KEADILAN: ANALISIS PUITIS-AFEKTIF TERHADAP MAZMUR 7 Armand Barus* Abstract: The application of the poetic-affective criticism method to Psalm 7 yields interpretation that diverge from previous analyses of the text. Most interpreters regard Psalm 7 as a psalm of lament in response to false accusations. Analysing Psalm 7 via the lens of poetic-affective criticism reveals a central message of justice: the orchestrated crime ultimately serves as retribution for the perpetrator. Keywords: Lament psalm. Psalm 7. poetic-affective criticism. Abstrak: Penerapan metode penelitian puitis-afektif . oeticaffective criticis. terhadap Mazmur 7 menghasilkan pembacaan berbeda dengan penafsiran Mazmur 7 sebelumnya. Kebanyakan penafsir membaca Mazmur 7 sebagai mazmur permohonan ketika menghadapi tuduhan palsu. Pembacaan Mazmur 7 dengan menggunakan metode pembacaan penelitian puitisafektif menghasilkan pesan tentang keadilan yakni kejahatan yang direncanakan menjadi hukuman terhadap perencananya. Kata-kata kunci: Mazmur ratapan. Mazmur 7. penelitian puitisafektif. *Penulis adalah Guru Besar di bidang Teologi dan merupakan dosen STT Amanat Agung. Penulis armand_barus@sttaa. Jurnal Amanat Agung Pendahuluan AuThere is no justice in historyAy, klaim Yuval Noah Harary dalam buku terkenal berjudul Sapiens. 1 Sejarah, papar Harary, hanya menceritakan ketidaksetaraan, diskriminasi, dan penindasan. Keadilan tidak ditemukan di dalam sejarah manusia. Bila dalam tataran realitas tidak ada keadilan, apakah dalam tataran ide atau konsep keadilan juga tidak ditemukan? Klaim Harary menimbulkan pertanyaan apakah dalam dua tataran itu keadilan benar-benar tidak ada? Apakah klaim Harary dapat diterima dari perspektif Alkitab? Artikel ini berupaya merespons klaim Harary berdasarkan Mazmur 7. Namun sebelum pertanyaan itu mendapat jawaban, terlebih dahulu perlu dilakukan survei penafsiran terhadap Mazmur 7. Menurut Artur Weiser. Mazmur 7 berisi pesan tentang penganiayaan terhadap orang yang tidak bersalah. 3 Tidak jauh berbeda. Peter Craigie menyatakan bahwa pemazmur berdoa memohon Yuval Noah Harari. Sapiens: A Brief History of Humankind, trans. John Purcell dan Haim Watzman. Popular Science (London: Vintage Books, 2. , 149Ae78. Tafsiran John Chrysostom terhadap Mazmur 7, lihat Bruce K. Waltke. James M. Houston, dan Erika Moore. The Psalms as Christian Lament: A Historical Commentary (Grand Rapids: Eerdmans, 2. , 75Ae77. Artur Weiser. The Psalms: A Commentary. The Old Testament Library (Philadelphia: Westminster, 1. , 133, 135. Teori doa orang tertuduh pertama sekali diusulkan oleh Hans Schmidt pada tahun 1928, kemudian tetap dipertahankan oleh K. Seybold . John Goldingay. Psalms 1-41, vol. Baker Commentary on the Old Testament Wisdom and Psalms (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 144-5. Vivian L. Johnson. David in Distress: His Portrait through the Historical Psalms. Library of Hebrew Bible/Old Testament Studies 505 (London: T&T Clark, 2. , 132. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 musuh-musuh menuduhnya sebagai pengkhianat. 4 Davidson menambahkan bahwa pemazmur dituduh secara tidak adil oleh musuh-musuh untuk Itu sebabnya pemazmur pergi ke bait Allah menaikkan sumpah sebagai protes atas ketidakbersalahannya dan berseru kepada Allah. Hakim yang adil, untuk membenarkannya dan membalas mereka yang menyerangnya. 5 Tidak jauh berbeda BarthFrommel dan Pareira berpendapat bahwa pesan Mazmur 7 adalah setiap orang yang difitnah tanpa salah menyerahkan dirinya kepada Allah yang adil yang membebaskan orang yang dibenarkan-Nya dan menghukum orang yang bersalah. Kelihatannya para penafsir sepakat bahwa pesan sentral Mazmur 7 adalah doa orang yang dituduh bersalah secara tidak benar. Namun. Gerstenberger meragukan tafsiran itu dengan menyatakan bahwa Mazmur 7 Audoes not report a single incident, for instance, of somebody being accused of theft. Ay7 Penolakan juga disuarakan oleh deClaissey-Walford. Jacobson, dan Tanner, mengikut James Mays. Peter C. Craigie. Psalms 1-50. Word Biblical Commentary 19 (Dallas: Word Books, 1. Robert Davidson. The Vitality of Worship: A Commentary on the Book of Psalms (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 33. Anderson. The Book of Psalms: Psalms 1-72, vol. New Century Bible Commentary (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 92. Marie-Claire Barth-Frommel dan B. Pareira. Kitab Mazmur 172: Pembimbing dan Tafsirannya (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 162. Erhard S. Gerstenberger. Psalms, vol. The Forms of the Old Testament Literature (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 64. Jurnal Amanat Agung menegaskan bahwa Mazmur 7 adalah Authe prayer of one who seeks God in order to receive refuge, deliverance and vindication. Ay8 Schroeder menambahkan bahwa pemazmur Auis not under an accusation and is not being charge with a crime. Ay9 Christoph Schroeder dalam monografi berjudul History. Justice, and the Agency of God menelaah Mazmur 7. 10 Schroeder meneliti Mazmur 7 dengan menggunakan metode penelitian bentuk . ormcritical metho. dan metode perbandingan dengan kumpulan mantera Asyur-Babel untuk menjawab pertanyaan: apa yang menyebabkan perubahan suasana teks . dari ratapan kepada pujian dalam Mazmur 7? Schroeder11 menolak pandangan Walter Beyerlin . yang mengusulkan konteks sosial (Sitz im Lebe. Mazmur 7 adalah Bait Allah. Sebaliknya. Schroeder menetapkan bahwa konteks sosial Mazmur 7 adalah sidang peradilan ilahi saat fajar . ivine judicial assembly at daw. di mana Allah bertindak sebagai Hakim alam semesta12 karena fajar, transisi dari gelap ke terang, adalah waktu yang tepat untuk mengajukan banding kepada hakim. 13 Bagaimana suasana teks berubah dari ratapan menjadi pujian? Schroeder menjelaskan bahwa Mazmur 7: Nancy L. deClaissy-Walford. Rolf A. Jacobson, dan Beth Laneel Tanner. The Book of Psalms. The New International Commentary on the Old Testament (Grand Rapids: Eerdmans, 2. , 109. Christoph O. Schroeder. History. Justice, and the Agency of God: A Hermeneutical and Exegetical Investigation on Isaiah and Psalms. Biblical Interpretation Series 52 (Leiden: Brill, 2. , 137, 158. Schroeder. History. Justice. Schroeder. History. Justice, 109. Schroeder. History. Justice, 117. Schroeder. History. Justice, 203. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 describes precisely how YHWH's judicial verdict realizes itself in such a way that the petitioner experiences a real change of his The evil is reverted upon itself and thus annihilates This experience leads to the petitioner's change of mood and moves him to thank YHWH for the rescue from his distress . The execution of YHWHAos judicial verdict against the enemies is narrated in Ps 7:13-17. It realizes itself in the divine reversion of the acting of the enemies against themselves, so that they suffer their self-destruction. Fokus penelitian Schroeder terarah kepada perubahan suasana teks . Mazmur 7. Schroeder memilih Mazmur 7 untuk memperlihatkan kehadiran Allah di dunia melalui kehidupan pemazmur yang mengalami perubahan nyata terhadap situasinya dengan eksekusi putusan pengadilan Allah terhadap musuh-musuhnya seperti dinarasikan Mazmur 7:13-17. Pemazmur Aucelebrates the selfdestruction of the enemies as the outcome of YHWHAos judicial Ay15 Bukti kehadiran Allah itu perlu bagi Schroeder yang memiliki agenda utama penulisan monografinya bahwa Aubiblical claim that God acts in history and creation is true. Ay16 Dengan perkataan lain, perhatian Schroeder . memperlihatkan bahwa pemazmur mengalami perbuatan Allah terhadap hidupnya yang menyebabkan terjadinya perubahan suasana teks dari ratapan kepada pujian. Penelitian Schroeder sebenarnya belum bergeser dari pandangan para ahli sebelumnya kecuali konteks sosialnya Schroeder. History. Justice, 208. Schroeder. History. Justice, 112. Schroeder. History. Justice, xi. Jurnal Amanat Agung berganti dari Bait Allah menjadi surga. Padahal konteks pertemuan seperti ditegaskan ayat 8 terjadi di bumi,17 bukan di surga,18 juga bukan di Bait Allah. Carleen Mandolfo dalam monografi berjudul God in the Dock berupaya memecah kebuntuan penafsiran dengan mengusulkan metode pembacaan baru. 20 Metode yang diusulkan Mandolfo dinamai penelitian dialogis . ialogic criticis. Metode itu dibangun di atas dasar teori sosio-linguistic Mikhail Bakhtin. Martin Buber, dan Walter Brueggemann. Mandolfo memberi perhatian terhadap karakter dialogis atau multisuara . mazmur ratapan: 4, 7, 9, 12, 25, 28, 31, 55, 102, dan 130. Metode analisis dialogis diterapkan terhadap mazmur ratapan dengan membedakan perubahan berulang dari suara ratapan . oice of petitio. pada ilahi dalam bentuk orang kedua ke suara didaktik . idactic voice, the voice of instructio. tentang ilahi dalam bentuk orang Suara didaktik adalah perubahan dari orang pertama ke orang Mandolfo mendeteksi dua suara dalam Mazmur 7 yakni pertama, suara ratapan . oice of petitio. pada ayat 2-8, 9b-10a, 11, 18. kedua, suara didaktik . idactic voice, the voice of instructio. pada ayat 9a (Yahweh arbitrates between the people. , 10b (The one who tests the thoughts and emotions is a just Go. , 12-14, dan 15-17. Mandolfo Juga Goldingay. Psalms 1-41, 1: 147. Kontra Schroeder. History. Justice, 117, 208. Kontra Walter Beyerlin seperti dikutip Schroeder. History. Justice, 127. Carleen Mandolfo. God in the Dock: Dialogic Tension in the Psalms of Lament. Journal for the Study of the Old Testament Supplement Series 357 (London: Sheffield Academic Press, 2. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 mendapati bahwa tema sentral Mazmur 7 adalah penghakiman dan keadilan, seperti terdengar pada suara didaktik ayat 9a dan suara ratapan ayat 9b. Aspek penghakiman dan keadilan dijelaskan oleh Mandolfo dengan rumusan AuYHWH is a just judge of an ethical universe, ensuring that one reaps what one sows. Ay21 Tema sentral yang ditawarkan Mandolfo terfokus kepada Allah yang adil dan manusia yang menuai apa yang ditaburnya. Metode analisis yang ditawarkan Mandolfo memuat satu kesulitan apakah perubahan suara terjadi pada tatanan lisan . ral stag. atau tulisan? Kesulitan itu diakui sendiri oleh Mandolfo dengan menyatakan Auwhen laments came to be written down they lost clear signs of alternating voices. Ay22 Tahun 2014 Bruce Waltke. James Houston, dan Erika Moore menulis monografi berjudul The Psalms as Christian Lament. Buku itu melakukan eksegesis dengan penelitian bentuk . orm criticis. dan analisis retorik . hetorical criticis. terhadap Mazmur 5, 6, 7, 32, 38, 39, 44, 102, 130, 143 yang dilengkapi penafsiran dari Origen . , hingga John Calvin . Dalam pandangan Waltke. Houston, dan Moore, merujuk kepada John Eaton. Mazmur 7 adalah mazmur ratapan Authe innocent kingAy. 23 Waltke. Houston, dan Moore meletakkan konteks sejarah Mazmur 7 kepada pengejaran Raja Saul terhadap Daud . Sam. dan Kus. Orang Benyamin, merujuk kepada Aua supporter Mandolfo. God in the Dock, 113. Mandolfo. God in the Dock, 124. Bruce Waltke. James Houston, dan Erika Moore. Psalms as Christian Lament, 84, 87. Jurnal Amanat Agung of SaulAy. 24 Pesan Mazmur 7 adalah permohonan raja akan keadilan kosmis . kepada Hakim kosmis . Tema keadilan kosmis dan Hakim kosmis Mazmur 7 dipahami Waltke. Houston, dan Moore dalam konteks pengejaran Saul terhadap Daud. Mazmur 7 adalah tentang permohonan raja yang tidak bersalah kepada Allah yang adil. Dalam konteks pengejaran Saul terhadap Daud. Mazmur 7 merupakan permohonan Daud kepada Hakim yang adil untuk membela perkaranya. Dalam kaitan dengan itu, tidak heran jika Waltke. Houston, dan Moore melihat Mazmur 7 sesungguhnya adalah tentang pembelaan terhadap orang Kristen yang mengalami penindasan. Waltke. Houston, dan Moore menjelaskan AuPsalm 7 reminds persecuted and defamed saints that they are elected to engage in a holy war occasioned by the persistence of evil within the cosmic and social orders. Ay 25 Buku karangan Waltke. Houston, dan Moore memberi kontribusi tafsiran mazmur-mazmur ratapan . yang dipandang Claus Westermann sebagai Aua central theme of the Old TestamentAy. Namun, peletakkan konteks sejarah Mazmur 7 yang diusulkan oleh Waltke. Houston, dan Moore kurang tepat karena pada masa itu. Saul masih menjadi Raja Israel. Uraian di atas, meski ringkas, menyingkapkan bahwa masih terbuka ruang untuk memberi usulan terhadap apa sesungguhnya tema Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 87Ae Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 86. Dikutip oleh Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 4. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 sentral Mazmur 7. Dengan menggunakan metode penelitian puitisafektif . oetic-affective criticis. ,27 artikel ini mengusulkan tema sentral Mazmur 7 adalah keadilan. Metode penelitian puitis-afektif menelusuri perasaan pemazmur yang ditimbulkan oleh keluhan yang dihadapinya. Dalam situasi yang sedang dihadapinya, pemazmur menyampaikan keluhannya kepada Allah. Telaah Mazmur 7 kemudian dilanjutkan dengan menelusuri perubahan suasana teks . yang melihat pergerakan ratapan dan pujian. Kita mulai telaah Mazmur 7 dengan melihat struktur komposisinya. Struktur Komposisi Mazmur 7 adalah sebuah ratapan personal,28 seperti yang terlihat dalam penggunaan orang pertama tunggal di sepanjang ayat Tentang penelitian puitis-afektif lihat Armand Barus. AuUniversal Justice: Poetic-Affective Criticism of Psalm 28,Ay Verbum et Ecclesia 44, no. : 1Ae10. Armand Barus. AuGod Is My Inheritance: The Voice of the Woman in Psalm 16,Ay Verbum et Ecclesia 44, no. : 1Ae8. Armand Barus. AuAllah Adalah Perisai: Studi Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 3,Ay Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 8, no. 1 (Oktober 2. 196Ae217. Armand Barus. AuMenghadapi Kebohongan: Penelitian Puitis Mazmur 4,Ay Amanat Agung 14, no. 1 (June 2. : 1Ae24. Armand Barus. AuPemurnian Integritas: Penelitian Puitis Mazmur 26,Ay Jurnal Amanat Agung 14, no. 2 (Desember 2. : 207Ae231. Armand Barus. AuSembuhkanlah Aku: Penelitian Puitis Mazmur 6,Ay Amanat Agung 12, no. 2 (Desember 2. 175Ae206. Armand Barus. AuMazmur Ratapan (Bagian . : Studi Mazmur 13,Ay Reformed Indonesia 5, no. 1 (January 2. : 14Ae20. Armand Barus. AuMazmur Ratapan (Bagian . : Studi Mazmur 12,Ay Reformed Indonesia 4, no. 2 (July 2. : 106Ae114. Armand Barus. Mengenal Tuhan Melalui Penderitaan (Jakarta: Scripture Union Indonesia, 2. Juga Mandolfo. God in the Dock, 36. Anderson. Psalms 1-72, 1: Jurnal Amanat Agung 2-7, 9, 11, 18. Lagi, kata AushiggaionAy . dapat diterjemahkan sebagai mazmur ratapan karena kata AushiggaionAy mirip dengan kata Akkadia AusiguAy yang berarti ratapan atau keluhan. 29 Struktur komposisi Mazmur 7 sebagai mazmur ratapan tersusun sebagai Ratapan . Pujian . Ratapan . Pujian . Mazmur 7 dimulai dengan ratapan kemudian suasana teks . berubah menjadi pujian dan berganti menjadi ratapan serta berakhir dengan pujian kembali. Ratapan dan pujian silih berganti mengalir dalam Mazmur 7. Mazmur 7 adalah mazmur ratapan menuju pujian. Selanjutnya, terhadap Mazmur 7 diterapkan penelitian puitis-afektif untuk menguak pesan sentralnya. Penelitian Puitis-afektif (Poetic-Affective Criticis. Penelitian puitis-afektif menelusuri keluhan, perasaan, pengenalan pemazmur akan Allah dan penggambaran perubahan suasana teks Mazmur 7. Sigmund Mowinckel. The Psalms in IsraelAos Worship, vol. 1 (New York: Abingdon Press, 1. , 209. Craigie. Psalms 1-50. Hans-Joachim Kraus. Psalms 1Ae59 (Minneapolis: Fortress, 1. , 26. Mazmur 7 adalah Auagitated lamentAy. Barth-Frommel and Pareira. Mazmur 1-72, 163. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 Keluhan Pemazmur Pemazmur Allah melepaskannya dari musuh-musuhnya. Mereka ini mengejar dan melawan pemazmur. Semua orang mengejar . Setelah memberi pembukaan ratapan, pemazmur segera mengutarakan keluhannya yakni semua orang mengejarnya. Pemazmur menggambarkan pengejaran musuh seperti singa mengejar mangsa. Singa menerkam dan menyeret mangsanya yang tidak mampu melawan. Siapakah yang mengejar pemazmur? Para ahli akhir-akhir ini, menuruti Alkitab Vulgata, kembali membaca Mazmur 7 sebagai lanjutan Mazmur 3. 30 Artinya, peristiwa pemberontakan Absalom menjadi latar sejarah Mazmur 7. 31 Dalam bentuk puitis. Mazmur 3 mengisahkan kemenangan raja Daud atas musuh-musuhnya. Mazmur 7 selanjutnya menggambarkan bahwa kemenangan atas musuh-musuh ternyata bagi Raja Daud menjadi suatu perkabungan oleh karena kematian Absalom, anaknya. Narator 2 Samuel 19:2 merekam peristiwa tersebut dengan pernyataan AuKemenangan hari itu menjadi perkabungan bagi seluruh tentaraAy. Dengan demikian, berdasarkan narasi 2 Samuel 17:1, 11, 13 12 suku bangsa Israel seperti terwakili melalui ungkapan dua belas ribu orang. Semua suku bangsa mengejar Daud. Ketidakberdayaan Schroeder. History. Justice, 209Ae11. Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 73, mencatat bahwa John Chrysostom mengusulkan pemberontakan Absalom sebagai latar Mazmur 7. Jurnal Amanat Agung Daud diekspresikan melalui penggambaran Auseperti singa menerkam aku dan mencabik-cabik aku, tanpa ada yang melepaskanAy . Daud tidak berdaya dan tidak mampu melawan seperti mangsa di hadapan singa yang siap menerkamnya. 32 Daud menggambarkan semua yang mengejarnya seumpama singa. Singa dalam Alkitab menggambarkan Aupower, cruelty and ruthlessness (Isa. 5:29. Nah. 2:11-. Ay. Apa perbuatan yang telah dilakukan pemazmur sehingga semua orang mengejarnya? Tidak ada. Pemazmur menegaskan tidak ada kecurangan yang dilakukannya sehingga ia layak dikejar semua orang . Seandainya pemazmur berbuat curang ia rela dikejar semua orang bahkan menaruh kemuliaannya ke dalam debu. Pengulangan tiga kali protasis kondisional AojikaAo . menegaskan ketidakbersalahan34 pemazmur seperti terlihat melalui kesejajaran berikut. jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku, jika aku melakukan yang jahat terhadap kawanku, lawanku tanpa alasan. Gambar 1. Kesejajaran ayat 4-5 Kehidupan Daud sebagai gembala kerap kali membawanya berhadapan dengan kebuasan singa . Sam. 17:34-. Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 88. Juga Walter Brueggemann dan William H. Bellinger. Jr. Psalms (New York: Cambridge University Press, 2. , 55. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 Kesejajaran tersebut di atas memperlihatkan fitnah atau tuduhan yang diterima pemazmur dalam bentuk kecurangan // melakukan yang jahat // menjarah. Dengan penggunaan protasis kondisional jika, pemazmur menegaskan bahwa ia tidak curang, tidak melakukan yang jahat dan tidak merugikan orang, karena itu hukuman yang mengikutinya . usuh mengejar // menangkap // menginjak-injak hidup // menaruh kehormatan dalam deb. tidak berlaku bagi hidup pemazmur. Tidak ada alasan sesungguhnya untuk mengejar pemazmur. Pemazmur kukuh akan ketidakbersalahannya sehingga bila terbukti bersalah pemazmur bersedia mengalami peristiwa-peristiwa seperti ditangkap musuh, hidupnya diinjak-injak ke tanah dan kemuliaannya ditaruh ke dalam debu . Ungkapan Audalam debuAy Audesiccation ignominyAy. Pemazmur menetapkan sendiri hukuman yang akan terjadi terhadap hidupnya seandainya ia curang, jahat, dan menjarah. Meskipun semua bangsa Israel mengejar pemazmur, tetapi pemazmur cukup berlari berlindung kepada Allah. Tidak perlu ia melawan, karena Allah adalah pelindungnya. Lawan . 5, . Tidak hanya semua orang mengejar pemazmur, ada juga yang melawan pemazmur dengan geram . Pemazmur meratap Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 90. Jurnal Amanat Agung agar Allah bangkit dalam murka menghadapi geram orang yang Sebesar geram musuh yang berupaya menghancurkan pemazmur, demikian pula murka Allah yang melepaskan pemazmur dari musuhnya. Murka Allah menjadi pengharapan terhadap ancaman musuh kepada pemazmur. 36 Kata AugeramAy merupakan terjemahan dari bahasa Ibrani Aoebry (A) c iA. Kata AugeramAy menunjuk kepada Ausomething that bursts out and overwhelmsAy. 37 Dalam Mazmur 90:9, 11 kata AugeramAy dipakai bersama dengan Aumurka AllahAy. Kata AugeramAy, dalam penggunaannya, merujuk pada Allah (Mzm. 78: 21, 49, 59, 62. 85:4. 89:39. 90:9, 11. Yes: 13:9. Yeh. 22:21, Ini menggambarkan respons Allah terhadap ketidaktaatan umatNya dalam bentuk hukuman, di mana tidak ada satu kuasa pun yang sanggup menghentikannya. 38 Dalam kaitan dengan manusia, kata AugeramAy memperlihatkan perbuatan Edom yang kejam terhadap Israel, musuh bebuyutannya, yang dikejarnya dengan pedang terhunus (Ams. Arti kata AugeramAy dalam Mazmur 7 menggambarkan suatu perbuatan kejam yang meluap-luap, tanpa terkendali, yang ingin menghabisi nyawa pemazmur. Kegeraman itu digambarkan seperti singa yang menerkam, dan mencabik-cabik, tanpa ada yang sanggup melepaskan pemazmur. Itu yang dilakukan lawan terhadap pemazmur. Lalu, akibat keluhan pemazmur, yakni Goldingay. Psalms 1-41, 1: 147. John Goldingay. Psalms 42-89, vol. Baker Commentary on the Old Testament Wisdom and Psalms (Grand Rapids: Baker Academic, 2. Ernst Jenni dan Claus Westermann. Theological Lexicon of the Old Testament (Peabody: Hendrickson Publishers, 1. , 1057. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 musuh mengejar dan melawan dengan geram, apa perasaan yang Perasaan Pemazmur Secara perasaannya sebagai akibat keluhannya dalam Mazmur 7. Lantas, menetapkan perasaan pemazmur akibat peristiwa yang dialaminya tersebut? Perasaan apa yang timbul di dalam diri pemazmur, ketika Bagaimana menetapkan perasaan pemazmur tersebut? Salah satu yang segera tampak membedakan Mazmur 7 dengan mazmur-mazmur lainnya adalah pernyataan konteks historis pemazmur pada ayat 1. Tidak semua mazmur ratapan secara eksplisit menyebutkan konteks Oleh karena itu, konteks sejarah dalam teks ini perlu mendapat perhatian. Apakah Mazmur 7 dapat dikaitkan dengan satu peristiwa sejarah tertentu? Pada umumnya, para penafsir sepakat mengaitkan Mazmur dengan konteks historis tertentu. Namun, para penafsir terbagi ke dalam dua kelompok ketika mengusulkan latar sejarah Mazmur 7. Jurnal Amanat Agung Pengejaran Daud Artur Weiser, mengikut Hans Schmidt, mengusulkan 1 Raja 8:31-32 sebagai latar belakang Mazmur 7. 39 Jika seseorang dituduh bersalah, ia datang ke bait Allah untuk memohon perlindungan Allah Pendapat Weiser dialaskan pada pemahaman bahwa Bait Allah sebagai tempat Allah mengadili hamba-hamba-Nya . Raj. 8:32. Mzm. Namun. Mazmur 7 secara eksplisit menyatakan bahwa pengadilan tidak terjadi di Bait Allah, melainkan di seluruh bumi, terhadap seluruh bangsa-bangsa. Yitzhak Berger sepakat bahwa Mazmur 7 juga dibaca dalam kaitan dengan pengejaran Raja Saul terhadap Daud dengan mengusulkan teks tambahan seperti 1 Samuel 24 dan 1 Tawarikh 40 Namun, usulan Berger kurang dapat diterima karena Mazmur 7 bukan tentang pengejaran Daud dan lagi pula Daud belum menjadi raja ketika Saul mengejarnya. Perlu ditegaskan bahwa konteks sejarah Mazmur 7 dinyatakan secara eksplisit pada ayat 1, yakni Daud meratap karena Kush, orang Benyamin. Apa pandangan John Chrysostom yang menghubungkan Mazmur 7 dengan pemberontakan Absalom dapat diterima kembali? Kelihatannya akhir-akhir ini beberapa penafsir Weiser. Psalms, 135. Davidson. Vitality of Worship, 33. Anderson. Psalms 1-72, 1: 92. Brueggemann dan Bellinger. Jr. Psalms, 56. Yitzhak Berger. AuThe David-Benjaminite Conflict and the Intertextual Field of Psalm 7,Ay Journal for the Study of the Old Testament 38, 3 . : 279Ae96. lihat juga Johnson. David in Distress, 133-39, yang mencatat usulan ahli yang mengidentifikasi Kus dengan Saul. Kus dengan Simei bin Gera, dan Kus dengan Kus orang Benjamin. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 melihat kaitan sejarah Mazmur 7 dan pemberontakan Absalom. Mazmur 7 sebaiknya dibaca dalam perspektif kematian Absalom. Kematian Absalom Kush adalah seorang budak Benyamin dari Etiopia yang membawa berita kematian Absalom kepada Raja Daud . Sam. 18:2. 42 Ketika mendengar berita kematian Absalom tersebut, timbullah dalam diri Raja Daud perasaan terguncang hati dan kesedihan yang ditampilkan dalam bentuk tangisan . Sam. Itulah perasaan pemazmur yang muncul dari keluhan yang dilantunkan di dalam ratapannya. Raja Daud terguncang hati. Kata Auterguncang hatiAy (LAI-TB. , dan AuterkejutAy (LAI-TB. adalah terjemahan dari bahasa Ibrani rAgaz (A)enA. Kata rAgaz digunakan untuk menggambarkan secara harfiah . Sam. 14:15. Mzm. kondisi bumi bergetar, dan secara figuratif (Yes. 28:21. perbuatan Allah atau respons manusia terhadap Ungkapan Auterguncang hati DaudAy tidak disebabkan oleh berita kemenangan perang yang biasanya disambut dengan gemuruh Rolf Rendtorff. AuThe Psalms of David: David in the Psalms,Ay dalam The Book of Psalms: Composition and Reception, ed. Peter W. Flint dan Patrick D. Miller. Jr. Supplements to Vetus Testamentum XCIX (Leiden: Brill, 2. , 55. Schroeder. History. Justice, 209Ae11. Namun Barth-Frommel dan Pareira. Mazmur 1-72, 163, menolak hubungan Mazmur 7 dan 2 Samuel 18 oleh karena Kus tidak memfitnah Raja Daud. Kus hanya membawa berita kematian Absalom. Penolakan ini didasarkan pada asumsi bahwa pesan Mazmur 7 adalah tentang orang yang difitnah. Goldingay. Psalms 1-41, 1: 144. Hutton. AuCush the Benjaminite and Psalm Midrash,Ay Hebrew Annual Review 10 . : 123Ae37. Jurnal Amanat Agung sorak-sorai, tetapi kematian Absalom. Bagi Daud, kemenangan perang tidak penting. Kematian Absalom sangat mengguncang Di hadapan tentara yang baru kembali menang perang, tanpa malu dan risih. Daud mengekspresikan keguncangan hati dengan meratapi kematian Absalom anaknya. Tangisan Raja Daud adalah ekspresi perasaan sedihnya. Kesedihannya diungkapkan dalam dua bentuk, yakni tangisan air mata, dan ratapan AyAnakku Absalom. Anakku. Anakku Absalom! Andai saja kau yang mati ganti engkau. Absalom. Anakku. Anakku!Ay . Dalam ratapan Daud terlihat pengulangan nama Absalom . iga kal. dan seruan AuAnakkuAy . ima kal. Pengulangan itu menggambarkan keguncangan hati dan kedalaman kesedihan Daud akan kematian Absalom anaknya. 43 Ada baiknya pada momen ini, kita membandingkan respons Daud terhadap kematian Raja Saul, mertuanya. Abner sang panglima perang, dan anaknya Amnon dan Absalom. Perbandingan itu menyingkapkan kepada kita keguncangan hati Raja Daud. Respons itu kita sajikan dalam bentuk Tabel 1 sebagai berikut:44 Ritual Mengoyakkan Saul 2 Samuel 1:11 Abner 2 Samuel 3 Amnon 2 Samuel 13 Absalom 2 Samuel 19 3:31 dan 13:31 berbaring di --- Anderson, 2 Samuel, vol. Word Biblical Commentary (Dallas: Word Books, 1. , 226. Tabel merupakan modifikasi dari Yisca Zimran. AuAoLook, the King Is Weeping and Mourning!Ao: Expression of Mourning in the David Narratives and Their Interpretive Contribution,Ay Journal for the Study of the Old Testament 41, no. : 493. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 Nasib pembunuh Tanggung jawab Nyanyian 1:12 1:12 1:12 1:13-15 1:16 3:31 3:32, 34 3:35 3:38-39 3:28-29 --13:36 ------- --18:33 ------- 1:17-27 3:33-34 --- Penguburan 2:4-7 3:31-32 Respons orang --3:36-37 Tabel 1. Ritual perkabungan Daud ----- 18:33. --19:2 Perbandingan Daud menunjukkan bahwa Mazmur 7 bukan respons terhadap fitnah, tetapi sebuah ekspresi keguncangan batin terdalam akibat penghakiman ganda: atas diri Absalom dan atas diri Daud sendiri. Tabel 1. di atas memperlihatkan bahwa dalam menghadapi kematian orang yang tidak memiliki ikatan batin dan emosional. Raja Daud mengerjakan tahapan ritual perkabungan seperti yang Respons Daud terhadap kematian Raja Saul dan Abner tidak jauh berbeda. Tahapan ritual perkabungan yang dijalankan Daud terlihat bermuatan politis. Daud berupaya lepas tangan dari tuduhan atas kematian yang mungkin akan ditimpakan kepadanya. Dalam kematian Raja Saul dan juga Yonatan terlihat Authe sequence of David's mourning gestures imply that he wishes to assert that he is Zimran. AuAoLook, the King Is Weeping and Mourning!,AoAy 512. Jurnal Amanat Agung neither responsible for, nor even glad to learn of, the deaths of Saul and Jonathan. Ay46 Berbeda halnya dengan kematian anaknya Amnon atau Absalom, di mana Raja Daud sama sekali mengabaikan tahapan ritual perkabungan. Mengapa? Karena hati Daud begitu terguncang oleh kematian anaknya. Keterguncangan hati yang terlihat dari sikap Daud yang hanya menangis dan meratap nyaring, dengan menafikan ritual perkabungan. Selanjutnya, kita meneliti pengenalan pemazmur akan Allah, di tengah-tengah keterguncangan hatinya. Allah Di tengah-tengah keluhan dan perasaannya, pemazmur memperlihatkan pengenalannya akan Allah yang selama ini Tuhan Allahku . 2, . Ungkapan AukuAy pada kata AuAllahkuAy mengungkapkan relasi rohani yang bersifat pribadi antara pemazmur dan Allah. 47 Relasi pribadi tersebut telah berlangsung lama, jauh sebelum peristiwa kematian anak-nya. Absalom. Relasi personal itu menjadi dasar pemazmur untuk menegaskan ketidakbersalahannya. Allah tentulah mengenal pemazmur secara pribadi. Semua pikiran dan perbuatan pemazmur terbuka di hadapan Allah. Tidak ada yang tersembunyi Zimran. AuAoLook, the King Is Weeping and Mourning!,AoAy 499. Lihat Barus. AuAllah adalah Perisai,Ay 210. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 bagi Allah. Relasi personal pemazmur dan Allah menjadi dasar pemazmur melantunkan ratapannya kepada Allah. Allah murka . 7, . Murka Allah seperti dijelaskan di atas adalah respons Allah terhadap ketidaktaatan manusia dalam bentuk hukuman kehancuran yang tidak dapat dilawan oleh siapa pun. Mazmur 7 menyingkapkan bentuk murka Allah dinyatakan dalam ayat 13-14. Allah adalah subjek ayat 13-14 karena metafora pedang, busur dan anak panah merupakan kelanjutan metafora perisai . 48 AuMurkaAy diungkapkan dengan metafora AupedangAy. AubusurAy dan Aupanah menyalaAy. Pedang, yang merupakan alat perang dalam dunia Alkitab,49 menjadi senjata pembunuh jarak dekat, sedangkan busur dan panah adalah senjata penyerang musuh dari jarak jauh. Pedang, busur, dan anak panah menjadi metafora utama pemberlakuan 50 Lagi, panah dengan api menyala dibanding busur biasa menjadi senjata tidak hanya mematikan, tetapi juga menghanguskan. Bagaimana pemazmur bisa lepas dari murka Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam bentuk pedang, busur dan anak panah? Pemazmur menegaskan bahwa hanya pertobatan yang mampu melepaskan manusia dari murka Allah. Kata AubertobatAy yang deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 116-17. Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 93Ae Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 94. Jurnal Amanat Agung merupakan terjemahan dari bahasa Ibrani shyb menunjuk kepada kembali berputar ke arah semula (Mzm. 9:4. Pertobatan itu berarti manusia tidak melanjutkan rencana kejahatan yang dirancangnya terhadap orang lain . dan datang kembali kepada persekutuan pribadi dengan Allah. Keadilan Allah Motif keadilan adalah motif dominan dalam Mazmur 7. Motif keadilan muncul dalam beberapa bentuk: mipA . , dyn . shApa . , addyq . , dan edeq . Tuhan telah memerintahkan keadilan . Dalam bahasa Ibrani, kata kerja iwwytA (A ) ioAditerjemahkan sebagai Autelah memerintahkanAy (LAI-TB. , atau AumenuntutAy (LAITB. Kata kerja iwwytA dalam bentuk perfek menunjuk pada perbuatan yang telah selesai. Mungkin terjemahan yang tepat adalah AuEngkau yang telah memerintahkan keadilanAy. Kata kerja iwwytA menunjuk pada Aua superior stating something with authority and/or force to a subordinate with the purpose of eliciting a response. Ay51 Ungkapan Aumemerintahkan keadilanAy menyatakan bahwa keadilan berasal dari Allah. Keadilan menjadi bagian dari karya penciptaan Allah. Keadilan tidak terjadi secara alamiah, yang berasal dari dalam alam semesta dan juga bukan bersifat evolutif. Keadilan hadir di Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 91. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 dalam alam semesta karena Allah yang memerintahkannya. Keberadaan keadilan di dalam ciptaan karena perintah Allah. Tuhan mengadili bangsa-bangsa . TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku. TUHAN, sebab aku benar, dan tulus ikhlas Gambar 2. Kesejajaran ayat 9 Bangsa-bangsa di seluruh bumi harus menghadap takhta pengadilan Allah. Tidak ada allah lain yang akan mengadili bangsabangsa. Mereka tidak diadili oleh dewa atau dewi, tetapi hanya oleh Allah, karena tidak ada allah lain selain Allah. Semua suku bangsa akan berhadapan dengan keadilan yang bersumber dari Allah. Ungkapan AuAllah mengadili bangsa-bangsaAy dan Auhakimilah akuAy menunjuk pada aspek keadilan yang universal dan personal. 52 Tidak seorang manusia pun yang dapat luput dari tuntutan keadilan Allah. Lihat juga Joe Kraovec. AuIs There A Doctrine of AoCollective RetributionAo in The Hebrew Bible?,Ay Hebrew Union College Annual 65 . 35Ae89. Kraovec menyimpulkan AuWe may conclude that consciousness of collective retribution was dominant during earlier periods on account of the more powerful social, tribal, and family ties then obtaining, but that the conviction gradually prevailed that only individual retribution was justifiable and applicable. Individual retribution, then, can be considered a doctrine or a principle in the strict sense of the word. Ay . Jurnal Amanat Agung Kata kerja AumengadiliAy . sering digunakan bersamaan dengan kata kerja AumenghakimiAy (Mzm. 9:5, 9. 72:2. Mengadili berarti memeriksa apakah manusia itu benar dan tulus Mengadili juga menunjuk pada pemeriksaan hati dan batin manusia . Hati manusia menunjuk kepada Authe inner forum where a person decides oneAos religious and moral conduct on the interplay of thoughts, feelings, desires, and religious affections. Ay53 Istilah Aubatin manusiaAy menunjuk pada Authe seat of oneAos emotionsAy. 54 Dengan perkataan lain, mengadili dan menghakimi menunjuk kepada pemeriksaan apakah manusia, dalam dirinya yang terdalam, memiliki rencana jahat terhadap manusia lainnya. Bagaimana manusia dapat bebas dari tuntutan keadilan? Manusia bebas dari tuntutan keadilan bila ia benar // tulus ikhlas . Kata AubenarAy . menunjuk pada Authe personAos relationship with the communityAy. 55 Sedangkan kata Autulus ikhlasAy . , yang lebih tepat diterjemahkan sebagai AuintegritasAy, merujuk pada Authe personAos personal moral wholenessAy. 56 Integritas memperlihatkan bahwa Authere is no gap between the outward words and the inner Ay57 Relasi pemazmur dengan komunitas dan integritasnya bersumber dari dan merupakan wujud dari relasi pribadinya dengan Allah . 2, 4, . Relasi pribadi pemazmur dengan Allah menjadi Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 92. Anderson. Psalms 1-72, 1: 97. Goldingay. Psalms 1-41, 1: 148. Goldingay. Psalms 1-41, 1: 148. Goldingay. Psalms 1-41, 1: 149. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 dasar permohonan pemazmur kepada Allah untuk menghakiminya. Tidak ada rencana jahat yang sedang ia pikirkan terhadap sesamanya Relasinya dengan komunitas baik, sebagaimana tercermin melalui integritasnya. Oleh karena itu, pemazmur berani memohon kepada Allah untuk menghakiminya. Ketidakadilan tidak ada dalam kamus hidup pemazmur. Pemazmur mengenal Allah sebagai Allah yang adil. Allah yang adil . Sigmund Mowinckel, sebagaimana dikutip oleh Anderson, menyatakan bahwa Allah yang adil menunjuk kepada AuGod who vindicates the rightAy. 58 Namun, gagasan Allah yang adil dalam Mazmur 7 merujuk secara luas, tidak terbatas pada tindakan membenarkan orang benar saja. Pernyataan pemazmur bahwa Allah adalah Allah yang adil menyingkapkan bahwa keadilan merupakan sifat Allah. Keadilan berada di dalam ciptaan karena Allah yang Keadilan tidak tercipta dengan sendirinya. Keadilan dalam ciptaan merupakan cermin keadilan Allah. Keadilan menjadi bagian relasi Allah dengan ciptaan-Nya. Keadilan adalah cara Allah memerintah ciptaan-Nya. Dalam pengertian itu, keadilan berlaku terhadap seluruh manusia. Keadilan bersifat universal dan Pemazmur mengenal Allah sebagai Hakim yang adil atas seluruh ciptaan. Anderson. Psalms 1-72, 1: 97. Jurnal Amanat Agung Allah adalah Hakim yang adil . Allah sebagai Hakim yang adil akan menghentikan kejahatan orang fasik. Kejahatan orang fasik akan berakhir ketika mereka terhukum akibat kejahatannya sendiri. Kehancuran diri sendiri si perencana kejahatan disebabkan oleh pemberlakuan keadilan ke atas dirinya. Gambaran penghancuran diri dilukiskan dalam ayat 1517, bukan ayat 13-17 seperti usulan Christoph Schroeder. 59 Apa alasannya? Pertama, perbedaan subjek di mana, seperti disebutkan sebelumnya. Allah adalah subjek ayat 13-1460 dan musuh pemazmur adalah subjek ayat 15-17. Kedua, menurut Carleen Mandolfo ayat 1517 adalah Audescription of wickedAy dan ayat 12-14 merupakan Audescription of YHWHAy. Bagaimana pemazmur merumuskan keadilan? Dalam merumuskan keadilan pada ayat 15-17, pemazmur menggunakan gambaran kehamilan, lubang, dan batok kepala. Semua gambaran itu digunakan pemazmur untuk menunjukkan prinsip keadilan yakni hukuman disebabkan oleh perbuatan sendiri. Schroeder. History. Justice, 114, 118, 139, 173. deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 116. Mitchell Dahood. Psalms I: 1-50: Introduction. Translation, and Notes. The Anchor Yale Bible 16 (New Haven: Yale University Press, 1. , 41, 46-47. Mandolfo. God in the Dock, 36. Penghancuran diri sendiri terdapat juga dalam Mazmur 37:15. 57:7. 64:8-9. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 . Ibu hamil yang mengandung kejahatan dan kelaliman melahirkan anak seorang pendusta . Kehamilan merupakan proses yang panjang, setidaknya mengandung Rencana direncanakan dalam kurun waktu lama pada akhirnya melahirkan dusta. Dusta Ausignifies aggressive deceit intended to harm the otherAy. Lubang yang digali untuk orang lain menjadi lubang di mana ia jatuh ke dalamnya . Metafora berganti dari gambaran perempuan yang mengandung kepada laki-laki yang bekerja menggali lubang. Lubang menunjuk kepada Aua hole large enough that a person could not escape from itAy. Lubang digali untuk mencelakakan orang lain. Kelaliman yang dilempar kepada orang lain ternyata menimpa kepalanya sendiri dan kekerasannya . AmA. turun menimpa batok kepalanya . Kata kekerasan Aucold-blooded infringement of the personal rights of others, motivated by greed and hate and often making use of physical violence and brutalityAy. Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 95. Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 95. Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 96. Jurnal Amanat Agung Kejahatan yang direncanakan dengan saksama terhadap orang lain ternyata berbalik arah menjadi hukuman terhadap diri Kejahatan yang direncanakan dengan saksama terhadap pemazmur kelihatannya, berdasar ayat 15-17, tidak menyentuh pemazmur bahkan kejahatan itu berbalik arah menimpa perencana kejahatan itu sendiri. 66 Hukuman itu adalah akibat dari kejahatan Anderson menyebut keadaan ini sebagai Aythe boomerang effect of sinAy. 67 Apakah hukuman terhadap pelaku kejahatan merupakan peristiwa alamiah? Tidak. Pemazmur melihat karya perbuatan Tuhan Allah berada di balik efek bumerang dari dosa. Pemazmur meyakini dan menyaksikan campur tangan Allah, sebagaimana ditegaskannya bahwa AuAllah murka setiap saatAy . Daud menerima berita yang dibawa oleh Kus, orang Benyamin, yang berkata AuHari ini Tuhan telah memberi keadilan . hAp. kepada TuankuAy . Sam. 18: . Raja Daud menyadari bahwa kematian Absalom merupakan bentuk keadilan. Mungkin itu alasan Raja Daud menyusun Mazmur 7 sebagai suatu ratapan Keadilan yang berlaku terhadap Absalom dan terhadap diri Daud sendiri. Keadilan ganda sedang terjadi dalam hidup Daud: Absalom menerima akibat dari perbuatannya yang memberontak kepada Daud, ayahnya. dan kedua, pembalasan akibat Juga Schroeder. History. Justice, 198. Anderson. Psalms 1-72, 1: 98. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 perbuatan Daud terhadap Batsyeba. Di sini. Daud melihat keadilan Allah. Keadilan berarti orang jatuh ke lubang yang digalinya. Peristiwa Absalom dan peristiwa Batsyeba menyadarkan Raja Daud akan keadilan universal. Peristiwanya bermula ketika Daud yang sedang berjalan di atas sotoh istana melihat seorang perempuan sangat elok Kecantikan perempuan yang bernama Batsyeba itu mengguncang hati Daud, sehingga Daud kebelet untuk tidur Persoalan muncul ketika perempuan yang telah bersuami itu melaporkan bahwa ia mengandung. Apa respons Daud? Ia membunuh Uria, suami Batsyeba, dan mengambil Batsyeba menjadi isterinya. Itu perbuatan jahat di mata Tuhan. Nabi Natan yang diutus untuk menyampaikan Firman Allah kepada Daud berkata: AuOleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dengan mengambil istri Uria, orang Het itu, dan menjadikannya istrimuAy . Sam. Pedang menjadi bagian hidup Daud. Jadi, keadilan adalah hukuman yang menimpa diri sendiri atas kejahatan yang direncanakan terhadap orang lain. Kejahatan terhadap orang lain berbalik arah menjadi hukuman terhadap diri Kejahatan berbalik arah karena pemazmur mengenal Allah adalah perisainya. Allah adalah perisai . Perisai adalah alat pertahanan diri seorang prajurit. Perisai melindunginya dari serangan pedang dan anak panah musuhnya. Jurnal Amanat Agung Perisai adalah Aua round light shield, made of wood or wicker and covered with thick leather rubbed with oil (Isa. to preserve it and to make it glisten. Ay68 Allah adalah perisai pemazmur. 69 Serangan musuh tidak dapat menyentuhnya. Allah adalah Penyelamat orang-orang yang tulus hati Gambar 3. Kesejajaran ayat 11 Kata kerja yAsha (A )o Adigunakan dua kali dalam Mazmur 7 . 2, . Kata itu diterjemahkan sebagai AupenyelamatAy (LAI-TB. , dan AumenyelamatkanAy (LAI-TB. Sebagai kata kerja, yAsha lebih tepat diterjemahkan menjadi AumenyelamatkanAy (NIV. RSV). Allah menyelamatkan pemazmur dari tuntutan keadilan karena tidak ada dalam hatinya rancangan kecelakaan terhadap orang lain. Hatinya tulus dalam membangun relasi dengan sesama manusia. Kalau pun ada manusia yang ingin berbuat jahat kepada pemazmur. Allah menjadi perisai yang melindunginya. Perisai memisahkan pemazmur dengan musuh yang mencelakainya dengan pedang, busur, dan anak Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 93. Lihat Barus. AuAllah adalah Perisai,Ay 206-7. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 Tuhan yang Mahatinggi . Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN. Yang Mahatinggi. Gambar 4. Kesejajaran ayat 18 Pemazmur menutup ratapannya dengan pujian kepada Tuhan Yang Mahatinggi. Ungkapan Tuhan Yang Mahatinggi adalah terjemahan bahasa Ibrani YHWH Aoelyyn (A)o ii ui u o iA. Istilah Aoelyyn menunjuk kepada Authe great King over all the godsAy. Apa alasan pemazmur bersyukur? Keadilan . Allah. Latar sejarah Mazmur 7, seperti telah disebutkan sebelumnya, adalah pemberontakan Absalom di mana kepada Daud dikatakan AuTuhan telah memberi keadilan kepada TuankuAy . Sam. Mengapa keadilan menjadi dasar dan alasan pemazmur memuji Allah? Daud yang mengalami pemberlakuan keadilan terhadap hidupnya mengalami pengenalan Allah yang adalah Raja dari segala Raja di seluruh alam semesta. Allah Yang Mahatinggi itulah yang memerintahkan keadilan ke dalam alam semesta. Keadilan yang dialami Daud berasal dan bersumber dari Allah Yang Mahatinggi. Itulah alasan Daud bersyukur. Setelah mengurai pengenalan pemazmur terhadap Allah, kita menelaah bagaimana pergerakan suasana teks yang terlukis dalam Mazmur 7, yang menyingkapkan Waltke. Houston, dan Moore. Psalms as Christian Lament, 96. Jurnal Amanat Agung suasana teks . dalam kaitan dengan keluhan, perasaan, dan pengenalan Allah. Perubahan Suasana Teks . Pergerakan perubahan suasana teks Mazmur 7 dapat digambarkan sebagai perubahan ratapan dan pujian. Perubahan suasana teks bergerak dari ratapan kemudian pujian berlanjut ratapan dan berakhir dengan pujian kembali. Pergerakannya terlihat sebagai berikut. Ratapan . Pujian . Ratapan . Pujian . Secara grafis perubahan suasana teks Mazmur 7 dapat dilukiskan sebagai berikut: Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 Gambar 5. Perubahan suasana teks . Diagram di atas (Gambar . memperlihatkan betapa awalnya pemazmur jatuh kepada ratapan yang dalam dan panjang. Pergumulan hidupnya sedemikian hebat, sehingga menghasilkan ratapan yang panjang. Ratapan panjang itu disebabkan karena keterguncangan hatinya. Di tengah ratapan, pengenalan pemazmur akan Allah adalah perisai . baginya mengubah ratapan panjang menjadi pujian. Meski dalam ayat 15-17 ratapan masih menjadi bagian hidup pemazmur, penutup pada ayat 18 merupakan suatu Penutup Mazmur 7 dalam bentuk pujian menyingkapkan bahwa pergumulan pemazmur telah mendapat penyelesaian. Jurnal Amanat Agung Pertanyaan yang muncul adalah: mengapa terjadi perubahan suasana teks dari ratapan menjadi pujian pada ayat 11? Joachim Begrich . berpendapat bahwa perubahan suasana teks disebabkan Allah menjawab ratapan pemazmur dengan memberikan orakel keselamatan . racle of salvatio. 71 Begrich Once an individual, having uttered his complaint before YHWH in the sanctuary, has exhausted his laments and petitions, a priest comes onto the scene. perhaps on the basis of a divine answer to a sacrifice he turns to the petitioner, giving him an oracle from YHWH. Referring to the complaints and petitions, he assures him of the answer and help of his God. Terhadap teori Begrich. Schroeder menilai kelemahan utamanya terletak pada kenyataan bahwa Aumost psalms simply lack the oracle of salvationAy. Schroeder mengusulkan pendapat bahwa perubahan suasana teks Mazmur 7 terjadi karena Allah mengeksekusi hukuman terhadap musuh pemazmur . Eksekusi itu menjadi bukti kehadiran Allah di dalam hidup pemazmur. Kehancuran diri musuh pemazmur seperti digambarkan Mazmur 7:13-17 menyebabkan ratapan pemazmur berubah menjadi pujian. 74 Mazmur 7:13-17 Tentang teori lain lihat Federico G. Villanueva. The AoUncertainty of a HearingAo: A Study of the Sudden Change of Mood in the Psalms of Lament. Supplements to Vetus Testamentum 121 (Leiden: Brill, 2. , 4-16. dikutip dari Schroeder. History. Justice, 87. Schroeder. History. Justice, 96. Schroeder. History. Justice, 171. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 Audescribes how the judicial verdict that YHWH has decreed in the height manifests itself in the enemies' self-annihilation. Ay75 Dengan perkataan lain, penghancuran diri musuh tidak terjadi secara otomatis seperti pendapat Klaus Koch, tetapi terjadi karena intervensi ilahi. Schroeder meyakini bahwa Allah sendiri adalah Authe agent of the reversionAy. 76 Schroeder menjelaskan: Psalm 7 describes precisely how YHWH's judicial verdict realizes itself in such a way that the petitioner experiences a real change of his situation. The evil is reverted upon itself and thus annihilates itself. This experience leads to the petitioner's change of mood and moves him to thank YHWH for the rescue from his distress . The execution of YHWH's judicial verdict against the enemies is narrated in Ps 7:13-17. It realizes itself in the divine reversion of the acting of the enemies against themselves, so that they suffer their self-destruction. Namun pergerakan perubahan suasana teks memberi alasan berbeda dengan pandangan Schroeder. Suasana teks berubah menjadi pujian seperti diperlihatkan Gambar 5 terjadi pada ayat 11, di mana pemazmur menyatakan Allah adalah perisai. Pemazmur menyadari bahwa kejahatan yang direncanakan orang lain terhadap dirinya tidak dapat dibendungnya. Dalam situasi itu, pemazmur melihat bahwa kejahatan itu berbalik kepada si perencana kejahatan, di mana kejahatan itu tidak dapat menyentuh si pemazmur karena Allah adalah perisainya. Perisai itu memisahkan pemazmur dari Schroeder. History. Justice, 173. Schroeder. History. Justice, 201, 202, 204. Schroeder. History. Justice, 208. Jurnal Amanat Agung kejahatan yang dilancarkan terhadap dirinya. Pengenalan Allah sebagai perisai mengubah suasana teks dari ratapan menjadi pujian. Pengenalan Allah sebagai perisai juga menjadi pengenalan baru terhadap pemazmur seperti dinyatakan Mazmur 3. 78 Kesamaan itu bukan suatu kebetulan karena latar sejarah yang membentuknya, baik Mazmur 3, maupun Mazmur 7, adalah pemberontakan Absalom. Melalui dan di dalam peristiwa pemberontakan tersebut. Daud mengalami pengalaman rohani baru bahwa Allah adalah perisai. Penderitaan hebat yang dialami oleh Daud membawanya kepada pengenalan Allah adalah perisai. Pengenalan baru itu mengubah ratapannya menjadi pujian. Refleksi lanjutan pemazmur terhadap pemberontakan Absalom menyadarkan Daud tentang pemberlakuan keadilan terhadap dirinya dalam terang Allah adalah perisai. Refleksi yang dinyatakannya dalam Mazmur 7. Setelah meneliti keluhan pemazmur, perasaan yang ditimbulkan oleh keluhannya, pengenalan pemazmur terhadap Allah di tengah keluhan dan perasaan seperti tercermin melalui perubahan suasana teks, selanjutnya kita melihat bagaimana tema keadilan diartikulasikan secara konkret dalam komposisi Mazmur 7. Keadilan Penelitian puitis-afektif yang diterapkan terhadap Mazmur 7 menghasilkan temuan keadilan sebagai tema sentralnya. Keadilan Lihat Barus. AuAllah adalah Perisai,Ay 211Ae15. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 dirumuskan pemazmur sebagai penghukuman diri sendiri atas kejahatan yang dirancangkan terhadap orang lain. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa keadilan menjadi bagian kehidupan Apakah terlalu jauh untuk mengatakan bahwa keadilan menjadi bagian ontologis di dalam alam semesta? Dua jawaban diberikan terhadap pertanyaan itu. Pertama. Koch menetapkan teori perbuatan-konsekuensi . ct-consequenc. terjadi secara otomatis dan tanpa campur tangan ilahi. Koch menjawab tegas bahwa Perjanjian Lama tidak mengenal retribusi ilahi. 79 Apa alasannya? Hukuman perbuatannya sendiri. 80 Kedua. Schroeder sebaliknya menolak pandangan Koch. Pemberlakuan keadilan tidak bersifat otomatis, tetapi merupakan intervensi ilahi. Penghancuran diri sendiri merupakan wujud dari perbuatan pembalikan ilahi terhadap tindakan musuh pemazmur. Schroeder menegaskan bahwa pembalikan ilahi terhadap kejahatan yang direncanakan musuhmusuh pada pemazmur sehingga mereka mengalami penghancuran diri sendiri Auis far from being a natural theologyAy. 81 Schroeder menegaskan Auwe cannot assume that justice occurs ontologically, that something like a world order establishes justice automatically. Ay82 Klaus Koch. AuIs There a Doctrine of Retribution in the Old Testament?,Ay dalam Theodicy in the Old Testament, ed. Crenshaw (Philadelphia: Fortress Press, 1. Padahal retribusi Ilahi ditemukan, misalnya, dalam Mazmur 28:4. 