1213 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 DAMPAK PERKEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP DESA NAGRAK DI KABUPATEN SUBANG Oleh Mahmudah Budiatiningsih1*. Gilang Fadhillah2. Dina Agustina3. Andy Prasetyo4 Program Studi D3Pariwisata. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mataram 2,3,4 Institusi Teknologi Bandung E-mail: 1Mahmudahb@unram. id, 2gilangfadhillah@gmail. dinaagustina@gmail. com, 4andyprasetyo@gmail. Article History: Received: 22-09-2025 Revised: 23-10-2025 Accepted: 26-10-2025 Keywords: Tourism development, tourism impact, tourism facilities. Nagrak Village. Abstract: This study aims to investigate the impacts of tourism development to Nagrak Village. Subang District. A qualitative method was employed in this research. The data collection methods were interviews with village stakeholders . dministrators, hoteliers, and resident. , observation of the area, and literature The analysis was comparative, comparing the data before tourism development and after tourism development. The results indicate that tourism stimulates economic aspect in the area. The environmental factor also affected by tourism where personal housing or garden turned into tourism supporting facilities such as villa, restaurant, or food stall, while personal house belongs to the resident becoming scarce. A lot of empty areas also turned into tourism facilities. The transformation of these facilities which in the beginning only as a supporting facility for tourism, in the end turn into a separate stand-alone attraction for the guest. PENDAHULUAN Pariwisata sebagai sebuah industri perjalanan bersifat multisektoral, yaitu industri yang tidak dapat berdiri sendiri atau terpisah dari sektor lainnya. Hal ini salah satunya ditunjukkan dari kegiatan wisata yang berkaitan erat dengan sektor lainnya seperti transportasi, akomodasi, pelayanan makanan dan minuman, pertanian, dan sektor Pariwisata merupakan industri komposit yaitu terintegrasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sektor lainnya . Untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, pariwisata membutuhkan dukungan sektor lain, pun kegiatan pariwisata bisa berdampak pada sektor-sektor lainnya. Dalam bukunya. Wall & Mathesion . membahas dampak pengembangan industri pariwisata pada aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan. Ketiga aspek tersebut banyak menjadi topik penelitian terkait dampak pengembangan pariwisata yang sering menjadi primadona pembangunan ekonomi terutama negara-negara berkembang. Dampak industri pariwisata baik dari aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan dapat bersifat positif atau negatif. Tingkat dampak yang dialami oleh berbagai destinasi tujuan wisata bisa beragam sesuai daya dukung kawasan baik dari faktor aksesibilitas, ketersediaan infrastruktur maupun ketersediaan SDM yang berkompeten . Berdasarkan pendapat tersebut, maka dampak pariwisata akan lebih merepresentasikan kondisi sebenarnya apabila dilakukan penelitian dalam skala lokal atau kawasan. Salah satu kawasan wisata yang berkembang hingga saat ini adalah Kecamatan Ciater di Kabupaten Subang. Di kecamatan ini a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 terdapat salah satu destinasi tujuan wisata favorit oleh banyak wisatawan yaitu Natural Hot Water Spring Sari Ater di bawah pengelolaan PT. Sari Ater yang terletak di Jl. Raya Ciater Subang. Natural Hot Water Spring Sari Ater kini berganti nama menjadi Sari Ater Hotel & Resort. Sari Ater saat ini memiliki 145-unit kamar berupa hotel dan bungalow, dan 28-unit berupa tenda di lokasi Camping Park. Sedangkan fasilitas lainnya berupa area rekreasi paintball, off road. ATV dan Go-kart, area out bond, dan taman rekreasi. Tingkat okupansi tahunan Sari Ater yang mencapai 60% berkontribusi besar bagi jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Subang. Kegiatan wisata Sari Ater juga berimplikasi pada peningkatan jumlah PAD (Pendapatan Asli Daera. kepada Kabupaten Subang. Tingginya jumlah kunjungan di Sari Ater ternyata juga berbanding positif dengan pertumbuhan kawasan. Selama 1994 Ae 2008 perkembangan kawasan wisata Sari Ater menyebabkan perubahan sosial masyarakat setempat yang menunjukkan kemajuan . Hal tersebut terlihat dari keterlibatan masyarakat untuk berkontribusi dalam mendukung kegiatan wisata baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa keterlibatan masyarakat antara lain sebagai karyawan di Sari Ater maupun menjadi pedagang dan penyedia jasa lainnya. Nurdianto menambahkan bahwa kawasan wisata Sari Ater banyak memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi, sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Pariwisata merupakan sektor komples yang melibatkan industri klasik seperti industri kerajinan dan cinderamata, usaha penginapan, restoran dan transportasi . Salah satu desa yang letaknya berdekatan dengan kawasan wisata Sari Ater yaitu Desa Nagrak. Selain berdekatan dengan kawasan wisata Sari Ater. Desa Nagrak juga menjadi jalur utama menuju Desa Wisata Cibeusi. Desa Wisata Cibeusi merupakan salah satu desa wisata unggulan Kabupaten Subang yang juga merupakan salah satu penerima CSR dari PT. Sari Ater. Di kawasan pemukiman Desa Nagrak banyak ditemukan berbagai fasilitas seperti warung makan dan penginapan. Sebagai salah satu desa yang berada di kawasan wisata, fasilitas tersebut mungkin saja merupakan fasilitas penunjang pariwisata atau dampak dari berkembangnya kegiatan pariwisata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut terkait dampak pariwisata di Desa Nagrak Kabupaten Subang. LANDASAN TEORI Dampak pariwisata terhadap wilayah dapat mencakup bidang ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan kualitas hidup komunitas lokal. Berbagai studi menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata memiliki dampak positif signifikan bagi pendapatan, peluang kerja, dan kesejahteraan komunitas, sekaligus berisiko menimbulkan tekanan terhadap sumber daya alam, budaya lokal, dan kualitas lingkungan jika pengelolaannya tidak berkelanjutan. Dampak ekonomi dan peluang peningkatan pendapatan Pengembangan pariwisata berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi terkait seperti pemandu wisata, homestay, kerajinan lokal, dan layanan kuliner. Penelitian di Desa Todo dan komunitas sekitarnya, menunjukkan bahwa lokasi pariwisata yang meningkatkan penjualan produk lokal dan jumlah wisatawan berimplikasi pada peningkatan pendapatan rumah tangga warga di daerah tersebut . Dampak ekonomi yang dihasilkan ini juga lebih optimal ketika kapasitas lokal terlibat langsung dan menjadi bagian pelaku pariwisata . Pengembangan destinasi pariwisata dan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 kegiatan terkait seperti pariwisata bahari juga dihubungkan dengan peningkatan pendapatan masyarakat setempat di wilayah destinasi pesisir (Pulau Dua Bakongan Timur. Aceh Selata. , secara tidak langsung, pariwisata akan menjadi manfaat bagi masyarakat ketika terjadi pengembangan infrastruktur pendukung dan pemasaran efektif . Studi tentang desa wisata juga menunjukkan bagaimana pendapatan rumah tangga meningkat seiring meningkatnya partisipasi komunitas dalam pengelolaan pariwisata lokal . Dampak sosial budaya dan perubahan struktur pekerjaan Perkembangan pariwisata sering berkaitan dengan pergeseran pekerjaan dari sektor tradisional . isalnya pertania. menuju sektor pariwisata. Hal ini dapat meningkatkan mobilitas penduduk dan perubahan pola pekerjaan komunitas lokal seperti pada penelitian pengaruh pariwisasta di Desa Tomok (Danau Tob. dan desa wisata Sudaji di Bali, yang menunjukkan pergeseran preferensi kerja menuju layanan pariwisata . Keterlibatan komunitas dalam organisasi pariwisata lokal dan kolaborasi antar kelompok . emandu, pengrajin, penenu. juga menjadi faktor yang membentuk basis ekonomi yang lebih kokoh dan mengurangi ketergantungan pada sumber pendapatan tunggal, sebagaimana dicatat dalam studi Desa Todo dan desa wisata di Bali yang menekankan pentingnya partisipasi komunitas untuk kestabilan ekonomi dan sosial . Dampak terhadap kualitas hidup lokal dan persepsi lingkungan Kualitas hidup lokal dipengaruhi oleh pertumbuhan destinasi pariwisata. riset menunjukkan adanya korelasi positif antara pengembangan destinasi dan peningkatan kualitas hidup, meskipun konteks dan ukuran dampaknya bervariasi tergantung pada kapasitas infrastruktur, pemerataan kesempatan ekonomi, dan layanan publik . Analisis terhadap indeks kualitas lingkungan hidup menunjukkan bahwa ada hubungan antara dinamika ekonomi regional dan tekanan terhadap lingkungan. Pengaruh positif maupun negatif tercermin pada bagaimana sektor lain . ertanian, industri, transportas. berkontribusi terhadap kualitas lingkungan melalui praktik tata kelola sumber daya alam dan polusi/konservasi yang menyertai aktivitas wisata . Tata kelola lingkungan yang bekerja sama dan terintegrasi menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan kesejahteraan lingkungan. Dampak lingkungan dan tekanan terhadap sumber daya alam Pengembangan pariwisata berpotensi meningkatkan tekanan terhadap sumber daya alam lokal . ir, tanah, perluasan ruang manfaat lahan, dan dampak visua. , sehingga merujuk pada perlunya perencanaan mengenai dampak lingkungan dan budaya agar tidak merusak alam serta identitas budaya setempat. Keterangan umum tentang hubungan antara pariwisata dan dampak lingkungan menekankan perlunya identifikasi sumber daya yang tersedia untuk perencanaan berkelanjutan serta pemaknaan dampak positif dan negatif secara holistik . Upaya pengelolaan pariwisata berbasis komunitas sering menekankan keseimbangan antara manfaat ekonomi dan pelestarian lingkungan, contohnya bagaimana komunitas lokal berperan sebagai ujung tombak dalam pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, menyoroti pentingnya kapasitas lokal dalam menjaga kualitas lingkungan sambil meraih manfaat ekonomi . Kebutuhan kebijakan dan manajemen berkelanjutan Keberhasilan pariwisata sebagai motor pertumbuhan wilayah tidak lepas dari pada perencanaan pariwisata yang memperhitungkan dampak positif dan negatif, melibatkan komunitas lokal secara luas, serta membangun infrastruktur yang mendukung, misalnya a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 jaringan homestay, layanan kerajinan, dan akses pasar untuk produk lokal . Peningkatan kualitas hidup lokal melalui pariwisata membutuhkan evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas lingkungan hidup dan dampak sosial-ekonomi, sehingga kebijakan harus berorientasi pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan . METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Observasi dilakukan melalui pengamatan langsung perkembangan pariwisata di kawasan wisata Sari Ater dan Desa Wisata Cibeusi, serta kondisi fisik di kawasan Desa Nagrak. Kecamatan Ciater. Kabupaten Subang dan Wawancara dilakukan kepada pengelola pariwisata Sari Ater, pengelola Desa Wisata Cibeusi, dan masyarakat di Desa Nagrak. Studi literatur dilakukan melalui pengamatan kenampakan kawasan Desa Nagrak dari tahun ke tahun yang diambil melalui Google Earth. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan cara membandingkan perubahan kenampakan secara fisik dari tahun ke tahun. Gambar 1. Titik Fasilitas Wisata yang Diteliti HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Nagrak memiliki kawasan yang strategis untuk kegiatan pariwisata karena letaknya yang berada di antara tiga daya tarik wisata yaitu. Kawasan Wisata Sari Ater Hotspring Resort. Curug Kolengkak dan Desa Wisata Cibeusi. Kawasan Wisata Sariater Hotspring Resort dikelola oleh PT. Sari Ater sebagai sarana rekreasi keluarga. Daya tarik utama kawasan wisata Sari Ater berupa pemandian air panas, taman thematic, offroad. ATV, paint ball, kesenian daerah, dll. Selain daya tarik berupa atraksi, kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai jenis penginapan berupa hotel, bungalow, camping park, dengan jumlah sekitar 145 kamar. Sementara Desa Wisata Cibeusi adalah sebuah desa yang terletak berdampingan dengan Desa Nagrak. Desa Wisata tersebut dalam pengembangannya memperoleh CSR dari a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 PT. Sari Ater. Desa ini memiliki berbagai daya wisata berbasis alam dan budaya. Atraksi wisata alam diantaranya kegiatan trekking menyusuri persawahan & hutan, menikmati indahnya Curug Pandawa. Curug Cibareubeuy. Curug Ciangin, dan atraksi wisata Kampung Senyum. Sementara daya tarik budaya, desa ini menawarkan kesenian daerah khas budaya sunda, seperti tarian dan alat musik. Desa wisata Cibeusi dikelola oleh Pokdarwis melalui BUMDes. Selain memiliki daya tarik wisata, desa ini juga menawarkan wisatawan untuk tinggal dan mengenal kebiasaan masyarakat lokal dengan menginap di rumah-rumah penduduk dengan konsep homestay (Kurniawan, 2. Sementara Curug Koleangkak terletak di Desa Nagrak. Keberadaan Curug Koleangkak belum banyak diketahui wisatawan, padahal beberapa agen perjalanan dan travel blogger sudah mempublikasikan artikel yang Curug Koleangkak website-nya, com, dan ridwanderful. Keberadaan berbagai daya tarik wisata di kawasan Desa Nagrak dan sekitarnya menjadikan kawasan ini banyak dikunjungi atau menjadi akses jalan wisatawan. Kondisi tersebut menyebabkan Desa Nagrak banyak mengalami perubahan dari segi fisik, ekonomi maupn sosial sebagai pengaruh perkembangan pariwisata. Dari segi fisik, di kawasan ini banyak ditemukan fasilitas penunjang pariwisata seperti penginapan berupa vila, rumah penduduk yang digunakan sebagai homestay, warung makan, toko souvenir, dan toko Sementara dari segi ekonomi, pariwisata bisa memberikan penghasilan tambahan bahkan bagi beberapa orang justru menjadi sumber pendapatan utama. Masyarakat ada yang terlibat sebagai pemandu wisata, penyedia jasa ojek lokal, karyawan PT. Sari Ater dan berbagai penyedia fasilitas tambahan seperti warung. Sedangkan dari segi sosial, masyarakat menerima wisatawan dengan baik dan ramah. Selain seringnya intensitas interaksi antara masyarakat dan wisatawan, hal tersebut juga tidak terlepas dari adanya pelatihan sadar wisata baik dari pemerintah maupun dari swasta termasuk PT. Sari Ater. Fasilitas Pendukung Pariwisata di Kawasan Desa Nagrak Di Desa Nagrak, fasilitas pendukung pariwisata yang banyak ditemukan berupa penginapan, warung makan dan warung kelontong. Pada mulanya penginapan menjadi fasilitas pertama yang banyak dibangun oleh masyarakat. Hal unik di Desa Nagrak yaitu pembangunan vila akan menggantikan fungsi hunian menjadi fungsi komersial penginapan secara penuh. Selain itu, pembangunan vila juga banyak dilakukan di tanah kosong. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, peneliti tidak menemukan contoh hunian yang memiliki fungsi tambahan sebagai penginapan. Jika hunian akan diubah jadi penginapan, biasanya pemilik akan berpindah dari bangunan tersebut. Sedangkan untuk fasilitas warung makan biasanya terletak berdekatan dengan penginapan. Warung-warung tersebut memang sengaja dibangun untuk memfasilitasi para tamu penginapan. Pembangunan fasilitas penginapan dan warung makan berbeda dengan pengadaan fasilitas warung kelontong. Sebagian besar warung kelontong di desa ini biasanya menjadi satu dengan hunian atau penginapan. Hanya terdapat beberapa warung kelontong yang terpisah dari hunian dan terletak di seberang jalan. Hal ini biasanya karena mempertimbangkan lahan rumah/penginapan yang sangat terbatas, sehingga rumah/penginapan dengan lahan sempit membutuhkan lahan baru untuk membangun tempat usaha. Dampak Pariwisata terhadap Penyediaan Fasilitas di Desa Nagrak Penginapan merupakan salah satu fasilitas yang banyak ditemukan di kawasan permukiman Desa Nagrak. Kecamatan Ciater. Kabupaten Subang. Jawa Barat. Keberadaan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 penginapan di kawasan ini tidak terlepas dari berkembangnya aktivitas wisata di kawasan Sari Ater, yang berimplikasi terhadap meningkatnya kebutuhan akomodasi wisatawan. Salah satu karakter unik kawasan ini adalah keberadaan warung yang hampir selalu berdekatan dengan fasilitas penginapan. Jenis warung yang ditemukan cukup beragam, antara lain warung kelontong, warung makan, maupun warung kombinasi yang menyediakan kebutuhan sehari-hari sekaligus makanan siap saji. Banyaknya jumlah penginapan dengan jenis layanan yang beragam di Desa Nagrak lambat laun menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Jika pada mulanya wisatawan ke Kawasan Wisata Ciater untuk mengunjungi Sari Ater, kini sudah banyak wisatawan yang ke kawasan ini untuk menginap dan menghabiskan waktu di penginapan-penginapan Desa Nagrak. Berikut beberapa contoh layanan penginapan di Desa Nagrak: Villa Grand PaAos Villa Grand PaAos merupakan salah satu fasilitas wisata yang dibangun di Desa Nagrak yang berlokasi di Jl. Ciater Nagrak RT 14/RW 06. Desa Nagrak. Ciater. Subang. Pembangunan ini dilakukan pada tahun 2004 dengan tujuan komersial yaitu sebagai penginapan. Oleh karenanya, bangunan ini tidak mengalami transformasi bangunan baik secara fungsi maupun Villa ini menempati posisi strategis di jalan utama yang menghubungkan Desa Cibeusi. Aksesibilitas menuju lokasi cukup baik. jarak dari Kota Bandung sekitar 32,7 km dengan kondisi jalan beraspal, berkelok, serta terdapat beberapa titik kerusakan jalan. Gambar 2. Akses dari Kota Bandung ke Sari Ater. Villa Grand PaAos dan Desa Wisata Cibeusi Sumber: Google Maps, 2020 Jalan menuju Grand PaAos sama dengan kondisi jalan Desa Nagrak secara umum yaitu beraspal dan berkelok dengan beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan. Lokasi Grand PaAos tepat pada tikungan jalan. Oleh karenanya, untuk keperluan parkir, jika membutuhkan waktu yang tidak sebentar, maka membutuhkan orang yang membantu mengamankan jalan terutama pada saat intesitas pengguna jalan tinggi. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Gambar 3. Kondisi Aksesibilitas Villa Grand PaAos Sumber: Google Maps, 2020 Penginapan ini dilengkapi dengan lahan parkir sehingga tidak menggunakan ruang jalan untuk keperluan parkir. Letak penginapan yang tepat di tepi jalan utama menjadi nilai lebih Villa Grand PaAos karena mudah untuk ditemukan. Gambar 4. Tampak Bangunan Villa Grand PaAos 2019 Sumber: Olahan Peneliti, 2020 Secara spasial. Villa Grand PaAos berada di kawasan yang berbatasan langsung dengan areal persawahan. Pola jalan di sekitar kawasan mengikuti bentuk kontur persawahan yang Bangunan di sekitar vila didominasi oleh penginapan dan warung, sedangkan permukiman penduduk relatif jarang ditemukan di zona tersebut. Permukiman lebih banyak ditemukan di pusat Desa Nagrak. Oleh sebab itu, kawasan di sekitar vila lebih berfungsi sebagai zona komersial daripada zona hunian. Kawasan sekitar Villa Grand PaAos dilengkapi dengan warung makan, toko kelontong, dan lahan kosong yang sering dimanfaatkan sebagai area parkir tambahan. Warung terdekat menyediakan menu sederhana seperti mie instan, nasi goreng, dan soto, serta beberapa jenis minuman ringan. Fasilitas toko kelontong di sekitar kawasan juga berfungsi ganda sebagai warung makan, dikelola langsung oleh pemilik yang biasanya tinggal di tempat yang sama. Jumlah toko kelontong di sekitar Villa Grand PaAos relatif sedikit karena terbatasnya hunian Selain itu, keberadaan lahan kosong di sebelah vila menjadi potensi tambahan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan wisata, seperti lahan parkir sementara atau area a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 kegiatan wisatawan. Pengelolaan Villa Grand PaAos dilakukan oleh warga lokal. Vila ini merupakan penginapan milik masyarakat lokal yang dibangun pada tahun 2004 di atas lahan kosong dengan tujuan komersial. Pemilik vila tidak berdomisili di Desa Nagrak, namun mempercayakan pengelolaan operasional harian kepada warga lokal. Pak Endang, seorang penduduk Desa Nagrak, bertugas sebagai pengelola dan penjaga villa sejak pertama kali Ia dibantu oleh istrinya yang mengelola warung makan di depan villa. Gambar 5. Denah Villa Grand PaAos lantai 1, b. Denah Villa Grand PaAos lantai 2 . Sumber: Olahan Peneliti, 2020 Pembangunan Villa Grand PaAos dilakukan pada tahun 2004. Kondisi bangunan pada saat dibangun hingga saat ini masih sama seperti yang terlihat pada Gambar 5 dan Gambar 6, terdiri dari 2 lantai. Selang beberapa bulan, sebuah warung dibangun tepat di depan Villa Grand PaAos. Gambar 6. Denah Villa Grand PaAos lantai 1, b. Denah Villa Grand PaAos lantai 2 . Sumber: Olahan Peneliti, 2020 Warung ini berupa warung makan dan menjual beberapa snack. Berdasarkan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 wawancara yang dilakukan, warung ini memang dibangun untuk menyediakan kebutuhan wisatawan yang menginap. Jika low season dan pada weekdays, tak jarang warung tersebut Sedangkan warung akan selalu buka saat high season, weekend, terutama saat ada tamu yang menginap di Villa Grand PaAos. Pengelolaan villa difokuskan pada perawatan bangunan dan pelayanan tamu, sementara kegiatan pemasaran dan reservasi dilakukan langsung oleh pemilik. Sistem kerja sama dengan pihak ketiga diterapkan untuk penyediaan fasilitas tambahan seperti extra bed, guna menghindari kebutuhan ruang penyimpanan dan perawatan peralatan. Namun, sistem ini memiliki risiko keterbatasan stok pada masa peak season, sehingga pengelola memberlakukan reservasi awal bagi rombongan besar. Mayoritas wisatawan yang menginap di Villa Grand PaAos berasal dari wilayah Jabodetabek, dengan motivasi utama untuk beristirahat dan bersantai selama akhir pekan atau libur nasional. Pada awalnya, tamu yang datang merupakan wisatawan Sari Ater yang mencari penginapan alternatif dengan harga lebih terjangkau. Namun, seiring waktu, terjadi perubahan motivasi wisatawan. Kini banyak tamu yang memilih menginap hanya untuk menikmati suasana pedesaan yang sejuk tanpa berkunjung ke Sari Ater. Daya tarik utama villa ini terletak pada fasilitas private pool dengan air hangat, yang menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang tanpa meninggalkan Tarif menginap berkisar antara Rp1. 000 Ae Rp2. 000 per malam, dengan variasi harga berdasarkan hari biasa dan akhir pekan. Pembangunan Villa Grand PaAos dan fasilitas penunjangnya, seperti warung dan toko kelontong, merupakan bagian dari transformasi ruang di Desa Nagrak dari lahan kosong menjadi kawasan komersial wisata. Pola ini memperlihatkan bagaimana perkembangan wisata di Sari Ater mendorong masyarakat sekitar untuk mengadaptasi lahannya bagi kepentingan ekonomi pariwisata. Keberadaan fasilitas penginapan yang dibangun oleh masyarakat lokal menunjukkan peran aktif komunitas desa dalam memanfaatkan peluang ekonomi dari aktivitas wisata. Meskipun sebagian besar fungsi bangunan bersifat komersial, hubungan sosial antara pengelola lokal dan wisatawan tetap terjalin melalui interaksi sehari-hari di warung, area parkir, dan fasilitas villa. Villa Rifky Villa ini dibangun pada tahun 2004 sebagai upaya mendukung perkembangan kegiatan pariwisata di kawasan Sari Ater. Setiap musim liburan, terutama saat libur sekolah, kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan yang menginap di sekitar Sari Ater. Selama enam belas tahun beroperasi, villa ini tidak mengalami banyak perubahan fisik, kecuali penambahan sebuah warung di bagian depan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Villa yang terdiri atas dua bangunan tersebut memiliki tarif sebesar Rp800. 000,00 per malam pada hari kerja . dan Rp1. 000,00 per malam pada akhir pekan . untuk masing-masing bangunan. Villa Rifky terletak kurang dari satu kilometer dari Objek Wisata Sari Ater Hot Spring Resort, dengan waktu tempuh sekitar lima menit ke arah selatan. Lokasinya mudah dijangkau karena berada tepat di tepi jalan utama. Meskipun tidak dilalui oleh angkutan umum, villa ini tetap mudah diakses menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Gambar 7. Jarak dan Akses Villa Rifky dari Objek Wisata Sari Ater Hotspring Resort Sumber: Google Maps . Jalan menuju villa ini tergolong baik karena telah beraspal, namun relatif sempit sehingga pada beberapa titik kendaraan akan kesulitan berpapasan. Meskipun akses jalannya sempit, villa ini memiliki halaman yang cukup luas yang dapat dimanfaatkan sebagai area parkir dan mampu menampung sekitar lima mobil. Gambar 8. Lahan parkir dan bangunan villa tampak dari atas Sumber: Google Maps dan olahan penulis . Secara fisik, bangunan utama tidak mengalami perubahan berarti dan masih tampak asli seperti saat pertama kali dibangun. Secara keseluruhan kondisi bangunan masih tergolong baik dan kokoh. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Gambar 9. Taman halaman belakang Villa Rifky Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2020 Villa ini memiliki luas bangunan sekitar 120 mA dengan total luas lahan 156 mA. Villa yang terdiri atas dua unit rumah ini dibangun pada tahun 2004 untuk menunjang kebutuhan akomodasi wisatawan di sekitar kawasan Sari Ater. Setiap unit rumah dilengkapi dengan tiga kamar tidur, dua kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga (Gambar . Gambar 9. Denah Villa Rifky . , b. Denah Villa Rifky . Sumber: Olahan peneliti . Secara fisik, sejak awal pembangunan hingga saat ini, villa tersebut tidak mengalami banyak Hanya terdapat penambahan warung di bagian depan villa yang dibangun pada tahun 2014 untuk melengkapi kebutuhan wisatawan (Gambar 9. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Villa ini dikelola oleh Bapak Asep, yang bertanggung jawab atas kegiatan operasional serta penerimaan tamu. Dalam pengelolaan dan perawatan villa, beliau dibantu oleh istrinya. Ibu Indah. Keduanya merupakan penduduk asli Desa Nagrak. Kegiatan pemasaran villa masih dilakukan secara sederhana, yaitu melalui promosi dari mulut ke mulut serta ulasan wisatawan di media sosial. Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke villa ini merupakan wisatawan keluarga yang datang untuk menikmati akhir pekan atau masa liburan. Selain itu, villa ini juga kerap dikunjungi oleh kelompok mahasiswa, terutama pada malam pergantian tahun atau saat libur perkuliahan. Sebagian besar wisatawan berasal dari Kota Jakarta serta kota-kota sekitarnya, seperti Bandung. Cimahi. Subang, dan Cianjur. DAoPineaplle Villa DAoPineaplle Villa juga terletak di Desa Nagrak. Kecamatan Ciater. Kabupaten Subang. Posisi Villa terletak di arah selatan dari Sari Ater Hot Spring Resort. Lokasi Villa di Desa Nagrak ini dapat diakses dengan kendaraan melalui Jalan Raya Tangkuban Perahu di mana jalan ini juga menjadi jalan akses menuju Objek Wisata Gunung Tangkuban Perahu dan Objek Wisata Sari Ater Hot Spring Resort. Di sepanjang jalan menuju Desa Nagrak, wisatawan disuguhkan pemandangan hamparan kebun teh milik PTPN Vi Perkebunan Teh Malabar serta pepohonan hutan yang masih terjaga keasriannya. Kondisi jalan akses menuju kawasan ini tergolong baik karena telah beraspal, namun karakteristik wilayah yang dikelilingi pegunungan dan hutan menyebabkan jalannya berkelok-kelok. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Subang Tahun 2011Ae2031. Jalan Raya Tangkuban Perahu termasuk dalam jaringan jalan kolektor primer, yaitu jalan yang menghubungkan pusat kegiatan wilayah dengan pusat kegiatan lokal. Jalan ini merupakan jalur dua arah yang menghubungkan Kabupaten Bandung Barat dengan Kabupaten Subang. Gambar 10. Akses dan Lokasi DAoPineaplle Villa Sumber: Google Maps, 2020 a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Berdasarkan hasil observasi, jalan akses tersebut umumnya ramai dilalui kendaraan, terutama pada akhir pekan ketika arus wisatawan menuju kawasan wisata meningkat. Namun, pada hari biasa kondisi lalu lintas relatif lebih lengang. Permukiman di Desa Nagrak berkembang secara linier di sepanjang Jalan Raya Nagrak. Banyak bangunan di sepanjang jalur ini yang telah bertransformasi menjadi fasilitas wisata untuk mendukung kebutuhan wisatawan, seperti warung, rumah makan, penginapan, homestay, dan resort. Fasilitas pendukung lainnya adalah area parkir wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata bekerja sama dengan komunitas masyarakat lokal, terletak di pintu masuk Desa Nagrak. Kondisi jalan di Desa Nagrak sendiri relatif sempit dengan lebar sekitar 3 meter, sehingga cukup sulit dilalui dua kendaraan minibus secara bersamaan. Selain itu, kualitas jalan di beberapa titik kurang baik. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa tarif retribusi parkir di area wisata dinilai cukup tinggi karena keterbatasan lahan parkir, terutama untuk kendaraan berkapasitas besar seperti bus pariwisata. Beberapa fasilitas wisata, termasuk villa, memiliki lahan parkir pribadi yang mampu menampung beberapa mobil dan sepeda motor. Bangunan di kawasan ini didominasi oleh konstruksi 1Ae2 lantai berbahan beton dan Penggunaan material kayu memberikan kesan lokal dan alami, sementara beton umumnya digunakan pada lantai dasar yang difungsikan sebagai warung atau rumah makan. Kondisi lahan yang relatif miring menyebabkan aliran air hujan sering mengarah ke area permukiman, sehingga perlu adanya sistem drainase yang lebih baik. Gambar 11. Unit Kamar Eksisting Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2020 Bangunan Villa dengan luas total 78m2 ini dibangun di atas lahan seluas 68m2 dengan konstruksi yang cenderung permanen karena banyak menggunakan material bata merah dan Sekilas. Villa ini terlihat hanya memiliki 2 bangunan yaitu kamar dan lobby yang tampak dari depan namun sebenarnya terdiri dari 12 kamar dengan masing-masing kelas dimana terdapat 8 kamar existing dan 4 kamar yang sedang dibangun yang masing-masing kamar memiliki toilet dan kamar mandi yang dilengkapi dengan water heater. Adapun fasilitas untuk Villa berupa lahan parkir yang cukup luas, lobby disertai dengan restoran dan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 dapur, toilet umum di luar kamar, taman, camping ground, tempat bilas dan beberapa Gambar 12. a Denah DAoPineaplle Villa . Denah DAoPineaplle Villa . Sumber: Olahan Peneliti, 2020 Tata ruang . kawasan Villa dibagi menjadi beberapa zona, yaitu zona kamar yang terletak di bagian depan, tengah, dan belakang area villa. Area parkir kendaraan mobil dan motor berada di bawah zona kamar, berdekatan dengan lobi dan restoran yang berfungsi sebagai zona transisi bagi wisatawan yang akan menginap. Pengembangan area belakang villa belum lama dilakukan. Untuk menekan biaya pembangunan, pemilik villa memanfaatkan material hebel pada beberapa bagian bangunan yang dipadukan dengan struktur kolom praktis. Area yang dikembangkan di bagian belakang diperuntukkan bagi penambahan fasilitas wisata, seperti kolam renang dan area camping Sementara itu, fasilitas di dalam villa mengalami penataan ulang ruang . patial adjustmen. untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Transformasi yang terjadi bersifat topologis, yaitu perubahan pada bentuk geometris bangunan tanpa mengubah komponen utama penyusunnya. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Gambar 13. Unit Kamar Tambahan Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2020 DAoPineaplle Villa menawarkan aktivitas cukup beragam seperti penyediaan Camping Ground, penyediaan Kolam Berenang, dan tentunya penyediaan fasilitas makan dan minum seperti breakfast. Aktivitas lain pada homestay ini cenderung cukup memenuhi pelayanan wisatawan mengingat Villa ini ramai pada hari-hari tertentu dan digunakan sebagai tempat istirahat atau bermalam. Untuk aktivitas lain, wisatawan menghabiskan waktu di tempat wisata sekitar. Selain itu, berdasarkan pengamatan di lapangan dan wawancara, aktivitas di sekitar Villa cukup beragam seperti pemandian air panas, bersepeda, jalan-jalan, membeli souvenir di pasar wisata, berkunjung ke Desa Wisata Cibeusi. Sightseeing di Kebun Teh dan mengunjungi Objek Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu. Villa Bunda Villa Bunda yang masih satu area dengan beberapa vila lainnya ini berada di zona satu Desa Nagrak. Ciater Kabupaten Subang. Lokasi Villa Bunda tepat di pinggiran jalan utama desa, searah dengan jalur menuju Desa Cibeusi. Akses jalan sudah diaspal dengan baik, namun tidak terlalu luas dengan ruang yang cukup terbatas. Gambar 14. Peta Lokasi Villa Bunda Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2020 a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Villa Bunda bersamaan dengan Villa Hijau dan Villa Orange punya cukup lahan parkir pribadi yang bisa memuat dua hingga tiga mobil seukuran SUV (Sport Utility Vehicl. atau setara mobil dengan jumlah tujuh penumpang. Meski Villa Bunda tidak memiliki pagar yang bisa melindungi mobil-mobil tersebut, namun pemilik bisa menjamin bahwa kendaraan akan aman karena beberapa orang selalu siaga di sekitar area vila selama 24 jam. Pengelolaan parkir tersebut diatur secara pribadi, sehingga belum ada retribusi yang dihasilkan dari area parkir tersebut. Bahkan, fasilitas parkir tersebut lebih sering menjadi lahan gratis karena sudah termasuk amenitas yang disediakan oleh pihak Villa Bunda kepada para tamunya. Villa Bunda berada di antara pemukiman warga di Desa Nagrak, tepatnya di area tengah jalan utama desa. Beberapa vila dalam satu area yang sama juga selalu terlihat ramai mengingat kapasitas vila yang bisa ditinggali sebanyak 15 orang untuk kapasitas satu rumah. Di sekitar jalan Desa Nagrak, banyak juga vila lainnya yang melakukan promosi dalam menerima tamu dengan daya tarik kolam belerang dan harga diskon. Tentunya harga yang ditawarkan di setiap signage atau spanduk yang mereka pasang berbeda-beda. Villa Bunda sendiri tidak memasang harga di depan jalan pintu masuk. Namun. Villa Bunda terlihat lebih luas dan hidup dikarenakan adanya warung kelontong dan toko souvenir kecil, serta warung mie instan yang cukup luas berada di seberang jalan sehingga memudahkan para wisatawan potensial untuk melihat-lihat dan memutuskan untuk tinggal dalam waktu yang sudah Sekitar Villa Bunda juga terdapat bangunan-bangunan lain seperti masjid yang diperuntukkan oleh warga setempat di Desa Nagrak. Kemudian, ada juga beberapa balai kecil yang terlihat di sepanjang jalan seperti sarana untuk Karang Taruna. Pos Kamling, atau saung-saung kecil terbuat dari anyaman bambu yang digunakan oleh para warga untuk bersantai dan berbincang dengan tetangga lainnya. Beberapa toko sembako juga tampak dengan posisi cukup menjorok ke dalam dan terdapat pagar tinggi yang terlihat dibuka karena ada mobil boks yang sedang terparkir tepat di depan toko tersebut. Selain itu juga ada toko material bangunan, konter pulsa, cafe kecil, dan beberapa warung lainnya yang dikemas sederhana namun terlihat karena rata-rata warung menggunakan cat tembok bangunannya dengan warna terang seperti hijau, kuning, dan merah. Villa Bunda sendiri didirikan oleh orang asli Lembang. Bandung. Pengelola yang bernama Ibu Tati dan suami mengaku sudah mulai tinggal di sana semenjak 2010 bersamaan didirikannya Villa Bunda ini. Lebih jauh, mayoritas penduduk setempat lainnya kebanyakan berasal dari Kabupaten Subang yang tersebar dari berbagai kecamatan dan Kabupaten/Kota Bandung. Tetapi, beberapa rumah yang ada di Desa Nagrak juga sudah ditinggali oleh warga pendatang yang membeli rumah di Desa Nagrak dari warga sebelumnya. Villa Bunda memiliki satu bangunan yang berbentuk rumah dan langsung menyatu dengan area bangunan warung dengan rumah tinggal di atasnya. Villa Bunda yang disewakan terlihat langsung dari jalan raya dengan cat warna hijau dengan teras rumah yang cukup bisa menampung beberapa tamu untuk bersantai sambil melakukan aktifitas di vila tersebut. Membahas area di dalam Villa Bunda, terdapat dua kamar yang cukup luas. Kamar tersebut berisi satu ranjang tidur berukuran untuk dua orang . ingsize be. yang sudah diberi amenities seperti bantal dan selimut. Ketika Villa Bunda dibangun pada 2010, kamar mandi dibuat berdekatan dengan dapur yang langsung terlihat dari sudut ruang tamu. Di area dapur, hanya disediakan kompor gas kecil untuk satu tungku dan keran cuci piring . itchen Namun, tidak ada utensil yang disediakan seperti piring, gelas, dan alat makan lainnya. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Ibu Tati selaku pemilik menuturkan, jika tamu meminta alat utensil tersebut sesuai porsi tamu yang tinggal, maka Ibu Tati akan senang hati menyediakannya tanpa ada tambahan Hanya saja, semua itu harus dibicarakan dulu . y reques. Untuk ruang tamu, terdapat beberapa sofa set dengan televisi sebesar 32-inch yang memiliki saluran lokal dengan antena dalam rumah. Gambar 15. Villa Bunda Setelah Bertransformasi Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2020 Villa Bunda terdiri dari satu lantai dengan pintu utama di depan sebagai satu-satunya jalur masuk dan keluar para tamu. Harga untuk satu malamnya dipatok dengan harga 800 ribu per malamnya untuk satu rumah. Kapasitas vila ini bisa ditinggali hingga 15 orang. Sehingga,Ibu Tati menyarankan untuk menyewa kembali tambahan kasur . xtra be. dengan harga tambahan yang bisa dinegosiasikan. Gambar 15. Villa Bunda Sebelum Bertransformasi Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2020 Pada tahun 2016. Villa Bunda mengalami penambahan area yang juga disewakan. Area tersebut dibangun di depan menempel dengan bangunan vila yang sebelumnya a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 sehingga tampak dua lantai yang cukup besar. Isi di dalam vila tersebut berupa satu kamar tidur di lantai atas dengan satu kamar mandi dan ruang tamu serta dapur di lantai bawah. Untuk detail dari setiap area di bagian vila baru ini, kurang lebih sama dengan area Villa Bunda sebelumnya. Selang dua tahun kemudian. Villa Bunda yang baru dibangun tersebut bertransformasi menjadi tempat tinggal Ibu Tati dan keluarga. Lalu, lantai satu yang tadinya berupa ruang tamu, dijadikan lahan warung kelontong untuk tambahan aktifitas dan penghasilan bagi Ibu Tati dan suami. Di dalam warung, bahan-bahan yang dijual adalah bahan sembako instan dan makanan ringan, serta barang-barang souvenir yang terdiri dari pakaian anak, baju renang anak, celana renang pria dewasa, dan kaos oleh-oleh khas Ciater. Transformasi lainnya yang dilakukan di dalam area Villa Bunda adalah, dibangunnya kolam hangat belerang di dalam Villa Bunda yang sudah existing sejak awal. Kolam hangat ini dibangun di dekat kamar mandi dan dapur, dengan kapasitas muatan hingga lima orang dalam satu kolam secara bersamaan. Fasilitas kolam ini dibangun sebagai penambah daya tarik vila, mengingat banyak juga vila lain di sekitar yang menambah kolam belerang sebagai salah satu fasilitas vila mereka. Sejak adanya kolam belerang tersebut, maka harga sewa untuk per malamnya pun menjadi 1,2 juta per malam dengan kapasitas hingga 15 orang. Harga mungkin bisa dinegosiasi sesuai jumlah tamu yang ingin menginap dan permintaan yang akan disediakan nantinya. Untuk amenitas lain seperti handuk. Ibu Tati tidak menyediakan sedari awal. Namun. Ibu Tati bisa menyediakan tambahan handuk tersebut dengan sistem by request dan biaya additional. AFTER KOLAM RENDAM AFTER KAMAR TIDUR KAMAR TIDUR DAPUR KOLAM RENDAM KAMAR TIDUR KAMAR TIDUR DAPUR RUANG TAMU TERAS RUANG TAMU TERAS WARUNG KAMAR TIDUR JALAN JALAN DENAH LANTAI 2 SEATING AREA SEATING AREA DAPUR SEATING AREA DENAH LANTAI 1 Gambar 16. Denah Villa Bunda Setelah Bertransformasi Sumber: Olahan Peneliti, 2020 Dari denah tersebut dapat dilihat perubahan-perubahan yang terjadi pada hunian baru yang sedari awal dibangun untuk menjadi sebuah vila komersil. Namun, seiring waktu vila tersebut menjadi satu rumah tinggal pemilik dan sebagian lagi direnovasi menjadi fasilitas umum yaitu warung. Villa Bunda memang dibangun sedari awal menjadi sebuah fasilitas wisata dengan bentuk penginapan . yang memiliki fasilitas tambahan kolam Tidak ada yang asalnya dari rumah tinggal penduduk diubah menjadi sebuah vila. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Dalam kasus Villa Bunda, yang terjadi malah sebaliknya. Pengunjung berdasarkan SES (Social Economy Statu. datang dari segmentasi usia produktif antara 15 - 64 tahun. Keluarga besar dengan membawa anak-anak kecil juga banyak mengisi daftar tamu Villa Bunda, terlebih jika sedang musim libur anak sekolah. Para tamu tersebut kebanyakan berasal dari Kota Bandung. Lembang. Jabodetabek. Karawang, dan lain-lain. Kebanyakan keluarga yang datang terlihat dari kalangan menengah, dan biasanya mengisi waktu liburannya untuk berwisata ke Sari Ater atau hanya menghabiskan waktu bersama di dalam vila. Pengelola juga bertugas sebagai fasilitator yang menyediakan berbagai kebutuhan tamu setiap harinya. Pengelola memiliki beberapa pegawai yang sifatnya informal untuk membantu beliau dalam pengelolaan dan hal-hal operasional lainnya. Semua dilakukan sendiri bersama pegawai lainnya seperti melakukan cuci londri, membersihkan vila sebelum dan setelah kepulangan tamu, mengganti air kolam belerang, dan menjaga lahan parkir jika ada tamu yang menginap. Karakteristik Villa Bunda yang berada di antara pemukiman warga di Desa Nagrak mencipatakan pola perilaku masyarakat yang berubah. Di antaranya, para warga lebih terbuka dengan orang luar dan pendatang. Mereka juga tidak sungkan untuk memberikan informasi terhadap jenis pertanyaan apapun selama tidak dirasa merugikan. Namun, ada beberapa warga yang memang terlihat lebih tertutup, terutama jika kami terlihat ingin bertanya hal-hal yang dengan mengatasnamakan penelitian lapangan. Mereka akan lebih menerima jika kami menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan harga vila-vila di sekitar dan akses transportasi jika kami bermaksud berwisata ke daerah Subang lainnya seperti area perkebunan teh atau menuju Gunung Tangkuban Perahu. KESIMPULAN Perkembangan pariwisata di Kabupaten Subang bagian selatan khususnya di Kecamatan Ciater berimplikasi pada berbagai hal. Implikasi atau dampak pariwisata meliputi aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan. Begitu pula pengembangan wisata Sari Ater Hot Spring yang memberikan berbagai dampak bagi kawasan sekitar, salah satunya adalah Desa Nagrak. Dalam aspek ekonomi sosial, kegiatan pariwisata yang terus berkembang membuka kesempatan kerja sehingga berkontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan Masyarakat Desa Nagrak banyak yang bekerja di PT Sari Ater maupun membuka usaha pendukung kegiatan wisata seperti menyediakan jasa ojek motor, membuka warung makan, menjajakan oleh-oleh, dan membuka penginapan. Bahkan Desa Cibeusi, desa yang berdampingan dengan Desa Nagrak, berhasil mengembangkan sektor pariwisata dan menjadi desa wisata. Hal itu juga dipengaruhi oleh perkembangan wisata Sari Ater Hot Spring. Sementara dampak pada aspek lingkungan terlihat melalui perubahan penggunaan lahan maupun perubahan hunian milik masyarakat Desa Nagrak. Di Desa Nagrak banyak ditemukan fasilitas pendukung pariwisata seperti villa serta warung makan yang lokasinya berdekatan dengan villa. Bahkan bangunan yang banyak terlihat di tepi jalan justru berupa penginapan-penginapan. Sementara pemukiman penduduk tidak banyak ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian lapangan yang dilakukan, keberadaan fasilitas tersebut memang sengaja dibangun untuk tujuan komersial sebagai fasilitas pariwisata. Transformasi lingkungan yang terjadi di Desa Nagrak berupa perubahan dari lahan kosong yang kemudian a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 digunakan untuk membangun fasilitas wisata. Sementara para pemilik penelitian, sebagian besar tinggal di luar Desa Nagrak. Sedangkan fasilitas penginapan dijaga oleh karyawan atau pengelola yang berasal dari Desa Nagrak. Berbagai penginapan yang dibangun di Desa Nagrak yang pada mulanya bertujuan untuk menyediakan fasilitas bagi wisatawan Sari Ater Hot Spring kini justru bisa menjadi daya tarik wisata terpisah. Tamu penginapan mayoritas berasal dari Jabodetabek maupun kawasan Jawa Barat lainnya yang datang untuk menghabiskan weekend atau short holiday. Tujuan pengunjung tidak lagi berwisata ke Sari Ater tetapi memang untuk menginap di berbagai vila di Desa Nagrak. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pariwisata di Sari Ater memicu pertumbuhan kawasan bahkan perkembangan pariwisata juga di kawasan sekitarnya, termasuk Desa Nagrak dan Desa Cibeusi. DAFTAR REFERENSI Wall. and Mathieson. Tourism: Change. Impacts, and Opportunities. Pearson Education. London. Nurdianto. Jeri. Perkembangan Kawasan Wisata Sari Ater Resort dan Dampaknya terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Penduduk Sekitar . Universitas Pendidikan Indonesia: Bandung. Pendit. Nyoman S. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradnya Paramita. Dapang. Widiastiti. , & Febianti. Dampak perkembangan pariwisata terhadap ekonomi masyarakat desa. Jurnal Ilmiah Pariwisata Dan Bisnis, 2. , 2356-2365. https://doi. org/10. 22334/paris. Meutia. and Rizal. Pengaruh pengembangan wisata bahari terhadap pendapatan masyarakat di pulau dua bakongan timur kabupaten aceh selatan. Jurnal Ilmiah Basis Ekonomi Dan Bisnis, 1. , 59-78. https://doi. org/10. 22373/jibes. Wistari. Putra. , & Lagatama. Dampak desa wisata sudaji terhadap perkembangan ekonomi masyarakat desa sudaji kecamatan sawan kabupaten buleleng. cultoure, 4. , 135. https://doi. org/10. 55115/cultoure. Siregar. Mahatir. Hutagalung. Sabila. Luthfiah. Ningrum. A & Surbakti. Dampak perkembangan pariwisata desa tomok terhadap sosial ekonomi dengan perspektif danau tobaAumonaco of asiaAy. Budimul, 2. , 40-49. https://doi. org/10. 62385/budimul. Abdillah. Damanik. Fandeli. , & Sudarmadji. Perkembangan destinasi pariwisata dan kualitas hidup masyarakat lokal. Mimbar Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 31. , 339. https://doi. org/10. 29313/mimbar. Setiawan. and Primandhana. Analisis pengaruh beberapa sektor pdrb terhadap indeks kualitas lingkungan hidup di indonesia. Kinerja, 19. , 53-62. https://doi. org/10. 30872/jkin. Aryanto. Hendarmawan. Hadian. Novianti. , & Faramitha. Geowisata dan potensi penguatan komunitas pada wisata pasca-tambang open pit nam salu di belitung Jurnal Kawistara, 12. , 368. https://doi. org/10. 22146/kawistara. https://ejournal. id/JRT