LAPLACE : Jurnal Pendidikan Matematika p-ISSN : 2620 - 6447 e-ISSN : 2620 - 6455 PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN INFOGRAFIS INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIS SISWA Dena Silviana. Dedi Nurjamil. Elis Nurhayati. 1,2,. Universitas Siliwangi. Indonesia Email: silvianadena@gmail. ABSTRACT This study aims to determine the application of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by interactive infographics in improving students' mathematical literacy. In addition, this study also looks at the differences in the increase in mathematical literacy between students who follow learning with the problem based learning model assisted by interactive infographics and students who follow learning with the problem based learning model without the help of infographics. The research method used is an experiment with a non-equivalent control group design. The study population includes all students of class Vi SMP Negeri 4 Tasikmalaya, while the research sample is students of class Vi E as the experimental class and Vi H as the control class selected through random sampling techniques. The research instrument is a mathematical literacy essay test. Data analysis is carried out using descriptive statistics and inferential statistics using IBM SPSS Statistics. The test is carried out by comparing two averages using the Independent Sample T-Test which obtains a sig. -taile. value of 0. 004, as a prerequisite test in conducting the t-test, namely by conducting a normality test and a homogeneity test. The data normality test was conducted using ShapiroAeWilk which showed that the experimental class obtained a sig. value of 0. 215 and the control class obtained a sig. value of 0. 868, then the homogeneity test with LeveneAos Test obtained a sig. value of 689 and. In addition, to see the mathematical literacy in the experimental class, data was obtained showing that out of 35 students, 21 students were in the high category, 14 students were in the medium category, and 0 were in the low category. Based on the results of the analysis, it can be concluded that students who participated in learning with the problem-based learning model assisted by interactive infographics were better than students who participated in learning with the problem-based learning model without the help of infographics, and the mathematical literacy of students in the Problem Based Learning model assisted by interactive infographics was in the high category. Keywords : Mathematical Literacy. Problem Based Learning Model. Interactive Infographics ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan infografis interaktif dalam meningkatkan literasi matematis siswa. Selain itu, penelitian ini juga melihat perbedaan peningkatan literasi matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model problem based learning berbantuan infografis interaktif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model problem based learning tanpa bantuan infografis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Tasikmalaya, sedangkan sampel https://doi. org/10. 31537/laplace. Volume 9. Nomor 1. Mei 2026 penelitian adalah siswa kelas Vi E sebagai kelas eksperimen dan Vi H sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian literasi matematis. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan IBM SPSS Statistics. Uji dilakukan dengan membandingkan dua rata-rata menggunakan Independent Sample T-Test yang memperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,004, sebagai uji prasyarat dalam melakukan uji t yaitu dengan melakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas data dilakukan dengan ShapiroAeWilk yang menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh nilai sig. sebesar 0,215 dan kelas kontrol memperoleh nilai sig. 0,868, lalu uji homogenitas dengan LeveneAos Test memperoleh nilai sig. sebesar 0,689 Selain itu, untuk melihat literasi matematis pada kelas eksperimen, diperoleh data yang menunjukkan bahwa dari 35 siswa, 21 siswa termasuk kategori tinggi, 14 siswa kategori sedang, dan 0 kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model problem based learning berbantuan infografis interaktif lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model problem based learning tanpa bantuan infografis, serta literasi matematis siswa pada model Problem Based Learning berbantuan infografis interaktif berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : Infografis Interaktif. Literasi Matematis. Model Problem Based Learning PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek fundamental dalam perkembangan individu dan Pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan, dan nilai-nilai sosial yang dibutuhkan untuk hidup dalam masyarakat yang kompleks. Secara umum, pendidikan mengacu pada proses kehidupan di mana seorang individu memperoleh keterampilan untuk hidup dan bertahan hidup. Oleh karena itu, menjadi orang yang terdidik sangatlah penting (Alpian et al. , 2. Salah satu bidang penting dalam pendidikan adalah matematika, yang merupakan cara berpikir, mengorganisasi, dan membuktikan secara logis dengan menggunakan istilah-istilah yang didefinisikan secara cermat, jelas, akurat, dan representasinya dengan bahasa symbol (Susilawati, 2. , maka dari itu pembelajaran matematika menjadi proses penting yang bermakna terhadap apa yang dipelajari sekaligus menumbuhkan minat siswa dalam belajar matematika. Pembelajaran matematika merupakan proses membangun pemahaman yang lebih penting, karena pemahaman akan memiliki makna untuk apa yang dipelajari, selain itu juga untuk menumbuhkan minat siswa dalam pembelajaran matematika, guru bekerja sama dengan mereka untuk membantu mereka memahami konsep awal dan guru juga Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)A (Silviana. Nurjamil. Nurhayat. melakukan evaluasi berkala (Suryawan et al. , 2. Salah satu model yang dapat mendukung proses tersebut adalah Problem Based Learning (PBL). Model Problem Based Learning (PBL) merupakan metode pembelajaran di mana siswa dihadapkan pada masalah dan dilatih untuk memecahkan masalah dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan mereka sendiri (Syamsidah & Suryani. Karena siswa sering kali dihadapkan untuk memecahkan masalah, siswa mengalami kesulitan dalam menghadapinya dikarenakan pembelajaran yang digunakan masih belum bervariatif dan hasil belajar siswa kurang maksimal. Oleh karena itu, peneliti memberikan solusi dalam pembelajaran tersebut menggunakan infografis interaktif. Alshehri & Ebaid, . berpendapat bahwa infografis interaktif merupakan penggunaan teknologi yang menggabungkan gambar visual, grafis, dan interaksi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika, dengan demikian interaktif memungkinkan interaksi yang lebih efektif antara guru dan siswa, serta antara siswa itu sendiri, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) berbantuan infografis interaktif, bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif, sehingga dapat meningkatkan literasi matematis siswa, infografis interaktif juga dapat masalah yang dihadapi siswa dalam PBL secara efektif dapat menciptakan pembelajaran lebih bergerak maju dan menarik secara visual, sehingga dapat mengatasi tantangan yang dihadapi (Suryawan et al. , 2. Peneliti terdahulu yang pernah dilakukan diantaranya. Erria et al. , . mengenai Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Literasi Matematika. Kosim Abdullah & Muhamad Zaenal, . mengenai Upaya Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Matematika Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Philia et al. , . mengenai Pengembangan Media Infografis Dengan Pendekatan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Prakarya Kelas Vi Di Smp Kristen Banjarmasin. Berdasarkan penelitianpenelitian terdahulu, belum ada yang membahas mengenai Penerapan Model Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Infografis Interaktif Untuk Meningkatkan Literasi Matematis Siswa. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu sebagai berikut . untuk mengetahui apakah penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan infografis Volume 9. Nomor 1. Mei 2026 interaktif dapat meningkatkan literasi matematis siswa. untuk mengetahui kategori literasi matematis siswa pada penerapan Model Problem Based Learning (PBL) berbantuan infografis interaktif. METODE PENELITIAN Metode pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif (Abdullah et al. , 2. Desain pada penelitian ini adalah nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding. Baik kelompok eksperimen maupun kelas kontrol dipilih secara tidak acak (Abdullah et al. , 2. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai tempat dan berbagai sumber dan berbagai cara (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, tes literasi matematis digunakan untuk mengumpulkan data. Tes ini terdiri dari serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur kemampuan atau keterampilan seseorang. Pretest dilakukan sebelum materi diajarkan di kelas eksperimen dan kelas kontrol, sementara posttest dilakukan setelah materi diajarkan dan tindakan diterapkan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tasikmalaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tasikmalaya dengan menggunakan dua kelas, yaitu kelas 8E sebagai kelas eksperimen yang dimana pembelajarannya menerapkan model problem based learning (PBL) dengan berbantuan infografis interaktif dan kelas 8H sebagai kelas kontrol yang dimana pembelajarannya menerapkan model problem based learning (PBL) tanpa infografis interaktif. Sebagai langkah awal penelitian, peneliti menyiapkan modul ajar untuk kedua kelas. Isi modul tersebut meliputi rencana kegiatan pembelajar, bahan ajar. LKPD, tugas individu, dan soal tes untuk mengukur literasi matematis siswa. Sebelum proses penelitian berlangsung, peneliti mengadakan konsultasi dengan dosen pembimbing serta guru matematika kelas Vi SMP Negeri 4 Tasikmalaya mengenai modul yang akan Tujuannya adalah untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dalam tahapan atau sintaks pembelajaran yang akan dijalankan. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)A (Silviana. Nurjamil. Nurhayat. Pada awal pertemuan, siswa mengikuti pretest untuk mengukur kemampuan awal mereka terkait materi Persamaan Linear Satu Variabel. Tes literasi matematis ini berisi tiga soal dengan skor maksimum 100. Setelah itu, kegiatan pembelajaran berlangsung selama 3 pertemuan. Kelas eksperimen diterapkan model problem based learning berbantuan infografis interaktif berbasis web, sedangkan kelas kontrol menggunakan model problem based learning tanpa infografis. Selanjutnya pada pertemuan ke enam, seluruh siswa melaksanakan postest guna mengetahui peningkatan kemampuan literasi matematis setelah proses pembelajaran. Adapun data hasil tes literasi matematis siswa dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1 Data Hasil Tes Literasi Matematis Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Pretest Kelas Posttest Nilai Nilai Rata- Nilai Nilai Rata- Tertinggi Terendah Tertinggi Terendah Eksperimen 32,60 76,40 Kontrol 31,97 68,17 Berdasarkan pada tabel 4. 2, diketahui perolehan nilai pretest nilai tertinggi dan terendah pada kelas eksperimen yaitu 67 dan 0 dengan rata-rata sebesar 32,60. Sedangkan, perolehan nilai posttest tertinggi sebesar 100 dan terendah sebesar 44 dengan rata-rata 76,40. Soal tes yang digunakan untuk posttest merupakan soal yang sama dengan yang digunakan ketika pretest. Hal tersebut bertujuan untuk melihat apakah terdapat peningkatan literasi matematis siswa dari nilai N-Gain yang diperoleh. Data N-Gain yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest literasi matematis siswa yang dihitung menggunakan rumus Hake . alam Arifin & Habibbulloh, 2. Adapun statistik deskriptif data N-Gain literasi matematis siswa disajikan pada tabel Tabel 2 Data N-Gain Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Kelas Mean Maximum Minimum Eksperimen 0,6626 0,16 Kontrol 0,5203 Berdasarkan tabel 4. 4, diketahui bahwa N-Gain terkecil siswa 0,16 pada kelas eksperimen dan 0 pada kelas kontrol. Sedangkan N-Gain terbesar siswa 1 pada kelas Volume 9. Nomor 1. Mei 2026 eksperimen dan 1 pada kelas kontrol. Adapun rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,6626 dan rata-rata N-Gain kelas kontrol sebesar 0,5203. Adapun selisih ratarata N-Gain kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 0,1423 atau 14,23%. Hal ini menandakan bahwa model problem based learning berbantuan infografis interaktif cukup untuk meningkatkan literasi matematis siswa. Karena, peningkatan literasi matematis siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model problem based learning berbantuan infografis interaktif lebih baik daripada kelas kontrol yang hanya menggunakan model problem based learning saja, meskipun dengan selisih yang tidak terlalu besar. Selanjutnya, untuk membuktikan hipotesis pertama yaitu peningkatan literasi matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan infografis interaktif lebih baik daripada tanpa berbantuan infografis Peneliti melakukan uji hipotesis pada N-Gain peningkatan kemampuan literasi matematis siswa dengan langkah pertama yaitu uji normalitas. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah N-Gain literasi matematis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal atau tidak. Tingkat sigifikansi hipotesis pada penelitian ini adalah 5%. Hipotesis ya0 menunjukkan data berdistribusi normal, sedangkan hipotesis ya1 menunjukkan data yang tidak berdistribusi normal. Berikut kriteria pengujiannya: Jika ycIycnyci. < 0,05 maka ya0 ditolak Jika ycIycnyci. Ou 0,05 maka ya0 diterima Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Shapiro Wilk karena jumlah sampel yang diteliti < 50 dengan taraf signifikasi 5%. Hasil uji normalitas nilai pretest menggunakan Shapiro Wilk diinterpretasikan pada gambar 1. Gambar 1 Hasil Uji Normalitas Data N-Gain Menggunakan Shapiro Wilk Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)A (Silviana. Nurjamil. Nurhayat. Berdasarkan gambar 1, kelas eksperimen memperoleh nilai sig. sebesar 0,215 dan kelas kontrol memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,868. Dikarenakan nilai signifikansi kedua kelas > 0,05 maka ya0 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Dengan demikian salah satu Independent Sampl T-Test Langkah selanjutnya yaitu uji homogenitas. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui sama atau tidaknya variansi data N-Gain literasi matematis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji homogenitas n-gain ternormalisasi kemampuan literasi matematis siswa menggunakan LeveneAos diinterpretasikan pada Gambar 2 Hasil Uji Homogenitas Data N-Gain Menggunakan LeveneAos Berdasarkan gambar 2, diperoleh nilai sig. sebesar 0,689. Dikarenakan nilai ycycnyci. > 0,05 dengan perbandingan 0,689 > 0,05 maka ya0 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki variansi yang sama . Dikarenakan kedua kelas berdistribusi normal dan memiliki variansi yang homogen maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Independent Sample T-Test . ji dua rata-rat. Langkah terakhir yaitu uji t menggunakan uji independent sample t-test. Uji rata-rata perbedaan rata-rata dari kedua kelompok sampel yang tidak berhubungan. Apabila terdapat perbedaan, maka dilihat rata-rata yang lebih tinggi. Adapun rumusan hipotesis untuk uji perbedaan dua rata-rata sebagai berikut: Pasangan Hipotesisnya: ya0 O yuN1 O yuN2 ya1 O yuN1 > yuN2 Keterangan: Volume 9. Nomor 1. Mei 2026 ya0 : Literasi matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan infografis interaktif tidak lebih baik atau sama dengan literasi matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) tanpa berbantuan infografis interaktif. ya1 : Literasi matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan infografis interaktif lebih baik daripada literasi matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) tanpa berbantuan infografis interaktif. yuN1 : Rata-rata N-Gain kelas eksprimen yuN2 : Rata-rata N-Gain kelas kontrol Kriteria pengujian: Jika nilai ycycnyci. Ou 0,05, maka ya0 diterima Jika nilai ycycnyci. < 0,05, maka ya0 ditolak Jika ya0 matematis siswa yang menggunakan model problem based learning berbantuan infografis interaktif tidak lebih baik daripada yang menggunakan model problem based learning tanpa infografis interaktif. Sedangkan jika ya0 ditolak, maka didefinisikan peningkatan literasi matematis siswa yang menggunakan model problem based learning berbantuan infografis interaktif lebih baik daripada yang menggunakan model problem based learning. Setelah menggunakan Independent Sample T-Test, dilanjutkan dengan uji pihak kanan yaitu Authe one-tailed probability can be ascertained by dividing the twotailed significance value by 2Ay, dengan kriteria pengujian sebagai berikut: Jika 2 nilai ycycnyci. Ou 0,05, maka ya0 diterima Jika nilai ycycnyci. < 0,05, maka ya0 ditolak Hasil rata-rata Independent Sample T-Test diinterpretasikan pada gambar 3. Gambar 3 Hasil Uji Dua Rata-rata Data N-Gain Menggunakan Independent Sample T-Test Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)A (Silviana. Nurjamil. Nurhayat. Berdasarkan gambar diperoleh bahwa nilai sig. -taile. sebesar 0,004, sehingga didapat 2 ycuycnycoycaycn ycycnyci. Oe ycycaycnycoyceyc. < 0,005 dengan perbandingan 0 < 0,05 maka ya0 ditolak dan ya1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan literasi matematis siswa yang menggunakan model problem based learning berbantuan infografis interaktif lebih baik daripada yang menggunakan model problem based learning. Tujuan yang kedua dilakukan perhitungan menggunakan pengkategorian. Berikut kategori Pretest Literasi Matematis Siswa. Tabel 3 Kategori Pretest Literasi Matematis Siswa Interval Kriteria Frekuensi Persentase ycU > 70 Tinggi 40 Ou ycU O 70 Sedang 34,29% ycU < 40 Rendah 65,71% Jumlah Setelah melakukan pengkategorian berdasarkan data pretest maka diperoleh interval seperti pada tabel 3. Dalam pengukuran literasi matematis melalui kegiatan pretest atau sebelum siswa diberikan treatment berupa penerapan model Problem Based Learning berbantuan Infografis Interaktif, diperoleh 23 siswa yang termasuk ke dalam kriteria rendah dengan presentase 65,71%, kemudian terdapat 12 siswa yang berada pada kriteria sedang dengan presentase 34,29% dan sebanyak 0 siswa berada pada kriteria tinggi dengan presentase 0%. Berdasarkan kriteria tersebut, literasi matematis siswa masih banyak yang berada pada kriteria rendah. Tabel 4 Kategori Posttest Literasi Matematis Siswa Interval Nilai Interpretasi Frekuensi Presentase (%) ycU > 70 Tinggi 40 Ou ycU O 70 Sedang Volume 9. Nomor 1. Mei 2026 ycU < 40 Rendah Jumlah Setelah melakukan pengkategorian berdasarkan data posttest maka diperoleh interval seperti pada tabel 4. Dalam pengukuran literasi matematis melalui kegiatan posttest atau setelah siswa diberikan treatment berupa penerapan model Problem Based Learning berbantuan Infografis Interaktif, diperoleh 0 siswa yang termasuk ke dalam kriteria rendah dengan presentase 0%, kemudian terdapat 14 siswa yang berada pada kriteria sedang dengan presentase 40% dan sebanyak 21 siswa berada pada kriteria tinggi dengan presentase 60%. Berdasarkan hasil tabel pretest dan posttest di atas, perbandingan antara frekuensi hasil pretest dan posttest dapat dilihat pada gambar sebagai berikut. Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Gambar 4 Histogram Frekuensi Hasil Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Berdasarkan gambar 4, jumlah frekuensi pada kelas eksperimen untuk kategori tinggi pada hasil pretest adalah 0, sementara itu pada posttest meningkat menjadi 21, hal itu menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kategori tinggi. Untuk kategori sedang, jumlah frekuensi pada pretest adalah 12 dan posttest adalah 14. Pada kategori rendah, jumlah frekuensi pada pretest adalah 23 namun pada posttest menjadi 0. Sedangkan pada kelas kontrol untuk kategori tinggi pada hasil pretest adalah 0, sementara itu pada posttest meningkat menjadi 13, untuk kategori sedang jumlah Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)A (Silviana. Nurjamil. Nurhayat. frekuensi pada pretest adalah 12 dan posttest adalah 22. Pada kategori rendah, jumlah frekuensi pada pretest adalah 23 namun pada posttest menjadi 0. Untuk perolehan nilai rata-rata posttest atau setelah siswa menerima treatment berdasarkan tabel yaitu 76,40 dan berada pada interval dengan kriteria tinggi. Maka literasi matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan Infografis Interaktif berada pada kategori tinggi. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, analisis data serta uji hipotesis, didapatkan simpulan sebagai berikut: Peningkatan literasi matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan infografis interaktif lebih baik daripada siswa yang menggunakan model Problem Based Learning tanpa berbantuan infografis Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji Independent Sample t-Test yang memperlihatkan bahwa rata-rata peningkatan N-Gain kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Uji LeveneAos menunjukkan nilai f = 0,161 dengan p = 0,689 (> 0,. , sehingga kedua kelompok diasumsikan memiliki varians yang Berdasarkan asumsi tersebut, hasil uji t memperoleh nilai t. = 2,956 dengan p = 0,004 (< 0,. Dengan demikian, terdapat perbedaan peningkatan literasi matematis yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, di mana kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih baik. Literasi matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan Infografis Interaktif berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 76,40. Persentase literasi matematis siswa terdiri dari 21 siswa termasuk kategori tinggi, 14 siswa kategori sedang, dan 0 kategori rendah. REFERENSI