JURNAL SATYA WIDYA - VOL. 41 NO. 2 (DESEMBER, 2. Available online at: https://ejournal. edu/satyawidya IMPLEMENTASI MARKET DAY SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Habiibah1. Muniifah2. Shella Dhiya Ulhaq3. Zulfa Afifah Afra4. Ferry Ferdianto5 Pendidikan dan Sains. Universitas Swadaya Gunung Jati. Indonesia. E-mail: habiibah08@gmail. Pendidikan dan Sains. Universitas Swadaya Gunung Jati. Indonesia. E-mail: muniifahifa@gmail. Pendidikan dan Sains. Universitas Swadaya Gunung Jati. Indonesia. E-mail: shelladhiyaa06@gmail. Pendidikan dan Sains. Universitas Swadaya Gunung Jati. Indonesia. E-mail: zulfa108@gmail. Pendidikan dan Sains. Universitas Swadaya Gunung Jati. Indonesia. E-mail: ferryferdianto@ugj. INFORMASI ARTIKEL A B S T R A C T Submitted Review Accepted Published Strengthening entrepreneurial literacy from the elementary level plays a strategic role in shaping independent, creative, and socially responsible learners. This study aims to describe the implementation of the Market Day activity as a learning medium for entrepreneurial literacy at SD Negeri Pangrango. The research employed a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The subjects consisted of fifth-grade students, teachers, and the school principal. The results show that Market Day provided enjoyable and contextual learning experiences, effectively improving studentsAo understanding of basic economic concepts such as capital, selling price, and Moreover, the activity cultivated entrepreneurial character values including honesty, responsibility, teamwork, and independence. The implementation of Market Day also strengthened the dimensions of the Pancasila Student Profile, particularly cooperation, creativity, and self-reliance. This activity not only enhanced studentsAo economic and communication skills but also fostered positive social and moral attitudes. Therefore. Market Day can serve as an innovative, contextual, and project-based learning model that supports the development of character and entrepreneurial competence in elementary school students and aligns with the principles of the Merdeka Curriculum. : 2025-11-11 : 2025-11-24 : 2025-12-12 : 2025-12-30 KEYWORDS Entrepreneurial Literacy. Market Day. Character Education. Elementary School Literasi Kewirausahaan. Market Day. Pendidikan Karakter. Sekolah Dasar KORESPONDENSI Phone: 6285223151365 E-mail: ferryferdianto@ugj. Penguatan literasi kewirausahaan sejak sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang 208 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 41 No. 2 (Desember, 2. 208 Ae 219 mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan Market Day sebagai sarana pembelajaran literasi kewirausahaan di SD Negeri Pangrango. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas 5, guru, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Market Day memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual, serta efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar ekonomi seperti modal, harga jual, dan keuntungan. Selain itu. Kegiatan ini membina nilai kewirausahaan, menekankan kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama. Dalam pelaksanaannya. Market Day juga memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya gotong royong, kreatifitas, dan Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan ekonomi siswa, tetapi juga membentuk sikap sosial dan moral yang positif. Dengan demikian. Market Day dapat menjadi model pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual, inovatif, serta relevan dengan Kurikulum Merdeka. PENDAHULUAN Penguatan Penguatan literasi kewirausahaan pada tingkat pendidikan dasar berkontribusi besar dalam membentuk generasi yang mandiri, kreatif, dan tangguh menghadapi tantangan global. Pembelajaran yang inovatif dan kontekstual dapat menumbuhkan karakter kerja keras, tanggung jawab, serta kemampuan memecahkan masalah dalam diri peserta didik (Masduki & Kurniasih, 2019. Yudiana et al. , 2. Salah satu aktivitas yang mampu mewadahi penguatan karakter tersebut adalah Market Day, yaitu kegiatan pembelajaran berbasis praktik jual beli yang tidak hanya mengenalkan konsep ekonomi sederhana, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi (Ningsih, 2024. Nurhadi & Wati, 2. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman belajar langsung yang bermakna sekaligus menumbuhkan sikap moral usaha serta kepedulian terhadap lingkungan sosial (Pandie & Pandie, 2. Kegiatan Market Day menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus efektif dalam menumbuhkan semangat berwirausaha di sekolah dasar. Melalui proses perencanaan, produksi, dan penjualan produk, siswa dilatih berpikir kritis, bekerja sama, serta mengelola keuangan sederhana (Sulistyaniningsih et al. , 2. Aktivitas praktik semacam ini terbukti meningkatkan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis siswa karena mampu menghubungkan teori dengan pengalaman nyata (Dewi & Rosyida, 2021. Hidayah, 2. Selain itu. Market Day juga membantu siswa memahami pentingnya tanggung jawab, sopan santun, serta etika komunikasi dalam berinteraksi dengan pembeli (Desiani, 2020. Pertiwi, 2. Namun, kenyataannya belum semua sekolah dasar menerapkan literasi kewirausahaan secara optimal karena keterbatasan sarana, kompetensi guru, dan integrasi Satya Widya | 209 Implementasi Market Day Sebagai Sarana Pembelajaran A dalam kurikulum (Maknuni, 2021. Rahdiyanta, 2. Banyak siswa belum mendapatkan kesempatan belajar kewirausahaan secara langsung, sehingga kurang terlatih dalam tanggung jawab sosial dan keterampilan manajemen sederhana (Dewi et al. , 2021. Ramasari et al. , 2. Ketimpangan sumber daya pendidikan serta rendahnya literasi teknologi juga menjadi faktor penghambat implementasi kegiatan berbasis praktik (Chandra, 2023. Virnayanthi et al. , 2. Hal tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara teori ideal pendidikan kewirausahaan dengan kondisi nyata di lapangan. Selain itu, hambatan lain yang dihadapi siswa adalah kurangnya kepercayaan diri, keterampilan berbicara, serta kebiasaan bekerja sama dalam kegiatan ekonomi sederhana. Sebagian siswa merasa ragu berinteraksi karena minim pengalaman praktik sosial dan pendampingan (Dini et al. , 2018. Handayani & Damaianti, 2. Beberapa siswa juga belum terbiasa menata barang dagangan, mengatur keuangan hasil jual beli, maupun menyusun rencana sebelum berjualan (Mardiana et al. , 2020. Puspita et al. , 2. Kondisi ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran berbasis praktik yang mampu memfasilitasi pengembangan karakter dan keterampilan kewirausahaan sejak dini. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, penerapan kegiatan Market Day dapat menjadi inovasi pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Melalui bimbingan guru sebagai fasilitator, siswa diajak untuk memahami proses perencanaan, produksi, promosi, hingga transaksi jual beli yang menanamkan nilai kejujuran dan kerja sama (Cahyaningrum et al. , 2017. Indramawan & Wasehudin, 2. Kegiatan ini juga mendukung peningkatan literasi finansial dan penggunaan uang secara bijak yang menjadi bekal penting di era modern (Hikmah et al. , 2023. Laila et al. , 2. Dengan demikian. Market Day bukan sekadar aktivitas jual beli, melainkan media pembelajaran karakter yang komprehensif dan berbasis pengalaman. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan Market Day dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa sekolah dasar secara nyata. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami konsep jual beli sederhana, menumbuhkan sikap mandiri, tanggung jawab, serta percaya diri (Dwinata et al. , 2023. Febriyani & Hasanah, 2. Penelitian ini juga bertujuan memberikan model penerapan pendidikan kewirausahaan yang relevan dengan Kurikulum Merdeka serta mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila (Muliardi, 2. Dengan demikian, hasilnya diharapkan menjadi kontribusi praktis bagi sekolah dasar dalam merancang pembelajaran literasi kewirausahaan yang bermakna, adaptif, dan berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual mengenai pelaksanaan kegiatan Market Day sebagai bentuk pembelajaran literasi kewirausahaan di SD Negeri Pangrango. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan keterlibatan siswa dalam kegiatan praktik jual beli sederhana, nilai-nilai kewirausahaan yang muncul selama kegiatan, serta dampaknya terhadap keterampilan sosial dan karakter siswa. Metode ini dipilih karena sesuai untuk menggambarkan fenomena pembelajaran kontekstual yang terjadi secara alami tanpa melakukan manipulasi variabel. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri Pangrango yang berjumlah satu kelas dan terlibat langsung dalam kegiatan Market Day. Selain siswa, penelitian juga melibatkan guru kelas 5 dan kepala sekolah. Teknik pengambilan subjek dilakukan secara purposive sampling, yaitu memilih partisipan yang dianggap paling 210 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 41 No. 2 (Desember, 2. 208 Ae 219 relevan dan memiliki keterlibatan langsung dalam kegiatan (Wulandari et al. , 2. Pemilihan ini didasarkan pada keterlibatan aktif mereka dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan Market Day. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan Observasi dilakukan secara langsung selama kegiatan Market Day berlangsung untuk mengamati aktivitas siswa dalam berjualan, melayani pembeli, serta bekerja sama dalam kelompok. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, wali kelas, dan beberapa siswa untuk memperoleh pandangan mengenai manfaat dan dampak kegiatan terhadap pembelajaran serta karakter siswa. Dokumentasi berupa foto kegiatan, lembar refleksi siswa, serta catatan hasil penjualan digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat hasil penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Lembar observasi digunakan untuk mencatat aktivitas siswa selama kegiatan berlangsung, seperti sikap tanggung jawab, kejujuran, dan kerja sama. Pedoman wawancara disusun untuk menggali pendapat guru dan siswa mengenai makna dan pengalaman selama Market Day. Sementara itu, dokumentasi digunakan sebagai bukti autentik terhadap pelaksanaan kegiatan serta hasil yang Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling, yaitu memilih partisipan yang terlibat langsung dalam kegiatan Market Day. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik melalui perbandingan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi agar temuan lebih valid. Penelitian ini termasuk dalam pembelajaran berbasis praktik . , maka rancangan penelitian ini melalui empat tahapan utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi (Utomo et al. , 2. Pada fase perencanaan, mahasiswa menyiapkan produk, strategi penjualan, dan pembagian tugas. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan kegiatan jual beli secara langsung di lingkungan sekolah. Observasi dilakukan selama kegiatan berlangsung, sedangkan refleksi dilakukan setelah kegiatan untuk menilai keberhasilan serta dampak kegiatan terhadap siswa. Rancangan ini sejalan dengan prinsip penelitian tindakan pendidikan, yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui pengalaman nyata. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Market Day di SD Negeri Pangrango merupakan penerapan nyata pembelajaran kewirausahaan berbasis pengalaman langsung bagi peserta didik. Kegiatan ini membuka ruang bagi peserta didik untuk memahami proses ekonomi sederhana melalui praktik jual beli di lingkungan sekolah. Mereka bukan sekadar mempelajari konsep ekonomi, namun juga mengimplementasikannya pada kondisi nyata yang menumbuhkan tanggung jawab dan kemandirian. (Mukhyar et al. , 2. menegaskan bahwa literasi kewirausahaan sejak usia dini berperan penting dalam membentuk karakter mandiri dan bertanggung jawab pada anak. Melalui kegiatan Market Day, peserta didik dapat mengembangkan sikap tanggung jawab, kejujuran, etos kerja, serta daya cipta sebagai bagian dari proses pembelajaran kewirausahaan (Massie & Nababan, 2. Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik terlibat aktif pada tiap tahapan aktivitas, dari rancangan sampai kegiatan penjualan. Mereka bekerja sama dalam Satya Widya | 211 Implementasi Market Day Sebagai Sarana Pembelajaran A kelompok untuk menyiapkan barang dagangan dan melakukan transaksi dengan pembeli secara langsung. Market Day terbukti mampu memperkuat keterampilan sosial dan meningkatkan keberanian anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pengalaman langsung ini membuat peserta didik lebih percaya diri serta mampu mengomunikasikan ide-ide mereka dengan baik. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu membentuk karakter sosial dan komunikasi yang positif. Jenis makanan yang dijual dalam kegiatan ini terdiri atas lapis crumble dan choco stick yang dibuat dengan bahan sederhana dan dijual seharga Rp2. 000 per bungkus. Berdasarkan catatan hasil penjualan, total pendapatan mencapai Rp196. 000 dengan laba bersih sebesar Rp70. Data ini memperlihatkan bahwa anak-anak memahami konsep dasar ekonomi seperti modal, harga jual, dan keuntungan. Temuan ini mendukung pendapat (Hasan et al. , 2. yang menjelaskan bahwa pendidikan kewirausahaan membantu peserta didik memahami keterampilan hidup berbasis karakter dalam mengelola usaha kecil. Pelaksanaan kegiatan Market Day berperan sebagai media yang efektif untuk menumbuhkan jiwa wirausaha serta mengembangkan kemandirian pada peserta didik sekolah dasar (Wongarso, 2. Dari hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung, terlihat antusiasme pembeli yang terdiri dari guru, peserta didik lain, dan warga sekolah. Respon positif ini menunjukkan bahwa produk yang dijual cukup menarik dan berkualitas baik. (Priyowibowo et al. , 2. menyebutkan bahwa mutu produk dan harga yang terjangkau menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan konsumen. Dalam konteks pembelajaran, pengalaman ini mengajarkan peserta didik pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Melalui pengalaman ini pula, mereka belajar mempraktikkan sikap ramah dan bertanggung jawab dalam bertransaksi. Market Day juga menjadi sarana pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik secara harmonis. Mahasiswa yang turut serta dalam kegiatan ini membantu memberikan bimbingan teknis terkait perhitungan modal, penentuan harga, dan pencatatan hasil penjualan. Hasan, et al. , . menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan dan rasa percaya diri anak. Pendampingan tersebut membantu peserta didik memahami proses wirausaha secara nyata. Melalui pelaksanaan Market Day, peserta didik dilatih untuk mengambil inisiatif dalam keputusan, serta membangun kerja sama nyata sebagai pengalaman belajar kewirausahaan di tingkat sekolah dasar (Ervina et al. , 2. Berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah SD Negeri Pangrango, kegiatan Market Day dipandang sebagai upaya efektif dalam menumbuhkan jiwa kemandirian dan tanggung jawab peserta didik sejak dini. Hasil pengamatan di lapangan memperlihatkan bahwa para peserta didik mampu menjalankan rangkaian aktivitas jual beli dengan teratur, mulai dari menata barang dagangan, mempromosikan produk, hingga menyelesaikan transaksi sederhana. Informasi ini diperoleh dari lembar observasi yang merekam perilaku tanggung jawab, kejujuran, serta kemampuan mereka dalam Wawancara dengan wali kelas turut menegaskan temuan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa mayoritas peserta didik menunjukkan keberanian yang lebih besar saat berinteraksi dengan pembeli, sesuatu yang jarang muncul pada pembelajaran biasa. Bukti ini semakin kuat dengan adanya dokumentasi berupa foto dan video yang memperlihatkan peserta didik menawarkan produk, mencatat hasil penjualan, serta bekerja sama ketika menjalankan tugas kelompok. 212 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 41 No. 2 (Desember, 2. 208 Ae 219 Ketiga bentuk data tersebut saling melengkapi melalui proses triangulasi, sehingga perkembangan jiwa kewirausahaan peserta didik tidak hanya bergantung pada penilaian subjektif, tetapi benar-benar didukung oleh bukti pengamatan, hasil wawancara, dan dokumentasi dari berbagai sumber. Hal ini selaras dengan pendapat Subekti, et al. , . yang menegaskan bahwa suasana belajar yang menumbuhkan kepercayaan diri dan kreativitas sangat penting dalam membentuk karakter wirausaha. Kepala sekolah juga menyampaikan harapan agar kegiatan Market Day dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap semester. Dengan demikian, semangat kewirausahaan peserta didik dapat terus Hasil wawancara dengan wali kelas 5 menunjukkan bahwa kegiatan Market Day dinilai sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami konsep jual beli secara langsung dan berani berinteraksi dengan orang lain. Sikap moral seperti tanggung jawab, keberanian, dan kemandirian tampak kuat dalam setiap tahap kegiatan. Pauziah, et al. menegaskan bahwa aktivitas kewirausahaan di sekolah dapat meningkatkan kemampuan komunikasi serta melatih kerja sama antarpeserta didik. Dengan demikian. Market Day bukan sekadar memperdalam pemahaman ekonomi dasar, namun juga menanamkan nilai sosial yang positif. Berdasarkan hasil isian lembar refleksi dan wawancara dengan siswa kelas 5, sebagian besar peserta didik menyatakan perasaan senang dan bangga dapat terlibat dalam Market Day. Mereka memperoleh pengalaman baru karena biasanya hanya berperan sebagai pembeli, namun kini mereka belajar menjadi penjual yang aktif menawarkan barang dagangan secara langsung. Awalnya beberapa peserta didik merasa malu, tetapi setelah mencoba, mereka menjadi lebih percaya diri dan bersemangat. Bahkan, ada beberapa peserta didik yang mengungkapkan keinginannya untuk menjadi pengusaha makanan atau minuman sederhana di masa depan, terinspirasi dari pengalaman mereka dalam kegiatan Market Day ini. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik berlatih sopan berkomunikasi, jujur, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas hingga tuntas. Secara sosial emosional, kegiatan Market Day berpengaruh terhadap peningkatan rasa percaya diri dan empati peserta didik. Hasil wawancara dengan beberapa peserta didik juga menunjukkan bahwa sebagian dari mereka merasa lebih berani berinteraksi dengan orang lain setelah terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mereka mengaku awalnya ragu dan canggung, namun setelah mencoba, mereka mulai terbiasa menyapa pembeli dan melayani transaksi. Mereka belajar menghargai usaha sendiri maupun teman sekelompok, serta merasa bangga ketika barang dagangan mereka habis terjual. (Dewi et , 2. menjelaskan bahwa dukungan sosial dan pengalaman emosional positif dalam kegiatan kolaboratif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Proses interaksi yang terjadi di dalam kegiatan ini juga menumbuhkan rasa saling menghormati antarindividu. Dengan demikian. Market Day memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sosial peserta didik. Selain aspek sosial, kegiatan Market Day juga memperkuat kemampuan literasi keuangan dasar bagi peserta didik sekolah dasar. Mereka belajar menghitung modal, mencatat transaksi, dan menghitung keuntungan secara sederhana. Pembelajaran ini memberikan pengalaman konkret tentang bagaimana konsep ekonomi diterapkan dalam kehidupan nyata. Hasan, et al. , . menegaskan bahwa pemahaman terhadap konsep keuangan sederhana dapat menumbuhkan kecakapan hidup yang penting bagi anak-anak. Satya Widya | 213 Implementasi Market Day Sebagai Sarana Pembelajaran A Dengan demikian, kegiatan ini berlaku sebagai sarana yang bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan literasi finansial sejak usia dini. Muzzamil & Sulastri, . menyebutkan bahwa kegiatan berbasis proyek dapat menanamkan nilai kebersamaan serta memperkuat karakter kemandirian peserta didik. (Arifinata et al. , 2. menambahkan bahwa kolaborasi nyata dalam kegiatan pembelajaran dapat menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial. Dalam Market Day, nilai-nilai tersebut tampak dalam kerja sama antarpeserta didik selama kegiatan Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka. Kegiatan Market Day juga memberikan pengalaman berharga bagi guru dan mahasiswa pendamping. Guru memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan model pembelajaran berbasis proyek, sementara mahasiswa dapat mempraktikkan teori pendidikan secara langsung di lapangan. Sinergi antara guru, mahasiswa, dan peserta didik menjadikan proses belajar lebih dinamis dan bermakna. (Subekti et al. , 2. menjelaskan bahwa kolaborasi semacam ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun keterlibatan emosional di lingkungan sekolah. Dengan demikian, kegiatan Market Day memberikan manfaat ganda bagi seluruh pihak yang terlibat. Dari hasil pengamatan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap citra sekolah yang semakin dikenal sebagai lembaga yang mendukung penguatan karakter dan kreativitas sejak dini. Market Day menjadikan lingkungan sekolah lebih aktif dan produktif dalam menciptakan inovasi pembelajaran. Kondisi ini sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan kebebasan belajar serta pengembangan potensi peserta didik. Lingkungan yang kolaboratif dan inspiratif menjadi ciri khas dari kegiatan Hal tersebut memperkuat identitas sekolah sebagai lembaga pendidikan yang Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Market Day merupakan bentuk pembelajaran yang menyenangkan, edukatif, dan kontekstual bagi peserta didik sekolah dasar. Melalui pengalaman langsung, anak-anak belajar memahami konsep ekonomi, etika, dan tanggung jawab dalam bekerja sama. (Mursyidah et al. , 2. menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan yang efektif harus berlandaskan pengalaman agar nilai-nilainya dapat terinternalisasi dengan baik. Dengan demikian. Market Day berperan besar dalam membentuk karakter wirausaha yang kreatif dan mandiri sejak usia dini. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa pembelajaran aktif dapat memperkuat nilai-nilai karakter bangsa. Selain itu, kegiatan Market Day menumbuhkan semangat gotong royong dan rasa tanggung jawab di antara peserta didik. Mereka belajar berinteraksi dengan teman sebaya, mengambil keputusan, serta menghargai hasil kerja sendiri maupun orang lain. Proses pembelajaran semacam ini mencerminkan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Market Day terbukti menjadi wadah yang efektif dalam membangun keterampilan kewirausahaan yang selaras dengan nilai-nilai moral dan sosial. Hal ini menjadikannya kegiatan yang layak diterapkan secara berkelanjutan di sekolah dasar. Secara teoritis, kegiatan Market Day menggambarkan prinsip experiential learning menjadikan peserta didik pusat pembelajaran. Anak-anak memperoleh pengetahuan melalui pengalaman langsung, refleksi, serta evaluasi terhadap aktivitas yang mereka Konsep ini sejalan dengan arah pembelajaran Kurikulum Merdeka yang menekankan kreativitas dan kemandirian peserta didik. Melalui kegiatan Market Day, anak tidak sekadar memahami teori ekonomi, tetapi juga belajar menerapkan nilai-nilai 214 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 41 No. 2 (Desember, 2. 208 Ae 219 karakter dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi model pembelajaran kewirausahaan yang kontekstual, inspiratif, dan berkelanjutan. SIMPULAN Berdasarkan Kegiatan Market Day yang dilaksanakan di SD Negeri Pangrango terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran yang menumbuhkan semangat berwirausaha pada peserta didik tingkat sekolah dasar. Melalui pengalaman langsung dalam proses jual beli, para peserta didik mendapatkan pembelajaran yang nyata sekaligus menyenangkan. Mereka belajar mengenal prinsip-prinsip dasar ekonomi seperti penggunaan modal, penetapan harga, serta perolehan keuntungan melalui kegiatan praktik secara langsung. Aktivitas ini turut membuka peluang bagi anak-anak guna menanamkan nilai tanggung jawab, kejujuran, serta sopan santun dalam berinteraksi, sehingga mendukung tercapainya tujuan pembelajaran kewirausahaan yang bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata. Di samping memberikan pengetahuan ekonomi. Market Day turut berkontribusi pada pembentukan karakter sosial dan emosional peserta didik. Melalui kegiatan ini tumbuh rasa percaya diri, keberanian dalam berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap orang lain. Anak-anak belajar menghargai hasil kerja sendiri maupun teman-temannya, sekaligus memahami pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada pembeli. Nilai-nilai seperti kemandirian, kebersamaan, serta daya cipta tampak kuat selama kegiatan berlangsung, menunjukkan penerapan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Secara keseluruhan. Market Day dapat dijadikan bentuk pembelajaran berbasis proyek yang kreatif dan memberikan inspirasi dalam memperkuat literasi kewirausahaan di jenjang sekolah dasar. Kegiatan ini tidak hanya memperdalam pemahaman anak terhadap konsep ekonomi dan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga memperkokoh karakter mereka agar tumbuh menjadi individu yang mandiri, inovatif, serta memiliki rasa tanggung jawab tinggi. Dengan adanya dukungan yang konsisten dari guru dan pihak sekolah. Market Day berpotensi menjadi praktik unggul yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, produktif, dan berorientasi pada pengembangan jiwa wirausaha sejak usia dini. DAFTAR PUSTAKA