Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Pengelola: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Penerbit: Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Website: https://ejournal. id/ojs/index. php/at-tarbiyah Email: at-tarbiyah@uinmybatusangkar. P-ISSN: 2775-7099 E-ISSN: 2775-7498 PENGARUH PROGRAM KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR PAI SMA NEGERI KOTA BUKITTINGGI Yulnaidi* UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Sumatera Barat. Indonesia umyulnaidi@gmail. Arif UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Sumatera Barat. Indonesia arif@uinbukittinggi. Afrinaldi UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Sumatera Barat. Indonesia abangafrinaldi@gmail. *)Corresponding Author Received: 17-04-2025 Revised: 22-05-2025 Approved: 23-05-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prestasi belajar pada mata pelajaran PAI sebagai indikator keberhasilan pendidikan pada ranah kecerdasan Peneliti menggunakan sub indikator keberhasilan PAI yang tergambar dari hasil belajar peserta didik. Prestasi belajar PAI adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah menerima pengalaman belajarnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif. Adapun populasi penelitian ini ialah melibatkan 5 SMA Negeri Kota Bukittinggi dengan jumlah kepala sekolahnya sebanyak 5 orang dan jumlah guru PAI sebanyak 28 Total populasi adalah 472 peserta didik dengan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 178 peserta didik . Berdasarkan pembahasan tentang pengaruh kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap prestasi belajar PAI peserta didik, diambil kesimpulan sebagai berikut: . Kebijakan kepala sekolah tentang tugas pokoknya sebagai pimpinan sekolah berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di SMAN Kota Bukittinggi sebesar 23,4%. Kinerja guru sebagai pendidik profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di SMAN Kota Bukittinggi sebesar 25,9%. Kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di SMAN Kota Bukittinggi sebesar 43,8% Kata Kunci: Kebijakan Kepala Sekolah. Kinerja Guru. Prestasi Belajar PAI Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Abstract This research aims to analyze student learning achievement in the subject of PAI as an indicator of educational success in the realm of spiritual intelligence. The researcher uses sub-indicators of PAI success that are reflected in the students' learning outcomes. PAI learning achievement is the abilities that students possess after receiving their learning experiences. The type of research used in this study is quantitative research. The population of this study involves 5 state high schools in Bukittinggi City, with a total of 5 school principals and 28 PAI teachers. The total population is 472 students, with a sample size of 178 students used for the research. Based on the discussion about the influence of school principal policies and teacher performance on the learning achievement of PAI students, the following conclusions can be drawn: . The school principal's policy regarding his/her main duties as the school leader has a significant impact on the learning achievement of PAI students at SMAN Kota Bukittinggi by 23. Teacher performance as professional educators positively and significantly affects the learning achievement of PAI students at SMAN Kota Bukittinggi by 25. The school principal's policies and teacher performance together have a positive and significant impact on the learning achievement of PAI students at SMAN Kota Bukittinggi by 43. PENDAHULUAN Pendidikan yang yang dikembangkan berdasarkan dengan falsafah pancasila bertujuan untuk menghasilkan insan-insan yang cerdas, tidak hanya kecerdasan intelektual saja, namun juga kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual (Ilmi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prestasi belajar pada mata pelajaran PAI sebagai indikator keberhasilan pendidikan pada ranah kecerdasan spiritual. Peneliti menggunakan sub indikator keberhasilan PAI yang tergambar dari hasil belajar peserta Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah menerima pengalaman belajarnya (Amir & Risnawati, 2. Tujuan utamanya adalah prestasi belajar PAI yang diterima oleh peserta didik yang dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri peserta didik dan faktor yang datang dari luar diri peserta didik atau faktor lingkungan. Faktor yang datang dari peserta didik merupakan kemampuan yang dimilikinya. Faktor kemampuan peserta didik besar sekali pengaruhnya terhadap prestasi belajar PAI yang dicapai. Seperti dikemukakan oleh Clark dalam (Sudjana 2. bahwa prestasi belajar PAI peserta didik di sekolah 70% di pengaruhi oleh kemampuan dan 30% di pengaruhi oleh lingkungan (Nana, 2. Faktor lingkungan dapat berupa proses pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik baik di sekolah, lingkungan dan Masyarakat. Salah satu faktor penentu hasil belajar peserta didik adalah guru mampu memberikan layanan yang terbaik kepada peserta Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 didik yang tergambar oleh kinerja guru. Kinerja guru adalah suatu kondisi yang menunjukkan keterampilan guru dalam melaksanakan tugas di sekolah dan menunjukkan perilaku pendidik selama kegiatan pembelajaran (Perdana, 2. Kinerja Guru merupakan kesanggupan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dan bertanggung jawab atas peserta didik yang dibimbingnya dalam proses pembelajaran sehingga menghasilkan hasil belajar yang baik bagi peserta didik (Supardi, 2. Guru berpengalaman, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran demi tercapainya hasil belajar yang baik (Suharni & Purwanti, 2. Peneliti menemukan bahwa kinerja guru dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, kompetensi guru sebagai pendidik berupa kompetensi pedagogik, sosial, personal dan Peneliti memperhatikan bahwa kompetensi guru tidak akan meningkat tanpa diberikan pembekalan, pelatihan. Kedua, program Kepala Sekolah berupa kebijakan, peraturan dan sasaran kinerja yang terukur, jelas dan akuntabel. Selain Kepala sekolah mempengaruhi model kegiatan terstruktur guru PAI khususnya dalam membuat program kegamaan yang menunjang kemampuan beragama peserta didik. Kepala sekolah mempunyai fungsi dan peran mengembangkan komptensi guru PAI yang produktif, efektif, mandiri, dan akuntabel (Nurmasyitah & Usman, 2. Naik atau turunnya kinerja guru PAI dan hasil belajar PAI sangat dipengaruhi oleh kemampuan Kepala sekolah dalam mengelola setiap program PAI. Peran kepala sekolah adalah sebagai edukator, manager, supervisor, leader, innovator, dan motivator yang sanngat mempengaruhi sekolah yang dimpimpin. Kepala sekolah berperan penting dalam meningkatkan kualitas spiritual peserta didik melalui komitmen dan kinerja guru PAI (Saputra et al. , 2. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan aktifitas pembelajaran PAI, pembinaan tenaga pendidik dan peserta didik yang Islami, administrasi sekolah yang religius, dan perawatan serta pendayagunaan sarana dan fasilitas sekolah yang menunjang kegiatan keagamaan. Berdasarkan dari beberapa teori yang peneliti paparkan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru PAI di suatu sekolah akan menjadi kunci untuk meningkatkan presatasi belajar PAI peserta didik. Namun peneliti melihat hal tersebut bertolak belakang dengan kondisi Pendidikan yang ada di lapangan saat ini terkhususnya di SMA Negeri Kota Bukittinggi. Seperti yang dijelaskan Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 bahwasanya hasil belajar bukan hanya bicara terkait kemampuan kognitif dari pesrta didik saja namun juga mencakup aspek keterampilan, sikap dan karakter baik yang harus ditunjukkan oleh perilaku peserta didik. Peneliti merumuskan 10 indikator hasil belajar PAI pada SMA yang terdiri dari: nilai formatif PAI, nilai sumatif PAI (PTS dan PAS), nilai kegiatan pesantren Ramadhan, akumulasi nilai agenda religius, penilaian program agama OSIS, penilaian keaktifan shalat zhuhur berjamah, peningkatan tahfizh Al-QurAan dan peningkatan prestasi akademik bidang keagamaan Hasil wawancara menunjukkan bahwa pada tahun 2024 Kota Bukittinggi memberlakukan program unggulan agama yang disebuat dengan PUPB. Program ini secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota bersinergi dengan Kerapatan Adat. Dinas Pendidikan dan Kementrian Agama Kota Bukittinggi. PUPB memiliki 3 dokumen Pertama, rangkaian program unggulan agama berupa buku ajar materi fiqh ibadah, aqidah, materi Quran refleksi juz Aamma. Materi Quran ayat-ayat integrative, akhlak berbasis budaya Minangkabau. SKI dan fiqh kontemporer. Kedua, rangkaian instrument pengukuran impelementasi PUPB dan Ketiga, jadwal rapat semua pemangku kebijakan PUPB se Kota Bukittinggi. Peneliti memperhatikan bahwa fungsi evaluasi dan pengawasan PUPB sangat baik. Peneliti memperhatikan dampak diterapkanya program PUPB adalah kebijakan kepala sekolah yang semula masih belum menyentuh langsung pada program PAI dan hasil belajar PAI. Peneliti memandang terdapat kecendrungan untuk mendelegasikan saja kepada guru PAI sebagai penanggungjawab dengan analisa bahwa terdapat kelemahan pada evaluasi dan pencapaian hasil belajar PAI. Misalnya belum secara optimal hasil belajar PAI menentukan tingkat kelulusan, bahkan ditemukan hasil belajar berupa rendahnya minat melaksanakan shalat berjamah, pencapaian tahfizh hanya juz 30 dan 1 selama 3 tahun bahkan kegiatan keagamaan pada hari besar hanya ditujukan pada kelas tertentu. Hal ini perlu menjadi catatan perbaikan program bagi Kepala SMA. Peneliti juga melakukan diskusi dengan beberapa peserta didik SMA Negeri Kota Bukittinggi, dari hasil diskusi peneliti mendapatkan fakta bahwasannya masih banyaknya peserta didik tamatan SMA Negeri Kota Bukittinggi yang belum lancar mengaji, dispensasi tahfiz dan belumm optimalnya kedisiplinan beragama. Wawancara kepada Hasbi Shidqy salah seorang peserta didik SMA Bukittinggi menyatakan bahwa peserta didik yang tergabung dalam OSIS siap untuk terlibat langsung dalam program Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 PAI di sekolah. Kami menunggu program yang dipersiapkan oleh Kepala Sekolah untuk diimplementasikan pada semua SMA Kota Bukittinggi. Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan dan analisis empiris di atas menjadi pedoman penulis untuk melakukan penelitian di SMA Negeri Kota Bukittinggi dengan harapan hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dan masukan pada SMA Negeri Kota Bukittinggi terkait kebijan dan kinerja guru yang baik, untuk itu peneliti akan melakukan penelitian dengan judul: AuPengaruh Program Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Hasil belajar PAI SMA Negeri Kota BukittinggiAy. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono, penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang menjadikan filsafat positivisme sebagai landasan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, menggunakan instrumen sebagai pengumpulan datanya, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik, untuk menguji hipotesis yang sudah ditetapkan (Sugiyono, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap hasil belajar peserta didik SMA Negeri Kota Bukittinggi. Adapun jenis penelitian dikategorikan dalam penelitian ex facto post facto (Sukardi, 2. Adapun populasi penelitian ini ialah melibatkan 5 SMA Negeri Kota Bukittinggi yaitu SMA N 1. SMA N 2. SMA N 3. SMA N 4, dan SMA N 5 dengan jumlah kepala sekolahnya sebanyak 5 orang dan jumlah guru PAI sebanyak 28 orang. Total populasi adalah 472 peserta didik dengan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 178 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan dalam bentuk angket dihitung dengan menggunakan skala likert. Kemudian teknik analisis data yang digunakan ialah menggunakan analisis uji syarat . eliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan analisis regresi linier bergand. , menggunakan uji hipotesis . eliputi uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinas. Adapun indikator yang digunakan pada instrument penelitian dapat dilihat melalui tabel berikut ini: Tabel 1. Indikator Instrumen Penelitian No. Program Kepala Sekolah Kepala Sekolah melaksanakan program rapat pembentukan koordinator kegiatan PAI pada OSIS, kegiatan tahfizh, kegiatan zhuhur berjamah Kinerja Guru Terpilihnya koordinator Wakil Kurikulum sebagai koordinator umum dengan tugas Hasil Belajar PAI Hasil belajar PTS dan PAS yang pada nilai Rapor Absensi shalat Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 dan prestasi PAI Kepala Sekolah membuat jadwal pelaksanaan kegiatan Kepala Sekolah membuat instrument monitoring Kepala Sekolah melaksanakan evaluasi bulanan Kepala Sekolah melaksanakan upgrading dengan menghadirkan narasumber pakar setiap semester Kepala Sekolah membentuk skema reward prestasi Kepala Sekolah membentuk skema punishment Kepala Sekolah melaporkan kegiatan dan hasil kepada Orang Tua monitoring dan evaluasi nilai hasil belajar, hasil program OSIS, pencapaian tahfizh dan kegiatan zhuhur berjamah Pembina kegiatan zhuhur berjamaah dengan koordinator setiap SMA adalah guru PAI di SMA Pembina OSIS untuk kegiatan keagamaan Wakil kepeserta didik an sebagai Pembina eskul bidang Mengimplementasikan semua kegiatan sesuai jadwal Guru dan kordinator mengisi instrument monitoring berjamAah Laporan setoran Absensi Eskul Keagamaan Absensi kegiatan keagamaan dari OSIS Guru dan koordinator melaporkan pelaksanaan Guru dan coordinator melakukan monitoring dan Guru dan koordinator membuat data penerima Guru dan koordinator membuat data penerima Guru dan koordinator membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Populasi peserta didik SMA di Kota Bukittinggi adalah 473 orang. Peneliti menggunakan teknik sampel random dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 178 sampel. Berdasarkan itu, penulis menyebarkan angket sebanyak 220 buah untuk mengantisipasi adanya data outlier maupun ketidakterisian data. Setelah angket terkumpul dan dianalisis keterisiannya, didapati jumlah angket yang valid sebanyak Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 179 buah dan sudah memenuhi jumlah sesuai ketentuan batas minimal rumus Slovin. Data outlier adalah kasus atau data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim baik untuk sebuah variabel tunggal atau variabel kombinasi (Ghozali, 2. Menurut Suryani dan Hendryadi, perlakuan yang dapat diberikan terhadap data outlier adalah dengan mengeliminasi atau tidak menyertakannya dalam analisis data pengujian hipotesis (Suryani & Hendryadi, 2. Uji Instrumen Uji instrumen telah dilakukan terhadap 28 orang guru PAI SMAN Kota Bukittinggi pada tanggal 09 Juni 2024. Hasil uji validitas terhadap variabel bebas dan variabel terikat instrumen penelitian ini sebagai berikut: Tabel 1. 2 Hasil Uji Validitas Variabel Kebijakan Kepala Sekolah (X. Nomor Item r_hitung r_tabel Kesimpulan 0,726 0,752 0,610 0,818 0,736 0,753 0,764 0,793 0,812 0,758 0,825 0,630 0,389 0,559 0,469 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Nilai Sig. 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,033 0,001 0,009 Nilai Acuan 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 Kesimpulan Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan (Sumber: Data SPSS yang diolah oleh Penelit. Tabel 1. 3 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Guru (X. Nomor Item r_hitung r_tabel Kesimpulan 0,660 0,751 0,746 0,605 0,457 0,624 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Nilai Sig. 0,000 0,000 0,000 0,000 0,011 0,000 Nilai Acuan 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 Kesimpulan Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Nomor Item r_hitung r_tabel Kesimpulan 0,612 0,375 0,369 0,704 0,748 0,382 0,585 0,804 0,582 0,813 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Nilai Sig. 0,000 0,041 0,045 0,000 0,000 0,037 0,001 0,000 0,001 0,000 Nilai Acuan 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 Kesimpulan Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan (Sumber: Data SPSS yang diolah oleh Penelit. Tabel 1. 4 Hasil Uji Validitas Variabel Prestasi Belajar (Y) Nomor Item r_hitung r_tabel Kesimpulan 0,454 0,514 0,736 0,850 0,409 0,667 0,645 0,709 0,586 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Nilai Sig. 0,012 0,004 0,000 0,000 0,025 0,000 0,000 0,000 0,001 Nilai Acuan 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 Kesimpulan Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan (Sumber: Data SPSS yang diolah oleh Penelit. Berdasarkan tabel hasil pengujian validitas variabel-variabel di atas ditemukan bahwa item-item pertanyaan/pernyataannya telah valid dan dapat digunakan untuk instrumen penelitian ini. Hasil pengujian reliabilitas menggunakan IBM SPSS Statistics 25 terhadap variabel -variabel yang digunakan sebagai berikut: Tabel 1. 5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kebijakan Kepala Sekolah (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha 0,920 N of Items (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Hasil uji reliabilitas pada variabel kebijakan kepala sekolah (X. pada 4 di atas nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,920 > 0,06 sehingga dapat Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 disimpulkan bahwa semua pertanyaan/pernyataan pada variabel ini dapat dipercaya atau reliable. Tabel 1. 6 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Guru (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0,886 (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Hasil uji reliabilitas pada variabel kinerja guru (X. pada tabel 4. 5 di atas nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,886 > 0,06 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua pertanyaan/pernyataan pada variabel ini dapat dipercaya atau reliable. Tabel 1. 7 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Prestasi Belajar (Y) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0,801 (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Hasil uji reliabilitas pada variabel hasil belajar (Y) pada tabel 4. 6 di atas nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,801 > 0,06 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua pertanyaan/pernyataan pada variabel ini dapat dipercaya atau reliable. Pengujian Prasyarat Analisis Data Pengujian persyaratan analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil uji normalitas Kolmogorof-Smirnov terhadap seluruh variabel yang diteliti, ditemukan hasil sebagai berikut: Tabel 1. 