tidak percaya diri pada usia 19 tahun sampai 21 tahun tampak dari sikap mereka yang pasif, tidak (Monks berani tampil di depan umum, tidak yakin merupakan masa transisi atau masa dengan hasil pekerjaannya sendiri dan peralihan dari masa anak-anak ke masa enggan melakukan sesuatu yang baru atau Masa transisinya itulah yang kurang berani. Masa Hasil penelitian Freda . sering menjadi sebab remaja mengalami tentang masalah-masalah yang dihadapi memecahkan masalahnya, karena di satu remaja dalam berbagai aspek kehidupan sisi remaja sudah merasa bukan anak-anak didapatkan data bahwa masalah yang lagi sehingga sudah tidak mau di didik oleh orang tua maupun dewasa lain, akan masalah kurang percaya diri sebesar tetapi di sisi lain remaja belum menjadi 26,88%. Percaya diri adalah suatu sikap orang dewasa yang memiliki kematangan yang memungkinkan individu mempunyai pandangan realistis dan positif tentang diri dan situasi mereka. Orang yang percaya permasalahan hidup, mulai dari masalah diri yakin akan kemampuannya dan dapat akademik, masalah dengan orang tua, masalah dengan teman sebaya, masalah mempunyai harapan yang realistis. Rasa percaya diri diperlukan untuk membentuk permasalahan dengan dirinya sendiri. jiwa yang sehat dan perilaku yang positif. Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. sehingga remaja dapat menghadapi segala mendapatkan nilai yang tinggi, meskipun tantangan dalam hidupnya. sudah menyiapkan sebelumnya. Karena Berdasarkan hal inilah membuat siswa-siswa tersebut Wibawani . setiap melakukan ulangan tidak yakin didapatkan hasil sebesar 8,90% remaja dengan kemampuan yang mereka punya, siswa akan merasa pesimis dengan hasil ketidakpercayaan diri dan ketidakyakin ulangan yang didapatkan dan ini akan pada diri sendiri lebih tinggi dibanding berpengaruh pada akademik siswa karena yang terjadi pada remaja tengah seusia dengan sikap yang pesimis tersebut SMA/SMK mengalami ketidakpercayaan diri dan ketidakyakinan pada diri sendiri kekurangan yang dimiliki dari siswa sebesar 6,67% serta yang terjadi pada SMP remaja akhir sebesar 4,45%. Sehingga Selain masalah akademik, siswa juga mengaku suka merasa tidak percaya ketidakpercayaan diri banyak terjadi pada diri terhadap fisik yang mereka miliki, remaja awal yakni pada usia 12 tahun mereka seperti merasa tidak secantik hingga 15 tahun. teman-temannya, merasa pendek bahkan Hal ini juga sesuai dengan hasil dilapangan melalui merasa kurus. Ketika mereka merasa dilakukan pada hari senin 21 Febuari 2022 memendam perasaan tidak percaya diri kepada 12 siswa kelas 8 di MTS Negeri 1 tersebut karena tidak ingin dipandang Pontianak. Berdasarkan hasil wawancara rendah oleh orang lain dan tidak ingin yang didapat bahwa 10 siswa di MTS dijauhkan oleh teman-temannya. Hal ini Negeri 1 sering mengalami rasa tidak akan berpengaruh pada diri siswa tersebut karena lebih memendam rasa tidak percaya diri dan tidak bisa mengenal Siswa-siswa mengatakan bahwa setiap ulangan, mau itu ulangan harian ataupun ulangan dilapangan dapat dikatakan bahwa hal ini sejalan dengan pendapat dari Slavin mendapatkan nilai yang rendah berbeda . yang mengatakan bahwa anak- dengan teman-teman yang lain yang selalu anak yang merasa tidak percaya diri akan Berdasarkan Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. menampakkan sikap mereka seperti tidak Group Discussio. , sebagai salah satu berani tampil di depan umum dan tidak yakin dengan hasil pekerjaan mereka kepercayaan diri. Remaja yang mengalami masalah Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitriani dan Azhar masalahnya biasanya mengambil strategi . Hasil yang didapat pada penelitian yang tidak efektif. Hal ini sesuai dengan data lapangan yang didapat, bahwa siswa- didapatkan 71,57% layanan informasi siswi tersebut mengambil strategi yang dengan teknik FGD dapat meningkatkan salah dalam menghadapi masalahnya kepercayaan diri pada siswa kelas Vi. yaitu dengan memendam masalah tersebut Menurut Gerritsen . Focus Group tanpa mencari jalan keluar dari masalah