ISSN: 3031-4208 Journal of Marketing Management and Innovative Business Review. Vol. No. Desember 2024 PENGARUH VARIABEL EKONOMI MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN 1,2,. Litha Clara Wattilete1* . Claudio Julio Mongan2. Mira LaAoBi Bandhaso3 Prodi Manajemen. Fakultas Ekonomi & Bisnis. Universitas Kristen Indonesia Paulus. Makassar E-mail Korespondensi: lithaclara92@yahoo. , dhiowmongan@gmail. , miralabi@yahoo. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui variabel keuangan atau non keuangan yang memepengaruhi lebih dominan untuk menguji dan menganalisisadanya pengaruh secara parsial dan simultan variabel Tingkat inflasi (X. Tingkat Suku Bunga (X. Nilai Tukar Rupiah(X. , dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bursa efek Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis, uji koefisien determinasi(R. ), ananlisis regresi berganda, uji koefisien regresi parsial. , dan uji koefisien regresi simultan . Hasil penelitian ini menujukkan bahwa variabel tingkat inflasi, tingkat suku bunga, dan nilai tukar rupiah serta inflasi, suku bunga dan nilai tukar rupuiah . berpengaruh secara simultan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) dengan nilai signifikan sebesar 0,031 lebih kecil dari nilai signifikan yang ditetapkan sebesar 0,05 . ,5%) uji parsial variabel tingkat inflasi berpengaruh negative dan signifikan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG), tingkat suku bunga berpengaruh negative dan signifikan terhadap indrks harga saham gabungan (IHSG), nilai tukar rupiah berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG), dan produk domestic bruto berpengaruh positif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG). Kata kunci: Tingkat Inflasi. Tingkat Suku Bunga. Kurs. IHSG Abstract: This study aims to determine the financial or non-financial variables that have a more dominant influence to test and analyze the partial and simultaneous influence of the variables Inflation Rate (X. Interest Rate (X. Rupiah Exchange Rate (X. , and Composite Stock Price Index (IHSG) on the Indonesian stock The data were analyzed using hypothesis testing, determination coefficient testing (R. , multiple regression analysis, partial regression coefficient testing . -tes. , and simultaneous regression coefficient testing . -tes. The results of this study indicate that the variables of inflation rate, interest rate, and rupiah exchange rate as well as inflation, interest rate and rupiah exchange rate . xchange rat. have a simultaneous effect on the composite stock price index (IHSG) with a significant value of 0. 031, smaller than the significant value set at 0. 5%). The partial test of the inflation rate variable has a negative and significant effect on the composite stock price index (IHSG), the interest rate has a negative and significant effect on the composite stock price index (IHSG), the rupiah exchange rate has a positive and significant effect on the composite stock price index (IHSG), and gross domestic product has a positive effect on the composite stock price index (IHSG). Keywords: Inflation Rate. Interest Rate. Exchange Rate. IHSG. terlibat dengan pinjaman luar negeri. Meskipun disadari tabungan masyarakat di negara berkembang masih rendah dibanding dengan negara-negara maju, tetapi yang lebih penting dalam era pembangunan ini adalah mengusahakan efektivitas pengerahan tabungan masyarakat itu kepada sektor-sektor produktif. Dalam masyarakat ini, lembaga keuangan perbankan dan nonperbankan dituntut untuk meningkatkan penarikan dana masyarakat. Pasar modal dipandang sebagai salah satu sarana efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. Hal ini dimungkinkan karena pasar modal merupakan alat untuk menggalang pengerahan PENDAHULUAN Pembangunan suatu negara memerlukan dana investasi dalam jumlah besar. Dalam pelaksanaannya diarahkan untuk berlandaskan kepada kemampuan sendiri, disamping memanfaatkan dari sumber lainnya sebagai pendukung. Sumber dari luar tidak mungkin selamanya diandalkan untuk pembangunan. Oleh sebab itu, perlu ada usaha yang sungguh-sungguh untuk mengarahkan dana investasi yang bersumber dari dalam, yaitu tabungan masyarakat, tabungan pemerintah dan penerimaan devisa. Mengatasi kelangkaan dana tersebut banyak negara berkembang Wattilete. Mongan. Bandhaso. PENGARUH VARIABEL EKONOMI MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Apabila pengerahan dana masyarakat melalui lembaga keuangan maupun pasar modal sudah