PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. e-ISSN: 2964-4089 p-ISSN: 2964-4062 STRENGTHENING PUBLIC SPEAKING SKILLS AMONG STUDENT COUNCIL LEADERS TO ENHANCE SELFCONFIDENCE AND EFFECTIVE ORGANIZATIONAL COMMUNICATION AT ISLAMIYAH SENIOR HIGH SCHOOL, TAMBAK Defi Dachlian Nurdiana1. Ayuan Veronica2. Nur Suntin3. Siti Nurhaiza4 1,2,3,4 STAI Hasan Jufri Bawean Gresik. Indonesia Email: defi. dachlian@gmail. (Diajukan: 31 Mei 2024. Direvisi: 13 Juni 2024. Diterima: 30 September 2. ABSTRAK Public speaking merupakan kemampuan untuk berbicara atau menyampaikan informasi kepada banyak orang dengan cara yang jelas, menarik, efektif dan komunikatif, kemampuan ini bisa membantu seseorang untuk lebih percaya diri menyampaikan informasi dengan baik, dan mempengaruhi atau meyakinkan orang lain. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan percaya diri dan keterampilan komunikasi dalam berorganisasi pengurus BES SMA Islamiyah Tambak. Metode yang digunakan yaitu pelatihan, praktek, pendampingan. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini yaitu peserta pengurus BES mampu memahami strategi berbicara di depan umum, terbangun kepercayaan diri, mampu berkomunikasi dengan tenang dan efektif. Selain itu peserta mampu memilih dan memilih kalimat positif yang disampaikan dalam berkomunikasi dengan orang Kata kunci: Public Speaking. Percaya Diri. Komunikasi Organisasi ABSTRACT Public speaking is the ability to speak or convey information to a large audience in a clear, engaging, effective, and communicative manner. This skill can help an individual become more confident in delivering information effectively, as well as influence or persuade others. This community service aims to enhance confidence and communication skills in organizational leadership for the BES management at SMA Islamiyah Tambak. The methods used include training, practice, and mentoring. The outcomes of this service show that the BES participants were able to understand strategies for public speaking, build self-confidence, and communicate calmly and effectively. Additionally, participants were able to choose and deliver positive statements when communicating with others. Keywords: Public Speaking. Confidence. Organizational Communication PENDAHULUAN Kemampuan berbicara di depan umum . ublic speakin. merupakan keterampilan yang sangat penting dalam era modern, terutama bagi generasi muda yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan. Dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam dunia pendidikan, karier, maupun organisasi, keterampilan ini berperan sebagai faktor pendukung kesuksesan seseorang (Lucas, 2. Kemampuan public speaking yang baik memungkinkan seseorang untuk menyampaikan ide dengan jelas, membangun Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 24 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. kepercayaan diri, serta mempengaruhi audiens secara efektif. Namun, masih banyak siswa yang menghadapi kendala dalam hal kepercayaan diri saat harus berbicara di hadapan Salah satu contohnya terjadi di SMA Islamiyah Tambak, di mana banyak siswa masih merasa canggung, takut, atau bahkan enggan untuk berbicara di depan kelas dalam kegiatan seperti presentasi, diskusi kelompok, serta lomba pidato atau debat. Keterampilan public speaking seseorang dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup segala potensi yang dimiliki dalam diri individu, baik yang bersifat fisik maupun non-fisik. Faktor fisik berkaitan dengan kelengkapan organ tubuh yang digunakan saat berbicara, seperti pita suara, lidah, gigi, dan bibir, sedangkan faktor non-fisik meliputi kepribadian, karakter, temperamen, bakat, cara berpikir, dan tingkat intelegensi. Sedangkan faktor eksternal meliputi tingkat pendidikan, kebiasaan, dan lingkungan sosial. Meskipun seseorang memiliki faktor pendukung yang baik, baik internal maupun eksternal, keterampilan public speaking tidak otomatis dimiliki. Kemampuan berbicara yang baik harus diasah, diproses, dan dilatih agar potensi tersebut dapat berkembang dengan maksimal (Fitrananda et al. , 2. Berbicara di depan umum mengajarkan kita untuk menghadapi kritik dengan lebih Seringkali, audiens dapat memberikan feedback atau komentar setelah presentasi, dan public speaking membantu seseorang untuk menerima kritik dengan sikap positif dan konstruktif, serta menggunakannya untuk perbaikan di masa depan. Permasalahan ini menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kecemasan, gugup, bahkan rasa takut ketika diminta berbicara di depan orang lain. Menurut Horwitz et al. , kecemasan dalam berbicara di depan umum berkaitan erat dengan tingkat kepercayaan diri dan kesiapan individu dalam menyampaikan gagasan. Kurangnya rasa percaya diri dalam public speaking dapat berdampak pada perkembangan akademik dan sosial siswa, mengingat kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan dan dunia kerja (McCroskey. Rendahnya kepercayaan diri ini sering kali disebabkan oleh kurangnya pelatihan yang sistematis mengenai teknik berbicara di depan umum. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pelatihan public speaking yang terstruktur dan berkelanjutan dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri siswa (Kurniawan, 2. Selain itu, lingkungan belajar yang mendukung dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berlatih berbicara di depan umum juga berperan penting dalam meningkatkan keterampilan ini (Dyrnyei, 2. Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 25 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. Sama halnya pengabdian yang oernah dilakukan oleh (Mashudi et al. , 2. yang memfokuskan pada Keterampilan berkomunikasi juga harus dimiliki siswa di era industri 0 yakni memiliki keterampilan 4C (Critical Thinking. Creativity. Collaboration. Communicatio. dan tata cara mengendalikan tantang dalam public speaking. Begitu pula pengabdian (Nurcandrani et al. , 2. yang lebih bertujuan untuk membangun kepercayaan diri berbicara di depan umum dengan peserta siswa SD yang tergabung di Sanggar Ar-Rosyid Purwokerto. Berikutnya pengabdian yang dilakukan oleh (Nurdiaman et al. , 2. untuk melatih atau mengasah kemampuan anak-anak berbicara di depan khalayak ramai, memupuk rasa percaya diri anak-anak, mengajarkan anak-anak untuk berekspresi dan mengungkapkan apa yang ingin dia sampaikan, melatih anak-anak secara bertahap mampu menjadi leader untuk dirinya sendiri dan bagi teman-temannya yang menjadi sasarannya siswa SD kelas 6 SDN 2 Cintarasa Garut. Sedangkan dalam pengabdian ini yang menjadi sasaran adalah pengurus BES (Badan Eksekutif Sisw. SMA Islamiyah Tambak, dengan focus pada menigkatkan kepescayaan diri dan komunikasi organisasi yang lebih baik. Selain itu dalam kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan hard skill dan soft skill siswa (Kasih et al. , 2. Sekolah ini seringkali mengikuti berbagai perlombaan baik Tingkat local mapun Tingkat kabupaten, sehingga membutuhkan up grade kemampuan dalam berbicara di depan umum. Oleh karena itu, dibutuhkan program pembelajaran yang tidak hanya memberikan teori mengenai teknik berbicara, tetapi juga menyediakan ruang bagi siswa untuk berlatih dan mengatasi ketakutannya dalam berbicara di hadapan orang banyak. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, dilaksanakanlah pelatihan Public Speaking yang bertujuan untuk memberikan keterampilan berbasis praktik kepada siswa. Kegiatan ini mencakup berbagai aspek penting dalam public speaking, seperti teknik berbicara yang efektif, penggunaan bahasa tubuh yang tepat, pengelolaan emosi, serta strategi menghadapi kecemasan saat berbicara di depan umum. Dengan pendekatan yang partisipatif, peserta pelatihan dapat meningkatkan keterampilan berbicara, serta menanamkan rasa percaya diri dan jiwa kepemimpinan dalam diri siswa. Pelatihan ini juga menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik siswa, sehingga diharapkan dapat lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan public speaking mereka. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan public speaking Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 26 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. di kalangan siswa, sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mempersiapkan generasi muda yang lebih percaya diri dan kompeten dalam menghadapi tantangan di masa depan. METODE Metode yang digunakan pada pengabdian ini yaitu: . Metode pelatihan dengan menggali potensi peserta tentang makna public speaking, . Metode praktek pada pengabdian ini ini yaitu strategi bersikap tenang saat berbicara di depan umum. Metode pendampingan pada pengadian ini untuk memberikan arahan peserta dalam meningkatkan percaya diri dan penguatan berorganisasi. Adapun sasaran dari pengabdian ini yaitu pengurus BES SMA Islamiyah Tambak yang berjumlah 30 siswa. Pelatihan dilakukan di Aula Lantai 3 SMA Islamiyah Tambak. HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Public speaking membantu meningkatkan kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal seseorang. Dengan belajar berbicara di depan umum, seseorang dapat lebih jelas dan efektif menyampaikan pesan, ide, atau pendapat. Ini mencakup kemampuan untuk berbicara dengan percaya diri, menjaga kontak mata, serta menggunakan bahasa tubuh yang mendukung pesan yang ingin disampaikan. Selain itu berbicara di depan umum sering kali menjadi tantangan terbesar bagi banyak orang karena rasa takut dan kecemasan. Namun, melalui latihan yang konsisten, public speaking dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri. Ketika seseorang merasa nyaman berbicara di depan orang banyak, ia akan merasa lebih percaya diri dalam berbagai situasi kehidupan, baik di tempat kerja, dalam pertemuan sosial, atau dalam interaksi sehari-hari. Kepentingan akan kemampuan berbicara di depan publik sudah sangat mutlak. Kemampuan ini mendasari kesuksesan setiap orang diberbagai bidang. Seorang Public speaker dengan perannya sebagai pemberi pengaruh dan manfaat bagi para pendengar dituntut untuk tampil meyakinkan. Semua perkataan, penampilan, dan perilakunya dapat saja menjadi inspirasi bagi para pendengarnya. Untuk itu, unsur motivasi komunikasi harus melekat dalam diri seorang public speker guna menghindari kekhawatiran-kekhawatiran yang membuat ia ragu dengan kemampuannya. Kepercayaan diri merupakan faktor kunci dalam public speaking yang mempengaruhi bagaimana seseorang menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens. Dalam konteks pendidikan, kepercayaan diri siswa saat berbicara di depan umum sangat penting karena berkaitan erat dengan kemampuan Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 27 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. akademik, keterampilan sosial, dan kesiapan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Workshop public speaking menjadi salah satu metode efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum (Ambarsari, 2. Gambar 1. Pembukaan Pelatihan Bersama Kepala Sekolah. Pembina BES dan Narasumber Pelatihan Public Speaking yang telah dilaksakan pada 10 Februari 2024 dihadiri oleh 25 siswa pengurus Badan Eksekutif Siswa (BES). Kegiatan ini merupakan salah satu program pengabdian masyarakat oleh Dosen dan Mahasiswa PLP prodi Manajemen Pendidikan Islam STAI Hasan Jufri Bawean. Kegiatan yang bertujuan untuk membekali para pemimpin muda dengan keterampilan berbicara di depan umum yang penting bagi calon pemimpin masa depan. Materi pelatihan mencakup dasar-dasar public speaking, membangun kepercayaan diri, mengatasi rasa nervous, dan mengolah bahasa tubuh saat Selama mengikuti pelatihan peserta tidak hanya mendapatkan teori tetapi juga langsung praktik berbicara di depan umum dengan dipandu narasumber, dan bekal teknikteknik yang diajarkan. Kegiatan ini dilaksakan dengan penuh keseruan dan semangat, tidak ada rasa canggung dan ketegangan karena diselingi dengan ice breaking untuk menyegarkan suasana. Berdasarkan testimoni dari pembina BES Ibu Rini Wahyuni. Pd, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan public speaking mereka "Dalam workshop ini, kami menerapkan beberapa indikator untuk mengukur peningkatan kepercayaan diri siswa. Pertama dari ekspresi wajah, awalnya mereka sangat tegang dan sering menunduk, sekarang sudah lebih santai dan Dari segi intonasi suara, kami melatih mereka dengan teknik pernapasan diafragma sehingga suara mereka menjadi lebih lantang dan jelas. Yang paling kentara adalah perkembangan bahasa tubuh mereka - dari yang awalnya kaku menjadi lebih ekspresif dalam menggunakan gesture saat berbicara. Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 28 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. Disisi lain apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA Islamiyah Tambak Bapak Saiful Ahzan. Sos yang menuturkan bahwa: "Pendekatan yang digunakan pemateri dalam pelatihan ini sangat efektif karena melibatkan siswa secara aktif. Pemaparan juga cukup dinamis sehingga anak-anak bisa antusias. Keterampilan seperti ini wajib dimiliki oleh setiap orang khususnya calon pemimpin untuk bisa menyampaikan dan mengkomunikasikan dengan bai kapa yang menjadi target dan tujuan organisasi". Berlandaskan data wawancara dengan Aisha Rahma (Ketua BESS). AuSebelum mengikuti workshop merasa sangat gugup setiap kali harus berbicara di depan umum. Suara sering bergetar dan terbata-bata. Setelah mengikuti pelatihan, terutama teknik pernafasan dan vokal yang diajarkan merasa lebih tenang dan bisa mengontrol suara dengan lebih baik. Yang paling membantu adalah latihan bertahap yang diberikan, mulai dari berbicara di kelompok kecil hingga akhirnya bisa tampil di depan seluruh sekolahAy. Begitu pula dengan ungkapan dari Muhammad Farid (Wakil Ketua BESS). Perubahan yang dirasakan tidak hanya dalam public speaking, tapi juga dalam kegiatan akademik sehari-hari. Sekarang saya lebih percaya diri saat presentasi tugas atau berpendapat dalam diskusi kelas. Feedback yang diberikan oleh teman-teman dan fasilitator sangat membantu mengetahui area mana yang perlu diperbaiki dan juga belajar bagaimana menggunakan bahasa tubuh yang efektif untuk mendukung pesan yang ingin saya sampaikan. Gambar 2. Praktik membangun kepercayaan diri Adapun indicator yang menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa setelah mengikuti pelatihan public speaking, ada perubahan yang dapat dilihat melalui beberapa Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 29 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. aspek dalam praktek berbicara di depan orang, berikut ciri-ciri yang ditunjukkan oleh . Ekspresi Wajah Pada awal sesi pelatihan, banyak siswa yang menunjukkan ekspresi wajah tegang dan Hal ini ditandai dengan raut wajah yang serius, kurangnya senyuman, serta seringnya mereka menundukkan kepala saat berbicara. Namun, setelah mengikuti serangkaian latihan dan sesi praktik, ekspresi wajah siswa berubah menjadi lebih santai dan percaya diri. Mereka mulai tersenyum, lebih aktif dalam berinteraksi, dan menunjukkan ekspresi yang lebih natural saat berbicara (Puspitasari. Muslimah, & Lutfi, 2. Intonasi Suara Sebelum mengikuti workshop, sebagian besar siswa berbicara dengan suara yang pelan dan terdengar ragu-ragu atau berbisik. Namun, setelah mendapatkan pelatihan mengenai teknik vokal dan latihan berbicara secara bertahap, suara mereka menjadi lebih lantang, jelas, dan memiliki intonasi yang lebih bervariasi, yang mencerminkan peningkatan rasa percaya diri (Mashudi & Hesti, 2. Kontak Mata dan Bahasa Tubuh Pada awal sesi workshop, banyak siswa yang cenderung menundukkan kepala atau melihat ke arah lain saat berbicara. Mereka juga menunjukkan bahasa tubuh yang kaku, seperti tangan yang disilangkan, gerakan tubuh yang tidak natural, atau berdiri diam tanpa ekspresi. Setelah mengikuti latihan, mereka mulai lebih percaya diri dalam menjaga kontak mata dengan audiens, menggunakan gerakan tangan yang lebih ekspresif, serta memiliki postur tubuh yang lebih tegap dan terbuka saat berbicara di depan umum (Sari & Wibowo, 2. Untuk meningkatan kepercayaan diri siswa dalam public speaking tidak terjadi secara instan, tetapi melalui beberapa tahapan dan metode pembelajaran yang diterapkan dalam pelatihan. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan ini antara lain: Latihan Bertahap dan Simulasi Dalam pelatihan ini, siswa diberikan kesempatan untuk berlatih berbicara secara Dimulai dari berbicara dalam kelompok kecil, kemudian berlatih di depan kelas, hingga akhirnya tampil di hadapan audiens yang lebih besar. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk mengatasi rasa gugup mereka secara perlahan-lahan (Mashudi & Hesti, 2. Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 30 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. Teknik Pernafasan dan Vokal Salah satu aspek penting dalam public speaking adalah teknik pernafasan dan vokal. Melalui latihan ini, siswa belajar bagaimana mengontrol pernafasan mereka agar suara tetap stabil dan jelas. Mereka juga dilatih untuk mengatur tempo bicara, menggunakan intonasi yang menarik, serta menghindari kebiasaan berbicara terlalu cepat akibat rasa gugup (Sari & Wibowo, 2. Feedback dan Evaluasi Sesi pelatihan ini juga melibatkan feedback dari fasilitator dan teman sebaya. Setiap siswa diberikan umpan balik konstruktif mengenai kekuatan dan area yang perlu diperbaiki dalam teknik berbicara mereka. Melalui evaluasi ini, siswa menjadi lebih sadar akan kemajuan mereka dan lebih termotivasi untuk terus berlatih (Ambarsari, . Penguatan Positif Pujian dan apresiasi yang diberikan oleh fasilitator dan teman sebaya juga berperan dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa. Dengan adanya penguatan positif, siswa merasa lebih dihargai dan didorong untuk terus mengembangkan kemampuan public speaking mereka (Puspitasari. Muslimah, & Lutfi, 2. Gambar 3. Praktik berbicara di depan umum Dengan pelatihan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam jangka waktu panjang dapat bermanfaat bagi perkembangan akademik dan profesional siswa. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh meliputi. Pertama. meningkatkan Kemampuan Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 31 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. Akademik, kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum akan membantu siswa dalam berbagai aspek akademik, seperti presentasi di kelas, diskusi kelompok, serta partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran (Sari & Wibowo, 2. Kedua, mempersiapkan karir dan kepemimpinan. Public speaking merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan kepemimpinan. Siswa yang memiliki kepercayaan diri dalam berbicara akan lebih siap menghadapi wawancara kerja, memimpin rapat, serta berbicara di berbagai forum profesional (Ambarsari, 2. Ketiga. Meningkatkan Kemampuan Sosial. Kepercayaan diri dalam berbicara juga berpengaruh terhadap keterampilan sosial Mereka menjadi lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain, membangun hubungan yang lebih baik, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi atau komunitas (Mashudi & Hesti, 2. Workshop public speaking merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum. Workshop ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menekankan pada praktik langsung yang memungkinkan siswa untuk mengalami sendiri proses pembelajaran. Pendekatan ini sejalan dengan teori experiential learning, yang menekankan bahwa pengalaman langsung memberikan dampak yang lebih signifikan dalam proses pembelajaran dibandingkan hanya mendengarkan atau membaca teori (Kolb, 1984 dalam Wibowo & Sari, 2. Seperti yang diungkapkan oleh ibu Faati Dziqroh. Pd (Guru SMA) sebgai berikut : "Metode workshop yang diterapkan berbeda dengan pembelajaran konvensional. Pada workshop kali ini lebih fokus pada praktik langsung melalui simulasi bertahap, mulai dari individu hingga berkelompok. Kegiatan ini bagi saya sebagai guru melihat bahwa perlu up-grade tentang public speaking dalam proses pembelajaran di dalam kelas juga bisa sangat bermanfaat. Workshop public speaking yang diadakan di Aula SMA Islamiyah Tambak dirancang menggunakan metode pembelajaran aktif. Siswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan berbicara secara langsung. Siswa diajak untuk berinteraksi oleh narasumber selama proses pelatihan, diajarkan tentang bagaimana melavalkan vocal dan artikulasi sebelum dan selama berbicara, siswa diberikan latihan pernapasan diafragma untuk menghasilkan suara yang jelas dan lantang. Selain itu, mereka juga dilatih dalam mengontrol tempo bicara serta penggunaan intonasi yang sesuai untuk menjaga keterlibatan audiens. Selain itu juga bagaimana penggunaan Bahasa tubuuh yang baik, tenang dan efektif. Karena bahasa tubuh memainkan peran penting dalam komunikasi verbal. Workshop ini mengajarkan siswa Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 32 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. bagaimana menggunakan gestur tangan, ekspresi wajah, dan kontak mata yang dapat mendukung penyampaian pesan secara lebih meyakinkan. Studi menunjukkan bahwa bahasa tubuh yang terbuka dan percaya diri dapat meningkatkan efektivitas komunikasi serta membuat audiens lebih terhubung dengan pembicara (Sari & Wibowo, 2. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta workshop siswa kelas XI Ahmad Rizki: "Workshop ini berbeda dengan pembelajaran biasa karena kita langsung praktik, tidak hanya teori. Setiap kali tampil, kita mendapat masukan yang membangun, baik dari guru maupun teman-teman. Ini membuat saya lebih paham apa yang perlu Disisi lain, yang tidak kalah penting yaitu tentang struktur penyampaian informasi yang akan disampaikan, sebab salah satu tantangan dalam public speaking adalah menyusun pesan agar mudah dipahami oleh audiens. Workshop ini mengajarkan teknik struktur berbicara yang baik, seperti penggunaan pembukaan yang menarik, isi yang sistematis, serta penutupan yang kuat. Siswa juga diajarkan untuk menggunakan teknik storytelling guna membuat pidato mereka lebih menarik (Puspitasari. Muslimah, & Lutfi. Termasuk tentang mengatasi rasa gugup yang dialami saat berbicara, ketakutan berbicara di depan umum sering kali menjadi hambatan utama dalam public speaking. Oleh karena itu, workshop ini memberikan strategi efektif untuk mengatasi rasa gugup, seperti latihan pernafasan dalam, dan teknik visualisasi positif. Studi menunjukkan bahwa strategi ini efektif dalam mengurangi kecemasan berbicara di depan umum dan meningkatkan rasa percaya diri pembicara (Ambarsari, 2. Gambar 3. Seluruh peserta, panitia dan pemateri Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 33 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. Dengan demikian workshop ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan public speaking siswa, khususnya pengurus BES SMA Islamiyah Tambak. Seperti yang di ungkapka oleh salah satu siswa yang menjadi peserta workshop merasa lebih santai dan percaya diri saat berbicara di depan kelas. Juga, dapat membantu para siswa dalam menyusun beberapa materi kegiatan MC pada kegiatan ekstrakulikuler di sekolah sehingga Bisaya lebih runtut dan menarik saat menjadi MC. Begitu juga yang diungkapkan oleh Nazwa Putri siswi kelas X sebagai berikut, "Yang saya sukai dari workshop ini adalah pendekatan bertahapnya. Kita tidak langsung disuruh berbicara di depan banyak orang, tapi dimulai dari perindividu Ini sangat membantu mengurangi kecemasan saya. Sekarang saya sudah berani menjadi MC di acara sekolah. Perbedaan metoode yang digunakan dalam workshop pelatihan public speaking ini dengan cara konvensional. Aspek Metode Konvensional Metode Workshop Pendekatan Berbasis teori, siswa lebih banyak mendengarkan Berbasis praktik, siswa aktif Interaksi Pasif, sedikit latihan berbicara Aktif, banyak sesi praktik dan simulasi Kepercayaan diri Cendrung rendah karena kurang Meningkat karna terbiasa Feedback Terbatas, hanya dari guru Beragam, dari fasilitator dan teman sebaya Adapun harapan dari peserta dalam workshop ini yaitu agar dalam proses pembelajaran dikelas guru atau pengajar juga memperhatikan tentang tata cara mengelola kelas dengan kemampuan public speaking yang baik dan menarik, agar kelas tidak membosankan, karena kebangayakan guru itu menggunakan cara konvensional dalam mengajar di kelas, hanya Sebagian kecil guru yang asik mengajar dikelas. Dari temuan tersebut, dijelaskan pula dalam workshop tersebut tentang metode pembelajaran konvensional dan metode fasilitasi. Berikut adalah perbedaan yang kami temukan dalam kegiatan workshop. Karena efektivitas workshop dalam meningkatkan keterampilan public speaking memiliki dampak yang luas bagi perkembangan siswa, baik dalam dunia Strengthening Public Speaking Skills. , (Defi Dachlian Nurdiana, et a. | 34 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. akademik maupun professional. Siswa lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi, dan menyampaikan presentasi akademik dengan lebih meyakinkan. Seperti yang uraian pengalaman dari salah satu peserta siswa kelas XI Dinda Amelia sebagai berikut, "Saya merasakan perubahan signifikan dalam cara saya berkomunikasi. Dulu sering menghindari kontak mata dengan audiens, sekarang sudah bisa mempertahankan kontak mata dan menggunakan gestur yang tepat. Pelatihan vokal dan artikulasi juga sangat membantu membuat suara saya lebih jelas dan tegas. Dalam berinteraksi dengan orang lain, memimpin diskusi, serta berpartisipasi dalam organisasi kemasyarakatan akan lebih terbiasa. Juga keterampilan berbicara di depan umum merupakan salah satu kompetensi utama yang dibutuhkan di dunia kerja. Dengan memiliki keterampilan ini, siswa akan lebih siap menghadapi wawancara kerja, presentasi bisnis, serta peran kepemimpinan di organisasi atau perusahaan (Sari & Wibowo, 2. SIMPULAN Pengabdian tentang public speaking dalam peningkatan kepercayaan diri pengurus BES SMA Islamiyah Tambak mampu menunjukkan hasil yang positif bagi siswa. Hal ini terlihat dari beberapa indikator yang dapat ditemukan pasca pelatihan, seperti perubahan ekspresi wajah menjadi lebih santai, peningkatan kualitas intonasi suara yang lebih lantang, serta perbaikan kontak mata dan bahasa tubuh yang lebih ekspresif. Keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor penting, diantaranya support system dari kepala sekolah. Pembina BES, peran aktif guru BK, selain itu juga metode pendekatan pembelajaran bertahap melalui simulasi, pelatihan teknik pernafasan dan vokal, pemberian feedback konstruktif, serta penguatan positif dari fasilitator dan teman sebaya. Karena dalam metode workshop memberikan lebih banyak kesempatan praktik langsung dan menggunakan pendekatan pembelajaran aktif yang partisipatif. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan peningkatan kepercayaan diri jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dalam hal pengembanganpotensi akademik, persiapan karir dan kepemimpinan masa depan, serta pengembangan keterampilan sosial yang lebih baik dalam kehidupan social bermasyarakat. DAFTAR PUSTAKA