K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 ISSN 2808-4667 PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG. LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DENGAN FIRM LIFE CYCLE SEBAGAI VARIABEL MODERASI Bertha Ernestina Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis Dan Akuntansi Universitas Katolik Musi Charitas ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan hutang, likuiditas, dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen dengan firm life cycle sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 20132015. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling yang menghasilkan 355 data observasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda dan analisis sub kelompok untuk pengujian moderasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan hutang berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen, sedangkan likuditas dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Adapun. Firm life cycle dapat memoderasi pengaruh kebijakan hutang dan likuiditas terhadap kebijakan Kata Kunci: Kebijakan Dividen. Kebijakan Hutang. Likuiditas. Profitabilitas. Firm Life Cycle ABSTRACT This research aims to determine the influence of debt policy, liquidity, and profitability toward dividend policy with firm life cycle as moderating variable on manufacturing company listed in Indonesian Stock Exchange. The population of this research is the companies listed in Indonesian Stock Exchange in 2013-2015. Samples for this research are 355 observation data taken with purposive sampling The hypothesis analytical method used is multiple linear regression and sub group analysis for moderation testing. Results of the analysis shows that debt policy has negative significant influence towards dividend policy, whereas liquidity and profitability have no influence towards dividend policy. As for, firm life cycle can moderate the influence of debt policy and liquidity towards dividend policy. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 ISSN 2808-4667 Key Words: Dividend Policy. Debt Policy. Liquidity. Profitability. Firm Life Cycle PENDAHULUAN Dalam dunia bisnis para investor menginginkan pengembalian berupa keuntungan dari investasi yang Salah satu bentuk investasi yang dapat dilakukan adalah berinvestasi saham. Menurut Darmadji . 1: . keuntungan yang dapat diperoleh dari berinvestasi saham adalah berupa dividen, yang merupakan pembagian laba bersih yang dihasilkan perusahaan kepada pemegang saham. Keputusan perusahaan untuk membagikan laba bersih sebagai dividen dilakukan atas persetujuan dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Penentuan besar kecilnya dividen yang akan dibagikan oleh perusahaan tergantung pada kebijakan dividen masing-masing perusahaan. Horne . 3: . menyatakan kebijakan dividen meliputi seberapa besar proporsi laba bersih yang akan dialokasikan perusahaan sebagai dividen. Perusahaan dapat membagikan dividen atau tidak membagikan dividen sama sekali. Kebijakan dividen perusahaan dapat terlihat dari rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR). Rasio tersebut menunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham secara Tabel 1 Rata-Rata DPR Per Sektor Industri di BEI dari Periode 2013-2015 Perusahaan-perusahaan terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan dalam beberapa Berdasarkan com, klasifikasi sektor perusahaan pada BEI dibagi menjadi tiga sektor, yaitu sektor utama, manufaktur, dan jasa. Penen144 tuan besaran dividen yang akan dibayarkan berbeda antara satu sektor dengan sektor lainya, bahkan antar perusahaanperusahaan yang ada dalam satu sektor tersebut. Tabel 1 menyajikan data mengenai rata-rata DPR yang dibagikan oleh perusahaan disetiap sektor setiap tahunnya. Terlihat UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 rata-rata rasio pembayaran dividen perusahaan sektor manufaktur memiliki rata-rata pembayaran dividen yang lebih tinggi dari sektor lainnya. Penentuan besarnya dividen yang akan dibagikan oleh perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. LANDASAN TEORI Teori Agensi Manurung . 