JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 E-ISSN 2715-842X ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI BERDASARKAN STUDI LITERATUR Nur Endah Widyawati1 Politeknik Negeri Banjarmasin. Jl. Brig Jend. Hasan Basri. Pangeran. Kec. Banjarmasin Utara. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan nurendahwidyawati@poliban. Abstrak Keterlambatan proyek konstruksi merupakan permasalahan umum yang berdampak pada kinerja waktu, biaya, mutu, serta hubungan antar pemangku Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji penyebab keterlambatan proyek konstruksi, hasilnya masih bersifat parsial dan belum memberikan gambaran pola penyebab secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan penyebab keterlambatan proyek konstruksi dan menganalisis kecenderungan kemunculannya berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 25 artikel ilmiah yang relevan dari Indonesia dan negara berkembang lainnya. Data dikumpulkan melalui basis data Scopus. ScienceDirect. Google Scholar, dan ResearchGate, kemudian dianalisis menggunakan content analysis dengan pengelompokan faktor ke dalam lima kategori utama, yaitu manajerial, keuangan, teknis, sumber daya, dan eksternal, serta perhitungan frekuensi kemunculan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manajerial merupakan penyebab keterlambatan yang paling dominan, diikuti oleh faktor keuangan dan teknis. Temuan ini menegaskan bahwa keterlambatan proyek konstruksi terutama berkaitan dengan kelemahan dalam perencanaan, koordinasi, pengendalian waktu, dan pengelolaan biaya proyek. Kata Kunci: keterlambatan proyek, manajemen konstruksi, systematic literature review. Abstract Construction project delays are a common problem that significantly affect time, cost, quality performance, and stakeholder relationships. Although numerous studies have examined the causes of construction project delays, existing findings remain fragmented and do not yet provide a comprehensive pattern of delay factors. This study aims to identify the dominant factors causing construction project delays and to analyze their occurrence trends based on a literature This research employs a Systematic Literature Review (SLR) of 25 relevant scientific articles from Indonesia and other developing countries. Data were collected from Scopus. ScienceDirect. Google Scholar, and ResearchGate databases and analyzed using content analysis by classifying delay factors into five main categories: managerial, financial, technical, resource-related, and external factors, followed by frequency analysis. The results indicate that managerial factors are the most dominant causes of construction project delays, followed by financial and technical factors. These findings emphasize that construction project delays are primarily associated with weaknesses in project planning, coordination, time control, and cost management. Keywords: project delay, construction management, systematic literature review. keterbatasan sumber daya . Selain itu keputusan serta hambatan regulasi sebagai faktor dominan keterlambatan . Dalam proyek gedung bertingkat tinggi, produktivitas tenaga kerja yang rendah dan kenaikan tak terduga pada harga material merupakan penyebab utama keterlambatan . Hambatan birokrasi dan perizinan juga penyumbang keterlambatan pada proyek besar . Berdasarkan temuan berbagai studi tersebut, keterlambatan proyek konstruksi secara umum dapat dipengaruhi oleh faktor manajerial, faktor tenaga kerja, faktor keuangan dan faktor eksternal. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan studi literatur PENDAHULUAN Proyek konstruksi kerap mengalami keterlambatan akibat beragam faktor. Faktor penyebab yang umum terjadi seperti perubahan desain, keterlambatan pembayaran, dan kurangnya pengalaman kontraktor . Kekurangan tenaga kerja terampil dan lemahnya pengelolaan proyek sebagai faktor utama di proyek berskala besar . Selain itu, pentingnya kualitas tenaga kerja, tepatnya keterlambatan pembayaran juga menjadi faktor . Keterlambatan juga sering dipicu oleh perencanaan proyek yang buruk dan JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 E-ISSN 2715-842X Komponen Utama dalam Manajemen Konstruksi Berdasarkan berbagai sumber literatur, terdapat sejumlah komponen utama dalam manajemen konstruksi yang perlu diperhatikan, . Manajemen Waktu : Tujuannya adalah memastikan penyelesaian proyek sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan . Metode umum yang digunakan dalam pengelolaan waktu antara lain Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) . Manajemen Biaya : Fungsi ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran agar tidak terjadi pemborosan . Beberapa teknik yang digunakan mencakup estimasi biaya, penyusunan anggaran, serta pengendalian biaya . Manajemen Kualitas : Menjamin bahwa hasil konstruksi memenuhi spesifikasi teknis dan regulasi yang berlaku . Proses ini juga mencakup pengawasan mutu di setiap tahap untuk mencegah cacat atau kegagalan struktur . Manajemen Risiko : Melibatkan identifikasi dan analisis terhadap risiko teknis, finansial, maupun eksternal yang mungkin terjadi selama proyek berlangsung . Metode yang sering diterapkan termasuk risk assessment dan strategi mitigasi . Manajemen Sumber Daya : Berkaitan dengan pengaturan tenaga kerja, material, dan alat agar penggunaannya optimal . Teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) sangat membantu dalam efisiensi pengelolaan sumber daya . Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Aspek ini penting untuk mencegah kecelakaan kerja selama pelaksanaan proyek . Standar keselamatan yang dijadikan acuan mencakup pedoman dari OSHA dan regulasi lokal . dengan sifat deskriptif, tanpa pengumpulan data langsung di lapangan. Sumber data berasal dari artikel ilmiah, laporan proyek, dan studi sebelumnya. Tujuan utama dari studi ini adalah mengidentifikasi penyebab utama keterlambatan proyek konstruksi, menganalisis pola-pola yang berulang, serta merumuskan keterlambatan di masa mendatang. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keterlambatan proyek konstruksi dipengaruhi oleh faktor manajerial, keuangan, teknis, sumber daya, dan eksternal pada berbagai konteks proyek dan wilayah. Meskipun demikian, hasil penelitian tersebut umumnya bersifat parsial dan terfokus pada lokasi atau jenis proyek tertentu, sehingga belum memberikan gambaran pola penyebab keterlambatan secara komprehensif. Selain itu, kajian literatur yang ada sebagian besar masih bersifat deskriptif dan belum dilakukan secara sistematis serta belum mengaitkan temuan faktor keterlambatan dengan kerangka manajemen proyek. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 25 studi terdahulu dari berbagai negara untuk mengaitkannya dengan aspek manajemen memperkuat temuan penelitian sebelumnya. Fungsi dan Peran Manajemen Konstruksi Manajemen konstruksi memainkan peran strategis dalam menjamin kelancaran dan keberhasilan proyek konstruksi. Manajemen konstruksi memiliki fungsi, antara lain perencanaan proyek, manajemen anggaran, pengelolaan, pengendalian mutu, identifikasi risiko, optimalisasi sumber daya, dan keamanan dan kesehatan kerja . Efisiensi berperan penting dalam proses kerja dan pengurangan pemborosan dalam manajemen konstruksi . Inovasi dan penerapan teknologi terbaru untuk mendukung produktivitas dan efektivitas pelaksanaan proyek . Klasifikasi Keterlambatan dalam Proyek Konstruksi Keterlambatan dalam proyek konstruksi dapat dikelompokkan berdasarkan jenis dan JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 akibat yang ditimbulkan. Beberapa klasifikasi penting adalah sebagai berikut: Jenis Keterlambatan : Excusable Delays : Terjadi karena kondisi yang tidak dapat dikendalikan oleh kontraktor, seperti cuaca buruk atau bencana alam . Dalam hal ini, kontraktor tidak dikenai sanksi dan diperbolehkan menunda Non-Excusable Delays : Merupakan keterlambatan akibat kesalahan