PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 2 November 2024 . EFEKTIVITAS POSTER MAJALAH DINDING DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR GAYA DAN GERAK Hanif Luthfi Siregar1. Lidia Simanihuruk2 Universitas Negeri Medan. Indonesia Corresponding Author: hanifluthfisiregar@mhs. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode berbasis poster majalah dinding pada minat belajar IPA tema gaya dan gerak di kelas IV SD Negeri 060866 Medan Krakatau. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan evaluasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA, di mana 90% siswa menunjukkan ketertarikan terhadap media poster yang digunakan. Selain itu, minat belajar siswa yang positif berkontribusi pada hasil belajar yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media poster dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa dalam belajar IPA, sehingga diharapkan dapat diterapkan lebih luas dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Gaya dan Gerak. IPA. Minat Belajar. Poster ABSTRACT This research aims to implement the wall magazine poster-based method on science learning interest on the theme of force and motion in class IV SD Negeri 060866 Medan Krakatau. The research method used was qualitative with a descriptive approach. Data were collected through observations, interviews and student evaluations. The results showed that students' understanding had a positive effect on science learning outcomes, where 90% of students showed interest in the poster media used. In addition, students' positive learning interest contributed to good learning This study concludes that the use of poster media can increase students' interest and understanding in learning science, so it is expected to be applied more widely in the learning Keywords: Force and Motion. Science. Learning Interest. Poster PENDAHULUAN Minat memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan siswa dan mempunyai dampak yang besar terhadap sikap dan perilaku (Sari et al. , 2. Siswa yang berminat terhadap kegiatan belajar akan berusaha lebih keras dibandingkan siswa yang kurang berminat dengan belajar (Dewi et al. , 2. Minat sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar, karena apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat, siswa tidak akan belajar dengan baik sebab tidak menarik baginya. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dewasa ini belum mencapai hasil yang maksimal dan masih jauh dari apa yang diharapkan. Rendahnya mutu belajar IPA dapat diketahui dari hasil evaluasi belajar siswa. Dalam proses belajar, sikap berfungsi sebagai Audynamic forcesAy yang menggerakan orang untuk belajar, sedangkan minat berperan sebagai Aumotifating forcesAy 39 E-ISSN: 3026-6416 Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. yang mendorong siswa untuk belajar (Sari et al. , 2. Minat dalam diri seseorang memegang peranan yang sangat penting dalam berbagai hal,karena dengan adanya minat dalam diri anak, maka akan lebih bersemangat dalam melaksanakan sesuatu tanpa merasa ada suatu paksaan daripihak luar (Mehmory et al. , 2. Utami & Nurpatia, 2023 menyataka bahwa Auketerampilan proses yang perlu dilatih meliputi proses dasar misalnya mengamati, mengukur, mengklasifikasikan, mengenal hubngan ruang dan waktu, serta keterampilan proses terintegrasi misalnya merancang dan melakukan eksperimen yang harus merancang hipotesis, menentukan variabel, menyusun definisi operasional, menafsirkan data, menganalisis, dan mensintesis dataAy. Sikap tersebut dapat terbentuk apabila siswa melakukan percobaan secara langsung dengan metode yang menyenngkan dan tidak monoton. Selain itu pembelajaran IPA mencangkup seluruh materi yang berkaitan dengan objek alam serta persoalannya. Ruang lingkup IPA meliputi makhluk hidup, bumi dan alam semesta beserta proses dan sifatya, energi dan perubahannya (Aryana, n. Dari sekian banyak macam materi IPA yang dibelajarkan kepada siswa kelas IV, salah satu materi tersbut adalah materi gaya dan gerak (Sari et al. , 2. Materi ini sangat berkaitan erat dengan kegiatan sehari-hari siswa. mendefinisikan bahwa Augaya merupakan dorongan atau tarikan yang diberikan pada suatu bendaAy. Dimana tarikan dan dorongan yang diberikan memerlukan tenaga, tenaga yang dikeluarkan dapat dilihat melalui gerak (Rafik et al. , 2. Gerak adalah perpindahan posisi atau kedudukan suatu AuPembelajaran yang dilaksanakan di SD hendaknya terkait erat dengan kehidupan siswa sehari-hari, berhubungan dengan kehidupan nyata siswa, serta menjadikan lingkungan tempat tinggal siswa dan lingkungan sekolah sebagai salah satu sumber belajarAy. Oleh sebab itu, materi ini tidak bisa jika hanya diajarkan melalui sebuah teori saja, tetapi guru dituntut harus mampu menyampaikan pembelajaran dengan mengkorelasikan kegunaan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari siswa melalui bukti yang kongkrit (Halidjah, 2. hal tersebut dilaukan untuk menanamkan PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. pembelajaran yang bermakna bagi siswa dan menghindari adanya miskonsepsi (Riwahyudin, 2. Penelitian ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi minat belajar siswa pada pembelajaran IPA materi gaya dan gerak di kelas IV SDN 060866 dan mengimplementasikan metode untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Informasi yang diperoleh untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya minat belajar siswa pada pemelajaran IPA materi gaya dan gerak, sehingga peneliti dapat memikirkan solusi yang tepat mengenai metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mencegah rendahnya minat belajar siswa sehingga tidak akan terulang kembali. METODE Penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif tentang orang-orang dan perilaku yang diamati dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan. Sedangkan penelitian deskriptif bertujuan untuk memberikan informasi yang sistematis dan cermat tentang fakta yang sebenarnya. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis bertujuan untuk memberikan gambaran yang baik berupa kerangka teori, sumber data, dan kesimpulan yang diambil dari penelitian. penelitian yang diulas oleh penulis adalah studi lapangan, yaitu. penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi langsung dari responden. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan Tujuan dari pendekatan deskriptif adalah untuk menciptakan informasi yang sistematis, berdasarkan fakta yang akurat tentang fakta dan karakteristik suatu populasi atau wilayah tertentu. Bahan penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan evaluasi siswa. Subyek penelitian ini adalah Siswa kelas IV sebanyak 34 orang dimana 15 siswa laki laki dan 19 siswa perempuan dan Guru Wali kelas. Penelitian ini peneliti laksanakan disemester Kedua tahun pelajaran 2023/2024. Beberapa metode pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang diperlukan, yaitu: Metode observasi. Mengamati atau mempersepsi dapat diartikan sebagai PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. perhatian yang terfokus pada peristiwa, gejala atau sesuatu. Metode Wawancara Menurut Burhan Bungin, wawancara adalah Penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang kehidupan masyarakat dan sikapnya, merupakan alat terpenting dalam metode observasi. Metode dokumenter mencari informasi mengenai suatu permasalahan atau variabel dalam bentuk catatan, salinan, buku, surat kabar, majalah, tulisan, risalah rapat, agenda, dan lain-lain. Data dianalisis menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, yang mengacu pada proses seleksi yang berfokus pada penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data AumentahAy yang muncul dari catatan penulis di lapangan. Kemudian berikan informasinya. Pada tahap ini, semua informasi yang didapat dari lapangan selama operasi dicoba disatukan Data yang diambil dari data tersebut disederhanakan dengan cara Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Minat Siswa Belajar Gaya dan gerak Hasil minat belajar siswa kelas IV SDN 060866 dianalisis dari hasil observasi langsung dengan pengamatan saat proses pembelajaran berlangsung. Peneliti mengamati perilaku siswa dimana ada sebagian siswa yang merasa bosan pada saat guru menjelaskan materi karena guru hanya menggunakan metode konvensional saja tanpa menggunakan media atau ice breaking. Rasa bosan membuat siswa menjadi malas mendengarkan dan malah berbicara dengan teman sebangkunya, ada juga yang asyik mencoret-coret buku. Selain merasa bosan, sebagian besar siswa tidak mau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Pada saat guru menerangkan materi ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan guru. Bahkan ketika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai apa yang belum mereka pahami, tidak ada satu siswa pun yang mau Dari hasil pengamatan tersebut dapat diketahui bahwa minat belajar siswa PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. masih rendah, hal tersebut terbukti bahwa sedikit siswa yang menyukai IPA materi gaya dan gerak, rasa ingin tahu dan perhatian siswa mengenai IPA materi gaya dan gerak masih kurang dan rendah. Gambar 1. Kesulitan Siswa pada materi gaya dan gerak Memahami Konsep Mengaitkan dengan kehidupan sehari Mengklarifikasikan gaya dan Memberikan contoh Beberapa kesulitan yang dialami siswa saat mengikuti pembelajaran IPA materi gaya da gerak dapat dilihat pada Gambar 1. 1 pertama, yaitu sebanyak 30% siswa mengalami kesulitan dalam hal memahami konsep, kedua, 45% siswa mengalami ksulitan dalam hal mengklasifikasian gaya dan gerak, ketiga 10% siswa kesulitan dalam hal meberikan contoh gaya dan gerak, yang terakhir 15% siswa mengalami kesulitan dalam mengkaitkan konsep gaya dan gerak kedalam kehidupan sehari-hari. Angket minat belajar siswa yang diberikan setelah pembelajaran selesai. pengisian angket minat belajar siswa bertujuan untuk mengetahui perasaan senang, perhatian, ketertarikan siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Slameto . alam Nurhasanah & Sobandi, 2. menyatakan Auuntuk mengukur minat belajar siswa dapat dilihat dari 4 indikator yaitu ketertarikan untuk belajar, motivasi belajar, perhatian dalam belajar, dan pengetahuanAy. Angket minat menunjukkan bahwa minat belajar siswa kelas IV terhadap materi gaya dan gerak kurang . inat renda. diketahui bahwa presentase angket siswa dari sepuluh item pertanyaan yang dipertanyakan banyak siswa yang menjawab sangat setuju (SS) 23,53% setuju (S) 19,31% tidak setuju (TS) 24,31% dan PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. sangat tidak setuju (STS) 24,94%. Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa kelas IV SDN 060866 pada materi gaya dan gerak masih terbilang rendah. Tahap Penggunaan Tahap Penggunaan Penggunaan media pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi memiliki fungsi tersendiri sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif. Media pembelajaran bukan berfungsi sebagai alat hiburan, dengan demikian tidak diperkenalkan untuk menggunakannya hanya sekedar untuk permainan atau memancing perhatian siswa semata. Media pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan kualita proses belajar-mengajar. Pada umumnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran akan tahan lama mengendap sehingga kualitas pembelajaran memiliki nilai yang tinggi. Penggunaan media poster dalam pembelajaran dapat membantu peneliti dalam menjelaskan materi pembelajaran, dan diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah untuk mengingat materi yang diajarkan dengan berpartisipasi langsung dalam belajar mengajar seperti langsung melihat gambar secara nayata dimana gambar terebut dpenuhi dengan warna yang menarik. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran . Menentukan jenis media dengan tepat, sebaiknya guru harus memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pengajaran yang akan di ajarkan. Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat, artinya perlu diperhitungkan apakah penggunaan media tersebut sesuai dengan tingkat kematangan atau kemampuan peserta didik. Menyajikan media dengan tepat, artinya teknik dan metode penggunaan media dalam pengajajaran harus disesuaikan dengan tujuan, bahan, metode, waktu, dan sarana yang ada. Menetapkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat, artinya kapan dan situasi mana pada waktu mengajar media digunakan. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Dengan adanya prinsip-prinsip tersebut, maka guru akan lebih mudah didalam memilih media pembelajaran. Data uji coba lapangan terbatas diperoleh dari pengisian angket oleh siswa. Angket diberikan setelah penepatan media pembelajaran poster. Angket uji coba media digunakan untuk menegetahui respon atau tanggapan siswa terhadap media pembelajaran dengan menggunakan media poster pada materi gaya dan gerak kehidupan sehari-hari. Intrumen angket uji coba dibuat dalam bentuk pernyataan sejumlah 10 pernyataan. Jumlah siswa yang menjadi sampel penelitian adalah 34 orang siswa dan semuanya merupakan responden. Berdasarkan uji coba yang melibatkan responden berjumlah 34 orang, didapatkan data hasil uji coba terhadap media poster yang dikumpulkan didapatkan hasil uji coba terhadap pemaparan media. Dari 10 item pernyataan angket diperoleh persentase jawaban dengan kriteria Ya (Y) mencapai 90% persentase responden yang memberi jawaban tidak (T) sebesar v 10%. Dengan demikian apabila didistribusikan pada tabel 1. 1 sehingga tarik PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. kesimpulan bahwa peserta didik tertarik menggunakan media poster pada pembelajaran IPA dikelas IV tema 8 subtema 2. Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru kelas IV SDN 060866 mengenai kesulitan belajar IPA materi gaya dan gerak dan faktor faktor kesulitan belajar IPA materi gaya dan gerak adalah minat belajar siswa yang kurang, sarana belajar yang kurang, dan pemahaman guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang masih menyesuaikan dengan penerapan kurikulum Merdeka. Guru sudah memaksimalkan penggunaan buku guru dan buku siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan memberikan motivasi yang diharapkan dapat mendorong kemauan/minat siswa dalam belajar. SIMPULAN Pemahaman siswa berpengaruh langsung positif terhadap hasil belajar IPA siswa SDN 060866 Medan Krakatau. Pemahaman siswa yang positif dalam belajar akan menyebabkan hasil belajar yang baik. Minat belajar berpengaruh langsung positif terhadap hasil belajar IPA siswa SDN 060866 Medan Krakatau. Artinya minat belajar yang ada pada diri siswa akan menyebabkan hasil belajar yang baik. Berdasarkan hasil analisis angket uji coba produk pada siswa terhadap media poster pelestarian makhluk hidup diperoleh persentase keseluruhan siswa yang memberikan tanggapan ya (Y) yang tertarik terhadap media poster sebesar 90% , sedangkan siswa yang memberi tanggapan tidak (T) tertarik sebesar 10%. Dari hasil persentase maka dapat dikatakan kriteria Ausangat tertarikAy berdasarkan kriteria disetiap item peryataan yang tertera di angket. DAFTAR PUSTAKA