DAWUH DaAowah & Communication Islamic Jurnal Efektivitas Komunikasi Terhadap Proses Belajar dalam Pembelajaran Online Joko Prayudha S. Azis Abdul Malik2 Universitas Bengkulu1. Institut Agama Islam Negeri Bengkulu2 jokoprayudha@gmail. com1, azisabdulmalikmalik@gmail. Abstrak Komunikasi yang baik antara guru dan siswa merupakan hal yang sangat penting untuk menarik minat belajar siswa dalam pembelajaran secara online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi siswa saat pelaksanaan pembelajaran secara daring atau online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan melakukan penjabaran data secara deskriptif. Dalam pengumpulan data, kuesioner dan wawancara telah digunakan untuk mendapatkan jawaban yang lebih mendalam. Populasi dalam penelitian ialah seluruh siswa yang berada di Mts Al-Hadi, sedangkan sampel yang digunakan ialah seluruh siswa kelas VII. Hasil dari penelitian ini ialah terkait dengan komunikasi para siswa dalam pembelajaran secara daring atau online dengan menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran seperti Whatsapp. Google Classroom dan Zoom Cloud. Dalam kelancaran proses belajar secara online perlu adanya metode dan topik yang menarik sehingga dapat memancing siswa agar lebih tertarik dalam pembelajaran secara online. Komunikasi yang efektif juga dapat mendukung jalannya proses belajar mengajar yang lancar. Efektivitas komunikasi yang baik dapat dilihat dari proses penyampaian materi dan informasi yang baik sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi yang diberikan dan guru mendapatkan feedback yang baik pula. Kata Kunci: Efektivitas. Komunikasi. Proses Belajar. Pembelajaran Online Abstract Good communication between teacher and student is very important to build student interest in learning process during online learning. This study aims to determine the effectiveness of student communication when implementing online learning. The method used in this research is a qualitative method by describing the data descriptively. In data collection, questionnaires and interviews have been used to obtain more in-depth answers. The population in the study were all students who were in Mts Al-Hadi, while the sample used was all grade VII students. The results of this study are related to the communication of students in online learning by using various learning applications such as Whatsapp. Google Classroom and Zoom Cloud. In the smooth running of the online learning process, it is necessary to have interesting methods and topics so that it can lure students to be more interested in online learning. Effective communication can also support a smooth teaching and learning process. The effectiveness of good communication can be seen from the process of delivering good material and information so that students can easily understand the material provided and the teacher gets good feedback too. Keywords: Effectiveness. Communication. Learning Process. Online Learning 34 | Dawuh : Vol. No. Maret 2021 PENDAHULUAN Pada akhir tahun 2019 dengan munculnya sebuah virus baru mematikan yang lebih dikenal dengan sebutan sebagai virus corona menyebabkan kekhawatiran diseluruh dunia. Kehadiran virus tersebut menjadikan momok oleh sebagian besar umat manusia. Virus ini mengancam siapa saja dan yang paling parah dapat menyebabkan kematian. Dengan adanya ancaman bahaya dari virus tersebut telah menghentikan semua aktivitas manusia di dunia, tak terkecuali di sektor pendidikan. Terhentinya pembelajaran secara tatap muka kini beralih menjadikan pembelajaran secara daring. Guru dan tenaga pengajar dituntut untuk berubah dalam metode pengajaran mereka sebagaimana sekolah dan pemerintah telah merancang pembelajaran tatap muka ke mode belajar online karena covid 19 ini. Anjuran ini sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh kemendikbud, kebijakan ini mengarah pada sektor pendidikan untuk menutup sekolah yang mengharuskan siswa belajar dari rumah. Presiden