Discussion (FGD) Berdasarkan fakta di lapangan untuk memperoleh yang sudah diuraikan tersebut dapat informasi mendalam dari suatu kelompok peneliti simpulkan bahwa beberapa dari masyarakat tentang suatu topik. Ketika murid di MTS Negeri 1 Pontianak belum seorang individu berada dalam diskusi mampu menyelesaikan masalahnya yakni kelompok, maka individu tersebut dapat mengenai kepercayaan diri pada dirinya mengungkapkan sikapnya, perilakunya Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya bahwa remaja berada pada keberadaan individu lainnya. Adanya masa transisi dari masa anak-anak ke masa focus group discussion dapat membantu dewasa yang hampir sebagian besar keterampilan pemecahan masalah yaitu dengan bertukar pikiran kepada individu dihadapinya, hal ini berdasarkan fakta lain didalam kelompok tersebut, selain dilapangan yang sudah diuraikan yaitu bertukar pikiran individu juga dapat pada permasalahan mengenai rasa tidak berbagi pengalaman sesama individu percaya diri pada siswa di MTS Negeri 1. didalam kelompok. Salah satu solusi yang bisa diterapkan Metode pengumpulan data yang ialah dengan menggunakan FGD (Focus digunakan ialah dengan menggunakan Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. skala berupa pernyataan yang dapat dalam tes yang telah ditulis sesuai menggambarkan keadaan responden yang dengan blue print, artinya apakah Skala yang digunakan berupa aitem-aitem tersebut sesuai dengan skala likert. batasan domain ukur yang telah Skala kepercayaan diri ditetapkan dan sesuai ukuran dengan Skala yang disusun berdasarkan aspek- indikator perilaku yang diungkap. aspek dari Ghufron & Rinawita . Reliabilitas Skala ini disusun berdasarkan aspek- Menurut Wagiran . reliabilitas aspek kepercayaan diri dengan total merujuk kepada sejauh mana suatu aitem pada skala ini yaitu sebanyak 50 alat ukur secara ajeg . Validitas Maksud dari uji reliabilitas Penelitian instrumen untuk mengetahui derajat validatas, adapaun validitas yang ketetapan suatu alat ukur. Reliabilitas Validitas isi merupakan validitas kepercayaan hasil pengukuran suatu yang diestimasi lewat pengujian alat ukur. Perhitungan reliabilitas terhadap isi tes dengan analisis bantuan komputasi program SPSS judgment (Azwar, 2. Tujuannya (Statistical adalah untuk melihat suatu alat ukur Solutio. for windows versi 25. Untuk melihat reliabilitas masing- Product Service masing instrument yang digunakan, maka peneliti menggunakan koefisien sejauhmana suatu alat ukur dapat Alpha Cronbach () yang dihitung memberikan hasil pengukuran yang dengan menggunakan program SPSS sama, jika dilakukan dua atau lebih for Windows versi pengukuran terhadap gejala yang instrumen dikatakan reliabel jika nilai sama (Wagiran, 2. Cronbach alpha lebih besar dari Validitas isi dapat dilakukan dengan melihat apakah aitem- aitem Suatu batasan yang telah ditentukan yakni 0,7. Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. Analisis Data Analisis RDP Total menggunakan analisis uji Wilcoxon Match Pairs Test merupakan analisis pengujian efektivitas, pada penelitian parametrik untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara dua sampel Keterangan Rata-rata Keterangan: A1 (Aspek Keyakina. A2 (Aspek Optimi. A3 (Aspek Obyekti. A4 (Aspek Bertanggung Jawa. A5 (Rasional dan Realisti. dependen yang berpasangan atau berkaitan (Triwiyanti dkk, 2. Berdasarkan hasil pretest diatas, terlihat bahwa pada A4 atau pada aspek Hasil bertanggung jawab memiliki total skor Pretest Tes awal . dilakukan dengan dari seluruh partisipan berjumlah lebih tujuan untuk mengetahui kemampuan dengan skor 285. Sedangkan total skor awal partisipan sebelum diberikannya terendah terdapat pada A5 atau aspek FGD (Focus Group Discussio. Hasil rasional dan realistis dengan jumlah pretest diukur berdasarkan lima aspek skor sebesar 197. kepercayaan diri yang terdiri dari aspek keyakinan akan kemampuan Intervensi Intervensi yang diberikan berupa diri, optimis, obyektif, bertanggung FGD (Focus Group Discussio. yang jawab, rasional dan realistis. Hasil terdiri dari empat kali pertemuan yang pretest partisipan dapat dilihat pada diberikan selama empat hari dalam satu tabel berikut ini: minggu yaitu pada tanggal 13 Juni 2022 sampai 16 juni 2022. Setiap Tabel 1. 8 Hasil Pretest Nam Subj ZAR SAR FAP RSY tinggi dari aspek yang lain yakni pertemuan berdurasi antara 60 Ae 90 Pretest Pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian terdiri dari fasilitator, cofasilitator dan observer. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang kelompok eksperimen, tetapi terdapat 1 orang yang tidak mengikuti Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. serangkaian kegiatan dengan penuh Tes akhir . dilakukan sehingga dianggap gugur, dikarenakan dengan tujuan untuk mengetahui partisipan tidak bisa dihubungi. Jumlah kemampuan akhir partisipan sesudah diberikannya FGD. Hasil posttest dalam penelitian adalah 9 orang kelompok eksperimen. kepercayaan diri yang terdiri dari Partisipan aspek keyakinan akan kemampuan intervensi berupa FGD (Focus Group diri, optimis, obyektif, bertanggung Discussio. jawab, rasional dan realistis. Hasil Pertemuan breaking, self disclosure, pengantar FGD (Focus posttest partisipan dapat dilihat pada tabel berikut ini: Group Discussio. , pretest dan penutup. Pada pertemuan kedua hingga pertemuan Tabel 2. 3 Hasil Posttest (Focus Group Discussio. dan refleksi, serta pada pertemuan keempat terdapat tambahan post test. Setiap pertemuan FGD (Focus Group Discussio. yang FGD diberikan memiliki tema cerita yang berbeda-beda. partisipan oleh observer. Penilaian dijelaskan dalam gambaran setiap Posttest Setiap Nam Subj FAP Total Keterangan Rata-rata Posttest Keterangan: (Aspek Keyakina. A2 (Aspek Optimi. A3 (Aspek Obyekti. A4 (Aspek Bertanggung Jawa. A5 (Rasional dan Realisti. Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. Berdasarkan hasil posttest diatas dapat dilihat bahwa pada aspek peningkatan yang cukup signifikan dari aspek yang lainnya dan aspek bertanggung jawab memiliki skor Keterangan: (Aspek Keyakina. A2 (Aspek Optimi. A3 (Aspek Obyekti. A4 (Aspek Bertanggung Jawa. A5 (Rasional dan Realisti. yang cukup tinggi yakni dengan skor Berdasarkan hasil perbandingan Sedangkan aspek dengan skor antara pretest dan posttest dapat terendah berada di aspek rasional dan dilihat bahwa seluruh partisipan pada realistis yakni dengan skor 211. Hasil masing-masing perbandingan antara skor pretest dan peningkatan yang cukup signifikan. posttest dapat dilihat pada tabel Hasil diatas dapat dilihat pula bahwa berikut ini: Tabel 2. 4 Hasil Perbandingan Pre-Post Pretest Posttest A A A A A A A A A A 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Selisih Keterangan memiliki skor selisih yang cukup tinggi dari aspek yang lainnya yakni dengan skor selisih sebesar 31 dan aspek obyektif memiliki skor selisih terendah yakni dengan skor selisih 7. Berikut ialah grafik perbandingan dari hasil skor pretest dan posttest: Gambar 3. Hasil Perbandingan Pretest dan Posttest Hasil Perbandingan Pretest Posttest Pretest Posttest Berdasarkan grafik diatas skor pretest dan Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. kepercayaan diri yang terdiri dari aspek posttest sebesar 316, rasional dan realistis keyakinan akan kemampuan diri (A. (A. pada skor pretest sebesar 197 pada skor pretest sebesar 226 meningkat meningkat pada skor posttest sebesar 211. pada skor posttest sebesar 235, optimis Dapat dilihat pula bahwa seluruh aspek (A. pada skor pretest sebesar 205 meningkat pada skor posttest sebesar 220, perbandingan skor pretest dan posttest, obyektif (A. pada skor pretest sebesar namun pada aspek A4 atau pada aspek 268 meningkat pada skor posttest sebesar 275, bertanggung jawab (A. pada skor peningkatan yang cukup signifikan dari pretest sebesar 285 meningkat pada skor aspek yang lainnya. Pembahasan bertanggung jawab. Remaja sudah bisa Pretest . es awa. dilakukan dengan tujuan berkerja sama dan bertingkah laku secara sosial dan bertanggung jawab atas apa kepercayaan diri pada remaja yang berada yang dilakukan dengan tidak melanggar pada rentang usia 12-15 tahun sebelum aturan yang berlaku di masyarakat. Group Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa Discussio. Hasil pretest dilakukan untuk remaja di MTs Negeri 1 Pontianak sudah mengukur tinggi rendahnya skor dari 5 memiliki rasa tanggung jawab yang cukup aspek yaitu keyakinan, optimis, obyektif. Hal ini terlihat ketika intervensi bertanggung jawab, rasional dan realistis. berlangsung, remaja di MTs Negeri 1 Setelah Pontianak sudah dapat bekerja sama FGD (Focus didapatkan hasil pretest tertinggi dari 5 bertanggung jawab dengan skor 285 dan diberikan misalnya dalam menemukan terendah pada aspek rasional dan realistis solusi dengan permasalahan body image, dengan skor 197. Menurut Hurlock dan Elizabeth rasional dan realistis pada remaja di MTs perkembangan pada remaja awal ialah Negeri 1 Pontianak masih dalam tahap salah satunya mengenai harapan dalam berproses dikarenakan pada tahap berpikir . Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. berkembang pada masa remaja akhir. Mereka beranggapan Menurut Hurlock dan Elizabeth . bahwa apapun yang diinginkannya masa remaja akhir ialah di usia 16-18 Semakin Menurut Abu dan Munawar emosional yang dihadapi. Pada saat . tanggung jawab merupakan orang lain di sekitar tidak mendukung perbedaan antara benar dan yang salah, yang boleh dan yang di larang, yang meningkat emosi remaja. dianjurkan dan yang di cegah, yang Selain itu hasil skor pretest yang baik dan yang buruk, dan sadar bahwa cukup tinggi juga terdapat pada aspek harus menjauhi segala yang bersifat yang lain yakni pada aspek keyakinan negatif dan mencoba membina diri akan kemampuan diri sebesar 226, untuk selalu menggunakan hal-hal optimis dengan skor 205, dan obyektif yang positif. Hal ini juga disampaikan dengan skor 268. Berdasarkan hasil oleh Dimyati dan Mudjiono . tersebut dapat dikatakan bahwa remaja bahwa, tanggung jawab adalah sikap di MTs Negeri 1 memiliki keyakinan yang berkaitan dengan janji atau akan kemampuan diri, optimis dan obyektif yang tinggi. Lauster . kewajiban sesuai dengan aturan, nilai, norma, adat-istiadat yang dianut warga pengalaman hidup. Kepercayaan diri Sedangkan kepribadian yang berupa keyakinan sehingga tidak terpengaruh oleh orang Elizabeth Hurlock satunya mengenai masalah remaja pada Hurlock dan Elizabeth . dalam empat perubahan yang terjadi seperti kehendak, gembira, optimis, cukup salah satunya yaitu masa remaja toleran dan bertanggung jawab serta sebagai masa yang tidak realistis. Lauster . menanbahkan karena remaja akan melihat diri sendiri bahwa kepercayaan diri berhubungan dengan kemampuan dalam melakukan sesuatu yang baik. Menurut Ghufron & memiliki selisih skor pre-post yang Rini . menyatakan optimis adalah cukup tinggi suatu pandangan secara menyeluruh, perbandingan 31 sedangkan pada aspek melihat hal yang baik, berpikir positif rasional dan realistis memiliki skor dan mudah memberikan makna bagi perbandingan paling rendah dengan Individu yang optimis mampu skor 7 dibanding dengan aspek yang menghasilkan sesuatu yang lebih baik Uraian diatas menjelaskan dari yang telah lalu, tidak takut pada bahwa remaja di MTs Negeri 1 kegagalan, dan berusaha untuk tetap Pontianak masih memiliki tanggung bangkit mencoba lagi bila kembali jawab yang cukup tinggi berdasarkan pretest posttest dengan skor yaitu 31. Berdasarkan hasil posttest yang dengan skor Walaupun demikian remaja di MTs didapat pada seluruh aspek yang berada Negeri kemampuan obyektif terbilang masih mengalami peningkatan yaitu pada kurang maksimal atau masih ditaraf aspek keyakinan akan kemampuan diri rendah dengan selisih perbandingan (A. , optimis (A. , obyektif (A. , bertanggung jawab (A. , rasional dan Hasil Pontianak realistis (A. , namun ada salah satu menunjukkan bahwa fgd terhadap aspek yang memiliki skor lebih tinggi peningkatan kepercayaan diri pada yakni dengan skor 316 yaitu pada aspek remaja di MTs Negeri 1 Pontianak bertanggung jawab sedangkan skor memiliki keefektivan atau effect size terendah terdapat pada aspek rasional sebesar 4,69%. Menurut Becker . dan realistis dengan skor 211. Namun effect size merupakan indikator yang pada aspek yang lain juga mengalami mengukur besarnya efek dari suatu peningkatan pada hasil posttest yakni Perhitungan effect size ini kemampuan diri dengan skor 235, keefektivan suatu perlakuan yang optimis 220, obyektif 275. Berdasarkan menjadi salah satu kriteria acuan untuk Group Discussio. posttest, aspek bertanggung jawab FGD (Focus Jurnal Psikologi MANDALA 2025. Vol. No. 2, 57-70 ISSN: 2580-4065 (Ceta. ISSN: 2745-5890 (Elektroni. membuktikan bahwa ada pengaruh kepercayaan diri pada remaja di MTs FGD Negeri 1 Pontianak. kepercayaan diri pada remaja di MTs Negeri 1. Simpulan dan Saran Kesimpulan Efektivitas focus group discussion (FGD) Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian dapat disimpulkan pada remaja di MTs Negeri 1 Pontianak ialah sebesar 4,69%. Kepercayaan diri pada remaja sebelum dan sesudah diberikannya Peneliti selanjutnya Bagi menunjukkan rata-rata skor pretest diharapkan dapat mengembangkan dan posttest yang meningkat. Berdasarkan hasil pretest pada menggunakan intervensi yang lain aspek bertanggung jawab memiliki pada kasus yang sama. Subjek penelitian dengan skor 285 dan skor posttest Bagi subjek penelitian diharapkan Sedangkan FGD (Focus pretest terendah terdapat pada Group Discussio. dapat menjadi aspek rasional dan realistis yakni alternatif dalam membantu ketika dengan skor 197 dan skor posttest menyelesaikan masalah Hasil dari uji wilcoxon didapatkan bahwa kepercayaan diri berada pada taraf signifikansi sebesar 0,008, karena skor 0,008 . <0,. dapat disimpulkan bahwa ada kepercayaan diri sebelum dan sesudah diberikan FGD. Hal ini Saran FGD skor yang cukup tinggi yakni Bagi sekolah Bagi sekolah diharapkan dengan adanya FGD (Focus Group Discussio. dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa digunakan dalam membantu siswa ketika menyelesaikan Daftar Pustaka Abu. Munawar. Psikologi Jakarta : PT. Rineka Cipta Angelis. Percaya diri : Sumber Sukses Dan Kemandirian. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Azwar. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Becker. Kleinsmith and J. Hardin. The World of the Cell. Ed 4. The Benjamin Publishing Company. Dimyati dan Mudjiono. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta Edi Indrizal. Diskusi Kelompok Terarah. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 16 . , 75-82. Enny Fitriani dan Azhar. Layanan Informasi Berbasis Focus Group Discussion (FGD) Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa. Jurnal Magister Psikologi UMA, 11 . Fitrah. M dan Luthfiyah. Metode Penelitian. Penelitian Kualitatif. Tindakan Kelas & Studi Kasus. Jawa Barat. Tersedia https://w. id/books/ Freda. AB. Masalah-Masalah Yang Dihadapi Remaja Dalam Berbagai Aspek Kehidupan. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Gerritsen. Focus Group Discussions-a step-by-step guide. University of Limpopo & VLIR project South Africa. Ghufron & Risnawata S. TeoriTeori Psikologi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Herdiansyah. Haris. Wawancara. Observasi Dan Focus Group Sebagai Instrumen Penggalian Data Kualitatif. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta. Hurlock. Elizabeth B. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Gramedia. Hurlock. Elizabeth B. AuPsikologi Perkembangan Suatu pendekatan rentangkehidupanAy. Edisi kelima. Erlangga Irwanto. Implementasi Kolaborasi Orang Tua dan Guru DalamPelaksanaan Pembelajaran Daring Pada PAUD. JIEES: Journal of IslamicEducation Elementary School, 1. , 17Ae24. Kasyifatul Mardiyah, dan Denok Setiawati. Penerapan Konseling Kelompok. Cognitive Behaviour Modification (CBM) Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Dalam Belajar Siswa Kelas X-APH (Akomodasi Perhotela. Di SMK Gema 45 Surabaya. Jurnal Bimbingan Konseling. Vol. No. 9, 2. Laurike Moeliono. Focus Group Discussion.