8 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Unstandardized Residual ,0000000 ,50280355 ,058 ,044 -,058 ,058 ,200c,d Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Berdasarkan tabel output SPSS di atas, terlihat bahwa nilai signifikansi Unstandardized Residual adalah 0,200, sehingga disimpulkan bahwa nilai sig. 0,200 > 0,05, maka data variabel penelitian ini telah berdistribusi normal. Hasil pengujian multikolinearitas dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1. 9 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model 1(Constan. Standardize Unstandardized d Coefficients Coefficients Std. Error Beta 28,773 ,711 Kebijakan Kepala Sekolah Kinerja Guru ,065 ,009 ,426 Collinearity Statistics Toleran Sig. VIF 40,47 ,000 7,481 ,000 ,984 1,016 ,063 ,008 ,455 7,991 ,000 ,984 1,016 Dependent Variable: Prestasi Belajar Peserta didik (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa nilai toleransi variabel kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru masing-masing adalah 0,984>0,10 dan nilai VIF 1,016<10, Uji yang digunakan adalah dengan melihat grafik Scatterplot dan Uji Glejser sebagai berikut: Gambar 1. 1o Hasil Uji Heteroskedastisitas Scatterplot (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Berdasarkan gambar di atas, terlihat bahwa pada grafik Scatterplot setiap titik telah menyebar secara acak dan menyebar pada bagian atas maupun bagian bawah angka nol pada sumbu Y. Hasil ini menggambarkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, dan layak untuk digunakan. Tabel 1. 11 Hasil Uji Heteroskedastisitas (Uji Glejse. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1(Constan. ,554 ,405 Kebijakan Kepala Sekolah -,004 ,005 Kinerja Guru ,001 Dependent Variable: RES_2 ,005 Standardiz Coefficient Beta 1,366 -,054 -,706 Sig. ,174 ,481 ,020 ,790 ,266 (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Hasil pengujian dengan menggunakan uji Glejser sebagaimana pada tabel di atas menunjukkan nilai sig. sebesar 0,481 untuk variabel kebijakan kepala sekolah, dan sebesar 0,790 untuk variabel kinerja guru. Kedua nilai sig. sudah lebih besar dari 0,05 sehingga disimpulkan tidak ada hubungan signifikan antara setiap variabel independen terhadap nilai absolut residual, yang menunjukkan model ini bebas dari heteroskedastisitas. Pengujian Hipotesis Hipotesis 1 Rumusan hipotesis 1 yang akan diuji adalah: Ha1 Terdapat pengaruh pengaruh kebijakan kepala sekolah terhadap hasil belajar peserta didik di SMA Negeri Kota Bukittinggi. Tabel 1. 12 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Variabel X1 Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 32,406 ,636 Kepala ,074 ,010 ,484 Model 1(Constan. Kebijakan Sekolah Dependent Variable: Hasil Belajar Peserta didik (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Sig. 50,927 ,000 7,352 ,000 Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai Sig. kebijakan kepala sekolah terhadap hasil belajar adalah 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 7,352 > 1. tabel df 179 hasil dari 179-2-. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H. diterima yang berarti variabel kebijakan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik SMA Negeri se-Kota Bukittinggi. Arah pengaruh variabel kebijakan kepala sekolah terhadap hasil belajar peserta didik ditunjukkan secara positif atau searah. Hal ini dapat dilihat pada tabel analisis regresi sederhana di atas, yaitu nilai konstanta variabel prestasi belajar peserta didik sebesar 32,406 dan nilai pengaruh kebijakan kepala sekolah sebesar 0,074. Besarnya pengaruh variabel kebijakan kepala sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik ditunjukkan pada Model Summaryb pada tabel berikut ini: Tabel 1. 13 Hasil Koefisien Regresi Variabel X1 Model Summaryb Adjusted R Std. Error Model R Square Square Estimate ,484 ,234 ,230 ,58863 Predictors: (Constan. Kebijakan Kepala Sekolah Dependent Variable: Hasil Belajar Peserta didik (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Nilai R Square pada tabel di atas sebesar 0,234, yang berarti bahwa variabel kebijakan kepala sekolah memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik SMA Negeri se-Kota Bukittinggi sebesar 23,4%. Tabel 1. 14 Hasil Koefisien Regresi Indikator Variabel X1 Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1(Constan. 32,521 ,656 49,575 ,000 Kepribadian ,067 ,036 ,143 1,875 ,062 Manajerial ,063 ,042 ,118 1,516 ,131 Kewirausahaan ,050 ,045 ,088 1,111 ,268 Sosial ,118 ,035 ,255 3,350 ,001 Supervisi ,063 ,035 ,126 1,791 ,075 Dependent Variable: Hasil_Belajar peserta didik (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa arah pengaruh ditunjukkan secara positif atau searah. Nilai Konstanta variable hasil belajar peserta didik sebesar 35,521 dan nilai pengaruh variabel kebijakan kepala sekolah indikator kepribadian sebesar 0,067, indikator manajerial sebesar 0,063, indikator kewirausahaan sebesar 0,050, indikator sosial 0,118 dan indikator supervisi sebesar 0,063. Hipotesis 2 Rumusan hipotesis 2 yang akan diuji adalah: Ha2 Terdapat pengaruh kinerja guru terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di SMA Negeri Kota Bukittinggi Tabel 1. 15 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Variabel X2 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error 32,390 ,597 ,071 ,009 Standardized Coefficients Beta Model 1(Constan. Kinerja ,509 Guru Dependent Variable: Hasil Belajar Peserta didik 54,287 7,869 Sig. ,000 ,000 Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2024 Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai Sig. kinerja guru terhadap hasil belajar adalah 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 7,869 > 1. tabel df 179 hasil dari 179-2-. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H. diterima yang berarti variabel kinerja guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar pai peserta didik SMA Negeri se-Kota Bukittinggi. Arah pengaruh variabel kinerja guru terhadap hasil belajar peserta didik ditunjukkan secara positif atau searah. Hal ini dapat dilihat pada tabel analisis regresi sederhana di atas, yaitu nilai konstanta variabel hasil belajar peserta didik sebesar 32,390 dan nilai pengaruh kinerja guru sebesar 0,071. Besarnya pengaruh variabel kinerja guru terhadap hasil belajar peserta didik ditunjukkan pada Model Summaryb pada tabel berikut ini: Tabel 1. 16 Hasil Koefisien Regresi Variabel X2 Model Summaryb Model Square Std. Error Adjusted R Square Estimate Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 ,509a ,259 ,255 ,57886 Predictors: (Constan. Kinerja Guru Dependent Variable: Prestasi Belajar PAI Peserta didik (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Nilai R Square pada tabel di atas sebesar 0,259, yang berarti bahwa variabel kinerja guru memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar PAI peserta didik SMA Negeri se-Kota Bukittinggi sebesar 25,9%. Tabel 1. 17 Hasil Koefisien Regresi Indikator Variabel X2 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1(Constan. 32,395 ,598 Perencanaan ,039 ,024 Pelaksanaan ,078 ,027 Evaluasi ,091 ,021 Dependent Variable: Prestasi_Belajar Standardized Coefficients Beta ,120 ,220 ,317 54,136 1,640 2,949 4,391 Sig. ,000 ,103 ,004 ,000 (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa arah pengaruh ditunjukkan secara positif atau searah. Nilai Konstanta variable prestasi belajar PAI peserta didik sebesar 32,395 dan nilai pengaruh variabel kinerja guru indikator perencanaan sebesar 0,039, indikator pelaksanaan sebesar 0,078, dan indikator evaluasi sebesar 0,091. Hipotesis 3 Rumusan hipotesis 3 yang akan diuji adalah: Ha3 Terdapat pengaruh kebijakan Kepala Sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di SMA Negeri Kota Bukittinggi. Tabel 1. 18 Hasil Uji Anova Variabel X1 dan X2 terhadap Variabel Y ANOVAa Sum Mean Model Squares Square F Sig. 1Regression 35,055 17,528 68,552 ,000b Residual 45,000 ,256 Total 80,056 Dependent Variable: Prestasi Belajar Peserta didik Predictors: (Constan. Kinerja Guru. Kebijakan Kepala Sekolah (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai Sig. kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap hasil belajar adalah 0,000<0,05 dan nilai f hitung lebih besar dari f tabel yaitu 68,552 > 1. tabel df 179 hasil dari 179-2-. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H. diterima yang berarti variabel kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar PAI peserta didik SMA Negeri se-Kota Bukittinggi. Tabel 1. 19 Hasil Analisis regresi Linier Berganda Variabel X1 dan X2 Terhadap Variabel Y Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error 28,773 ,711 Kepala ,065 ,009 Standardize Coefficients Beta 40,471 ,426 7,481 1(Constan. Kebijakan Sekolah Kinerja Guru ,063 ,008 ,455 Dependent Variable: Prestasi Belajar PAI Peserta didik 7,991 Sig. ,000 ,000 ,000 (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa arah pengaruh ditunjukkan secara positif atau searah. Nilai konstanta variabel prestasi belajar PAI peserta didik sebesar 28,773 dan nilai pengaruh variabel kebijakan kepala sekolah sebesar 0,065 dan variabel kinerja guru sebesar 0,063. Tabel 1. 20 Hasil Koefisien Determinasi Variabel X1 dan X2 Terhadap Variabel Y Model Summaryb Std. Error Model R Square Adjusted R Square Estimate ,662a ,438 ,431 ,506 Predictors: (Constan. Kinerja Guru. Kebijakan Kepala Sekolah Dependent Variable: Prestasi Belajar Peserta didik (Sumber: Pengolahan data dengan SPSS, 2. Nilai R Square pada tabel di atas sebesar 0,438, yang berarti bahwa variabel kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar PAI peserta didik SMA Negeri se-Kota Bukittinggi sebesar 43,8%. Pembahasan Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Berdasarkan hasil penelitian menggunakan beberapa analisis sebagaimana disebutkan di atas, penulis menguraikan hasil penelitian sebagai berikut: Pengaruh Kebijakan Kepala Sekolah terhadap Prestasi Belajar PAI Peserta Didik Berdasarkan analisis regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh parsial variabel bebas terhadap variabel terikat, ditemukan bukti diterimanya hipotesis yang menyatakan bahwa variabel kebijakan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Nilai konstanta variabel hasil belajar sebesar 32,406 dan nilai kebijakan kepala sekolah sebesar 0,074, yang berarti setiap kenaikan kebijakan kepala sekolah, maka hasil belajar peserta didik akan naik sebesar 0,074. Besarnya pengaruh variabel kebijakan kepala sekolah berdasarkan nilai koefisien regresi 23,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Indikator dari variabel kebijakan kepala sekolah yang memberikan pengaruh lebih besar terhadap hasil belajar peserta didik adalah pada indikator sosial sebesar 0. Sedangkan indikator variabel kebijakan kepala sekolah yang memberikan pengaruh tidak terlalu besar terhadap hasil belajar peserta didik adalah indikator kewirausahaan sebesar 0,050. Kompetensi sosial yang dimiliki oleh kepala sekolah merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga pendidik, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar akan memberikan pengaruh yang baik untuk prestasi belajar PAI peserta didik (Giwangsa, 2. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Zahroh . Mukminin et al. dan Wardany & Riyanti . yang menyatakan bahwa kinerja guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar PAI peserta didik. Semakin baik kinerja guru, maka akan semakin baik pula prestasi belajar PAI peserta didik. Pengaruh kinerja guru terhadap hasil belajar peserta didik Hasil analisis regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh parsial variabel bebas terhadap variabel terikat, ditemukan bukti diterimanya hipotesis yang menyatakan bahwa variabel kinerja guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Nilai konstanta variabel kinerja Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 guru sebesar 32,390 dan nilai kinerja guru sebesar 0,071, yang berarti setiap peningkatan kinerja guru, akan diikuti oleh peningkatan prestasi belajar PAI peserta didik sebesar 0,071. Besarnya pengaruh variabel kinerja guru berdasarkan nilai koefisien regresi 25,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Indikator dari variabel kinerja guru yang memberikan pengaruh lebih besar terhadap hasil belajar peserta didik adalah pada indikator evaluasi sebesar 0. Sedangkan indikator variabel kinerja guru yang memberikan pengaruh tidak terlalu besar terhadap prestasi belajar PAI peserta didik adalah indikator perencanaan sebesar 0,039. Evaluasi pembelajaran sangat penting dilakukan untuk mengetahui efektif atau tidaknya suatu sistem pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Karena bila seorang guru tidak melakukan evaluasi, sama saja guru tersebut tidak ada perkembangan dalam merancang sistem pembelajaran yang akan berdampak terhadap prestasi belajar PAI peserta didik (Magdalena, 2. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Zahroh . Mukminin et al. dan Wardany & Riyanti . yang menyatakan bahwa kinerja guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Semakin baik kinerja guru, maka akan semakin baik pula hasil belajar peserta didik. Pengaruh Kebijakan Kepala Sekolah Dan Kinerja Guru Secara BersamaSama terhadap Prestasi Belajar PAI Peserta Didik Hasil analisis data penelitian menggunakan uji anova menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H. yang menyatakan bahwa variabel kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar PAI peserta didik terbukti dan diterima. Hasil analisis regresi linier berganda memberikan informasi bahwa nilai konstanta prestasi belajar PAI sebesar 28,773. Sedangkan nilai kebijakan kepala sekolah sebesar 0,065, dan nilai variabel kinerja guru sebesar 0,063, yang berarti terdapat pengaruh positif variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika kebijakan kepala dan kinerja guru ditingkatkan, maka prestasi belajar PAI juga akan meningkat. Besarnya pengaruh simultan oleh variabel kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi sebesar 43,8%, sedangkan sisanya Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru sangat penting untuk meningkatkan prestasi belajar PAI peserta Hal ini karena kepala sekolah dan guru merupakan aktor utama yang mampu memberikan model belajar bagi setiap peserta didik. Jika kepala sekolah dan guru mampu memberikan pelayanan yang baik secara bersama-sama, maka pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik secara otomastis akan meningkat pula. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Zahroh . ), (Marhadi, n. Mukminin et al. dan Wardany & Riyanti . yang menyatakan bahwa kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Semakin baik kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru, maka akan semakin baik pula hasil belajar peserta didik. Gambaran Peningkatan Prestasi PAI SMA se Kota Bukittinggi Peneliti memaparkan data perbadningan prestasi PAI di Kota Bukittinggi tahun 2023 dengan 2024 Tabel 1. 21 Peningkatan Prestasi No. Indikator Prestasi 2023 Prestasi 2024 Rata-rata hasil US PAI Prestasi Tertinggi pada MTQ Prestasi MTQ daerah Peserta wisuda tahfizh Jumlah program keagamaan Program shalat berjamah Juara 2 pada cabang tartil dan 191 prestasi tingkat Kota dan Provinsi 144 orang 7 kegiatan Absensi manual Juara 2 cabang tilawah remaja, juara 3 MSQ, 227 prestasi tingkat Kota dan Provinsi 288 orang 11 kegiatan Absensi wajah Sumber data: Dokumentasi Kasi PAIS Kemenag Kota Bukittinggi 2023-2024 KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan tentang pengaruh kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap prestasi belajar PAI peserta didik, diambil kesimpulan sebagai berikut: . Kebijakan kepala sekolah tentang tugas pokoknya sebagai pimpinan sekolah berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di SMAN Kota Bukittinggi sebesar 23,4%. Kinerja guru sebagai pendidik profesional Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di SMAN Kota Bukittinggi sebesar 25,9%. Kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di SMAN Kota Bukittinggi sebesar 43,8% DAFTAR KEPUSTAKAAN Amir. , & Risnawati. Psikologi Pembelajaran Matematika. Aswaja Presindo. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Giwangsa. ompetensi Sosial Kepala Sekolah Dalam Pemebntukan Citra Positif Di Sekolah Dasar. Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar, 6. Ilmi. Reaktualisasi Pendidikan Humanis Dalam Konteks Keindonesiaan Menghadapi Tantangan Global. Jurnal Educative, 2. Magdalena. Pentingya Evaluasi Dalam Pembeljaran dan Akbiat Memanipulasinya. Jurnal Pendidikan dan Sains. Marhadi. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik di SMA Negeri 3 Palopo. Mukminin. Fitria. , & Fitriani. Pengaruh Kurikulum 2013 dan Kinerja Guru terhadap Hasil Belajar Peserta didik . Jurnal Pendidikan Tambusai, 6. Mulyadi. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Mutu. Nana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru. Algensindo. Nurmasyitah. , & Usman. Meningkatkan Kinerja Guru Pada Sekolah. Jurnal Administrasi Pendidikan, 3. Oemar. Proses Belajar Mengajar. Perdana. Analisa Dampak Capaian Kompetensi Guru Terhadap Kinerja Guru. Jurnal Dedikasi Pendidikan, 2. , 102Ae110. Saputra. Adha. , & Sumarsono. Strategi Pendekatan Peran sebagai Pemimpin dan Keluarga yang diterapkan Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Komitmen Kerja Guru di Sekolah. Kelola Jurnal Manajemen Pendidikan, 6. , 122Ae129. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. (ALFABETA. )). Suharni. , & Purwanti. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling 3, 1. Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Kompetensi Dan Praktiknya. PT. Bumi Aksara. Supardi. Kinerja Guru. Rajawali Press. Suryani. , & Hendryadi. Metode Riset Kuantitatif: Teori dan Aplikasi Pada Penelitian Bidang Manajemen dan Ekonomi Islam. Prenada Media Group, 2016. Wardany. , & Riyanti. Pengaruh Kinerja Huru terhadap Hasil Belajar Peserta didik di Sekolah Dasar. Jurnal Guru Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah. Yulnaidi, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 6. Yuni. Kebijakan Sertifikasi. Kinerja dan Kesejahteraan Guru. Aang Giwangsa. Kompetensi Sosial Kepala Sekolah Dalam Pemebn. Zahroh. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah Dan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah MaAoarif NU 1 Kalijaran.