Jurnal Farmasi SYIFA Volume 2. Nomor 2. Halaman 81-85. Agustus 2024 Homepage: https://wpcpublisher. com/jurnal/index. php/JFS ANALISIS KANDUNGAN HIDROKUINON PADA SEDIAAN BODY BUTTER DI PASARAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Analysis o f Hydroquinone Content In Body Butter Preparations o n The Market Using Uv-Vis Spectrophotometry Method Tuti Alawiyah1*. Aderia Dang Meka1. Aima Pitriya1. Alfina Hidayati1. Fitria Anggriani1. Monica Wikklin1. Solagratia Okta Fernando1 Program Studi Sarjana Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Sari Mulia. Banjarmasin. Kalimantan Selatan *Corresponding author: apttutialawiyah@gmail. Info Artikel Diterima: 27 Juli 2024 Direvisi: 25 Agustus 2024 Dipublikasikan: 31 Agustus 2024 ABSTRAK Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan perawatan kulit adalah dengan menggunakan kosmetika. Kosmetika berfungsi untuk memberikan dampak kecantikan dan kesehatan bagi tubuh, seperti pada body butter pemutih. BPOM RI Nomor 18 tahun 2015 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika membatasi hidrokuinon dalam Indonesia tidak mengizinkan penggunaan hidrokuinon pada produk pemutih kulit, karena penggunaan hidrokuinon lebih dari 2% dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit kemerahan dan terbakar, bahkan menyebabkan kanker. Tujuan identifikasi ini untuk mengetahui kadar hidroquinon pada body butter yang beredar di online shop. Metode analisis kimia dengan menggunakan uji kualitatif menggunakan pereaksi pewarna yaitu FeCl3. Benedict dan Ag-Amonical untuk menentukan keberadaan zat pada sampel dan uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri Uv-vis untuk mengukur kadar zat pada sampel. Hasil uji kualitatif dari pereaksi warna FeCl3 dan Benedict mengandung hidrokuinon dan uji kuantitatif didapatkan kadar hidrokuinon pada sampel A sebesar 5,6% dan sampel B sebesar 6,93%. Dapat disimpulkan bahwa kedua sampel body butter mengandung hidrokuinon dan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan yaitu 0,02%. Kata kunci:Body Butter. Hidrokuinon. Kosmetika This is an open access article under the CC BYNC 0 license. ABSTRACT One effort that can be made to carry out skin care is by using cosmetics. Cosmetics function to provide beauty and health effects for the body, such as whitening body butter. BPOM RI Number 18 of 2015 concerning technical requirements for cosmetic ingredients limits hydroquinone in cosmetics. Indonesia does not allow the use of hydroquinone in skin whitening products, because the use of more than 2% hydroquinone can cause skin irritation, skin redness and burning, and even cause cancer. The purpose of this identification is to determine the hydroquinone levels in body butter circulating in online The chemical analysis method uses a qualitative test using dye reagents namely FeCl3. Benedict and Ag-Amonical to determine the presence of substances in the sample and a quantitative test using UV-vis spectrophotometry to measure the levels of substances in the sample. Qualitative test results from FeCl3 and Benedict color reagents contain hydroquinone and quantitative tests showed that the hydroquinone content in sample A 6% and sample B was 6. It can be concluded that both body butter samples contain hydroquinone and do not meet the established standard, namely 0. Keywords: Body Butter. Cosmetics. Hydroquinone PENDAHULUAN Perawatan kulit telah menjadi trend masa kini bagi wanita modern dan merupakan sebuah kebutuhan bagi seorang wanita (Indah Ayu Lestari et al. , 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan perawatan kulit adalah dengan menggunakan Kosmetika berfungsi untuk memberikan dampak kecantikan dankesehatan bagi tubuh, seperti pada body butter pemutih. Produk pemutih wajah merupakan salah satu produk kosmetik dengan yang bekerja pembentukan melanin serta merusak melanin yang telah terbentuk sehingga menghasilkan Jurnal Farmasi SYIFA warna kulit yang lebih putih (Nirmala Sari et al. Body butter pemutih adalah sediaan kosmetik yang digunakan di seluruh badan,tangan, dan kaki yang dapat digunakan untuk mencerahkan kulit sehingga kulit berubah warna menjadi putih. Efek samping jangka panjang, dosis tinggi penggunaan hidrokuinon adalah okronosis eksogen, katarak, pigmentasi