Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 HUBUNGAN FREKUENSI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Hermawati1. Rini Widarti2 Prodi D3 Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Aisyiyah Surakarta1 Prodi D4 Fisioterapi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Aisyiyah Surakarta2 hf@gmail. riniwidarti@aiska-university. ABSTRAK Latar Belakang: Hemodialisis (HD) adalah salah satu pilihan terapi pada pasien dengan Gagal Ginjal Kronik (GGK). Terapi ini tentunya akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seperti aspek fisiologis, psikologis dan sosial ekonomi. Pasien GGK yang menjalani hemodialisa seringkali mengalami malnutrisi, inflamasi dan penurunan pada kualitas hidup sehingga memiliki morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi dibanding populasi normal. Frekuensi hemodialisa setiap pasien berbedabeda, ada frekuensi 2x dan 3x seminggu, lamanya hemodialisa ini berperan penting dalam mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan: untuk mengetahui hubungan frekuensi hemodialisa dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan desain analitik korelati. Teknik pengambilang menggunakan consecutive sampling, dengan jumlah sampel 40 yaitu pasien hemodialisa di Klinik Hemodialisa PMI Surakarta pada bulan Maret Ae Mei 2022. Analisa data menggunakan uji fisherAos dan uji SomersAod. Hasil: Hasil penelitian menggambarkan distribusi kualitas hidup pasien hemodialisis didominasi dengan kualitas hidup kurang baik, jumlah responden terbanyak laki-laki dengan tingkat pendidikan responden yang terbanyak pada penelitian ini yaitu SMA. Analisis bivariat diperoleh nilai p=0,781, hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara frekuensi hemodialisis dengan kualitas hidup. Saran: Hasil penelitian ini bisa menjadi dasar bahwa bagi tenaga-tenaga kesehatan baik di institusi Kesehatan dan pusat pelayanan kesehatan. Kata Kunci : Frekuensi_hemodialisa. pasien_GGK. Kualitas_Hidup ABSTRACT Background: Hemodialysis (HD) is one of the treatment options in patients with Chronic Renal Failure (CKD). Therapy will certainly affect various aspects of life such as physiological, psychological and socio-economic aspects. CKD patients undergoing hemodialysis often experience malnutrition, inflammation and a decrease in quality of life so that they have higher morbidity and mortality than the normal population. The frequency of hemodialysis for each patient is different, there is a frequency of 2x and 3x a week, the duration of hemodialysis plays an important role in influencing the quality of life. Objective: to determine the relationship between hemodialysis frequency and quality of life in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. Methods: The study used a cross-sectional approach with a correlational analytical design. The sampling technique used consecutive sampling, with a sample size of 40, namely hemodialysis patients at the PMI Surakarta Hemodialysis Clinic in March - May Data analysis used the Fisher's test and the Somers'd test. Results: The results of the study describe the distribution of the quality of life of hemodialysis patients dominated by poor quality of life, the largest number of male respondents with the highest level of education of respondents in this study, namely high school. Bivariate analysis obtained a p value = 0. 781, this indicates that there is no relationship between the frequency of hemodialysis and quality of life. Suggestion: Nurses and other health workers can pay attention to things that can affect the quality of life of CKD patients undergoing Keywords: Frequency_ hemodialysis. CKD_ patients. Quality of Life | 55 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Gagal ginjal yang paling sering digunakan, di antara masalah kesehatan di seluruh dunia yang berdampak pada masalah medik, ekonomi dan sosial yang sangat besar bagi pasien dan keluarganya, baik di negara-negara maju maupun di negara- negara berkembang. Menurut survey evaluasi kesehatan dan gizi nasional tahun 2010 di Amerika Serikat, diantaranya mengidap penyakit gagal ginjal Insiden dan prevalensi gagal ginjal kronik semakin meningkat sekitar 8 persen setiap tahunnya di Amerika Serikat. seluruh dunia tahun 2005 terdapat 1,1 juta orang menjalani dialisis, dan tahun 2010 lebih dari 2 juta orang menjalani dialysis (Saktini, 2. tingkat penderita penyakit ginjal kronik Perhimpunan Amerika Serikat dan Eropa 46%-98% menjalankan terapi hemodialisis, meskipun memberikan kontribusi yang efektif untuk memperpanjang hidup pasien, namun angka morbiditas dan mortalitasnya masih cukup tinggi, hanya 32%- 33% pasien yang menjalani terapi hemodialisis bisa bertahan pada tahun kelima (Mahesvara, et. Hemodialisa merupakan suatu proses yang digunakan pada pasien dalam keadaan sakit akut, misalnya pada pasien yang memerlukan terapi dialisis jangka pendek . eberapa hari sampai beberapa mingg. atau dapat digunakan dalam keadaan sakit Indonesia termasuk negara dengan pasien dengan gagal ginjal kronik di Survei Nefrologi Indonesia (Pernefr. menunjukan bahwa telah terjadi penurunan fungsi ginjal dengan proteinuria persisten atau penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR) pada 12,5% atau 30 juta orang dari total 240 juta rakyat Indonesia. Sedangkan 433 per 1 juta penduduk pasien PGK berlanjut menjadi End Stage Renal Disease (ESRD) (Saktini, 2. Salah satu terapi terhadap penderita GGK adalah dialisis, salah satunya yaitu Hemodialisa adalah terapi kronis, yaitu pada pasien dengan gagal ginjal kronis yang memerlukan terapi jangka panjang atau permanen (Inayati. Pasien GGK malnutrisi, inflamasi dan penurunan pada morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi dibanding populasi normal (Saktini , 2. Hemodialisa selama 10-15 jam per minggu. Namun waktu yang dibutuhkan terlalu lama, sehingga hemodialisis sering dilakukan selama 4-5 jam dengan frekuensi 2 kali | 56 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 seminggu pada interval 2 hari diantara hidup dari WHO (The Word Health Lama menjalani hemodialisis Organization Quality of Life/WHOQoL) berperan penting dalam mempengaruhi mulai berkembang sejak tahun 1991. kualitas hidup. Hasil penelitian Napitu Instrumen ini terdiri dari 26 item pertanyaan . didapatkan bahwa 50% responden yang meliputi 4 domain, yaitu. Domain yang belum lama menjalani hemodialisis kesehatan fisik, . Domain psikologi, memiliki kualitas hidup buruk 62,5%. Domain hubungan sosial, . Domain Penelitian mendapatkan bahwa lama pasien Kualitas hidup penting untuk menjalani hemodialisa memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa. Pasien yang belum berhubungan erat dengan morbiditas dan lama menjalani hemodialisa memiliki 2,6 mortalitas (Suwanti, 2. kali beresiko terhadap hidupnya kurang METODE PENELITIAN Kualitas Penelitian individu dalam kemampuan, keterbatasan, penelitian kuantitatif yang menggunakan gejala serta sifat psikososial hidupnya pendekatan cross-sectional dengan desain dalam konteks budaya dan sistem nilai analitik korelatif. Semua responden yang untuk menjalankan peran dan fungsinya memenuhi kriteria inklusi akan dilakukan (Saktini, 2. Pengukuran kualitas hidup dan kualitas hidup. Kriteria inklusi terdiri fungsional dan pernyataan subjektif tentang dari pasien dengan frekuensi hemodialisa keadaan pasien. Kualitas hidup dapat diukur dengan instrumen WHOQL. SF-36. berkomunikasi dengan baik. Mengidap Pada instrumen SF-36 yang dinilai adalah penyakit kanker, sepsis. AIDS. Analisa data dalam penelitian ini kesehatan psikologis, tingkat independen, menggunakan analisa univariat dan analisa hubungan sosial, lingkungan dan spiritual Analisis univariat dilakukan (Saktini, 2. Aspek atau domain yang akan dinilai responden sedangkan Analisa bivariat dalam kualitas hidup menurut WHOQoL dilakukan secara studi analitik mengenai fisik, psikologis, hubungan sosial frekuensi hemodialisa dengan kualitas dan lingkungan. Model konsep kualitas GGK | 57 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 hemodialisa menggunakan uji fisherAos dan frekuensi karakteristik responden untuk uji SomersAod. analisis ini: usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, penghasilan keluarga. HASIL PENELITIAN Analisa Univariat Tabel berikut menunjukkan distribusi aktifivas, depresi. Tabel 1. Karakteristik Demografi Responden yang Menjalani Hemodialisis Variabel Frekuensi . Persentase Usia 21-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun 51-60 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan SMP SMA Diploma Sarjana (S. Tingkat Aktivitas Ringan Sedang Berat Penghasilan Keluarga > 1 juta < 1 juta Dukungan Sosial Baik Tidak baik Riwayat Penyakit Tidak Medikasi Tidak Kebiasaan Merokok Tidak Depresi Ringan | 58 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Sedang Berat Jumlah Berdasarkan . ,5%), karakteristik demografi di atas, diketahui didominasi dukungan tidak baik dari bahwa menjelaskan bahwa didapatkan hasil keluarga sebanyak 30 responden . %), 22 karakteristik responden berdasarkan jenis . %) responden tidak memiliki riwayat laki-laki penyakit dan medikasi sebelumnya, 22 %), didominasi SMA sebanyak 20 repsonden merokok, 25 . ,5%) memiliki aktivitas . %), sedang serta 26 . %) memiliki depresi responden berusia 51- 60 tahun . %). Penghasilan < 1 juta sebanyak 23 responden Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Hemodialisa PMI . Frekuensi Hemodialisa (%) 2x seminggu 3x seminggu Jumlah Berdasarkan tabel 2, menunjukkan responden yaitu 3x seminggu. Table 3. Distribusi Frekuensi Kualitas Hidup Responden yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Hemodialisa PMI . Kualitas Hidup (%) Baik Kurang Baik Jumlah Berdasarkan table 3, menunjukkan menjalani hemodialisa yaitu kurang baik sebanyak 30 . %) responden. frekuensi kualitas hidup responden yang | 59 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Analisa Bivariat SomersAod. yang dapat dilihat pada tabel di Uji korelasi statistik menggunakan uji bawah ini. Tabel 4. Hubungan Frekuensi Hemodialisa dengan Kualitas Hidup Responden yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Hemodialisa PMI . Frekuensi Hemodialisa Baik (%) Kurang Baik (%) Total 2x seminggu 3x seminggu Jumlah SomersAod p 0,042 0,781 Data dari tabel 4, menunjukkan hemodialisa dengan frekuensi 3x seminggu. menunjukkan bahwa frekuensi kualitas Sedangkan kualitas hidup baik pada pasien hemodialisa yaitu kurang baik sebanyak 30 frekuensi 2x seminggu. Tabel 5. Analisis Perbedaan Frekuensi Hemodialisa dengan Kualitas HidupResponden yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Hemodialisa PMI . Kualitas Hidup Frekuensi Hemodialisa 2x seminggu 3x seminggu Jumlah Baik (%) Berdasarkan Tabel 5, didapatkan Kurang Baik (%) Total FisherAos p 0,009 0,732 PEMBAHASAN hubungan antara frekuensi hemodialisis dan Karakteristik Responden kualitas hidup dianalisis menggunakan uji Berdasarkan fisherAos dan ditemukan nilai p= 0,732 yang berarti tidak terdapat perbedaan antara responden yang berjenis kelamin laki-laki frekuensi hemodialisa dengan kualitas lebih banyak dibandingkan hidup pasien yanh menjalani hemodialisa. kelamin perempuan. Hasil ini didukung data tabel 1, karakteristik yang berjenis jumlah penderita Gagal Ginjal Kronik | 60 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 (GGK) yang menjalani hemodialisa di dari perannya sebagai individu itu sendiri. Klinik Hemodialisa PMI Surakarta. Tingkat keluarga, di tempat kerja, maupun dalam pendidikan responden didominasi oleh kelompok- kelompok sosial mereka. Ketika pendidikan SMA. Jumlah dan persentase seorang yang dewasa mengalami sakit usia 51-60 tahun lebih mendominasi. Kisaran usia tersebut menunjukkan bahwa sehingga individu dewasa beresiko untuk seseorang sudah dewasa dalam menentukan menjadi tidak patuh dan menyebabkan suatu hal, karena di usia tersebut seseorang rendahnya kemandirian terhadap self care cenderung memikirkan dampak akibat (Napitu, 2. Tabel karakteristik untuk penghasilan menentukan suatu keputusan (Putri, 2. didominasi penghasilan < 1 juta. Semua Hasil penelitian tersebut sesuai dengan teori responden pada penelitian ini mempunyai Luthfia . yang mengatakan umur dukungan sosial tidak baik dari keluarga. Rata- rata responden memiliki riwayat mempengaruhi seseorang untuk berperilaku penyakit sebagai faktor pencetus penurunan termasuk dalam memutuskan sesuatu untuk dirinya sendiri. mendapatkan medikasi lebih dominan. Hal Responden Sedangkan responden memiliki kebiasaan Pranandri . yang menjelaskan bahwa usia 15-64 tahun merupakan usia seseorang responden yang tidak memiliki kebiasaan yang sangat produktif secara ekonomis, dan Tingkat mampu berperan dalam kehidupannya baik dalam keluarga maupun masyarakat dalam menghasilkan suatu yang berguna bagi mengalami aktivitas berat. Responden yang dirinya dan bagi orang lain . eluarga dan mengalami depresi ringan lebih banyak, masyaraka. dan pada akhirnya mengalami diikuti dengan responden dengan depresi gangguan pada dirinya terhadap peran ringan dan tidak ada responden yang tersebut karena dipengaruhi oleh penyakit mengalami depresi berat. tertentu khususnya penyakit gagal ginjal Karakteristik Responden Berdasarkan kronik dengan terapi hemodialisa. Frekuensi Hemodialisa Usia Tidak Hemodialisa salah satu terapi jangka merupakan seseorang yang aktif dengan panjang yang diberikan pada pasien dengan memiliki fungsi peran yang banyak, mulai GGK. Frekuensi | 61 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 penderita GGK tidak sama, frekuensi menjadi orang yang tergantung dengan alat hemodialisa hanya beberapa hari atau atau terapi untuk kelangsungan hidupnya. minggu saja, hal ini dilakukan sampai ginjal Perubahan fisik seperti perubahan warna kulit, adanya penurunan kekuatan Hemodialisa dilakukan 2-3 x per minggu fisik, gangguan pencernaan seperti mual, dengan lamanya kisaran waktu yaitu 3 muntah, diet yang harus dijalani serta sampai 5 jam. Hal ini tergantung pada dialysis yang digunakan dan keadaan umum Keluhan sakit kepala, hipotensi, dan Tujuan dilakukannya hemodialisis yaitu untuk mengeliminasi sisa-sisa produk menjelaskan bahwa di Indonesia frekuensi metabolisme atau protein dan sebagai hemodialisa dilakukan 2 kali seminggu koreksi gangguan keseimbangan cairan dan Terapi dialisis ini juga dapat selama 5 jam. Selain itu frekuensi yang bisa menyebabkan komplikasi, seperti pada dijalani juga status gizi (Nababan, 2. Malnutrisi, seminggu dengan lama dialisis 4 jam. Pramesti . dapat dilakukan 3 kali Menurut Smeltzer dan Bare . , gangguan yang dialami oleh pasien GGK. frekuensi dialisis yang dilakukan kepada Kondisi ini akan menyebabkan terjadinya pasien GGK yang menjalani hemodialisa yaitu tergantung pada banyaknya fungsi berakibat pada morbiditas dan mortalitas ginjal yang tersisa. Program dialysis ini yang lebih berhasil jika penderita kembali menjalani tinggi dibanding populasi hidup normal, penderita kembali menjalani Frekuensi konsumsi nutrisi yang normal, normalnya termasuk terapi penyembuhan, sifatnya nilai eritrosit atau berada pada batas yang hanya sementara karena meruapakan toleransi, fungsi hemodinamik normal, dan salah satu cara untuk mempertahankan atau tidak terdapat kerusakan sistem saraf yang meningkatkan kualitas hidup penderita. Hal sifatnya progresif. ini tentunya dapat menimbulkan berbagai Karakteristik Responden Berdasarkan Distribusi Kualitas Hidup diantaranya fisik, psikologis, intelektual. Hasil sosial dan spiritual bagi penderita. Banyak perubahan-perubaan yang akan dialami, hemodialisis di Klinik Hemodialisa PMI salah satunya fungsi dari orang mandiri Surakarta yang didominasi dengan kualitas | 62 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Kualitas Kualitas merupakan persepsi individu terhadap merupakan persepsi individu terhadap konteks budaya dan sistem nilai dimana konteks budaya dan sistem nilai dimana individu tersebut hidup, dan hubungan individu tersebut hidup, dan hubungan terhadap tujuan, harapan, standar dan terhadap tujuan, harapan, standar dan keinginan (World Health Organization, keinginan (World Health Organization, 2. , banyaknya responden yang memiliki 2. , banyaknya responden yang memiliki kualitas hidup yang tidak baik tentunya kualitas hidup yang tidak baik tentunya karakteristik responden Hubungan karakteristik responden. Frekuensi Hemodialisa dengan Kualitas Hidup Hasil Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah responden laki-laki lebih banyak Perbedaan gaya hidup laki- laki dan hemodialisis di Klinik Hemodialisa PMI perempuan tentunya berbeda, dimana laki- Surakarta yang didominasi dengan kualitas laki yang suka merokok dan minum kopi, umumnya juga responden laki- laki diawali merupakan persepsi individu terhadap oleh penyakit hipertensi dan stroke, yang mana penyakit tersebut bisa disebabkan konteks budaya dan sistem nilai dimana karena merokok dan konsumsi kafein individu tersebut hidup, dan hubungan (Napitu, 2. Namun secara statistik terhadap tujuan, harapan, dalam penelitian ini tidak ada hubungan keinginan (World Health Organization, antara jenis kelamin dengan kualitas hidup. , banyaknya responden yang memiliki Laki- kualitas hidup yang tidak baik tentunya kemauan yang sama untuk sembuh dalam mengatasi masalah kesehatannya. Dalam Kualitas karakteristik responden. Hasil penelitian menggambarkan distribusi kualitas hidup mengatasi perubahan yang terjadi, dan pasien hemodialisis di Klinik Hemodialisa situasi yang mengancam dirinya, faktor PMI Surakarta yang didominasi dengan utama yang diperlukan adalah cara yang kualitas hidup kurang baik. Pada penelitian digunakan oleh individu itu sendiri. diketahui bahwa usia responden didominasi Setiap orang memiliki koping yang | 63 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 sama dalam mengelola penyakitnya. Setiap pengobatan yang lebuh baik. Tingkat menjalankan kehidupan seperti biasanya. pendidikan sangat menentukan kemampuan Beberapa mekanisme digunakan setiap pasien untuk memahami tentang kondisi orang sebagai bentuk untuk mengatasi Individu yang memiliki perubahan yang dihadapi atau beban yang tingkat pendidikan rendah akan mengalami diterima tubuh. Apabila mekanisme koping beradaptasi terhadap perubahan atau beban penanganan penyakit dibandingkan dengan tersebut (Putri, 2. individu yang memiliki tingkat pendidikan Kejadian GGK di Amerika Serikat lebih tinggi. Kemampuan pasien yang baik menunjukkan terbanyak pada laki-laki tersebut akan meningkatkan pengenalan . ,0%) dibanding perempuan . %). Hal pasien terhadap faktor yang mempengaruhi ini berhubungan dengan meningkatnya kesehatannya dan efek jangka panjang diabetes, merokok, paparan zat toksik, (Maheswara, 2. alkohol dan gaya hidup yang kurang Hal ini sesuai dengan penelitian Brian diperhatikan pada laki-laki. Laki-laki lebih . alam Saktini, 2. terhadap 57 subjek di berisiko mengalami GGK dibandingkan Amerika yang menunjukkan kejadian PGK Hal ini disebabkan perempuan terbanyak pada laki-laki . ,0%) dibanding perempuan . %). Hal ini berhubungan menghambat pembentukan sitokin untuk kejadian hipertensi, diabetes, merokok, berlebihan menyerap tulang, sehingga paparan zat toksik, alkohol dan gaya hidup kadar kalsium seimbang. Kalsium memiliki yang kurang diperhatikan pada laki-laki. Hasil analisis bivariat menunjukkan oksalat yang dapat membentuk batu ginjal, bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi batu ginjal sebagai salah satu penyebab terjadinya PGK (Saktini, 2. Tingkat pendidikan responden yang p=0,781, terbanyak pada penelitian ini yaitu SMA. hubungan antara frekuensi hemodialisis Pasien yang memiliki tingkat pendidikan dengan kualitas hidup. Hasil penelitian ini yang tinggi memiliki kemampuan self care sejalan dengan penelitian yang dilakukan | 64 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 oleh Inayati . , bahwa kualitas hidup memberikan dukungan. pasien yang menjalani hemodialisis tidak KESIMPULAN Salah satu disebabkan karena Penelitian ini mendapatkan hasil adanya adaptasi pasien terhadap terapi hemodialisa yang dijalani baik bersifat frekuensi hemodialisa yaitu 3x seminggu psikologis maupun fisik. dengan kualitas hidup kurang baik. Tabel di Banyaknya Responden rata-rata atas menunjukkan bahwa frekuensi kualitas dihadapi penderita penyakit gagal ginjal hemodialisa yaitu kurang baik sebanyak 30 mempengaruhi kualitas hidup klien dan . %) hemodialisa dengan frekuensi 3x seminggu. mempengaruhi kualitas hidup penderita Sedangkan kualitas hidup baik pada pasien Faktor frekuensi 2x seminggu. transplantasi, terapi eritropoietin, dukungan sosial-keluarga, dan pandangan positif SARAN