Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 7, Juli 2025 ISSN: 27342488 PRAKTIK ENTREPRENEURSHIP DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN LIFE SKILL SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL MARDLIYYAH KOTA MADIUN Rika Ulvianita1, Ninik Srijani2, Maretha Berlianantiya3 Email: rikaulvi@gmail.com1, niniksrijani@unipma.ac.id2, maretha@unipma.ac.id3 Universitas PGRI Madiun ABSTRACT This study aims to examine the entrepreneurship practices carried out by the students (santri) at Al Mardliyyah Islamic Boarding School in Madiun City as part of life skills development. The specific objectives of this research include: (1) identifying the entrepreneurship practices that have been implemented; (2) identifying the challenges faced in the implementation of the program; (3) analyzing the factors that influence the success of the entrepreneurship program; (4) exploring the benefits and objectives of life skills development for the students; (5) identifying the categories of life skills that are most beneficial in daily life; and (6) identifying the entrepreneurial characteristics that have been successfully developed through the program. The method used in this research is descriptive qualitative, utilizing interviews with several student-run business units, including: Al Mardliyyah Mart, Al Mardliyyah Bouquet, Al Mardliyyah Agro, Al Mardliyyah Tailor, Al Mardliyyah Laundry, Tilapia Fish Farming, Poultry Farming, and the Student Canteen. The results indicate that the students are actively engaged in various types of businesses that provide them with hands-on entrepreneurial experience. The main challenges encountered include time constraints, financial management, and lack of experience. The success of the program is influenced by the support of the boarding school, guidance from mentors, and the students' internal motivation. The development of life skills has proven to bring significant benefits, such as increased independence, responsibility, and communication skills. The most beneficial life skill categories are social skills, critical thinking, and managerial skills. The entrepreneurial traits most successfully developed are discipline, resilience, creativity, and responsibility. This study concludes that the entrepreneurship practices at Al Mardliyyah Islamic Boarding School play a significant role in shaping the students' life skills and character as essential foundations for living independently in the future. Keywords: Entrepreneurship, Life Skills, Santri, Islamic Boarding School. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik entrepreneurship yang dilaksanakan oleh para santri di Pondok Pesantren Al Mardliyyah Kota Madiun dalam rangka pengembangan life skill. Tujuan khusus dari penelitian ini meliputi: (1) mengetahui praktik entrepreneurship yang telah dijalankan; (2) mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program; (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program entrepreneurship; (4) menggali manfaat dan tujuan pengembangan life skill bagi santri; (5) mengetahui kategori life skill yang paling bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari; dan (6) mengidentifikasi karakter entrepreneur yang berhasil dikembangkan melalui program tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara kepada beberapa unit usaha santri, yaitu: Al Mardliyyah Mart, Al Mardliyyah Bouquet, Al Mardliyyah Agro, Al Mardliyyah Tailor, Al Mardliyyah Laundry, Budidaya Ikan Nila, Peternak Ayam, dan Kantin Santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri aktif menjalankan berbagai jenis usaha yang memberikan pengalaman nyata dalam dunia wirausaha. Tantangan utama yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, manajemen keuangan, dan kurangnya pengalaman. Keberhasilan program dipengaruhi oleh dukungan pesantren, pembimbing, dan motivasi internal santri. Pengembangan life skill terbukti memberikan manfaat signifikan, seperti peningkatan kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan komunikasi. Kategori life skill yang paling bermanfaat adalah keterampilan sosial, berpikir kritis, dan keterampilan manajerial. Karakter entrepreneur yang paling berhasil dikembangkan adalah disiplin, tangguh, kreatif, dan bertanggung jawab. Penelitian ini 78 Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 7, Juli 2025 ISSN: 27342488 menyimpulkan bahwa praktik entrepreneurship di Pondok Pesantren Al Mardliyyah berperan penting dalam membentuk life skill dan karakter santri sebagai bekal hidup mandiri di masa depan. Kata Kunci: Entrepreneurship, Life Skill, Santri, Pondok Pesantren. 79 PENDAHULUAN Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam tradisional yang memiliki peran penting dalam melestarikan dan menyebarkan ajaran Islam serta membentuk karakter generasi muda. Secara tradisional, pondok pesantren didirikan di lingkungan yang terpencil atau pedesaan dan dipimpin oleh seorang ulama atau kiai yang dihormati. Pondok pesantren biasanya memiliki asrama tempat para santri tinggal dan belajar, serta fasilitas Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan lainnya (Dewimah Putri Tazkiyah, 2024). Pasal 26 ayat 3 UU No 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa "pendidikan kecakapan hidup (life skills) adalah pendidikan yang memberikan kecakapan sosial, kecakapan intelektual, dan kecakapan vokasional untuk bekerja atau usaha mandiri." Dengan demikian, kesimpulan dari model pengembangan kecakapan hidup adalah bahwa itu terdiri dari sejumlah elemen yang dikembangkan secara integratatif. Komponen-komponen ini termasuk latihan, metode sistematis, penerapan hasil pemikiran, dan berbagai pendekatan untuk membantu siswa atau pembelajar memperoleh kecakapan hidup (life skill) (Sadiyah et al., 2024). Life Skill dapat didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan setiap orang untuk hidup secara mandiri. Karena "hidup" diartikan "hidup" dan "cakap" diartikan "cakap", "kecakapan hidup" dapat didefinisikan sebagai kemampuan, kesanggupan, kepandaian, atau upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu (Rahmawati & Laila, 2024). Pondok Pesantren Al Mardliyyah Kota Madiun merupakan lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh KH. Agus Mushofa Izzuddin, M.Pd.I pada tahun 2010. Pondok Pesantren Al Mardliyyah memiliki Visi utama yaitu melahirkan kader bangsa dan dunia yang mushlih dan berkarakter Qur’ani, berjiwa entrepreneur dan mampu mambangun peradapan islam. Sebagai bagian Upaya dari Upaya mewujudkan visi tersebut, Pondok Pesantren Al Mardliyyah memiliki program utamanya yaitu tahfidzul qur’an. Hampir 75% santri yang ada di Pondok Pesantren Al Mardliyyah menjadi penghafal al qur’an. Tidak hanya itu untuk mengembangkan life skill santri, pengasuh pondok pesantren juga berinovasi dengan memberikan wadah bagi mereka untuk mengasah life skill tersebut melalui pengenalan dan penerapan praktik kewirausahaan (entrepreneurship) dalam kurikulum dan kehidupan seharihari para santri. Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kegiatan atau proses menciptakan, mengembangkan, dan mengelola usaha baru dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Seorang pengusaha atau wirausaha (entrepreneur) adalah seseorang yang bertindak sebagai penggerak utama dalam kegiatan kewirausahaan. Kewirausahaan melibatkan identifikasi peluang bisnis, pengembangan ide-ide baru, perencanaan strategis, pengorganisasian sumber daya, pengelolaan risiko, dan pengambilan keputusan yang inovatif untuk mencapai kesuksesan dalam usaha (Novius et al., 2023) Oleh karena itu, Life Skill berarti keterampilan, kepandaian, kecakapan, atau kesanggupan yang dimiliki seseorang untuk melakukan dan mencapai sesuatu. Kecakapan hidup juga merupakan suatu kesatuan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan seseorang untuk dapat mandiri dalam kehidupan. Sebagian orang berpendapat bahwa kecakapan hidup adalah kemampuan dan keberanian untuk secara proaktif dan kreatif menghadapi permasalahan hidup serta mencari dan menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan hidup (Putri et al., 2024). ME TODE PE NE LITIA N Penelitian ini menyajikan data yang bersifat deskrptif dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta menganalisis data secara alami tanpa mengolahnya i i i i i 80 untuk memperoleh data yang diperlukan. Pendekatan kualitatif yang dipilih karena sesuai dengan topik penelitian karena memerlukan wawancara langsung dengan pihak yang berkepentingan menggali data. Dengan memilih pendekatan kualitatif diharapkan diperoleh informasi yang terbaik karena subjeknya adalah orang yang terlibat dalam fenomena yang diteliti, yaitu santri yang Praktik Entrepreneurship Dalam Upaya Mengembangkan Life Skill di Pondok Pesantren. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi terhadap 17 santri beserta penanggung jawab Entrepreneurships Pondok Pesantren Al Mardliyyah Kota Madiun, diketahui bahwa para santri yang telah lulus sekolah memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui program entrepreneurships. Program ini dirancang untuk membekali santri dengan kemampuan wirausaha yang dibutuhkan untuk menjadi mandiri dan sukses di masa depan. Dalam program ini, santri mendapatkan pelatihan selama satu tahun untuk mengelola salah satu unit bisnis yang ada di pondok pesantren. Santri dapat memilih jenis bisnis yang mereka minati dan dapat mengembangkan bisnis tersebut dengan bantuan dari pihak pondok pesantren. Dengan demikian, santri dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola bisnis dan dapat meningkatkan kemampuan berwirausaha mereka. Berdasarkan hasil survey pada santri yang melakukan praktik Entrepreneurships dengan jumlah 17 santri, disini mereka mengelola salah satu unit bisnis yang ada di pondok pesantren seperti Kantin Santri Al Mardliyyah Mart, Al Mardliyyah Bouquet, Al Mardliyyah Agro, Al Mardliyyah Tailor, Al Mardliyyah Loundry, Budidaya Ikan Nila, Peternak Ayam. Santri terlihat sangat disiplin dalam melakukan tanggung jawabnya di unit usaha tersebut, mulai dari pagi sampai sore mereka dapat mengelola waktunya dengan baik. Mereka hadir di unit bisnis setiap hari dan menghabiskan waktu yang cukup lama di sana, menunjukkan komitmen dan dedikasi mereka terhadap unit bisnis yang dikelola. Santri juga memiliki kemampuan untuk mengelola waktu mereka dengan efektif dan efisien. Mereka memiliki jadwal yang jelas dan mengikuti jadwal tersebut, sehingga dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan baik. Selain itu, mereka juga merasa puas dengan hasil kerja mereka di unit bisnis, menunjukkan bahwa mereka memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam mengelola unit bisnis. Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi wirausaha yang sukses. Dalam mengelola bisnis, santri-santri ini juga memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif. Mereka dapat mengembangkan ideide baru dan solusi-solusi kreatif untuk meningkatkan bisnis mereka, dan dapat mengadaptasi diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di pasar. Dengan demikian, mereka dapat tetap kompetitif dan dapat meningkatkan kesuksesan bisnis mereka seperti mengembangkan produk makanan lauk yang sehat dan lezat. Santri-santri juga masih membutuhkan motivasi dan pendampingan dapat memanfaatkan program-program pelatihan dan pendampingan yang disediakan oleh pihak pondok pesantren. Program-program tersebut membantu santri-santri meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola bisnis, mengembangkan rencana bisnis, dan strategi pemasaran yang efektif. Seperti Al Mardliyyah Agro menyediakan pelatihan dan pendampingan dalam bidang pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil pertanian. Santrisantri dapat belajar tentang teknik-teknik pertanian yang modern, pengelolaan peternakan yang efektif, dan pengolahan hasil pertanian yang berkualitas. Melalui wawancara yang dilakukan dengan sejumlah informan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, dapat disimpulkan bahwa program entrepreneurships di Pondok Pesantren Al Mardliyyah Kota Madiun telah berhasil membekali santri dengan kemampuan wirausaha yang dibutuhkan untuk menjadi mandiri dan sukses di masa depan. Santri-santri yang terlibat dalam program ini telah menunjukkan komitmen dan dedikasi yang tinggi dalam 81 mengelola unit bisnis yang ada di pondok pesantren. Mereka telah memiliki kemampuan untuk mengelola waktu dengan efektif dan efisien, serta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi wirausaha yang sukses. Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengelola bisnis mereka. Namun, masih ada beberapa santri yang membutuhkan motivasi dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha mereka. Oleh karena itu, program-program pelatihan dan pendampingan yang disediakan oleh pihak pondok pesantren dapat membantu santri-santri meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola bisnis, mengembangkan rencana bisnis, dan strategi pemasaran yang efektif. Pembahasan Berdasarkan beberapa penjelasan sebelumnya, maka di peroleh pembahasan sebagai berikut : 1. Praktik Entrepreneurships apa saja yang dilakukan Santri di Pondok Pesantren Al Mardliyyah Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan praktik entrepreneurships di Pondok Pesantren Al Mardliyyah memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk karakter dan keterampilan santri. Melalui pengalaman ini, santri belajar tentang pentingnya mengelola keuangan dengan efektif, membuat keputusan yang tepat, dan mempertimbangkan kualitas dan kepuasan pelanggan dalam setiap keputusan. Mereka juga memahami bahwa kerja keras, tanggung jawab, dan inovasi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dalam usaha. Dalam mengelola keuangan, santri belajar tentang cara membuat anggaran, mengontrol pengeluaran, dan meningkatkan pendapatan. Mereka juga memahami pentingnya mengelola risiko dan membuat keputusan yang tepat dalam mengelola keuangan usaha. Dengan demikian, santri dapat mengembangkan kemampuan mengelola keuangan yang efektif dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola usaha. Selain itu, praktik entrepreneurships juga membantu santri mengembangkan kemampuan lain seperti mengelola waktu, bekerja sama, dan menghadapi tantangan. Mereka belajar tentang pentingnya memprioritaskan tugas, mengatur jadwal, dan meningkatkan produktivitas dalam menjalankan usaha dan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, santri dapat mengembangkan kemampuan mengelola waktu yang efektif dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan usaha. Dalam bekerja sama, santri belajar tentang pentingnya membangun tim, mengembangkan komunikasi yang efektif, dan meningkatkan kerja sama dengan orang lain. Mereka juga memahami pentingnya membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, supplier, dan mitra usaha. Dengan demikian, santri dapat mengembangkan kemampuan bekerja sama yang efektif dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan usaha. Dalam menghadapi tantangan, santri belajar tentang pentingnya mengembangkan kemampuan adaptasi, meningkatkan ketahanan dalam menghadapi kesulitan, dan membuat keputusan yang tepat dalam menghadapi tantangan. Mereka juga memahami pentingnya belajar dari kesalahan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan. Dengan demikian, santri dapat mengembangkan kemampuan menghadapi tantangan yang efektif dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan usaha. 2. Apa tantangan yang dihadapi oleh santri dalam menjalankan program Entrepreneurships Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan Santri di Pondok Pesantren Al Mardliyyah menghadapi beberapa tantangan dalam menjalankan program Entrepreneurships, seperti keterbatasan akses keuangan, pengelolaan keuangan yang efektif, inovasi dan kreativitas, menghadapi perubahan kondisi pasar dan lingkungan, 82 serta mengelola biaya produksi. Namun, santri dapat mengatasi tantangan tersebut dengan mengajukan pinjaman ke lembaga internal, mengelola keuangan dengan efektif, mencari inspirasi dan ide baru, mengembangkan teknologi atau metode baru, serta mengatur anggaran dengan baik. Dalam mengelola keuangan, santri perlu melakukan perencanaan anggaran yang matang, pemantauan keuangan yang ketat, dan evaluasi berkala untuk mencapai hasil maksimal. Santri dapat meningkatkan kesuksesan dalam menjalankan program Entrepreneurships dan mencapai tujuan mereka. Mereka perlu terus mencari inspirasi dan ide baru untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas produk. Dengan kreativitas dan inovasi, santri dapat menemukan solusi untuk mengatasi tantangantantangan yang dihadapi. Selain itu, santri juga perlu mengembangkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan, memantau pasar, dan mengembangkan teknologi atau metode baru untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha. Dalam mengelola keuangan, santri perlu memperhatikan beberapa hal, seperti membuat anggaran yang realistis, memantau pengeluaran, dan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa keuangan usaha tetap stabil. Dengan demikian, santri dapat menghindari kesalahan pengelolaan keuangan yang dapat berdampak pada keberlangsungan usaha. Selain itu, santri juga perlu terus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat dan efektif dalam mengelola usaha. 3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan entrepreneurship di Pondok Pesantren Al Mardliyyah Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan keberhasilan entrepreneurship di Pondok Pesantren Al Mardliyyah sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, salah satunya adalah jiwa entrepreneurship yang kuat. Jiwa entrepreneurship ini dapat membentuk karakter santri yang inovatif dan berdaya saing, serta mempengaruhi semangat bersaing, kreativitas, dan inovasi santri dalam mengembangkan usaha. Dengan jiwa entrepreneurship yang kuat, santri dapat meningkatkan kualitas produk, mencari peluang baru, mengambil risiko yang terukur, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Santri yang memiliki jiwa entrepreneurship yang kuat dapat menjadi individu yang inovatif, percaya diri, dan berdaya saing. Mereka siap menghadapi tantangan di masa depan dan dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan mengambil keputusan yang tepat. Jiwa entrepreneurship yang kuat juga memungkinkan santri untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan usaha, sehingga mereka dapat meningkatkan kesuksesan dalam menjalankan usaha. Dalam mengembangkan usaha, jiwa entrepreneurship yang kuat dapat membantu santri untuk mengidentifikasi peluang baru, mengembangkan strategi pemasaran yang efektif, dan meningkatkan kualitas produk. Mereka juga dapat mengambil risiko yang terukur dan membuat keputusan yang tepat dalam menghadapi tantangan. Dengan demikian, jiwa entrepreneurship yang kuat dapat menjadi faktor kunci dalam mencapai kesuksesan entrepreneurship di Pondok Pesantren Al Mardliyyah. 4. Apa manfaat dan tujuan pengembangan Life Skill di Pesantren Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan Pengembangan Life Skill di Pesantren Al Mardliyyah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kemampuan santri. Dengan pengembangan Life Skill, santri dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola diri, berkomunikasi efektif, dan bekerja sama dalam tim. Mereka juga dapat meningkatkan kesadaran diri dan mengembangkan kemampuan adaptasi dengan perubahan, sehingga dapat lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Pengembangan Life Skill ini juga berdampak pada kemampuan santri dalam 83 menghadapi berbagai tantangan. Dengan memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan, santri dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan menjadi individu yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, pengembangan Life Skill juga dapat membantu santri mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin yang efektif dan berdaya saing di era globalisasi. Dalam mengembangkan Life Skill, santri dapat memperoleh kemampuan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesuksesan mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka dapat mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan kemampuan mengelola diri yang baik. Dengan demikian, santri dapat menjadi individu yang lebih siap menghadapi tantangan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. 5. Kategori life skill apa saja yang paling berkembang pada santri melalui program entrepreneurship Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dalam berbagai bidang entrepreneurship, Pondok Pesantren Al Mardliyyah telah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi santri untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi entrepreneur yang sukses. Melalui berbagai kegiatan entrepreneurship seperti Al Mardliyyah Agro, Kantin Al Mardliyyah, Budidaya Ikan Nila, Peternakan Ayam, Al Mardliyyah Bouquet, Laundry Al Mardliyah, Tailor, dan Al Mardliyyah Mart, santri dapat mengembangkan keterampilan sosial, keterampilan pribadi, dan keterampilan kognitif yang sangat penting untuk mencapai kesuksesan sebagai entrepreneur. Dengan terlibat dalam kegiatan entrepreneurship, santri dapat belajar dari pengalaman dan meningkatkan kemampuan kewirausahaan mereka. Mereka dapat mengembangkan keterampilan seperti mengelola keuangan, memasarkan produk, dan mengelola tim. Selain itu, mereka juga dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan dan membuat keputusan yang tepat. Al Mardliyyah Agro, misalnya, memberikan kesempatan bagi santri untuk belajar tentang pertanian dan pengelolaan sumber daya alam. Mereka dapat mengembangkan keterampilan dalam menanam, memanen, dan memasarkan produk pertanian. Sementara itu, Kantin Al Mardliyyah memberikan kesempatan bagi santri untuk belajar tentang pengelolaan usaha kuliner dan meningkatkan keterampilan mereka dalam memasak dan menyajikan makanan. Budidaya Ikan Nila dan Peternakan Ayam memberikan kesempatan bagi santri untuk belajar tentang pengelolaan usaha perikanan dan peternakan. Mereka dapat mengembangkan keterampilan dalam memelihara ikan dan ayam, serta memasarkan produk yang dihasilkan. Al Mardliyyah Bouquet memberikan kesempatan bagi santri untuk belajar tentang desain dan pembuatan bouquet, sementara Laundry Al Mardliyah dan Tailor memberikan kesempatan bagi santri untuk belajar tentang pengelolaan usaha jasa. Al Mardliyyah Mart memberikan kesempatan bagi santri untuk belajar tentang pengelolaan usaha retail dan meningkatkan keterampilan mereka dalam memasarkan dan menjual produk. Dengan demikian, santri dapat menjadi entrepreneur yang inovatif dan berdaya saing, serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha yang sukses dan berkelanjutan. 6. Apa saja contoh karakter entrepreneur yang paling berhasil dikembangkan pada santri melalui program entrepreneurship di Pondok Pesantren Al Mardliyyah Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan karakter entrepreneur yang paling berhasil dikembangkan pada santri melalui program entrepreneurship di Pondok Pesantren Al Mardliyyah adalah karakter kewirausahaan yang kuat, yang mencakup beberapa aspek penting seperti disiplin waktu, mencari peluang, berinovasi, pantang 84 menyerah, dan mengelola keuangan dengan efektif. Karakter kewirausahaan yang kuat ini memungkinkan santri untuk mencapai tujuan dan sukses dalam karir entrepreneurship mereka. Selain itu, karakter kewirausahaan yang kuat juga membantu santri untuk menjadi lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing di pasar yang terus berubah. Contoh karakter entrepreneur yang paling berhasil dikembangkan pada santri adalah kemampuan untuk berinovasi dalam beberapa hal, seperti menciptakan desain bouquet yang unik dan kreatif, menggunakan bahan-bahan alami yang berkualitas, dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif melalui media sosial. Santri juga dapat mengembangkan kemampuan untuk bekerja sama dalam tim, mengelola waktu dengan efektif, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. Dengan demikian, santri dapat menjadi entrepreneur yang sukses dan berkontribusi pada masyarakat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang sudah di lakukan, Dari pemaparan tersebut, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Melalui berbagai Praktik entrepreneurship, santri belajar tentang pentingnya kerja keras, tanggung jawab, inovasi, dan pengelolaan sumber daya. Mereka juga memahami bahwa kesuksesan dalam usaha memerlukan kejujuran, tanggung jawab, dan inovasi. Praktik entrepreneurship ini membantu santri menjadi lebih percaya diri, berpikir kreatif, dan bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga dapat mengembangkan kemampuan lain seperti mengelola waktu, bekerja sama, dan menghadapi tantangan. 2. Santri di Pondok Pesantren Al Mardliyyah menghadapi beberapa tantangan dalam menjalankan program entrepreneurship, seperti keterbatasan keuangan dan pengelolaan biaya produksi. Namun, mereka dapat mengatasi tantangan tersebut dengan mengelola keuangan secara efektif, mencari inspirasi dan ide baru, serta mengembangkan kemampuan kewirausahaan lainnya seperti mengelola waktu dan bekerja sama. Dengan kreativitas dan inovasi, santri dapat menemukan solusi untuk mengatasi tantangan dan meningkatkan kesuksesan dalam menjalankan program entrepreneurship. Selain itu, mereka juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kualitas produk, kepuasan pelanggan, dan efisiensi proses produksi untuk meningkatkan kesuksesan dalam menjalankan program entrepreneurship. 3. Keberhasilan entrepreneurship di Pondok Pesantren Al Mardliyyah dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama jiwa entrepreneurship yang kuat. Jiwa entrepreneurship yang kuat dapat membentuk karakter santri yang inovatif, percaya diri, dan berdaya saing, serta mempengaruhi semangat bersaing, kreativitas, dan inovasi mereka dalam mengembangkan usaha. Dengan jiwa entrepreneurship yang kuat, santri dapat meningkatkan kualitas produk, mencari peluang baru, mengambil risiko yang terukur, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Jiwa entrepreneurship yang kuat juga dapat membantu santri mengembangkan kemampuan lainnya, seperti mengelola waktu, bekerja sama, dan menghadapi tantangan, sehingga mereka dapat menjadi individu yang lebih siap dan berdaya saing di era globalisasi. 4. Pengembangan Life Skill di Pesantren Al Mardliyyah memiliki manfaat yang besar bagi santri, seperti meningkatkan kemampuan mengelola diri, berkomunikasi efektif, dan bekerja sama dalam tim. Pengembangan Life Skill juga membantu santri menjadi lebih mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Dengan pengembangan Life Skill, santri dapat memperoleh pengalaman berharga, mengembangkan kemampuan praktis, dan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kerja mereka. Tujuan pengembangan Life Skill adalah untuk membekali santri dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa depan. 5. Praktik entrepreneurship di Pondok Pesantren Al Mardliyyah membantu santri 85 mengembangkan tiga kategori life skill penting, yaitu keterampilan sosial, keterampilan pribadi, dan keterampilan kognitif. Keterampilan sosial membantu santri berkomunikasi efektif, bekerja sama dalam tim, dan membangun jaringan. Keterampilan pribadi membantu santri mengelola waktu, bertanggung jawab, dan mengelola risiko. Keterampilan kognitif membantu santri berpikir kreatif, mengidentifikasi peluang, dan mengambil keputusan yang tepat. Dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan ini, santri dapat meningkatkan kemampuan kewirausahaan mereka dan menjadi entrepreneur yang inovatif dan berdaya saing. 6. Praktik entrepreneurship di Pondok Pesantren Al Mardliyyah berhasil mengembangkan karakter kewirausahaan yang kuat pada santri, yang mencakup disiplin waktu, mencari peluang, berinovasi, pantang menyerah, dan mengelola keuangan efektif. Dengan karakter ini, santri dapat menjadi entrepreneur yang sukses, inovatif, dan berdaya saing, serta berkontribusi pada masyarakat. Program ini membantu santri membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan menghadapi tantangan, dan mengelola keuangan efektif, sehingga mereka dapat mencapai tujuan dan sukses dalam karir entrepreneurship. DAFTAR PUSTAKA Dewimah Putri Tazkiyah. (2024). Penerapan Pendidikan Kewirausahaan Dalam Menumbuhkan Minat Berwirausaha Santri-Santri Di Pondok Pesantren Modern Nurussalam Sidogede Kec. Belitang Kab. Oku Timur. 1–120. Novius, A., Syafei, J., Lusiawati, L., & Elisanovi. (2023). Pemberdayaan Mahasiswa Melalui Entrepreneurship Skills. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 138–144. Putri, M., Kh, U., & Hasbullah, A. W. (2024). PERAN LIFE SKILL DALAM MENUMBUHKAN WAWASAN DAN KEMANDIRIAN SANTRI PONDOK PESANTREN ASRAMA SUNAN AMPEL PUTRI Mochammad. 3(3), 2199–2211. Rahmawati, E. P., & Laila, A. N. (2024). Implementasi Pendidikan Berbasis Life Skills Bagi Santri Pondok Pesantren. 7(2), 772–784. Sadiyah, A., Doktor, P., Studi, P., Pendidikan, M., Uin, P., & Siddiq, K. H. A. (2024). DALAM PENGEMBANGAN LIFE SKILL SANTRI ( Studi Kasus di Pondok Pesantren Al Ishlah Bondowoso ) 86