Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Hubungan Disposisi Matematis dengan Kemampuan Pembuktian Matematika Correlation of Mathematical Dispositions and Mathematical Proof Ni Ketut Erawati Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IKIP PGRI Bali *Pos-el: erawati_niketut@yahoo. Abstrak. Penelitian korelasional ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara disposisi matematika dengan kemampuan pembuktian matematika mahasiswa khususnya pada mata kuliah analisis riil. Penelitian ini dilaksanakan di IKIP PGRI Bali pada tahun 2018 dengan sampel mahasiswa semester Va yang berjumlah 25 orang. Instrumen pengumpulan data adalah tes kemampuan pembuktian matematika yang merupakan salah satu capaian dalam pembelajaran analisis riil dan angket disposisi matematika. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan Spearman rank correlation. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi disposisi matematis terhadap kemampuan pembuktian mahasiswa sebesar 18,4%, namun berdasarkan uji statistik hubungan tersebut tidak signifikan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kemampuan pembuktian matematika mahasiswa tidak bergantung dengan disposisi matematis yang dimiliki. Kata-Kata kunci: hubungan, disposisi matematis, kemampuan pembuktian matematika Abstract. This study aims to describe the relationship between mathematical disposition and the mathematical proof of students, especially in real analysis subjects. This research was conducted at IKIP PGRI Bali in 2018 with 25 students in semester Va. The instrument of data collection is a test of mathematical proof which is one of the achievements in learning real analysis and mathematical disposition questionnaire. Data was analyzed with the Spearman rank correlation. The results of the analysis show that the contribution of mathematical disposition to the student's evidence ability is 18. 4%, but based on the statistical test the relationship is not The results of this study indicate that the ability to prove the mathematics of students does not depend on the mathematical dispositions they have but rather the mastery of the material being studied. Therefore understanding the concepts and doing mathematical proof exercise is the most important thing Key Words: relationship, mathematical disposition, proof ability, mathematical proof lebih tinggi. Pada mata kuliah ini mahasiswa tidak hanya menyelesaikan Oleh kemampuan pembuktian menjadi salah PENDAHULUAN Belajar matematika khususnya dalam belajar analisis riil . alah satu mata kuliah bagi mahasiswa matematik. adalah salah satu mata kuliah yang mematangkan pola berpikir logis dan meningkatkan kemampuan analisis. Mata kuliah analisis riil memuat tentang definisi, teorema dan aksioma yang menuntut kemampuan berpikir yang Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 Pembuktian menjadi dua bagian yaitu membuat bukti dan memvalidasi bukti. Membuat bukti adalah kemampuan menyusun menggunakan metode pembuktian dan menghubungkan setiap definisi ke dalam hal yang akan dibuktikan, sedangkan memvalidasi bukti adalah mengkritisi setiap langkah pembuktian yang sudah ada dengan menambahkan penjelasan yang lebih detail. Membuat ataupun memvalidasi bukti tidak cukup dengan menguasai metode-metode pembuktian yang ada tapi tentunya harus memahami materi yang akan Berdasarkan pengalaman sebagai pengajar dalam mata kuliah ini, sebagian besar mahasiswa merasa malas dan bosan dalam mempelajari materi Mereka mempelajari sebagian materi yang ditugaskan saja. Seharusnya sebagai mahasiswa matematika, mahasiswa harusnya menyenangi setiap mata kuliah yang diberikan yang berkaitan Berdasarkan pengalaman dalam mengevaluasi hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah analisis riil, kesulitan soal yang diberikan harus relatif diturunkan, karena melihat kemampuan mahasiswa mahasiswa dalam belajar. Hal ini mahasiswa matematika sekarang tidak benar-benar menyukai matematika? Berkaitan dengan kesenangan seseorang dengan matematika muncullah variabel disposisi matematis. Disposisi adalah kepercayaan atau seseorang untuk berperilaku . espons (Biber Kusmaryono. Sedangkan P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 sebagai keyakinan atau perilaku seseorang tentang matematika yang mengamati matematika sebagai sesuatu yang logis, berguna dan berharga (Biber dalam Kusmaryono, 2. Selanjutnya Katz . alam Mahmudi, 2016 memandang disposisi sebagai kecenderungan untuk berperilaku secara sadar . , teratur . , . mencapai tujuan tertentu. Lebih lanjut dalam konteks matematika disposisi matematis berkaitan dengan masalah matematis termasuk di berminat, dan berpikir fleksibel untuk mengeksplorasi berbagai alternatif penyelesaian masalah Disposisi dirangsang dari lingkungan belajarnya, misalnya oleh guru sebagai pengelola Guru harus membantu siswa memperluas pandangan mereka tentang matematika Ini akan meningkatkan disposisi matematika siswa, dan karena korelasi yang linier dan positif dengan prestasi akan meningkat juga (Saija. Namun memiliki disposisi matematis tidak cukup ditunjukkan hanya dengan menyenangi belajar matematika, untuk mengungkapkan disposisi matematis siswa, dapat dilakukan dengan membuat skala disposisi dan pengamatan. Skala pernyataanpernyataan masing-masing komponen Berdasarkan Carr . alam Widyasari, 2. , yaitu disposisi berbeda dengan pengetahuan dan Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 ketrampilan, tetapi disposisi dapat muncul dari hasil pengetahuan dan Carr juga menambahkan, bahwa siswa yang memahami sebuah konsep secara bermakna belum tentu memiliki perasaan nyaman ketika Jadi siswa yang memiliki kemampuan matematis tinggi belum tentu memiliki disposisi yang tinggi dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, pada penelitian ini diteliti hubungan matematika dengan disposisi matematis P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 telah mengikuti mata kuliah analisis Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan analisis korelasi yaitu Spearman rank correlation. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang dikumpulkan, dapat disajikan data hasil kemampuan (KP) matematis (DM) mahasiswa pada Tabel Nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa, jika dikaitkan dengan kriteria nilai berdasarkan perhitungan skor MI . aksimum idea. dan SDI . tandar deviasi idea. , menunjukkan rata-rata pembuktian dan rata-rata disposisi matematis mahasiswa tergolong baik. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk penelitian Guna memperoleh data yang mendukung hasil penelitian secara instrumen tes uraian yang berkaitan matematika khususnya pada mata kuliah analisis riil dan angket disposisi Tes kemampuan pembuktian terdiri dari 4 soal dengan skor maksimum 100 dan minimum nol. Sedangkan angket disposisi matematis terdiri dari 28 Rentang skor untuk masingmasing pernyataan adalah satu sampai Oleh karena itu skor maksimum disposisi mtematis adalah 112 dan skor minimum adalah 28. Angket disposisi matematis terdiri dari lima indikator, yaitu : kepercayaan diri, kegigihan dan ketekunan, berpikir terbuka, minat dan Penelitian dilaksanakan di IKIP PGRI Bali dengan subjek penelitian berjumlah 25 orang . ahasiswa yang Tabel 1 Statistik Deskriptif Maksimum Minimum Rata-rata 85,84 Selanjutnya jika dilihat persentase mahasiswa pada masing-masing kriteria untuk kemampuan pembuktian dan disposisi matematis disajikan pada Tabel 2 dan Tabel 3. Berdasarkan Tabel 2 dan Tabel 3 menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mempunyai disposisi matematis yang baik dan kemampuan pembuktian yang baik, sesuai dengan nilai rata-rata yang Namun persentase AubaikAy untuk kemampuan pembuktian lebih rendah dibanding disposisi matematis. Tabel 2 Kriteria Skor KP Rentang Skor Kriteria 75 O x < 100 58,3 O x < 75 Sangat baik Baik Banyak Mahasiswa (%) Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 41,67 O x < 25 O x < 41,67 0 O x < 25 Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Tabel 3 Kriteria Skor DM Rentang Skor Kriteria 91 O x < 112 77 O x < 91 63 O x < 77 49 O x < 63 28 O x < 49 Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 kontribusi disposisi matematis terhadap kemampuan pembuktian matematika seseorang, sebesar 18,4%, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Jika dibandingkan dengan interval 0 Ae 100%, maka angka 18,4% tergolong sangat rendah. Penggolongan tersebut juga terlihat dari nilai Sig yang menunjukkan nilai 0,380 > 0,05, yang berarti bahwa hubungan yang terjadi tidak signifikan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mandur . menunjukkan bahwa besar kontribusi kemampuan koneksi matematis terhadap prestasi belajar matematika siswa melalui disposisi matematis yaitu 19,36% dan ini Jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada penelitian ini hanya berbeda 0,96%, tetapi kesimpulan yang diberikan berbeda. Hal ini menunjukkan besarnya kontribusi tidak kontribusi yang diberikan signifikan, tergantung dari data masing-masing subjek dalam penelitian. Berdasarkan data yang dilihat kembali secara rinci pada penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 24% mahasiswa memiliki disposisi matematis yang sangat baik, namun tidak semuanya memiliki kemampuan pembuktian yang baik. Sebaliknya dari 20% mahasiswa yang memiliki kemmapuan pembuktian yang sangat baik, tidak semuanya memiliki disposisi yang sangat baik pula. Hasil serupa diperoleh dalam penelitian yang dilakukan oleh Salaminyah . , pada bahwa tidak ada hubungan antara disposisi matematis dan kemampuan problem solving. Penjelasan dari kesimpulan tersebut bahwa anak yang memiliki disposisi yang baik . Banyak Mahasiswa (%) Selanjutnya data dianalisis secara Sebelum dilanjutkan dengan uji hipotesis, terlebih dulu dilakukan uji Spearman yaitu data berdistribusi normal dan linieritas kedua variabel. Adapun menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Hasil normalitas sebaran data dilihat dari nilai Sig yang lebih dari 0,05. Sedangkan untuk uji linieritas menunjukkan nilai sig sebesar 0,625 lebih dari 0,05. Artinya bahwa ada hubungan yang linier antara disposisi matematis dan kemampuan pembuktian matematika. Uji prasyarat telah terpenuhi, maka dilanjutkan untuk melakukan analisis korelasi antara variabel disposisi matematis dan Analisis korelasi yang digunakan adalah Spearman rank correlation. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan antara disposisi pembuktian matematika sebesar 0,184. Nilai ini menunjukkan bahwa hubungan yang positif dan linier antara disposisi Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 tidak selalu memiliki kemampuan problem solving yang baik. Oleh karena itu disposisi matematis seseorang bukan faktor penentu utama kemampuan analisis seseorang dalam memecahkan masalah matematis. Hasil penelitian ini berbeda dengan teori yang telah diungkapkan dan dengan hasil penelitian lain, misalnya penelitian yang diperoleh Mahmudi . yang mengungkapkan bahwa kemampuan pemecahan masalah cenderung berasosiasi Perbedaannya terletak pada signifikansi hubungan yang ditunjukkan, tetapi masih sama-sama menunjukkan bahwa matematika seseorang. Selain itu kemampuan yang diukur dalam penelitian ini adalah kemampuan seseorang harus mampu mengingat definisi ataupun teorema suatu konsep pernyataan yang harus dibuktikan. Pembuktian dilakukan secara langsung, tetapi kadang perlu membuat suatu negasi atau ingkaran dari pernyataan yang ada sehingga dapat dibandingkan dengan definisi yang ada. Hal inilah yang bukanlah hal yang mudah dipahami dan mudah disenangi. Sehingga peranan disposisi matematis menjadi tidak Berbagai faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan pembuktian mahasiswa diantaranya pemahaman pembuktian, serta langkah dalam menuliskan bukti itu sendiri. Oleh karena itu memperbanyak latihan secara P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 mandiri adalah salah satu hal yang harus dilakukan. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa kontribusi disposisi matematis mahasiswa khususnya pada mata kuliah analisis rill sebesar 18,4%, namun berdasarkan uji statistik hubungan tersebut tidak signifikan. Data disposisi matematis yang diperoleh dengan angket pada penelitian ini, adalah disposisi matematis mahasiswa secara Seharusnya disposisi matematis seorang mahasiswa di program studi Pendidikan matematika tidak perlu diragukan lagi, karena mereka telah memilih kuliah yang tidak lepas dari matematika. Tetapi tidak demikian halnya terhadap kemampuan pembuktian matematika, karena kemampuan pembuktian tidak cukup hanya dengan menyenangi matematika saja, tetapi lebih pada menganalisis suatu pernyataan yang akan dibuktikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegemaran dalam bermatematika tidak serta merta pembuktian matematika menjadi baik, karena harus disertai dengan latihan dan daya pikir analisis. Berdasarkan hasil tersebut dapat disampaikan saran kepada mahasiswa matematika untuk lebih giat melatih kemampuan analisis, karena tidak hanya berperan dalam melakukan pembuktian menyelesaikan suatu masalah secara Kemampuan analisis dan pemecahan masalah ini dapat didukung oleh adanya Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 suasana kondusif dalam belajar dan kemauan individu untuk terus berlatih. P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Tersedia http://ejournal. d/index. php/jpkm/article/view/40 Saija. Louise. Analyzing the Mathematical Disposition and Its Correlation Mathematics Achievement of Senior High School Student. Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung. Vol. 1 No. September Tersedia di id/index. p/infinity/article/view/13/12 Salaminyah. Funun. Edy Yusmin. Asep Nursangaji. AuDisposisi Matematis Siswa Ditinjau dari Kemampuan Problem SolvingAy. Pontianak: Universitas Tanjungpura, 2015. Tersedia: http://jurnal. id/index. php/jpdpb/article/view/15706 Diakses pada 18 Desember 2017. Widyasari. Dahlan. ,Dewanto. Meningkatkan Kemampuan Disposisi Matematis Siswa Smp Melalui Pendekatan Metaphorical Thinking. Fibonacci. Jurnal Pendidikan Matematika Matematika. Vol. No. Tersedia https://jurnal. id/index. php/fb c/article/view/1652. DAFTAR RUJUKAN Kusmaryono. Suyitno,H. Dwijanto,D. , dan Dwidayati. The Effect of Mathematical Disposition on Mathematical Power Formation: Review of Dispositional Mental Functions. International Journal of Instruction . Vol. No. Tersedia https://doi. org/10. 29333/iji. Mahmudi. & Saputro. Analisis Pengaruh Disposisi Matematis. Kemampuan Berpikir Kreatif. Dan Persepsi Pada Kreativitas Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. Jurnal Mosharafa. Vol. 5 No. September 2016. Jurnal Pendidikan Matematika STKIP Garut. Tersedia di https://journal. id/index. php/mosharafa/article/view /mv5n3_3/0 Mandur. Sadra. Suparta. Kontribusi Kemampuan Koneksi. Kemampuan Representasi, dan Disposisi Matematis terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA Swasta Kabupaten Manggarai. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No.