KARAKTERISTIK MASYARAKAT ISLAM DALAM SURAT AL-HUJURyCT MENURUT TAFSIR Fya ZHILyCL AL-QUR`yCN THE CHARACTERISTICS OF ISLAMIC SOCIETY IN SURAT AL-HUJURyCT ACCORDING TO TAFSIR FyaZHILyCL AL- QURAoyCN Abdul Basith Prodi Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Isy Karima. Karanganyar. Jawa Tengah jundualbasith@gmail. ABSTRACT This research aims to know the characteristics of islamic society contained in surah AlHujuryt according to the interpretation of Fi Zhilyl al-QurAoyn. The methods used in this research is descriptive with libraries research. Data about the characteristics of islamic society gained from tafseer Fi Zhilyl al-QurAoyn written by Sayyid Qutb on the discussion of the interpretation of surat Al-Hujuryt. The research results obtained explains that the characteristics of islamic society contained in surat Al-Hujuryt according to the tafseer of Fi Zhilyl al-QurAoyn as follows: . Society that believein Allah, . Society with decent moral, . Society with brotherhood and union, and . Society who maintain human right. Keyword: Characteristics, islamic Society. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik masyarakat Islam yang terdapat dalam surat Al-Hujuryt menurut tafsir Fi Zhilyl al-Qur`yn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan penelitian kepustakaan. Data tentang karakteristik masyarakat Islam didapat dari tafsir Fy Zhilyl al-Qur`yn yang ditulis oleh Sayyid Quthb mengenai pembahasan tafsir surat Al-Hujuryt. Hasil penelitian yang didapat menjelaskan bahwa karakteristik masyarakat Islam yang terdapat dalam surat Al-Hujuryt menurut tafsir Fi Zhilyl al-Qur`yn sebagai berikut: . Masyarakat yang beriman, . Masyarakat yang berakhlak mulia, . Masyarakat yang bersatu dan bersaudara, dan . Masyarakat yang menjaga nilai kemanusiaan. Kata kunci: Karakteristik. Masyarakat Islam PENDAHULUAN Sudah menjadi fitrah dan tabiat manusia, bahwa manusia membutuhkan peran serta manusia lainnya dalam kehidupannya, sehingga mereka mampu berinteraksi satu sama lain dan menjalani proses kehidupan. Oleh karena itulah, dalam istilah sosiologi manusia sering kali disebut sebagai makhluk sosial. Islam telah menentukan dasar-dasar kehidupan sosial yang menekankan pada keseimbangan antara kebutuhan individu dan kebutuhan masyarakat. Islam tidak mengizinkan jika kepentingan sosial menghina dan merendahkan kepentingan individu. Islam menyeimbangkan dan menjaga keharmonisan dua kepentingan ini. Hal ini merupakan jaminan bagi setiap individu untuk dapat hidup layak dan mulia, serta dapat mewujudkan tujuannya dan melakukan kewajibannya. Al-Qur`yn Al-Karym menetapkan bahwa orang-orang yang beriman itu bersaudara. antara buah persaudaraan adalah persatuan . sebagai lawan dari perpecahan . Masyarakat Islam yang bersaudara adalah masyarakat yang satu dalam aqidah, ibadah, akhlaq, arah pemikiran, perasaan, perilaku dan tata kehidupan, serta nilai-nilai kemanusiaan dan dasar-dasar hukumnya. 2 Ukhuwah islamiyah berada di atas segala macam fanatisme apa pun nama dan bentuknya. Di antara tujuan diturunkannya Al-Qur`yn adalah menjadi petunjuk bagi seluruh manusia, pedoman hidup yang universal. Di dalam Al1 Ali Abdul Halim Mahmud, 2004. At-Tarbiyyah AlKhuluqiyyah. Akhlaq Mulia, terj. Abdul Hayyi Al-Kattani, , (Jakarta: Gema Insani Pres. , cet-1, hlm. Yusuf Qardhawi, 2013. Malamih Al-MujtamaAo Al-Muslim Alladzinunsyiduhu. Terjemahan: Abdus Salam Masykur dan Nurhadi. (Solo: Era Adicitra Intermedi. Cet-1, hlm. Ibid. , hlm. Qur`yn terdapat satu surat yang membahas tentang bagaimana petunjuk agar tercipta sebuah masyarakat islami yang aman, sejahtera, serta sentosa dan diridhoi oleh Allah apa pun, surat tersebut adalah surat Al-Hujuryt. Surat yang penuh dengan kemuliaan tersebut, mengandung pembahasan tentang aqidah, syariat, serta berbagai hakikat tentang hubungan kemanusiaan, yang menjadikan terbukanya hati dan pikiran untuk memahami dan menyelami hakikat-hakikat tersebut. Selain itu, surat tersebut juga berisi tentang bagaimana kaidah dan asas dalam proses tarbiyah . dan taAolim . , sehingga menjadikan keharusan bagi setiap mukmin untuk mempelajari dan men-tadabburi-nya lalu menjadikannya sebagai manhaj dan aturan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Di antara tafsir yang banyak membahas tentang permasalahan sosial kemasyarakatan . jtimaAo. adalah tafsir yang telah ditulis oleh Sayyid Quthb dengan judul Fy Zhilyl al-Qur`yn. Syekh Abdul Fatah Al-Kholidi, menjelaskan bahwa di antara tujuan ditulisnya tafsir Fy Zhilyl ini adalah untuk menjelaskan ciri-ciri masyarakat islami yang dibentuk oleh Al-Qur`yn, mengenalkan asas-asas yang menjadi pijakan masyarakat islami, menggariskan jalan yang bersifat gerakan dan jihad untuk Dari latar belakang di atas, perlu kiranya bagi penulis untuk mengangkat sebuah penelitian yang membahas tentang bagaimana karakter masyarakat Islam yang terdapat dalam surat Abdul Majid Al-Bayanuni, 1999. Al-Bayyinaat Fi Tafsir Surat Al-Hujurat, (Jeddah: Dar Nur Al-Maktaba. Nuim Hidayat, 2005. Sayyid Quthb. Biografi dan Kejernihan Pikirannya,(Jakarta: Perspektif. Kelompok Gema Insan. , cet-1, hlm. Al-Hujuryt menurut tafsir Fy Zhilyl al-Qur`yn yang ditulis oleh Sayyid Quthb. KAJIAN PUSTAKA Karya ilmiah yang membahas tema masyarakat sosial dapat penulis dapatkan, diantaranya karya ilmiah berupa tesis yang ditulis oleh . Syarifah Hasanah . Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan judul. Kepribadian Manusia Dalam Surah Al-Hujuryt. Di dalamnya penulis mengkaji tentang pembagian kepribadian manusia yang bersifat positif dan negatif yang terdapat dalam surat Al-Hujuryt. Selain karya ilmiah berupa tesis, ada buku yang membahas tentang tema yang penulis angkat, antara lain . kitab Al-Bayyinat fi Tafsir Surat Al-Hujuryt,6 yang ditulis oleh Abdul Majid Al-Bayanuni. Kitab ini membahas tafsir surat Al-Hujuryt dengan pembahasan tafsir secara maudhuAoi, . Kitab Malamih Al-MujtamaAo Al-Muslim. Masyarakat Berbasis Syariat Islam,7 yang ditulis oleh Dr. Yusuf Qardhawi. Beliau mengkaji bagaimana karakteristik yang ada dalam masyarakat Islam dalam semua aspek, mulai aspek aqidah dan iman, syiar-syiar dan ibadah dalam Islam, ekonomi, wanita dalam masyarakat Islam, hingga bagaimana pandangan tentang masalah permainan dan seni. Berdasarkan kajian pustaka di atas, penulis dalam penelitian ini mengangkat tema pembahasan tentang tafsir surat Al-Hujuryt yang ditinjau dari sudut pandang karakteristik masyarakat Islam di dalamnya. Dengan demikian. Abdul Majid Al-Bayanuni, 1999. Al-Bayyinat Fi Tafsiri Surat Al-Hujurat, (Jeddah: Dar Nur Al-Maktaba. , cet-2. Yusuf Qardhawi, 2013. Malamih Al-MujtamaAo Al-Muslim Alladzinunsyiduhu. Terjemahan: Abdus Salam Masykur dan Nurhadi, (Solo: Era Adicitra Intermedi. , cet-1. penelitian ini, sejauh yang penulis ketahui dari referensi yang didapat adalah karya tulis yang berbeda dengan penelitian yang sudah ada. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang bersumber dari dokumen-dokumen terkait berupa tulisan ataupun hasil karya dari orang-orang yang diamati. Penelitian ini juga termasuk penelitian kepustakaan . ibrary researc. , artinya bentuk pengumpulan data penelitian bersumber dari literatur yang terkait. Hal ini dikarenakan objek yang dikaji pada penelitian ini terpusatkan pada data-data yang bersumber pada tulisan yang berhubungan dengan pembahasan, dalam hal ini adalah bagaimana pemikiran Sayyid Quthb tentang karakter masyarakat Islam yang terdapat pada surat Al-Hujuryt yang bersumber dari tafsir beliau. Fy Zhilyl al-Qur`yn, serta buku lain yang dikarang beliau atau penulis lainnya yang membahas seputar tema di atas ataupun yang sesuai dengan rumusan masalah penelitian. PEMBAHASAN 1 Karakteristik Masyarakat Islam Dalam Surat Al-Hujuryt Menurut Tafsir Fi Zhilyl Al-Qur`yn Beriman Masyarakat yang ideal merupakan masyarakat yang dibangun di atas fondasi keimanan dan akidah yang kuat kepada Allah apa 8 Fondasi ini merupakan fondasi utama Ali Nurdin, 2006. QurAoanic Society. Menelusuri Konsep Masyarakat Ideal dalam Al-QurAoan,(Jakarta: Erlangg. , cet-1, hlm. tegaknya masyarakat Islam. 9 Dengan identitas keimanan yang diantaranya terdapat dalam surat Al-Hujuryt ini, kaum mukmin diseru oleh Allah untuk menegakkan masyarakat dan dunia Kata iman menurut Sayyid Quthb di dalam surat ini bermakna pembenaran dari dalam hati kepada Allah dan Rasul-Nya serta menuntut adanya amal nyata dalam kehidupan. Pembenaran yang tidak tercampuri dengan keragu-raguan dan kebimbangan. 11 Definisi ini sesuai dengan kaidah yang telah disampaikan para ulamaAo mengenai makna iman bahwa iman adalah pembenaran dalam hati, perkataan dan amal. Pengakuan keimanan seorang hamba yang telah terhunjam di dalam jiwa akan mendorong untuk mewujudkan kebenaran itu di luar kalbu dalam berbagai realita kehidupan. Tidak akan pernah dapat terpisahkan antara pembenaran keimanan yang terhunjam dan dirasakan dalam jiwa dengan kehidupan nyata yang dijalaninya. Jika kedua hal tersebut terpisahkan maka hal tersebut melukai jiwa dan perasaan dan akan menimbulkan benturan-benturan yang menyakitkan hati. pan jika telah tertanam dalam jiwa. Jika keimanan ini dapat terealisasikan dalam kehidupan pribadi dan masyarakat tentunya tidak diragukan lagi masyarakat yang dibangun oleh Nabi saw. bersama para sahabat bisa terwujud dalam kehidupan di masa kini. Berkaitan dengan keimanan, tugas pertama masyarakat Islam adalah memelihara, menjaga, serta mengukuhkan akidah dan keimanan tersebut kemudian memancarkan cahayanya ke seluruh penjuru dunia. 