Motivasi Kerja sebagai Determinan Kinerja Karyawan pada Sektor Perbankan Syariah 1019 Muhammad Ali Aqsa Motivasi Kerja sebagai Determinan Kinerja Karyawan pada Sektor Perbankan Syariah MUHAMMAD ALI AQSA1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau HR. Soebrantas. Tuah Karya. Kec. Tampan. Kota Pekanbaru. Riau 28293 E-mail : muh. aliaqsa@lecturer. stieriau-akbar. Submit : 2025-08-25 Review : 2025-09-11 Publish : 2025-10-26 Abstract: This study aims to analyze the effect of work motivation on employee performance in the Islamic banking sector in Indonesia, with a case study at a Sharia People's Financing Bank (BPRS) in Pekanbaru. The research sample consisted of 37 people, taken using the census method. Data analysis used simple linear regression. The results of the partial t-test show that work motivation has a significant effect on employee performance at the BPRS . count = 4. 477 > t-table = 2. The magnitude of the effect of work motivation on employee performance is 36. 4% (RA = 0. Based on these findings, it is recommended that management strengthen the relationship between superiors and subordinates to create a harmonious work climate, considering that this aspect received the lowest response from The results of this study are expected to provide input for the development of more effective human resource management systems in Islamic financial institutions. Keywords: Work motivation. Performance Perkembangan perbankan syariah di Indonesia transformatif yang tidak hanya ditandai dengan pertumbuhan aset, tetapi juga pengelolaan sumber daya manusia dalam bingkai nilai Islami. Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) sebagai ujung menghadapi paradoks unik: di satu sisi dituntut menjalankan prinsip maqashid syariah . emaslahatan umu. dalam praktik bisnis, di sisi lain harus bersaing dalam pasar yang semakin kompetitif. Dalam konteks ini, efektivitas sistem motivasi kerja menjadi penentu kritis tidak hanya bagi kinerja individu, tetapi juga legitimasi sosial lembaga keuangan syariah. Secara teoretis, motivasi dalam perspektif Islam bersifat multidimensional, mencakup dimensi material . jr al-duny. , spiritual . jr al-akhira. , dan sosial . aslahah jama'a. Konsep amal shalih dalam bekerja menempatkan kinerja Jurnal Daya Saing (Vol. 9 No. 2 Juni 2. terintegrasi, di mana insentif finansial hanya salah satu dari banyak pendorong. Namun, realitas empiris menunjukkan adanya diskoneksi antara idealisme syariah dan praktik manajerial di banyak BPRS. Studi pendahuluan pada salah satu BPRS di Pekanbaru mengungkap gejala motivational gap yang sistemik: meskipun terjadi peningkatan signifikan dalam alokasi penghargaan dan tunjangan . eningkat 45,9% dalam lima tahu. , ternyata tidak linier. Dalam konteks perbankan syariah, motivasi kerja tidak hanya bersumber dari insentif material, tetapi juga terkait erat dengan nilai-nilai spiritual, makna kerja sebagai ibadah, dan kontribusi sosial. Meskipun demikian, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa peningkatan insentif finansial tidak peningkatan kinerja operasional. Data dari salah satu BPRS di wilayah Pekanbaru 2020Ae2024 bahwa meskipun perusahaan telah meningkatkan alokasi penghargaan dan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Motivasi Kerja sebagai Determinan Kinerja Karyawan pada Sektor Perbankan Syariah Muhammad Ali Aqsa tunjangan karyawanAidari Rp270,7 juta menjadi Rp395,1 juta untuk penghargaan masa bakti, serta variasi imbalan kerja antara Rp1,86 miliar hingga Rp2,09 miliarAikinerja menunjukkan konsistensi yang optimal. Tingkat ketidakhadiran karyawan masih berada pada kisaran 10,71% hingga 18,57%, sementara realisasi target pinjaman dan simpanan mengalami fluktuasi dengan pencapaian terendah sebesar 71,27% untuk simpanan pada tahun 2022. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara upaya motivasi yang diberikan dengan dampaknya terhadap Faktor-faktor seperti sistem imbalan yang belum dirasakan memadai, pengembangan karir, serta partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan diduga turut memengaruhi efektivitas Dalam manajemen sumber daya manusia syariah, penting untuk memastikan bahwa motivasi yang dibangun tidak hanya bersifat ekstrinsik, tetapi juga menyentuh aspek intrinsik dan spiritual sesuai dengan nilainilai syariah. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh motivasi kerjaAibaik dari aspek finansial maupun nonfinansialAiterhadap kinerja karyawan di sektor perbankan syariah, dengan studi kasus pada Bank Perkreditan Rakyat Syariah di Pekanbaru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara teoretis maupun praktis bagi pengembangan sistem motivasi yang holistik dan selaras dengan peningkatan kinerja organisasi secara Berdasarkan penelitian ini mengangkat judul: AuMotivasi Kerja Determinan Kinerja Karyawan pada Sektor Perbankan SyariahAy METODE Penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain Jurnal Daya Saing (Vol. 9 No. 2 Juni 2. Penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi motivasi kerja dan kinerja karyawan, sedangkan penelitian asosiatif digunakan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada Bank Syariah yang diteliti. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) di Pekanbaru. Riau, yang selanjutnya disebut sebagai AuBPRS XAy. Pemilihan pertimbangan bahwa BPRS tersebut memiliki karakteristik operasional yang representatif untuk mewakili fenomena motivasi dan kinerja dalam konteks perbankan syariah mikro di Indonesia. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek dan obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2018:. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan BPRS X yang berjumlah 37 orang. Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipergunakan sebagai sumber dari pendapat Arikunto . , apabila subjek penelitian kurang dari 100 Didalam penelitian ini teknik penentuan sampel yang digunakan adalah metode sensus atau sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagi sampel. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana (Sugiyono, 2018:. Mengingat jumlah populasi relatif kecil . urang dari . , teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus atau sampling jenuh, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel Dengan demikian, jumlah sampel adalah 37 karyawan. HASIL Deskripsi Responden Untuk memahami karakteristik responden dalam penelitian ini, dilakukan analisis berdasarkan variabel demografi utama. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Motivasi Kerja sebagai Determinan Kinerja Karyawan pada Sektor Perbankan Syariah 1021 Muhammad Ali Aqsa salah satunya adalah usia. Profil usia responden memberikan gambaran mengenai distribusi generasi dalam populasi karyawan yang diteliti, yang dapat mempengaruhi persepsi, motivasi, dan kinerja dalam konteks lingkungan kerja di sektor perbankan Hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 1 Responden berdasarkan Umur No. Umur (Tahu. Frekuensi Persentase (%) < 20 21 Ae 40 41 Ae 50 > 51 J umlah Sumber : Data Olahan Hasil Penelitian 2025 sama secara konsisten. Instrumen yang reliabel akan memberikan hasil pengukuran Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui yang stabil dan dapat dipercaya apabila bahwa mayoritas responden berada pada digunakan berulang kali pada objek yang rentang usia 21Ae40 tahun sebanyak 21 orang sama dalam kondisi yang relatif tidak . ,76%). Diikuti oleh kelompok usia 41Ae50 berubah (Sekaran & Bougie, 2. Dalam tahun sebanyak 11 orang . ,73%). penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan Sementara itu, responden di bawah 20 tahun dengan menggunakan koefisien CronbachAos berjumlah 4 orang . ,81%), dan hanya Alpha, yang mengukur konsistensi internal terdapat 1 orang responden . ,70%) yang antar butir pertanyaan dalam satu variabel. berusia di atas 51 tahun. Dengan demikian. Suatu variabel dinyatakan memenuhi syarat dapat disimpulkan bahwa sampel penelitian reliabilitas apabila nilai CronbachAos Alpha didominasi oleh karyawan dengan usia melebihi ambang batas minimal 0,60 produktif muda hingga menengah . Ae40 (Ghozali. Koefisien tahu. , yang secara umum merepresentasikan mencerminkan tingkat homogenitas antar mayoritas tenaga kerja pada lembaga item, di mana nilai yang lebih tinggi keuangan syariah yang diteliti. menunjukkan konsistensi yang lebih baik dan instrumen yang lebih handal untuk Uji Reliabilitas digunakan dalam pengumpulan data Reliabilitas merupakan indikator Hasil pengujian reliabilitas keterandalan . suatu instrumen angket adalah sebagai berikut : penelitian dalam mengukur konstruk yang Tabel 2 Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Motivasi Kerja (X) 0,745 Kinerja (Y) 0,652 Sumber : Data Olahan Hasil Penelitian 2025 Hasil uji reliabilitas yang disajikan pada Tabel 2 menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian telah memenuhi kriteria Jurnal Daya Saing (Vol. 9 No. 2 Juni 2. Nilai Reliabel 0,60 0,60 Keterangan Reliabel Reliabel reliabilitas dengan nilai CronbachAos Alpha melebihi batas minimal 0,60. Variabel motivasi kerja (X) mencapai koefisien sebesar 0,745, sedangkan variabel kinerja ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Motivasi Kerja sebagai Determinan Kinerja Karyawan pada Sektor Perbankan Syariah Muhammad Ali Aqsa (Y) memperoleh nilai 0,652. Nilainilai tersebut mengindikasikan bahwa konsistensi internal yang baik . ood internal consistenc. dan dapat dipercaya . untuk mengukur konstruk yang dimaksud. Dengan demikian, instrumen penelitian ini layak digunakan sebagai alat ukur dalam pengumpulan data, dan hasil yang diperoleh dapat diandalkan untuk analisis lebih lanjut. (Y), penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, serta memprediksi bentuk hubungan fungsional antara Hasil dari uji regresi akan memberikan gambaran mengenai kontribusi motivasi kerja dalam menjelaskan variasi kinerja karyawan pada konteks perbankan syariah yang diteliti. Selain itu, analisis ini juga menjadi dasar pengujian hipotesis Uji Regresi penelitian secara statistik. Hasil pengujian Untuk menguji pengaruh variabel regresi linier sederhanadapat dilihat pada motivasi kerja (X) terhadap kinerja karyawan tabel dibwah ini : Tabel 3 MODEL Uji Regresi Linier Serdehana Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Constan. Motivasi Dependent Variable: Kinerja Sumber : Data Olahan Hasil Penelitian, 2025 Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana yang disajikan pada Tabel 3, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 20,311 0,499X Interpretasi dari persamaan tersebut adalah sebagai berikut: Konstanta . = 20,311 menunjukkan bahwa jika nilai motivasi kerja (X) bernilai nol, maka tingkat kinerja (Y) sebesar 20,311. Koefisien . 0,499 menyatakan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada variabel motivasi kerja (X) akan diikuti oleh peningkatan kinerja karyawan (Y) sebesar 0,499 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap . eteris paribu. Nilai standardized coefficient (Bet. = 0,603 mengindikasikan bahwa Jurnal Daya Saing (Vol. 9 No. 2 Juni 2. SIG pengaruh yang kuat dan positif terhadap kinerja karyawan. Nilai (Sig. 0,000 untuk variabel motivasi kerja, yang lebih kecil dari tingkat alpha 0,05 ( = 5%), membuktikan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh statistik terhadap kinerja karyawan. Hal ini menguatkan penolakan terhadap hipotesis nol (HCA) dan alternatif (HC. Nilai t-hitung = 4,477 yang lebih besar dari t-tabel . engan df = n-2 = = 0,. semakin memperkuat variabel motivasi kerja terhadap kinerja adalah signifikan. Dengan demikian, dapat bahwa terdapat pengaruh ISSN: 2407-800X positif dan ISSN: 2541-4356 Motivasi Kerja sebagai Determinan Kinerja Karyawan pada Sektor Perbankan Syariah 1023 Muhammad Ali Aqsa signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada lembaga perbankan syariah yang diteliti. Temuan ini mendukung teori bahwa peningkatan motivasi kerja peningkatan kinerja karyawan PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis deskriptif, tanggapan responden terhadap variabel pernyataan yang paling dominan adalah AuGaji yang diberikan berdasarkan kebutuhan hidup karyawanAy dengan skor rata-rata 3,92 . ategori Setuj. Hal ini mengindikasikan bahwa aspek kompensasi finansial masih dipersepsikan sebagai pendorong utama motivasi kerja di lingkungan BPRS X. Namun, pernyataan AuHubungan antar atasan dengan bawahan terjalin dengan harmonisAy memperoleh skor terendah, yaitu 3,35 . ategori Cukup Setuj. Temuan ini mengisyaratkan bahwa dimensi relasional dan kepemimpinan dalam organisasi belum sepenuhnya optimal, sehingga berpotensi mempengaruhi iklim kerja dan motivasi intrinsik karyawan. Pada variabel kinerja, indikator dengan skor tertinggi adalah AuKetepatan waktu dalam melakukan pekerjaan menjadi prioritas para karyawanAy dengan nilai ratarata 4,05 . ategori Setuj. Hal ini mencerminkan bahwa budaya disiplin waktu telah menjadi norma yang diinternalisasi dengan baik oleh karyawan. Di sisi lain, indikator AuPengalaman membantu karyawan kerjaAy memperoleh skor terendah, yaitu 3,51 . ategori Setuj. Skor ini mengindikasikan bahwa proses rekrutmen dan penempatan sebelumnya, sehingga berdampak pada adaptasi dan produktivitas awal karyawan dalam memahami operasional perbankan Temuan penelitian ini mengonfirmasi bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja Jurnal Daya Saing (Vol. 9 No. 2 Juni 2. karyawan di BPRS X. Koefisien regresi sebesar 0,499 menunjukkan bahwa setiap peningkatan motivasi kerja akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja, meskipun belum mencapai dampak yang Hal mengindikasikan bahwa motivasi kerja berfungsi sebagai penggerak utama, namun masih terdapat faktor lain yang turut memengaruhi kinerja. Ditinjau dari hasil analisis deskriptif, motivasi kerja di BPRS X masih khususnya kompensasi finansial. Hal ini tercermin dari skor tertinggi pada pernyataan terkait gaji yang sesuai dengan kebutuhan hidup. Temuan ini selaras dengan teori kebutuhan dasar Maslow dan Herzberg, menempatkan kompensasi sebagai faktor ketidakpuasan kerja. Namun, rendahnya skor pada aspek hubungan atasan-bawahan menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan iklim kerja relasional belum optimal. Dalam konteks syariah, hubungan kerja . kepemimpinan yang partisipatif . seharusnya menjadi pilar penting dalam membangun motivasi yang berkelanjutan. Pada variabel kinerja, tingginya skor mencerminkan kedisiplinan dan tanggung jawab karyawan. Namun, rendahnya skor pada indikator pengalaman menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi yang Implikasinya, memperkuat sistem rekrutmen, pelatihan onboarding yang terstruktur agar karyawan dapat beradaptasi lebih cepat dengan kompleksitas operasional perbankan syariah. Hasil penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian empiris yang telah dilakukan di Indonesia pada konteks yang Studi oleh Nasir & Kurniawan . pada Bank Syariah di Jawa Timur ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Motivasi Kerja sebagai Determinan Kinerja Karyawan pada Sektor Perbankan Syariah Muhammad Ali Aqsa berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien determinasi sebesar 38,7%. Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa kompensasi finansial merupakan faktor motivasi yang paling interpersonal dalam organisasi masih perlu Ali. , & Al-Owaihan. Islamic work ethic: A critical Cross Cultural Management: An International Journal, 15. , 5Ae19. Demikian pula, penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Hakim . terhadap karyawan BPRS di Yogyakarta menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan, dengan nilai RA sebesar 0,351. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi kerja menjelaskan sekitar 35,1% variasi kinerja, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain seperti lingkungan kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi. Ary SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, variabel motivasi kerja (X) memperoleh skor rata-rata sebesar 3,92, sementara variabel kinerja karyawan (Y) mencapai skor rata-rata 4,05, keduanya berada dalam kategori Setuju. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap motivasi dan kinerja cenderung positif, dengan kinerja sedikit lebih tinggi daripada motivasi kerja. Secara statistik inferensial, hasil uji regresi linear sederhana mengonfirmasi bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan Y = 20,311 0,499X. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun tingkat motivasi kerja yang dirasakan cukup baik, peningkatannya tetap memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan dalam konteks organisasi yang DAFTAR RUJUKAN Abeng. Business ethics and Islamic ethics in the era of sustainable development. Journal of Business Ethics, 178. , 1Ae15. Jurnal Daya Saing (Vol. 9 No. 2 Juni 2. Arikunto. Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi Revis. Rineka Cipta. Sutrischastini. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai kantor sekretariat daerah Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Kajian Bisnis, 23. , 121Ae137. Chernyak-Hai. , & Rabenu. The relationships: Is social exchange theory still relevant? Industrial and Organizational Psychology, 11. , 456Ae481. Cropanzano. Anthony. Daniels. , & Hall. Social exchange theory: A critical review Academy Management Annals, 11. , 479Ae Fathoni. Islamic work ethics, spiritual leadership, and employee performance in Indonesian sharia Journal of Islamic Accounting and Business Research, 14. , 750Ae768. Ghozali, . Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali, . Aplikasi analisis multivariat dengan program IBM SPSS 25 . th ed. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hasibuan. Manajemen sumber daya manusia: Dasar dan kunci keberhasilan. CV. Haji Masagung. Ilma Yunasril. Pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan CV. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Motivasi Kerja sebagai Determinan Kinerja Karyawan pada Sektor Perbankan Syariah 1025 Muhammad Ali Aqsa Amifa Keluarga Lestari (AKL) Pekanbaru [Skrips. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau. kinerja karyawan BPRS di Yogyakarta. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 7. , 112-125. Pelatihan pengembangan untuk meningkatkan kinerja SDM. CV. Alfabeta. Sastrohadiwiryo. Manajemen tenaga kerja Indonesia (Cetakan Bumi Aksara. Kiki Cahaya Setiawan. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan level pelaksana di divisi PT. Pusri Palembang [Skrips. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. UIN Raden Fatah Palembang. Sekaran. , & Bougie. Research methods for business: A skillbuilding approach . th ed. Wiley. Kaswan. Manulang. Pengembangan Ghalia Indonesia. Moenir. Pendekatan manusiawi dan organisasi terhadap pembinaan Gunung Agung. Nasir, , & Kurniawan. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan bank syariah di Jawa Timur. Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 5. , 45-60. Priyatno. Buku 5 jam belajar olah data dengan SPSS 17. Andi Publisher. Priyatno. Cara kilat belajar analisis data dengan SPSS 25. Gava Media. Rabenu. , & Aharoni-Goldenberg. Understanding psychological contract in the era of Journal of Career Assessment, 30. , 345Ae364. Setyawati. Motivasi & kepuasan dalam kerja [Makalah Training. Fakultas Psikologi. Universitas Gadjah Mada. Siagian, . Organisasi Gunung Agung. Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Sugiyono. Pengantar metode (Jilid Cetakan Keduabela. Pradya Paramita. Sugiyono. Statistika Alfabeta. Sutrisno. Manajemen sumber daya manusia. Kencana. Winardi. Motivasi belajar. Sinar Baru. Wirawan. Evaluasi kinerja sumber daya manusia. Salemba Empat Robbins. , & Judge. Organizational behavior . th ed. Pearson Education. Rucky. Manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara. SaAoad, . Manajemen tenaga kerja (Edisi Revis. Sinar Baru. Sari. , & Hakim. Analisis pengaruh motivasi kerja terhadap Jurnal Daya Saing (Vol. 9 No. 2 Juni 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356