dapat berjalan dengan baik, maka dana pembangunan yang bersumber dari luar negeri dapat Secara modal dapat didefinisikan sebagai pasar yang memperjualbelikan berbagai instrumen keuangan . jangka panjang, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri yang diterbitkan oleh perusahaan swasta (Nasarudin & Surya, 2. Secara umum, alasan pembentukan pasar modal adalah untuk menjalankan fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Dalam melaksanakan fungsi ekonominya, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari lender . emilik dan. ke borrower . enerima dan. dengan menginvestasikan kelebihan dana yang dimiliki lender dengan harapan akan mendapatkan imbalan dari penyertaan dana tersebut. Sedangkan dari fungsi keuangan, dengan tersedianya dana dari pihak luar memungkinkan perusahaan borrower melakukan pengembangan kegiatan bisnis tanpa harus menunggu dana dari hasil produksi perusahaan. Menurut (Nasarudin & Surya, 2. , instrumen pasar modal dapat dibedakan ke dalam dua macam segmen yaitu. Non-Securities Segment dan Securities Segment. Non-securities Segment menyediakan dana dari lembaga keuangan langsung kepada perusahaan. Lembaga-lembaga yang berperan pada segmen ini pada umumnya adalah bank komersial, bank pembangunan, perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan asing dan bank tabungan. Sedangkan Securities Segment menyediakan sumber pembiayaan perusahaan dalam jangka panjang dan memungkinkan perusahaan untuk melakukan investasi pada barang modal, memperbanyak alat-alat produksi, menciptakan lapangan kerja dan memperbesar perolehan laba. Sekuritas yang termasuk dalam segmen ini meliputi saham, obligasi, dan derivatif dari efek. Salah satu sekuritas yang cukup diminati dalam pasar modal yaitu saham, yang selain memberikan tingkat pengembalian . juga mengandung risiko. Investasi pada saham dinilai mempunyai tingkat risiko yang lebih besar dibandingkan dengan alternatif investasi yang lain seperti obligasi, tabungan dan Hal ini disebabkan oleh tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi pada saham bersifat tidak pasti, di mana tingkat pengembalian saham terdiri dari dividen dan capital Dividen adalah bagian keuntungan . yang diperoleh oleh pemegang saham (Sukirno, 2. , sedangkan capital gain adalah selisih antara harga pembukaan dan harga penutupan pada satu hari Kesanggupan suatu perusahaan untuk membayar dividen ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, sedangkan capital gain ditentukan oleh fluktuasi harga saham. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan fluktuasi harga saham dipengaruhi oleh variabel ekonomi yang bersifat makro dan mikro. Kedua jenis variabel tersebut juga akan mempengaruhi tingkat risiko investasi saham. Tingkat risiko investasi saham dikenal dengan risiko total yang terdiri dari risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Risiko sistematis ditentukan oleh besar kecilnya koefisien beta yang menunjukkan tingkat kepekaan harga suatu saham terhadap harga saham secara keseluruhan di Jenis risiko ini timbul karena variabel ekonomi yang bersifat makro dan mempengaruhi semua perusahaan atau industri serta tidak dapat dikurangi walaupun dengan cara diversifikasi. Selanjutnya risiko tidak sistematis merupakan risiko yang timbul karena variabel ekonomi mikro yang dijumpai pada suatu perusahaan atau industri, sehingga pengaruhnya terbatas pada perusahaan atau industry tersebut. Variabel ekonomi mikro tersebut adalah : struktur modal, aliran kas dan lain-lain. Sebelum melakukan keputusan investasi, seorang investor membutuhkan data historis tentang pergerakan saham yang beredar di bursa, baik secara individual, kelompok maupun gabungan. Perilaku keputusan investasi dari seorang investor dalam suatu pasar modal akan tecermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut (Wijaya, 2. Indeks Harga Saham Gabungan adalah suatu indeks yang digunakan untuk melihat pergerakan harga saham secara keseluruhan. Artinya, jika sebagian besar harga saham di bursa naik maka nilai IHSG akan naik, demikian pula sebaliknya. Lebih jauh lagi nilai IHSG bisa dikorelasikan dengan keadaan perekonomian negara, jika IHSG menguat maka bisa diartikan perekonomian negara dalam keadaan baik. Hal ini bisa dilihat sejak tahun 2015 sampai kuartal pertama tahun 2017, tingkat pertumbuhan ekonomi naik dari kisaran 4,79 % menuju 5,07 % . dan ternyata nilai IHSG juga melemah sampai level 5. 