KAJIAN OPTIMASI POLA OPERASI DAERAH IRIGASI SAMBOJA EMMY TRISEA Pembimbing I : Dr. Ir. Habir. Pembimbing II : Yuswal Subhy. ST. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda INTISARI Bendungan Samboja terletak di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan timur. Bendungan Samboja dibangun tahun 1959 dan diperuntukkan untuk Derah Irigasi seluas 1. 167 Ha Kabupaten Kutai Kartanegara mengajukan izin pengambilan air Untuk kebutuhan air irigasi pada desa karya jaya, karna itu diperlukan analisa pengoperasian bendungan samboja dari sisi pola tanam, pola operasi bendungan. Kajian ini menganalisa pengoperasian bendungan untuk memungkinkan evaluasi pemberian ijin pengambilan air untuk kebutuhan irigasi dengan optimasi pola operasi waduk, pengoperasian selama kurun waktu 10 tahun dimulai pada Januari 2007 dan optimasi dilakukan dengan pemrograman non-linear. Dari hasil analisa diketahui bendungan samboja pada kondisi eksisting mampu digunakan untuk kebutuhan irigasi sebesar 367,7 ha. dengan rata-rata periode I 1,398 dan periode II 1,351. Setelah dilakukan optimasi maka bendungan samboja layak digunakan untuk pemberian air irigasi. Kata Kunci : kebutuhan air irigasi, optimasi pola operasi bendungan ABSTARACT Samboja dam is located in district of Kutai Kartanegara Regency Samboja in East Kalimantan. Samboja dam was built in 1959 and cater to the irrigation area of 1,167 Derah Ha Kukar applying for permits the taking of water for the needs of irrigation water in the village of karya jaya, because it required an analysis of the operation of the dam the cropping pattern of samboja, the pattern of the operation of the dam. This study analyzes the operation of dams to allow evaluation of the granting of permits the taking of water for irrigation needs with the optimization pattern of operation of reservoirs, operation over the past 10 years began in January 2007 and optimization is done with non-linear programming. From the results of the analysis are known to existing conditions at the samboja dam is able to be used for the irrigation needs of 367. 7 ha. with an average of period I and II periods 1. After the optimization is performed then the dam viable samboja used for awarding of the irrigation water. Keywords: irrigation water requirements, optimization of the operating pattern of dam PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain. Pemanfaatan air untuk berbagai kepentingan harus dilakukan secara kepentingan generasi sekarang maupun generasi mendatang (Effendi, 2. Samboja merupakan sebuah kecamatan yang terletak di wilayah pesisir kabupaten Kutai Kartanegara. Provinsi Kalimantan Timur. Indonesia. Kecamatan Samboja memiliki luas wilayah mencapai 1. 045,90 KmA yang di bagi dalam 19 kelurahan dan 4 desa. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk serta berkembangnya sosial dan ekonomi masyarakat, permintaan Guna mendukung pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat maupun untuk kebutuhan pertanian pemerintah telah melaksanakan berbagai program antara lain melalui program pembangunan Bendungan dan Waduk beserta fasilitasnya. Program pembangunan Bendungan dan Waduk diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air pertanian untuk masyarakat yang ada. Bendungan Samboja merupakan salah satu waduk yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur, dibangun pada tahun 1957 selesai tahun 1979 diperuntukan untuk air baku irigasi DI Samboja seluas 1. 