Joko Widodo sejak 16 Maret 2020 mengimbau untuk melakukan aktivitas dari rumah. Kebijakan ini diharapkan untuk mengurangi gerak sosial baik dari pelajar dan mahasiswa, serta para pekerja (Dimas, 2. Rajab . memberikan argumennya bahwa dengan adanya virus corona memberikan efek pada sektor pendidikan. Oleh karena itu setiap guru harus mampu mencari solusi dalam pengajaran disaat pandemi covid 19 ini. Salah satu solusinya ialah dengan dilakukannya pembelajaran jarak jauh atau lebih dikenal dengan sebutan pembelajaran secara daring. pembelajaran online menjadikan sebuah solusi disaat kondisi sulit seperti pandemi sat ini meskipun tidak bisa disangkal bahwa banyaknya tantangan yang akan dihadapi dalam pelaksanaannya (Windiarti et al. Pembelajaran daring adalah kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan internet local area network sebagai metode berinteraksi dalam pembelajaran seperti dalam penyampaian materi. Pembelajaran jarak jauh ini diterapkan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti komputer atau perangkat teknologi lainnya yang dapat menghubungkan guru dengan Perkembangan teknologi telah mengubah metode pengajaran di sekolah dari metode pengajaran tradisonal menggunakan metode penggunaan teknologi. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Bakia. Shear. Toyama and Lasseter . yang menyatakan bahwa Aubukti yang tersedia menunjukan bahwa sekolah menggunakan teknologi informasi dengan tujuan memperluas akses, meningkatkan kualitas pengajaran dan mengurangi biaya terkait pembelajaranAy. Sehingga pembelajaran secara daring dapat memberikan efisiensi dalam penerapannya selama pandemi ini. Pembelajaran online berpotensi untuk mengubah pengajaran dengan mendesain ulang pendekatan instruksional ruang kelas tradisional dan meningkatkan kualitas pengalaman belajar (Patrick & Powell, 2. Pembelajaran online tidak hanya menawarkan peningkatan kualitas pendidikan tetapi juga solusi dari permasalahan tersebut yang dihadapi dalam pembelajaran secara tradisional. Guru memiliki peran yang penting dalam mendesain kelas online selain hanya memiliki koneksi internet yang stabil (Welch et al, 2. Hartono . mengatakan pengunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dapat membantu guru ataupun siswa. Dengan demikian penggunaan semacam aplikasi media sosial dapat memfasilitasi kegiatan belajar mengajar, terutama di masa pandemi seperti ini akan sangat berguna sebagai alternatif pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan teknologi pastinya akan menghadirkan berbagai macam fitur canggih yang akan memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran. Pola pembelajaran online menggunakan berbagai macam teknologi dalam pelaksanaannya (Whindiyana, 2. Waryanto . juga menambahkan bahwa pembelajaran online memerlukan infrasturktur jaringan internet dalam pelaksanaannya. Pembelajaran jarak jauh atau online ini mengharuskan siswa dan guru harus terhubung dengan teknologi pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan aplikasi pembelajaran seperti Whatsapp. Google Classroom dan Zoom Cloud. Menurut Darmawan . penggunaan dari pembelajaran online ini dapat memfasilitasi aktivitas pembelajaran selain hanya sebagai alat komunikasi. Kemudian Clark & Mayer . menjelaskan bahwa aplikasi pembelajaran online memiliki peranannya sendiri baik diantara guru dan siswa. Guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai penerima konstruksi pendidikan dalam Hal ini akan memberikan suasana dan tantangan baru baik bagi siswa maupun guru Joko Prayudha, dkk : Efektivitas Komunikasi Terhadap Proses A | 35 dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring. Tantangan ini bagi mereka yang belum terbiasa menggunakan aplikasi tersebut dalam pembelajaran sehingga minat belajar siswa menurun. Saputra . mengatakan bahwa terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ialah faktor yang berasal dari siswa itu sendiri misalnya malas, kebosanan, kelelahan dan