290,39 pada awal tahun 2017. Namun IHSG tidak selamanya melemah, hal ini terbukti pada penutupan perdagangan tanggal 29 desember 2017 IHSG bergerak menuju titik tertinggi pada level 6. 355,65 dengan demikian hingga September, indeks naik lebih dari 30 % jika . Beberapa peneliti telah melakukan penelitian tentang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan berbagai variabel yang mempengaruhinya, salah satunya dilakukan oleh (Tambunan & Aminda, 2. dengan judul PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG). Penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara harga saham dengan kinerja ekonomi makro, di mana variabel ekonomi makro meliputi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), laju pertumbuhan inflasi, tingkat suku bunga, dan nilai tukar mata uang. Wattilete. Mongan. Bandhaso. PENGARUH VARIABEL EKONOMI MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN 39 Inflasi merupakan suatu variabel ekonomi makro yang menggambarkan kenaikan harga barang dan jasa dalam satu periode tertentu. Salah satu pemicu naiknya tingkat inflasi hingga menyentuh angka 0,39 % pada bulan Mei 2017 dan diprediksi akan terus naik di kisaran 0,71 % pada akhir tahun 2017 . adalah kenaikan harga barang dan jasa 2017 lalu. Inflasi akan cenderung meningkatkan biaya produksi dari perusahaan, sehingga margin keuntungan dari perusahaan menjadi lebih rendah. Dampak lanjutan dari hal ini adalah menjadikan harga saham di bursa menjadi turun. Apabila hal ini dialami oleh banyak perusahaan di pasar modal maka kinerja IHSG juga akan menurun. Pengaruh inflasi terhadap kinerja IHSG tidak hanya dilihat pengaruh secara langsung tetapi juga harus dilihat pengaruhnya secara tidak langsung. Pengaruh tidak langsung dalam hal ini yaitu inflasi akan berpengaruh pada tingginya suku bunga dan lebih lanjut suku bunga akan berpengaruh pada kinerja IHSG. Variabel kedua dalam penelitian ini yaitu tingkat suku bunga SBI. SBI adalah surat berharga dalam mata uang Rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek. Kenaikan suku bunga SBI merupakan kebijakan moneter pemerintah untuk menahan laju inflasi. Kenaikan ini diharapkan mampu menyerap banyaknya uang yang beredar di masyarakat. Bagi seorang investor tentu saja hal ini menjadi tawaran yang menarik, mereka akan cenderung mengalihkan investasi dari pasar modal yang mengandung resiko menuju alternatif investasi tabungan atau deposito yang menghasilkan bunga bebas risiko. Jika sebagian besar investor melakukan tindakan yang sama yaitu menjual sahamnya, maka berdasarkan hukum permintaan-penawaran akan mengakibatkan turunnya harga saham. Perubahan keputusan investasi yang diikuti turunnya harga saham tentunya akan berdampak pada kinerja IHSG di pasar modal. Selanjutnya variabel ketiga yaitu nilai tukar Rupiah yang merupakan harga mata uang Rupiah dalam ukuran mata uang asing (USD). Kenaikan tingkat suku bunga SBI bukan hanya berdampak pada pasar modal tetapi juga berdampak pada pasar uang, tingginya tingkat suku bunga SBI akan cenderung memperkuat nilai tukar rupiah khususnya terhadap USD, hal ini disebabkan karena banyaknya investor pasar uang melepas dollar untuk diinvestasikan dalam bentuk tabungan atau deposito. Selain itu menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap USD membuat emiten di pasar modal yang memiliki hutang berupa USD menjadi lebih ringan saat melunasi kewajibannya, sehingga margin keuntungan dan harga sahamnya Jadi bisa disimpulkan bahwa jika nilai tukar Rupiah menguat, maka kinerja IHSG cenderung meningkat dan demikian pula sebaliknya. Mengacu pada latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Au Pengaruh Variabel Ekonomi Makro Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 2021 - 2023Au. TINJAUAN PUSTAKA Pasar Modal Pengertian pasar modal secara umum menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Sedangkan dalam arti sempit pasar modal adalah suatu pasar . empat, berupa gedun. yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek (Permata & Ghoni, 2. Selanjutnya menurut (Lisnawati & Budiyanti, 2. , pasar modal merupakan pasar abstract, karena memperjualbelikan dana-dana jangka panjang, yaitu dana yang keterkaitannya dalam investasi lebih dari satu tahun. Berdasarkan definisi di atas, maka pasar modal dapat diartikan sebagai tempat mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka. Jenis Pasar Modal (MarAoati, 2. membagi jenis pasar modal menjadi empat yaitu: Pasar Perdana (Primary Marke. Pasar perdana adalah pasar modal yang memperdagangkan sahamsaham