167 Ha. Sehingga waduk adalah salah satu prasarana bidang sumber daya air yang sangat strategis dalam usaha pemenuhan kebutuhan air di Karna terbatasnya lahan dan waktu yang dibutuhkan dalam pembangunan satu waduk baru menjadi hambatan dalam usaha tersebut, strategi yang dapat dilakukan yaitu mengoptimalkan fungsi waduk tersebut dengan cara melakukan optimasi pola operasi Dalam upaya pengembalian fungsi secara optimal pada bendungan samboja untuk kebutuhan irigas Rumusan Masalah Berapa debit andalan pada Daerah Irigasi Samboja ? Berapa jumlah kebutuhan air pada pola tanam selama 1 tahun pada Daerah Irigasi Samboja ? Berapa volume tampungan untuk masing-masing jenis tahun pada Bendungan Samboja ? Batasa Masalah Sesuai dengan judul skripsi ini, maka penulis hanya membatasi pembahasan masalah tentang : Survey dan daerah yang di teliti adalah Bendungan Samboja Perhitungan debit/ketersediaan menggunakan pemodelan curah hujan limpasan . ainfall-runof. , berdasarkan data curah hujan. Analisa perkiraan ketersediaan air/debit bulanan DAS Serayu menggunakan metode F. Mock Kebutuhan air irigasi hanya menghitung pola tanam tidak menghitung jaringan Maksud dan Tujuan Maksud Penulisan Maksud dari penelitian ini antara lain adalah untuk mengetahui kebutuhan dan ketersediaan air irigasi Bendungan D. Samboja. Tujuan Penulisan Tujuan penelitian ini adalah untuk ketersediaan air irgasi pada Bendungan I Samboja Manfaat Penulisan diharapkan penelitian ini dapat dipergunakan sebagai acuan dalam mengevaluasi maupun melaksanakan kegiatan optimasi pola oprasi pada bendungan samboja. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Bendungan dan Waduk Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Bendungan disebutkan bahwa bendungan adalah bangunan yang berupa urukan tanah, urukan batu, beton, dan/atau pasangan batu yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan dan menampung limbah tambang . , atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk. Sedangkan waduk merupakan wadah buatan yang terbentuk sebagaiakibat dibangunnya bendungan. Bendungan D. I Samboja Kabupaten Kutai kartanegaramerupakan bendungan tipe urugan tanah homogen. Menurut Sosrodarsono . bendungan urugan adalah suatu bendungan yang dibangun dengan cara menimbunkan bahan-bahan seperti batu, krakal, kerikil, pasir dan tanah pada komposisi tertentu dengan fungsi sebagai pengempang atau pengangkat permukaan air yang terdapat di dalam waduk. Didasarkan pada ukuran butiran dari bahan timbunan yang digunakan, secara umum dapat dibedakan 2 . tipe bendungan urugan (Sosrodarsono ,1. Bendungan urugan batu . ock fill da. Bendungan urugan tanah . arth fill da. Selain kedua jenis tersebut, terdapat pula bendungan urugan campuran, yaitu terdiri dari timbunan batu di bagian hilirnya yang berfungsi sebagai penyangga, sedangkan di bagian udiknya terdiri dari timbunan tanah yang disamping berfungsi sebagai penyangga tambahan, terutama berfungsi sebagai tirai kedap air. Pengertian Irigasi Irigasi adalah penambahan kekurangan kadar air tanah secara buatan yakni dengan memberikan air secara sistematis pada tanah yang diolah, kebutuhan air irigasi untuk pertumbuan tergantung pada banyaknya atau tingkat pemakaian atau efisiensi jaringan irigasi yang ada. (Kartasaputra, 1991: . Irigasi adalah memyalurkan air yang perlu untuk pertumbuhan tanaman ke tanah yang diolah dan mendistribusikan tanaman ke tanah yang diolah dan mendistribusikannya secara sistematis. (Sosrodarsono dan Takeda, 2. Debit Andalan Dalam kajian ini debit andalan yang diambil sebagai debit inflow untuk masing-masing jenis tahun yaitu keandalan 35% untuk tahun basah, keandalan 50% untuk tahun normal dan keandalan 65% untuk tahun kering. Debit inflow perbulan diurutkan dari besar ke kecil, disandingkan dengan persentase kejadian weibull lalu diambil sesuai keandalan masing-masing jenis tahun. (Standar Perencanaan Irigasi KP-01, ycA ycE= ycU 100 ycA 1 Dimana: P = M = nomor urut N = jumlah data Evapotranspirasi Potensial Evapotraspirasi evapotranspirasi yang mungkin terjadi pada kondisi air yang tersedia berlebihan. Metode Mock menggunakan rumus empiris dari Penman untuk menghitung evapotranspirasi potensial. Menurut Penman, besarnya evapotranspirasi potensial diformulasikan sebagai berikut: yaycy = ya1 Oe ya2 ya3 Evapotranspirasi Aktual Evapotranspirasi dipengaruhi oleh proporsi permukaan luar yang tertutupi tumbuhan hijau . xposed surfas. yaycaycoycycycayco = yaycyyco Oe OIya yco OIya = yaycyyco ycu ( ) ycu . Oe yc. Dimana: Eaktual = evapotranspirasi aktual . OIE = evapotranspirasi terbatas . = jumlah hari hujan = presentase lahan yang tidah tertutup Water Surplus Water Surplus didefinisikan sebagai air hujan . yang telah mengalami evapotranspirasi dan mengisi tampungan tanah . oil storage (SS)). ycOycI = . cE1 Oe yayc. ycIycI Dalam metode Mock, tampungan kelembaban tanah dihitung sebagai berikut: ycIycAycI = yaycIycAycI . cE Oe yayc. Dimana : SMS soil moisture storage, tampungan kelembaban tanah, mm/bulan. ISMS = initial soil moisture storage, tampungan kelembaban tanah awal, yang merupakan soil moisture capacity (SMC) bulan sebelumnya. P Ae Ea = presipitasi yang telah Penyiapan Lahan Untuk perhitungan kebutuhan irigasi selama dikembangkan oleh Van de Goor dan Zijlsha . Metode tersebut didasarkan pada laju air konstan dalam lt/dt/ha selama periode penyiapan lahan dan menghasilkan rumus sebagai berikut : ycA . yce yco yaycI = yce ycoOe1 Dimana: m/h. M = kebutuhan air untuk mengganti kehilangan air akibat evaporasi dan perkolasi di sawah yang sudah dijenuhkan = bilangan napier . ,7. Volume Constraint Vmin O Vt OVmax Analisis Kebutuhan Air Irigasi Kebutuhan Air Bersih Di Sawah ycAyaycI = yaycNyca ycE ycOyaycI Oe ycIyce Dimana : NFR = Netto Field Water Requirement, kebutuhan air bersih di sawah . m/har. ETc = Evapotranspirasi Tanaman . m/har. = Perkolasi . m/har. WLR = Penggantian Lapisan Air = Curah Hujan Efektif . m/har. m/har. Kebutuhan Pengambilan Air yaycI = ycAyaycI yaya ycu 8,64 Dimana : = Kebutuhan Pengambilan Air . t/dt/har. 1/8,64 = Koefisien konversi satuan dari mm/hari ke lt/dt/hari = Efisiensi irigasi biasanya untuk primer adalan 65 % dan sekunder adalah 72 % dan tersier adalah 80 % Kebutuhan Air Irigasi. yaycI yaycI = yce Dimana : Kebutuhan Air Irigasi . m/har. Efisiensi saluran irigasi Analisa Fungsi Tujuan dan Fungsi Kendala . Berikut beberapa fungsi tujuan dan kendala yang biasa dipakai dalam optimasi Minimize Maximum Water Shortage . eminimalkan kekurangan air maksima. METODOLOGI PENELITIAN Secara administrasi Bendungan D. I Samboja terletak di Desa Karya Jaya Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara pada Sungai Serayu bagian hulu dan bermuara di Desa Tanjung Harapan. Populasi Dan Sample Dalam penelitian ini, fokus utama yang menjadi pembahasan adalah Bendungan D. I Samboja. Bendungan D. I Samboja sendiri memiliki volume tampung efektif sebesar 6. 20 juta m3. Bendungan D. Samboja mempunyai fungsi untuk peningkatan irigasi, yang mengairi areal persawahan seluas 1. Ha. Dalam studi ini, kita akan mengkaji optimasi pola oprasi pada Bendungan D. I Samboja. Data yang digunakan hanya data skunder yang telah di kumpulkan dalam penelitian ini ataupun hasil survey dari instansi lain, serta data penunjang lainya, antara Data curah hujan Data iklim Peta tata gunalahan 4 Metode Analisa Data A Pengumpulan Data Hidrologi Data Hujan Data hujan yang digunakan adalah data pencatatan hujan harian dari pos hujan Samboja yang berada disekitar daerah studi. Pos hujan ini mempunyai data hujan harian dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2016. Data hujan harian tersebut akan diolah menjadi debit di sungai lokasi Bendungan D. I Samboja. Koefisien hidrologi KoefisisenAekoefisien hidrologi yang dijadikan pendekatan dalam studi ini dilakukan dengan pengamatan kondisi DAS bendungan berdasarkan hasil kalibrasi dari DAS terdekat dan studi literatur yang ada. Fungsi Tujuan : Min Z = Smax Fungsi Kendala Mass Balance Vt 1-Vt Rt Et(Vt 1,V. = It Release Constraint Rt St - Ot = t TAD Srt = shortage where Srt O Smax Data iklim Data klimatologi pada daerah stud diambil dari stasiun pengamatan terdekat yaitu stasiun Bandara Sepinggan. Data klimatologi ini meliputi data temperatur, kecepatanangin, kecerahan . matahari, kelembaban nisbi, dan tekanan Data iklim digunakan untuk dengan waktu selama pengamatan iklim tersebut, selanjutnya dilakukan perhitungan rata-rata evapotranspirasi potensial (E. bulanan danharian. Data Evapotranspirasi (E. harian tersebut akan digunakan untuk menghitung debit selanjutnya, baik debit % bulanan ataupun debit harian dari data hujan yang ada. Selain itu data evapotranspirasi juga digunakan untuk menghitung kebutuhan air irigasi. Analisa Pembagian Tahun Basah. Tahun Normal dan Tahun Kering Pembagian jenis tahun dilakukan dengan cara mengurutkan rerata debit tahunan dari besar ke kecil lalu disandingkan dengan prosentase kejadian menurut rumus weibull, lalu diambil rentang prosentase 0-35% untuk tahun basah dan 35-65% untuk tahun normal dan 65-100% untuk tahun kering. Data topografi Peta topografi didapat dari Bakosurtanal dengan skala 1:25. 000 dalam bentuk digital. Dari peta topografi tersebut terdapat informasi ketinggian lahan . , bentuk jaringan sungai, batasan daerah aliran sungai (DAS), penggunaan lahan pada saat sekarang yang berupa tanaman sawah, hutan, perumahan, jalan dan lain-lain. Selain itu untuk menentukan Analisa Ketersediaan Air Perhitungan ketersediaan air pada kajian ini menggunakan metode pembangkitan debit dari data hujan menggunakan model rainfall-runoff dikarenakan tidak tersedianya data pengukuran debit di daerah studi. Pemilihan Pembagian jenis tahun debit inflow bendungan samboja Tahun Rangking Volume (MCM) m/n 1 0,790 0,091 0,980 0,182 2,028 0,273 2,047 0,364 2,804 0,455 2,804 0,545 2,804 0,636 2,804 0,727 2,804 0,818 3,576 0,909 Jenis Tahun 18% Kering Normal 82% Basah digunakan didasarkan kalibrasi data debit Analisa Debit Andalan dengan pembangkitan debit dari DAS terdekat Dalam kajian ini debit andalan yang diambil yaitu DAS Serayu, model yang akan akan sebagai debit inflow untuk masing-masing jenis tahun dikalibrasi dalam kajian ini adalah Model yaitu keandalan 35% untuk tahun basah, keandalan Rainfall-Runoff metode F. J Mock 50% untuk tahun normal dan keandalan 65% untuk Hasil perhitungan debit Bendungan D. I Samboja Metode F. Mock . 3/d. pada DTA tahun kering. Perhitungan Debit Andalan Untuk Masingmasing jenis tahun Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des Periode I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I Persentase Kejadian 1,458 1,182 1,314 1,773 1,504 1,190 1,106 1,184 2,028 1,493 1,799 1,549 1,723 1,969 0,745 0,678 0,882 0,795 0,814 0,956 3,576 2,804 2,529 1,827 0,790 1,120 1,314 1,773 1,504 1,190 1,060 1,040 1,998 1,493 1,799 1,483 1,723 1,969 0,485 0,678 0,647 0,539 0,499 0,604 2,462 2,804 2,529 1,519 0,769 1,120 1,314 1,773 1,504 1,190 1,060 1,040 1,987 1,493 1,799 1,483 1,723 1,969 0,485 0,678 0,647 0,539 0,499 0,604 2,462 2,804 2,529 1,519 0,769 1,120 1,314 1,773 1,504 1,190 1,060 1,040 1,987 1,493 1,799 1,483 1,723 1,969 0,485 0,678 0,647 0,539 0,499 0,604 2,462 2,804 2,529 1,519 0,769 1,120 1,277 1,745 1,493 1,182 1,060 1,040 1,987 1,490 1,796 1,483 1,723 1,968 0,485 0,678 0,647 0,539 0,499 0,604 2,462 2,804 2,529 1,519 0,769 1,050 0,897 1,054 0,641 0,780 1,053 1,035 1,987 1,417 1,626 1,481 1,296 1,714 0,485 0,653 0,647 0,539 0,499 0,604 2,462 2,378 1,837 1,519 0,675 0,980 0,856 0,819 0,528 0,661 0,773 0,954 1,979 1,300 1,011 0,812 0,806 0,952 0,335 0,392 0,516 0,418 0,469 0,581 2,047 1,451 1,202 0,881 0,645 0,726 0,730 0,715 0,493 0,564 0,739 0,654 1,432 1,159 1,011 0,621 0,469 0,464 0,148 0,086 0,222 0,161 0,323 0,360 1,156 0,897 0,722 0,857 0,477 0,454 0,241 0,481 0,400 0,318 0,597 0,450 0,633 0,438 0,551 0,475 0,390 0,314 0,059 0,065 0,151 0,119 0,061 0,131 0,272 0,230 0,172 0,126 0,187 0,161 0,159 0,190 0,081 0,063 0,054 0,042 0,269 0,257 0,353 0,166 0,067 0,041 0,015 0,020 0,005 0,025 0,059 0,032 0,214 0,130 0,133 0,074 Tahun kering 0,769 1,120 1,314 1,773 1,504 1,190 1,060 1,040 1,987 1,493 1,799 1,483 1,723 1,969 0,485 0,678 0,647 0,539 0,499 0,604 2,462 2,804 2,529 1,519 Tahun Normal 0,769 1,085 1,087 1,399 1,067 0,981 1,056 1,037 1,987 1,453 1,711 1,482 1,510 1,841 0,485 0,666 0,647 0,539 0,499 0,604 2,462 2,591 2,183 1,519 Tahun Basah 0,670 2,590 1,657 1,484 0,745 1,280 0,988 2,861 5,459 2,190 1,015 2,022 2,946 4,051 1,518 2,333 2,379 2,051 1,399 1,980 7,708 4,971 4,250 1,030 D ebit Inflow Kebutuhan Air Baku Irigasi Perhitungan kebutuhan air baku pada Daerah Irigasi (D. I) Samboja didasarkan pola tata tanam Padi-PadiPalawija (Jagun. yang biasa dipakaai oleh petani di D. I Samboja. Uraian Satuan Sep Okt Nov 1 Pola Tata Tanam Des Jan Feb Mar PADI PADI mm/hr mm/hr mm/hr mm/hr mm/hr mm/hr 1,02 1,05 0,96 1,01 3,84 3,88 4,23 1,50 5,73 0,95 1,02 1,05 1,01 3,84 3,87 4,23 1,50 5,73 mm/hr mm/hr 0,95 1,02 0,99 3,52 3,47 3,88 1,50 5,38 11,31 0,25 2,83 0,95 0,95 3,52 3,35 3,88 1,50 5,38 11,31 0,25 2,83 1,10 1,10 3,20 3,52 3,52 1,50 5,02 11,10 0,25 2,77 1,10 1,10 1,10 3,20 3,52 3,52 1,50 5,02 11,10 0,25 2,77 1,05 1,10 1,10 1,08 2,89 3,13 3,17 1,50 4,67 1,05 1,05 1,10 1,07 2,89 3,08 3,17 1,50 4,67 mm/hr mm/hr l/dt/ha l/dt/ha 1,00 5,37 0,00 1,00 0,00 5,37 0,62 0,65 0,96 0,75 3,73 0,00 1,00 0,00 6,56 0,76 0,65 1,17 0,25 1,21 0,00 0,50 0,00 4,04 0,47 0,65 0,72 0,25 1,26 1,27 0,50 0,63 3,40 0,39 0,65 0,60 Jun Jul Agu PADI 0,75 4,59 0,27 1,00 0,27 7,10 0,82 0,65 1,26 0,95 1,05 1,05 1,02 3,02 3,07 3,32 1,50 4,82 0,95 0,95 1,05 0,98 3,02 2,97 3,32 1,50 4,82 0,95 0,95 0,95 3,58 3,40 3,93 1,50 5,43 0,95 0,95 3,58 3,40 3,93 1,50 5,43 11,34 0,25 2,84 3,30 0,00 3,63 1,50 5,13 11,16 0,25 2,79 1,10 1,10 3,30 3,63 3,63 1,50 5,13 11,16 0,25 2,79 1,00 5,38 0,00 1,00 0,00 5,38 0,62 0,65 0,96 Mei PALAWIJA mm/hr mm/hr 2 Koefisien Tanaman . 3 Rerata Koefisien Tanaman 4 Evapotranspirasi Potensial (ET. 5 Kebutuhan Air bagi Tanaman (ET) 6 Evaporasi bebas (E. 7 Perkolasi (P) 8 Kebutuhan air pengganti (M) 9 Keb. Air untuk Penyiapan Lahan (P. 10 Ratio penyiapan Lahan 11 Keb. Air untuk Penyiapan Lahan dengan Ratio 12 Penggantian Lapisan Genangan (WLR) WLR1 WLR2 WLR3 Rerata WLR 13 Ratio Luas Tanaman 14 Kebutuhan Air (ET P WLR) 15 Curah Hujan Effektif (R. 16 Ratio Luas Hujan Effektif (Total Rati. 17 Curah Hujan Effektif dengan Ratio 18 Kebutuhan Air Netto di Sawah (NFR) 19 Kebutuhan Air Netto di Sawah dalam lt/dt/ha 20 Effisiensi Irigasi . 21 Kebutuhan air irigasi Apr 1,00 5,73 0,56 1,00 0,56 5,17 0,60 0,65 0,92 1,10 1,10 1,10 3,29 3,62 3,62 1,50 5,12 11,15 0,25 2,79 1,00 6,78 0,49 1,00 0,49 6,29 0,73 0,65 1,12 1,05 1,10 1,10 1,08 3,29 3,57 3,62 1,50 5,12 1,00 5,67 1,41 1,00 1,41 4,26 0,49 0,65 0,76 1,05 1,05 1,10 1,07 3,36 3,59 3,70 1,50 5,20 0,75 3,67 1,63 0,75 1,23 2,45 0,28 0,65 0,44 0,25 1,22 0,88 0,50 0,44 3,62 0,42 0,65 0,64 0,00 0,00 3,35 0,25 0,84 1,95 0,23 0,65 0,35 0,25 1,28 1,63 0,50 0,81 3,26 0,38 0,65 0,58 0,75 4,67 2,10 1,00 2,10 5,35 0,62 0,65 0,95 0,95 0,95 1,05 0,98 2,80 2,75 3,08 1,50 4,58 0,95 0,95 0,95 2,80 2,66 3,08 1,50 4,58 0,50 0,95 0,73 3,08 2,24 3,39 1,50 4,89 1,00 5,35 0,44 1,00 0,44 4,91 0,57 0,65 0,87 0,75 3,12 0,58 0,75 0,44 2,68 0,31 0,65 0,48 0,50 1,87 0,00 0,50 0,00 1,87 0,22 0,65 0,33 0,59 0,50 0,55 3,08 1,68 3,39 1,50 4,89 0,96 0,59 0,50 0,68 3,65 2,49 4,02 1,50 5,52 1,05 0,96 0,59 0,87 3,65 3,16 4,02 1,50 5,52 0,75 2,39 0,26 0,75 0,20 2,19 0,25 0,65 0,39 1,00 3,99 0,00 1,00 0,00 3,99 0,46 0,65 0,71 1,00 4,66 0,00 1,00 0,00 4,66 0,54 0,65 0,83 1,00 5,57 3,31 1,00 3,31 2,26 0,26 0,65 0,40 0,95 1,05 1,05 1,02 3,36 3,42 3,70 1,50 5,20 1,00 6,17 1,96 1,00 1,96 4,21 0,49 0,65 0,75 1,00 7,29 3,82 1,00 3,82 3,47 0,40 0,65 0,62 1,00 6,02 1,70 1,00 1,70 4,31 0,50 0,65 0,77 Perhitungan Rencana Operasi Tahunan Bendungan (ROTW) / Rule Curve Bendungan D. Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember rata-rata Dalam pembuatan rencana operasi tahunan dilakukan optimasi untuk mendapatkan kurva operasi yang Langka-langkah optimasi dalam pembuatan rencana operasi tahunan tersebut sebagai berikut : Pola Tanam No. Keterangan 1 Tampungan Awal 2 Elevasi Muka Air 3 Luas Permukaan 4 Inflow 5 Inflow 6 Evaporasi 7 Kebutuhan Irigasi Per Ha 8 Irigasi 9 Domestik 10 Pemeliharaan Sungai 11 Total Demand 12 Total Release 13 Tampungan Akhir I 14 Spill 15 Shortage 16 Tampungan Akhir I Muka air Bendungan akhir periode lebih besar atau sama dengan awal periode Muka air Bendungan awal diambil setinggi Normal Water Level (NWL) untuk tahun basah. A tampungan Bendungan untuk tahun normal dan A tampungan Bendungan untuk tahun kering Optimasi dilakukan dengan meminimalkan Total Square Water Shortage harapan diketahui pola operasi yang optimum dengan kebutuhan air yang ada. PALAWIJA PL PL PL PL MT II MT I PL PL PL PL MT I Periode Jan I Jan I Feb I Feb II Mar I Mar II Apr I Apr II Mei I Mei I Jun I Jun II Jul I Jul I Ags I Ags II Sep I Sep II Okt I Okt I Nov I Nov I Des I Des I Jumlah Hari 15 16 15 13 15 16 15 15 15 16 15 15 15 16 15 16 15 15 15 16 15 15 15 16 Satuan (Juta m. 3,5727 4,03 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,76357 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,763574 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,7253 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 . 10,5 10,82 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,3 11,27 11,3 11,3 11,3 11,3 (Juta m. 1,4134 1,48 1,5788 1,5788 1,5788 1,5788 1,57884 1,5788 1,5788 1,5788 1,5788 1,578838 1,5788 1,5788 1,5788 1,5788 1,5788 1,5788 1,5788 1,5727 1,5788 1,5788 1,5788 1,5788 . 3/d. 0,7689 1,0852 1,0873 1,3995 1,0671 0,9809 1,05642 1,0373 1,9866 1,4534 1,7112 1,481889 1,5097 1,8412 0,4846 0,6659 0,6473 0,5388 0,499 0,6036 2,4622 2,5911 2,1831 1,5191 (Juta m. 0,9965 1,5002 1,4092 1,5719 1,383 1,3559 1,36912 1,3444 2,5746 2,0092 2,2177 1,920528 1,9565 2,5453 0,628 0,9205 0,8389 0,6983 0,6467 0,8345 3,1909 3,3581 2,8293 2,1001 (Juta m. 0,070 0,079 0,093 0,081 0,086 0,092 0,086 0,086 0,088 0,093 0,073 0,073 0,080 0,086 0,095 0,101 0,100 0,100 0,092 0,098 0,083 0,083 0,075 0,080 . t/dt/h. 0,958 0,956 1,167 0,719 0,604 1,263 0,920 1,120 0,758 0,402 0,436 0,644 0,348 0,580 0,952 0,749 0,617 0,768 0,874 0,477 0,333 0,390 0,711 0,830 (Juta m. 0,36 0,20 0,21 0,27 0,17 0,29 0,45 0,36 0,29 0,39 0,42 0,23 0,16 0,20 0,34 0,42 0,46 0,46 0,56 0,37 0,29 0,60 0,44 0,57 (Juta m. 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (Juta m. 0,0648 0,0691 0,0648 0,0562 0,0648 0,0691 0,0648 0,0648 0,0648 0,0691 0,0648 0,0648 0,0648 0,0691 0,0648 0,0691 0,0648 0,0648 0,0648 0,0691 0,0648 0,0648 0,0648 0,0691 (Juta m. 0,4261 0,2734 0,2725 0,3223 0,2304 0,3637 0,51857 0,4216 0,3587 0,4595 0,4814 0,292069 0,2233 0,2673 0,4036 0,4911 0,5213 0,5202 0,6209 0,4346 0,3528 0,6669 0,5031 0,6385 (Juta m. 0,4688 0,5012 0,3437 0,3375 0,2887 0,4159 0,65672 0,565 0,5903 0,5424 0,4743 0,313801 0,2233 0,2818 0,4036 0,4911 0,5213 0,5202 0,5932 0,4098 0,3461 0,659 0,4706 0,6091 (Juta m. 4,030 4,950 5,736 5,917 5,772 5,612 5,390 5,457 6,660 6,137 6,434 6,297 6,416 6,941 4,893 5,092 4,981 4,842 4,725 5,052 7,525 7,379 7,047 6,174 (Juta m. 0,000 0,187 0,972 1,154 1,008 0,848 0,627 0,694 1,897 1,373 1,671 1,534 1,653 2,178 0,129 0,328 0,218 0,078 0,000 0,289 2,761 2,616 2,283 1,411 (Juta m. 0,043 0,228 0,071 0,015 0,058 0,052 0,138 0,143 0,232 0,083 -0,007 0,022 0,000 0,015 0,000 0,000 0,000 0,000 -0,028 -0,025 -0,007 -0,008 -0,032 -0,029 (Juta m. 4,03 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,76357 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,763574 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,7253 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 4,7636 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Berdasarkan dari hasil kajian dan analisa yang dilakukan pada Bendungan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Adapun hasil dari perhitungan debit andalan berdasarkan jenis tahun dari bendungan D. Samboja yaitu sebagai berikut: - Tahun Kering Q35 rata-rata 0,769 1,314 1,504 1,060 1,987 1,799 1,723 0,485 0,647 0,499 2,462 2,529 1,398 1,120 1,773 1,190 1,040 1,493 1,483 1,969 0,678 0,539 0,604 2,804 1,519 1,351 Tahun Normal Q50 hasil perhitungan volume tampungan selanjutnya terdapat pada tabel berikut : Periode . 3/d. Periode . 3/d. 0,769 1,087 1,067 1,056 1,987 1,711 1,510 0,485 0,647 0,499 2,462 2,183 1,289 1,085 1,399 0,981 1,037 1,453 1,482 1,841 0,666 0,539 0,604 2,591 1,519 1,266 Tahun Basah Q65 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember rata-rata Periode . 3/d. 0,670 1,657 0,745 0,988 5,459 1,015 2,946 1,518 2,379 1,399 7,708 4,250 2,561 2,590 1,484 1,280 2,861 2,190 2,022 4,051 2,333 2,051 1,980 4,971 1,030 2,404 Dari hasil perhitungan kebutuhan air irigasi pada pola tanam selama 1 tahun dapat disimpulkan sebagai berikut : Tabel 5. 1 kebutuhan air irigasi pada pola tanam Bulan Kebutuhan air irigasi . /dt/h. Januari 0,76 0,40 0,44 0,64 Maret 0,35 0,58 April 0,95 0,75 Mei 0,62 0,77 Juni 0,87 0,48 Juli 0,33 0,39 Agustus 0,71 0,83 September 0,96 0,96 Oktober 1,17 0,72 Nopember 0,60 1,26 Desember 0,92 1,12 Dari hasil perhitungan volume tampung akhir pada bendungan D. I samboja adalah sebagai Volume tampung akhir pada tahun kering ( ambang bawah tahun norma. Volume tampung akhir pada tahun normal tampungan akhir . uta m. Januari 4,03004 4,76357 4,76357 4,76357 Maret 4,76357 4,76357 April 4,76357 4,76357 Mei 4,76357 4,76357 4,76357 Juni 4,76357 Juli 4,76357 4,76357 Agustus 4,76357 4,76357 September 4,76357 4,76357 Oktober 4,76357 4,76357 Nopember 4,76357 4,76357 Desember 4,76357 4,76357 - Volume tampung akhir pada tahun basah Januari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember tampungan akhir . uta m. 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 4,76357 Saran