IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Persepsi Mahasiswa Terhadap Layanan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sinjai Di Era Digital Nur Inda Permata Restu Universitas Muhammadiyah Sinjai Syamsuddin Universitas Muhammadiyah Sinjai Email : indanddakosongempatbelas@gmail. ABSTRAK Kemajuan teknologi informasi telah mendorong perubahan besar dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi. Kajian ini berfokus pada bagaimana mahasiswa memandang layanan yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sinjai di tengah era digital saat ini. Layanan yang ditinjau mencakup sirkulasi, pengguna, dan penelusuran informasi, sebagaimana tercantum dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk perpustakaan perguruan tinggi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan semiterstruktur dengan mahasiswa sebagai responden, serta kajian publikasi ilmiah yang dianalisis menggunakan perangkat VOSviewer. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun sebagian layanan seperti sirkulasi telah berjalan dengan baik, mahasiswa masih menginginkan sistem yang lebih modern dan mudah diakses secara digital. Kurangnya sosialisasi dan pelatihan terkait layanan lainnya juga menjadi catatan penting. Temuan menyeluruh agar perpustakaan tetap relevan dengan kebutuhan dan karakteristik generasi pengguna saat ini. Kata kunci: layanan perpustakaan, perpustakaan di era digital, perpustakaan perguruan tinggi, persepsi mahasiswa. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 ABSTRACT Advances in information technology have driven major changes in the delivery of library services, including in higher education. This study focuses on how students perceive the services provided by Universitas Muhammadiyah Sinjai Library in the midst of the current digital era. The services reviewed include circulation, interlibrary loan, reference, user education, and information search, as listed in the Indonesian National Standard (SNI) for higher education libraries. The research was conducted using a descriptive qualitative approach, incorporating semistructured interviews with students as respondents, as well as a review of scientific publications analysed using the VOSviewer The results show that although some services such as circulation have been running well, students still want a more modern system that is easily accessible digitally. The lack of socialisation and training related to other services is also an important note. The findings emphasise the need for a comprehensive service update to keep the library relevant to the needs and characteristics of the current generation of users. Keywords: library services, libraries in the digital era, higher education libraries, student perceptions. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia perpustakaan. Di era digital, perpustakaan tidak lagi menyimpan koleksi cetak, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat informasi yang berbasis teknologi, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka masa Untuk menjaga eksistensinya di tengah arus perubahan yang cepat, perpustakaan perlu mendesain ulang bentuk dan sistem layanannya melalui inovasi digital, integrasi teknologi informasi, dan peningkatan kemudahan akses. Hal ini menjadi sangat penting mengingat mahasiswa saat ini termasuk dalam generasi digital native, yaitu generasi yang sejak awal kehidupannya sudah akrab dengan perangkat digital dan lingkungan virtual. Mereka memiliki cara yang berbeda dalam mengakses, memilih, dan menggunakan informasi dibandingkan generasi sebelumnya yang lebih familiar dengan pendekatan manual. Selain cepat dalam mengadaptasi teknologi, mereka juga aktif dalam menciptakan serta membagikan informasi melalui media digital. Perubahan perilaku ini menuntut perpustakaan untuk mengembangkan layanan yang lebih fleksibel, adaptif, dan responsif. (Devi 2. Perpustakaan adalah bagian penting dari lingkungan akademik perguruan tinggi. Ini berfungsi sebagai pusat informasi yang memenuhi kebutuhan seluruh civitas akademika dan merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, perpustakaan berfungsi sebagai sarana pendukung dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Perpustakaan perguruan tinggi tidak boleh hanya menyediakan informasi yang Mereka (Warastri Mutada Ngulandari 2. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 perpustakaan perguruan tinggi . , layanan perpustakaan harus minimal tersedia selama 54 jam per minggu agar dapat mendukung akademik. Berbagai jenis termasuk peminjaman, keterlambatan, termasuk dalam layanan tersebut. Selain itu, ada mahasiswa mengakses koleksi dari perpustakaan lain melalui kerja sama antar lembaga. SNI juga menekankan pentingnya melalui koleksi referensi, pengguna, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi informasi dan kemampuan mahasiswa untuk memaksimalkan penggunaan (Adrian 2. Tak memasuki era digital, di mana penggunaan katalog daring (Online Public Access Catalog/OPAC) mencari informasi. Sistem ini memungkinkan pencarian koleksi secara cepat dan efisien tanpa harus datang langsung ke rak buku terhadap era digital, yang menuntut layanan cepat, akurat, dan berbasis teknologi. (Jannah et al. Masruri . menyatakan di dalam karya ilmiah Siti Nurlaila yang berjudul Persepsi Mahasiswa terhadap Kualitas Pelayanan Perpustakaan bahwa, pelayanan adalah bagian penting dari fungsi perpustakaan. Sejauh mana penyedia layanan dapat menentukan kualitas layanan. Pelayanan yang berkualitas terletak pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan Selain pengguna sesuai dengan harapan. Jika layanan yang diterima IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 melampaui ekspektasi, maka kualitasnya dianggap ideal, tetapi jika layanan yang diterima di bawah harapan, maka persepsi negatif tentang kualitas akan muncul Oleh karena itu, penting perpustakaan di era digital untuk mengembangkan layanan yang lebih efisien, relevan, dan sesuai dengan karakter dan kebutuhan generasi pengguna masa kini. (Nurlaila 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif, yang memandang layanan perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sinjai di tengah perkembangan teknologi digital Data utama diperoleh dari wawancara semi-terstruktur yang dilakukan kepada beberapa mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sinjai. Untuk memperkaya hasil analisis, penelitian ini juga mengkaji data sekunder berupa artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam Dimensions. Data menggunakan perangkat lunak VOSviewer, yang memungkinkan visualisasi jaringan kata kunci dan tema-tema dominan dalam penelitian tentang layanan perpustakaan digital. Proses analisis data dilakukan secara tematik, yakni dengan mengelompokkan hasil wawancara ke dalam kategori-kategori tertentu berdasarkan jenis layanan yang dibahas. Setelah data berdasarkan tema-tema utama, mengaitkannya dengan teori yang relevan, serta membandingkannya dengan temuan dari kajian Dengan memberikan gambaran yang utuh mengenai dinamika layanan perpustakaan di era digital dari sudut pandang mahasiswa. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria perpustakaan di era digital dengan menggunakan kata kunci layanan perpustakaan di era digital dari periode waktu 2016 sampai 2025 yang didapatkan dari database dimensions, bagian Ae bagian penting dari data tersebut disajikan dalam bentuk gambar dan tabel sebagai berikut. Tabel 1. Produktivitas Perkembangan Peneliti / Penulis Terhadap Layanan Perpustakaan Di Era Digital. Nama Organization. Publications Country Bachrul Ilmi. Sebelas Maret University. Indonesia Sri Rohyanti Zulaika Sunan Kalijaga State Islamic University. Yogyakarta Indonesia Cut Afrina. Raden Fatah State Islamic University Indonesia Adi Prasetyawan State University Of Malang. Indonesia Atiqa Nur Latifa Hanum Tanjungpura University. Indonesia Moh Saffi. State University