atau sekuritas lainnya yang dijual pertama kalinya . enawaran umu. sebelum saham tersebut dicatatkan di bursa. Harga saham di pasar perdana ditentukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang akan go public . berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan. Pasar Sekunder (Secondary Marke. Pasar sekunder adalah pasar di mana saham dan sekuritas lain diperjualbelikan secara luas, setelah melalui masa penjualan di pasar Harga saham di pasar sekunder ditentukan oleh permintaan dan penawaran antara pembeli dan penjual yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal perusahaan. Faktor internal perusahaan berhubungan dengan kebijakan internal pada suatu perusahaan beserta kinerja yang telah dicapai. Misalnya, pendapatan perlembar saham, besarnya dividen yang dibagi, kinerja manajemen perusahaan dan lain sebagainya. Sedangkan faktor eksternal perusahaan Wattilete. Mongan. Bandhaso. PENGARUH VARIABEL EKONOMI MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN merupakan hal-hal di luar kemampuan perusahaan atau di luar kemampuan Misalnya, perubahan kebijakan moneter dan laju inflasi yang tinggi. Pasar Ketiga (Third Marke. Pasar ketiga merupakan tempat perdagangan saham atau sekuritas lain di luar bursa. Indonesia pasar ketiga ini disebut bursa paralel yang merupakan suatu sistem perdagangan efek yang terorganisasi di luar bursa efek resmi, dalam bentuk pasar sekunder yang diatur dan dilaksanakan oleh perserikatan perdagangan uang dan efek yang diawasi dan dibina oleh badan pengawas pasar modal. Dalam pasar ketiga ini tidak memiliki pusat lokasi perdagangan yang dinamakan floor trading . antai burs. Operasi yang ada pada pasar ketiga berupa perusahaan informasi yang disebut trading information. Dalam sistem perdagangan, pialang dapat bertindak sebagai pedagang efek maupun sebagai perantara Pasar Keempat (Over the Counte. Pasar keempat merupakan bentuk perdagangan efek antar investor atau dengan kata lain pengalihan saham dari satu pemegang saham ke pemegang saham yang lain tanpa melalui perantara perdagangan efek. Bentuk transaksi dalam perdagangan semacam ini biasanya dilakukan dalam jumlah besar . lock sal. saham baru yang akan diterbitkan untuk perusahaan, sebelum saham-saham tersebut ditawarkan kepada pihak lain. Waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan, yang memberi hak kepada pemegang saham untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga tertentu untuk enam bulan atau lebih. Obligasi konvertibel adalah obligasi yang setelah jangka waktu tertentu dan selama masa tertentu, dapat ditukarkan menjadi saham dari perusahaan emiten. Saham dividen adalah saham baru yang diterbitkan perusahaan bagi pemegang saham. Alasan perusahaan membagi saham dividen adalah karena perusahaan ingin menahan laba yang bersangkutan di dalam perusahaan untuk digunakan sebagai modal kerja. Saham bonus adalah saham yang diterbitkan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham lama, dengan tujuan untuk memperkecil harga saham yang bersangkutan sehingga diharapkan mampu menyerap banyak investor karena harga yang Sertifikat reksadana adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa pemodal menitipkan uang kepada manajer investasi sebagai pengelola dana untuk di investasikan baik di pasar modal atau pasar uang. Sertifikat ADR / CDR (American Depository Receipts/Continental Depository Receipt. adalah suatu resi . anda terim. yang memberikan bukti bahwa saham perusahaan asing, disimpan sebagai titipan atau berada di bawah penguasaan suatu bank Amerika Instrumen Pasar Modal Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, efek adalah setiap surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, sekuritas kredit, tanda bukti utang, setiap rights, waran, opsi atau setiap derivatif dari efek, atau setiap instrumen yang ditetapkan sebagai efek. Pengertian dari beberapa macam instrumen pasar modal menurut (Zahroh, 2. adalah sebagai berikut Saham adalah penyertaan modal dalam pemilikan suatu Perseroan Terbatas (PT) atau yang biasa disebut Obligasi adalah surat pengakuan utang atas pinjaman yang diterima oleh perusahaan penerbit obligasi dari masyarakat. Jangka waktuobligasi yang ditetapkan dan disertai dengan pemberian imbalan bunga yang jumlah dan saat pembayarannya juga telah ditetapkan dalam perjanjian. Right / klaim adalah hak memesan saham terlebih dahulu yang melekat pada saham yang memungkinkan para pemegang saham untuk membeli Investasi dalam Saham Pengertian investasi sebagaimana yang diungkapkan (Septiani et al. , 2. adalah penggunaan uang dengan maksud untuk memperoleh penghasilan. (Ardiana et al. , 2. berpendapat bahwa investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya di masa datang. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa investasi merupakan pananaman modal yang biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Dalam berinvestasi investor cenderung untuk memilih investasi yang menawarkan tingkat pengembalian . yang lebih tinggi dengan risiko yang lebih rendah. Hubungan antara return dengan risiko adalah sebanding. Investasi yang mempunyai return yang tinggi akan mempunyai tingkat risiko yang tinggi pula, begitu pula sebaliknya. Semakin tinggi return yang akan diterima oleh investor, maka semakin tinggi pula kemakmuran yang akan diterima oleh Dengan adanya prinsip inimaka investor seharusnya dapat menyeimbangkan antara risiko lebih Wattilete. Mongan. Bandhaso. PENGARUH VARIABEL EKONOMI MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN 41 tinggi dengan adanya peningkatan return yang akan Saham yang mempunyai risiko lebih besar akan menghasilkan return yang lebih tinggi, sedangkan saham yang berisiko rendah akan menghasilkan return yang rendah pula. Besar kecilnya return yang akan diperoleh investor dari saham yang dimiliki ditentukan oleh kemampuan menghasilkan laba dan fluktuasi harga saham. Saham Pengertian saham secara umum adalah surat bukti atau tanda kepemilikan atas suatu perusahaan Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa saham merupakan suatu sekuritas yang mempunyai kekuatan hukum bagi pemegangnya sebagai suatu tanda kepemilikan dan keikutsertaan modal di dalam suatu perusahaan, di mana saham tersebut dapat diperjualbelikan dan nantinya diharapkan akan memberikan suatu penghasilan berupa dividen (Wibowo, 2. Dalam transaksi jual beli saham di bursa efek, saham merupakan instrumen yang dominan diperdagangkan dibandingkan dengan obligasi. Saham ini dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu: ) Saham Preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa. Seperti bond yang membayarkan bunga atas pinjaman, saham preferen juga memberikan hasil yang tetap berupa dividen preferen. Seperti saham biasa, dalam hal likuiditas, klaim pemegang saham preferen di bawah klaim pemegang obligasi. ) Saham Biasa. Menurut (Ganefi et al. , 2. saham biasa adalah saham yang tidak memperoleh hak istimewa. Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memperoleh dividen sepanjang perseroan memperoleh Pemilik saham mempunyai hak suara pada rapat umum pemegang saham, dan pada likuidasi perseroan pemilik saham memiliki hak memperoleh sebagian dari kekayaan perseroan setelah tagihan kreditur dari saham preferen dilunasi. Analisis Saham Sebelum membuat keputusan investasi, seorang investor hendaknya melakukan analisis terhadap saham yang akan diinvestasi. Menurut (Artha et al. , 2. ada dua pendekatan dalam menganalisis sekuritas yaitu analisis teknikal dan analisis ) Analisis teknikal. Keputusan investasi dalam analisis teknikal didasarkan pada data pasar di masa lalu . eperti data harga saham dan volume penjualan saha. , sebagai dasar untuk mengestimasi harga saham di masa datang. Analisis teknikal ini lebih sering digunakan oleh para spekulator dengan cara mempelajari data historis dari harga saham serta menghubungkannya dengan trading volume yang terjadi dan kondisi ekonomi keputusan investasi, sehingga tidak perlu lagi tergantung pada data laporan keuangan secara akuntansi. ) Analisis Fundamental. Analisis Fundamental adalah suatu analisa yang mempelajari hal- hal yang berhubungan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat dasar dan karakteristik operasional dari perusahaan. Menurut (Artha et , 2. analisis fundamental sangat tepat digunakan oleh para investor di mana analisis ini menitikberatkan pada kinerja perusahaan yang mengeluarkan saham dan analisis ekonomi yang akan mempengaruhi masa depan perusahaan. Adapun kinerja perusahaan bisa dilihat dari perkembangan perusahaan, neraca perusahaan dan laporan rugi-labanya, proyeksi usaha, rencana perluasan dan kerjasama dan lain-lain. Pada umumnya apabila kinerja perusahaan mengalami perkembangan yang baik, akan bisa mengangkat harga saham. Indeks Harga Saham Keputusan investor memilih suatu saham sebagai obyek investasinya membutuhkan data historis terhadap pergerakan saham yang beredar di bursa, baik secara individual, kelompok maupun