kontraktor, ketidaksiapan tenaga kerja . Akibatnya, kontraktor dapat dikenakan denda sesuai Compensable Delays Jenis keterlambatan yang dipicu oleh pemilik proyek, misalnya melalui perubahan desain atau keterlambatan pembayaran. Dalam kasus ini, kontraktor berhak atas kompensasi . aktu dan/atau biay. Concurrent Delays : Keterlambatan dari dua pihak . ontraktor dan pemili. Umumnya, penyelesaiannya dilakukan melalui klaim hukum atau diskusi kontraktual. Dampak Keterlambatan Proyek Referensi . menunjukkan bahwa keterlambatan proyek konstruksi berpotensi menimbulkan beberapa dampak sebagai berikut finansial, kualitas proyek, reputasi, dan E-ISSN 2715-842X eksternal mencakup cuaca buruk, regulasi yang berubah, dan situasi ekonomi-politik yang tidak stabil . Berdasarkan berbagai studi, penyebab keterlambatan umumnya dapat dikelompokkan ke dalam lima aspek utama . Faktor dengan aktivitas perencanaan, organisasi, serta pengendalian proyek oleh tim manajemen. Perencanaan yang tidak optimal dapat mengakibatkan alokasi sumber daya yang tidak efisien, perhitungan waktu yang keliru, serta ketidaksesuaian metode pelaksanaan . Kurangnya koordinasi menjadi penyebab utama keterlambatan proyek . Pengambilan keputusan yang lambat berdampak langsung terhadap waktu penyelesaian proyek . Proses berwenang yang memakan waktu menjadi kendala dalam pelaksanaan proyek . Faktor tenaga kerja, faktor tenaga keterlambatan proyek adalah kurangnya tenaga kerja terampil, produktivitas rendah dan ketidakhadiran yang tinggi . Faktor finansial, stabilitas finansial sangat menentukan kelancaran proyek . Faktor finansial yang sering menyebabkan pembayaran dari pemilik proyek, kurangnya modal kontraktor, dan fluktuasi harga material. Faktor eksternal, mencakup aspekaspek diluar kendali manajemen proyek, diantaranya perubahan cuaca ekstream, regulasi pemerintah dan ketidakstabilan ekonomi politik. Faktor teknis, beberapa penyebab keterlambatan terkait faktor teknis adalah perubahan desain di tengah proyek, kesalahan dalam perhitungan atau perencanaan teknik, dan kurangnya teknologi atau metode konstruksi yang efisien Karena keterlambatan sering kali disebabkan oleh gabungan beberapa faktor, bukan oleh Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Proyek konstruksi kerap menghadapi persoalan keterlambatan, yang menjadi salah satu tantangan besar dalam sektor ini secara Keterlambatan bisa berdampak serius, menurunnya mutu pekerjaan, konflik antara pihak terkait, bahkan berujung pada proses hukum . Faktor penyebab keterlambatan bersifat Faktor internal meliputi manajemen proyek yang tidak optimal, keterbatasan tenaga kerja terampil, kendala pengadaan material, serta kesulitan pendanaan. Di sisi lain, faktor JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 satu penyebab tunggal, maka dibutuhkan pendekatan manajerial yang holistik untuk mengurangi potensi keterlambatan proyek . konstruksi secara eksplisit dan tersedia dalam teks lengkap. Artikel yang tidak relevan, bersifat duplikat, atau tidak sesuai dengan fokus penelitian dieliminasi. Proses seleksi ini mengacu pada prinsip PRISMA. Berdasarkan tahapan tersebut, diperoleh 25 artikel ilmiah yang digunakan dalam analisis. Analisis data dilakukan menggunakan melakukan identifikasi dan pengelompokan faktor penyebab keterlambatan. Faktor-faktor tersebut diklasifikasikan ke dalam lima kategori utama, yaitu faktor manajerial, keuangan, teknis, sumber daya, dan eksternal. Selanjutnya, dilakukan perhitungan frekuensi kemunculan setiap faktor untuk mengetahui tingkat dominasi relatifnya. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik sebagai dasar pembahasan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode SLR untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi berdasarkan kajian literatur terdahulu. Metode ini dipilih karena mampu menyajikan sintesis hasil penelitian secara sistematis, terstruktur, dan berbasis bukti ilmiah. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur pada basis data ilmiah, yaitu Scopus. ScienceDirect. Google Scholar. ResearchGate. Pencarian artikel menggunakan kata kunci construction project delay, causes of delay, delay factors, dan construction Literatur yang ditinjau dibatasi pada publikasi dalam rentang 30 tahun terakhir dan relevan dengan bidang manajemen Seleksi literatur dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi penyaringan judul dan abstrak, penelaahan teks lengkap, serta penerapan kriteria inklusi dan eksklusi. Artikel yang dipilih merupakan publikasi ilmiah yang membahas penyebab keterlambatan proyek HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian terdahulu yang relevan Pada Tabel 1 berikut adalah beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dengan Tabel 1 Penelitian Terdahulu yang Relevan Penulis & Tahun Judul Penelitian Kaming et al. Factors influencing construction time and cost overruns on high-rise projects in Indonesia Santoso et al. Assessment of risks in high rise building construction in Jakarta Frimpong et al. Causes of delay and cost overruns in construction of groundwater projects in developing countries: Ghana as a case Koushki et al. Delays and cost increases in the construction of private residential projects in Kuwait Assaf & Al-Hejji . Causes of delay in large construction Alaghbari et al. Sambasivan . Soon Le-Hoai et al. E-ISSN 2715-842X The significant factors causing delay of building construction projects in Malaysia Causes and effects of delays in Malaysian construction industry Delay and cost overruns in Vietnam Temuan Utama Estimasi waktu & biaya tidak akurat, produktivitas rendah. Ketidakpastian proyek, kurang manajemen risiko. Keterlambatan fluktuasi harga, tenaga kerja Perubahan klien, keterlambatan Persetujuan perubahan desain, keterlambatan Cuaca buruk, material terlambat, tenaga kerja tidak mencukupi. Kurangnya keterbatasan sumber daya. Inflasi biaya, kurang koordinasi. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 Penulis & Tahun Sweis et al. Waluyo. Adebakin. , & Ipaye, . Judul Penelitian comparison with other selected countries Delays in construction projects: The case of Jordan Kajian Faktor Penyebab Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek Konstruksi Project Delivery Delay: The Nigeria Experience Doloi et al. Analysing factors affecting delays in Indian construction projects Marzouk & El-Rasas . Wijaya. Toni. Analyzing delay causes in Egyptian construction projects Studi Faktor-Faktor Keterlambatan Proyek Pada Kontraktor Di Daerah Istimewa Yogyakarta Identifikasi Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Gedung di Jakarta Identifikasi Risiko Tahap Perencanaan Proyek Dalam Meningkatkan Kinerja Pembiayaan Proyek Apartemen X Semarang Identifikasi Faktor Risiko Keterlambatan Pembangunan Gedung Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Waktu Widiasari . Suharto Simanjuntak. & Garundita. Simanjuntak. & Wijayanti. Siregar. Sarifah. Simbolon. Ariyanto Rahman Sari. Saputra. , & Abidah. Boy. Erlindo. , & Fitrah. Putra. Sari. & Situmorang. Hamzah. Ashad. Bachmid. , & Sulhairi . Lestari. Pradnyadari. , & Dewi. Jamal & Ian. Analisis Perbandingan Variabel Penyebab Keterlambatan Pembangunan Gedung Wiego Warehouse Jalan Letda Sujono Medan Analisis Keterlambatan Proyek Pembangunan Gedung Pemerintah di Jawa Timur Analisa Faktor Penyebab Keterlambatan pada Proyek Pembangunan Villa dan Hotel ABC di Bali Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Gedung Kuliah Pada Masa Pandemi Covid 19 Analisis Faktor Keterlambatan Proyek Konstruksi Di Kota Balikpapan Pengaruh Analisis Kinerja Biaya dan Waktu Pelaksanaan Konstruksi Akibat Perubahan Desain Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pelaksanaan Proyek Konstruksi Di Kabupaten Badung Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Di Indonesia Identifikasi Faktor Utama Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi E-ISSN 2715-842X Temuan Utama keterlambatan keputusan. Perubahan desain, pembayaran tertunda, kekurangan tenaga kerja. Kurangnya tenaga kerja dan Manajemen proyek buruk, konflik Perencanaan kekurangan tenaga kerja. Kekurangan dana, keterlambatan pembayaran, perubahan desain. Material telat, tenaga kerja kurang Manajemen komunikasi buruk. Manajemen risiko, perencanaan kinerja proyek, potret proyek. Keterlambatan proyek dari sisi waktu diperlukan identifikasi risiko di awal pelaksanaan pembangunan proyek Faktor keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan memiliki nilai tingkat Lambatnya keputusan, kendala lahan. Proses lelang lambat, manajemen kontraktor lemah. Cuaca, kekurangan tenaga kerja. Perubahan pengawasan, perizinan lambat Pengawasan lemah, manajemen tidak disiplin waktu. Perubahan desain, pembayaran tertunda, material telat. Perubahan desain, keterlambatan material, lemahnya koordinasi. Penelitian mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menjadi penyebab keterlambatan dalam JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 proyek konstruksi melalui kajian terhadap 25 sumber literatur yang relevan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Literatur yang dianalisis berasal dari berbagai negara, seperti Indonesia. Mesir. Malaysia. India. Ghana. Vietnam, dan negara berkembang lainnya, sehingga memberikan gambaran kondisi proyek konstruksi di kawasan tersebut. Melalui analisis komparatif, diperoleh sejumlah faktor yang secara konsisten disebut sebagai penyebab utama keterlambatan. Faktor-faktor tersebut kemudian dihitung berdasarkan frekuensi kemunculannya dalam berbagai studi, untuk mengetahui seberapa sering masing-masing faktor muncul. Hasil analisis ini ditampilkan dalam Gambar 1. E-ISSN 2715-842X Perubahan Revisi desain selama pelaksanaan proyek menyebabkan pekerjaan ulang dan gangguan terhadap jadwal yang telah ditetapkan. Manajemen proyek yang tidak efektif . : Ketidaktepatan dalam pengelolaan proyek, seperti perencanaan dan pengendalian yang lemah, turut memperpanjang waktu . Kekurangan tenaga kerja dan material . :Ketersediaan tenaga kerja dan bahan bangunan yang tidak mencukupi menjadi kendala utama dalam penyelesaian proyek. Koordinasi yang kurang baik dan lambatnya proses persetujuan . Ae7 stud. Hambatan komunikasi antar pihak proyek menghambat proses pengambilan keputusan di . Faktor eksternal seperti cuaca buruk . Ae4 Beberapa studi mencatat kondisi eksternal ini sebagai penyebab tambahan keterlambatan, meskipun tidak bersifat umum untuk semua Dari hasil penelaahan terhadap 25 studi yang relevan, baik yang bersumber dari Indonesia maupun luar negeri, ditemukan bahwa penyebab keterlambatan proyek konstruksi cukup beragam. Agar lebih sistematis dalam faktor-faktor dikelompokkan ke dalam lima kategori pokok, yaitu manajerial, keuangan, teknis, eksternal, dan sumber daya. Tabel 2 berikut menyajikan ringkasan frekuensi munculnya masingmasing kategori dalam seluruh literatur yang Gambar 1 Grafik faktor penyebab keterlambatan Hasil analisis grafik dan data menunjukkan bahwa beberapa faktor paling sering disebut sebagai penyebab keterlambatan proyek konstruksi, antara lain: Keterlambatan pembayaran . Masalah pembayaran dari pemilik kepada kontraktor menghambat arus kas dan penyediaan sumber daya. Tabel 2 Rekapitulasi frekuensi kemunculan faktor Katagori Faktor Manajerial Keuangan Teknis Sumber manusia & alat Eksternal Sub-Faktor Umum Perencanaan proyek yang buruk, kurang koordinasi, kesalahan manajemen waktu Keterlambatan pembayaran, pembiayaan tidak Perubahan desain, keterlambatan pengadaan Kekurangan tenaga kerja terampil, peralatan tidak Iklim/cuaca, perizinan, kondisi sosial-politik Jumlah Studi Menyebutkan Frekuensi (%) JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 Analisis Faktor yang Paling Sering Muncul . Faktor Manajerial . %) :Faktor manajerial menjadi penyebab keterlambatan proyek konstruksi yang paling dominan Kelemahan dalam perencanaan, koordinasi yang tidak efektif, dan kurangnya komunikasi antar pihak terkait merupakan penyebab umum yang sering disebutkan. Contohnya, refrensi . mencatat bahwa pada proyek gedung bertingkat di Indonesia, keterlambatan disebabkan oleh kurangnya perencanaan dan manajemen waktu yang Sementara itu, refrensi . di India menyoroti lemahnya koordinasi antara pemilik, kontraktor, dan konsultan sebagai faktor . Faktor Keuangan . %) : Masalah pembiayaan juga berperan besar dalam Terhambatnya pembayaran dari pemilik kepada kontraktor maupun ke subkontraktor menyebabkan gangguan dalam alur kerja proyek. Refrensi . melaporkan bahwa sekitar 60% proyek infrastruktur publik di Indonesia mengalami keterlambatan akibat masalah Refrensi mengungkapkan bahwa di Arab Saudi, keterlambatan pembayaran menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan proyek. Faktor Teknis . %) : Faktor teknis, seperti revisi desain, kesalahan gambar kerja, dan keterlambatan pengadaan material, seringkali menimbulkan kendala selama pelaksanaan proyek. Refrensi . menemukan bahwa perubahan E-ISSN 2715-842X merupakan penyebab utama keterlambatan proyek di Malaysia. Refrensi . juga mencatat bahwa revisi desain mendadak menyebabkan keterlambatan hingga 30% di proyek pemerintah di Indonesia. Faktor Sumber Daya . %) : Terbatasnya tenaga kerja yang terampil dan minimnya ketersediaan peralatan menjadi kendala dalam pelaksanaan proyek di lapangan. Refrensi . menyebutkan bahwa dalam proyek jalan raya di Indonesia, rendahnya produktivitas tenaga kerja dan kurangnya alat berat menghambat kelancaran pekerjaan. Faktor Eksternal . %) : Faktor dari luar seperti kondisi cuaca ekstrem, konflik sosial, serta kendala perizinan juga turut berkontribusi terhadap keterlambatan proyek, meskipun seringkali berada di luar kendali Refrensi . menjelaskan bahwa proses perizinan di Mesir menjadi hambatan utama dalam memulai proyek tepat waktu. Indonesia, refrensi . juga menemukan bahwa birokrasi perizinan menjadi salah satu faktor yang memperlambat pelaksanaan Perbandingan Hasil Penelitian Indonesia dan Negara Lain Untuk mengetahui perbedaan dan persamaan faktor utama keterlambatan proyek pada perbandingan berdasarkan hasil penelitian dari beberapa negara. Tabel berikut menyajikan perbandingan faktor dominan penyebab keterlambatan proyek konstruksi dari 25 literatur yang telah dianalisis, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Tabel 3 Perbandingan faktor-faktor utama penyebab keterlambatan proyek konstruksi Negara / Lokasi Faktor Utama Faktor Utama Penyebab Keterlambatan Penelitian Indonesia Perencanaan dan koordinasi. Permasalahan umum berasal dari perencanaan proyek Pembayaran. Desain teknis yang tidak matang, keterlambatan pembayaran dari pemilik, serta desain teknis yang sering berubah di tengah pelaksanaan. Malaysia Perubahan desain. Pengadaan Proyek sering mengalami revisi desain di tengah jalan, material. Manajemen proyek pengadaan material tidak tepat waktu, dan lemahnya kontrol manajemen di lapangan. Arab Saudi Persetujuan dokumen. Keterlambatan proyek umumnya terjadi karena proses Pembayaran. Pengadaan material administrasi dari pemilik proyek yang lambat, masalah JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 India Mesir Koordinasi manajemen waktu, kesiapan sumber daya Regulasi pemerintah, desain, kondisi sosial-politik Ghana Pendanaan, manajemen proyek UAE Tenaga Vietnam Perubahan desain, cuaca, tenaga Pengadaan lambat, dokumentasi Pakistan China Permintaan klien, desain berubah Nigeria Pendanaan. Manajemen E-ISSN 2715-842X keuangan, dan distribusi material yang terhambat. Lemahnya kolaborasi antara stakeholder dan ketidaksiapan dalam hal tenaga kerja serta jadwal proyek menyebabkan keterlambatan. Kebijakan pemerintah yang sering berubah serta ketidakstabilan sosial dan politik mengganggu kelancaran proyek. Kekurangan dana dan lemahnya sistem pengawasan internal menyebabkan proyek tidak berjalan sesuai Kekurangan tenaga kerja yang kompeten dan perencanaan proyek yang lemah