2: . menyatakan teori agensi menjelaskan mengenai hubungan antara dua pihak, yaitu agen dan prinsipal. Agen merupakan pihak yang mengelola keberlangsungan perusahaan sedangkan, prinsipal merupakan pemilik perusahaan atau pihak yang memberikan dana pada perusahaan. Agen harus menjalankan keinginan dari prinsipal agar mendapatkan pengembalian atas sejumlah dana yang diinvestasi ke perusahaan. Hubungan diantara agen dan prinsipal dapat terjadi permasalahan yang menimbulkan konflik antara kedua pihak. Menurut Harjito . konflik antara agen dan prinsipal dapat muncul dikarenakan adanya perbedaan keinginan atau tujuan antara agen dan prinsipal. Konfik juga dapat terjadi dikarenakan adanya prinsipal tidak dapat mengamati atau mengawasi secara langsung tindakan yang dilakukan oleh agen. Selain itu, konflik dapat muncul karena adanya perbedaan informasi yang dimiliki ISSN 2808-4667 antara agen dan prinsipal, di mana pihak agen memiliki lebih banyak informasi dibandingkan pihak prinsipal. Menurut Manurung . ada dua permasalahan yang dapat terjadi antara agen dan prinsipal, yaitu masalah antara agen dengan pemberi pinjaman dan agen dengan pemegang saham. Permasalahan yang terjadi antara agen dan pemberi pinjaman adalah kekhawatiran adanya transfer kemakmuran dari pemberi pinjaman kepada pemegang saham, yaitu pemberi pinjaman merasa bahwa perusahaan membagikan dividen kepada pemegang saham menggunakan dana yang Pemberi pinjaman juga merasa khawatir dana yang dipinjamkan kepada perusahaan tidak akan kembali. Dilain pihak, permasalahan antara agen dan pemilik saham muncul dikarenakan agen tidak bekerja sesuai dengan keinginan dari pemilik saham, seperti agen melakukan sebuah tindakan yang dapat memperbesar biaya perusahaan yang bukan untuk kepentingan Kebijakan Dividen Darmadji . 1: 127-. menyatakan dividen merupakan pembagian sisa laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada pemegang saham atas persetujuan RUPS (Rapat UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 Umum Pemegang Saha. Perusahaan akan dihadapkan dengan berbagai pertimbangan ketika perusahaan memperoleh keuntungan atau laba Menururt Helfert . 6: . laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan dapat digunakan untuk membayarkan bunga kepada pihak pemberi pinjaman, ditahan sebagai laba ditahan untuk melakukan reinvetasi, dan dibagikan kepada pemegang saham berupa dividen. Ada Faktor-faktor yang dapat mempengaruji kebijakan dividen. Horne . 3: 213-. menyatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen, yaitu: Kebutuhan pendanaan perusahaan Kebutuhan pendanaan perusahaan harus dipertimbangkan terlebih dahulu saat menentukan kebijakan dividen. Perusahaan harus menganalisis kemungkinan arus kas dimasa depan dan juga saldo kas tahun berjalan Likuiditas Semakin besar posisi kas dan keseluruhan likuiditas perusahaan maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk dapat membayar dividen. Kemampuan untuk meminjam Kebijakan dividen yang akan dilakukan oleh perusahaan dapat dipengaruhi dari fleksibelitas ISSN 2808-4667 Perusahaan yang fleksibel secara keuangan berarti memiliki kemampuan untuk meminjam dalam jangka waktu yang singkat. Batasan-batasan dalam kontrak Batasan-batasan dalam kontrak hutang antara pemberi pinjaman dan pihak manajemen dapat mempengaruhi kebijakan dividen yang akan dilakukan. Semakin banyak batasan yang ditetapkan oleh pemberi pinjaman maka semakin kecil kemungkinan perusahaan untuk membagikan dividen (Subramanyam, 2010: . Pengendalian Saat perusahaan membagikan dividen dalam jumlah besar demi kepentingan pemegang saham, dimasa datang perusahaan memerlukan tambahan dana melalui penerbitan saham tambahan, hal ini dapat menyebabkan berkurangnya kendali perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham bila pemegang saham tersebut tidak dapat membeli kembali saham tambahan Ada beberapa teori yang berkaitan dengan kebijakan dividen, yaitu: Teori Irrelevant Dividend Brigham . 