gabungan. Bentuk informasi historis yang dipandang sangat tepat untuk menggambarkan pergerakan harga saham adalah suatu indeks harga saham yang memberikan diskripsi harga-harga saham pada suatu saat tertentu maupun dalam periodesasi tertentu pula. Lebih dalam lagi indeks akan memberikan informasi perihal apa yang telah dan sedang terjadi di bursa. Pergerakan indeks harga saham akan selalu mengikuti perkembangan rata-rata harga saham di bursa. Jika harga sebagian besar saham di bursa menguat maka nilai indeks harga saham juga akan menguat, demikian pula sebaliknya. Variabel Ekonomi Makro Berdasarkan pada analisis ekonomi, seorang investor hendaknya memahami variabel ekonomi makro yang bisa mempengaruhi keputusan Hal ini didasarkan pada pendapat (Nurhidayat, 2. dalam tulisannya yang mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara harga saham dengan kinerja ekonomi makro, di Wattilete. Mongan. Bandhaso. PENGARUH VARIABEL EKONOMI MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN mana variabel ekonomi makro meliputi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), laju pertumbuhan inflasi, tingkat suku bunga, dan nilai tukar mata uang. Dalam penelitian ini variabel ekonomi makro yang dipakai dibatasi pada tingkat inflasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan nilai tukar Rupiah per bulan, variabel pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tidak dipakai karena Badan Pusat Statistik hanya menghitung pertumbuhan PDB per triwulan dan per tahun, selain itu ketiga variabel di atas mengalami pergerakan yang cukup signifikan. selain itu pengambilan data dilakukan di BEI adalah untuk memudahkan akses bagi peneliti. Populasi penelitian adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan yang disebut variabel (Singarimbun. M & Effendi, 2. Populasi dalam penelitian ini meliputi data tingkat inflasi, tingkat suku bunga SBI, nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Setelah penentuan populasi, langkah selanjutnya yang diambil adalah menentukan sampel yang diteliti. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah data tahun 2021 - 2023 dari data tingkat inflasi, tingkat suku bunga SBI, nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perusahaan-perusahaan di Bursa Efek Indonesia Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber dan berpusat pada Bursa Efek Indonesia. Data yang telah penulis rangkum kemudian diuji dan diolah menggunakan aplikasi SPSS. Adapun teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Uji Hipotesis serta beberapa uji lainnya dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Kerangka Pikir Berdasarkan pada uraian yang telah dikemukakan serta permasalahan dan penelitian terdahulu yang ada, maka penulis mencoba membuat suatu kerangka pikir penelitian, sebagai berikut: HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder. Data tersebut merupakan data time series periode bulanan selama 3 tahun yaitu mulai tahun 2021 sampai dengan 2023 yang diperoleh dari publikasi Bank Indonesia. Badan Pusat Statistik dan Bursa Efek Indonesia (BEI) meliputi : Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian Sumber: Konsepsi Pribadi Penulis . Berdasarkan kerangka pikir tersebut di atas, maka penulis mengajukan hipotesis yang ingin diuji pada penelitian ini, sebagai berikut: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Data perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bulanan mulai dari tahun 2021 sampai dengan 2023 dapat dilihat pada table 1 berikut : H1: Tingkat Inflasi (X. berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 20212023. H2: Tingkat Suku Bunga (X. berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 2021 Ae 2023. H3: Nilai Tukar Rupiah (X. berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungn (IHSG) periode 2021 Ae 2023. H4: Tingkat Inflasi, suku bunga, dan nilai tukar rupiah berpengaruh secara bersama-sama . terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 2021 Ae 2023. Tabel 1. Pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan Tahun 2021 - 2023 (Dalam Rupia. Tahun Bulan Januari 418,76 289,40 516,16 Februari 620,22 450,29 770,96 Maret 768,28 518,68 845,37 April 840,15 5,086. 4,838. Mei 5,216. 4,796. Juni 4,878. 4,910. 5,016. Juli 5,088. 4,802. 5,215. Agustus 5,136. 4,509. 5,386. September 5,137. 4,223. 5,364. Oktober 5,089. 4,455. 5,422. METODOLOGI Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ditetapkannya Bursa Efek Indonesia sebagai tempat penelitian, dengan pertimbangan bahwa Bursa Efek Indonesia merupakan pusat informasi perusahaan yang go public di Indonesia. Wattilete. Mongan. Bandhaso. PENGARUH VARIABEL EKONOMI MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN 43 November Desember 5,149. 5,226. 4,446. 5,593. 5,148. 5,296. Sumber: Bursa Efek Indonesia, 2024 Table 1 diketahui bahwa harga saham gabungan pada tahun 2021 sampai dengan 2023 cenderung Perubahan Tingkat Inflasi Inflasi merupakan salah satu kejadian yang menggambarkan situasi dan kondisi dimana harga barang mengalami kenaikan dan nilai mata uang mengalami pelemahan, dan jika terjadi secara terus menerus maka akan mengakibatkan pada memburuknya kondisi ekonomi secara menyeluruh serta mampu mengguncang tatanan stabilitas politik suatu Negara (Sukirno, 2. Inflasi sendiri merupakan hal yang berpengaruh terhadap perekonomian mampu menimbulkan efek yang sangat sulit untuk diatasi yang terakhir pada keadaan bias menimbulkan pemerintahan yang berkuasa. Data perubahan tingkat Inflasi bulanan dari Tahun 2021 sampai dengan 2023 ditunjukkan pada table 2 sebagai berikut : Tabel 2. Perubahan Inflasi Tahun 2021-2023 (Dalam Perse. Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Tahun Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 Table 2 diatas dapat dilihat bahwa terjadi fluktuasi pada variabel inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi pada tahun 2021. Menurut Bank Indonesia inflasi yang tinggi dan tidak stabil akan memberikan dampak negative kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat, karenanya menjadi inflasi yang rendah dan stabil menjadi syarat utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik dan kesejahteraan Perubahan Suku Bunga Suku bunga adalah nilai, tingkat, harga atau keuntungan yang diberikan kepada investor dari penggunaan dana investasi atas dasar perhitungan nilai ekonomis dalam periode waktu tertentu. Tingkat suku bunga Bank digunakan untuk mengontrol perekonomian suatu negara. Tingkat suku bunga diatur dan ditetapkan pemerintah yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan perekonomian suatu negara. Suku bunga ini penting untuk diperhitungkan karena ratarata para investor yang selalu mengharapkan hasil investasi yang lebih besar. Penetapan tingkat bunga dilakukan oleh Bank Indonesia sesuai dengan UU nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Suku bunga dengan tenor 1 bulan yang diumumkan oleh Bank Indonesia secara periodik untuk jangka waktu tertentu yang berfungsi sebagai sinyal atau stance kebijakan moneter Data perubahan suku bunga deposito bulanan dari tahun 2021 sampai dengan 2023 ditunjukkan dalam tabel 3 Tabel 3. Perubahan Suku Bunga Tahun 20152017 (Dalam Perse. Tahun Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Sumber: Bank Indonesia, 2024 Dari tabel 3 diatas dapat dilihat bahwa perubahan suku bunga deposito cenderung menurun dari tahun 2021 Nilai Tukar Rupiah Kehidupan perekonomian global dewasa ini, hampir tidak ada satupun negara di dunia yang dapat menghindarkan perekonomiannya dari pengaruh pergerakan valuta asing, khususnya dari hard currencies . aluta asing yang nilainya kua. seperti US Dollar. US Dollar telah menjadi semacam mata uang internasional sehingga setiap negara mengandalkan Wattilete. Mongan. Bandhaso. PENGARUH VARIABEL EKONOMI MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN mata uang ini. luar model. Tabel 4. Perubahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar 2021 Ae 2024 Tahun Bulan Januari 14,381. 00 14,979. 00 15,796. Februari 14,371. 00 15,274. 00 15,673. Maret 14,349. 00 15,062. 00 15,853. April 14,418. 00 14,751. 00 16,249. Mei 14,544. 00 14,969. 00 16,253. Juni 14,848. 00 15,026. 00 16,421. Juli 14,958. 00 15,083. 00 16,320. Agustus 14,875. 00 15,239. 00 15,409. September 15,247. 00 15,526. 00 15,138. Oktober 15,542. 00 15,916. 00 15,732. November 15,737. 00 15,384. 00 16,022. Desember 15,731. 00 15,416. 00 16,223. Uji Analisis Regresi Linear Berganda Persamaan regresi dapat dilihat dari tabel 6 hasil uji coefficients berdasarkan output SPSS versi 22 terhadap variabel independen yaitu Inflai. Tingkat Suku Bunga dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Sumber: Satu Data Kemendag . Dari Tabel 6 maka hasil regresi berganda dapat menganalisa pengaruh dari masing-masing variabel PDB. Inflasi. Suku bunga. Bunga Kurs terhadap Dollar US terhadap Indeks Harga Saham Gabungan dapat signifikan. Tabel 6. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Sumber: Data diolah dengan SPSS . Dari data diatas dapat dilihat bahwa nilai Tukar Rupiah cenderung berfluktuasi. Perubahan pada nilai mata uang akan mempengaruhi pasar saham Indonesia. Hasil Analisis Data Kekuatan pengaruh variabel bebas terhadap variasi terikat dapat diketahui dari besarnya nilai koefesien determinasi (RA) yang berbeda antara nol dan satu. Uji Partial (Uji T) Uji t bertujuan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel Untuk menguji variabel parsial tersebut dapat dilakukan dengan cara berdasarkan nilai Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 atau 5% maka Hipotesis yang diajukan diterima atau dikatakan signifikan. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 atau 5% maka Hipotesis yang diajukan ditolak atau dikatakan tidak signifikan. Berdasarkan hasil pada tabel 6 di atas, maka dapat disimpulkan: A Inflasi (X. Memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG (Y), menunjukkan menurunkan performa IHSG. A Tingkat Suku Bunga (X. ditemukan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG (Y). Kenaikan suku bunga mendorong investor beralih dari saham ke instrumen investasi yang lebih aman seperti deposito. A Nilai Tukar Rupiah (X. ditemukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG (Y). Penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD meningkatkan daya beli dan profitabilitas emiten yang memiliki Tabel 5. Hasil Koefesien Determinasi (RA) Sumber: Data diolah dengan SPSS , 2024 Nilai R menerangkan tingkat hubungan antar veriabel-variabel independen . dengan variabel dependen . Dari hasil olahan data diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,490 atau sama dengan 49,0 % artinya hubungan antara variabel x (PDB. Jumblah Uang Beredar. Inflasi. Suku Bunga Deposito. Kurs Rupiah terhadap Dollar US) terhadap variabel Y (IHSG) dalam kategori kuat. R square menjelaskan seberapa besar variasi Y yang disebebkan oleh X, dari hasil perhitungan nilai R2 sebesar 0,240 atau 24,0%. Adjusted R square merupakan nilai R2 yang disesuaikan sehingga gambarannya lebih mendekati mutu penjajakan model, dari hasil perhitungan nilai Adjusted R square sebesar 0,169% Artinya 169% IHSG dipengaruhi oleh variabel bebas penelitian. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh factor-faktor dari Wattilete. Mongan. Bandhaso. PENGARUH VARIABEL EKONOMI MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN 45 kewajiban dalam mata uang asing, sehingga mendorong kenaikan harga saham. Uji S imultan (Uji-F) Tabel 7. Uji F-Square Sumber: Data diolah dengan SPSS . Dengan demikian pada tabel 7 dapat dilihat bahwa nilai signifikan sebesar 0. 031 lebih kecil dari nilai signifikan yang ditetapkan 0,05. Dengan demikian seluruh variabel keuangan ekonomi makro berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap KESIMPULAN Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variabel ekonomi makro terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021Ae2023. Variabel yang diuji meliputi tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar rupiah. Berikut adalah poin-poin utama dari hasil penelitian: Pengaruh Parsial: o Tingkat Inflasi: Memiliki pengaruh negatif IHSG, menunjukkan bahwa kenaikan inflasi cenderung menurunkan performa IHSG. o Tingkat Suku Bunga: Berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG. Kenaikan suku bunga mendorong investor beralih dari saham ke instrumen investasi yang lebih aman seperti deposito. o Nilai Tukar Rupiah: Memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD meningkatkan daya beli dan profitabilitas emiten yang memiliki kewajiban dalam mata uang asing, sehingga mendorong kenaikan harga saham. Pengaruh Simultan: o Variabel tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar rupiah secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikan sebesar 0,031 yang lebih kecil dari tingkat signifikan yang ditetapkan . Koefisien Determinasi (RA): o Sebesar 24% variasi dalam IHSG dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Implikasi Praktis: o Penurunan inflasi dan suku bunga dapat mendorong pertumbuhan IHSG. o Kebijakan moneter dan nilai tukar yang stabil dapat meningkatkan daya tarik investasi di pasar modal. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi memainkan peran penting dalam memengaruhi IHSG, baik secara individu maupun kolektif, dan memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan investor dalam mengelola risiko dan peluang di pasar saham. DAFTAR PUSTAKA