milia koloid, sklera, pigmentasi kuku, hilangnya elastisitas kulit dan penyembuhan luka lambat (Selvia Resti. et al. , 2. Diantara body butter pemutih yang beredar, ada yang memiliki izin . dari BPOM namun tidak sedikit yang ilegal . idak terdaftar BPOM). Beberapa body butter yang digunakan oleh masyarakat merupakan body butter yang tidak berizin dan perlu dianalisis kualitas dan Hal ini disebabkan oleh banyaknya body butter yang menggunakan bahan kimia yang Salah satu bahan kimia yang berbahaya yang digunakan sebagai pemutih kulit yaitu hidrokuinon, yang dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan pada organ tubuh dan juga bersifat toksik (Selvia Resti. et al. , 2. Hidrokuinon adalah bahan aktif yang dapat mengendalikan produksi pigmen yang tidak merata, yang berfungsi untuk mengurangi atau menghambat pembentukan melanin kulit (Mevia Juliani et al. , 2. Menyebabkan iritasi kulit, dan terbakar, bahkan menyebabkan kanker (Nirmala Sari et al. , 2. (Royani et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk mengetahui apakah body butter yang beredar di online shop atau diluar sana ini aman untuk kita gunakan baik dalam jangka panjang atau jangka pendek. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kualitatif yaitu uji warna dan analisis kuantitatif yaitu Spektrofotometri UVVIS. METODE Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode Metode analisis kimia untuk melakukan analisis kualitatif menggunakan uji warna yaitu pereaksi FeCl3. Benedict dan Ag-Amonical untuk menentukan keberadaan zat pada sampel. Sedangkan, untuk uji kuantitatif menggunakan Volume 2. Nomor 2. Agustus 2024 metode spektrofotometri Uv-vis untuk mengukur konsentrasi zat pada sampel. Hidrokuinon >2% termasuk golongan obat keras dan digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi, melasma, melasma, bintik-bintik dan hiperpigmentasi pasca inflamasi dan hanya dengan resep dokter. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah timbangan, analitik, kertas saring, pipet tetes, spatula, waterbath, labu ukur, drupple plate, cawan porselen, pipet volume, batang pengaduk dan alat gelas laboratorium. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah dua sampel Body Butter (A dan B), metanol, etanol, aquadest, hidroquinon, pereaksi FeCl3, pereaksi benedict, dan pereaksi ag-amonical. BPOM RI Nomor 18 tahun 2015 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika membatasi hidrokuinon dalam kosmetika. Peraturan tersebut menetapkan bahwa hidrokuinon sebagai bahan kosmetika hanya dapat digunakan untuk kuku palsu dengan konsentrasi maksimum 0,02% (Julan et al. , 2. Indonesia tidak mengizinkan penggunaan hidrokuinon pada produk pemutih kulit, karena penggunaan hidrokuinon lebih dari 2% (Fahira et al. , 2021. Julan et al. , 2023. Mevia Juliani et al. , 2021. Nirmala Sari et al. , 2. Prosedur Kerja Analisis kualitatif menggunakan uji warna Pereaksi FeCl3 Sampel . ody butte. A dan B ditimbang sebanyak 0,1 gram kemudian dilarutkan dengan etanol sebanyak 5 ml sampai larut, kemudian ditambahkan 4 tetes FeCl3. Lalu diamati perubahan warna yang terjadi, apabila warna yang terbentuk adalah kuning maka sampel positif Pereaksi Benedict Sampel . ody butte. A dan B diambil secukupnya kemudian ditambahkan 4 tetes reagen Kemudian diamati warna yang akan terjadi, jika sampel berubah warna menjadi merah maka dapat dicurigaimengandung hidroquinon. Pereaksi Ag-amonical Sampel . ody butte. A dan B ditimbang sebanyak 0,1 gram. Kemudian dilarutkan dengan etanol sebanyak 5 ml sampai larut, kemudian Jurnal Farmasi SYIFA ditambahkan 3 tetes Ag-amonical, lalu dipanaskan sampai terlihat gelembung. Setelah itu ditambahkan 3 tetes NaOH kemudian diamati jika terdapat warna cermin perak, maka dapat dicurigai sampel mengandung hidroquinon. Analisis Kuantitatif Menggunakan Spektrofotometri Uv-vis Preparasi Sampel Preparasi sampel dilakukan melalui penimbangan masing-masing sampel krim pemutih sebanyak 25 mg dan disuspensikan dalam metanol 50 mL, kemudian dikocok sampai Pembuatan Larutan Baku Hidroquinon Ditimbang standar hidrokuinon sebanyak 5 mg dilarutkan dengan metanol, lalu dimasukkan dalam labu ukur 100 mL dan ditambahkan metanol sampai tepat 100 mL, kemudian larutan dikocok Sehingga konsentrasi baku hidrokuinon 50 ppm dalam Dipipet 10 mL larutan baku 50 ppm dimasukkan dalam labu ukur 50 mL tambahkan dengan larutan metanol hingga tepat 50 mL lalu dikocok hingga homogen. Didapatkan larutan dengan konsentrasi 10 ppm. Dipipet 0,1 . 