1: . menyatakan teori ini membahas UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 bahwa kebijakan dividen tidak mempengaruhi harga saham ataupun biaya modal perusahaan, sehingga kebijakan dividen merupakan sesuatu yang irrelevant. Teori Bird-In-the-Hand Manurung . 2: . menyatakan teori ini membahas mengenai investor yang lebih menyukai dividen disbandingkan capital gain. Para investor memiliki pandangan bahwa dividen lebih tidak beresiko dan lebih pasti akan capital gain yang belum tentu akan ada di masa yang akan . Teori Pengaruh Pajak Brigham . menyatakan dividen yang didapatkan investor dikenakan pajak lebih tinggi dibandingkan dengan capital gain. Investor lebih memilih perusahaan untuk menahan dan menanamkan kembali laba yang Pertumbuhan laba dianggap dapat menaikkan harga saham, sehingga capital gain yang memiliki pajak rendah dapat menggantikan dividen yang memiliki pajak yang tinggi. Investor juga lebih menyukai capital gain ISSN 2808-4667 karena investor dapat menunda pembayaran pajak. Teori Agency Cost and Free Cash Flow Manurung . 2: . menyatakan konflik sering terjadi antara pihak pengelola perusahaan dan pemegang saham karena pengelola perusahaan tidak bekerja sesuai dengan keinginan pemegang saham, sehingga pemegang saham menunjuk pihak lain untuk memonitor pengelola perusahaan yang dikenal sebagai biaya agensi. Pemegang saham menginginkan dividen yang dibagikan cukup besar. Perusahaan yang memiliki Arus kas . ree cash flo. yang besar harus bertindak fleksibel agar terjadi keuntungan bersama. Kebijakan Hutang Menurut Munawir . 4: 1. hutang merupakan semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, di mana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor. Menurut Hery . manajer keuangan perlu memutuskan dan mengambil kebijakan untuk menyeimbangkan sumber pembiayaan yang ada, yaitu antara pembiayaan melalui hutang atau UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 dengan pembiayaan modal sendiri. Kebijakan hutang dapat diukur dengan menggunakan rasio solvabilitas, yaitu rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Rati. Rasio ini dihitung dengan membandingkan total hutang yang dimilik oleh perusahaan dengan total modal yang dimiliki oleh perusahaan. Likuiditas Riyanto . 8: . menyatakan likuiditas berhubungan dengan masalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial yang segera harus terpenuhi. Menurut Ross . 9: . likuiditas juga dapat melihat sumber daya jangka pendek yang tersedia di perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka Rasio kas . ash rati. merupakan rasio yang mengukur seberapa besar jumlah kas yang tersedia untuk melunasi kewajiban jangka pendek perusahaan. Profitabilitas Menurut Brigham . 1: . profitabilitas merupakan hasil akhir yang didapat dari beberapa kebijakan dan juga keputusan yang telah dilakukan oleh perusahaan. Hery . 5: 189-. menyatakan profitabilitas dapat mengukur tingkat efektifitas perusahaan dalam menjalankan operasionalnya yang terlihat dalam keberhasilan manajemen ISSN 2808-4667 menghasilkan laba yang maksimal bagi perusahaan. Salah satu rasio profitabilitas adalah Return on Asset (ROA) yang menunjukkan seberapa besar kontribusi asset dalam menciptakan laba bersih. ROA dapat diukur dengan membandingkan laba bersih yang dihasilkan dengan total asset yang dimiliki oleh perusahaan. Firm Life Cycle Firm Life Cycle atau siklus hidup perusahaan merupakan dikembangkan dari konsep pemasaran yaitu siklus hidup produk (Paramita. Baker . 9: 203-. menyatakan siklus hidup perusahaan dapat digambarkan pada kurva pertumbuhan berbentuk S. Siklus ini dimulai dari periode pertumbuhan yang lambat yaitu pada fase pendirian berlanjut pada periode pertumbuhan yang cepat lalu pada akhirnya ke fase dewasa dan pertumbuhan mulai melambat. Pada fase awal, perusahaan akan berinvestasi sebanyak mungkin untuk dapat meningkatkan laba perusahaan. Pada fase ini, perusahaan belum dapat memenuhi kebutuhan perusahaan dengan pendanaan internal. Selanjutnya, perusahaan akan terus berkembang dan pada akhirnya mencapai pada fase dewasa. Pada fase dewasa, perusahaan sudah tidak memiliki banyak kesempatan investasi lagi, sehingga perusahaan akan memilih untuk membagikan keun- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 tungan yang didapatkan kepada pemegang saham dalam bentuk METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kausalitas. Sugiono . menyatakan kausalitas merupakan penelitian yang meneliti mengenai hubungan sebab akibat antara satu variabel dengan variabel lain. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini yaitu perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana sampel yang dipilih dengan menggunakan beberapa kriteria. Sampel perusahaan yang dipilih harus memenuhi kriteria sebagai berikut: Perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar pada BEI selama Perusahaan yang memiliki data laporan keuangan yang lengkap selama periode 2013-2015. Perusahaan tidak memilki total ekuitas yang negatif selama ISSN 2808-4667 dependen yaitu kebijakan dividen, variabel independen yaitu kebijakan hutang, likuiditas dan profitabilitas, maupun variabel moderasi yaitu firm life cycle yang berbentuk data dokumentasi tertulis. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik dokumentasi. Data dikumpulkan dari yang memuat data-data laporan keuangan perusahaan dan data Ringkasan Keuangan Perusahaan Tercatat. Variabel Penelitian dan Pengukurannya . Variabel dependen Kebijakan Dividen Kebijakan dividen merupakan hasil persentase dari dividen kas per lembar saham yang dibagi dengan laba bersih per lembar saham Dividend Payout Ratio . Variabel independen Kebijakan Hutang Kebijakan hutang merupakan rasio perbandingan antara total hutang yang dimiliki perusahaan. Debt to Equity Ratio Teknik Pengumpulan Data Jenis data pada penelitian ini adalah data sekunder baik variabel UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 Likuiditas Likuiditas merupakan rasio yang membandingkan jumlah kas dengan hutang jangka pendek perusahaan. Cash Ratio Profitabilitas Profitabilitas merupakan rasio membandingkan antara bersih dengan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Return On Asset . Variabel Moderasi Firm Life Cycle Firm Life Cycle merupakan rasio perbandingan antara laba ditahan dengan total ekuitas Firm Life Cycle Teknik Analisis Data Pada penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas serta pengujian hipotesis yang menggunakan uji t, uji F, uji koefisien determinasi (RA), dan ISSN 2808-4667 uji moderasi yang menggunakan analisis sub kelompok. PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI sebagai populasi penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yang menggunakan kriteria-kriteria sehingga, jumlah observasi pada penelitian ini sebanyak 355 data. Selanjutnya, dilakukan pengujian asumsi untuk melihat apakah data layak digunaka atau tidak. Pada tahap uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi, dan uji Pada pengujian normalitas yang menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov setelah nilai residual yang sebelumnya dinyatakan tidak normal karena nilai Asympt. Sig. -taile. sebesar 0,00 yang lebih kecil dari 0,05, kemudian dilakukan transformasi data kebentuk logaritma natural dan didapatkan hasil nilai Monte Carlo Sig. -taile. sebesar 0,07 yang lebih besar dari 0,05 sehingga nilai residual dinyatakan terdistrubusi normal. Pada pengujian multikolinieritas semua variabel independen tidak terjadi multiko-linieritas yang terkihat dari nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF yang kurang dari 10. Selanjutnya, pada pengujian autoko-relasi didapatkan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 hasil bahwa tidak terjadi autokorelasi karena hasil pengujian DurbinWatson nilai du < dw < 4-du. Pada pengujian yang terakhir yaitu uji heterokedasitas, didapatkan nilai signifikansi untuk ketiga variabel independen lebih besar dari 0,05, sehingga tidak terjadi Pada tahap selanjutnya yaitu pengujian hipotesis uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan analisis regresi linier berganda didapatkan hasil sebagai berikut: Pengaruh Kebijakan Hutang Terhadap Kebijakan Dividen Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikan sebesar 0,037 yang lebih kecil dari 0,05 dengan koefisien regresi yang bernilai negatif, yang menunjukkan bahwa H1 diterima, yaitu kebijakan hutang berpengaruh negatif terhadap kebijakan Hal ini menunjukkan perusahaan yang memiliki tingkat penggunaan hutang yang tinggi maka dividen yang akan dibagikan semakin rendah. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Arilaha . dan Sumiadji . yang menyatakan bahwa kebijakan hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Akan tetapi, penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi . dan Kardianah . yang menyatakan bahwa ISSN 2808-4667 kebijakan hutang berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Pengaruh Likuiditas Terhadap Kebijakan Dividen Hasil uji t memberikan hasil nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,355 yang lebih besar dari 0. sehingga H2 yang menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen ditolak. Alasan tidak berpengaruhnya variabel likuiditas terhadap variabel kebijakan dividen karena korelasi antara likuiditas dengan kebijakan dividen menunjukkan angka 0,098 yang berarti korelasi antara kedua variabel ini lemah dan hubungan keduanya acak . idak linie. Perusahaan yang memilki likuiditas yang tinggi seharusnya memilki rasio pembagian dividen yang tinggi, namun ada beberapa perusahaan yang memilki likuiditas yang tinggi memiliki rasio pembayaran dividen yang rendah. Hasil dari penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Arilaha . dan Kardianah . yang menyatakan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Penelitian yang dilakukan oleh Sumiadji . menggunakan variabel cash ratio sebagai variabel likuiditas sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Mahaputra . menggunakan perusahaan perbankan sebagai sam- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 pel peneli-tiannya. Perbedaan pengukuran va-riabel likuiditas yang digunakan dan kriteria sampel dapat menyebabkan perbedaan hasil. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen Hasil nilai signifikan dari variabel profitabilitas sebesar 0,330 yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa H3 ditolak yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan Alasan tidak berpengaruhnya profitabilitas terhadap kebijakan dividen karena korelasi antara profitabilitas dengan kebijakan dividen menunjukkan angka 0,177 yang berarti korelasi antara kedua variabel ini lemah dan hubungan keduanya acak . idak linie. Perusahaan yang memilki profitabilitas yang tinggi seharusnya memiliki rasio pemba-gian dividen yang tinggi, namun pada penelitian ini terdapat beberapa perusahaan yang memilki profita-bilitas yang tinggi memiliki rasio pembayaran dividen yang rendah. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi . dan Pasaribu . yang menyatakan bahwa profitabilitas ber-pengaruh kebi-jakan Akan tetapi hasil penelitian ini sesuai dengan pene-litian yang dilakukan oleh Sumiadji . dan ISSN 2808-4667 Sari . yang menya-takan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Selanjutnya, pada uji F menunjukkan bahwa variabel independen yaitu kebijakan hutang, likuiditas, dan profitabilitas berpengaruh secara bersama-sama terhadap kebijakan dividen yang terlihat dari hasil signifikansi sebesar 0,03 yang lebih kecil dari 0,05. Sedangkan pada uji koefisien determinasi didaptkan hasil adjusted R2 sebesar 4,2% yang menunjukkan variabel kebijakan hutang, likuiditas, dan profitabilitas memiliki kemampuan untuk menjelaskan variabel kebijakan dividen sedangkan sisanya sebesar 95,8% dijelaskan oleh faktor lain diluar penelitian ini. Pada tahap ini adalah pengujian hipotesis untuk regresi moderasi dengan analisis sub kelompok didapatkan hasil sebagai berikut: Firm Life Cycle dalam memoderasi pengaruh kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen. Hasil dari pengujian data yang telah dilakukan dengan analisis sub kelompok menggunakan uji Chow didapatkan hasil F hitung sebesar 3,130 yang lebih besar dibandingkan dengan F tabel sebesar 2,99. Hal ini, menunjukkan bahwa persamaan regresi antara sub kelompok . ase UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 pertumbuhan