TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Pengungkapan Pelaporan Keuangan Segmen dan Interim (PSAK 3 dan PSAK . Pada Japfa Commeed Indonesia Tbk St. Nurhalisa1. Muhammad Najib Kasim2. Wahyuni3 1,2,3Universitas Muhammadiyah Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia stnurhalisa2@gmail. ABSTRAK Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui penerapan pelaporan segmen dan interim pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Jenis data yang di gunakan dalam penelitian ini kuantitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan Teknik dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian pengujian yang telah di lakukan pada tahun 2019-2023 telah sesuai dengan PSAK 3, penentuan pelaporan interim menggunakan uji pendapatan 10%, uji laba 10% dan uji asset 10% tentang pelaporan segmen pengujian ini kurang tepat dilakukan karena separuh segmen tidak lolos uji 10%. Sehingga segmen tersebut tidak dapat dimasukkan kedalam segmen pelaporan. Segmen pakan ternak terus mendominasi dan menempati peringkat pertama dari tahun ke tahun, lalu disusul segmen peternakan komersial yang menduduki peringkat kedua. ABSTRACT Volume 9 Nomor 2 Halaman 196-207 Makassar. Desember 2024 p-ISSN 2528-3073 e-ISSN 24656-4505 Tanggal masuk 22 Mei 2024 Tanggal Revisi 1 Juni 2024 Tanggal diterima 3 Juni 2024 Kata kunci : Laporan Keuangan. Uji Laba. Uji Pendapatan dan Uji Aset. Keywords : The purpose of this study is to determine the application of segment and interim reporting Finacial Statements. Profit at PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. The type of data used in this study is quantitative test. Reevenue Test. Asset descriptive, data collection is carried out with documentation techniques and literature Test The data source used secondary data. The data obtained is then processed and revealed into segment and interim reporting in 3 tests, 10% revenue test, 10% profit test and 10% asset test. The results of the testing research that has been carried out in 20192023 are in accordance with PSAK 3, the determination of interim reporting using the 10% revenue test, 10% profit test and 10% asset test regarding the reporting of this test segment is not appropriate because half of the segments did not pass the 10% test. So that segment cannot be included in the reporting segment. The animal feed segment continues to dominate and ranks first from year to year, followed by the commercial livestock segment which ranks second. Mengutip artikel ini sebagai : Nurhalisa. Kasim. Wahyuni. Pengungkapan Pelaporan Keuangan Segmen dan Interim (PSAK 3 dan PSAK . Pada Japfa Commeed Indonesia Tbk. Tangible Jurnal, 9. No. Desember 2024. Hal. https://doi. org/10. 53654/tangible. PENDAHULUAN Laporan keuangan perusahaan merupakan instrumen penting sebagai salah satu pertimbangan perusahaan dalam pengambilan keputusan, karena laporan keuangan mampu menunjukkan status keuangan perusahaan, progresifitas perusahaan, hingga produktivitas dan laba perusahaan. Analisis laporan keuangan berarti menguraikan pos-pos laporan menjadi unit informasi yang lebih kecil, untuk melihat hubungan antar laporan keuangan dan data lainnya secara kuantitatif atau TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. kualitatif, hal ini bertujuan untuk Ketahui kondisi keuangan perusahaan lebih dalam (Edy Firmansyah et al. , 2. Untuk mengetahui kondisi keuangan Perusahaan lebih dalam seorang akuntan harus menganalisis dan menguraikan pos-pos laporan menjadi unit yang lebih kecil. Seorang akuntan sering kali di hadapkan pada beberapa masalah. Masalah utama bagi akuntan adalah bagaimana mengembangkan dan mengungkapkan informasi yang dibutuhkan untuk mencerminkan perbedaan mendasar tentang laporan keuangan. Laporan keuangan mencakup informasi tentang kondisi keuangan perusahaan, laporan neraca, laporan laba rugi, laporan keuangan konsolidasian, laporan kinerja, perubahan kondisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan untuk membantu dalam pengambilan Keputusan. Pengungkapan informasi dalam laporan keuangan harus memadai agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan sehingga menghasilkan keputusan yang cermat dan tepat. Perusahaan diharapkan untuk dapat lebih transparan dalam mengungkapkan informasi keuangan perusahaan, sehingga dapat membantu para pengambil keputusan seperti investor, kreditur, dan pemakai informasi lainnya dalam mengantisipasi kondisi ekonomi yang semakin berubah (Hidayati. et al. , 2. Menurut peneliti laporan keuangan harus memadai karena selain untuk pengambilan Keputusan juga bisa di jadikan ramalan bagaimana perusahaan beberapa bulan Laporan keuangan menjadi salah satu hal yang penting bagi suatu perusahaan karena dari laporan keuangan tersebut bisa di nilai apakah perusahaan tersebut baik atau tidak. Laporan keuangan tidak hanya berfungsi sebagai alat penguji, tetapi juga berfungsi sebagai dasar untuk menentukan dan mengevaluasi posisi keuangan perusahaan. Selain itu, laporan keuangan juga digunakan untuk menganalisis oleh pemegang saham, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengambilan keputusan untuk menentukan rencana yang menguntungkan dan memajukan perusahaan. Perusahaan tidak hanya beroperasi pada kepentingan perusahaannya sendiri, melainkan harus bermanfaat kepada stakeholder seperti pemegang saham, kreditur, konsumen, pemerintah. Masyarakat dan pihak lainnya (Hasanuddin & Arsal, 2019. Purwaji et al. , 2023. Razak et al. , 2. Selain itu juga laporan keuangan yang di sajikan harus sesuai dengan pernyataan standar akuntansi (PSAK) yang mengatur tentang pencatatan, pelaporan, laporan keuangan agar dapat di mengerti dan mudah di pahami oleh pihak-pihak salah satu laporan keuangan yang di sajikan adalah laporan segmen dan Pelaporan segmen adalah laporan yang memberikan informasi mengenai peluang investasi, sedangkan laporan keuangan interim digunakan untuk menyiapkan informasi terkait kemajuan kegiatan operasi entitas dalam periode tertentu dalam tahun Tujuan atau keunggulan menunggunakan laporan keuangan segmen dan interim: a. mampu menyediakan informasi peluang investasi, resiko, dan potensi pertumbuhan dari perusahaan, b. menilai resiko dan imbalan perusahaan secara baik, dapat membantu dalam membuat pertimbangan yang lebih baik terhadap perusahaan secara keseluruhan, d. menjadi acuan untuk perusahaan memahami kinerja masa lalu agar perusahaan lebih baik (Baker et al. , 2. Seiring dengan perubahan standar IAS 14 menjadi IFRS 8. Dewan Standar Akuntansi Indonesia kemudian merevisi standar pelaporan segmen, yang semula PSAK 5 . menjadi PSAK 5 . Perusahaan dan anak perusahaan di Indonesia harus menerapkan perubahan pada kebijakan akuntansi perusan dan anak perusahaan, sebagaimana diharuskan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) baru yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2011, salah satunya adalah PSAK 5 (Revisi 2. Segmen Operasi, yang merupakan revisi terhadap PSAK 5 (Revisi 2. : Pelaporan Segmen. PSAK 5 (Revisi 2. mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan pelaporan internal tentang komponen-komponen perseroan dan anak TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. perseroan yang di evaluasi secara teratur oleh pengambil keputusan operasional atau Kepala Pengambil Keputusan. PSAK No 5 menatur pelaporan keuangan segmen yang menjelaskan pelaporan keuangan tentang segmen dari sebuah perusahaan, khususnya yang beroperasi dalam industry dan geografis yang berbeda. Dalam pelaporan menurut segmen perusahaan menggambarkan aktivitas masing-masing wilayah geografis yang di laporkan. Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang di terbitkan di antara dua laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan interim dapat disusun secara bulanan, triwulan, atau periode lainnya yang kurang dari setahun (Sulistyawan, 2. Sebuah segmen operasi dapat terlibat dalam aktivitas bisnis yang belum menghasilkan pendapatan, misalnya operasi permulaan dapat menjadi segmen operasi sebelum memperoleh pendapatan. Secara umum kantor pusat perusahaan bukanlah segmen operasi terpisah. Selain itu, perusahaan Dapat memilih untuk mengagregasikan segmen operasi individual terpisah yang mempunyai karakteristik ekonomik serupa . isalnya sifat produk dan jasa, sifat proses produksi, jenis atau kelompok pelanggan, metode yang di gunakan untuk mendistribusikan produk atau jasany. Manajemen juga dapat meyakini bahwa agregasi akan memberikan informasi yang lebih berarti untuk pengguna laporan keuangan. Setiap kali isu pendefenisian pendapatan dari segmen suatu perusahaan, maka masalahnya adalah pertama pendefenisian segmen, tantangan terbesar dalam mendefenisikan segmen secara tepat: kesalahan dalam mengidentifikasi segmen dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat atau tidak relevan. kedua pembandingan konsisten: perusahaan mungkin mengubah cara mereka mengelompokkan segmen dari waktu ke waktu, sehingga sulit untuk membandingkan kinerja segmen dari satu periode lainnya. ketiga Biaya pelaporan tambahan: memisahkan dan melaporkan informasi untuk setiap segmen dapat menambah biaya pelaporan dan waktu yang di perlukaan untuk menyiapkan laporan keuangan. Sedangkan permasalahan pada laporan keuangan interim adalah pertama volatilitas kinerja: laporan interim cenderung mencerminkan volatilitas dalam kinerja bisnis karena hanya mencakup periode pendek, fluktuasi pasar atau kejadian bisnis khusus dapat memiliki dampak yang lebih besar pada laporan interim. kedua Tingkat detail yang terbatas: laporan interim seringkali memberikan Tingkat detail yang lebih rendah di bandingkan dengan laporan keuangan tahunan, yang dapat menyulitkan analisis yang mendalam ketiga perspektif jangka pendek: fokus pada laporan interim dapat mendorong perusahaan untuk mengambil Keputusan yang bersifat jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak jangka Panjang (Wulandari et al. , 2. Permasalahan umum yang kerap terjadi: Pertama perbedaan standar pelaporan: perbedaan dalam standar pelaporan keuangan dapat mengakibatkan perbandingan yang sulit antara laporan keuangan segmen dan laporan interim, terutama jika perusahaan beroperasi di berbagai yurisdiksi. Kedua keterbatasan waktu dan sumber daya: persiapan laporan interim dan leporan keuangan segmen memerlukan sumber daya yang signifikan dan dapat menjadi beban tambahan bagi tim keuangan perusahaan, terutama dalam situasi Dimana sumber daya terbatas. Ketiga kekurangan informasi kontekstual: seringkali, informasi pada laporan keuangan segmen atau interim dapat kekurangan konteks, sehingga memerlukan pemahaman yang mendalam tentang industry dan strategi perusahaan. keempat ketidakpastian: laporan interim dan laporan segmen mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja bisnis yang sebenarnya, terutama jika bisnis tersebut bersifat musiman (Wulandari et al. Di Indonesia Pelaporan segmen keuangan diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 5 tentang pengungkapan dalam pelaporan keuangan untuk mengevaluasi segmen operasi suatu entitas. Sedangkan menurut PSAK No. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang memuat laporan keuangan lengkap atau laporan keuangan ringkasan untuk suatu periode interim . isajikan lebih pendek dari satu tahun buk. dengan komponen laporan keuangan interim minimum yang terdiri dari ikhtisar laporan keuangan interim, neraca, laporan laba rugi dan saldo interim, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan termasuk dalam laporan keuangan interim (Heti, 2. (Febniati, 2. menyebutkan bahwa pelaporan segmen merupakan alat yang relevan untuk pengambilan Keputusan pemangku kepentingan karena menyediakan informasi divisi dan memungkinkan analisis yang lebih akurat. Secara konsep laporan keuangan interim menyediakan informasi yang tepat waktu tetapi kurang lengkap di banding dengan laporan keuangan tahunan. Apabila suatu segmen usaha memenuhi pendapatan 10%, uji laba rugi 10%, dan uji asset 10% maka segmen tersebut merupakan segmen di laporkan. Setelah menentukan segmen mana yang akan di laporkan berdasarkan dari salah satu ketiga pengujian maka perusahaan harus menerapkan uji komprehensif. Uji komprehensif adalah uji pendapatan konsolidasi 75%. Hasil segmen adalah perbedaan antara pendapatan segmen dan pengeluaran segmen dan umumnya mencerminkan laba operasi, meskipun basis lain seringkali lebih cocok. Pendapatan bunga dan beban bunga biasanya tidak termasuk dalam hasil segmen Kecuali operasi segmen terutama bersifat finansial (Latifah, 2. PSAK 5 Menjelaskan pengungkapan spesifik yang di lakukan dalam setiap segmen perusahaan. sebuah perusahaan harus memberikan informasi yang menilai sifat dan dampak keuangan dari bisnis yang terlibat dalam lingkungan ekonomi dimana mereka melakukan bisnis. Entitas harus mengungkapkan beberapa hal dalam setiap periode dimana laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain di tampilkan: Pertama, informasi umum perihal faktor-faktor yang di gunakan dalam pengidentifikasian segmen dan entitas yang di laporkan. Kedua, informasi tentang laba rugi segmen pelaporan termasuk pendapatan, beban spesifik, kelompok segmen, kewajiban segmen dan metrik yang terkandung dalam laba rugi segmen pelaporan. Ketiga penyesuaian total pendapatan segmen laba rugi yang dapat di laporkan, seperti kewajiban segmen dan item segmen penting lainnya. Psak 5 juga menyediakan penggunaan laporan keuangan dengan informasi dimana mereka dapat menentukan resiko dan potensi imbal hasil entitas, dengan menggunakan basis informasi yang sama sebagaimana di gunakan oleh manajemen perusahaan. Resiko dalam menjalankan bisnis di suatu negara cukup berbeda dengan negara lain. Entitas multinasional besar saat ini memiliki operasi dibanyak negara dan pasar luar negeri. Selain itu PSAK 5 juga menyatakan bahwa entitas harus melaporkan informasi secara terpisah berkaitan dengan setiap segmen operasi di identifikasi yang melebihi batas ambang kuantitatif (Wulandari et al. , 2. PSAK 3 Laporan keuangan interim berfungsi dalam peningkatan efektifitas manajemen secara menyeluruh dalam pengelolaan sumber daya perusahaan dengan menyediakan informasi yang bermanfaat. Laporan keuangan interim . nterim financial report. adalah laporan keuangan yang di buat pada saat tertentu jika pihak stakeholder membutuhkan laporan keuangan tersebut pada saat periode tertentu (Buschhyter & Striegel, 2. (Baker et al. , 2. Mengemukakan bahwa laporan interim adalah suatu laporan keuangan yang di bentuk secara ringkas dimana laporan keuangan tersebut mencakup laporan posisi keuangan, laba rugi kompherensif, perubahan ekuitas, arus kas, dan catatan tertentu secara ringkas. Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang diterbitkan diantara dua laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan interim dapat disusun secara bulanan, triwulanan, atau periode lainnya yang kurang dari setahun dan mencakup seluruh komponen laporan keuangan sesuai dengan (PSAK) pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (Saputri et al. , 2. Laporan segmen atau seperti yang sekarang disebut segmen operasi sesuai PSAK 5 Revisi 2009 . adalah suatu komponen entitas: Yang terlibat TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. dalam kegiatan bisnis di masa mendatang mendapatkan penghasilan dan beban . ermasuk pendapatan dan beban terkait transaksi dengan komponen lain dari entitas tersebut sam. Hasil operasinya dikaji ulang secara teratur oleh para pengambil keputusan operasi untuk mengambil keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen dan tarif kinerjanya, dan Informasi yang tersedia keuangan Pelaporan segmen operasi dapat berdasarkan informasi segmen usaha dan segmen geografis yang sebelumnya merupakan informasi internal yang telah digunakan oleh pengambil keputusan operasional. Dsak menetatpkan 3 aturan signifikan 10% . ercent significance rule. untuk menentukan segmen operasi mana yang harus melaporkan informasi secara terpisah. Pengungkapan terpisah tersebut diperlukan untuk segmen yang setidaknya salah satu dari pengujian berikut. Pendapatan yang di laporkannya dari segmen, termasuk penjualan ke pelanggan eksternal dan penjualan atau pengalihan antar segmen, adalah 10% atau lebih dari gabungan pendapatan internal dan eksternal dari sekuruh segmen operasi,. Jumlah absolut dari laba rugi yang di laporkan dari segmen adalah 10% atau lebih dari jumlah yang lebih besar dari. Dalam jumlah absolut, . gabungan laba yang di laporkan dari seluruh segmen operasi yang tidak melaporkan kerugian, dengan . gabungan kerugian yang di laporkan dari seluruh segmen operasi yang melaporkan kerugian, . Memiliki asset 10% atau lebih dari gabungan asset seluruh segmen operasi. Hasil segmen adalah perbedaan antara pendapatan segmen dan pengeluaran segmen dan umumnya mencerminkan laba operasi, meskipun basis lain seringkali lebih cocok. Pendapatan bunga dan beban bunga biasanya tidak termasuk dalam hasil segmen Kecuali operasi segmen terutama bersifat finansial (Latifah, 2. Penelitian ini merujuk pada penelitian yang di lakukan oleh (Icha Nurfadhilla et , 2023. Ilham et al. , 2022. Latifah, 2. menemukan hasil bahwa pengungkapan laporan interim tahun 2011 yang disajikan oleh perusahaan telah sesuai dengan PSAK No. 3 Revisi 2010, kemudian terdapat perbedaan antara PSAK No. 3 (Revisi 2. dan PSAK No. 3 (Revisi 1. dalam beberapa hal, serta perusahaan seringkali mengalami kendala dalam hal keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan maupun Perbedaan terhadap peneliti sebelumnya yaitu, melakukan tahun yang berbeda, dan menggunakan PSAK Revisi baru. Dengan tujuan untuk mengetahui segmen mana yang dominan dalam pengungkapan pelaporan. Maka dari itu untuk mengetahui penyebab perubahan persentase dalam masing-masing pengujian dari tahun ke tahun dan segmen mana yang dominan dalam pengungkapan pelaporan, dan untuk mengetahui apakah pelaporan keuangan segmen usaha untuk laporan eksternal sesuai dengan PSAK No. 5 dan pengungkapan laporan interim sesuai dengan PSAK No. Berdasarkan uraian yang ada sehingga penulis melakukan penelitian dengan judul AuPengungkapan pelaporan keuangan segmen dan interim (PSAK 3 dan PSAK . pada Pt japfa comfeed Indonesia TBKAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengambil studi kasus pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk tahun periode 20192023. Pengumpulan data di lakukan dengan Teknik dokumentasi dan studi literatur. Analisis data di lakukan secara kuantitatif dengan menghitung uji pendapatan, uji laba dan uji asset sepuluh persen. deskriptif adalah kejadian yang terjadi di masa sekarang dan dijelaskan secara dideskripsikan (Jayusman & Shavab, 2. Dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan, kepustaka adalah kegiatan yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti (Priadana & Sunarsi, 2021. Putra et al. , 2. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Lokasi penelitian: penelitian ini di lakukan pada perusahaan agri-food. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang berupa laporan keuangan tahunan perusahaan Pt Japfa comfeed. Kemudian waktu yang di butuhkan kurang lebih 2 bulan September Ae Oktober atau 60 hari. Populasi: seluruh karyawan yang ada di Pt japfa, dengan beberapa Divisi, pakan ternak, pembibitan unggas, peternakan komersial, pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairah dan perdagangan dan lain-lain. Sampel: kriteria laporan keuangan yang terbaru, tahun 2019-2023, laporan keuangan yang telah di audit, kriteria untuk mengukur nilai uji dengan ketentuan 10%. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui layak tidaknya suatu segmen usaha perusahaan dilaporkan menjadi segmen pelaporan yang dapat dilakukan dengan cara, sebagai . Uji pendapatan 10%, . Uji laba 10%, . Uji asset 10%. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Pendapatan 10% tahun 2019-2023 Tabel 1 Uji Pendapatan UJI PENDAPATAN 10% SEGMEN pakan ternak 34,15% 28,85% pembibitan unggas 8,11% 5,84% peternakan komersial 29,11% 38,50% pengelolaan hasil peternakan dan produk 14,68% 13,76% budidaya perairan 8,04% 8,62% perdagangan dan lain-lain 5,92% 4,43% TOTAL 100,00% 100,00% 28,74% 6,30% 35,45% 28,01% 5,27% 38,00% 26,54% 4,63% 40,92% 13,85% 8,87% 6,79% 100,00% 14,94% 9,51% 4,26% 100,00% 15,28% 8,79% 3,84% 100,00% Sumber: Data Diolah Dari hasil pengujian yang telah di dapatkan pada tahun Pada tahun 2019, diketahui bahwa tidak semua lolos uji 10%. Telah di tetapkan bahwa dimana pengujian dibawah 10% tidak dapat di laporkan dan laporan keuangan segmen di laporkan secara terpisah. Di tahun ini yang lulus uji 10% adalah segmen pakan ternak, pembibitan unggas, pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, sedangkan peternakan komersial, budidaya perairan dan perdagangan lain- lain di laporkan secara terpisah Pada tahun 2020, di ketahui bahwa tidak semua lolos uji 10%. Telah ditetapkan bahwa dimana pengujian dibawah 10% tidak dapat di laporkan dan laporan keuangan segmen di laporkan secara terpisah. Di tahun ini yang lulus uji 10% adalah segmen pakan ternak, pembibitan unggas, peternakan komersial. Sedangkan pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairah dan perdagangan lain-lain di laporkan secara terpisah. Pada tahun 2021, diketahui bahwa tidak semua lolos uji 10%, kemudian telah di tetapkan bahwa pengujian yang di bawah 10% harus di laporan secara terpisah. tahun ini yang lulus uji 10% adalah pakan ternak dan peternakan komersial. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Sedangkan pembibitan unggas, pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan, dan perdagangan lain- lain di laporkan secara terpisah. Pada tahun 2022, di ketahui bahwa tidak semua lolos uji 10%, kemudian telah di tetapkan bahwa pengujian yang di bawah 10% harus di laporkan secara terpisah. Di tahun ini yang lulus uji 10% adalah pakan ternak, peternakan komersial, sedangkan pembibitan unggas, pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan serta perdagangan dan lain-lain. Pada tahun 2023, di ketahui bahwa tidak semua lolos uji Telah ditetapkan bahwa pengujian yang di bawah 10% harus di laporan secara Ditahun ini yang lulus uji 10% adalah pakan ternak dan peternakan Sedangkan pembibitan unggas, pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan, dan perdagangan lain-lain di laporkan secara terpisah. Uji laba 10% tahun 2019-2023 Tabel 2. Uji Laba SEGMEN Pakan Ternak Pembibitan Unggas Peternakan Komersial Pengelolaan Hasil Peternakan Dan Produk Konsumen Budidaya Perairan Perdagangan Dan Lain-Lain TOTAL UJI LABA 10% 44,61% 12,62% 3,18% 45,28% 11,38% 33,45% 40,80% 9,92% 29,29% 41,09% 8,84% 29,07% 41,25% 8,05% 30,83% 29,45% 6,72% 3,42% 100,00% 0,01% 7,43% 2,45% 100,00% 9,36% 5,69% 4,95% 100,00% 9,88% 6,16% 4,96% 100,00% 9,79% 5,68% 4,40% 100,00% Sumber: Data Diolah Dari hasil pengujian yang telah di paparkan dapat di ketahui pada tahun 2019 tidak semua lolos uji 10%. Telah di tetapkan bahwa dimana pengujian dibawah 10% tidak dapat di laporkan dan laporan keuangan segmen di laporkan secara terpisah. tahun ini yang lulus uji 10% adalah segmen pakan ternak, pembibitan unggas, pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, sedangkan peternakan komersial, budidaya perairan dan perdagangan lain-lain di laporkan secara terpisah. Pada 2020 tidak semua lolos pengujian, telah di tetapkan bahwa pengujian di bawah 10% tidak lolos uji, yang lulus uji 10% adalah segmen pakan ternak, pembibitan unggas, peternakan komersial. Sedangkan pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairah dan perdagangan lain-lain di laporkan secara terpisah. Pada tahun 2021, diketahui bahwa tidak semua lolos uji 10%, kemudian telah di tetapkan bahwa pengujian yang di bawah 10% harus di laporan secara terpisah. Di tahun ini yang lulus uji 10% adalah pakan ternak dan peternakan komersial. Sedangkan pembibitan unggas, pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan, dan perdagangan lain-lain di laporkan secara terpisah. Pada tahun 2022 di ketahui bahwa tidak semua lolos uji 10%, kemudian telah di tetapkan bahwa pengujian yang di bawah 10% harus di laporkan secara terpisah. tahun ini yang lulus uji 10% adalah pakan ternak, peternakan komersial, sedangkan pembibitan unggas, pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan serta perdagangan dan lain-lain. Dan pada tahun 2023 di ketahui bahwa tidak TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. semua lolos uji 10%. Telah ditetapkan bahwa pengujian yang di bawah 10% harus di laporan secara Ditahun ini yang lulus uji 10% adalah pakan ternak dan peternakan Sedangkan pembibitan unggas, pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan, dan perdagangan lain-lain di laporkan secara terpisah. Uji Asset 10% tahun 2019 Ae 2023 Tabel 3. Uji Asset UJI ASET 10% ASET ASET LANCAR 48,41% 45,26% 49,53% 52,01% 50,48% ASET TIDAK LANCAR 51,59% 54,74% 50,47% 47,99% 49,52% TOTAL 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% Sumber : Data Diolah Berdasarkan pengujian asset yang telah di lakukan pada tahun 2019, 2020, 2021, 2022 dan 2023 maka dapat diketahui bahwa seluruh asset memenui uji 10% dan perlu di laporkan. Pada tahun 2019 diketahui total asset sebesar 25. Tahun 2020 di ketahui total aset sebesar 25. 760, kemudian pada tahun 2021 sebesar 28. 656 dan pada tahun 2022 sebesar 32. 887 dan pada tahun 2023 sebesar 34. 431 yang artinya setiap tahun asset mengalami peningkatan. Berdasarkan Hasil uji Pendapatan 2019 yang telah dilakukan menunjukkan bahwa peternakan komersial menduduki peringkat pertama, kemudian disusul yang kedua pakan ternak, kemudian yang ketiga di susul pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, yang keempat budidaya perairan, yang kelima perdagangan lainlain dan yang terakhir pembibitan unggas. Berdasarkan Hasil uji Pendapatan 2020 yang telah dilakukan menunjukkan bahwa peternakan komersial menduduki peringkat pertama, kemudian disusul yang kedua pakan ternak, kemudian yang ketiga di susul pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, yang keempat budidaya perairan, yang kelima perdagangan lain-lain dan yang terakhir pembibitan unggas. Uji pendapatan yang di lakukan pada tahun 2021 yang telah di lakukan menunjukkan bahwa peternakan komersial menduduki peringkat pertama, kemudian disusul yang kedua pakan ternak, kemudian yang ketiga di susul pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, yang keempat budidaya perairan, yang kelima perdagangan lainlain dan yang terakhir pembibitan unggas. Uji pendapatan yang di lakukan pada tahun 2022 yang telah di lakukan menunjukkan bahwa peternakan komersial menduduki peringkat pertama, kemudian disusul yang kedua pakan ternak, kemudian yang ketiga di susul pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, yang keempat budidaya perairan, yang kelima pembibitan unggas dan yang terakhir perdagangan lain-lain. Berdasarkan Hasil uji Pendapatan 2023 yang telah dilakukan menunjukkan bahwa peternakan komersial menduduki peringkat pertama, kemudian disusul yang kedua pakan ternak, kemudian yang ketiga di susul pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, yang keempat budidaya perairan, yang kelima perdagangan lain-lain dan yang terakhir pembibitan unggas. Berdasarkan uji laba tahun 2019 pakan ternak masih menduduki peringkat pertama, yang kedua peternakan komersial, kemudian yang ketiga pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, yang keempat pembibitan unggas, yang kelima budidaya perairan, dan yang keenam perdagangan dan lain-lain. Berdasarkan hasil uji TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. laba yang telah di lakukan tahun 2020 pakan ternak menduduki peringkat pertama, kemudian yang kedua di susul peternakan komersial, yang ketiga pembibitan unggas, yang keempat pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, kelima budidaya perairan, keenam perdagangan dan lain- lain. Berdasarkan uji laba tahun 2021 pakan ternak menduduki peringkat pertama, kemudian yang kedua di susul peternakan komersial, yang ketiga pembibitan unggas, yang keempat pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, kelima budidaya perairan, keenam perdagangan dan lain-lain. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh (Latifah, 2. yang mengatakan bahwa terjadi penururnan pendapatan pada tahun 2021 di akibatkan karena adanya PPKM (Pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyaraka. untuk menangani Covid-19 yang marak pada tahun tersebut. Berdasarkan uji laba tahun 2022 pakan ternak masih menduduki peringkat pertama, yang kedua peternakan komersial, kemudian yang ketiga pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, yang keempat pembibitan unggas, yang kelima budidaya perairan, dan yang keenam perdagangan dan lain-lain. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang di lakukan oleh (Saputri et al. , 2. mengemukakan bahwa sebuah informasi yang di hasilkan dalam sebuah penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan untuk membantu pengguna dalam penilaian agar dapat mengambil Keputusan akan berinvestasi ataupun tidak di sebuah perusahaan. Berdasarkan uji laba tahun 2023 pakan ternak masih menduduki peringkat pertama, yang kedua peternakan komersial, kemudian yang ketiga pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen, yang keempat pembibitan unggas, yang kelima budidaya perairan, dan yang keenam perdagangan dan lain- lain. Berdasarkan hasil uji Pendapatan tahun 2019 pakan ternak dinyatakan lulus karena pengujian di atas ambang batas sepuluh persen yang di tentukan. Pendapatan pembibitan di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi syarat ambang batas. Peternakan komersial di kategorikan lulus karena di atas ambang batas Pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Budidaya perairan di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Perdagangan dan lain-lain di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Berdasarkan hasil uji Pendapatan tahun 2020 pakan ternak dinyatakan lulus karena pengujian di atas ambang batas sepuluh persen yang di tentukan. Pendapatan pembibitan di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi syarat ambang batas. Peternakan komersial di kategorikan lulus karena di atas ambang batas pengujian. Pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Budidaya perairan di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Perdagangan dan lain-lain di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Berdasarkan hasil uji pendapatan tahun 2021 Pendapatan pakan ternak di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas sepuluh persen yang di tentukan. Pendapatan pembibitan unggas di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi syarat ambang batas. Peternakan komersial di kategorikan lulus karena di atas ambang batas pengujian. Pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Budidaya perairan di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Perdagangan dan lain-lain di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Berdasarkan hasil uji pendapatan tahun 2022 pendapatan pakan ternak di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. sepuluh persen yang di tentukan. Pendapatan pembibitan unggas di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi syarat ambang batas sepuluh persen yang di Peternakan komersial di kategorikan lulus karena di atas ambang batas Pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Budidaya perairan di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Perdagangan dan lain-lain di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Berdasarkan hasil uji pendapatan tahun 2023 pendapatan pakan ternak di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas sepuluh persen yang di tentukan. Pendapatan pembibitan unggas di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi syarat ambang batas sepuluh persen yang di tentukan. Peternakan komersial di kategorikan lulus karena di atas ambang batas pengujian. Pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Budidaya perairan di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Perdagangan dan lain-lain di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas sepuluh persen yang di tentukan. Berdasarkan uji laba tahun 2019 laba pakan ternak di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Pembibitan unggas di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi ambang batas yang di Peternakan komersial di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Budidaya perairan di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Perdagangan dan lain-lain di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Berdasarkan hasil uji laba tahun 2020 laba pakan ternak di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Pembibitan unggas di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi ambang batas yang di tentukan. Peternakan komersial di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Budidaya perairan di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas sepuluh persen yang di tentukan. Perdagangan dan lain-lain di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Berdasarkan uji laba tahun 2021 laba pakan ternak di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Pembibitan unggas di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi ambang batas yang di tentukan. Peternakan komersial di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di Budidaya perairan di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Perdagangan dan lain-lain di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Berdasarkan uji laba tahun 2022 Laba pakan ternak di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Pembibitan unggas di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi ambang batas yang di tentukan. Peternakan komersial di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Budidaya perairan di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Perdagangan dan lain-lain di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. ambang batas yang di tentukan. Berdasarkan uji laba tahun 2023 laba pakan ternak di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas sepuluh persen yang di Pembibitan unggas di kategorikan tidak lulus pengujian karena tidak memenuhi ambang batas yang di tentukan. Peternakan komersial di kategorikan lulus pengujian karena di atas ambang batas yang di tentukan. Pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Budidaya perairan di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Perdagangan dan lain-lain di kategorikan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat ambang batas yang di tentukan. Berdasarkan hasil uji aset tahun 2019, 2020, 2021, 2022 dan 2023 di kategorikan lulus karena memenuhi syarat ambang batas sepuluh persen yang di tentukan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh (Ilham et al. , 2. mengemukakan bahwa penyediaan laporan keuangan interim dapat menyediakan informasi yang lebih tepat waktu bagi sejumlah besar pemakai laporan dalam pengambilan Keputusan. Hasil pengujian laba yang telah dlakukan dari tahun ke tahun dapat diketahui bahwa segmen yang lebih dominan adalah segmen pakan ternak, kemudian di susul segmen peternakan komersial dan pembibitan unggas. Hasil pengujian pendapatan yang telah di dapatkan dapat diketahui segmen yang lebih dominan dari tahun ke tahun yaitu peternakan komersial yang menduduki peringkat pertama, kemudian disusul yang kedua pakan ternak, kemudian yang ketiga di susul pengelolaan hasil peternakan dan produk konsumen. Dari hasil pengujian laba yang telah di dapatkan dapat di ketahui segmen laba yang lebih dominan yaitu Pakan ternak menduduki peringkat pertama, yang kedua di susul peternakan komersial, yang ketiga pembibitan Pengujian laporan keuangan penting untuk mengidentifikasi bisnis yang signifikan dan memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan meliputi semua informasi yang di butuhkan oleh stakeholder (Pihak-pihak yang berkepentinga. Selain itu sebuah perusahaan juga di haruskan untuk memenuhi standar akuntansi yang berlaku dan melakukan evaluasi secara terperinci terhadap setiap bisnisnya. SIMPULAN Pengungkapan pelaporan Interim pada PT Japfa comfeed Indonesia TBK sesuai dengan PSAK No 3 dengan melihat hasil pengujian yang dilakukan pada tahun 20192023. Penentuan pelaporan interim menggunakan uji pendapatan 10%, uji laba 10% dan uji asset 10% di tahun 2019-2023 jika di dengan menggunakan PSAK No 5 tentang pelaporan segmen pengujian ini kurang tepat di lakukan karena separuh segmen tidak lolos uji 10%. Sehingga segmen tersebut tidak dapat di masukkan kedalam segmen pelaporan, dan Segmen pakan ternak terus mendominasi dari tahun ke tahun. Berdasarkan analisis dalam lima tahun yang telah di sajikan. Saran untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan perusahaan lebih dari satu agar pengujian bisa menggunakan alat analisis atau agar dapat dijadikan perbandingan antara perusahaan satu dengan perusahaan lain, melakukan pengujian yang berbeda Perusahaan sebaiknya menyajikan pendapatan bersih dalam bentuk terpisah antara pendapatan eksternal dan pendapatan antar segmen. DAFTAR PUSTAKA