0,2 . 0,3 . 0,4. 0,5 . 1,5 mL dari larutan baku 10 ppm masukkan masing-masing ke dalam labu ukur 50 mL tambahkan metanol sampai tanda. Didapatkan larutan dengan konsentrasi 0,02 . 0,04 . 0,06 . 0,08 0,10 . 0,20 . 0,30 ppm. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Dipipet 0,4 mL dari larutan baku 10 ppm masukkan dalam labu ukur 50 mL, diencerkan dengan larutan metanol sampai tanda tera lalu dikocok hingga homogen dan dihasilkan larutan hidrokuinon dengan konsentrasi 0,08 ppm. Larutan 0,08 ppm diukur pada panjang gelombang 200-400 nm . ihasilkan pada panjang gelombang maksimum 293 n. Pengukuran Kadar Hidrokuinon Sampel Kadar hidrokuinon pada sampel dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis. Ukur absorbansi sampel secara spektrofotometri ultraviolet pada panjang gelombang 293 nm. Sedangkan untuk menghitung kadar hidrokuinon dalam sampel dihitung dengan menggunakan Volume 2. Nomor 2. Agustus 2024 persaman regresi linear : y = bx A a yang diperoleh melalui kurva baku hidrokuinon. HASIL Pada penelian tentang Analisis Kandungan Hidrokuinon Pada Sediaan Body Butter Di Pasaran Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis, didapat hasil sebagai berikut: Hasil uji kualitatif dengan reaksi warna Tabel 1. Hasil uji kualitatif Sampel Pereaksi FeCl3 Benedict Ag-Amonical = Positif - = Negatif Hasil uji Kuantitatif kadar hidrokuinon pada sampel body butter Tabel 2. Pengukuran deret larutan standar pada Panjang gelombang maksimum 300 nm Konsentrasi Absorbansi 0,085 0,150 0,246 0,309 0,362 Tabel 3. Hasil penetapan kadar asam mefenamat Sampel Absorbansi Mg/L Kadar Sampel Hidrokuinon (%b/. 0,056 1,1286 0,065 1,386 6,93 PEMBAHASAN Sebanyak dua sampel yang dibeli dari online shop yang telah dikodekan A dan B. Untuk identifikasi kualitatif digunakan dengan reaksi warna FeCl3. Benedict, dan Ag-Amonical. Selanjutnya dengan spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui kadar hidrokuinon. (Mevia Juliani et al. , 2. Berdasarkan Tabel 1. diperoleh hasil pada analisis kualitatif menggunakan pereaksi kimia FeCl3 yang berfungsi untuk mengikat hidrokuinon sehingga menghasilkan endapan kuning keperakanpada sampel A dan B). Hasil uji warna menggunakan pereaksi benedict dengan hasil sampel yang dicurigai mengandung hidrokuinon. Dari kedua sampel Jurnal Farmasi SYIFA terdapat warna merah kehitaman yang di curigai positif mengandung senyawa hidrokuinon. Senyawa hidrokuinon merupakan senyawa Hasil uji warna menggunakan pereaksi benedict dengan hasil sampel yang dicurigai mengandung Dari kedua sampel terdapat warna merah kehitaman yang di curigai positif mengandung senyawa hidrokuinon. Senyawa hidrokuinon merupakan senyawa golongan fenol yang mudah dioksidasi oleh pereaksi senyawa kimia, salah satunya dengan pereaksi benedict ((Julan et al. , 2. Dari tabel tersebut dapat dilihat hasil negatif terdapat pada kedua sampel A dan B dengan menggunakan pereaksi Ag-Amonical. Selanjutnya untuk lebih memastikan keberadaan hidrokuinon pada setiap sampel, maka menggunakan metodeSpektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan tabel 3. didapatkan hasil perhitungan kadar hidrokuinon pada sampel A dan B menunjukkan bahwa kedua sampel mengandunghidrokuinon dengan kadar sampel A 5,6% dan sampel B 6,93%. Hal ini menunjukkan bahwa kadar hidrokuinon dalam kedua sampel tersebut tidak sesuai standar yang ditetapkan oleh BPOM RINomor 18 tahun 2015 yaitu maksimal 0,02%. Apabila penggunaan hidrokuinon melebihi standardapat menyebabkan iritasi kulit, kulit kemerahan dan terbakar, bahkan menyebabkan kanker. SIMPULAN Berdasarkan kedua sampel body butter yang dibeli dari online shop dan dipasaran terbukti mengandung hidrokuinon. Sampel A memiliki kadar hidrokuinon sebanyak 5,6% dan sampel B memiliki kadar sebesar 6,93%. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen serta teman-teman di Program Studi Sarjana Farmasi atas segala bantuan, dukungan, dan bimbingan yang telah diberikan selama proses penelitian ini berlangsung. Dan seluruh pihak dari laboratorium. REFERENSI