Journal Genta Mulia Volume 16, 1, 2025 pp. P-ISSN 23553790 E-ISSN: 25794655 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN WAYANG CERITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Ipan Maulana1. Adam Bahari2. Balkis Bilbina3. Patra Aghtiar Rakhman4 1234Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Indonesia * Corresponding Email: 2227210039@untirta. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media wayang cerita terhadap peningkatan keterampilan menyimak pada peserta didik di SDN Karundang 1 Kota Serang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media wayang cerita dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa secara signifikan. Media ini berhasil menarik perhatian dan motivasi siswa, serta membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman cerita, partisipasi dalam diskusi, dan penguasaan kosakata baru. Selain itu, media wayang juga berperan dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal. Meskipun terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan jumlah wayang fisik, penggunaan media digital dapat menjadi solusi efektif. Secara keseluruhan, pemanfaatan media wayang cerita terbukti memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan keterampilan menyimak dan perkembangan keterampilan komunikasi siswa di sekolah dasar. Kata Kunci : Media Wayang Cerita. Keterampilan Menyimak. Pembelajaran Abstract This study aims to determine the effect of the use of puppet media on the improvement of listening skills in students at SDN Karundang 1 Serang City. Using a qualitative approach with a descriptive method, this study collects data through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that the use of story puppet media can significantly improve students' listening This media has succeeded in attracting students' attention and motivation, as well as making learning more fun and interactive. Students showed improvement in story comprehension, participation in discussions, and mastery of new vocabulary. In addition, puppet media also plays a role in introducing local cultural values. Although there are several challenges, such as the limited number of physical puppets, the use of digital media can be an effective solution. Overall, the use of wayang cerita media has proven to make a great contribution to the improvement of listening skills and the development of students' communication skills in elementary school. Keywords : Wayang Story Media. Listening Skills. Learning PENDAHULUAN Keterampilan menyimak merupakan salah satu kemampuan dasar yang sangat penting bagi peserta didik di sekolah dasar. menurut hasanah Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Melalui bahasa, manusia berkomunikasi, saling membagikan saling belajar dari manusia yang lain hingga meningkatkan kemampuan intelektual. Hasanah. 9,) Melalui bahasa, manusia dapat menyampaikan ide, berbagi pengalaman, serta membangun hubungan sosial yang lebih baik. Bahasa juga memungkinkan seseorang Ipan Maulana1. Pemanfaatan Media Pembelajaran Wayang Cerita untuk memahami perspektif orang lain, memperluas wawasan, dan memperoleh pengetahuan baru. Dengan demikian, komunikasi yang terjadi melalui bahasa tidak hanya memperkaya kemampuan verbal, tetapi juga dapat memperkaya intelektual individu. Proses berbagi informasi ini menjadi dasar bagi pengembangan kreativitas, kemampuan analitis, dan pemikiran kritis, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat hubungan antarindividu dalam masyarakat. Kegiatan menyimak berperan penting dalam pengembangan kemampuan berbahasa seseorang terutama para siswa (Sri Satata . , 2. Hai ini sejalan dengan pendapat tarigan yang mengungkapkan keterampilan menyimak tidak hanya berhubungan dengan pemahaman informasi, tetapi juga mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian dan serta apresiasi. (Tarigan, 2014 ). Dalam konteks pendidikan, menyimak menjadi jembatan awal bagi siswa untuk mengakses berbagai informasi yang diberikan oleh guru, baik melalui instruksi langsung maupun media lainnya. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan menyimak pada siswa sekolah dasar menjadi hal yang sangat penting, sebagai fondasi untuk membangun keterampilan komunikasi dan pembelajaran yang lebih kompleks di masa depan. Keterampilan menyimak adalah satu bentuk keterampilan berbahasa reseptif. Keterampilan menyimak adalah suatu proses kegiatan lambanglambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (Tarigan 2014:. Keterampilan menyimak adalah proses mendengarkan dengan penuh perhatian, pemahaman, dan interpretasi untuk menangkap pesan dan makna komunikasi yang disampaikan melalui bahasa lisan. Di banyak sekolah dasar, keterampilan menyimak masih menjadi tantangan besar bagi sebagian peserta didik. Meskipun banyak materi pembelajaran yang disampaikan secara lisan, tidak semua siswa mampu menyimak dengan baik dan memahami informasi yang diberikan oleh guru. Hal ini terlihat dalam interaksi di kelas, di mana sering kali siswa tidak dapat mengikuti instruksi dengan tepat atau merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah dijelaskan. Di sisi lain, meskipun keterampilan menyimak merupakan bagian penting dari komunikasi yang efektif, masih sedikit pembelajaran yang difokuskan untuk melatih kemampuan ini secara sistematis. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pengembangan keterampilan menyimak yang lebih terstruktur dalam proses belajar di sekolah dasar Masalah dalam keterampilan menyimak di sekolah dasar masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembelajaran di Indonesia. Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan, baik oleh guru maupun teman sekelas. Hal ini seringkali menghambat proses pemahaman materi secara menyeluruh, yang berdampak pada kesulitan dalam mengikuti pelajaran secara efektif. Selain itu, sering kali pembelajaran di kelas lebih terfokus pada keterampilan berbicara dan menulis, sementara menyimak dianggap sebagai keterampilan pasif yang kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif untuk melatih keterampilan menyimak siswa sejak dini agar mereka dapat mengatasi P-ISSN: 23553790. E-ISSN : 25794655 | 28 Ipan Maulana1. Pemanfaatan Media Pembelajaran Wayang Cerita hambatan ini dan lebih efektif dalam menyerap informasi yang diberikan dalam Salah satu solusi untuk mengatasi rendahnya keterampilan menyimak di sekolah dasar adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Media pembelajaran merupakan perlengkapan yang bisa digunakan guru guna mengantarkan materi agar peserta didik lebih gampang menguasai isi ataupun pesan dari mata pelajaran tersebut. (Jamaludin. Penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dan asimilasi materi. Menurut Asnawir dan Usman . , ciri- ciri penggunaan media pendidikan antara lain: Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosanka. , semua indra peserta didik menjadi aktif, dan perhatian serta minat peserta didik dalam belajar dapat lebih terpancing. Untuk mengoptimalkan kegiatan menyimak, guru perlu kreatif merancang media pembelajaran di kelas. Salah satu media pembelajaran yang menyenangkan dan dapat memancing indra peserta didik menjadi aktif yaitu media pembelajaran wayang cerita. Wayang cerita yang merupakan bagian dari budaya tradisional Indonesia, memiliki daya tarik tersendiri bagi siswa karena menyajikan cerita dalam bentuk yang visual dan Wayang kartun memberikan dampak emosional, sehingga siswa dapat memberikan respons terhadap materi yang disajikan. Penggunaan wayang kartun dalam media pembelajaran menumbuhkan minat belajar dan motivasi siswa untuk mengerti tentang apa yang disampaikan oleh guru Saputro. Winarni. R . Penggunaan wayang cerita dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa, karena mereka tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga terlibat dalam pengalaman visual yang memperkaya pemahaman mereka. Selain itu, melalui cerita yang disampaikan dengan wayang, siswa dapat lebih mudah menangkap pesan moral dan informasi yang Dengan demikian, penggunaan wayang cerita dalam pembelajaran dapat menjadi alternatif efektif untuk mengembangkan keterampilan menyimak siswa di sekolah METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk meneliti pemanfaatan media pembelajaran wayang cerita untuk meningkatkan keterampilan menyimak pada peserta didik di SDN Karundang 1 Kota Serang. Pendekatan ini relevan karena menekankan pemahaman terhadap fenomena yang terjadi di lapangan tanpa hipotesis awal, sesuai dengan prinsip penelitian kualitatif yang menyatakan bahwa kenyataan memiliki dimensi jamak dan banyak kemungkinan makna (Moleong, 2014: . Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis untuk menggambarkan kondisi pembelajaran di sekolah tersebut. Penelitian ini berfokus pada pengumpulan fakta-fakta dari lapangan dan menghasilkan kesimpulan yang mencerminkan fenomena yang terjadi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pemanfaatan Media Pembelajaran Wayang Cerita untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak pada Peserta Didik di SDN Karundang 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media pembelajaran P-ISSN: 23553790. E-ISSN : 25794655 | 29 Ipan Maulana1. Pemanfaatan Media Pembelajaran Wayang Cerita wayang cerita terhadap peningkatan keterampilan menyimak pada peserta didik di SDN Karundang 1. Berikut adalah hasil yang ditemukan dari penelitian ini: Peningkatan Ketertarikan dan Motivasi Siswa Menurut desmita . Anak sekolah dasar juga memiliki karakteristik tersendiri, seperti senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, senang melakukan atau mendemonstrasikan secara langsung. Dengan pemanfaatan media wayang cerita berhasil meningkatkan ketertarikan dan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menyimak. Siswa terlihat lebih antusias dan aktif ketika media wayang digunakan untuk menyampaikan cerita. Hal ini dapat dilihat dari reaksi siswa yang lebih fokus dan tidak mudah teralihkan selama proses pembelajaran. Dengan visualisasi tokoh wayang yang dikenal oleh siswa, pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak monoton, yang membuat siswa lebih bersemangat untuk menyimak cerita yang Meningkatnya Keterampilan Menyimak Salah satu tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengukur peningkatan keterampilan menyimak siswa setelah pemanfaatan media wayang cerita. Hasilnya, sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menyimak mereka. Mereka tidak hanya mampu mendengarkan dengan seksama, tetapi juga mampu menyusun kembali urutan cerita dengan akurat. Guru melaporkan bahwa siswa dapat menangkap inti dari cerita wayang yang disampaikan dan mampu mengungkapkan pemahaman mereka dalam bentuk diskusi kelompok. Melalui pengamatan, dapat dilihat bahwa siswa mampu mengenali tokoh-tokoh utama dalam cerita dan menghubungkannya dengan pesan moral yang disampaikan melalui cerita wayang tersebut. Proses ini membantu siswa mengembangkan keterampilan mendengarkan secara aktif, yaitu dengan menyimak dan menganalisis cerita secara kritis. Peningkatan Kemampuan Berbahasa dan Kosakata Wayang cerita juga berdampak positif terhadap kemampuan berbahasa siswa, khususnya dalam hal kosakata. Dalam cerita wayang, terdapat banyak kosakata yang tidak biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari, namun menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa karena disertai dengan visualisasi dari karakter wayang dan penggambaran adegan yang mendukung cerita. Hasilnya, banyak siswa yang mulai menggunakan kosakata baru yang mereka dengar dari cerita wayang dalam percakapan mereka seharihari. Selain itu, struktur kalimat yang digunakan dalam cerita wayang mendorong siswa untuk memperkaya cara mereka menyusun kalimat dalam bahasa yang lebih variatif. Mereka lebih percaya diri untuk menyimak cerita yang lebih panjang dan rumit, serta dapat mengungkapkan kembali cerita tersebut dengan kalimat mereka sendiri. Peningkatan Partisipasi dalam Diskusi Setelah mendengarkan cerita wayang, siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang isi cerita, pesan moral, dan tokoh-tokoh yang ada. Hasilnya, tingkat partisipasi siswa dalam diskusi meningkat signifikan. Mereka lebih aktif bertanya, memberi pendapat, dan menghubungkan cerita dengan pengalaman pribadi mereka. Diskusi ini juga membuka ruang bagi siswa untuk lebih mengembangkan kemampuan berbicara dan berpikir kritis. P-ISSN: 23553790. E-ISSN : 25794655 | 30 Ipan Maulana1. Pemanfaatan Media Pembelajaran Wayang Cerita Selain itu, interaksi antara siswa juga semakin baik, karena mereka mulai saling berbagi pemahaman dan perspektif mengenai cerita yang telah didengar. Guru mengamati bahwa diskusi yang dipandu setelah kegiatan menyimak selalu berjalan lancar dan penuh Tanggapan Positif dari Guru dan Siswa Guru dan siswa memberikan tanggapan yang sangat positif terhadap pemanfaatan media wayang cerita dalam proses pembelajaran. Guru merasa bahwa media ini memberikan variasi dalam metode pengajaran dan mampu membuat suasana kelas lebih hidup dan menyenangkan. Dalam wawancara, guru juga menyebutkan bahwa penggunaan media wayang cerita membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif dalam membantu siswa memahami materi. Siswa, di sisi lain, merasa lebih tertarik dan senang ketika mendengarkan cerita melalui media wayang. Mereka merasa cerita menjadi lebih mudah dipahami dan lebih menyenangkan dibandingkan dengan metode tradisional yang hanya menggunakan teks Beberapa siswa bahkan mengungkapkan bahwa mereka menjadi lebih tertarik untuk belajar budaya tradisional, seperti wayang, yang mereka sebelumnya tidak terlalu Tantangan dalam Implementasi Meskipun hasilnya positif, ada beberapa tantangan yang ditemukan selama implementasi media wayang cerita. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan jumlah wayang yang ada di sekolah. Hal ini mempengaruhi kelancaran kegiatan pembelajaran, terutama ketika ingin memperlihatkan beberapa tokoh sekaligus dalam Selain itu, tidak semua siswa memiliki pengetahuan awal yang sama tentang cerita wayang, sehingga beberapa siswa memerlukan waktu lebih lama untuk memahami alur Namun, guru berusaha mengatasi kendala tersebut dengan menggunakan bantuan media tambahan, seperti gambar wayang atau video pendek yang menampilkan cerita wayang, sehingga siswa dapat lebih mudah mengikuti alur cerita Pemanfaatan media wayang cerita terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik di SDN Karundang 1. Media ini tidak hanya berhasil menarik perhatian siswa, tetapi juga membantu mereka meningkatkan keterampilan mendengarkan dengan baik, memperkaya kosakata, serta meningkatkan partisipasi mereka dalam diskusi kelas. Dampak positif lainnya adalah pengembangan kemampuan berbahasa siswa dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa tantangan terkait dengan keterbatasan media, secara keseluruhan pemanfaatan media wayang cerita memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan menyimak siswa. Menurut Widayati. Penggunaan media wayang dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa dengan cara menarik perhatian dan mempermudah pemahaman pesan yang disampaikan. SIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media wayang cerita di SDN Karundang 1 memberikan dampak positif yang signifikan terhadap keterampilan menyimak siswa. Penggunaan wayang sebagai media pembelajaran berhasil menarik P-ISSN: 23553790. E-ISSN : 25794655 | 31 Ipan Maulana1. Pemanfaatan Media Pembelajaran Wayang Cerita perhatian dan meningkatkan motivasi siswa, karena media ini menawarkan unsur visual yang dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Selain itu, media wayang cerita juga terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Visualisasi cerita melalui wayang membantu siswa untuk memahami alur cerita dengan lebih baik, yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan mereka dalam menyimak dan menangkap informasi dari materi yang disampaikan. Peningkatan keterampilan berbahasa juga terlihat jelas. Cerita wayang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperkaya kosakata mereka, terutama kata-kata yang sering digunakan dalam cerita tradisional, sehingga memperkaya perbendaharaan kata pemanfaatan wayang cerita juga berfungsi sebagai sarana untuk mengenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada siswa, yang penting dalam pendidikan karakter. Wayang sebagai bagian dari budaya lokal tidak hanya mengajarkan moral dan etika, tetapi juga memperkuat identitas budaya siswa. Meskipun ada tantangan terkait keterbatasan jumlah wayang fisik di sekolah, penggunaan alternatif seperti media digital . isalnya video cerita wayan. dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi hambatan ini dan tetap mempertahankan kualitas Secara keseluruhan, pemanfaatan media wayang cerita di SDN Karundang 1 memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan keterampilan menyimak siswa, kemampuan berbahasa, partisipasi aktif dalam diskusi, serta pemahaman nilai-nilai budaya lokal yang dapat memperkaya pengalaman belajar mereka. DAFTAR PUSTAKA