https://jurnal. HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN KESELAMATAN PASIEN DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) IsmuntaniaA*. Hermawati Hamalding2. Kartika3. Syamsul Idris4. Khairunnisa Batubara5. Sarah Naiya6 ADosen Sarjana Keperawatan. Universitas Kurnia Jaya Persada. Sulawesi Selatan. Indonesia Dosen Sarjana Keperawatan. Universitas Kurnia Jaya Persada. Sulawesi Selatan,Indonesia Dosen Magister Kesehatan Masyarakat. Institut Kesehatan Helvetia. Medan. Indonesia Dosen Universitas Haji Sumatera Utara. Medan. Indonesia Dosen Akper Gita Matura Abadi Kisaran. Kisaran. Indonesia Mahasiswa Sarjana Keperawatan STIKes Medika Nurul Islam. Sigli. Indonesia *Email koresponden : ismuntania366@gmail. Abstract The speed and accuracy of patient service arriving at the Emergency Room (IGD) requires standards with competence and ability, so that fast response time and emergency services with appropriate handling for patient safety can be ensured. The purpose of this study was to determine the relationship between nurse response time and patient safety in the Emergency Room (IGD) of RSUD. Tgk Chik Ditiro. This research method uses the Quantitative Analytical method with a cross-sectional The population in this study were nurses working in the Emergency Room (IGD) of RSUD. Tgk Chik Ditiro as many as 54 nurses. The sampling technique in this study was a purposive sampling technique totaling 35 nurses as respondents. The results of the study showed that the majority of nurse response times were in the fast category as many as 23 respondents . 7%), patient safety was mostly in the moderate category as many as 15 respondents . 9%), and there was a relationship between nurse response time and patient safety in the Emergency Room (IGD) of RSUD Tgk Chik Ditiro with a p-value of 0. 009 <0. The conclusion of this study is the relationship between nurse response time and patient safety in the Emergency Room (IGD) of RSUD. Tgk Chik Ditiro. It is hoped that nurses will always strive to provide a fast response time in order to improve patient safety in handling patients in the Emergency Room (IGD). Keywords: Safety Patient. Nurse. Response time Abstrak Kecepatan dan ketepatan pelayanan pasien yang tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) memerlukan standar dengan kompetensi dan kemampuannya, sehingga dapat dipastikan waktu tanggap yang cepat dan pelayanan kegawatdaruratan dengan penanganan yang tepat untuk keselamatan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik Ditiro. Metode penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang berkerja di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik Ditiro sebanyak 54 perawat. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah tehnik purposive sampling yang berjumlah 35 perawat sebagai responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas response time perawat berada pada kategori cepat sebanyak 23 responden . ,7%), keselamatan pasien mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 15 responden . ,9%), dan ada hubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro dengan Vol 1. No 2. Juli, 2025 *Corresponding author email : ismuntania366@gmail. Page 29 of 37 Copyright: @ 2025 Authors nilai p-value 0,009<0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu hubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik Ditiro. Diharapkan agar perawat selalu berupaya memberikan response time yang cepat dalam rangka meningkatkan keselamatan pasien dalam penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kata kunci: Keselamatan Pasien. Perawat. Response time PENDAHULUAN Keselamatan pasien menjadi salah satu isu global dalam tatanan layanan kesehatan. Upaya meningkatkan keselamatan pasien telah menjadi spirit dalam pelayanan di rumah sakit di seluruh dunia tidak hanya di rumah sakit negara maju tetapi juga negara berkembang seperti Indonesia (Devita Putri, 2. Keselamatan pasien yang tidak tercapai akan memberikan dampak pada pasien dan citra rumah sakit, kemudian keselamatan pasien yang tidak terpenuhi dapat memberikan peluang terjadinya insiden yang berakibat ringan sampai fatal hingga menyebabkan kematian pada pasien (Ratna, 2. Keselamatan pasien merupakan prioritas meningkatkan kualitas pelayanan serta citra rumah sakit. Indikator keselamatan pasien ialah ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat keamanan pasien saat menerima perawatan di rumah sakit (Isclawati, . Usman, & Majid, 2. Semakin baik pemenuhan atas indikator keselamatan pasien diduga cedera dan insiden lainnya yang mungkin terjadi pada pasien dapat dicegah dengan lebih baik lagi (Najihah, 2. Response time merupakan salah satu cara untuk mencegah insiden keselamatan pasien dengan Kecepatan dan ketepatan pelayanan pasien yang tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) memerlukan standar dengan kompetensi dan kemampuannya, sehingga dapat dipastikan waktu tanggap yang cepat dan pelayanan kegawatdaruratan dengan penanganan yang tepat (Fitri. Kusnanto, , & Maryanti, 2. Instalasi Gawat Darurat (IGD), memiliki peran krusial dalam menangani keselamatan pasien (Andriani. Safariyah. , & Basri, 2. Pelayanan kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pelayanan kesehatan, karena berhubungan membutuhkan penanganan segera. Dalam situasi darurat, respon waktu . esponse tim. dari tenaga medis, khususnya perawat, memiliki peran krusial dalam menentukan outcome atau hasil dari penanganan pasien. Respon time yang cepat dan efisien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit dapat berdampak langsung pada pasien (Krismantoro & Siagian, 2. Respon time atau waktu tanggap pelayanan gawat darurat merupakan lamanya waktu saat pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sampai pasien dilakukan penanganan pertama kali dalam hitungan menit. Respon time mempunyai standar maksimal 5 menit saat pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sampai dilakukan penanganan (Muhammad Azhary Romdhon Nurhidayatulloh, 2. Dalam penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pemberian tindakan harus dilakukan secara cepat dan tepat karena dengan pelayanan yang cepat dan tepat, akan mengurangi kejadian kematian sebesar 30%. Oleh karena itu, jika response time terlambat sedikit saja maka dapat mengakibatkan kecacatan permanen hingga kematian (Limantara. Herjunianto. , & Roosalina, 2. Kecepatan dan ketepatan pertolongan yang diberikan kepada pasien yang datang di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Copyright: @ 2025 Authors kompetensi dan kemampuan sehingga dapat menjamin suatu penanganan kegawatdaruratan dengan response time yang tepat akan berdampak positif yaitu mengurangi beban pembiayaan, mengurangi komplikasi dan menurunkan angka mortalitas serta morbiditas (Erik Verawati. , 2. Waktu tanggap yang lama dapat memperburuk kondisi pasien sehingga hal tersebut akan memberikan efek negatif bagi pasien maupun petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD), juga dapat menyebabkan antrian pasien di Intaslasi Gawat Darurat (IGD) dan mengakibatkan alur pelayanan pasien terhambat. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor seperti panjangnya prosedur pelayanan pasien yang dilakukan seperti registrasi, triase, pemeriksaan diagnostik, terapi medikasi, sumber daya yang terbatas, penempatan ruangan dan adanya pasien transisi, yaitu pasien tidak dapat pindah ke rawat inap karena tidak tersedianya ruangan dan tempat tidur akibat terbatasnya daya tampung rumah sakit sehingga pasien harus menunggu dan menyebabkan lama waktu perawatan pasien di Intaslasi Gawat Darurat (IGD) (Nurcholis. , 2. Keterlambatan penanganan Pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) lebih dari 10 kecacatan atau bahkan kematian. Jika waktu tanggapan perawat dalam penanganan pasien gawat darurat terlalu lama, maka hal ini dapat mengurangi upaya penyelamatan pasien dan menyebabkan perburukan kondisi pasien (Pira P. Rahmawati A, 2. Faktor yang paling kuat mempengaruhi response time perawat merupakan sarana prasarana dan fasilitas. Ketersediaan sarana atau fasilitas yang termasuk alat dan obat dapat tersedia dengan sesuai standar yang diatur dari pihak rumah sakit atau kementerian kesehatan, maka komponen itu tidak hanya dapat meningkatkan mempengaruhi keselamatan pasien karena response yang diberikan perawat dapat berlangsung cepat dan tanpa hambatan (Karokaro, 2. Word Health Organization (WHO) masyarakat global. Penyebab terjadinya medical error bisa karena faktor manusia atau faktor sistem. Insiden keselamatan pasien yang merugikan termasuk 27% bedah, 18,3% kesalahan pengobatan dan 12,2% kesalahan infeksi terkait perawatan kesehatan, sementara di Eropa 83,5% pasien berisiko infeksi dan 50-72,3% menunjukkan bukti kesalahan medis (Rauf, 2. Data terbaru di Indonesia dari (Kemenkes RI. , 2. menunjukan terdapat 397 kasus yang terdiri dari 1. 508 kejadian nyaris cedera (KNC), 1. 373 kejadian tidak cedera (KTC), dan 1. 516 kejadian tidak diharapkan (KTD). Berbagai efek samping juga dilaporkan sebagai akibat yang timbul dari insiden tersebut, meliputi 91 kematian, 36 cedera berat, 296 cedera sedang, 677 cedera ringan, dan 3. 296 tidak ada cedera. Ketua bidang pelaporan insiden komite Nasional keselamatan pasien. Arjaty Daud menyatakan bahwa pada tahun 2022 hanya 12% dari 2. 877 rumah sakit di Indonesia yang melaporkan Insiden keselamatan pasien, dengan jumlah laporan insiden keselamatan pasien sebanyak 7. (Wijayanti. Nabhani, 2. Menurut data (Komite Keselamatan pasien Rumah Sakit (KKPRS). , 2. di Aceh memiliki data kasus insiden terjadinya keselamatan pasien sebesar 0,68%. Laporan komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) tahun 2020 di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru menunjukkan bahwa terjadi insiden keselamatan sebanyak 15 kejadian . ,5%). Copyright: @ 2025 Authors Upaya Keselamatan dan Kesehatan Pasien tertulis dalam Undang Undang No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan menjelaskan, keselamatan pasien merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh segenap pelayanan kesehatan sebagai wujud peningkatan mutu pelayanan secara internal. Keselamatan pasien telah menjadi prioritas untuk layanan kesehatan di seluruh dunia (Permenkes, 2. Program keselamatan pasien merupakan suatu usaha untuk menurunkan angka Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) yang sering terjadi pada pasien selama dirawat dirumah sakit sehingga sangat merugikan baik bagi pasien itu sendiri maupun rumah sakit. Pelanggaran terjadi di banyak negara termasuk Indonesia (Rahmi. Al. Reza Aril Ahri. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh perawat untuk mencegah Insiden Keselamatan Pasien (IKP) beserta dampaknya adalah dengan peningkatan kemampuan perawat untuk melaksanakan keselamatan pasien baik itu berupa pencegahan dini, deteksi risiko dan koreksi terhadap abnormalitas yang terjadi pada pasien. Perawat dalam hal ini dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan dalam pemberian asuhan keperawatan secara aman (Fitri. Kusnanto. , & Maryanti. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pengambilan data awal yang dilakukan penulis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik Ditiro didapatkan jumlah pasien pada bulan Agustus 2024 yaitu sebanyak 826 pasien. Kemudian jumlah keseluruhan perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebanyak 54 orang dengan jumlah pershif 8 orang, sedangkan jumlah dokter sebanyak 15 orang dengan jumlah pershif 5 orang. Menurut hasil survey awal dengan wawancara pada 10 pasien, 6 pasien mengatakan pada saat masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak segera mendapatkan penanganan dari perawat, pasien menunggu cukup lama untuk mendapatkan pelayanan dari perawat, 1 pasien mengatakan perawat asyik berbicara dengan perawat lainnya tidak langsung memberikan pelayanan setelah keluarga pasien marah perawat langsung datang untuk menangani pasien. pasien lagi mengatakan sudah mendapatkan pelayanan tepat waktu yang diperoleh dimulai dari penerimaan pertama pasien datang sampai dengan mendapatkan Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan mengambil judul AuHubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik DitiroAy. METODE Penelitian ini menggunakan metode pendekatan crossectional yaitu pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat, dimana pengumpulan data dilakukan peneliti disaat yang bersamaan (Swarjana, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik Ditiro yaitu sebanyak 54 perawat dan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 responden menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 5-17 Januari 2025 di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik Ditiro. Prosedur yang dilakukan mulai dari persiapan pengumpulan data, dan tahap pengumpulan data berupak pengisian kuesioner response time dan menggunakan arloji beserta kuesioner keelamatan pasien yang sudah diuji validitasnya terlebih Dilanjutkan Copyright: @ 2025 Authors menggunakan uji Chi-Square Test dengan SPSS. Time Cepat HASIL Analisa Univariat Response Time Tabel 1 Distribusi Frekuensi Response Time Perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro Response Time Cepat Lambat Total Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel 1 menunjukan bahwa Response Time Perawat berada pada kategori cepat sebanyak 23 orang . ,7%), kategori lambat sebanyak 12 orang . ,3%). Keselamatan Pasien Tabel 2 Distribusi Frekuensi Keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro Keselamatan Pasien Tinggi Frekuensi Lamb Tinggi Sedang Rendah 21,7 23 100 75,0 12 100 0,0 40,0 35 100 Berdasarkan tabel 3 dari 35 perawat, terdapat 23 perawat dengan response time cepat mayoritas keselamatan pasien sedang sebanyak 13 . ,5%), dan 12 perawat dengan response time lambat mayoritas keselamatan pasien rendah sebanyak 9 orang . ,0%). Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai p-value 0,009 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan Ha diterima, artinya ada hubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rsud Tgk Chik Ditiro. PEMBAHASAN Persentase Distribusi Frekuensi Response Time Perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro Sedang Berdasarkan tabel 1 menunjukan Rendah bahwa Response Time Perawat berada Total pada kategori cepat sebanyak 23 orang . ,7%), kategori lambat sebanyak 12 Berdasarkan tabel 2 menunjukan orang . ,3%). Response time berkaitan bahwa keselamatan pasien berada pada erat dengan kecepatan dalam menangani kategori tinggi sebanyak 6 orang . ,1%). Waktu tanggap (Response Tim. kategori sedang 15 orang . ,9%), kategori adalah kecepatan waktu penanganan rendah 14 orang . ,0%). yang dimulai dari pasien datang ke IGD sampai pasien mendapatkan tindakan Analisa Bivariat awal akibat masalah kesehatan yang dialami (Erik Verawati. , 2. Waktu Tabel 3 Hubungan Response Time Perawat dengan tanggap dikatakan tepat atau tidak Keselamatan Pasien di Ruang Instalasi Gawat terlambat jika waktu yang perlukan tidak Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro melebihi waktu yang diperlukan dan Respo Keselamatan Pasien tidak melebihi waktu ratarata standar tal value yang ada (Nurcholis. , 2. Hal ini Copyright: @ 2025 Authors didukung oleh penelitian (Sugiono. , & Muflihatin, 2. menunjukkan bahwa sebagian besar kategori response time di Ruangan IGD RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda relatif cepat yaitu 5 menit sebanyak 85 responden . ,5%). Menurut pendapat peneliti bahwa waktu tanggap pasien dalam kategori lambat, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti jumlah pasien yang banyak karena datang secara berbarengan, tidak ada ruangan yang kosong atau sedang dalam tahap tunggu masuk ke ruangan sehingga pasien harus menunggu lebih Selain itu, ada beberapa kasus karena kurangnya komunikasi antara perawat IGD Dampak dari response time yang lambat dapat mempengaruhi penanganan pasien dan dapat berakibat fatal dalam keselamatan pasien. Distribusi Frekuensi Keselamatan Pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro Berdasarkan tabel 2 bahwa keselamatan pasien berada pada kategori tinggi sebanyak 6 orang . ,1%), kategori sedang 15 orang . ,9%), kategori rendah 14 orang . ,0%). Keselamatan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta citra rumah sakit. Indikator keselamatan pasien ialah ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat keamanan pasien saat menerima perawatan di rumah sakit (Isclawati. Usman, & Majid, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Christina, 2. yang berjudul dengan pelaksanaan keselamatan pasien di Ruangan IGD RSUD Andi Djemma Masamba. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki keselamatan pasien yang sedang sebanyak 27 orang . ,79%). Menurut mayoritas masalah keselamatan pasien berada pada kategori sedang disebabkan oleh response time yang lambat. perawat perlu meningkatkan kesadaran akan penting nya waktu tanggap agar tidak menyebabkan kejadian yang fatal terhadap keselamatan pasien. Hubungan Response Time Perawat dengan Keselamatan Pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat dari 35 perawat, terdapat 23 perawat dengan response time cepat mayoritas keselamatan pasien sedang sebanyak 13 . ,5%), dan 12 perawat dengan response time lambat keselamatan pasien rendah sebanyak 9 orang . ,0%). Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai p-value 0,009 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan Ha diterima, artinya ada hubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Tgk Chik Ditiro. Salah satu indikator efektif dan efisien pelayanan gawat darurat adalah Indikator efektif dan efisien itu disebut Keberhasilan waktu tanggap perawat sangat tergantung pada kecepatan perawat dalam memberikan pelayanan segera untuk keselamatan pasien (Maatilu. Mulyadi. dan Malara. Indikator keselamatan pasien di IGD salah satunya adalah waktu tanggap perawat pada saat pasien datang. Waktu tanggap atau response time merupakan waktu emas terhadap kehidupan seorang pasien, kegagalan waktu tanggap dapat Copyright: @ 2025 Authors menyebabkan kejadian yang fatal terhadap menyebabkan kecacatan atau kematian akibat terlambat mendapatkan pelayanan yang cepat dan tepat (Widyaningsih, 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh (Eryanto Nabuasa, 2. , menemukan bahwa ada keselamatan pasien. Hal ini serupa dengan penelitian (D. Surtiningsih. Susilo, 2. yang menyatakan bahwa response time perawat di IGD RS Balung sebagian besar . ,6%) sesuai yaitu dibawah 5 Response time yang tepat dan cepat akan meningkatkan keselamatan pasien di IGD. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti berpendapat bahwa response time perawat yang baik akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan pasien, dengan response time perawat yang cepat memberikan intervensi awal sebelum kondisi pasien memburuk. Hal ini berarti bahwa dalam konteks pelayanan, terutama pelayanan responsif seperti pelayanan kegawatdaruratan, waktu yang dihabiskan untuk memberikan respon kepada pasien harus sesuai dengan standar waktu yang telah ditetapkan. Jika waktu respon melebihi standar yang telah ditentukan, maka hal tersebut dianggap tidak tepat. KESIMPULAN DAN SARAN Response time perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro mayoritas berada pada kategori cepat sebanyak 23 responden . ,7%). Keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 15 responden . ,9%). Ada hubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro dengan nilai PValue 0,009< 0,05 . ilai ). Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai referensi pembanding untuk dikembangkan menggunakan variabel yang lain dan berhubungan dengan response time perawat dalam keselamatan pasien. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ucapkan terimakasih kepada responden, lahan penelitian dan institusi yang telah mendukung penelitian ini, semoga penelitian ini menjadi informasi dan masukan dalam pengaplikasikan pelayanan di rumah sakit dan di sarankan untuk meningkatkan lebih baik lagi cepat tanggap dalam penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). DAFTAR PUSTAKA