WIDHARMA JURNAL ABDIMAS WIDYA DHARMA E ISSN 2962-3758 Volume 03 No. 01 Januari 2024 PEMBELAJARAN BAHASA JAWA TUTUR PAMBAGYA HARJO MANTEN DAN LAYU-LAYU SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERAN DOSEN DAN MAHASISWA DI MASYARAKAT Ike Anisa1. Syska Lady Sulistyowatie2. Much. Suranto3. Anis Marjukah4. Tasari5. Sigit Adhi Pratomo6. Jajang Susatya7. Arif Julianto Sri Nugroho8 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Widya Dharma Klaten ikeanisa@yahoo. Fakultas Ekonomi dan Psikologi. Universitas Widya Dharma Klaten syskaladys@gmail. Fakultas Teknologi dan Komputer. Universitas Widya Dharma Klaten surantomuch@gmail. Fakultas Ekonomi dan Psikologi. Universitas Widya Dharma Klaten anismarjukah69@gmail. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Widya Dharma Klaten tasari_lutfi@yahoo. Program Vokasi. Universitas Widya Dharma Klaten ipsigit@gmail. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Widya Dharma Klaten susatyajajang@gmail. Fakultas Ekonomi dan Psikologi. Universitas Widya Dharma Klaten arifjuliantosn72@gmail. Article Info ARTICLE HISTORY Received: 08/01/2024 Reviewed: 15/01/2024 Revised: 23/01/2023 Accepted: 25/01/2024 DOI: 54840/widharma. Abstract Kegiatan pelatihan pembelajaran Bahasa Jawa tutur pambagya harjo manten dan layu-layu ini bertujuan meningkatkan peran dosen dan mahasiswa di masyarakat dalam upaya meningkatkan ketrampilan berbahasa dalam ranah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Desain kegiatan berupa pembelajaran praktik nyata Bahasa Jawa secara lengkap. Hasil kegiatan diperoleh perubahan positif dan signifikan dimana uji pre-test dan post-test signifikan ada perubahan pengetahuan dan ketrampilan baik oral maupun praktik bagi dosen dan mahasiswa di hadapan masyarakat tentang kemampuan tutur Bahasa Jawa kegiatan atur pambagya harjo manten dan layu-layu. Kata kunci: pembelajaran atur pambagya, layu-layu, peran abdimas PENDAHULUAN Universitas Widya Dharma Klaten merupakan perguruan tinggi yang telah lama eksis di Kabupaten Klaten dengan visi menjadi universitas yang berkarakter untuk kesejahteraan bangsa berlandaskan multikultur di tahun 2025. Dengan visi dan misi yang bertujuan supaya pembelajaran yang diselenggarakan di Universitas Widya Dharma Klaten dapat menghasilkan lulusan mandiri dan unggul, maka perlu bagi dosen Universitas Widya Dharma Klaten menyajikan pembelajaran yang relevan dengan tantangan kontemporer. Pembelajaran yang dilakukan dosen harus sesuai konteks bukan keluar dari konteks. Nilai-nilai kearifan lokal di Kabupaten Klaten dapat digali untuk memperkaya konten pada kegiatan pembelajaran. Semuanya bermuara pada luaran pembelajaran Ike Anisa. Syska Lady Sulistyowatie, et al/WIDHARMA Vol 03 No 01 Tahun 2024 dengan terwujudnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat, teknologi tepat guna, buku ajar, dan perubahan output dan outcome kebermanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Klaten melalui meningkatnya kesejahteraan seluruh masyarakat (Nicholls, 2. Kampanye pemberdayaan masyarakat basis nilai-nilai kearifan lokal memiliki masa depan ketika generasi muda di desa mulai terlibat. Banyak anak muda di daerah telah menyuarakan isu pemberdayaan wilayah desa berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Dengan memunculkan nilai-nilai kearifan lokal diharapkan anak muda jaman sekarang untuk bisa terus berkembang maju namun tetap mempertahankan citra dari diri mereka dan tetap menjaga kultur budaya daerah. Era digital menguntungkan anak muda dan remaja untuk bisa tampil dan mengambil sari ilmu sebanyak banyaknya dari sumber bahan digital menyuarakan isu kearifan lokal bagi kesejahteraan desa (Tempo, 2. Generasi Z pada masa digital saat ini cakap bersuara, berkarya mereka pintar menargetkan perubahan kebijakan untuk menaikkan kesejahteraan wilayah desanya. Perlu adanya inovasi baru dalam meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa bagi kebermanfaatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kegiatan di sini adalah meningkatnya kemampuan dosen dan mahasiswa dalam ketrampilan tutur krama inggil berbahasa Jawa yang berguna bagi individu untuk berkiprah di masyarakat. Berbasis temuan riset, pada masa sekarang di era modernisasi TIK era disrupsi dirasa kurangnya kecakapan individu muda dalam tutur Bahasa Jawa krama inggil apalagi ketrampilan ini pada masa sekarang dirasa sangat diperlukan di berbagai acara sosial kemasyarakatan. Rumusan masalah pengabdian kepada masyarakat yang diajukan sebagai berikut. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran Bahasa Jawa krama inggil secara terampil yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan sosial masyarakat melalui tutur atur pambagya harja dan layu-layu? Universitas Widya Dharma Klaten sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mampu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama dharma ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Fakultas Ekonomi dan Psikologi. Fakultas Teknologi dan Komputer, serta Program Vokasi telah berkriprah di masyarakat Desa Ngawonggo. Kecamatan Ceper. Kabupaten Klaten. Praktik kegiatan dilakukan pada saat atur sambutan layu-layu menggunakan Bahasa Jawa halus . rama inggi. pada hari JumAoat tanggal 29 September 2023. Dokumentasi kegiatan disajikan di gambar 1 di bawah ini. Gambar 1. Praktik Pembelajaran kromo inggil layu-layu di Masyarakat Identifikasi masalah kegiatan ini yaitu sebagai berikut. Mahasiswa dan dosen masih perlu pelatihan sebagai bekal memberikan pembelajaran Bahasa Jawa krama inggil dalam kegiatan atur pambagyo harjo dan layu-layu di masyarakat. Pemberdayaan dosen dan mahasiswa di masyarakat masih perlu disempurnakan. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Metode pelaksanaan kegiatan meliputi dua hal sebagai berikut. Pengumpulan data profil dosen dan mahasiswa, potensi, dan tenaga pengajar yang siap untuk melaksanakan kegiatan. Program pemberdayaan dosen dan mahasiswa melalui pelatihan Bahasa Jawa halus . rama inggi. atur pambagyo harjo dan layu-layu. Ike Anisa. Syska Lady Sulistyowatie, et al/WIDHARMA Vol 03 No 01 Tahun 2024 Model pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan sebagai berikut ini (Harjito dan Golda. Model Transfer Pengetahuan Pelatihan Bahasa Jawa Halus . rama inggi. Model transfer pengetahuan ketrampilan berbahasa Jawa krama inggil berupa pemaparan pengetahuan, pengembangan kapasitas diri, dan praktik langsung cara berbicara lisan . Cara membawa diri atur pambagya harja manten dan layu-layu. Target dan Luaran Adanya perbaikan dan peningkatan pengetahuan serta ketrampilan berbahasa Jawa halus . rama inggi. bagi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan atur pambagya harja dan layulayu. Meningkatnya peran dan partisipasi aktif dosen dan mahasiswa di masyarakat. Meningkatnya empati dan peduli dari dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat untuk berkontribusi langsung melalui hubungan sosial di masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain. Pelatihan ketrampilan tutur bahasa Jawa krama inggil pada atur pambagya harja manten dan layu-layu. Konsep dasar yang dipelajari dalam kegiatan ini meliputi ucapan selamat datang, ucapan terima kasih, ucapan bela sungkawa, ucapan maksud kegiatan, dan ucapan doa serta penutup. Dalam kegiatan upacara temanten dilakukan pembelajaran per tahapan antara lain: temanten pria muncul, methuk temanten pria, temanten pria rawuh, pasrah temanten, panggih, krobogan, sungkem, atur pambagya harja, kirab, ular-ular, dan purnaning pahargyan. Diperoleh hasil dan signikan uji beda sebelum dan sesudah kegiatan tentang adanya kebermanfaatan kegiatan. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat respon positif dari masyarakat. Terjadi penguatan jejaring berupa meningkatnya peran dosen di masyarakat Desa Ngawonggo. Kecamatan Ceper. Kabupaten Klaten dalam kegiatan sambutan atur layu-layu. Terjadi peningkatan kegiatan promosi terkait branding positif Universitas Widya Dharma Klaten untuk semakin berperan di masyarakat yang bermuara pada terciptanya semakin tinggi semangat dosen untuk semakin mengabdi kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan pengembangan ketrampilan ini tidak cukup dilakukan dalam waktu singkat. Kegiatan ini membutuhkan waktu panjang dan berkesinambungan. Di masa mendatang dapat dijadwalkan Kembali kegiatan serupa dengan peran dosen dan mahasiswa yang semakin beragam dan luas. DAFTAR PUSTAKA Hardjito. Golda. KKN-PM Pengembangan Desa Wisata Somongari di Kabupaten Purworejo. AJIE-Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship. Vol 03 No 03 hal 238-245. Nicholls. Playing The Fields: A New Approach to the Meaning of Social Entreprenurship. Journal Social Entreprise. 21:1-15. Tempo. Konsisten Melawan plastik Sekali pakai. Sosok. Mingguan Tempo: 19 Februari 2023 Halaman 42-44. UCAPAN TERIMAKASIH