Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Vol. 07 No. 01 | Maret 2026 Hal. 41 - 45 Peningkatan Pemahaman Etika Profesi Bagi Teknisi Bandar Udara Andri KurniawanA. Suse Lamtiar SimbolonA. Ika EndrawijayaA. Tiara NugrahayaniA. Saptandri Widiyanto5. Febria Roza6*. Sisxa Damayanti7 1,2,3,4,5,6,7 Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Banten. Indonesia E-mail: 1andri. kurniawan@ppicurug. id, 2suse. lamtiar@ppicurug. endrawijaya@ppicurug. id, 4tiara. nugrahayani@ppicurug. widiyanto@ppicurug. id, 6febria. roza@ppicurug. id, 7sisxadamayanti@gmail. Received : 25 Nopember 2025 Revised : 12 Maret 2026 Accepted : 26 Maret 2026 Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dengan tujuan memperkuat kesadaran serta pemahaman etika profesi bagi teknisi bandar udara di Indonesia. Dalam dunia penerbangan yang memiliki tingkat risiko tinggi dan tuntutan profesionalisme besar, integritas dan tanggung jawab menjadi faktor utama yang harus dimiliki oleh setiap tenaga teknis. Program ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh teknisi, dosen, serta alumni Program Studi Teknik Bangunan dan Landasan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Melalui seminar interaktif dan studi kasus, kegiatan ini membahas berbagai persoalan etika yang muncul di dunia kerja teknisi serta memberikan solusi melalui prinsip moral dan tanggung jawab profesional. Materi kegiatan berfokus pada penerapan kode etik profesi, pentingnya integritas pribadi, dan peran teknisi dalam menjaga budaya keselamatan penerbangan . afety cultur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 95% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan kesadaran terhadap penerapan etika profesi. Selain itu, kegiatan ini merekomendasikan pembentukan Majelis Profesi Penerbangan sebagai lembaga independen yang mengawasi praktik etika di bidang ini. Kata Kunci: etika profesi. teknisi bandara. pengabdian masyarakat. Abstract This Community Service Program was conducted to strengthen awareness and understanding of professional ethics among airport technicians in Indonesia. In the aviation sector, which is characterized by high risk and strict demands for professionalism, integrity and responsibility are essential qualities that every technical personnel must possess. The program was delivered online and attended by technicians, lecturers, and alumni of the Airport Building and Pavement Engineering Study Program at the Indonesian Aviation Polytechnic of Curug. Through interactive seminars and case-based discussions, this activity explored various ethical issues encountered in the technical work environment and offered solutions grounded in moral principles and professional responsibility. The material emphasized the application of professional codes of ethics, the importance of personal integrity, and the critical role of technicians in upholding aviation safety culture. Evaluation results indicated that 95% of participants experienced an increase in their knowledge and awareness of ethical practices. addition, the program recommended the establishment of an Aviation Professional Council, an independent body responsible for overseeing ethical practices in this field. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Keywords: professional ethics. airport technicians. community service. Pendahuluan Sektor penerbangan dikenal memiliki karakteristik yang kompleks, padat modal, serta berteknologi tinggi. Untuk mendukung keberlangsungan sistem ini, dibutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi (Kanki. Helmreich, & Anca, 2. Etika menjadi landasan moral yang mengarahkan setiap tenaga teknis agar bertindak sesuai nilai-nilai profesionalisme dan tanggung jawab sosial (Bertens, 2. Walaupun Walaupun regulasi penerbangan di Indonesia sudah cukup lengkap, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pelaksanaan etika profesi belum berjalan maksimal. Salah satu penyebabnya adalah belum adanya Majelis Profesi Penerbangan yang berperan menegakkan etika kerja. Akibatnya, pelanggaran etika di lapangan sering kali hanya dikenai sanksi administratif tanpa penanganan etis yang lebih mendalam (Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, 2. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman teknisi mengenai etika profesi dan memperkuat perilaku profesional melalui pendekatan edukatif yang menekankan budaya keselamatan penerbangan (Supriyanto, 2. Metode Kegiatan dilaksanakan secara daring pada 10 September 2025 dengan partisipasi 63 peserta yang terdiri dari teknisi, dosen, dan alumni Politeknik Penerbangan Indoensia Curug (PPI Curu. Pendekatan yang digunakan adalah metode interaktif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, serta studi kasus penerapan etika di dunia kerja (Maurino et al. Langkah-langkah kegiatan meliputi: . Perencanaan: Penentuan tema, tujuan, dan bentuk kegiatan PkM, . Persiapan: Penunjukan narasumber, penyusunan materi, serta uji coba platform digital yang digunakan, . Pelaksanaan: Penyampaian materi oleh narasumber yang berpengalaman di bidang etika dan keselamatan penerbangan, diikuti dengan diskusi dan tanya jawab, . Evaluasi: Pengumpulan umpan balik melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman dan kepuasan peserta (Agustina et al. , 2. Pendekatan ini mengombinasikan teori dan praktik sehingga peserta dapat memahami secara langsung bagaimana penerapan nilai etika dalam situasi kerja nyata. Hasil dan Pembahasan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Teknik Bangunan dan Landasan (TBL) PPI Curug menunjukkan keberhasilan dalam peningkatan pemahaman etika profesi bagi teknisi bandar udara. Pelaksanaan dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting pada 10 September 2025 dengan partisipasi aktif sebanyak 63 peserta yang terdiri dari teknisi, dosen, serta alumni Program Studi TBL PPI Curug dari berbagai angkatan. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi mendalam tentang penerapan nilai-nilai etika dalam pekerjaan sehari-hari. Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Ketua Program Studi TBL PPI Curug yang menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjaga keselamatan penerbangan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber utama. Saptandri Widiyanto. DESS. DESM. , yang menjelaskan ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug tentang kode etik profesi teknisi dan relevansinya terhadap regulasi nasional serta standar internasional (ICAO, 2. Peserta diberi kesempatan untuk mendiskusikan berbagai dilema etika yang muncul dalam praktik kerja, seperti tekanan waktu, tanggung jawab keselamatan, serta pelaporan kesalahan teknis secara jujur. Gambar 1. Pembukaan Kegiatan PkM Materi yang disampaikan menitikberatkan pada tiga aspek utama: . pengenalan prinsip dasar etika profesi, . penerapan tanggung jawab profesional terhadap keselamatan operasional, dan . refleksi terhadap integritas individu dalam menghadapi tantangan di lapangan. Selain penyampaian teori, kegiatan juga disertai dengan simulasi kasus yang menggambarkan bagaimana keputusan teknisi dapat memengaruhi keselamatan penerbangan (Maurino et al. , 2. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok diskusi untuk menganalisis skenario nyata dan memberikan solusi berbasis kode etik. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran kritis terhadap nilai moral dan profesionalisme (Dewi Kania et al. Gambar 2. Penyampaian Pertanyaan dari Peserta Setelah kegiatan berakhir, peserta mengisi kuesioner untuk menilai efektivitas pelaksanaan kegiatan dan tingkat pemahaman mereka terhadap materi. Hasil survei menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator pemahaman etika dan sikap profesional. Ringkasan hasil evaluasi ditampilkan pada tabel berikut: Tabel 1. Ringkasan Evaluasi Aspek Penilaian Puas (%) Kesesuaian materi dengan kebutuhan mitra Cukup Puas (%) Kualitas narasumber dan penyampaian materi Interaktivitas dan efektivitas diskusi Pelaksanaan kegiatan secara daring Tidak Puas (%) Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa kegiatan ini relevan dan bermanfaat bagi peningkatan kompetensi profesional teknisi. Peserta menyampaikan bahwa ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug topik etika profesi sebaiknya dimasukkan dalam pelatihan teknis berkelanjutan, agar dapat diterapkan secara nyata dalam dunia kerja (Supriyanto, 2. Kegiatan PkM ini memberikan dampak nyata baik bagi peserta maupun institusi. Bagi para Teknisi, kegiatan ini meningkatkan kesadaran tentang pentingnya etika profesi sebagai pedoman dalam bekerja dan berinteraksi dengan lingkungan kerja. Peserta menyatakan bahwa mereka memperoleh wawasan baru mengenai cara menjaga integritas, tanggung jawab, serta keterbukaan dalam melaporkan temuan teknis tanpa rasa takut akan sanksi. Dampak tidak langsung juga terlihat pada peningkatan keinginan peserta untuk menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing dalam menegakkan budaya keselamatan . afety cultur. Bagi institusi pendidikan, kegiatan ini memperkuat peran Politeknik Penerbangan Indonesia Curug sebagai pusat edukasi vokasi yang tidak hanya fokus pada kompetensi teknis, tetapi juga pengembangan karakter profesional. Materi, modul, dan hasil diskusi selama kegiatan akan dijadikan rujukan untuk pembaruan kurikulum dan penguatan topik etika profesi dalam proses pembelajaran. Selain itu, publikasi hasil kegiatan di media sosial dan laman resmi perguruan tinggi turut memperluas jangkauan diseminasi nilai-nilai etika kepada masyarakat penerbangan yang lebih luas. Kesimpulan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema Peningkatan Pemahaman Etika Profesi bagi Teknisi Bandar Udara berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan sikap profesional peserta terhadap penerapan etika kerja. Melalui diskusi, simulasi kasus, serta keterlibatan aktif peserta, kegiatan ini berhasil memperkuat budaya etika dan keselamatan di lingkungan kerja penerbangan. Peningkatan pemahaman ini diharapkan berdampak langsung terhadap kualitas kinerja teknisi dalam menjaga keselamatan operasional, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta menumbuhkan tanggung jawab profesional yang berkelanjutan. Dengan kata lain, kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menumbuhkan profesionalisme teknisi yang beretika dan berorientasi pada keselamatan penerbangan nasional. Daftar Pustaka