Of Malang Indonesia Rhoni Rodin Insitut Agama Islam Negeri Curup Indonesia Citatons Citations Mean 0,03 0,33 1,17 0,33 0,50 0,60 IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Rully Khairul Anwar Padjajaran University Indonesia Agus Rusmana Padjajaran University Indonesia Anis Masruri Sunan Kalijaga State Islamic Universitas Yogyakarta Indonesia 0,40 2,60 0,60 Tabel ini menyajikan hasil produktivitas akademik sejumlah mencakup publikasi, sitasi, dan rata-rata sitasi per publikasi. Secara keseluruhan, informasi ini mengindikasikan sumbangan pribadi dan institusional para peneliti dalam perkembangan wacana ilmiah di bidang perpustakaan digital. Berdasarkan data yang terdapat pada tabel tersebut, peneliti dengan publikasi terbanyak adalah Bachrul Ilmi dari Universitas Sebelas Maret, yang memiliki total 8 publikasi dan 3 sitasi, sehingga menghasilkan rata- rata sitasi per artikel sebesar 0,38. Walaupun hanya memiliki Agus Rusmana Universitas Padjadjaran juga menonjol meskipun hanya memiliki 5 publikasi, beliau tetap berhasil memperoleh 13 sitasi dengan mean tertinggi 2,60. Ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah publikasinya tidak banyak, kualitas serta sitasi dari karya ilmiahnya tetap Sementara itu, beberapa peneliti seperti Sri Rohyanti Zulaika dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tercatat memiliki 6 menunjukkan rendahnya dampak dari karya ilmiahnya dalam perkembangan di dunia akademik. Fenomena serupa juga terlihat pada sejumlah penulis lain dengan jumlah publikasi yang sedang, namun belum meraih sitasi yang tinggi, seperti Cut afrina raden IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 fatah dari universitas islam dan Atiqa nur latifa hanum dari universitas tanjungpura. Tabel 2. Sumber Publikasi Jurnal Terhadap Layanan Perpustakaan Di Era Digital. Nama Organization. Publications Country Bachrul Ilmi. Sebelas Maret University. Indonesia Sri Rohyanti Zulaika Sunan Kalijaga State Islamic University. Yogyakarta Indonesia Cut Afrina. Raden Fatah State Islamic University Indonesia Citatons Citations Mean 0,03 0,33 1,17 0,33 0,50 Rhoni Rodin Insitut Agama Islam Negeri Curup Indonesia 0,60 Rully Khairul Anwar Padjajaran University Indonesia 0,40 Agus Rusmana Padjajaran University Indonesia 2,60 Adi Prasetyawan State University Of Malang. Indonesia Atiqa Nur Latifa Hanum Tanjungpura University. Indonesia Moh Saffi. State University Of Malang Indonesia IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Anis Masruri Sunan Kalijaga State Islamic Universitas Yogyakarta Indonesia 0,60 Berdasarkan tabel tersebut, terdapat sejumlah jurnal yang mempublikasikan kajian mengenai layanan perpustakaan dalam era digital. Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi TIK ILMEU memiliki jumlah publikasi terbanyak dengan 41 artikel, sedangkan BIBLIOTIKA Jurnal Kajian Perpustakaan Informasi mencatatkan 45 publikasi. Walaupun BIBLIOTIKA menerbitkan lebih banyak artikel. TIK ILMEU memperoleh sitasi lebih tinggi, yaitu 28 sitasi, yang menunjukkan bahwa artikel-artikelnya lebih sering dijadikan rujukan dalam penelitian mengenai layanan perpustakaan digital. Sebaliknya. Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi AL-Ma Mun mencatat jumlah publikasi dan sitasi terendah, yaitu 17 publikasi dan 4 sitasi, serta rasio sitasi per publikasi yang sangat minim . , yang menunjukkan kurangnya perhatian terhadap jurnal ini. Daluang Journal of Library and Information Science, dengan 19 publikasi, memiliki rasio sitasi yang tinggi . , yang menunjukkan pengaruh signifikan dari setiap artikel meskipun jumlah publikasinya lebih rendah. Jurnal Pustaka Ilmiah, dengan 25 publikasi dan 29 sitasi, mencatatkan rasio sitasi yang sangat baik . , mengindikasikan dampak artikel-artikelnya Secara keseluruhan, meskipun ada jurnal yang memiliki publikasi lebih banyak, dampak serta kualitas publikasinya, diukur dari rasio jurnal-jurnal tersebut berpengaruh dalam komunitas akademik yang berkaitan dengan layanan perpustakaan diera digital. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Gambar 3. Klasifikasi topik Layanan Perpustakaan di Era Digital dari Database VOSviewer. Tabel 3. Tema yang dikelompokkan dalam cluster CLUSTER Cluster 1 Cluster 2 KONSEP Era digital, experience, layanan, manajemen, masyarakat,pemustaka, perguruan tinggi, perkembangan teknologi, perpustakaan perguruan, pustakawan, studi kasus, university Data analyis, information, information provider instituti, information service, knowledge, reader, reference service, research method, source, stage. TOTAL Cluster 3 Covid, electonic library materi, facility, infrastructure, library research, medium, pandemic, policy, procurement improverment, publication, strategy. Cluster 4 Community, era revolusi industri, digital era, digital library, google drive, head, implementation, person. Cluster 5 Analisis data, dokumentasi, data, teknologi. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Pada Tabel ini menunjukkan 5 cluster yang berkaitan dengan tema layanan perpustakaan di era digital. Dimana cluster 1 membahas tentang transformasi layanan perpustakaan di era digital dalam konteks pendidikan tinggi. Dalam kelompok ini, kata Auera digitalAy, menunjukkan bahwa tema-tema terkait pemanfaatan teknologi dalam layanan perpustakaan paling sering diangkat oleh penulis. Ini disebabkan oleh hampir semua ide dalam kelompok ini perpustakaan, terutama di lingkungan universitas. Istilah-istilah pendidikan tinggi menjadi perhatian utama dalam penelitian di kelompok ini. Cluster 2 menunjukkan bahwa kata kunci utama adalah AuinformasiAy, yang mengindikasikan bahwa penulis dalam kluster ini berfokus pada pengelolaan, penyampaian, dan pemanfaatan informasi dalam layanan perpustakaan digital. Setiap konsep yang diuraikan oleh penulis, seperti analisis data, layanan informasi, rujukan, dan mahasiswa, mengarah pada cara perpustakaan akademis mahasiswa. Oleh karena itu, tema digitalisasi informasi menjadi fokus utama, di mana informasi dianggap sebagai sumber penting dalam mendukung literasi dan penelitian mahasiswa. Di cluster 3, kata kunci yang dominan adalah AucovidAy, yang menjadi pusat perhatian dalam membahas pengaruh pandemi terhadap perubahan layanan perpustakaan digital. Penulis di dalam kelompok ini sering mengacu pada bagaimana pandemi mempercepat penguatan kebijakan, peningkatan infrastruktur, serta pengadaan media dan materi pembelajaran digital. Sehingga, tema seperti perpustakaan elektronik, perbaikan pengadaan, dan IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pandemi merupakan momen penting dalam penerapan layanan perpustakaan digital sebagai solusi keberlanjutan informasi di periode krisis. Cluster 4 menunjukkan bahwa istilah kunci utama adalah Auperpustakaan digitalAy, yang mencerminkan cara perpustakaan bertransformasi melalui penggabungan teknologi dalam konteks Revolusi Industri Penulis menekankan penerapan teknologi cloud, pemanfaatan Google Drive, serta partisipasi masyarakat dalam proses digitalisasi. Dengan demikian, topik yang dibahas di kluster ini lebih banyak pergeseran pola interaksi masyarakat terhadap akses informasi di zaman digital. Dalam cluster 5 kata kunci utama adalah AuteknologiAy, yang menunjukkan fokus pada aspek teknis layanan perpustakaan Penulis dalam cluster ini banyak membahas analisis data, dokumentasi digital, serta tipe dan struktur data yang digunakan dalam sistem informasi perpustakaan. Oleh karena itu, cluster ini perpustakaan modern yang sangat bergantung pada pengelolaan teknologi dan data yang efisien. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Gambar 4. Publikasi tren topik yang berkaitan dengan layanan perpustakaan di era digital. Gambar tersebut menunjukkan visualisasi penggabungan perpustakaan di era digital di antara tahun 2021 dan 2023, di mana gradasi warna mencerminkan frekuensi kemunculan kata Dimana warna biru untuk tahun-tahun awal dan warna kuning untuk tahun yang paling baru. Saat dianalisis berdasarkan intensitas warna dan ketebalan koneksi antar kata, tampak bahwa AuservisAy. Aupengelolaan pustakawanAy. Auperpustakaan universitasAy mendominasi publikasi di awal periode dan menunjukkan perhatian utama pada peran lembaga dan Namun, memasuki periode 2022 sampai 2023, terjadi perubahan signifikan menuju tema-tema yang lebih inovatif dan berbasis teknologi, yang terlihat melalui kemunculan kata kunci mencolok seperti Augoogle driveAy. AuimplementasiAy, dan Auera digitalAy. Ini menunjukkan bahwa fokus para peneliti mulai bergeser ke integrasi platform serta otomatisasi IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Secara umum, tren ini mengindikasikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, penelitian mengenai layanan perpustakaan tidak hanya berfokus pada penguatan layanan konvensional, tetapi juga bergerak menuju transformasi digital kebutuhan akan layanan yang lebih responsif terhadap tuntutan zaman dan ekspektasi pemustaka generasi digital. Gambar 5. Tema yang lebih dominan dalam layanan perpustakaan di era digital. Gambar 5 menampilkan peta kepadatan istilah yang sering muncul dalam penelitian mengenai layanan perpustakaan digital. Warna dalam visualisasi ini menunjukkan seberapa sering suatu kata kunci digunakan dan seberapa kuat hubungannya dengan kata-kata lain. Warna kuning menunjukkan kata yang sering muncul dan memiliki hubungan kuat, sedangkan warna hijau hingga biru tua menunjukkan kata yang kurang sering digunakan IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 atau kurang terkait secara signifikan. Dari gambar tersebut, terlihat jelas bahwa istilah seperti informasi, data, layanan, dan teknologi menjadi pusat perhatian. Kata informasi muncul paling mencolok, menandakan bahwa tema ini adalah fokus utama dalam banyak kajian layanan perpustakaan Sementara itu, data dan teknologi juga banyak dibahas, menunjukkan pentingnya sistem digital dan pengelolaan data dalam operasional perpustakaan modern. Istilah disediakan, siapa yang mengelolanya, dan posisi perpustakaan di dunia akademik masih menjadi sorotan. Sebaliknya, beberapa kata kunci tampak kurang mencolok, seperti penelitian perpustakaan, fasilitas, kebijakan, pembaca, dan publikasi. Kata-kata ini belum perpustakaan digital. Padahal, topik-topik ini berpotensi menjadi bahan penelitian lanjutan, terutama untuk melihat bagaimana pengalaman pengguna, kebijakan lembaga, dan kondisi fisik perpustakaan mendukung atau memengaruhi layanan digital yang Secara penelitian masih berfokus pada aspek digital dan teknologi Namun, masih ada ruang untuk menggali sisi lain yang lebih strategis, sosial, dan kebijakan. Temuan ini dapat menjadi perpustakaan secara lebih menyeluruhAitidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari perspektif pengguna, kebijakan, dan peran perpustakaan sebagai institusi pendidikan. Selanjutnya dari hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Sinjai masih memiliki beberapa kekurangan jika IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 dibandingkan dengan ketentuan yang tercantum dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk perpustakaan perguruan tinggi. Standar tersebut menyebutkan bahwa perpustakaan idealnya referensi, pendidikan pengguna, serta penelusuran informasi. Selain itu, jam operasional minimal yang disarankan ialah 54 jam dalam seminggu, disesuaikan dengan aktivitas akademik kampus. Hasil khususnya peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan universitas muhammadiyah sinjai dinilai cukup baik. Namun, mereka merasa sistem yang ada belum sepenuhnya mendukung kebutuhan di era digital. Beberapa mahasiswa mengeluhkan belum adanya peminjaman online atau katalog digital yang bisa diakses melalui perangkat pribadi. beberapa mahasiswa juga mengaku belum pernah meminjam buku karena koleksi perpustakaan belum sepenuhnya relevan dengan mata kuliah mereka. Selain itu, tidak semua dosen mendorong peminjaman buku fisik sebagai bagian dari proses pembelajaran. Akibatnya, mahasiswa lebih memilih mencari referensi dari internet atau sumber luar. Mereka reservasi buku, perpanjangan masa pinjam, dan pengecekan stok buku secara mandiri. Dengan adanya sistem digital, mahasiswa tidak perlu selalu datang langsung ke perpustakaan. Layanan ini pengguna, terutama di era digital. Kemudian mengenai layanan pinjam antar perpustakaan dan referensi Sebagian besar mahasiswa belum mengetahui bahwa perpustakaan seharusnya menyediakan layanan pinjam antar Mereka berharap layanan tersebut benar-benar tersedia karena akan sangat membantu ketika buku atau referensi yang dibutuhkan tidak ada di perpustakaan kampus. Sementara itu, dalam hal layanan referensi, ada beberapa mahasiswa belum IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pernah meminta bantuan pustakawan secara langsung dalam hal mencari informasi, meskipun begitu Mereka tetap menyadari memungkinkan mahasiswa memperoleh referensi secara mandiri. Selanjutnya terkait layanan pendidikan pengguna Mahasiswa menilai bahwa layanan pendidikan pengguna belum terlaksana pendampingan terkait pemanfaatan layanan perpustakaan secara Padahal mereka merasa pelatihan seperti itu sangat penting di era digital saat ini. Karena Tidak semua mahasiswa paham cara mencari, menilai, dan menggunakan informasi dengan Karena itu, peran pustakawan sangat dibutuhkan untuk Dengan perpustakaan secara maksimal. Terakhir tentang layanan penelusuran informasi, mahasiswa menilai layanan penelusuran informasi melalui sistem OPAC sudah cukup membantu dalam pencarian koleksi buku. Namun, masih ada harapan agar sistem tersebut diperbarui dan lebih ramah pengguna, terutama untuk diakses dari luar kampus. Mahasiswa menginginkan adanya katalog online yang terintegrasi dengan koleksi digital, agar pencarian bisa dilakukan kapan saja melalui perangkat pribadi. Kemudahan akses menjadi hal krusial di tengah gaya hidup digital saat ini. Di sisi lain, mereka juga sepenuhnya konsisten. Kadang terjadi perubahan jadwal tanpa informasi yang jelas, sehingga menyulitkan mahasiswa dalam merencanakan waktu kunjungan ke perpustakaan. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan layanan perpustakaan di era digital terus mengalami perubahan, baik dari segi teknologi maupun cara pengguna dalam mengakses informasi. Analisis terhadap publikasi dan tren penelitian memperlihatkan bahwa pengelolaan informasi, integrasi teknologi, dan penguatan sistem berbasis daring. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi fisik, tetapi juga harus menjadi pusat informasi yang cepat, praktis, dan sesuai kebutuhan pemustaka. Namun, dari temuan di lapangan, masih ditemukan beberapa kekurangan dalam pelaksanaan layanan, seperti belum optimalnya layanan, dan masih terbatasnya informasi yang disampaikan kepada mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi sosialisasi, serta pendekatan yang sesuai dengan karakteristik Perubahan bukan hanya soal perangkat dan sistem, tetapi juga menyangkut pelayanan yang aktif dan tepat sasaran. Saran Untuk Universitas Muhammadiyah Sinjai di era digital, pihak pengelola diharapkan dapat mengembangkan sistem layanan digital yang lebih mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Penting pula untuk menyelenggarakan pelatihan secara berkala guna meningkatkan pemahaman pemustaka dalam memanfaatkan layanan berbasis teknologi. Informasi mengenai layanan yang tersedia juga perlu disampaikan secara lebih luas dan strategis, agar mahasiswa mengetahui dan dapat menggunakannya secara Transformasi digital hendaknya tidak hanya difokuskan IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pada aspek teknis, tetapi juga mencakup peningkatan mutu pengguna, serta sosialisasi yang berkelanjutan. IQRAAo: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Volume 20 Nomor 1 Mei 2026 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA