Ngabdimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNIVERSITAS MADURA p-ISSN 2808-3555, e-ISSN 2808-2907 Integrasi Nilai dan Kompetensi: Workshop Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Tsanawiyah Parhaini Andriani1*. Habibi Ratu Perwira Negara2. Baiq Rofina3 Universitas Islam Negeri Mataram Article history Received : 02-05-2025 Revised : 13-06-2025 Accepted : 12-09-2025 * parhaini. andriani@uinmataram. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta, serta terampil dalam mengembangkan modul ajar berbasis kedua pendekatan tersebut. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop partisipatif bagi 72 guru dari dua madrasah mitra di Lombok Barat dan Kota Mataram pada Juni-Agustus 2025. Keunikan workshop terletak pada konsistensi antara materi dan metode penyampaian, dimana fasilitator secara langsung memodelkan penerapan kedua pendekatan tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata pretes-postes dari 63 menjadi 80 dan sebagian besar peserta mampu merancang modul ajarnya dengan baik. Workshop ini berhasil membangun paradigma pendidikan yang mengintegrasikan kecakapan kognitif dengan pembentukan karakter dalam suasana Temuan merekomendasikan pentingnya pendekatan modeling dalam pelatihan guru untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik pendidikan. Kata Kunci: pembelajaran mendalam, kurulum berbasis cinta, madrasah tsanawiyah, workshop guru, pembelajaran berbasis Abstract This community service program aims to enhance teachers' understanding of deep learning and Compassion-integrated curriculum, as well as their skills in developing teaching modules based on these two approaches. The program was conducted through participatory workshops for 72 teachers from two partner madrasas in West Lombok and Mataram City from June to August The uniqueness of the workshop lies in the consistency between the content and delivery methods, where facilitators directly modeled the application of both approaches. Evaluation results showed an increase in the average pre-test to post-test scores from 63 to 80, and most participants were able to design their teaching modules effectively. This workshop successfully established an educational paradigm that integrates cognitive skills with character building in a humanizing learning These findings recommend the importance of a modeling approach in teacher training to bridge the gap between educational theory and practice. Keyword: deep learning, compassion-integrated curriculum. Islamic junior high school, teacher training workshop, experiential learning A 2025 Some rights reserved A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Parhaini Andriani, dkk. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 1-8 PENDAHULUAN Madrasah Tsanawiyah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kompetensi dasar peserta didik di tingkat Sebagai lembaga pendidikan Islam, madrasah diharapkan mampu menyeimbangkan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penanaman nilai-nilai spiritual serta moral. Namun realitasnya problem utama pendidikan madrasah terletak pada kesenjangan antara proses pembelajaran yang teacher-centered dan kurikulum yang bersifat tekstual-normatif, yang menghambat berkembangnya pemikiran kritis dan internalisasi nilai agama kontekstual. Fakta ini tentunya harus disadari sebagai ancaman eksistensial terhadap relevansi output pendidikan madrasah. Oleh karena itu diperlukan perubahan paradigma pendidikan yang mampu menjawab kompleksitas abad 21 yang ditandai dengan transformasi digital dan era disrupsi di berbagai bidang. Pada aspek kebijakan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasme. telah mendorong paradigma baru pembelajaran mendalam . eep learnin. yang dituangkan dalam Permendidasmen No. 13 Tahun 2025. Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Pendekatan ini bukan merupakan kurikulum tersendiri, melainkan sebuah strategi pedagogik yang menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi . igher order thinking skill. , konektivitas antar konsep, dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Pembelajaran mendalam sebagaimana dikembangkan oleh Fullan & Langworthy dalam kerangka New Pedagogies for Deep Learning. pengembangan 6 Kompetensi Utama . C): Critical Thinking. Creativity. Communication. Collaboration. Character, dan Citizenship. Kerangka ini telah diadopsi secara global, termasuk dalam jaringan Deep Learning Global Partnerships yang melibatkan ratusan sekolah di berbagai negara. Hasilnya, sekolah-sekolah yang menerapkan pendekatan ini melaporkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa dan kemampuan mereka untuk mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Lebih jauh, revolusi Kecerdasan Buatan (AI) dan teknologi generatif seperti ChatGPT justru membuat Pembelajaran Mendalam semakin relevan. Dengan adanya AI, pendidikan harus beralih dari standardisasi menuju pengembangan kreativitas, kewirausahaan, dan kompetensi yang unik pada manusia yang tidak dapat ditiru oleh mesin. Sementara itu. Kementerian Agama RI mengembangkan inisiatif Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai bagian dari reformasi pendidikan madrasah yang lebih humanis dan Kebijakan ini dituangkan dalam Keputusan Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta. Kurikulum Berbasis Cinta adalah sebuah menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. Kurikulum ini bertujuan untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan. Kurikulum Cinta menempatkan kasih sayang, penghargaan terhadap kemanusiaan, dan spiritualitas sebagai inti dari seluruh proses pendidikan. Kemenag berlandaskan cinta bukanlah pendidikan yang lembut tanpa arah, melainkan pendidikan yang emosional, dan spiritual untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia. Nilai-nilai cinta diwujudkan dalam desain kurikulum. Parhaini Andriani, dkk. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 1-8 proses pembelajaran, dan interaksi sosial di lingkungan madrasah. Kebijakan dan inisiatif dari kedua instansi pemerintah tersebut menunjukkan adanya arah yang jelas dalam transformasi pendidikan nasional menuju pembelajaran yang berimbang antara nilai dan kompetensi. Sinergi antara kebijakan Kemendikdasmen metodologi dan Kemenag di bidang nilai inilah yang menciptakan kondisi ideal pembelajaran di madrasah, yaitu menghasilkan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berakhlak mulia. Oleh karena itu, pelaksanaan workshop pembelajaran mendalam . eep learnin. dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah Tsanawiyah menjadi langkah strategis dan relevan untuk mendukung kebijakan pemerintah Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman guru tentang pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta, serta terampil dalam mengembangkan modul ajar berbasis kedua pendekatan tersebut. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan dapat memperkuat kompetensinya merefleksikan pembelajaran yang berlandaskan cinta, nilai kemanusiaan, serta pemahaman konseptual yang mendalam. Mendalam. Sesi 2: Kurikulum Cinta. Integrasi AI dalam perencanaan pembelajaran. Gambar 1. Kegiatan Workshop di MTsN 1 Lombok Barat Gambar 1. Kegiatan Workshop di MTs Nurul QurAoan Mataram METODE PELAKSANAAN Fasilitator dalam kegiatan workshop ini menerapkan pembelajaran mendalam secara langsung sebagai pendekatan pembelajaran dan memanfaatkan AI selama penyampaian materi. Seluruh peserta dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan prinsip berkesadaran, bermakna dan menyenangkan dalam pembelajaran bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk AuWorkshop Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta di MadrasahAy. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di MTsN 1 Lombok Barat pada tanggal 25Ae26 Juni 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 53 guru . ebagaimana pada Gambar . , serta di MTs Nurul QurAoan Mataram pada tanggal 9 Agustus 2025 yang diikuti oleh 19 guru. Fasilitator workshop adalah tim dosen Tadris Matematika UIN Mataram. Materi workhop dibagi menjadi 3 sesi, yaitu: . Sesi 1: Pembelajaran Parhaini Andriani, dkk. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 1-8 Gambar 3. Bentuk brainstorming diberikan saat workshop Gambar 4. Tugas studi kasus Penerapan prinsip berkesadaran dilakukan fasilitator dengan berbagai cara agar memastikan peserta workshop merasa siap, nyaman dan fokus dalam belajar. Fasilitator memulai materi dengan memberikan pretest dan pada awal kegiatan workshop untuk mengetahui kemampuan awal peserta. Pretes diberikan dengan menggukan Google Form dan linknya diperoleh dengan memindai QR-Code yang Selanjutnya kegiatan Sesi 1 dimulai dengan memberikan brainstorming dalam https//w. com, sebagaimana pada Gambar 3. Fasilitator mengarahkan seluruh peserta untuk memiliki kesadaran terhadap proses berpikirnya dengan memberikan tugas studi kasus tentang modul ajar surface learning vs deep learning . ebagaimana pada Gambar . Selain itu, materi disampaikan secara interaktif sehingga proses tanya jawab berjalan dinamis sehingga memungkinkan peserta membuka kembali pengalamannya dan wawasan serta perspektif yang baru dari peserta yang lain. Gambar 5. Kegiatan penyelesaian studi kasus Prinsip bermakna dalam pembelajaran mendalam dilaksanakan oleh fasilitaor dengan memberikan tugas dalam bentuk studi kasus tentang modul ajar surface learning vs deep learning sebagaimana terlihat pada Gambar 4. Melalui studi kasus ini peserta dapat menggunakan pengetahuan awalnya untuk membedakan antara contoh dan bukan contoh pembelajaran mendalam. Baru setelahnya diberikan materi secara luas dan mendalam. Pada sesi terakhir workshop, peserta diarahkan untuk mencoba merancang sendiri modul ajar kurikulum berbasis cinta sesuai dengan mata Pelajaran yang diampu di kelas berdasarkan Pengembangan modul ajar ini dilakukan oleh peserta dengan memanfaatkan AI generative ChatGPT dan Deepseek untuk mendapatkan wawasan yang lebih mutakhir sesuai dengan kebutuhan di kelas masing-masing. Parhaini Andriani, dkk. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 1-8 Penerapan diterapkan langsung oleh fasilitator dengan memberikan ice breaking pada masing-masing akhir sesi atau pada sela penyampaian materi untuk membangkitkan suasana dan membuat peserta suasana menjadi lebih lebih Fasilitator menggunakan tepuk deep learning dan tepuk kurikulum cinta agar peserta bisa dengan mudah mengingat materi esensi dari kegiatan ini. Fasilitator juga menggunakan Teknik mind map untuk menggali hasil studi kasus yang dikerjakan secara berkelompok yang jawabannya diberikan dalam bentuk kertas plano. Fasilitator juga berusaha untuk keliling ruangan agar menjangkau semua peserta. Setiap peserta diberikan kebebasan dalam mengemukakan Pada akhir sesi 3, peserta diberikan postes kembali untuk mengukur kemampuan akhir setelah semua materi Kegiatan worshop diakhiri dengan menyampaikan refleksinya secara lisan maupun tertulis terhadap semua kegiatan workhop, serta ditutup dengan pemberian reward pada 3 peserta paling aktif . ebagaimana pada gambar . aspek, diantaranya: Peningkatan pemahaman guru Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan instrumen pretes dan postes, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta, sebagaimana pada Gambar 7. Setelah mengikuti sesi-sei workshop, rata-rata skor meningkat dari 63 menjadi 80. Hal ini menunjukkan peningkatan pengetahuan konseptual dan pemahaman praktis guru tentang pembelajaran mendalam dan kurikulum cinta. Rata-rata Postes Pretes Gambar 7. Hasil pretes dan postes Peningkatan kompetensi pedagogik guru Melalui tugas proyek, peserta diminta secara berkelompok untuk menyusun modul ajar berbasis Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Cinta dengan bantuan AI. Kelompok dibagi berdasarkan mata Pelajaran yang diajarkan di kelas atau yang serumpun. Dari hasil penilaian dan presentasi kelompok diperoleh hasil sebagai berikut: Sebagian kurikulum cinta. Gambar 6. Pemberian reward peserta teraktif HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk workshop ini menghasilkan dampak positif yang cukup signifikan pada beberapa Parhaini Andriani, dkk. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 1-8 Modul ajar yang dihasilkan memuat: Oe Identifikasi: peserta didik, materi Pelajaran dan dimensi Profil Lulusan. Oe Desain Pembelajaran: Capaian pembelajaran. Lintas disiplin ilmu, pembelajaran, praktek pedagogis, pemanfaatan digital. Oe Pengalaman belajar: Langkah pembelajaran awal, inti dan Oe Asesmen pembelajaran: asesmen awal, asesmen proses, asesmen akhir pembelajaran. Beberapa mengontekstualisasikan nilai cinta dan empati ke dalam materi pelajaran . isalnya pada tema matematika. IPA, dan PAI). Perubahan sikap dan refleksi professional Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan, terjadi pula perubahan positif dalam sikap profesional guru: Guru menunjukkan antusiasme yan tinggi terhadap pembelajaran karena mereka dapat menerapkan dan kurikulum cinta diterapkan. Mereka menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, penuh kasih sayang dan menghargai perbedaan. Melalui menyatakan bahwa pendekatan ini Aukembali menemukan makna menjadi pendidik,Ay dan menyadari bahwa Aubelajar tidak hanya sebatas tahu, tapi bertumbuhAy. Pada akhir sesi 3, dibuatlah sebuah Simpulan tentang materi workshop secara keseluruhan, sebagaimana Gambar 8. Pembelajaran mendalam yang berlandaskan Teori Belajar Konstruktivisme dan Kurikulum Cinta yang berlandaskan Teori Belajar Humanisme, pemanfaatan AI dapat membentuk paradigma pendidikan holistik yang melahirkan insan cerdas intelektual, mulia akhlak, kuat spiritual, dan bermanfaat bagi semesta. Gambar 8. Simpulan materi workshop Berdasarkan paparan hasil dikemukakan di atas terlihat jelas bahwa kegiatan workshop ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi Ketika fasilitator memilih menerapkan learning by doing, dampaknya sangat transformatif dan berbeda secara kualitatif dibandingkan workshop konvensional. Kolb dalam tulisannya tentang Experiential Learning Theory mengemukakan bahwa pengalaman menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam. Berikut beberapa dampak utama yang dapat diperoleh peserta workshop: Pembelajaran yang otentik dan bermakna (Experiential Learnin. Peserta . tidak hanya Aumendengar Parhaini Andriani, dkk. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 1-8 tentang" konsep, tetapi "mengalami langsung" bagaimana rasanya menjadi siswa dalam kelas yang menerapkan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Cinta. Akibatnya materi yang abstrak menjadi lebih konkrit dan mudah untuk Pemahaman konsep yang lebih mendalam Peserta . tidak lagi memandang kedua konsep ini sebagai "teori sebagai sebuah paradigma dan filosofi mengajar yang Pemahaman ini tertanam kuat karena dibangun melalui pengalaman emosional dan intelektual sekaligus. Peningkatan keyakinan dan kepercayaan Workshop menjadi bukti hidup . iving proo. bahwa metode ini feasible dan Hal ini mengurangi rasa takut dan resistensi untuk berubah, serta memantik motivisme intrinsik untuk mencoba sendiri bagi peserta . untuk diterapkan di dalam kelasnya. Peserta . mendapatkan role model Perilaku fasilitator yang kolaboratif, menghargai proses, dan membangun hubungan positif menjadi contoh nyata . ole mode. yang dapat ditiru peserta . Mereka belajar tidak hanya "apa yang harus diajarkan" tetapi juga "bagaimana menjadi seorang guru" yang Terpenuhinya peserta sebagai pembelajar Peserta merasa dihargai, termotivasi, dan Workshop pengalaman yang menyenangkan dan memanusiakan, bukan beban. Hal ini menciptakan memori positif yang kuat terkait materi yang diajarkan. Dampak terbesarnya dari kegiatan worshop dengan model seperti ini adalah integritas dan koherensi antara pesan dan medium. Fasilitator "berceramah", "menjalankan". Hal ini menciptakan sebuah lingkaran pedagogis yang powerful, di mana peserta worshop menjadi bukti nyata dari efektivitas metode yang diajarkan. Mereka pulang bukan hanya sebagai penerima informasi pasif, tetapi sebagai duta yang telah mengalami transformasi dan siap untuk menularkan pengalaman tersebut kepada siswa-siswa mereka. Hal yang demikianlah disebut sebagai bentuk meta-pembelajaran yang paling efektif. SIMPULAN Secara umum, kegiatan AuWorkshop Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasisi Cinta di MadrasahAy ini telah berhasil menciptakan sebuah ruang pembelajaran yang transformatif dan koheren bagi guru-guru Madrasah Tsanawiyah. Workshop tidak hanya berhasil mentransfer pengetahuan teoretis tentang dua konsep kunci tersebut, tetapi yang lebih penting, secara langsung memodelkan bagaimana kedua pendekatan itu diwujudkan dalam praktik nyata melalui metode penyampaian yang partisipatif, reflektif, dan berpusat pada Oleh karena itu, workshop ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, melainkan paradigmatik yang Keberhasilan kegiatan ini terletak pada kemampuannya menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, sekaligus menanamkan benih bagi lahirnya komunitas praktisi yang siap membangun ekosistem Parhaini Andriani, dkk. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 1-8 pembelajaran di madrasah yang lebih bermakna, relevan, dan memanusiakan. Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang Pendidikan Dasar. Jenjang Pendidikan Menengah. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada madrasah mitra dalam kegiatan pengabdian ini yaitu MTsN 1 Lombok Barat dan MTs. Nurul Qur. an Mataram, serta Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat dan Kementerian Agama Kota Mataram yang telah mendukung kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA