KAJIAN IN SILIKO SENYAWA EKSTRAK DAUN SIRIH CINA DAN KELOR SEBAGAI OBAT ANTI KANKER PADA SEL T47D DAN HELA Ahwan*. Fadilah Qonitah. Nabila Luthfi Afifah. Robiyo Toulasik Program Studi Farmasi. Fakultas Sains. Teknologi dan Kesehatan. Universitas Sahid Surakarta. Surakarta. Indonesia. *Penulis Korespondensi: ahwan@usahidsolo. ABSTRAK Kanker merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan agen terapi baru yang lebih aman. Daun sirih cina (Peperomia pellucid. dan kelor (Moringa oleifera L. ) secara empiris memiliki aktivitas antiproliferatif, namun mekanisme interaksi molekuler spesifiknya sebagai antikanker masih perlu dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil komponen bioaktif ekstrak etanol daun sirih cina dan kelor, serta mengevaluasi potensinya sebagai kandidat obat antikanker secara in silico terhadap reseptor EGFR dan Caspase-9. Simplisia diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Profil senyawa aktif dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Pengujian aktivitas antikanker dilakukan melalui simulasi penambatan molekuler . olecular dockin. terhadap protein target EGFR dan Caspase-9, dengan Doksorubisin sebagai kontrol positif. Analisis GCMS berhasil mengidentifikasi senyawa mayor, yaitu Patuloside A dan Procyanidin pada daun sirih cina, serta Quercetin-3-O-glucoside pada daun kelor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Patuloside A memiliki afinitas pengikatan tertinggi terhadap EGFR (-10,4 kcal/mo. , mengungguli obat kontrol Doksorubisin (-9,1 kcal/mo. Sementara itu, senyawa Quercetin-3-Oglucoside dari kelor juga menunjukkan stabilitas ikatan yang sangat baik pada reseptor EGFR . ,8 kcal/mo. dan Caspase-9 (-8,2 kcal/mo. Senyawa fitokimia utama dari daun sirih cina (Patuloside A) dan kelor (Quercetin-3-O-glucosid. memiliki afinitas pengikatan yang sangat baik terhadap protein target kanker. Kedua senyawa ini berpotensi untuk diteliti lebih lanjut sebagai kandidat antikanker. Kata Kunci: Antikanker. Sirih Cina. Kelor. Molecular Docking. EGFR. Caspase-9. ABSTRACT Cancer is a global health problem that requires new, safer therapeutic agents. Chinese betel leaves (Peperomia pellucid. and Moringa (Moringa oleifera L. ) empirically have antiproliferative activity, but their specific molecular interaction mechanisms as anticancer agents still need to be This study aims to identify the bioactive component profiles of ethanol extracts of Chinese betel leaves and Moringa, and to evaluate their potential as anticancer drug candidates in silico against EGFR and Caspase-9 receptors. The crude drug was extracted by maceration using 96% ethanol as a solvent. The active compound profiles were analyzed using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Anticancer activity testing was carried out through molecular docking simulations against EGFR and Caspase-9 target proteins, with Doxorubicin as a positive control. GC-MS analysis successfully identified major compounds. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 namely Patuloside A and Procyanidin in Chinese betel leaves, as well as Quercetin-3-O-glucoside in Moringa leaves. Simulation results showed that Patuloside A had the highest binding affinity to EGFR (-10. 4 kcal/mo. , outperforming the control drug Doxorubicin (-9. 1 kcal/mo. Meanwhile, the Quercetin-3-O-glucoside compound from Moringa also showed excellent binding stability to the EGFR receptor (-9. 8 kcal/mo. and Caspase-9 (-8. 2 kcal/mo. The main phytochemical compounds from Chinese betel leaves (Patuloside A) and Moringa (Quercetin-3O-glucosid. have excellent binding affinity to cancer target proteins. These two compounds have the potential to be further studied as anticancer candidates. Keywords: Anticancer. Chinese Betel. Moringa. Molecular Docking. EGFR. Caspase-9. PENDAHULUAN masih memiliki berbagai keterbatasan. Kanker merupakan salah satu Efek samping yang toksik terhadap sel penyebab utama kematian di seluruh normal dan munculnya resistensi obat dunia, dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang terus meningkat setiap keberhasilan terapi penderita (DPEra et tahunnya (Lukitaningtyas dan Cahyono, , 2. Oleh karena itu, eksplorasi Di kalangan wanita, kanker senyawa bahan alam . atural product. payudara dan kanker serviks menempati menjadi salah satu pendekatan strategis urutan teratas sebagai jenis kanker yang Senyawa Indonesia (Wahyuni & Syswianti, 2. struktur beragam, toksisitas rendah, dan Dalam penelitian sel T47D sering mampu menargetkan berbagai jalur digunakan sebagai model representatif kanker secara simultan (Zulqifli et al. Dua tanaman yang memiliki positif, sementara sel HeLa merupakan potensi besar sebagai agen antikanker model standar untuk studi kanker serviks adalah Sirih Cina (Peperomia pellucid. (Mutiah, 2. Tingginya prevalensi dan Kelor (Moringa oleifer. Secara kedua jenis kanker ini menuntut adanya empiris, kedua tanaman ini telah lama inovasi berkelanjutan dalam pencarian dimanfaatkan dalam sistem pengobatan agen terapeutik yang efektif, aman, dan Berbagai studi fitokimia minim efek samping (Oemiati et al. menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih cina mengandung senyawa metabolit Metode radioterapi, dan pembedahan saat ini PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 memiliki aktivitas antioksidan serta Metabolism. Excretion, and Toxicit. sitotoksik (Razoki et al. , 2. Sejalan menjadi langkah awal yang krusial. dengan hal tersebut, daun kelor juga Metode ini memungkinkan skrining diakui memiliki aktivitas farmakologis cepat dan rasional dari berbagai senyawa yang luar biasa karena kaya akan fitokimia untuk memprediksi afinitas senyawa bioaktif seperti ikatan dengan makromolekul target pada sel kanker (Withana et al. , 2. glukosinolat (Fauziah et al. , 2. Berdasarkan Penelitian in vitro terdahulu telah diperlukan sebuah kajian komprehensif membuktikan bahwa ekstrak dari kedua untuk memetakan dan menganalisis tanaman ini mampu menunjukkan efek antiproliferatif yang signifikan terhadap bioaktif dari kedua tanaman ini secara individual maupun berbasis kombinasi kanker manusia, multi-target. Melalui penelitian berjudul menginduksi apoptosis (Adebayo et al. "Kajian In Siliko Senyawa Ekstrak Daun Razoki et al. , 2. Meskipun Sirih Cina dan Kelor sebagai Obat Anti sirih cina dan kelor menunjukkan potensi Kanker pada Sel T47D dan HeLa", dari judul ini dapat ditemukan kandidat lead identifikasi molekul aktif yang paling compound . enyawa penuntu. Hasil penelitian dapat menjadi landasan ilmiah untuk meningkatkan efisiensi pada uji in dengan reseptor target spesifik pada sel vitro maupun in vivo lanjutan, sekaligus T47D dan HeLa masih perlu dieksplorasi secara rinci (Kartika et al. , 2020. Sultan antikanker herbal yang baru, aman, dan et al. , 2. lebih tertarget di masa depan. Pendekatan eksperimental murni seringkali memakan waktu yang lama METODE PENELITIAN dan biaya yang besar. Oleh karena itu. Pengumpulan dan Identifikasi Bahan pendekatan in siliko . omputasi biolog. Baku Pengambilan sampel daun Sirih olecular dockin. dan prediksi profil Cina (Peperomia pellucid. dan daun ADMET Kelor (Moringa oleifer. segar didaerah (Absorption. Distribution. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 cepogo Kabupaten Boyolali. Untuk Splitless, waktu alir gas: 1. 16 mL/min 89 pelaksanaan determinasi tanaman di dan Split ratio: 1. Ahmad Dahlan Biologi Universitas keaslian spesies. Kajian In Silico Bahan dan Alat Perangkat Proses Ekstraksi (Metode Maseras. adalah laptop pribadi dengan spesifikasi Sebanyak 466 gram simplisia Intel(R) Core (E) i3-1215U Gen 12 daun sirih dan 1022 gram daun kelor CPU 1. 2 GHz. RAM 8 GB. masing-masing operasi 64-bit, prosesor berbasis x64, . dan Windows 11. Perangkat lunak yang Didiamkan selama 3x24 jam setelah itu AutoDockTools- disaring dan residu hasil maserasi 6. Biovia Discovery Studio 2024 dimaserasi kembali menggunakan etanol Client. ChemDraw Ultra 12. Chem3D Maserat hasil ekstraksi dievaporasi Pro 12. DUD-E. Open Babel. NCBI, dengan rotary evaporator pada suhu 600 Pre-ADMET. Protein Data Bank, dan C sampai diperoleh ekstrak (Ahwan et SwissADME. Materi yang digunakan , 2. adalah struktur 3D reseptor target dalam kompleks dengan Doksurubisin, yang Analisis Kualitatif Senyawa Bioaktif dikristalkan dari enzim EGFR kinase dan (GC-MS) Caspase-9 (ID PDB: 3W33 dan 1JXQ) Ekstrak yang diperoleh dianalisis yang diunduh dari Protein Data Bank. menggunakan Gas ChromatographyAe Ligand kontrol positif adalah struktur 3D Mass Spectrometry (GC-MS) untuk Doksorubisn protein target menggunakan BIOVIA sekunder yang terkandung dalam ekstrak Discovery Studios 2024 Client. Ligand daun Sirih Cina dan Kelor. Alat yang uji adalah struktur 2D dari senyawa aktif Doxorubicin. Patuloside A. Procyanidin, (Shimadz. dengan parameter yaitu jenis Patuloside B. Acacetin, isovitexin, b- kolom: Rxi 1ms, suhu kolom: 50 0C, caryophyllene. Hexahydroxy diphenic suhu injektor: 280 0C, tipe injektor: GCMS Carotol, 2-Diallyloxypropan. Quercetin-3-O-glucoside. Quercetin-3- PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 O-rutinoside. Kaempferol-3-O- Zeaxanthin. Chlorogenic Ultra 12. 0 untuk mendapatkan struktur File acid. Apigenin, lutein. Zeaxanthin. Beta- disimpan sebagai ligan uji dalam format Carotene. Gallic Acid. Ferulic acid. PDB. Penambahan atom hidrogen dan Citric torsi dilakukan dengan PyRx (Python Acid. Quinate hydroxybenzoic acids. Prescription 0. , menghasilkan file dalam format PDBQT. Prediksi Lipinski's Rule of Five Prediksi Validasi Pengikatan Molekuler senyawa aktif dilakukan menggunakan Validasi situs web SwissADME. Agar dapat molekuler dilakukan dengan melakukan dianggap sebagai kandidat senyawa aktif penambatan ulang kantung pengikat dalam suatu obat, senyawa tersebut enzim EGFR kinase dan Caspase-9 (ID harus memenuhi aturan Lipinski's Rule PDB: 3W33 dan 1JXQ) menggunakan of Five, yaitu memiliki berat molekul ligan alami Doksurubisin. Hasilnya <500 Dalton. adalah nilai RMSD yang menunjukkan sejauh mana posisi kompleks protein- Persiapan Reseptor Protein Preparasi ligan berubah seiring waktu. Parameter validitas metode pengikatan molekuler menghilangkan komponen yang tidak dan dianggap valid jika nilai RMSD perlu dari protein menggunakan BIOVIA kurang dari 2,0 yI (Nursamsiar et al. Discovery Studio 2024 Client dan disimpan dalam format file PDB. Perangkat lunak AutoDock Tools-1. Prediksi ADME dan Toksisitas digunakan untuk menambahkan muatan Struktur Kollman hingga diperoleh file dalam diprediksi diuraikan menggunakan situs format PDBQT. http://biosig. au/pkcsm/. Persiapan Ligand Struktur File dapat diunduh dalam format PDF ChemDraw Ultra 12. 0 dan ChemBio3D dan mencakup data seperti Penyerapan Usus Manusia Pengikatan Protein (HIA), Caco-2. Plasma PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 (PPB), Penghalang Darah CYP2C9, CYP2D6, Otak . , tersebut dicatat beratnya dan disimpan CYP2C19, dalam wadah kedap udara. Selanjutnya. CYP3A4, serbuk simplisia daun sirih cina dan daun kelor masing-masing direndam dengan etanol 96% . :5 untuk daun kelor dan HASIL DAN PEMBAHASAN 1:10 untuk daun sirih cin. selama tiga Ekstraksi Daun Sirih Cina kali 24 jam dengan pengadukan sesekali. (Peperomia pellucid. dan Daun Setelah Kelor (Moringa oleifera L. remaserasi dua kali dengan pelarut yang Sampel daun sirih cina dan daun Maserat yang dihasilkan disaring kelor dan yang telah dikumpulkan dan dikentalkan menggunakan rotary pertama-tama evaporator dan water bath pada suhu memisahkan kontaminan, lalu dibilas 60AC hingga menjadi ekstrak kental, bersih menggunakan air, disaring, dan kemudian dihitung persen rendemennya. Hasil dari proses ini menghasilkan dikeringkan dalam oven pada suhu 50AC, rendemen ekstrak pekat daun sirih cina dihancurkan dengan penggiling, dan sebanyak 31,63 % b/b dan rendemen disaring hingga menghasilkan serbuk ekstrak kental daun kelor sebesar 24,01 halus berukuran 40 mesh. Serbuk % b/b (Yusniawati, 2. Sampel Tabel 1. Hasil Rendemen Ekstrak Etanol Daun Sirih Cina dan Daun Kelor Berat Simplisia Berat Ekstrak % Rendemen . Kental . (% b/. Daun Sirih Cina (Peperomia pellucid. 147,43 31,63 Daun Kelor (Moringa oleifera L. 245,35 24,01 Sampel Analisis Kualitatif Senyawa Bioaktif siirh cina dan daun kelor digunakan dengan Metode Gas Chromatography Massa Selectif (GC-MS) menggunakan detektor massa selektif. Untuk komponen senyawa ekstrak etanol daun Diperoleh data berupa kromatogram (Gambar . PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 (A) (B) Gambar 1. Kromatogram Ekstrak Daun Sirih Cina (A) dan Daun Kelor (B) Berdasarkan kromatogram diatas dari tiap molekul massa yang terionkan dapat diinterpresentasikan bahwa di menjadi mz atau m ( ) yang akan dalam ekstrak etanol daun sirih cina dan daun kelor terdapat banyak senyawa molekul yang lebih kecil berdasarkan yang terkandung. Dimana komponen senyawa tersebut ada senyawa mayor tersebut dicocokkan dengan library. dan senyawa minor. Dalam penelitian ini Komponen mayor yang terkandung diambil data berupa senyawa mayor atau dalam ekstrak daun sirih cina dan daun utama dengan melihat pola fragmentasi kelor bisa dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Senyawa Mayor yang Diduga terdapat pada Ekstrak Daun Sirih Cina dan Daun Kelor Tanaman Ekstrak Daun Sirih Cina Ekstrak Daun Kelor Senyawa Mayor Hexahydroxydiphenic acid Patuloside A Patuloside B Procyanidin Acacetin 2,2-Diallyloxypropan Carotol -caryophyllene Zeinoxanthin Apigenin Naringenin alfa tocopherol Zeaxanthin Quercetin 3-O-rutinoside Chlorogenic acid Beta Carotene Quercetin 3-O-glucoside Kaempferol 3-O-glucoside Retention Time . 17,83 19,82 24,37 27,34 16,51 14,22 10,05 5,29 12,13 6,85 12,33 17,30 21,46 28,85 24,50 25,35 Area (%) 21,50 % 12,50 % 8,30 % 11,50 % 13,30 % 37,80 % 22,00 % 7,60 % 8,50 3,40 5,20 8,70 4,20 8,80 1,80 12,40 10,50 6,80 PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Lutein Ferulic Acid Galic Acid 4-hydroxybenzoic acids Citric Acid Quinate Kajian In Silico 27,82 28,26 31,94 32,24 28,46 34,72 2,50 7,80 10,34 11,20 2,10 1,60 kristalografi referensi. Nilai RMSD ini Metode divalidasi dengan cara mengukur perbedaan geometris struktur meredocking ligan asli (Doksorubisi. docking, di mana nilai RMSD O 2,0 yI Parameter yang digunakan menunjukkan bahwa metode ini akurat untuk validasi adalah nilai Root Mean dalam memprediksi interaksi antara Square protein dan ligan (Lipinski, 2. Deviation (RMSD) konformasi hasil docking dan posisi Tabel 3. Hasil Validasi Metode Docking Grid Box Kode PDB RMSD . I) O2 Binding Affinity 3W33 1JXQ Proses RMSD tersebut jauh di bawah ambang menggunakan perangkat lunak BIOVIA batas O 2 yI (Ahmed et al. , 2. Hasil Discovery Studio 2024. Auto Dock Tools-1. konformasi ligan setelah redocking Validasi metode menghasilkan nilai memiliki kesamaan struktural yang RMSD sebesar 0,000 yI (Tabel . , yang kristalografi aslinya PyMOL docking untuk doksorubisin, karena nilai . Gambar 2. Hasil Validasi Ligan Native Metode Docking, . 3W33 dan . 1JXQ PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Berdasarkan Tabel 4, evaluasi sifat senyawa-senyawa drug-likeness menggunakan Lipinski's berpotensi besar untuk diabsorpsi secara Rule of Five terhadap 23 senyawa optimal dalam saluran cerna tubuh . ermasuk Doxorubici. manusia dan prospektif dikembangkan sebagai kandidat obat . ead compound. senyawa sepenuhnya memenuhi kriteria. Sebanyak 12 senyawa dinyatakan tidak sementara 12 senyawa lainnya tidak Senyawa yang memenuhi molekul yang terlalu besar (BM > 500 seluruh parameter (Berat Molekul <=500 D. dan jumlah ikatan hidrogen yang Da. Log P <5. Donor Ikatan Hidrogen melebihi batas. Sehingga mengakibatkan <5, dan Akseptor Ikatan Hidrogen <. senyawa tersebut terlalu kuat mengikat Acacetin, -caryophyllene, air sehingga akan kesulitan menembus Hexahydroxy diphenic acid. Carotol, 2- membran lemak, sifat senyawa yang Diallyloxypropan. Apigenin. Gallic acid. Ferulic acid. Citric acid. Quinate, dan 4- menyebabkan kelarutan dalam air yang hydroxybenzoic acid. Pemenuhan aturan sangat buruk . oor aqueous solubilit. Lipinski's Rule of Five oleh kesebelas yang akan menghambat disolusi obat di saluran cerna dan berisiko menyebabkan obat tertahan di jaringan adiposa. (Log bioavailabilitas oral yang sangat baik. Tabel 4. Hasil Prediksi Lipinski's Rule of Five Senyawa Doxorubicin Patuloside A Procyanidin Patuloside B Acacetin Isovitexin -caryophyllene Hexahydroxy diphenic Carotol 2-Diallyloxypropan Quercetin-3-O-glucoside Quercetin-3-O-rutinoside Berat Molekul (<500 D. Ikatan Hidrogen Donor Acceptor (<. (<. Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Memenuhi Tidak Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Log P (<. Keterangan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Kaempferol-3-Oglucoside Zeaxanthin Chlorogenic acid Apigenin Lutein Beta-Carotene Gallic Acid Ferulic acid Citric Acid Quinate 4-hydroxybenzoic acids Simulasi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi asli . menunjukkan potensi dilakukan untuk menentukan energi penghambatan kompetitif pada situs bebas pengikatan . G) dan keadaan aktif protein target (Mardianingrum et konformasi kompleks ligan-reseptor. , 2. Seperti yang disajikan dalam Parameter Tabel 4, nilai iG yang lebih rendah iG, ligan-protein yang lebih stabil. Data ini menunjukkan Interaksi pengikatan ini secara hubungan terbalik antara nilai iG dan stabilitas pengikatan senyawa, dengan pengikatan antara ligan dan reseptor. nilai iG yang lebih rendah menunjukkan Secara khusus, pola ikatan hidrogen stabilitas yang lebih tinggi. yang serupa antara senyawa uji dan ligan Tabel 5. Simulasi Penambatan Molekuler Binding affinity . cal/mo. EGFR kinase protein 3W33 Daun Sirih Cina (Peperomia pellucid. Senyawa Doxorubicin Patuloside A Procyanidin Patuloside B Acacetin b-caryophyleen Hexahydroxydiphenic acid -9,1 -10,4 -9,2 -8,9 -8,7 -8,5 -7,7 -7,5 Caspace-9 1JXQ -7,5 -7,5 -9,0 -8,0 -6,9 -7,0 -5,3 -5,8 PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 9 Carotol 10 2-Diallyloxypropan Daun Kelor (Moringa oleifera L. Quercetin-3-O-glucoside Quercetin-3-O-rutinoside Kaempferol-3-O-glucoside Zeaxanthin Chlorgenic acid Apigenin Zeinoxanthin Beta-Caroten Gallic Acid Ferulic acid Citric Acid Quinate 4-hydroxybenzoic acids Daun Sirih Cina -6,6 -5,2 -5,0 -3,9 -9,8 -9,1 -9,5 -9,4 -8,5 -8,6 -5,7 -9,5 -9,6 -6,0 -6,8 -6,0 -6,2 -5,9 -8,2 -8,0 -7,8 -7,1 -6,9 -6,7 -6,5 -6,4 -6,0 -5,5 -5,3 -5,2 -5,2 -5,1 (Peperomia afinitas terbaik untuk EGFR kinase . dan pada Caspase-9 . JXQ) menunjukkan senyawa dengan binding affinity yang cukup baik terhadap kedua Patuloside A, yang menunjukkan potensi penghambatan yang signifikan pada Patuloside Procyanidin adalah senyawa dengan (A) Procyanidin kedua jalur target. (B) Gambar 3. Struktur Senyawa Patuloside A (A) dan Quercetin-3-O-glucoside (B) PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Daun Kelor (Moringa oleifera L. memiliki sejumlah senyawa dengan Di EGFR kinase, senyawa afinitas pengikatan yang cukup tinggi Quercetin-3-O-glucoside terhadap Caspase-9 . JXQ) seperti Caroten lebih unggul dalam hal interaksi Quercetin-3-O-glucoside dan Quercetin- dengan protein tersebut Beta- 3-O-rutinoside, yang dapat memberikan Tabel 6. Hasil Senyawa Terbaik pada Moleculer Docking Pada Tiap Enzim Ekstrak Senyawa Terbaik Daun Sirih Cina Patuloside A Daun Kelor Quercetin-3-O-glucoside Berdasarkan Target Binding Affinity EGFR - 10,4 kcal/mol Caspase-9 - 8,2 kcal/mol amino THR854. LYS745. VAL726, terhadap tabel binding affinity dari ALA743, dan LEU844 (EGFR) dan senyawa-senyawa yang diuji terhadap CYS285, dua protein target, yaitu EGFR kinase (Caspase-. , dimana ikatan non-polar (Protein ID: 3W. dan Caspase-9 (Protein ID: 1JXQ), untuk senyawa- affinity yang terbentuk (Mustafa et al. GLU288, HIS237 Senyawa Doksuribisin, dengan nilai binding Patuloside A menunjukkan afinitas affinity -9,1 kcal/mol (EGFR) dan -7,5 pengikatan yang paling baik pada kedua kcal/mol protein, dengan nilai binding affinity interaksi kuat baik melalui ikatan sebesar -10,4 kcal/mol (EGFR) dan -7,5 hidrogen . engan ASP837 dan LYS745 kcal/mol (Caspase-. Interaksi kimia pada EGFR, serta LYS290. CYS285, yang terjadi pada senyawa Patuloside A dan ARG341 pada Caspase-. maupun ikatan hidrofobik . erutama dengan hydrogen: residu LEU777. CYS775, dan VAL726. LEU844. LEU718. LEU1001. ASP855 (EGFR) ARG341, dan PHE997 pada EGFR, serta TRP340 ARG179, GLN283, SER236 dan ARG179 pada Caspase-9 (Mustafa (Caspase-. (Caspase-. , et al. , 2023. hidrofobik yang terbentuk pada asam PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Tabel 7. Hasil Docking Ligan Terhadap Reseptor EGFR dan Caspace-9 Binding . cal/mo. Senyawa Interaksi Kimia Asam Amino Ikatan Hidrogen Ikatan Hidrofobik ASP837. LYS745 GLY721. VAL726. LEU844, ALA743. LEU718. LEU1001, PHE997 THR854. LYS745. VAL 726, ALA743. LEU844. LEU718 ASP855. LEU718. VAL726, ALA743. LEU844 Reseptor EGFR (Protein ID: 3W. Doksuribisin -9,1 Patuloside A* -10,4 Quercetin-3-O-glucoside** -9,8 LEU777. CYS775. ASP855 ARG841. LYS745, THR854 Resptor Caspace-9 (ID. 1JXQ) Doksuribisin -7,5 Patuloside A* -7,5 Quercetin-3-O-glucoside** -8,2 LYS290. CYS285. ARG341. HIS237 ARG341. ARG179, GLN283. SER236, GLY238. GLY175 CYS285. ARG341, GLN283 TRP340. ARG179 CYS285. GLU288. HIS237 VAL338. ARG179 Keterangan: Doksuribisin . ontrol positi. * Senyawa Daun Sirih Cina. dan ** Senyawa Daun Kelor Interaksi molekuler Quercetin-3O-glucoside ARG841. LYS745, dan THR854 pada EGFR serta CYS285. ARG341, dan pengikatan yang tinggi terhadap EGFR GLN283 pada Caspase-9, didukung oleh Caspase-9. Quercetin-3-O- glucoside, dengan afinitas -9,8 kcal/mol ASP855. LEU718. VAL726. ALA743, (EGFR) dan -8,2 kcal/mol (Caspase-. , dan LEU844 pada EGFR (Pantsar & membentuk ikatan hidrogen dengan Poso, 2. (A) (B) Gambar 4. Penambatan 2D Senyawa Potensial dengan Reseptor Caspace-9 (ID. (A) Patuloside A* dan (B) Quercetin-3-O-glucoside**. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 (A) (B) Gambar 5. Penambatan 2D Senyawa Potensial dengan Reseptor EGFR kinase . , (A) Patuloside A*dan (B) Quercetin-3-O-glucoside** Tabel 8. Hasil Prediksi ADMET ADMET Doksurubisin Absorption HIA (%) Caco2 . Distribution VDss . og L/k. b (C brain/C bloo. Metabolisme CYP2C19 inhibition CYP2C9 inhibition CYP2D6 inhibition CYP3A4 inhibition Toxicity hERG II inhibitor Hepatotoxicity Berdasarkan Tabel Senyawa Patuloside A Quercetin-3-O-glucoside 62,372 0,457 26,982 0,249 23,057 0,284 1,647 -1,379 1,078 -1,467 1,779 1,742 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak (VDs. tertinggi dan menjadi satu- prediksi ADMET menunjukkan bahwa obat standar doksurubisin memiliki nilai menembus sawar darah otak . ilai b absorpsi usus (HIA) dan permeabilitas Terkait metabolisme, ketiga senyawa tersebut diprediksi aman dan minim risiko interaksi obat karena tidak Quercetin-3-O-glucoside. Pada profil menginhibisi enzim sitokrom P450 utama (CYP2C19. CYP2C9. CYP2D6, (Caco. Patuloside Quercetin-3-O-glucoside memiliki nilai Volume of Distribution dan CYP3A. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Dari segi toksisitas. Patuloside A menunjukkan profil keamanan yang paling superior karena diprediksi tidak rendahnya daya absorpsi usus dari kedua senyawa tersebut. rug kardiotoksisitas . ERG II inhibito. Hal Quercetin-3-O- glucoside yang memiliki menginhibisi hERG II. Secara keseluruhan, meskipun daya absorpsinya lebih rendah dari obat Patuloside senyawa yang paling menjanjikan berkat profil keamanan dan metabolismenya yang sangat baik. KESIMPULAN Penelitian Patuloside A . aun sirih cin. dan Quercetin-3-O-glucoside . aun kelo. berpotensi sebagai kandidat antikanker karena terdapat interaksi yang baik dengan reseptor EGFR dan Caspase-9, serta prediksi profil keamanan yang lebih unggul dibanding doksurubisin. Dari hasil penelitian ini memiliki prediktif secara komputasi. Oleh karena itu, diperlukan validasi empiris melalui uji in vitro dan in vivo untuk memastikan efikasi dan keamanannya secara nyata. DAFTAR PUSTAKA