Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 204 PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN AuSUPORTIFAy TERHADAP KEPUASAN KERJA MELALUI MOTIVASI KERJA DAN KINERJA GURU SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Guru TK se-kecamatan Slawi Kabupaten Tega. Sri Rahayu1. Ary Kusmanto2 STIE Putera Bangsa Tegal Jawa Tengah email1: rahayukhusnanesya@gmail. email2: aryhunt5@gmail. ABSTRACT Leadership can be said to be a leader's way of directing, encouraging and managing all elements within an organization to realize a goal to be achieved, thereby producing maximum employee performance. achieve this goal, efforts must be made to find out how a leader can encourage employee morale, so that the goals and objectives planned together can achieve the target. Apart from that, leaders can provide promotions for employees who excel in order to create employee job satisfaction. This research is related to the decreasing awareness of employees in terms of discipline, employee performance and decreasing work results which is possible as a result of a supportive leadership style, but as time goes by, this leadership style makes employees more relaxed, more free to do things outside the main work context. , thus causing problems to arise such as late work deadlines. This research was conducted on kindergarten teachers in Slawi sub-district. Tegal district with a total of 100 respondents using a questionnaire on the Googleform The research method used is quantitative with the SmartPLS 3. 0 data analysis tool. The results obtained are based on the data analysis and discussion described, this research concludes that the results of this research show that the "supportive" leadership style has a strong positive correlation with job satisfaction, in addition the "supportive" leadership style has a positive correlation with motivation. Job satisfaction increases through a good "supportive" leadership style, balanced with positive work motivation and teacher performance. Keywords: Leadership style. Motivation. Performance. Job Satisfaction ABSTRAK Kepemimpinan dapat dikatakan sebagai cara dari seorang pemimpin, dalam mengarahkan, mendorong, dan mengatur semua unsur-unsur didalam suatu organisasi untuk mewujudkan suatu tujuan yang akan dicapai, sehingga menghasilkan kinerja pegawai yang maksimal. Untuk meraih tujuan tersebut harus diupayakan bagaimana cara seorang pemimpin dapat memberikan dorongan semangat kerja kepada karyawan, agar sasaran maupun tujuan yang di rencanakan secara bersama dapat mencapai target. Selain itu, pemimpin dapat memberikan promosi jabatan bagi karyawan yang berprestasi agar, terciptanya kepuasan kerja Penelitian ini berkaitan dengan semakin berkurangnya kesadaran karyawan dari segi kedisiplinan, kinerja karyawan hingga hasil kerja yang menurun yang dimungkinkan akibat dari gaya kepemimpinan suportif, namun seiring berjalannya waktu, dengan gaya kepemimpinan ini membuat karyawan lebih santai, lebih leluasa untuk melakukan hal diluar konteks pekerjaan utama, hingga menyebabkan sebuah permasalahan-permasalahan muncul seperti deadline pekerjaan yang terlambat. Penelitian ini dilakukan pada guru TK sekecamatan slawi kabupaten tegal dengan jumlah responden 100 orang dengan menggunakan kuisioner pada aplikasi googleform. Metode penelitian yang dipakai adalah kuantitatif dengan alat analisis data SmartPLS 3. Hasil yang diperoleh adalah Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang dijabarkan, maka pada penelitian ini diperoleh kesimpulan yaitu hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan AusuportifAy mempunyai tingkat korelasi positif yang kuat terhadap kepuasan kerja, selain itu gaya kepemimpinan AusuportifAy memiliki korelasi positif dengan motivasi. Kepuasan kerja meningkat melalui gaya kepemimpinan AusuportifAy yang baik, diimbangi dengan motivasi kerja dan kinerja guru yang positif. Kata kunci: Gaya kepemimpinan. Motivasi. Kinerja. Kepuasan Kerja Pendahuluan (Wahjosumidjo. Pemimpin adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, bawahan dan Gaya kepemimpinan juga muncul ISSN: 2337778X bukan hanya pada tingkat pemerintahan pusat maupun daerah, namun pada bidangbidang lain seperti halnya bidang ekonomi yaitu perusahaan, perbankan, dll. Gaya kepemimpinan memiliki pengaruh besar E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 205 terhadap lingkungan kerja dan kondisi kehidupan kerja disekitarnya. Organisasi merupakan satu koloni ataupun kumpulan orang-orang yang memiliki tujuan dan target yang sama. Organisasi memiliki hirarki antara pimpinan dan bawahan yang pada dasarnya pimpinan tersebut masingmasing memiliki konsep-konsep dan gaya memimpin yang berbeda-beda. Menurut (Sudarsono 2. mengungkapkan bahwa sumberdaya manusia adalah tenaga yang berpotensi dan tidak dapat dipisahkan dari organisasi/unit kerja. Munculnya didasari karakter individu pemimpin tersebut, dimana gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan sikap perilaku seseorang yang dapat digunakan untuk mempengaruhi orang lain baik secara sistem kerja, kinerja, maupun beban kerja. Pengaruh tersebut sangatlah penting bagi kemajuan suatu organisasi maupun perusahaan, karena keberadaan pimpinan dibutuhkan untuk membawa organisasi atau perusahaan tersebut mencapai tujuan atau target yang diharapkan (Rivai 2013. Bermacam-macam gaya kepemimpinan dapat digunakan oleh seorang pemimpin untuk mempengaruhi dan memotivasi bawahannya, sehingga dapat meningkatkan kinerja bawahannya dalam melakukan Kepemimpinan sebagai cara dari seorang pemimpin, dalam mengarahkan, mendorong, dan mengatur unsur-unsur organisasi untuk mewujudkan suatu tujuan yang akan dicapai, sehingga menghasilkan kinerja pegawai yang maksimal. Untuk meraih tujuan tersebut harus diupayakan bagaimana cara seorang pemimpin dapat memberikan dorongan semangat kerja kepada karyawan, agar sasaran maupun tujuan yang di rencanakan secara bersama dapat mencapai target. Selain itu, pemimpin dapat memberikan promosi jabatan bagi karyawan yang berprestasi agar, terciptanya kepuasan kerja karyawan. Dengan memberikan kompensasi, karyawan akan memiliki kepuasan kerja maupun semangat kerja yang tinggi untuk ISSN: 2337778X mencapai suatu target. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional karyawan di mana terjadi atau pun tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa kerja karyawan dari perusahaan/organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang memang diinginkan oleh karyawan yang bersangkutan. Kepuasan kerja karyawan merupakan seperangkat perasaan pegawai tentang menyenangkan atau tidak menyenangkan pekerjaan mereka (Davis. GF dan Cobb Robbins (Setiawan 2. menjelaskan bahwa kepuasan kerja adalah penilaian atau cerminan dari perasaan pekerja terhadap kerjaannya dan akan tampak dalam sikap positif pekerja atas segala sesuatu yang dihadapi Riset yang pernah dilakukan (Efendi Riyanto 2. adanya pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dimana semakin efektif gaya kepemimpinan dalam arti semakin banyak perhatian pimpinan kepada bawahan akan semakin tinggi kinerja karyawan. Sejalan dengan riset tersebut, (Indrawati D. Ayu 2. adanya perhatian yang baik terhadap kepuasan karyawan yang mampu meningkatkan kinerja, dengan merujuk pada pelaksanaan sistem kompensasi dan karir yang baik, lingkungan kerja yang kondusif, adanya hubungan yang baik antara rekan sekerja dan atasan akan memicu kepuasan kerja karyawan sehingga kemampuan teknis dan interpersonalnya meningkat, sehingga hal itu menandakan adanya peningkatan Fenomena alasan pengambilan tema penelitian ini berkaitan dengan semakin berkurangnya kesadaran karyawan dari segi kedisiplinan, kinerja karyawan hingga kepemimpinan suportif dimana menurut (Robbins. Stephen 2. kepemimpinan suportif, yaitu kepemimpinan yang selalu bersedia menjelaskan segala permasalahan pada bawahan, mudah didekati dan memuaskan hati para karyawan. (Winardi 2. kepemimpinan suportif adalah E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 206 pemimpin yang menciptakan suatu mempertebal keinginan pada setiap pengikut untuk melaksanakan pekerjaan sebaik mungkin, bekerjasama dengan pihak lain, serta mengembangkan skillnya dan keinginannya sendiri. Namun seiring karyawan lebih santai, lebih leluasa untuk melakukan hal diluar konteks pekerjaan utama, hingga menyebabkan sebuah permasalahan-permasalahan seperti deadline pekerjaan yang terlambat. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah . bagaimana pengaruh gaya AusuportifAy motivasi kerja. bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan AusuportifAy terhadap kinerja guru. bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja. bagaimana pengaruh kinerja guru terhadap kepuasan kerja. bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan AusuportifAy terhadap kepuasan kerja . bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan AusuportifAy terhadap kepuasan kerja dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan AusuportifAy terhadap kepuasan kerja dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Berdasarkan hipotesis penelitian adalah: . diduga terdapat pengaruh gaya kepemimpinan AusuportifAy terhadap motivasi kerja. kepemimpinan AusuportifAy terhadap kinerja . diduga terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja. diduga terdapat pengaruh kinerja guru terhadap kepuasan kerja. diduga terdapat pengaruh gaya kepemimpinan AusuportifAy terhadap kepuasan kerja . AusuportifAy kepuasan kerja dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. diduga terdapat pengaruh gaya kepemimpinan AusuportifAy terhadap kepuasan kerja dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. ISSN: 2337778X Tinjauan Pustaka Gaya Kepemimpinan Menurut (Timpe kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin yang merupakan salah satu motivasi yang diberikan oleh pemimpin kepada karyawan. Gaya kepemimpinan akan menentukan aktivitas para karyawan dan apabila gaya kepemimpinan tersebut berhasil diterapkan dengan baik maka merupakan motivator bagi karyawan untuk dapat bekerja lebih baik sehingga dapat menimbulkan semangat dan kegairahan kerja. Pada akhirnya karyawan dapat bekerja dengan baik dan tenang sehingga produktivitas kerja dapat ditingkatkan dan dilihat melalui hasil kinerja yang diberikan karyawan. Gaya kepemimpinan yang tepat akan membuat karyawan semakin termotivasi dan meningkatkan kinerjanya. Proses menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku, pengikut untuk mencapai tujuan, kelompok dan budayanya. Selain itu juga peristiwa-peristiwa para pengikutnya, pengorganisasian dan aktivitas-aktivitas untuk mencapai sasaran, memelihara kelompok, perolehan dukungan dan orang-orang kelompok, atau organisasi (Rivai 2013. Kepemimpinan merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju dengan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana tugas itu dilakukan secara efektif, serta proses untuk memfasilitasi upaya individu dan kolektif Kepemimpinan sebagai kekuatan untuk menggerakkan dan mempengaruhi orang. Kepemimpinan juga dikatakan sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas-aktivitas yang ada hubunganya dengan pekerjaan para anggota kelompoknya (Yukl 2. Gaya kepemimpinan merupakan pola tindakan pemimpin secara keseluruhan Gaya E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 207 mewakili filsafat, keterampilan, dan sikap Gaya kepemimpinan tersebut berbeda-beda atas dasar motivasi, kuasa atau orientasi terhadap tugas dan orang. Meskipun gaya itu secara berbeda-beda terhadap berbagai pegawai, masing-masing gaya dibahas secara terpisah untuk menyoroti perbedaannya (Davis 1. (Thoha 2. menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan seseorang pada mempengaruhi perilaku orang lain. (Nawawi 2. gaya kepemimpinan merupakan perilaku atau cara yang dipilih mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku para anggota organisasi atau (Robbins. Stephen kepemimpinan yang dibedakan sebagai Kepemimpinan Direktif Pemimpin berwenang penuh dan memikul tanggung jawab sepenuhnya. Pemimpin yang mempunyai gaya seperti ini pada umumnya sering memberikan perintah atau tugas khusus pada keputusankeputusan penting dan banyak terlibat dalam pelaksanaanya. Semua kegiatan terpusat pada pemimpin. Pada dasarnya gaya direktif adalah gaya otoriter. Kepemimpinan Suportif Menurut (Robbins. Stephen 2. kepemimpinan kepemimpinan yang selalu bersedia menjelaskan segala permasalahan pada bawahan, mudah didekati dan memuaskan hati para karyawan. (Winardi 2. kepemimpinan suportif adalah pemimpin yang menciptakan suatu lingkungan kerja yang membantu mempertebal keinginan pada setiap pengikut untuk melaksanakan pekerjaan sebaik mungkin, bekerjasama dengan pihak lain, serta mengembangkan skillnya dan keinginannya sendiri. Kepemimpinan suportif juga dikenal dengan istilah perilaku penyokong atau perhatian, dalam gaya ini pemimpin bersedia menjelaskan segala permasalahan ISSN: 2337778X pada bawahan, mudah didekati dan memuaskan kinerja para karyawan. dengan cara membimbing pengikut atau sebaik-baiknya, menciptakan suatu lingkungan kerja yang membantu keinginan pada setiap pengikut untuk melaksanakan pekerjaan sebaik mungkin, bekerjasama dengan pihak lain, serta mengembangkan skillnya dan keinginannya sendiri. Kepemimpinan Partisipatif Menurut (Robbins. Stephen 2. kepemimpinan partisipatif adalah gaya kepemimpinan yang meminta dan menggunakan saran-saran bawahan dalam rangka mengambil keputusan. (Nawawi 2. gaya kepemimpinan ini ditujukan dengan memberikan kesempatan pada anggota organisasi atau bawahan ikut serta dalam menetapkan tujuan, membuat keputusan dan mendiskripsikan perintah. Kepemimpinan Orientasi Prestasi Menurut (Robbins. Stephen 2. kepemimpinan orientasi prestasi, yaitu kepemimpinan yang mengajukan tantangan yang menarik bagi bawahan dan merangsang untuk mencapai tujuan, serta melaksanakan dengan baik. Makin tinggi orientasi pemimpin akan prestasi, maka makin banyak bawahan yang percaya akan menghasilkan pelaksanaan kerja yang efektif. Menurut (Lisa 2. indikator Gaya Kepemimpinan Kemampuan Mengambil Kemampuan Memotivasi Kemampuan Komunikasi Kemampuan Mengendalikan Bawahan Tanggung Jawab Seorang Kemampuan Mengendalikan Emosional Motivasi Kerja Motivasi merupakan hasrat yang melatarbelakangi seorang individu ingin mencapai suatu tujuan tertentu. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat, sehingga motif tersebut merupakan driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah laku dan didalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu (AsAoad 1. E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 208 Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seorang individu yang merangsang untuk melakukan tindakan (Winardi 2. Istilah motivasi berasal dari kata Latin AumovereAy yang berarti dorongan atau Motivasi mempersoalkan bagaimana cara mengarahkan daya dan potensi agar bekerja mencapai tujuan yang ditentukan (Hasibuan. Malayu 2. (Purwanto 2. motivasi mengacu kepada suatu proses mempengaruhi pilihan-pilihan bermacam-macam bentuk kegiatan yang dikehendaki. Motivasi adalah keinginan dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak. Orang biasanya bertindak karena suatu alasan untuk mencapai tujuan. Jadi motivasi adalah sebuah dorongan yang diatur oleh sebuah tujuan dan jarang muncul dalam Kata kata kebutuhan, keinginan, hasrat, dan dorongan, semuanya serupa dengan motif yang merupakan asal dari kata motivasi (Mathis 2. Tujuan Motivasi Menurut (Hasibuan. Malayu 2. mengungkapkan bahwa tujuan motivasi . Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan. Meningkatkan produktivitas kerja . Mempertahankan kestabilan karyawan . Meningkatkan kedisiplinan absensi . Mengefektifkan pengadaan karyawan. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik. Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan. Meningkatkan tingkat kesejahteraan . Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku. Faktor yang mempengaruhi Motivasi Motivasi psikologi dalam diri seseorang dan sangat ISSN: 2337778X dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara umum, faktor ini dapat muncul dari dalam diri . maupun dari luar diri . Sedangkan menurut (Prof. Dr. Sondang P. Siagian 2. motivasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Yang termasuk faktor internal adalah: Persepsi seseorang mengenai diri . Harga diri . Harapan pribadi . Kebutuhan . Keinginan . Kepuasan kerja . Prestasi kerja yang dihasilkan Sedangkan antara lain: Jenis dan sifat pekerjaan . Kelompok kerja dimana seseorang . Organisasi tempat orang bekerja . Situasi lingkungan kerja . Gaji Indikator Motivasi Kerja (Hamzah Uno. mengemukakan bahwa sebagai indikator motivasi adalah : Tanggung jawab dalam melakukan Tanggung jawab merupakan suatu sikap yang timbul untuk siap dan menerima suatu kewajiban atau tugas yang diberikan. Prestasi yang dicapai Pencapaian prestasi yaitu kemampuan untuk mencapai hasil yang baik secara kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan oleh suatu Karyawan . Pengembangan diri Pengembangan merupakan suatu mengembangkan sesuatu yang sudah ada dalam rangka meningkatkan kualitas agar lebih maju. Kemandirian dalam bertindak Perilaku yang muncul didalam diri untuk bertindak tanpa menyusahkan orang lain. E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 209 Kinerja Kinerja adalah hasil seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama (Veithzal Rivai. Kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikatorindikator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam waktu tertentu (Wirawan. (Mangkunegara 2. kinerja atau prestasi kerja adalah Hasil kerja secara kualitas dan kualitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Simanjuntak. Kinerja individu adalah tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau tugas yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu Faktor yang mempengaruhi kinerja (Mangkunegara 2. menyatakan bahwa ukuran yang perlu diperhatikan dalam penilaian kinerja antara lain: Kualitas kerja, yaitu kerapian, ketelitian, dan keterkaitan hasil kerja dengan tidak mengabaikan volume Dengan adanya kualitas kerja yang baik dapat menghindari tingkat kesalahan dalam penyeleseian suatu pekerjaan serta produktivitas bermanfaat bagi kemajuan perusahaan. Kuantitas Kerja, yaitu volume kerja yang dihasilkan dibawah kondisi Kuantitas kerja menunjukkan banyaknya jenis pekerjaan yang dilakukan dalam satu waktu sehingga terlaksana sesuai dengan tujuan . Tangung jawab, yaitu menunjukkan seberapa besar karyawan dapat kerjanya, sarana dan prasarana yang dipergunakan serta perilaku kerjanya. Inisiatif, yaitu menunjukkan seberapa besar kemampuan karyawan untuk menganalisis, menilai, menciptakan dan membuat keputusan terhadap ISSN: 2337778X . Kerja sama, yaitu merupakan berpartisipasi dan bekerja sama dengan karyawan lain secara vertical atau horizontal didalam maupun diluar pekerjaan sehingga hasil pekerjaan semakin baik. Ketaatan, yaitu merupakan kesediaan karyawan dalam mematuhi peraturanperaturan pekerjaannya sesuai dengan instruksi yang diberikan kepada karyawan. Indikator Kinerja (Lazer & Wikstrom 1. komponen indikator kinerja karyawan meliputi : Kemampuan teknis : A Ilmu pengetahuan yang dimiliki A Kemampuan A Teknik kerja yang di gunakan A Peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan tugas. A Pengalaman yang pernah dialami karyawan dengan pekerjaan yang A Pelatihan . Kemampuan konseptual A Kemampuan untuk memahami kompleksitas perusahaan. A Penyesuaian bidang gerak dari unit masing-masing ke dalam bidang operasional perusahaan secara menyeluruh. A Tanggung jawab sebagai seorang . Kemampuan hubungan interpersonal A kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain. A memotivasi karyawan. A melakukan negosiasi. A Pekerjaan Menurut (Prof. Dr. Wibowo S. indikator kinerja karyawan Tujuan Standar E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 210 Umpan Balik Alat dan Sarana Kompetensi Motif Peluang Kepuasan Kerja Kepuasan kerja didefinisikan sebagai sikap umum individu terhadap pekerjaannya (Robbins. Stephen 2. Menurut (Martoyo 2. Karyawan dapat menilai seberapa puas atau tidak puas dirinya dengan Kepuasan kerja juga dapat digambarkan sebagai keadaan emosional karyawan yang terjadi maupun tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa kerja karyawan dan perusahaan atau organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang memang (Yukl 2. kepuasan kerja adalah Authe way an employee feels about his her jobAy. Ini berarti kepuasan kerja sebagai Auperasaan seseorang terhadap pekerjaanAy, yang nampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang Kepuasan kerja merupakan penilaian dari pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaannya (Gibson 1. kepuasan kerja merupakan perasaan menyenangkan yang dikembangkan para karyawan sepanjang waktu mengenai segi pekerjaan, sikap itu berasal dari persepsi karyawan tentang pekerjaannya yang berpangkal dari berbagai aspek seperti upah, kesempatan promosi, dan rekan kerja. (Handoko 2. Kepuasan kerja juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan emosional karyawan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan yang mana para karyawan memandang dari sudut pandang pekerjaan mereka. Faktor yang mempengaruhi kepuasan (Hasibuan. Malayu 2. menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu : Balas jasa yang adil dan layak . Penempatan yang tepat sesuai . Berat ringannya pekerjaan . Suasana dan lingkungan pekerjaan ISSN: 2337778X . Peralatan yang menjang pelaksanaan . Sikap . Sifat pekerjaan monoton atau tidak. Kepuasan kerja karyawan banyak mempengaruhi sikap pimpinan dalam Dimensi kepuasan kerja (Lee. Kim. Jones 2. mengemukakan bahwa dimensi kepuasan kerja meliputi : Gaji Kondisi Pekerjaan Promosi Supervisi Rekan Kerja Model Penelitian Model penelitian ini adalah sebagai Motivasi Kerja Gaya Kepemim Kepuasan Kerja Kinerja Guru Gambar 1 Model Penelitian Metode Penelitian Metode penelitian meliputi waktu, lokasi, teknik pengumpulan data, teknik sampling, definisi operasional variabel dan teknik analisis data. Sub bagian dapat diberikan penomoran bertingkat bila Lokasi Penelitian berada di kecamatan Slawi Kabupaten Tegal, penelitian dilakukan dalam jangka waktu 2 bulan yakni mei dan juni 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan eknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik probability sampling dimana teknik ini memberikan peluang yang sama bagi semua anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru TK sekecamatan Slawi Kabupaten Tegal E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 211 X1. X1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. dan sampel yang didapatkan sebagai responden sebanyak 100 orang guru TK. Teknik pengolahan data menggunakan aplikasi SmartPLS 3. Hasil dan Pembahasan Pada tahap pengumpulan kuisioner dengan sasaran responden adalah guru TK sekecamatan Slawi Kabupaten Tegal sebanyak 100 orang guru TK. Berikut ini adalah data rekapitulasi pengambilan jumlah sampel yang didapatkan dari hasil kuisioner sebagai berikut: Tabel 1 Rekapitulasi Pengambilan Jumlah Sampel Target No. Kuisioner Jumlah Responden Pengisian kuisioner dengan Dari tabel diatas dapat disimpulkan terpenuhi yaitu sejumlah 100 orang guru TK Sekecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Hasil Pada analisis yang menggunakan aplikasi SmartPLS ada 2 cara yaitu Outer Model Inner Model Dimana 2 cara pengukuran tersebut harus dilakukan secara berurutan/ EVALUASI MODEL PENGUKURAN (Outer Mode. Memiliki 2 pengujian yaitu Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. UJI VALIDITAS Uji validitas ilakukan dengan 2 cara yaitu uji convergent validity dan diskriminant validity. Convergent Validity Analisis Outer Loading Nilai keeratan hubungan antar variable dengan indikatornya dengan nilai standar idealnya sebesar 0,7. No. X1. X1. X1. X1. X1. Gaya Kepemim ISSN: 2337778X Kepuasan Kerja Kinerja Guru Motivasi Kerja Berdasarkan tabel nilai loading factor (Analisis Outer Loadin. dari variabel penelitian diperoleh kesimpulan bahwa nilai loading factor besarnya diatas 0. 7 dan nilainya dinyatakan valid. Pengukuran Nilai AVE (Rata-rata Varian Diekstra. Dalam pengukuran nilai AVE memiliki batas minimum validitasnya yaitu diatas 5 sehingga apabila nilainya diatas 0. maka kesimpulannya bahwa indikatorindikator tersebut merupakan alat ukur yang tepat untuk mengukur variabelnya. Tabel 2 Nilai AVE No. Variabel Penelitian Nilai AVE Gaya kepemimpinan Kepuasan Kerja Kinerja Guru Motivasi Kerja Berdasarkan tabel nilai AVE diperoleh kesimpulan bahwa nilai AVE besarnya 5 dan dinyatakan bahwa indicator variabel tersebut merupakan alat ukur yang Ket Valid Valid Valid Valid Valid Diskriminant Validity Berfungsi untuk menjelaskan bahwa alat ukur-alat ukut dan indikatorindikatornya variabel lainnya. Diskriminan validasi setiap indikatornya mempunyai keeratan E-ISSN : 2685-1504 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 212 hubungan yang seharusnya lebih erat ke variabelnya itu sendiri bukan ke variabel Jika indikator A . alam variabel X) sangat memperngaruhi variabel lain dan lebih besar pengaruhnya ke variabel lain selain X maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada kecenderungan indikator itu lebih kuat untuk mengukur variabel lain. Tabel 3 Kriteria Fornell Lacher Gaya Kepemimpi Gaya Kepemimpi Kepuasan Kerja Kinerja Guru Motivasi Kerja Kepuasan Kerja Kinerja Guru Motivasi Kerja Tabel 4 Cross Loadings X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Gaya Kepemimpinan Kepuasan Kerja Kinerja Guru Motivasi Kerja 0,656 0,798 0,846 0,924 0,903 0,900 0,871 0,846 0,750 0,917 0,643 0,666 0,664 0,773 0,828 0,768 0,818 0,752 0,712 0,874 0,844 0,669 0,819 0,771 0,835 0,776 0,831 0,787 0,820 0,835 0,810 0,881 0,846 0,680 0,910 0,917 0,889 0,939 0,919 0,891 0,840 0,695 0,834 0,812 0,854 0,829 0,854 0,655 0,777 0,750 0,884 0,838 0,862 0,907 0,917 0,850 0,956 0,840 0,718 0,803 0,809 0,893 ISSN: 2337778X 0,785 0,857 0,656 0,798 0,761 0,776 0,643 0,666 0,895 0,937 0,776 0,831 Berdasarkan tabel di atas dengan membandingkan nilai korelasi antar variable ternyata nilainya lebih besar maka dapat dinyatakan bahwa semua variable valid dan nilai Cross Loading sama dengan Nilai Outer Loading UJI RELIABILITAS Uji reliabilitas ini dapat diukur dengan CronbachAos Alfa Reliabilitas Komposit. Pada CronbachAos Alfa dan Reliabilitas Komposit nilai batas terendah adalah 0,7. Tabel 5 CronbachAos Alfa dan Reliabilitas Komposit Gaya Kepemimpinan Kepuasan Kerja Kinerja Guru Motivasi Kerja CronbachAos Alfa Reliabilitas Komposit Ket Reliable Reliable Reliable Reliable Dari data tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai CronbachAos Alfa dan Reliabilitas Komposit semua variabelnya berada diatas 0,7 dan reliable sehingga dapat dinyatakan bahwa konsistensi alat ukur tersebut sangat bagus. EVALUASI MODEL STRUKTUR (Inner Mode. Model struktural dievaluasi menggunakan R-square pada konstruk dependen dan uji signifikansi dari koefisien parameter jalur R-Square Tabel 6 Item Kepuasan kerja Kinerja Guru Gaya Kepemimpinan Square Adjusted Square Dari Tabel 5. 9 dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel produktivitas kerja memiliki E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 213 nilai R square sebesar 0,580 atau 58% yang artinya bahwa variabel produktivitas kerja dipengaruhi oleh variabel motivasi sebesar Q2 Predictive Relevance Q square mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan estimasi Q square > dari 0 . menunjukkan bahwa model mempunyai nilai predictive Q square < 0 . , maka menunjukkan bahwa model kurang memiliki predictive Tabel 7 Q-Square predictive relevance Variabel Gaya Kepemimpin Kepuasan Kerja Kinerja Guru Motivasi Kerja SSO SSE Q2 . SSE/SS 0,690 0,645 71,453 0,702 113,44 0,622 Berdasarkan tabel 5. 10 diatas bahwa nilai Q square besarnya di atas 0,340 artinya bahwa model cukup moderat bahkan ada yang nilainya di atas 0. 186 yang berarti model cukup kuat untuk memprediksi Uji Signifikansi (Bootstrapin. Uji Signifikan Bootstraping digunakan untuk mengukur apakah suatu konsep hipotesis diawal penelitian diterima atau ditolak dengan membandingkan T Statistik. T Tabel dan P Value. Jika semakin besar nilai T Statistiknya maka menunjukkan semakin dominan indikator-indikator tersebut dalam mengukur Dengan cara tersebut, maka estimasi pengukuran dan standar error tidak lagi dihitung dengan asumsi statistik, tetapi didasarkan pada observasi empiris. Dalam metode bootstraping pada penelitian ini, hipotesis diterima jika nilai signifikan t-values lebih besar atau diatas 0,05 . ,05 setara 1,. dan atau nilai p-values lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak begitu pula sebaliknya. ISSN: 2337778X Tabel 8 Hasil T Statistik Hip Item Gaya => Motivasi Gaya => Kinerja Guru Motivasi Kerja => Kepuasan Kerja Kinerja Guru => Kepuasan Kerja Gaya => kepuasan Original Sample (O) Sample Mean (M) Stand Deviat (STD EV) 0,868 0,862 0,056 0,000 0,851 0,847 0,056 0,000 0,400 0,402 0,115 3,465 0,001 0,571 0,571 0,117 4,900 0,000 0,083 0,834 0,048 17,481 0,000 Statistics (|O/STDE V|) Values Berdasarkan tabel 5. 19 maka dapat dinyatakan sebagai berikut Tabel 9 Hasil Uji Hipotesis Kode Hipotesis Gaya kepemimpinan AusuportifAy memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap motivasi kerja Gaya kepemimpinan AusuportifAy memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru Motivasi kerja memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja Kinerja guru memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja Gaya kepemimpinan AusuportifAy memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja Motivasi kerja memediasi hubungan antara gaya AusuportifAy dengan Ket Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 214 Kode Hipotesis Ket kepuasan kerja secara positif dan signifikan Kinerja guru memediasi hubungan antara gaya Diterima AusuportifAy dengan kepuasan kerja secara positif dan signifikan PEMBAHASAN Gaya kepemimpinan AusuportifAy memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap motivasi kerja Gaya kepemimpinan akan mempengaruhi motivasi pegawai dalam bekerja. Hal tersebut dikarenakan pegawai dalam bekerja tidak akan selalu berjalan lancar, suatu saat pegawai pasti akan mengalami satu kejenuhan dan permasalahan yang membuat semangat kerjanya menurun disini peran pimpinan sangat menentukan agar dapat memberi dorongan sehingga pegawai mampu kembali mempunyai karakteristik atau gaya yang sesuai dengan hati nuraninya tanpa ada manipulasi sehingga menciptakan hubungan individu dengan bawahan yang pada akhirnya meningkatkan motivasi kerja bawahannya. Gaya kepemimpinan AusuportifAy memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru Dalam rangka peningkatan kinerja pegawai hendaknya pimpinan memiliki konsep dan target yang pada dasarnya dibentuk agar menciptakan keselarasan hubungan dengan bawahan sehingga kinerja pegawai dapat (Mangkunegara menyatakan bahwa terdapat dua faktor yang kemampuan dan faktor motivasi. Faktor motivasi dalam diri pegawai terbentuk dari sikap pegawai itu sendiri dan situasi kerja pegawai . aktor luar dari diri pegawa. Situasi kerja yang dimaksud mencakup hubungan kerja, fasilitas kerja, iklim kerja. ISSN: 2337778X kebijakan pimpinan dan pola kepemimpinan Kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian sasaran. Kemampuan pegawai untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi tersebut merupakan pencerminan dari kinerja Gaya kepemimpinan AusuportifAy memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai perusahaan yang memiliki motivasi kerja yang baik akan menciptakan suatu kepuasan yang tinggi, membentuk sebuah keadaan yang ideal, baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. Keadaan ini dapat terjadi bila ada kesamaan antara harapan pegawai dan perusahaan dengan keadaan nyata saat ini, dimana di satu sisi perusahaan menemukan kondisi pegawai yang dapat bekerja dengan baik dan mencapai tujuan perusahaan, sedangkan pegawai menemukan kondisi bahwa segala harapan mereka berkaitan dengan karir, gaji telah diberikan oleh perusahaan. FaktorAefaktor motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi faktorfaktor motivasi yang diberikan maka akan semakin tinggi pula kepuasan kerja pegawai. Motivasi kerja memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kepuasan Kepuasan kerja memiliki nilai tinggi dan memuaskan apabila dilihat dari keinginan dan harapan sesuai dengan kenyataan dimana performance atau kinerja yang tinggi dalam melakukan suatu hal seperti tercapainya target yang sudah ditentukan, kepuasan kerja merupakan sikap yang positif dari tenaga kerja meliputi perasaan dan tingkah laku terhadap pekerjaannya melalui penilaian salah satu pekerjaan sebagai rasa menghargai dalam mencapai salah satu nilai-nilai penting pekerjaan (Afandi 2. E-ISSN : 2685-1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 215 Kinerja guru memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kepuasan Gaya kepemimpinan sangat mempengaruhi kepuasan kerja dari bawahan, menciptakan lingkungan kerja dan hubungan emosional yang tinggi, selain itu menciptakan pengakuan yang tulus dari bawahan bilamana seorang pimpinan dapat menjadi Audaya tampungAy dari beban pikiran bawahannya (Sutrisno 2. Kebijakan dan keputusan membebankan bawahan selain itu perilaku pimpinan yang dapat memberikan energi positif, sehingga menciptakan kepuasan kerja yang tinggi, dalam mencapai target yang ditentukan perusahaan Motivasi memediasi hubungan antara Gaya kepemimpinan AusuportifAy dengan kepuasan kerja secara positif dan Pemimpin hendaknya memiliki sebuah konsep dalam memimpin, memotivasi, mengarahkan, membimbing hingga membina komunikasi/hubungan lingkungan kerja baik pegawai maupun stakeholder lainnya, sehingga menciptakan rasa nyaman dan kepuasan dalam bekerja. Motivasi kerja yang diciptakan pemimpin setidaknya dapat berdampak terbangunnya motivasi diri pegawai, semangat bekerja mencapai target bahkan mewujudkan suatu hasil yang maksimal sehingga menimbulkan rasa puas terhadap pekerjaan yang telah dilakukan dan semakin memiliki rasa bangga terhadap pekerjaan yang dimiliki. Kinerja guru memediasi hubungan antara Gaya kepemimpinan AusuportifAy dengan kepuasan kerja secara positif dan Kinerja pegawai dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dimana hal tersebut muncul dikarenakan pemimpin mampu menilai hasil kerja baik secara tertulis maupun tidak tertulis yang dilatar belakangi kompetensi pegawai. ISSN: 2337778X Kompetensi pegawai berpengaruh karena pegawai yang berkompeten memiliki kualitas kerja yang bagus akan menghasilkan kinerja yang baik hingga dapat menciptakan sebuah kepuasan kerja Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang dijabarkan, maka pada penelitian ini diperoleh kesimpulan yaitu hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan AusuportifAy mempunyai tingkat korelasi positif yang kuat terhadap kepuasan kerja, selain itu gaya kepemimpinan AusuportifAy memiliki korelasi positif dengan motivasi. Kepuasan kerja meningkat melalui gaya kepemimpinan AusuportifAy yang baik, diimbangi dengan motivasi kerja dan kinerja guru yang positif. DAFTAR PUSTAKA