Eastasouth Journal of Positive Community Services Vol. No. Januari, 2026, pp. ISSN: 2963-2625. DOI: 10. 58812/ejpcs. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Credit Union Khatulistiwa Bhakti terhadap Anggotanya di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya MartinusA. Silverius Tey SeranA Universitas Tanjungpura Pontianak *Corresponding author E-mail: silverius@fisip. id (Silverius Tey Sera. * Article History: Received: Desember 2025 Revised: Januari 2026 Accepted: Januari 2026 Abstract: Credit Union Khatulistiwa Bakti yang berlokasi di Kecamatan Sungai Raya merupakan institusi keuangan berskala mikro yang beroperasi dengan prinsip koperasi. Lembaga ini menjalankan layanan simpan dan pinjam, di mana kepemilikan serta pengelolaannya berada di tangan para anggota. Credit Union ini berkembang sebagaimana layaknya lembaga perbankan lainnya. Adapun produk yang ditawarkan berupa tabungan, pinjaman, asuransi, beasiswa serta jasa pengiriman uang lainnya. Peran Credit Union (CU) ini dalam memberdayakan keanggotaannya ternyata terkendala oleh tuntutan keberlangsungan usaha dan kebutuhan hidup anggota yang semakin meningkat, dan diketahui dapat mempengaruhi kondisi usaha menjadi pasang surut pendampingan yang berkelanjutan bagi kemandirian Penelitian bentuk-bentuk masyarakat yang dilaksanakan oleh Credit Union Khatulistiwa Bakti, sekaligus mengidentifikasi berbagai program maupun produk layanan yang disediakan bagi para anggotanya. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa Credit Union (CU) Khatulistiwa Bakti berperan dalam mendorong peningkatan investasi anggota. Capaian tersebut didukung oleh konsistensi lembaga dalam menerapkan tiga prinsip fundamental, yakni pendidikan, kemandirian, dan solidaritas. Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan atau pendapatan anggota, terjadi pula pergeseran nilai-nilai kehidupan sosial dalam masyarakat sebagai cerminan dari dedikasi dan komitmen kolektif para anggota Credit Union. Keywords: Credit Union. Masyarakat Keanggotaan. Pemberdayaan Pendahuluan Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya strategis yang bernilai positif Journal homepage: https://ejcs. eastasouth-institute. com/index. php/ejpcs Vol. No. Januari, 2026, pp. karena tidak hanya mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional. Secara konseptual, pemberdayaan masyarakat dapat dipahami sebagai suatu proses pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama, yang memiliki inisiatif untuk menggerakkan aktivitas sosial guna memperbaiki kondisi dan situasi Oleh sebab itu, pemberdayaan masyarakat bersifat partisipatif dan inklusif, yakni melibatkan masyarakat secara langsung dalam pencapaian tujuantujuan Keberhasilan pemberdayaan tidak semata-mata ditentukan oleh pihak pelaksana, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi dan keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan, termasuk pelatihan, yang diselenggarakan untuk mendukung terwujudnya program-program peningkatan perekonomian masyarakat sasaran. Menurut (Rakib, 2. Konsep pemberdayaan menekankan pada upaya memberikan ruang, waktu, dan kesempatan kepada masyarakat untuk secara mandiri menentukan arah serta pilihan dalam mengelola dan mengembangkan Dalam konteks tersebut, pemberdayaan masyarakat dimaknai sebagai proses membangun kemitraan dan jejaring sosial dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Dengan demikian. Credit Union Khatulistiwa Bakti yang berlokasi di Kecamatan Sungai Raya. Kabupaten Kubu Raya, merupakan lembaga keuangan yang beroperasi dengan prinsip koperasi kredit simpan pinjam. Lembaga ini menjalankan kegiatan keuangan dalam bentuk layanan simpan dan pinjam sebagai sarana untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, yang didukung melalui berbagai program pelatihan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Dengan kehadiran Credit Union Khatulistiwa Bakti ini salah satunya bagian dalam mendorong minat masyarakat untuk berinovasi dalam berbagai terobosan salah satunya untuk memberikan pinjaman, pengadaan rumah dengan melalui Credit Union, pengadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Peran Credit Union Khatulistiwa Bakti adalah penyedia jasa keuangan sebagaimana layaknya lembaga perbankan, yang sasarannya adalah: menabung, memberikan pinjaman, asuransi, beasiswa, perumahan jasa pengiriman uang dan lain sebagainya. Peristiwa krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 menjadi salah satu titik Situasi tersebut ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah serta meningkatnya tingkat pengangguran. Walaupun kondisi ekonomi Indonesia saat ini relatif stabil, upaya antisipatif tetap diperlukan, salah satunya melalui penerapan strategi diversifikasi investasi. Langkah diversifikasi ini juga merupakan bagian dari Vol. No. Januari, 2026, pp. upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya yang dilaksanakan oleh Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kecamatan Sungai Raya. Kabupaten Kubu Raya, dalam rangka mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Tujuan utama peningkatan perekonomian masyarakat melalui lembaga pemberdayaan masyarakat adalah memberikan dukungan stimulan kepada kelompok masyarakat yang kurang beruntung, sehingga mampu meningkatkan pendapatan serta menekan tingkat kemiskinan. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan, baik di bidang sosial maupun keterampilan, yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilaksanakan oleh Credit Union Khatulistiwa Bakti pada prinsipnya perlu dilakukan secara terencana, optimal, dan berkelanjutan agar mampu memperbaiki kondisi ekonomi sekaligus mengangkat masyarakat miskin dari situasi Melalui pemberian akses, kewenangan, dan penguatan kapasitas kepada masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya ekonomi yang tersedia, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kemampuan ekonomi guna memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan juga dipandang sebagai strategi untuk mendorong perubahan struktural dengan memperkuat posisi dan peran ekonomi kerakyatan dalam sistem perekonomian. Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan pembangunan yang berlandaskan pada prinsip kerakyatan, yang bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat kelompok masyarakat yang masih berada dalam kondisi keterisolasian, ketidakberdayaan, kemiskinan, serta ketertinggalan sosial dan ekonomi. Pada saat yang bersamaan lembaga Credit Union juga memerlukan pembinaan dan pengelolaan agar selamat dalam proses pertumbuhannya, di samping mampu mengembangkan Visi dan Misi dasarnya yaitu berupaya melayani kebutuhan ekonomi dan sosial para anggotanya. Oleh karena itu keanggotaan Credit Union Khatulistiwa Bakti bukan semata-mata hanya menyangkut landasan kepentingan pemenuhan ekonomi belaka, di mana para anggota itu juga harus memperoleh peluang untuk menyalurkan kebutuhan sosialnya dengan melalui dinamika kegiatan Credit Union itu sendiri, yang biasanya dinyatakan dalam wujud partisipasi aktif dari setiap anggota Credit Union dengan melalui insentif pelaksanaan semua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh para anggota Credit Union dalam pengembangan Credit Unionnya. Jika pemberdayaan masyarakat tidak hanya dipahami sebagai konsep ekonomi semata, tetapi juga secara substantif mencerminkan upaya penguatan demokrasi ekonomi, di mana aktivitas perekonomian dijalankan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat Vol. No. Januari, 2026, pp. rom the people, by the people, and for the peopl. Konsep ekonomi yang dimaksud dalam pemberdayaan masyarakat mencakup penguasaan teknologi, kepemilikan permodalan, akses terhadap pasar, serta kemampuan manajerial. Agar prinsip demokrasi ekonomi dapat berjalan secara efektif, aspirasi masyarakat perlu dihimpun, dirumuskan secara sistematis, dan diakomodasi oleh birokrasi pemerintah ke dalam kebijakan publik guna mencapai tujuan yang sesuai dengan kepentingan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah dalam menekan tingkat kemiskinan dan memperluas kesempatan kerja, khususnya di sektor ekonomi, dilakukan melalui pengembangan koperasi. Bung Hatta dalam (Subandi, 2. menegaskan bahwa sistem perekonomian yang sejalan dengan asas kekeluargaan adalah koperasi, yang berarti bahwa perekonomian rakyat seyogianya bertumpu pada prinsip koperasi. Hal ini sejalan dengan ketentuan Pasal 33 ayat . Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Selanjutnya, setelah amandemen tahun 2002. Pasal 33 ayat . menegaskan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, keadilan, keberlanjutan, wawasan lingkungan, kemandirian, serta keseimbangan. Dalam penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 juga ditegaskan bahwa bentuk usaha yang paling sesuai dengan asas kekeluargaan adalah koperasi, karena koperasi merupakan lembaga yang relevan dalam pembangunan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Credit Union sebagai bagian dari koperasi mengedepankan nilai gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan. Sejalan dengan hal tersebut, (Badaruddin, 2. menyatakan bahwa koperasi yang dibutuhkan masyarakat adalah koperasi yang dikelola secara jujur dan dinamis, sehingga potensi keanggotaan dalam menghimpun dan mengelola dana dapat berkembang secara optimal. Menurut (Mubyarto, 2. dari perspektif makro ekonomi, keberadaan koperasi yang semakin terlembaga dalam sistem perekonomian memiliki peran strategis, antara lain dalam memperbesar manfaat koperasi bagi masyarakat dan Selain itu, koperasi turut mendorong pemahaman yang lebih komprehensif mengenai asas, prinsip, dan mekanisme kerja koperasi, serta berkontribusi terhadap peningkatan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan Dampak lainnya adalah semakin terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi, serta bertambahnya peluang kerja. Metode Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian Vol. No. Januari, 2026, pp. Pendekatan tersebut digunakan untuk memperoleh pemahaman secara mendalam mengenai pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam upaya meningkatkan kondisi ekonomi anggota Credit Union Khatulistiwa Bakti yang berlokasi di Kecamatan Sungai Raya. Kabupaten Kubu Raya. Data penelitian dihimpun dalam bentuk uraian deskriptif yang bersumber dari informasi tertulis maupun lisan yang diperoleh dari informan utama, yaitu ketua, manajer, pengurus, serta anggota Credit Union. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan penelusuran dokumen yang relevan. Penelitian kualitatif bersifat alamiah dan berupaya memahami fenomena pada konteks sosialnya (Nasution, 1996. Nawawi, 2. Sejalan dengan perspektif Bogdan dan Taylor dalam (Moleong, 2. , penelitian deskriptif diarahkan untuk menggambarkan realitas secara faktual, sistematis, dan akurat guna memperoleh temuan yang bermakna terkait fenomena sosial yang diteliti. Dengan demikian, penelitian ini menekankan upaya menggali makna pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Credit Union dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi Keabsahan data dalam penelitian ini diuji melalui penerapan triangulasi sumber, triangulasi waktu, dan triangulasi teknik. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup kegiatan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan yang dilakukan secara terus-menerus hingga diperoleh hasil penelitian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat oleh Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kecamatan Sungai Raya berawal dari proses pengumpulan dan verifikasi data mengenai kebutuhan serta potensi anggotanya. Tahap ini menjadi dasar bagi penyusunan program yang relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi Setelah tahap perencanaan, program dioperasionalkan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, penyuluhan, pengembangan kapasitas, dan evaluasi Proses ini tidak hanya dimaknai sebagai implementasi teknis, melainkan juga sebagai upaya menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kemandirian dan tanggung jawab sosial. Sosialisasi dan pelatihan yang diberikan kepada anggota memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar peningkatan Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama yang mendorong masyarakat untuk memahami nilai menabung, mengelola keuangan secara bijaksana, serta meningkatkan mutu hidup dan kesejahteraan keluarga. Vol. No. Januari, 2026, pp. Melalui aktivitas ini, anggota tidak hanya diberdayakan secara ekonomi, tetapi juga secara mental dan sosial, sehingga tumbuh rasa percaya diri dan kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan komunitas. Credit Union Khatulistiwa Bakti tumbuh dari semangat kebersamaan dan saling percaya di antara para anggotanya. Lembaga ini menjadi wadah bagi individu untuk menabung dan mengelola dana secara produktif demi kesejahteraan bersama. Pemahaman ini menjadikan Credit Union bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan juga ruang sosial yang mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif, dari bergantung menjadi mandiri. Secara kelembagaan. Credit Union keanggotaannya agar semakin transparan dan akuntabel. Hampir seluruh anggotanya berasal dari kelompok masyarakat menengah yang memiliki komitmen untuk saling membantu melalui sistem simpan pinjam berbasis kepercayaan. Semangat kebersamaan itu diwujudkan melalui kegiatan rutin seperti Rapat Anggota Tahunan, yang menjadi ajang refleksi, evaluasi, dan penguatan solidaritas. Dalam prosesnya, anggota tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam membangun dan mempertahankan keberlangsungan Sebagai lembaga keuangan berwatak sosial. Credit Union Khatulistiwa Bakti menempatkan nilai kesetaraan, keadilan, dan kemartabatan dalam setiap hubungan kelembagaannya. Pendampingan kepada anggota dilakukan dengan pendekatan yang berorientasi pada kemandirian, bukan Anggota dididik untuk membiasakan diri dengan budaya menabung, hidup hemat, dan merencanakan keuangan keluarga secara bijaksana. Prinsip Audari, oleh, dan untuk anggotaAy menjadi fondasi dalam setiap kegiatan kelembagaan yang dijalankan. Keberhasilan Credit Union Khatulistiwa Bakti terlihat dari meningkatnya kesejahteraan anggota serta berkembangnya berbagai produk keuangan yang bermanfaat, seperti pinjaman usaha produktif yang membantu masyarakat memperoleh nilai tambah ekonomi. Dari proses pemberdayaan ini, terlihat bahwa kekuatan utama lembaga terletak pada semangat solidaritas dan partisipasi anggotanya. Refleksi atas perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang tumbuh dari kesadaran kolektif dan kepercayaan bersama mampu menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan di tengah dinamika ekonomi lokal. Diskusi