14 Allah menyebutkan tanda-tanda keimanan dalam surat ini dengan tujuan kaum mukminin menegakkan dunia ini dengan tanda dan identitas tersebut. Keimanan menjadi aspek yang sangat urgen demi terbentuknya masyarakat muslim ideal. Karakteristik keimanan memiliki kedudukan dan nilai yang sangat penting dalam membangun masyarakat Islam karena beberapa hal Keimanan merupakan dasar paling utama yang mendorong masyarakat muslim untuk membangun masyarakat islami yang Keimanan merupakan kekuatan penyatu. Karakteristik keimanan memiliki sifat mempersatukan dan bukan memecah 18 Karakteristik ini sangat dibutuhkan dan hendaknya menjadi karakteristik utama terbentuknya sebuah masyarakat Keimanan dan akidah merupakan rahasia kekuatan karakter seorang mukmin yang Yusuf Qardhawi. Malamih Al-MujtamaAo Al-Muslim Alladzinunsyiduhu A, hlm. Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilal al-QurAoanA, hlm. Ibid. Ibid. Yusuf Qardhawi. Malamih Al-Mujtama Al-Muslim Alladzinunsyiduhu A,hlm. Dari definisi iman yang telah beliau sampaikan terkandung makna yang begitu mendalam tentang kuatnya pengaruh dan hubungan keimanan yang benar terhadap realita kehidu9 Yusuf Qardhawi, 2013. Malamih al-MujtamaAo Al-Muslim Alladzinunsyiduhu. Terjemahan: Abdus Salam Masykur dan Nurhadi, (Solo: Era Adicitra Intermedi. , cet-1, hal. Sayyid Quthb, 1992. Fi Zhilal al-QurAoan,(Beirut: Dar AsySyuru. , cet-7, hlm. Ibid. , hlm. Sebagaimana pendapat para ulamaAo diantaranya. Ibnu Jarir. Asy-SyafiAoI. Ahmad bin Hanbal, dan lainnya. Lihat penjelasan lengkap di Tafsir Al-QurAoan al-AoAzhim karya Ibnu Katsir dalam tafsir surat Al-Baqarah ayat 3. Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilal al-QurAoanA, hlm. mampu meruntuhkan segala kekuatan materalistik dunia yang fana dan rusak. Sehingga tabiat seorang mukmin hanyalah tunduk dan patuh kepada Allah apa pun Sang Maha Pencipta Semata. Kekuatan ini didasarkan pada kuatnya keyakinan untuk menang dan kuatnya kepercayaan kepada Allah. Dalam surat Al-Hujuryt ini dijelaskan pokok-pokok adab dan akhlak yang paling utama yaitu akhlak kepada Allah dan Rasul-Nya. 1 Akhlak Kepada Allah Allah TaAoalaberfirman: AuWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mendengar. Maha Mengetahui. Ay (Al-Hujuryt: . 22 Keimanan akan menjadi penerang yang memberikan gambaran yang benar tentang berbagai macam nilai dan perkara dalam 20 Iman diperlukan untuk meletakkan timbangan yang benar tentang nilai dan pengenalan yang benar tentang yang maAoruf dan yang munkar, yang baik dan buruk. 21 Tolok ukur kebaikan dan keburukan yang berlaku pada masyarakat tidak dipandang dengan sebatas perasaan dan akal manusia yang terbatas. Lebih dari itu semua, nilai keimanan merupakan nilai rabbani yang bersumber dari wahyu dan tidak terbatas cakupannya. Permulaan surat ini mengungkap sebuah pendidikan dan pengarahan yang utama bagi tegaknya masyarakat islami. Pendidikan ini berisi tentang pokok-pokok dan dasar adab, etika, serta akhlak seorang mukmin kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebagai konsekuensi terhadap seruan yang ada dalam ayat ini, menurut Sayyid Quthb seorang mukmin memiliki komitmen untuk mengamalkannya dalam beberapa Berakhlak Mulia Karakteristik kedua masyarakat Islam adalah masyarakat yang berakhlak mulia. Akhlak memiliki kedudukan yang utama dalam masyarakat Islam. Akhlak, dengan kata lain adab maupun etika merupakan sesuatu yang menjadikan nilai Islam lebih mulia. Islam datang sesuai dengan fitrah manusia yang mencintai kebaikan, sehingga dengan nilai akhlak yang mulia dalam Islam ini kebahagiaan hidup akan tercapai. Islam juga mengingkari segala akhlak tercela dan bertentangan dengan fitrah manusia karena akhlak tercela akan memberikan akibat buruk bagi pemiliknya. Sayyid Quthb. Tafsir Fi zhilal al-QurAoanA, hlm. Ibid, hlm. Ali Nurdin. QurAoanic Society . , hlm. Tidak memberikan saran apa pun kepada Allah dan Rasul-Nya. Baik dalam urusan pribadi muslim maupun urusan kehidupan sekitar kita. Tidak mengatakan suatu pekara sebelum perkara itu ditetapkan Allah melalui lisan Rasul-Nya. Tidak memutuskan suatu hukum perkara melainkan apa yang telah diputuskan oleh Allah dan RasulNya. Depag RI, 2009. Al-QurAoan dan Terjemahannya, hlm. Ibid. ,hal. Berkaitan dengan hal tersebut, beliau mengutip beberapa atsar yang menjelaskan makan ayat tersebut. Menurut Al-AoAufi ayat tersebut bermakna, mereka dilarang berbicara dihadapan Allah. Berkata Mujahid, seorang ulama tabiAoin. AuJanganlah meminta fatwa kepada Rasulullyh tentang suatu perkara sebelum Allah memutuskan melalui lisan NabiNya. 24 Adh-Dhahhak juga menjelaskan bahwa, jangan kamu memutuskan suatu hukum syariat agamamu tanpa penjelasan dari Allah dan Rasul-Nya. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata. AuJanganlah kamu berkata dengan perkataan yang menyelisihi kitab dan sunnah. Ay25 Dari pendapat para ulama salaf tersebut ayat ini mengarahkan kepada pribadi muslim dan masyarakat untuk berhati-hati dalam bertindak terhadap hukum syariat dan tidak melangkahi keputusan Allah dan Rasul-Nya sebelum keputusan itu jelas melalui lisan Rasul-Nya. Selain itu, hendaknya mereka juga merasa dirinya terbatas di hadapan syariat Allah dan tidak Karakteristik Adab kepada Allah dan Rasul-Nya ini memberikan pengaruh yang mendalam bagi masyarakat muslim dalam menegakkan masyarakat yang islami, antara lain: Mujahid bin Jabr, 1989. Tafsir Mujahid. Tahqiq: Muhammad Abdus Salam Abu An-Nail,(Mesir: Dar AlFikr Al-Islami Al-Haditsa. , cet-1, hlm. Maktabah Syamilah. Ibnu Katsir, 2000. Tafsir al-QurAoan al-AoAzhim. Tahqiq: Mushthofa As-Sayyid Muhammad, dkk. , (Mesir: Al-Faruq li Ath-ThibaAoah wa An-Nasy. , cet-1, jld. 13, hlm. Dengan arahan tersebut masyarakat muslim terdidik untuk memuliakan dan mengagungkan Allah serta RasulNya. Dengan memahami prinsip utama dalam adab tersebut, kaum mukmin akan terdidik untuk menghormati seorang yang menjadi pemimpin di antara mereka, tentu jika pemimpin tersebut benar-benar berusaha dan berjalan di atas syariat Allah dan Rasul-Nya. Masyarakat muslim tersatukan dengan adanya satu kepemimpinan yang ditaati dan sumber keputusan yang menjadikan mereka tidak berpecah belah karena keputusan yang ada. Masyarakat muslim tidak bertindak, kecuali atas petunjuk yang telah diberikan oleh Allah. Masyarakat terdidik untuk berbicara serta bertindak sesuai apa yang dikehendaki oleh Allah dan rasul-Nya yang menjadi sumber segala perintah dan aturan. Adab masyarakat muslim tidak gegabah serta ceroboh dalam memutuskan sebuah perkara. Mereka terdidik untuk lebih berhati-hati dan memutuskan segala sesuatu dengan dasar ilmu dan pengarahan dari Allah dan Rasul-Nya. Dengan adanya larangan tersebut, selamat dari jatuhnya mereka ke dalam lembah kesulitan dan bahaya bagi diri mereka dan masyarakat karena mengikuti sesuatu yang belum mereka ketahui ilmunya. dari selainnya. 29 Akhlak yang mulia ini merupakan pendidikan bagi masyarakat Islam tentang bagaimana seharusnya mereka menghormati Nabi saw. beliau merupakan syiAoar Allah di bumi ini. Mengagungkan syiAoar Allah merupakan bentuk ketaqwaan hati yang terdidik dengan pendidikan rabbani. 2 Akhlak Kepada Rasul Adab yang kedua adalah adab khusus kepada Rasulullyh saw. Allah TaAoalaberfirman: AuWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras sebagaimana kerasnya . sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, nanti . segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak Ay (Al-Hujuryt: . 26 Menurut Sayyid Quthb dalam tafsirnya, bentuk penerapan akhlak ini setelah wafatnya Rasulullyh saw. ada dua, yaitu: Akhlak ini hendaknya tetap diwujudkan dengan menghormati Nabi sepeninggal beliau, dengan tidak meninggikan suara di dekat kubur beliau, sebagaimana hal itu dimakruhkan saat beliau masih Seruan kedua dalam ayat ini berfungsi untuk menegaskan etika dan kesantunan yang patut diterapkan kepada Rasulullyh yang lebih khusus berkaitan dengan kedudukan beliau sebagai Nabi serta pemimpin di tengah umatnya. Seruan pertama di ayat sebelumnya dan kedua ini merupakan fondasi bagi seluruh arahan dan tatanan di dalam surat Al-Hujuryt. Akhlak tersebut hendaknya diterapkan pula kepada guru dan ulamaAo. Sebagai contoh, para pencari ilmu hendaknya tidak mengganggu ulama sampai dia keluar menemui mereka. Diceritakan oleh Abu Ubaid, seorang ulamaAo yang zuhud, bahwa dia berkata. AuAku tidak pernah mengetuk pintu ulama, tetapi aku menunggunya hingga ia keluar pada saatnya. Ay30 Maka sangatlah penting adanya kejelasan sumber yang menjadi rujukan kaum muslimin dan penetapan tentang begitu mulianya kedudukan pimpinan tersebut. Sehingga dengan ketaatan dan pengagungan yang mereka berikan mengantarkannya kepada petunjuk. Perintah pada seruan kedua ini menunjukkan begitu pentingnya adab yang berkaitan dengan diri Rasul saw. seorang mukmin terlebih masyarakat. antara urgensi akhlak ini bagi pribadi dan masyarakat muslim antara lain: Adab ini berkaitan dalam hal berbicara, berdialog, dan dalam memberikan penghormatan dari dalam hati yang tercermin dari volume dan nada suara. Etika yang membedakan sosok Rasulullyh Depag RI. Al-QurAoan dan TerjemahannyaA, hlm. Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilal al-QurAoan A, hlm. Ibid. , hlm. Akhlak yang diajarkan oleh Allah merupakan sarana penyucian jiwa. Ibid. , hlm. Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilal al-QurAoan A, hlm. AuWahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasiq datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan . , yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu. Ay (AlHujuryt: . 34 Dengan adab tersebut Allah hendak mengangkat derajat kaum mukmin menuju ke tingkat yang lebih tinggi, derajat taqwa, setelah mereka diuji dengan perintah dan larangan 31 Allah apa pun berfirman: AuMereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. Ay (AlHujuryt: . 32 Ayat di atas mengandung prinsip selektif dan hati-hati terhadap informasi yang diterima dari orang fasiq. 35 Perujukan kepada sumber berita merupakan sesuatu yang sangat penting. Pada ayat ini kaum mukmin dididik untuk berhati-hati dalam menerima berita, dari mana sumber . Allah mengajarkan bagaimana kita meng-hormati Nabi sebagai seorang pemimpin masyarakat dan umat meski di saat yang sama beliau juga sebagai seorang manusia dan hamba Allah seperti para sahabat. 33 Dalam pergaulannya Rasulullyh dikenal begitu tawadhuAo kepada sesama. Terkadang karena sifat seseorang yang begitu tawadhuAo, saudaranya yang lain melupakan sisi lain yang dimiliki teman tersebut semisal bahwa dia adalah seorang pemimpin yang harus dihormati dalam komunitas dan keadaan tertentu. Maka inilah pentingnya akhlak kepada Nabi Jika dengan meninggikan suara saja tidak boleh, bagaimana berita tersebut, serta perlakuan apa yang semestinya dilakukan setelah berita tersebut diterima. 36 Hendaklah prinsip kehati-hatian ini didahulukan dan jangan sampai tergesa-gesa dalam menerima dan menyikapi sebuah berita. Dalam menerima berita ada beberapa prinsip yang hendaknya diperhatikan sebelum menerimanya dan menyebarkan berita tersebut: Hendaknya dilihat dari mana sumber berita tersebut. Selayaknya seorang mukmin menjadi sumber berita yang terpercaya karna ini merupakan manhaj yang kehati-hatian. kalau sampai membentak bahkan . Berita tersebut adalah benar dan bisa dipertanggung-jawabkan serta dapat dijadikan pegangan. 3 Adab Menerima Berita Allah TaAoala berfirman di dalam surat AlHujuryt ayat 6: Ibid. Depag RI. Al-QurAoan dan TerjemahannyaA, hlm. Lihat Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilal al-QurAoan A, hlm. Tidak menerima berita dari orang yang fasiq. Karena mereka merupakan sumber keraguan sampai beritanya Depag RI. Al-QurAoan dan TerjemahannyaA, hlm. Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilal al-QurAoan A, hlm. Ibid. ke- mengetahuinya . ecara resm. dari mereka (Rasul dan ulil amr. Ay (An-NisaAo: . Tidak tergesa-gesa dalam bertindak berdasarkan berita yang didapat dan menyebarkannya terlebih jika berita tersebut didapat dari orang yang fasiq. Tidak dipungkiri berita yang tersebar di tengah masyarakat memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan masyarakat muslim khususnya. Terlebih di zaman yang didukung dengan teknologi yang maju kini. Segala informasi dengan cepat bisa tersebar dan didapat dengan begitu Akibatnya sumber berita yang tidak diketahui kebenarannya beredar luas hingga pada akhirnya informasi tersebut menimbulkan keraguan bahkan fitnah. Informasi memiliki kesamaan dengan dapat dipertanggungjawabkan Prinsip tabayyun atau selektif dalam menerima berita memiliki ikatan yang erat dengan pembahasan pentingnya etika yang diberikan masyarakat kepada Rasulullyh juga kepada pemimpin. Karena itulah Allah berfirman di ayat setelahnya: AuDan ketahuilah bahwa di tengahtengah kamu ada Rasulullyh. Kalau dia menuruti . kamu dalam banyak yang diberikan masyarakat kepada Rasulullyh saw. juga kepada hal, pasti kamu akan mendapatkan Karena itulah Allah berfirman di ayat Ay (Al: Hujuryt: ilmu, di antara keberkahan dari ilmu yang didapat, sebagaimana diungkapkan oleh Al-Qurthubi adalah menyandarkannya kepada sumber informasi atau ilmu tersebut berasal. 40 Maka dari itu jika informasi tersebut adalah informasi yang benar maka akan memiliki pengaruh yang Sebaliknya, jika informasi yang disampaikan adalah sebuah kebohongan dan kedustaan maka akan berdampak buruk bagi masyarakat. AuDan ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu ada Tatkala segala informasi yang ada Rasulullyh. Kalau dia menuruti . kamu dalam ahlinya, dalam hal ini banyak hal, pasti kamu kepada akan mendapatkan Ay (Al: Hujuryt: . pemimpin, akan mencegah timbulnya Tatkala segala informasi ada diserahkan fitnah dan dalam hal ini pemimpin, akan mencegah Oleh karena itu, hendaknya menjaga integritas benar Oleh karena itu, hendaknya mereka benar-benarsebenar-benarnya mendudukkan pemimpin sebenardan dengan benarnya dan menghormati Allah TaAoala Allah TaAoala e a eae a Ueae a a a a a a ca a e a a a A a ea aA ca aAOOA a AA AcA AUA AOuaaE aa aE aOA aa e a e a a ca a a a a e a e e a e a a a a a eo ae aEa a a a eA a AOa a aU aA a AauaEA Dengan adanya berita yang benar dan terpercaya urusan umat akan menjadi stabil dan lebih adil dalam memperlakukan berita tersebut, antara mengambil dan membuang berita tersebut41 . tau tidak Sebaliknya, berita keragu-raguan, bahkan kedustaan memiliki pengaruh negatif bagi masyarakat muslim karena AuDan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang atau AuDan apabila mereka sampai langsung (Padaha. Apabila mereka suatu berita tentang keamanan menyerahkannya kepada Rasul atau ulil amri di antara atau ketakutan, mereka langsung mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui (Padaha. kan dapa. ecaraApabila dari mereka (Rasul dan ulilmenyerahkannya Ay (An-NisaAo: . 39kepada Rasul atau ulil amri di antara mereka, orang-orang memiliki dampak yang besar terhadap . kan Tidak dipungkiri berita yang tersebar di tengah masyarakat muslim khususnya. Terlebih di zaman yang didukung dengan Ibid. Depag RI. Al-QurAoan dan TerjemahannyaA, teknologi yang38maju Segala informasi dengan hlm. tersebar dan didapat dengan begitu mudahnya. Akibatnya sumber berita yang tidak diketahui kebenarannya beredar luas hingga pada akhirnya informasi tersebut menimbulkan keraguan bahkan fitnah. Informasi memiliki kesamaan dengan ilmu, di antara keberkahan dari ilmu yang didapat, sebagaimana Ibid, hlm. Al-Qurthubi, 2006. Al-JamiAo li Ahkam Al-QurAoan. Tahqiq: Abdullah bin Abdul Muhsin At-Turki (Beirut: Muassasah ar-Risala. cet-1, jld. 1, hlm. Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilal al-QurAoan A, hlm. akan berdampak buruk bagi masyarakat. Dengan adanya berita yang benar dan terpercaya urusan umat akan menjadi stabil dan lebih adil dalam memperlakukan berita ersebut, antara mengambil dan membuang berita tersebut41 dapat menghambat gerak kehidupan dan Sebaliknya, berita yang keragu-raguan, pengaruh negatif muslim karena dapat Bersatu dan Bersaudara menghambat gerak kehidupan dan keteraturan. Persaudaraan memiliki kaitan yang erat dengan keimanan, karena atas dasar keimanatu dan Bersaudara an inilah masyarakat muslim bersatu dan atas Persaudaraan memiliki kaitan yang erat dengan keimanan, dasar inilah mereka menjadi suatu masyarakat na atas dasar keimanan inilah masyarakat muslim bersatu dan yang bersaudara. Dasar utama persatuan dan dasar inilah mereka menjadi suatu masyarakat yang bersaudara. persaudaraan masyarakat Islam ini adalah firr utama persatuan masyarakat Islam ini adalah Allah TaAoala berikut: Tidak selamanya persaudaraan yang dibangun akan senantiasa utuh dan satu padu. Adakalanya persaudaraan itu akan mengalami goncangan dan tantangan yang merusak kuatnya pesaudaraan tersebut hingga mengakibatkan munculnya perpecahan dan rusaknya Di dalam surat ini juga dijelaskan faktor yang bisa menjadikan masyarakat islam tetap bersatu, diantaranya dengan menjaga perdamaian dan menjauhi permusuhan. Allah TaAoala berfirman: an Allah TaAoala berikut: AuDan apabila ada dua golongan damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap golongan yang lain, maka perangilah . yang zalim itu sehingga golongan itu kembali kepada . erintah Alla. Jika golongan itu telah kembali . epada perintah Alla. , maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh. Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Ay (Al-Hujuryt: . 45 a e a a a a e a a e a a U a e a a e a e a ca eAuA Aua I aI au eE a A a a a e a e a ca a a a ca a ca a AOo c Uu A . :AI )A nya orang-orang mukminAuSesungguhnya itu bersaudara, karena itu damaikanlah orang-orang tara kedua saudaramu . ang berselisi. dan bertaqwalah kepada itu bersaudara, karena itu damaikanlah llah agar kamu mendapat rahmat. Ay (Al-Hujuryt: . 43 antara kedua saudaramu . ang berselisi. Karakteristik masyarakat islamyang kepada bersatu Allah dan bertaqwalah agar dalam Ay . 43 lima p ibadah yang menjadi fondasi agama (Al-Hujuryt: Shalat berjamaah u merupakan bentuk nyata persatuan umat Islam. Ibadah harian Karakteristik masyarakat islamyang bersatu tercermin dalam setiap ibadah yang menrIslam begitu saja. Ibadah ini juga merupakan salah satu sarana jadi fondasi agama ini. Shalat berjamaah lima bisa menguatkan bangunan masyarakat Islam. Di dalam ibadah waktu merupakan bentuk nyata persatuan umat rkandung nilai sosial yang baik seperti. ketaatan, kedisiplinan. Islam. Ibadah harian ini tidak hanya dipandang sebagai suatu ibadah yang tampak sebagai syiAoar Islam begitu saja. Ibadah ini juga merur Fi Zhilal al-QurAoan A, hlm. pakan salah satu sarana yang bisa menguatkan n dan TerjemahannyaA, masyarakat Islam. Di dalam ibadah ini terkandung nilai sosial yang baik seperti. ketaatan, kedisiplinan, rasa cinta, persaudaraan dan persamaan derajat di hadapan Allah TaAoala. dak hanya dipandang sebagai suatu ibadah yang tampak sebagai Ibid. Depag RI. Al-QurAoan dan TerjemahannyaA, hlm. Hasan Al-Banna. Majalah Asy-Syihab. Tafsir awal-awal surat Al-Baqarah. Dalam Yusuf Qardhawi, 2013. Malamih Al-MujtamaAo Al-Muslim Alladzinunsyiduhu. Terjemahan: Abdus Salam Masykur dan Nurhadi, (Solo: Era Adicitra Intermedi. , cet-1, hal. Lawan dari persatuan adalah perpecahan. Dalam surat Al-Hujuryt ayat sembilan di atas dijelaskan bagaimana kaidah umum untuk menjaga komunitas masyarakat Islam dari permusuhan dan perpecahan di bawah kekuatan dan pertahanan. 46 Kaidah tersebut adalah AualIshlah bainal mukminin,Ay mendamaikan antara dua kelompok mukmin yang bertikai. Karena tidak dipungkiri perpecahan seringkali timbul di tengah masyarakat. Oleh karena itu. Islam di bawah kekuatan pemimpin diperintahkan untuk mendamaikan perpecahan yang terjadi Depag RI. Al-QurAoan dan TerjemahannyaA, hlm. Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilal al-QurAoan A, hlm. dengan kehormatan kolektif masyarakat. Karena seluruh anggota masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan dan kemuliaan mereka adalah kemuliaan yang satu. 47 Hal ini seperti apayang telah ditegaskan Nabi saw. Menjaga Nilai Kemanusiaan a a e a a U e a a a e a ca a a a e e a e a e a e a a AI a aI a aau auaaUAeUAA AaO aceueaE aaca aU aA AuMukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan satu satu sama dengan Rasulullyh AuMukmin yang jari-jemarinya sela-sela Ay AuWahai orang-orang yang beriman! 48 yang lain bagaikan sebuah bangunan (Muttafaq Aoalai. yang saling menguatkan satu sama lain. Janganlah suatu kaum mengolok-olok Allah TaAoalaberfirman: Rasulullyh jarikaum yang lain, . boleh jadiIslam adalah agama yang tegak di atas memasukkan nilai ibadah. Selain sela-sela Ay . ang diperolok-olokka. lebih itu. Islam juga tegak dengan nilai-nilai 48kemanusiaan yang mulia. (Muttafaq Aoalai. ang mengolok-olo. , dan jangan Inilah dua sisi kehidupan yang tidak bisa dipisahkan, hablun pula perempuan-perempuan . perempuan lain, . dan hablum Nilai-nilai Islam adalah agama yang ini di atas boleh jadi perempuan . ang diperolokkebebasan dan nilai hidup,itu,penjagaan Selain Islam juganama tegak baik, denolokka. lebih baik dari perempuan . ang gan nilai-nilai yang mulia. Inilah jiwa, kemanusiaan harta, serta keturunannya mengolok-olo. Janganlah kehormatan, kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah sebagai dua sisi yang tidak bisa dipisahkan, saling memanggil dengan gelar-gelar hablun minallaah dan hablum minannaas. yang buruk. Seburuk-buruk panggilan Nilai-nilai ini mencakup kebebasan dan keIbid. yang buruk . Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, 1422. Shahih Al-Bukhari. Tahqiq: Muhammad Zuhair bin merdekaan hidup, penjagaan nama baik, kesetelah beriman. Dan Nashir An-Nashir, . : Dar tidak Thuruq an-Naja. , cet-1, jld 8, hlm. Maktabah Asy-Syamilah. bertobat, maka49mereka orang-orang Yusuf Qardhawi. Malamih Al-MujtamaAo Al-Muslimpemeliharaan Alladzinunsyiduhu A, hal. serta kehormatan, yang zalim. Wahai orang-orang yang turunannya dalam kedudukannya sebagai angberiman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu gota masyarakat. dosa, dan janganlah kamu mencari-cari Ayat 11 dan 12 menegaskan jalinan lain kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian pada masyarakat yang utama lagi mulia seputar yang lain. Apakah ada di antara kamu yang kehormatan individu, kemuliaanya dan kebesuka memakan daging saudaranya yang basannya sembari mendidik manusia bagaimasudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah na mereka membersihkan perasaan dan hati Maha Penerima tobat. Maha Penyayang. Ay mereka melalui ungkapan yang menyentuh dan (Al-Hujuryt: 11-. menakjubkan yang terdapat dalam ayat tersebut. 50 Hal ini tercermin pada bagaimana cara Dalam masyarakat Islam yang utama, masyarakat islam menjaga perasaan Di antara setiap individu memiliki hak-hak yang tidak mereka dengan menjauhi persangkaan. boleh diganggu oleh individu lain. Menurut Sayyid Quthb, kehormatan individu memiliki Sayyid Quthb mengutarakan bahwa di kaitan yang erat dengan kehormatan kolektif dalam ayat di atas terkandung padanya beberamasyarakat. Karena seluruh anggota masyara- pa prinsip yang penting: kat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa . Prinsip manajemen hati. Yang mana dengan terpisahkan dan kemuliaan mereka adalah kehal ini Al-Qur`yn hendak menyucikan jiwa muliaan yang satu. 47 Hal ini seperti apa yang 48 Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, 1422. Shahih AlBukhari. Tahqiq: Muhammad Zuhair bin Nashir Antelah ditegaskan Nabi saw. Ibid. Nashir, . : Dar Thuruq an-Naja. , cet-1, jld 8, hlm. Maktabah Asy-Syamilah. Yusuf Qardhawi. Malamih Al-MujtamaAo Al-Muslim Alladzinunsyiduhu A, hal. Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilal al-QurAoan A, hlm. individu muslim dan anggota masyarakat lainnya dalam hidup bermasyarakat. penyimpangan secara sembunyi-sembunyi lalu diselidiki untuk memastikannya. Yang boleh dilakukan atas mereka adalah menghukum mereka atas kesalahannya terjadi dan terbukti disertai jaminan lain yang telah ditetapkan oleh nash berkaitan dengan setiap kesalahannya. Prinsip dasar bermuamalah. Prinsip menjauhi prasangka ini menjadi dasar utama berbagai prinsip dalam bermuamalah di tengah masyarakat Islam. Prinsip dasar penetapan hukum. Prasangka tidak boleh dijadikan sebagai dasar menghukumi seseorang karena prasangka tidak dibangun di atas keyakinan namun di atas keraguan. Dengan adanya penegakan aturan ini masyarakat muslim akan senantiasa terjaga kehormatannya, terpelihara hak-haknya, kebebasannya, dan segala ekspresinya kecuali jika memang terbukti nyata perbuatan yang berisiko Karena sangkaan yang beredar di kalangan mereka tidaklah cukup untuk dijadikan landasan penetapan sanksi hukum. Kemudian pembahasan lain, dalam menjelaskan pentingnya menjauhi sifat tajassus, atau mencari-cari kesalahan, hendaknya masyarakat muslim mengaplikasikan hal berikut: Seseorang hendaknya dipandang dari segi lahiriahnya jika dikaitkan dengan larangan tajassus, dan tidak berusaha mencari-cari kekurangan dan kesalahannya sehingga terbukalah aibnya. Selanjutnya Allah melarang masyarakat Islam untuk melakukan perbuatan ghibah, menggunjing saudaranya yang lain dan memisalkan perbuatan tersebut seperti memakan daging saudaranya yang lain. Allah berfirman: AuDan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat. Maha Penyayang. Ay (Al-Hujuryt: . 54 Nash yang sempurna ini mengalir dalam kehidupan masyarakat muslimin dalam meneguhkan kemuliaan manusia dan mendidik mereka dengan adab yang begitu merasuk ke dalam jiwa. Rasulullyh saw. menegaskan tentang pentingnya uslub qurAoani tersebut guna mendidik masyarakat agar membenci perbuatan tersebut. Seseorang tidak boleh menyangka atau mengharapkan atau bahkan mengetahui Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, menceritakan kepada kami Al-QaAonabi, menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad, dari Al-AoAlaAo, dari ayahnya dari Abu Hurairah beliau berkata: Ditanyakan kepada Rasulullyh. AuWahai Rasulullyh saw. apa yang disebut dengan ghibah itu? Rasulullyh saw. AuKamu menceritakan saudaramu . Tidak ada seorang pun yang dapat menghukum manusia, kecuali berdasarkan penyimpangan dan kesalahan yang tampak. Ibid. Ibid. Ibid. Depag RI, 2009. Al-QurAoan dan Terjemahannya, hal. mengenai apa yang tidak disukainya. Ay Beliau kembali ditanya. AuBagaimana menurut engkau jika yang dikemukakan itu ada pada dirinya?Ay Nabi menjawab. AuJika yang kamu katakan itu ada pada dirinya berarti kamu mengumpatnya, jika tidak ada pada dirinya berarti kamu telah berdusta tentang dia. Ay (HR Tirmidz. Abu Daud meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas bin Malik bahwa Rasulullyh bersabda. AuTatkala di-miAoraj-kan, aku melihat suatu kaum yang berkuku tembaga. Mereka mencakari wajah dan dadanya. Aku bertanya. AuJibril, siapakah mereka itu? Jibril menjawab. AuMereka adalah orang yang suka memakan daging manusia dan menodai kehormatannya. Ay Perintah dan larangan dalam ayat ini yang menegaskan tentang menjaga hak dan kehormatan sesama saudara memiliki beberapa faedah: Sebagai pendidikan jiwa individu dan untuk menilai kelompok terpilih yang naik ke puncak tertinggi,56 Allah berfirman: AuWahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah alah orang yang paling bertaqwa. Sungguh. Allah Maha Mengetahui. Mahateliti. Ay (AlHujuryt: . 57 Bukanlah warna kulit, jenis, bahasa, negara yang akan menjadi perhitungan dalam timbangan Allah. Bukan banyaknya harta, ketampanan, ataupun dengan prinsip keduniawian. Dengan nilai tersebut diketahui kemuliaan manusia dan keutamaannya, itulah nilai AuTaqwaAy. Dengan nilai tersebut segala perselisihan yang ada didudukkan dengan timbangan yang tepat dan penuh keadilan. Sebagaimana disebutkan Allah dalam firman-Nya: AuSesungguhnya orang yang paling mulia Di antara kamu adalah orang yang paling bertaqwa. Ay (QS. Al-Hujuryt: . Menyucikan jiwa dan perasaan kaum muslimin dalam kehidupan bermuamalah. Menjadi prinsip Islam yang utama dalam sistem kemasyarakatan dan dalam penerapan serta aplikasi hukum. Memberikan keharmonisan bagi seluruh anggota masyarakat dalam kehidupan mereka. Setelah pembahasan tersebut Allah TaAoala menyeru seluruh golongan manusia untuk menegakkan prinsip kemanusiaan yang universal bagi seluruh jenis manusia dengan segala perbedaan yang ada. Mereka diseru untuk dikembalikan ke pangkal yang satu, dengan timbangan yang satu, yaitu timbangan yang digunakan Nilai pertimbangan yang didasarkan atas ketaqwaan merupakan nilai keadilan yang universal. Nilai ini dibangun atas prinsip mennauhidkan Allah semata. PENUTUP Dari paparan di atas, kesimpulan yang terdapat pada penelitian ini antara lain sebagai Ibid. Depag RI. Al-QurAoan dan TerjemahannyaA, hal. Ibid. Karakteristik Masyarakat Islam Dalam Surat Al-Hujuryt Menurut Tafsir Fi Zhilyl al-Qur`yn: Masyarakat yang Beriman . Masyarakat yang Berakhlak Mulia . Masyarakat yang Bersatu dan Bersaudara . Masyarakat yang Menjaga Nilai Kemanusiaan Akhirnya penulis berharap semoga setiap usaha yang dilakukan dalam penulisan penelitian ini mendapatkan keridhaan dari Allah dan menjadikan manfaat bagi agama ini dan masyarakat Islam umumnya. Selain itu sedikit data yang terungkap dari hasil penelitian ini semoga menjadi secercah cahaya yang menjadi penerang bagi masyarakat Islam untuk menuju masyarakat Islam yang lebih sempurna dengan untaian hikmah petunjuk Fi Zhilyl al-Qur`yn . i bawah naungan al-QurAoy. Al-Bukhari. Muhammad bin Ismail. Shahih Al-Bukhari. Tahqiq: Muhammad Zuhair bin Nashir An-Nashir. : Dar Thuruq An-Najah. Maktabah AsySyamilah. Al-Qurthubi. Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr. Al-JamiAo li Ahkam Al-QurAoan. Tahqiq: Abdullah bin Abdul Muhsin AtTurki. Beirut: Muassasah ar-Risalah. Ibnu Hanbal. Ahmad. Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal. Tahqiq: SyuAoaib AlArnauth. : Muassasah Ar-Risalah. Ibnu Jabr. Mujahid. Tafsir Mujahid. Tahqiq: Muhammad Abdus Salam Abu An-Nail. Mesir: Dar Al-Fikr Al-islami AlHaditsah. Maktabah Syamilah. Ibnu Katsir. Ismail ibnu Umar. Tafsir AlQurAoan Al-AoAzhim. Tahqiq: Mushthofa AsSayyid Muhammad, dkk. Mesir: Al-Faruq li ath-ThibaAoah wa An-Nasyr. _________. Tafsir Al-QurAoan Al-Azhim. Kairo: Daar al-AoAqidah. DAFTAR PUSTAKA