dan fase dewas. memiliki perbedaan signifikan, yang berarti firm life cycle dapat memoderasi hubungan antara kebijakan hutang dengan kebijakan dividen. Fase pertumbuhan memperkuat pengaruh kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen yang terlihat dari nilai R Square fase pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan fase dewasa. H4 yang menyatakan firm life cycle memoderasi pengaruh kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen diterima. Firm Life Cycle dalam memoderasi pengaruh likuiditas terhadap kebijakan Hasil dari pengujian data yang telah dilakukan dengan analisis sub kelompok menggunakan uji Chow didapatkan hasil F hitung sebesar 9,890 yang lebih besar dibandingkan dengan F tabel sebesar 2,99. Hal ini menunjukkan persamaan regresi antara sub kelompok . ase partumbuhan dan fase dewas. memiliki perbedaan yang signifikan, yang berarti firm life cycle dapat memoderasi hubungan antara likuiditas dengan kebijakan dividen. Fase pertumbuhan memperkuat pengaruh likuiditas terhadap kebijakan dividen terlihat dari nilai R Square fase pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan fase dewasa. ISSN 2808-4667 Berdasarkan hal ini. H5 yang menyatakan firm life cycle memoderasi pengaruh likuiditas terhadap kebijakan dividen diterima. Firm Life Cycle dalam memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen. Berdasarkan hasil pengujian data yang dilakukan dengan analisis sub kelompok menggunakan uji Chow, didapatkan F hitung sebesar 1,489 yang lebih kecil dari F tabel sebesar 2,99 yang menunjukkan bahwa persamaan regresi antara sub kelompok . ase pertumbuhan dan fase dewas. tidak berbeda secara Hasil ini menunjukkan bahwa firm life cycle tidak dapat memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen, yang berarti H6 ditolak. Hal ini kemungkinan dikarenakan penggunaan pengukuran variabel profitabilitas yang menggunakan Return on Asset sebagai ukuran untuk mengukur profitabilitas perusahaan. PENUTUP Simpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan hutang berpengaruh signifikan negatif terhadap kebijakan, sedangkan likuiditas dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan divi-den. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. JUNI 2022 Serta firm life cycle dapat dapat memoderasi pengaruh kebijakan hutang dan likuiditas terhadap kebijakan dividen, dan Firm life cycle tidak dapat memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan dari hal variabel, periode, dan indikator penentu variabel Pada penelitian ini hanya menggunakan kebijakan hutang, likuiditas, dan profitabilitas sebagai variabel independen yang hanya memberikan nilai adjusted R square sebesar 4,2%. Sehingga masih terdapat 95,8% variabel lain yang dapat mempengaruhi kebijakan dividen. Serta, penelitian ini hanya menggunakan periode penelitian selama 3 tahun yaitu tahun 2013-2015 sehingga penelitian ini tidak bisa digeneralisasikan dalam jangka waktu yang Penelitian ini hanya menggunakan retained earning/total equity (RE/TE) sebagai indikator penentu variabel Firm Life Cycle. Saran Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk dapat menambah variabel lain yang mempengaruhi kebijakan dividen dimana pada penelitian ini hanya menggunakan 3 variabel independen dengan adjusted ISSN 2808-4667 R square sebesar 4,2%. Sehingga sebesar 95,8% masih ada penelitian lain yang dapat mempengaruhi. Adapun variabel lain yang merujuk pada penelitian sebelumnya yaitu manajerial (Dewi . ), kesempatan investasi (Marpaung . ), atau kepemilikan institusional (Dewi . Penelitian selanjutnya dapat memperpanjang periode penelitian agar generalisasi yang dilakukan lebih panjang. dapat menggunakan observasi yang lebih besar sehingga hasilnya dapat menjadi perbandingan bagi penelitian ini. Serta, penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan indikator lain dalam menentukan variabel firm life cycle, seperti penelitian yang dilakukan oleh Koh et al. yang menggunakan umur perusahaan, pendapatan, pertumbuhan penjualan, dan nilai perusahaan sebagai indikator penentu firm life cycle. DAFTAR PUSTAKA