Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 62 Ae 73 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/407 Pengaruh Isometric Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi: Narrative Review Effect of Isometric Exercise on Reducing Blood Pressure in Elderly People with Hypertension: Narrative Review Neriza Dwiyanti1, *Arif Pristianto2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Email Korespondensi: arif. pristianto@ums. Kirim: 19 Mar 2024 Review: 22 Mar 2024 Disetujui: 23 Jul 2024 Publikasi Online: 9 Okt 2024 ABSTRAK Hipertensi menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia sehingga sering disebut sebagai Authe silent killerAy. Prevalensi hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan menjadi 34,1% pada tahun 2018 dan banyak dialami kelompok lansia. Isometric exercise adalah suatu latihan yang bertujuan untuk mengaktivasi otot secara berkelanjutan dengan peningkatan ketegangan, tidak disertai dengan perubahan panjang jaringan otot yang diaktivasi dan tanpa perubahan sudut sendi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh isometric exercise dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan metode isometric exercise apa saja yang dapat digunakan. Hasil: didapatkan 8 artikel dengan karakteristik pasien lansia dengan hipertensi tanpa penyakit penyerta. Mode latihan isometric exercise yang dapat diberikan yaitu isometric handgrip exercise, isometric wall squat, dan isometric leg Latihan mode isometric handgrip exercise dapat diberikan dengan frekuensi 3-4 kali per minggu, dilakukan selama 4x2 menit hingga 20-30% MVC, rest 1 menit, untuk penerapan mode latihan isometric wall squat dengan frekuensi 3 kali per minggu, wall squat dilakukan selama 4x2 menit, istirahat 2 menit antar sesi dan 95% HR maks, sedangkan dosis penerapan mode latihan leg isometric exercise dapat diberikan dengan frekuensi 3 kali per minggu, 4x2 menit hold dengan 20%MVC dan waktu istirahat 2 menit antar sesi, 85% HR maks. Simpulan penelitian ini adalah Isometric exercise dapat menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dengan mode latihan yaitu isometric handgrip exercise, isometric wall squat, dan isometric leg exercise. Kata kunci : isometric exercise, hipertensi, lansia ABSTRACT Hypertension is the leading cause of premature death worldwide and is often referred to as "the silent killer". The prevalence of hypertension in Indonesia has increased to 34. 1% in 2018 and is mostly experienced by the elderly. Isometric exercise is an exercise that aims to activate muscles in a sustainable manner with increased tension, not accompanied by changes in the length of muscle tissue that is activated and without changes in joint angles. determine the effect of isometric exercise in reducing blood pressure in the elderly with hypertension and what isometric exercise methods can be used. 8 articles were obtained with the characteristics of elderly patients with hypertension without comorbidities. Isometric exercise modes that can be given are isometric handgrip exercise, isometric wall squats, and isometric leg exercise. Isometric handgrip exercise mode can be given with a frequency of 3-4 times per week, performed for 4x2 minutes to 20-30% MVC, rest 1 minute, for the application of isometric wall squat exercise mode with a frequency of 3 times per week, wall squats performed for 4x2 minutes, 2 minutes rest between sessions and 95% max HR, while the dose of application of isometric leg exercise mode can be given with a frequency of 3 times per week, 4x2 minutes hold with 20%MVC and 2 minutes rest time between sessions, 85% max HR. Isometric exercise can reduce blood pressure in the elderly with hypertension with exercise modes namely isometric handgrip exercise, isometric wall squats, and isometric leg exercise. Keyword : isometric exercise, hypertension, elderly PENDAHULUAN Hipertensi . ekanan darah tingg. adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Dikatakan hipertensi jika tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, atau keduanya pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang . Hipertensi menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Sehingga seringkali disebut sebagai Authe silent killerAy karena perjalanan penyakit yang sangat perlahan tanpa menimbulkan gejala yang khas selama bertahuntahun hingga terjadi kerusakan organ dan penyakit yang serius. Pengaruh Isometric Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada. | Neriza Dwiyanti dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 62 Ae 73 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/407 Prevalensi hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan dari 30,96% pada tahun 2016 menjadi 34,1% di tahun 2018. Penyakit ini terjadi pada kelompok umur 35-44 tahun . ,30%), umur 45-54 . ,42%) dan umur 55-64 tahun . ,97%). Berdasarkan data tersebut, hipertensi lebih banyak diderita oleh kelompok lansia . World Health Organization (WHO) membagi kelompok lansia menjadi 4 kategori, yaitu: middle age usia 45-59 tahun, elderly usia 60-74 tahun, old usia 75-90 tahun, dan very old usia di atas 90 tahun. Hipertensi dikelompokan menjadi dua jenis yaitu hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi primer adalah jenis yang hampir sering terjadi 95% dari kasus hipertensi dan sisanya 5% terjadi pada hipertensi sekunder . Individu dengan hipertensi memiliki perubahan struktural dan fungsional pada pembuluh darah perifer meliputi arterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat, dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah yang menyebabkan penurunan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Apabila hipertensi pada lansia tidak terkontrol dengan baik, maka akan menimbulkan berbagai komplikasi antara lain stroke, jantung, gagal ginjal dan penyakit lainnya yang akan meningkatkan kecacatan dan kematian prematur. Pemakaian obat antihipertensi dalam jangka panjang dapat mengakibatkan ketergantungan, penurunan metabolisme, fungsi ginjal, jantung, pembuluh darah dan kognitif lansia . Berdasarkan problematika tersebut maka diperlukan intervensi atau program khusus untuk memperbaiki sistem kardiovaskuler bagi penderita hipertensi. Intervensi yang diberikan harus sesuai juga dengan kemampuan mobilitas lansia yang terbatas. Penelitian Rickson et al. pada tahun 2021, menyatakan isometric exercise dinilai aman dan efektif untuk penderita hipertensi . Isometric exercise adalah suatu latihan yang bertujuan untuk mengaktivasi otot secara berkelanjutan dengan peningkatan kontraksi otot dan peningkatan gaya tanpa perubahan pada panjang muscle belly serta tidak ada perubahan sudut sendi. Mekanisme penurunan tekanan darah ini terjadi melalui peningkatan kadar Nitric Oxide (NO) yang berhubungan dengan peningkatan fungsi endotel, peningkatan vasodilatasi pembuluh darah aktif, penurunan arterial stiffness dan peningkatan hemodinamik. Metode isometric exercise yang digunakan berupa isometric handgrip exercise, leg exercise, dan isometric walk squad . Penelitian sebelumnya pada tahun 2017 yang dilakukan oleh Pagonas et al. , memberikan hasil yang berbeda. Dalam penelitian tersebut tidak merekomedasikan isometric exercise untuk diaplikasikan pada pasien hipertensi . Hal ini dikarenakan efek isometric exercise justru memberikan peningkatan tekanan darah akhir dibandingkan tekanan darah awal, tidak terjadi perubahan kecepatan gelombang nadi, dan tidak mempengaruhi parameter fungsi arteri. Latihan ini dinilai lebih rendah dalam pengurangan tekanan darah pada penderita hipertensi. Berdasarkan perbedaan hasil penelitian di atas, penulis tertarik melakukan pengkajian terhadap penelitian ini melalui berbagai sumber jurnal dengan menggunakan metode narrative Tujuan penelitian ini untuk mendapat analisis yang lebih tepat mengenai efek dari isometric exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia, khususnya lansia dengan Selain itu juga untuk mencari mode latihan isometric exercise seperti apakah yang dapat digunakan bagi lansia dengan hipertensi. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini menggunakan desain studi narrative review pada sebuah artikel Randomized Control Trial (RCT). Narrative review adalah kegiatan yang dilakukan untuk menganalisis dan mengevaluasi teks akademis dari suatu artikel. Penulis mengidentifikasi pertanyaan narrative review menggunakan PICO. Problem = lansia dengan hipertensi. Intervention = isometric exercise. Comparison = kelompok kontrok/kelompok dengan intervensi lain. Outcome = penurunan tekanan darah pada lansia. Dasar pencarian data dilakukan menggunakan mesin pencarian literatur Google Scholar. PubMed. Physiotherapy Evidance Database (PEDr. Directory of Open Access Journals (DOAJ) dan Europe PMC dengan kata kunci AuIsometric ExerciseAy AuHypertensionAy. AuElderlyAy dan AuElderly with HypertensionAy. Setelah Pengaruh Isometric Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada. | Neriza Dwiyanti dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 62 Ae 73 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/407 mendapat artikel kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi jenis Quartile (Q) dari artikel yang ditemukan, menggunakan mesin pencarian Scimago Journal and Country Rank (SJR). Pada tahap appraisal, untuk mengukur kualitas dari intervensi Fisioterapi yang diberikan, dalam jenis penelitian Randomized Controlled Trials (RCT) peneliti menggunakan skala PEDro. Tahapan pencarian artikel, jurnal atau sumber-sumber terkait pada studi narrative review ini dapat dilihat pada Gambar 1. Terdapat 12. 215 artikel yang diidentifikasi melalui basis data yang telah ditentukan Terdapat 4. 254 artikel full teks yang relevan dengan isometric exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Terdapat 384 artikel yang relevan dengan kriteria inklusi Not full teks and not relevan n = 7. Not range 10 years n = Not RCT n = 1. Scimago Journal and Country Rank (SJR) minimal Quartile 4 Terpilih 8 artikel yang memiliki nilai Quartile (Q) minimal (Q. Dilakukan penilaian pada 8 artikel terpilih dengan menggunakan skala PEDro Gambar 1. Pencarian Artikel HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Setelah melakukan screening kriteria inklusi dan ekslusi, selanjutnya melakukan review pada artikel yang telah ditemukan. Tujuan review artikel yaitu untuk mempermudah dalam memahami inti dari peneltian yang telah dilakukan oleh peneliti dalam artikel yang sedang Tabel 1 di bawah ini menunjukkan review artikel dari delapan artikel yang telah dipilih. Selanjutnya, setelah melakukan review pada artikel terpilih dilakukan pengecekan standar PICO seperti pada lampiran 1. Masuk ketahapan selanjutnya yaitu melakukan teknik appraisal menggunakan skala PEDro. Tujuannya yaitu untuk melihat kualitas dari artikel dengan desain studi Randomized Control Trial (RCT). Lampiran 2 menunjukkan hasil apraisal dari 8 artikel yang terpilih dengan menggunakan skala PEDro. Pengaruh Isometric Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada. | Neriza Dwiyanti dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 Halaman 62 Ae 73 DOI: 10. 33660/jfrwhs. p-ISSN 2548-8716 e-ISSN 2599-2791 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/407 Tabel 1. Review Jurnal dengan Intervensi Isometric Exercise Penulis Lokasi. Tahun Populasi dan sampel Usia-Jenis Kriteria Jorgensen et al. Denmark n=50 Ou50 thn L/P SBP 140-179 Badrov et al. Kanada n=24 51-74 thn L/P SBP 140 DBP 90 Baross et al. n=20 45-60 thn SBP 137A6 DBP 81A11 Bertoletti et al. Brazil n=72 30-75 thn L/P Edwards et al. Inggris n=18 Intervensi Intensitas Frekuensi Durasi Hasil 4x2 menit, 30% MVC, rest 1 menit 3x/mg 20 mg Penurunan SBP 4x2 menit, 30% MVC, rest 1 menit 3x/mg 10 mg Double leg 4x2 menit, 20% MVC, rest 2 menit, 85% HR max 3x/mg 8 mg BP Ou135/85 ABPM Ou130/80 Isometric 4x2 menit, 30% MVC, rest 1 menit 1x/hari 1 hari 45 thn Normotensive dengan aktivitas fisik rendah Isometric wall 4x2 menit, rest 2 menit, 95% HR 3x/mg 4 mg Isometric wall 4x2 menit, rest 2 3x/mg 4 mg Isometric Isometric Lea et al. Inggris n=30 18-65 thn L/P Laki-laki 24 pra hipertensi, 6 wanita . normotensive, 2 pra hipertensi Wiles et al. n=28 30-37 thn Isometric wall 4x2 menit, rest 2 menit, 95% HR 3x/mg 4 mg Baross et al. n=20 21-25 thn L/P Bilateral leg 4x2 menit, 20% MVC, rest 2 menit, 85% HR max 3x/mg 10 mg SBP -8 mmHg DBP -5 mmHg MAP -6. HR -4 SBP -11 PETA -5 DBP -2 HR -5 ARV 0,27A0,07 SBP-DBP naik saat intervensi, turun setelah intervensi SBP -9,6A4,6 DBP -5,7A5,4 MBP -7,1A4,6 SV 5,1A3,0 SBP -5 MAP -5 SBP -4A5 DBP -3A3 PETA -3A3 SBP Pria : -4A2 Wanita : -4A2 DBP tetap Pengaruh Isometric Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada. | Neriza Dwiyanti dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 62 Ae 73 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/407 Pembahasan . Populasi penelitian berdasarkan review terhadap populasi yang digunakan pada delapan artikel menunjukkan bahwa tiga artikel yang membahas mode handgrip isometric exercise menggunakan subjek 30-75 tahun dengan karakteristik hipertensi. Penelitian terhadap isometric wall squat pada tiga artikel menggunakan subjek 18-45 tahun dengan normotensive dan sedikit populasi yang hipertensi. Meskipun karakteristik subjek dipilih dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah. Sedangkan dua artikel mengenai leg isometric exercise sama-sama memilih subjek normotensive dengan usia 30-50 tahun. Semua artikel menujukkan tidak ada perbedaan pengaruh jenis kelamin terhadap pemberian isometric exercise. Bentuk latihan dengan intensitas rendah dapat diaplikasikan pada pria maupun wanita . , . Mode latihan dan dosis pelaksanaan latihan isometric exercise Dari 8 artikel, 3 artikel memberikan latihan isometric exercise dengan mode handgrip isometric exercise, 3 artikel menggunakan mode isometric wall squat, 2 artikel menggunakan mode leg isometric exercise. Isometric handgrip exercise tidak memberikan efek jangka panjang pada pemberian 1 sesi saja, namun hanya memberikan efek penurunan dalam jangka sangat pendek. Latihan dengan jenis low intensity hanya memberikan efek akut pasca latihan sehingga pelaksanaan perlu diberikan secara rutin dan jarak waktu yang dekat. Janis latihan seperti ini tentunya tidak menimbulkan atau minim soft tissue damage sehingga tidak memerlukan waktu rest/recovery yang Panjang pasca latihan . Pengaruh latihan isometric exercise terhadap penurunan tekanan darah Isometric exercise dengan mode isometric handgrip exercise pada penelitian Bertoletti et al. dalam satu sesi isometric handgrip exercise (IHG) tidak mengurangi variabilitas tekanan darah jangka pendek dan tekanan darah 24 jam, namun variabilitas jangka sangat pendek, pada orang dewasa penderita hipertensi terhadap obat penurun tekanan darah . Sedangkan pada penelitian Jorgensen et al. tahun 2018, terhadap IHG yang dilakukan selama 20 minggu pada orang dewasa yang lebih tua . dengan hipertensi, dapat mengurangi systolic blood pressure (SBP) dibandingkan dengan perawatan biasa . Hasil yang sama juga didapatkan penelitian Badrov et al. 2013, pelatihan IHG menghasilkan penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik istirahat, tekanan darah diastolik, tekanan darah arteri ratarata, dan tekanan nadi . Mode isometric wall squat exercise (IWS) berdasarkan penelitian Edwards et al. pada tahun 2023, setelah 4 minggu menunjukkan penurunan tekanan darah saat istirahat setelah IWS disebabkan oleh adaptasi vaskular . Penelitian Wiles et al. yang dilakukan secara konstan selama 4 minggu berupa pemberian IWS dalam bentuk home exercise, menunjukkan adanya penurunan tekanan darah saat istirahat tanpa adanya perubahan signifikan pada Tekanan Perifer Resisten (TPR) . Penelitian Lea et al. di 2023 juga menunjukkan penurunan tekanan darah istirahat yang signifikan . Isometric exercise dalam mode latihan leg isometric exercise yang diteliti oleh Baross et al. pada 2013 dan 2022, dilakukan selama 8-10 minggu dengan intensitas latihan 85% HR cukup menyebabkan penurunan yang signifikan pada SBP istirahat. MAP, dan HR istirahat pada normotensive maupun pada lansia dengan hipertensi . Berdasarkan review dari 8 artikel, menunjukkan bahwa isometric exercise dalam berbagai mode latihan mampu menurunkan tekanan darah. Kontraksi isometrik menimbulkan darah masuk ke jaringan otot aktif, yang membawa lebih banyak NO dan O2 ke area tersebut, serta sifat vasodilatasi lainnya yang dapat berdampak pada vasodilatasi dan resistensi Sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah setelah berpartisipasi dalam Beberapa sifat vasodilatasi lainnya adalah perubahan refleks baroreseptor, adenosin, epinefrin, dan zat endotel. Zat vasodilatasi ini juga dihipotesiskan mendasari Pengaruh Isometric Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada. | Neriza Dwiyanti dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 62 Ae 73 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/407 mekanisme penurunan kronis tekanan darah saat istirahat akibat IET . Penurunan tekanan darah terjadi signifikan pada SBP dibandingkan penurunan DBP. Hal ini relevan dengan hasil penelitian Hernawan & Rosyid pada tahun 2017 mengenai pengaruh senam hipertensi dan penelitian Naufal & Khasanah pada tahun 2020 mengenai relaksasi otot pada lansia hipertensi . Penurunan SBP dipengaruhi oleh sirkulasi sistemik dan sirkulasi paru yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sistolik jika dilakukan relaksasi. Sedangkan tekanan darah diastolik berhubungan dengan sirkulasi koroner. Jika arteri koroner mengalami aterosklerosis, akan ada peningkatan tekanan darah diastolik dan tidak akan ada perubahan signifikan ketika relaksasi dilakukan . Outcome . lat uku. Adapun outcome dalam penelitian mengenai isometric exercise yaitu mengukur tekanan darah dengan sphygmomanometer, isometric handgrip maximum voluntary contraction (MVC) ditentukan untuk tangan kanan dan kiri menggunakan dynamometer handgrip, denyut jantung dicatat melalui EKG, aktivitas otot diukur menggunakan EMG, dan nyeri yang mungkin terjadi pasca latihan diukur menggunakan visual analog scale (VAS). Tekanan darah istirahat diukur sebelum intervensi dan setelah intervensi diukur setelah 10-15 menit sejak pasien istirahat. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan terhadap review delapan artikel dengan topik pengaruh isometric exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, disimpulkan bahwa isometric exercise dapat menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Model isometric exercise yang dapat diberikan berupa isometric handgrip exercise, isometric wall squat, dan isometric leg exercise. Dosis latihan yang diberikan berupa low intesity dan tentunya perlu memantau kondisi vital sign sebelum dan selama latihan. DAFTAR PUSTAKA