sebagainya, sedangkan faktor eksternal ditimbulkan oleh kondisi diluar dari siswa itu sendiri seperti keadaan sekolah, lingkungan pembelajaran, metode mengajar, hubungan guru-siswa ataupun siswa-siswa dan sebagainya. Kemudian juga terdapat komponen yang dapat mendukung proses belajar yakni tujuan, materi atau bahan ajar, adanya siswa sebagai subjek dan objek pengajaran, adanya guru sebagai pengajar, metode mengajar dan adanya situasi yang memungkinkan terjadinya pembelajaran yang kondusif (Sundayana, 2. Dalam pembelajaran online pastinya mengalami perbedaan dengan pembelajaran secara tatap muka baik itu strategi, metode, gaya mengajar dan sebagainya. Puspitorini . menambahkan jika pembelajaran secara online akan mengubah gaya komunikasi selama pembelajaran. Disistem pembelajaran secara tatap muka mahasiswa akan mendengarkan guru menjelaskan materi didepan kelas, namun pembelajaran secara online tidak sedikit guru hanya memberikan materi saja kepada para siswa tanpa harus menjelaskan materi tersebut, maka hal inilah yang menyebabkan kurangnya minat siswa dalam pembelajaran secara daring ini. Disisi lain, dalam proses pembelajaran online gurulah yang memiliki peran yang sangat penting karena guru adalah pengontrol pelaksanaan kelas online (Bao, 2. Oleh karena itu peran guru dalam pembelajaran online menentukan proses pembelajaran agar berjalan dengan baik atau tidak. Komponen dalam belajar dapat berhasil jika komunikasi berlangsung efektif antara siswa dan guru. Dimana dengan adanya komunikasi yang baik akan terbentuk hubungan yang baik pula dalam hal ini proses pembelajaran akan lebih menarik dan pastinya mampu membuat siswa merasa kenyamanan saat belajar. Komunikasi sendiri artinya sebuah kegiatan untuk menyampaikan pesan atau informasi ke orang lain dengan suatu tujuan tertentu (Riadi & Sunyianto, 2. Sehingga menjadikan sebuah komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia (Hermadinata, 2. Tatang . juga berpendapat bahwa fungsi komunikasi adalah untuk menyampaikan informasi, mendidik, menghibur dan memengaruhi. Iskandar & Zainuddin. berpendapat pula bahwa komunikasi yang efektif berhubungan dengan kemampuan komunikator dan komunikan yakni dalam konteks ini antara guru dan siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang baik saat proses belajar ialah dimana pesan yang disampaikan oleh guru dapat dipahami dan dimengerti oleh para siswanya dengan memberikan timbal balik atau feedback terhadap materi yang telah dijelaskan. Dengan adanya timbal balik dari siswa maka akan membuat proses pembelajaran berjalan dengan sangat baik, guru dapat memahami kesusahan, kesulitan siswa dan juga guru bisa melihat sejauh mana siswa mengerti terkait materi yang telah diberikan. Komunikasi dalam pembelajaran online ini tidak akan tercipta jika tanpa adanya perantara aplikasi serta teknologi yang digunakan, sehingga peneliti merasa tertarik untuk mengetahui keefektivitasan komunikasi selama pembelajaran online dimasa pandemi covid 19. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Stake . menyebutkan bahwa penelitian kualitatif ialah bergantung pada persepsi manusia terhadap subjek dan waktu yang telah digunakan mengenai suatu hal yang dibahas. Sugiyono . juga menambahkan bahwa metode kualitatif deskriptif digunakan untuk melihat kondisi dari objek yang dikaji secara alami dimana penelitilah yang memiliki instrumen kunci dalam proses penerapan penelitian tersebut. Dalam pengumpulan data, kuisioner dan wawancara telah digunakan untuk mendapatkan jawaban yang lebih mendalam. Populasi dalam penelitian ialah seluruh siswa yang berada di Mts Al-Hadi, sedangkan sampel yang digunakan ialah seluruh siswa kelas VII. Jumlah siswa yang terdapat dikelas tersebut berjumlah 28 siswa dengan menyebarkan kuesioner melalui Google form dan interview dilakukan kepada para siswa yang terpilih untuk mengetahui persepsi siswa mengenai efektivitas komunikasi terhadap proses 36 | Dawuh : Vol. No. Maret 2021 belajar dalam pembelajaran online. Setelah data dikumpulkan, maka tahap selanjutnya ialah menganalisa data tersebut untuk mendapat kesimpulan. Kemudian data yang sudah dikumpulkan akan dijabarkan secara deskriptif. Adapun instrumen kuesioner dalam penelitian ini sebagai berikut: Jawaban Pertanyaan Kuisioner Jumlah Tidak Apakah pembelajaran online membantu anda tetap belajar disituasi pandemi seperti ini? Apakah pembelajaran online membantu anda mendapatkan informasi terkait materi pembelajaran? Apakah anda paham menggunakan aplikasi pembelajaran online? Apakah pembelajaran online membantu anda agar berkomunikasi dengan guru? Apakah anda mendapatkan kesulitan dalam berkomunikasi dengan guru selama pembelajaran online? HASIL DAN PEMBAHASAN Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam berinteraksi. Dengan adanya komunikasi dapat memberikan hal yang jelas pada suatu hal yang dibahas. Disisi lain, komunikasi pembelajaran yang baik akan membentuk sebuah interaksi yang jelas sehingga pemahaman terhadap materi dan jalannya proses pembelajaranakan berjalan dengan baik. Hasil yang didapatan dari kuesioner yang diberikan dengan menggunakan Google Classroom dapat dilihat dalam tabel 1: Table 1. Hasil Kuisioner Jawaban Pertanyaan Persentase Tidak Apakah pembelajaran online membantu anda tetap belajar disituasi pandemi seperti ini? Apakah pembelajaran online membantu anda mendapatkan informasi terkait materi pembelajaran? Apakah anda paham menggunakan aplikasi pembelajaran online? Apakah pembelajaran online membantu anda agar berkomunikasi dengan guru? Apakah anda mendapatkan kesulitan dalam berkomunikasi dengan guru selama pembelajaran Apakah anda merasa kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru? Apakah pembelajaran online membuat anda kebingungan dalam mencerna meteri? Apakah ada komunikasi dua arah? 7,1% 12,5% 8,5% 7,1% 4,6% 7,8% 7,5% Joko Prayudha, dkk : Efektivitas Komunikasi Terhadap Proses A | 37 Apakah pembelajaran onlline membuat anda merasa nyaman saat melakukan diskusi online? Apakah pesan dan informasi yang disampaikan oleh guru mudah untuk dipahami? 7,8% 7,1% Tabel diatas menunjukan hasil dari kuesioner yang telah diberikan kepada siswa. Dimana dapat dilihat bahwa pada pertanyaan pertama mengenai pembelajaran online disituasi pandemi sebanyak 28 siswa atau keseluruhan siswa mengatakan bahwa pembelajaran online membantu mereka agar tetap bisa melanjutkan pembelajaran ditengah situasi pandemi covid 19, artinya pembelajaran online ini merupakan alternatif disaat adanya situasi berbahaya seperti ini agar tetap adanya keberlanjutan dalam proses belajar mengajar. Sehingga siswa tidak perlu berhenti untuk belajar namun dialihkan dengan mode pembelajaran secara daring. Untuk pertanyaan kedua sebanyak 20 siswa mengatakan bahwa pembelajaran secara online membantu mereka untuk mendapatkan informasi terkait dengan materi yang diberikan saat pembelajaran online, namun terdapat delapan orang siswa yang mengatakan bahwa pembelajaran online tidak membantu mereka untuk mendapatkan informasi terkait dengan materi pembelajaran tersebut, dengan alasan bahwa pembelajaran online membuat mereka merasa tidak tertarik dan sulit mengerti saat materi diberikan. Mereka juga menambahkan bahwa pembelajaran secara online menuntut mereka untuk harus terbiasa dengan cara pembelajaran baru sehingga ini membuat mereka belum terbiasa dalam menjalankan pembelajaran secara daring. Kemudian untuk pertanyaan ketiga terkait dengan penggunaan aplikasi pembelajaran online, sebanyak 25 siswa paham dalam menggunakan aplikasi pembelajaran online. Mereka mengatakan untuk menjalankan aplikasi pembelajaran seperti WhatsApp mereka tidak perlu untuk belajar menggunakannya karena aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang sudah sering mereka gunakan. Namun aplikasi seperti Google Classroom dan Zoom Cloud mereka harus belajar otodidak terlebih dahulu dengan cara mempelajarinya dan menonton video dari Youtube. Kemudian sebanyak tiga siswa mengatakan bahwa mereka tidak terlalu paham dalam menggunakan aplikasi pembelajaran seperti Zoom Cloud dan Google Classroom karena sebelumnya mereka tidak diberikan pelatihan untuk cara menggunakan aplikasi tersebut. Namun untuk aplikasi pembelajaran seperti WhatsApp mereka mudah untuk menggunakannya. Pertanyaan keempat, sebanyak 24 siswa mengatakan pembelajaran online membantu mereka untuk melakukan komunikasi dengan gurunya. Diantara mereka mengatakan dengan metode pembelajaran online pertanyaanpertanyaan dengan mudah untuk dilakukan baik itu melalui kolom komentar atau kolom diskusi yang tersedia atau melalui pesan secara pribadi ke guru yang bersangkutan. Tapi terdapat empat siswa yang mengatakan bahwa pembelajaran online membuat mereka tidak terlalu membantu dalam berkomunikasi dengan guru, dengan alasan bahwa mereka takut untuk memberikan komentar atau pertanyaan ke guru mereka, akan tetapi mereka akan bertanya keteman mereka untuk mendapatkan informasi terkait pembelajaran tersebut. Untuk pertanyaan kelima terkait dengan kesulitan komunikasi saat pembelajaran online, sebanyak 20 siswa terkadang mendapatkan kesulitan dalam berkomunikasi dengan guru mereka saat pembelajaran secara online. Beberapa alasan yang mereka berikan misalnya komunikasi dengan guru tidak diberi respons atau jawaban saat bertanya, kemudian sering sekali komentar mereka tertimbun atau tertumpuk di kolom komentar atau diskusi yang tidak digubris oleh guru mereka dan terkadang adanya informasi dan materi yang diunggah tidak tersistematis atau dengan kata lain materi yang diberikan tidak sesuai dengan topik pelajaran hari itu. Namun terdapat delapan siswa yang mengatakan mereka tidak mendapatkan kesulitan saat belajar online. Mereka mengatakan bahwa jika terjadi kekeliruan atau kesalah pahaman serta jika mereka komentar di kolom komentar namun tidak digubris oleh guru mereka, mereka akan mengirimkan komentar ke guru mereka secara langsung atau melalui pesan pribadi. Kemudian untuk pertanyaan keenam mengenai kesulitan dalam memahami materi saat pembelajaran secara online, sebanyak 13 siswa 38 | Dawuh : Vol. No. Maret 2021 mengatakan bahwa mereka terkadang mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru mereka. Terkadang materi yang diberikan oleh guru hanyalah file kosong atau file yang berisikan alamat situs belajar saja selain itu materi yang diberikan juga tidak menjelaskan keseluruhan mengenai isi materi tersebut. Namun terdapat 15 siswa yang mengatakan bahwa mereka tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru mereka saat pembelajaran secara online. Mereka berpendapat bahwa materi yang diberikan berupa file alamat website membantu mereka untuk mencerna serta mencari sumber lain agar mampu mendapatkan banyak informasi terkait dengan topik yang dibahas hari itu, kemudian mereka juga mengatakan bahwa meskipun materi yang diberikan oleh guru mereka tidak lengkap mereka akan tetap mencari materi dan informasi tambahan diinternet sehingga mereka tidak hanya terpaku pada materi yang diberikan oleh guru mereka. Pertanyaan ketujuh mengenai pembelajaran online membuat siswa kebingungan dalam mencerna meteri, sebanyak 22 siswa mengatakan bahwa mereka bingung dalam mencerna materi yang diberikan oleh guru mereka, karena materi yang diberikan terkadang tidak lengkap, tidak menarik dan hanya berisi alamat-alamat website belajar saja. Akan tetapi sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa meskipun materi yang diberikan kurang lengkap, mereka akan berusaha untuk mencari materi tambahan lain melalui internet. Sebanyak enam siswa mengatakan bahwa mereka tidak sulit mencerna materi yang diberikan oleh guru mereka, karena biasanya mereka berpatokan pada judul topik pembelajaran dan jika mereka tidak menemukan poin dari materi yang diberikan oleh guru mereka, mereka akan melakukan hal yang sama dengan teman yang lainnya untuk mencari materi tambahan melalui internet. Kemudian untuk pertanyaan