62:13. Schroeder. History. Justice, 209. Schroeder. History. Justice, 157. Jurnal Amanat Agung Dengan perkataan lain, kita menerima prinsip retributif di mana terjadi korespondensi perbuatan dan konsekuensi, tetapi menolak itu terjadi secara otomatis. Kita juga menolak retributif sebagai bentuk jawaban Allah terhadap ratapan pemazmur, tetapi menerima terjadinya retributif karena Allah yang memerintahkannya. Keadilan yang muncul dalam Mazmur 7 merupakan tindakankonsekuensi tetapi tidak terjadi secara otomatis seperti pandangan Koch. Keadilan Mazmur 7 terjadi karena campur tangan ilahi, tetapi bukan karena intervensi ilahi sebagai jawaban Allah terhadap ratapan pemazmur, seperti pandangan Schroeder. Keadilan hadir beroperasi di alam semesta karena Allah yang memerintahkannya. Berbeda dari Koch yang melihat keadilan sebagai mekanisme alamiah, dan Schroeder yang menekankan intervensi ilahi sebagai jawaban terhadap ratapan pemazmur, studi ini menyingkapkan bahwa keadilan dalam Mazmur 7 bekerja sebagai struktur kosmis yang diperintahkan Allah. Keadilan itu bukan balasan otomatis, juga bukan jawaban personal, melainkan ekspresi tatanan moral ciptaan. Pemazmur menyatakan bahwa hukuman yang dialami orang fasik terjadi disebabkan oleh perbuatannya sendiri. Perbuatan yang dilakukannya terhadap orang lain menjadi hukuman pada dirinya Hukuman yang diterimanya adalah akibat perbuatannya sendiri bukan akibat perbuatan dari pihak lain. Keadilan menjadi bagian ciptaan dan berlaku secara universal kepada semua bangsa-bangsa. Keadilan menjadi bagian perjalanan sejarah semua suku bangsa di sepanjang zaman dan masa. Dalam Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 momen ini kita perlu memberi respons terhadap klaim Harary yang menulis bahwa AuThere is no justice in historyAy. Kita perlu menguji dengan melihat, apakah keadilan menjadi bagian sejarah bangsa Indonesia? Apakah Indonesia mengenal keadilan? Apa keadilan yang dipahami rakyat Indonesia? Keadilan di Indonesia Keadilan adalah fondasi suatu masyarakat. Tanpa keadilan, masyarakat tidak dapat hidup dan berkembang. Masyarakat hancur bila keadilan tidak ada. Seberapa penting keadilan bagi masyarakat Indonesia? Jawabannya lebih baik dilihat dalam konstitusi bangsa Indonesia. 83 Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia secara eksplisit menuliskan lima kali kata AukeadilanAy dalam empat alinea, kecuali alinea ketiga. Pokok pikiran 1: Penjajahan di atas dunia tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Pokok pikiran 2: Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Pokok pikiran 4: Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial Pokok pikiran 4: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Yudi Latif. Negara Paripurna: Historisitas. Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2. , 556Ae57, 571. Jurnal Amanat Agung Pokok pikiran 4: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembukaan UUD 1945 secara eksplisit menyatakan bahwa keadilan menjadi fondasi utama rakyat Indonesia. Dari mana datangnya keadilan itu? Presiden pertama. Ir. Soekarno, yang terlibat dalam penyusunan Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa keadilan digali dari perut dan bumi Indonesia. Dia menjelaskan: Saya merasa mendapat ilham. Ilham yang berkata: Galilah apa yang hendak engkau jawabkan itu dari bumi Indonesia Maka malam itu aku menggali, menggali di dalam ingatanku, menggali di dalam ciptaku, menggali di dalam khayalku, apa yang terpendam di dalam bumi Indonesia ini, agar supaya sebagai hasil dari penggalian itu dapat dipakainya sebagai dasar daripada Negara Indonesia Merdeka yang akan datang. Dalam kaitan dengan keadilan. Yudi Latif mengamati bahwa: Dalam rangka merealisasikan keadilan itu, para pendiri bangsa kerap mengemukakan bahwa AuNegara adalah suatu organisasi masyarakat yang bertujuan menyelenggarakan keadilanAy. Dalam terang itu, klaim Harary bahwa AuThere is no justice in historyAy tidak berdiri di atas fondasi yang solid. Keadilan sudah lama menjadi bagian masyarakat, bahkan sebelum dirumuskan ke dalam Pembukaan UUD 1945. Dikutip dari Latif. Negara Paripurna, 15. Latif. Negara Paripurna, 608. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 Selanjutnya pemahaman keadilan menurut rakyat Indonesia seperti tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Menurut Thobias Messakh, keadilan Audidasarkan-utamakan pada kebersamaan yang komunalistis yang dalamnya ada kesederajatan dan kebebasan dalam semangat Ay86 Menurut Messakh, keadilan memuat nilai-nilai: persatuan, kebebasan, kesederajatan, dan kekeluargaan. Messakh menyimpulkan bahwa keadilan yang dirumuskan para pendiri bangsa merupakan jalan ketiga di antara dua jalan teori keadilan yang telah ada sebelumnya yakni liberal-individualisme yang memberi ruang kebebasan individu, dan egalitarian-sosialisme yang menekankan ekualitas dengan menekankan kebebasan individual. 87 Terungkap jelas bahwa unsur kekeluargaan merupakan keunikan keadilan khas Indonesia. Menurut Pancasila, kekeluargaan yang bersifat tolong menolong merupakan jalan keluar dari kelemahan sistem ekonomi liberalisme-kapitalisme dan 88 Itu keadilan dalam alam pemikiran Pancasila. Secara umum, keadilan dapat dipahami dalam tiga jalur pemikiran atau titik berangkat perumusannya. 89 Pertama, keadilan berdasar kepentingan individu (Robert Nozic. kedua, keadilan Thobias Arnolus Messakh. Konsep Keadilan dalam Pancasila (Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana, 2. , 180. Messakh. Konsep Keadilan, 220Ae1. Latif. Negara Paripurna, 604. Dua konsep keadilan lihat Nicholas Wolterstorff. Justice: Rights and Wrongs (Princeton: Princeton University Press, 2. , 21-43. Wolterstorff menulis Aujustice as right order dan justice as inherent rightsAy. Jurnal Amanat Agung berdasar kepentingan bersama (Kai Nielse. dan ketiga, keadilan berdasar baik kepentingan individu, maupun kepentingan bersama (John Stuart Mill. John Rawls. Michael Sandel. Susan Moller Oki. Dalam kerangka keadilan Pancasila dan keadilan umum, maka keadilan Mazmur 7 mencuatkan rumusan keadilan yang bersifat universal, pembalikan kejahatan, bersifat retributif individukomunal, dan bersifat teologis karena Allah yang memerintahkan. Ringkasnya, keadilan berkarakter universal, retributif, dan teologis. Kesimpulan Keadilan yang menjadi tema sentral Mazmur 7 memiliki karakteristik sebagai berikut: Universal: Allah memerintahkan keadilan ke dalam alam semesta di mana semua bangsa-bangsa harus mengerjakan tuntutan keadilan. Retributif: korespondensi tindakan dan konsekuensi di mana retributif bersifat personal-komunal. Teologis: pemberlakuan keadilan tidak bersifat otomatis, tetapi bagian karya Allah. Pastoral-liturgis: Mazmur-mazmur ratapan sudah seharusnya menjadi bagian penting ibadah gereja di Indonesia Lihat Messakh. Konsep Keadilan, 33Ae109. Karen Lebacqz. Six Theories of Justice (Minneapolis: Augsburg, 1. Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7 sebagai saluran ratapan jemaat di tengah-tengah persoalan pribadi dan pergumulan masyarakat. Daftar Pustaka