kedelapan mengenai komunikasi dua arah, sebanyak 21 siswa mengatakan terdapat komunikasi dua arah dalam pembelajaran online. Ini artinya komunikasi yang dilakukan antara guru dan siswa terjalin dengan baik, meskipun sebanyak tujuh siswa mengatakan bahwa komunikasi dua arah jarang terjadi, ini disebabkan adanya komentar atau pertanyaan yang diajukan namun tidak direspons atau di jawab yang disebabkan tertimbunnya pesan yang terlalu banyak. Selanjutnya untuk pertanyaan kesembilan mengenai diskusi online yang terjadi dalam pembelajaran online, sebanyak 22 siswa mengatakan mereka merasa nyaman saat melakukan diskusi online saat dilaksanakannya pembelajaran secara online, meskipun terdapat kendala yang terjadi seperti, tidak di jawabnya pertanyaan, adanya ketidak jelasan materi dan tertimbunnya komentar. Meskipun demikian, para siswa mengatakan bahwa itu bukan masalah yang serius dikarenakan mereka dapat bertanya kepada guru atau teman diluar jam belajar dengan melakukan pesan pribadi serta mereka dapat mencari materi tambahan melalui internet. Dan sebanyak enam siswa mengatakan bahwa diskusi online membuat mereka merasa tidak nyaman dikarenakan banyaknya pertanyaan yang tidak terjawab, menghabiskan banyak waktu, serta banyaknya materi yang tidak jelas yang membuat mereka kurang mendapatkan poin dari materi yang mereka pelajari. Kemudian pertanyaan kesepuluh mengenai materi yang disampaikan oleh guru mereka mudah untuk dipahami atau tidak. Sebanyak 20 siswa mengatakan materi yang diberikan atau yang dijelaskan oleh guru mereka itu sebenarnya mudah dipahami namun terkadang materinya tidak jelas sehingga untuk mengatasinya terkadang mereka harus belajar sendiri dengan menari sumber lain agar mereka mengerti materi yang terkait pada hari itu. Kemudian sebanyak delapan siswa mengatakan bahwa materi yang dijelaskan oleh guru mereka tidak begitu jelas dan membuat mereka kebingungan dalam memahaminya. Namun mereka mencari solusinya dengan cara mencari sumber lain diinternet atau bertanya langsung kepada guru yang bersangkutan maupun kepada teman mereka. KESIMPULAN Pelaksanaan pembelajaran online merupakan sebuah cara baru dalam pembelajaran ditengah pandemi covid 19 ini. Hal tersebut merupakan sebuah tantangan baik itu bagi pemerintah, guru maupun bagi siswa itu sendiri agar proses belajar mengajar tetap terus berlangsung. Dengan adanya metode pengajaran baru ini maka muncullah berbagai macam kendala dalam belajar, salah satunya ialah motivasi belajar siswa serta partisipasi siswa dalam belajar yang sulit diawasi. Joko Prayudha, dkk : Efektivitas Komunikasi Terhadap Proses A | 39 Untuk mengatasi masalah tersebut seorang guru harus mampu dituntut agar senantiasa menjalin komunikasi yang baik dengan para siswanya agar bisa mendorong para siswa tetap memiliki motivasi dan minat belajar yang baik ditengah situasi pandemi covid 19 ini. Dengan adanya komunikasi yang baik inilah nantinya akan memberikan dampak positif dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam penelitian ini yang telah dilakukan ini, peran guru dalam melakukan pengajaran dengan memberikan komunikasi yang baik akan membentuk sikap siswa yang giat belajar dalam pelaksanaan pembelajaran secara online. Guru harus mampu memberikan pemahaman mengenai materi ajar yang jelas sehingga bisa terjadinya komunikasi pembelajaran yang baik antara guru dan siswa sehingga guru dapat mendapatkan feedback atau respons positif dari siswa mengenai materi yang telah diajarkan. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan bahwa komunikasi yang terjadi saat pembelajaran online terjalin baik namun memiliki beberapa kendala yang dapat diselesaikan oleh para siswa tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa komunikasi dalam pembelajaran secara daring ini efektif ditengah pandemi covid 19, meskipun terdapat kendala yang harus dihadapi para siswa maupun guru, namun kendala tersebut dapat diatasi oleh para siswa dengan baik. DAFTAR PUSTAKA