menjadi hambatan Faktor alam dan perubahan spesifikasi proyek menjadi penyebab utama keterlambatan. Ketidakefisienan dalam sistem pengadaan dan dokumentasi yang buruk memperlambat eksekusi Klien sering meminta perubahan setelah pelaksanaan dimulai, mengakibatkan proyek mundur dari jadwal. Seperti negara berkembang lain, masalah utama adalah dana yang tidak stabil dan sistem manajemen yang tidak Dari Tabel 3. diketahui bahwa faktor utama yang sering muncul pada keterlambatan pekerjaan adalah Perubahan desain di tengah pelaksanaan, keterlambatan pembayaran, kekurangan tenaga kerja dan sumber daya dan manajemen waktu dan perencanaan yang tidak Dampak Keterlambatan Proyek Konstruksi Sebuah tinjauan komprehensif terhadap 25 artikel ilmiah tentang keterlambatan proyek konstruksi menunjukkan bahwa keterlambatan semacam itu secara konsisten menyebabkan berbagai konsekuensi negatif. Dampakdampak ini dapat dikategorikan secara luas ke dalam empat dimensi utama: implikasi keuangan, masalah teknis dan kualitas, gangguan jadwal, serta memburuknya hubungan di antara pemangku kepentingan . Dampak Finansial . Implikasi Finansial terhadap Biaya Proyek: Perpanjangan waktu pelaksanaan proyek secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan biaya. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya durasi kerja tenaga, fluktuasi harga material akibat inflasi, serta kebutuhan penggunaan peralatan yang lebih lama. Masalah dalam sistem pembayaran dan keterlambatan pengadaan material juga memperparah tekanan finansial terhadap anggaran proyek . Dampak Pengeluaran Administratif dan Manajerial: Keterlambatan penyelesaian proyek menuntut perpanjangan kegiatan administratif dan manajerial. Hal ini mencakup peningkatan aktivitas pengawasan, koordinasi antar pihak, serta penyesuaian terhadap penggunaan sumber daya, yang secara kumulatif menyebabkan bertambahnya biaya pengelolaan proyek . Dampak Teknis dan Kualitas . Penurunan Kualitas Konstruksi: Keterlambatan proyek sering kali mendorong pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara terburu-buru guna mengejar ketertinggalan Kondisi ini berdampak pada penurunan kontrol mutu, meningkatnya risiko kesalahan teknis, serta kemungkinan perlunya pekerjaan ulang . Perubahan desain secara mendadak maupun revisi gambar kerja yang diproses secara tergesa juga dapat menurunkan integritas teknis dari hasil . Meningkatnya Risiko Kecelakaan dan Penurunan Standar Keselamatan : Upaya percepatan penyelesaian proyek kerap mengabaikan prosedur keselamatan kerja. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya angka JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 kecelakaan di lapangan serta menurunnya performa keselamatan secara keseluruhan. Dampak Terhadap Jadwal Penyelesaian Proyek . Durasi Proyek Bertambah Keterlambatan membuat proyek berjalan melebihi waktu yang direncanakan. Hal ini menambah beban biaya pada kontraktor serta mengganggu agenda strategis pemilik proyek dan pemberi dana, terutama jika estimasi waktu awal tidak tepat . Dampak Operasional dan Ekonomi Penundaan proyek : khususnya pada sektor menghambat operasional bisnis dan aktivitas Misalnya, keterlambatan gedung kantor menunda operasional perusahaan, sementara proyek jalan yang tertunda mengganggu arus logistik. Dampak pada Hubungan Antar Pemangku Kepentingan . Sengketa proyek : keterlambatan dapat memicu konflik antar pihak proyek, khususnya terkait klaim dan kompensasi, serta berujung pada penyelesaian hukum . Penurunan peputasi : kinerja proyek yang tidak tepat waktu dapat merusak reputasi kontraktor atau manajer proyek, yang berdampak pada peluang kerja sama di masa . Ketidakpuasan ketidakpuasan pemangku kepentingan, terlebih jika proyek bersifat publik atau berdampak luas terhadap masyarakat. Keterlambatan memiliki dampak yang luas dan saling berkaitan, mencakup aspek biaya, kualitas, waktu, serta hubungan antar pelaku proyek. Untuk meminimalkan risiko tersebut, strategi mitigasi yang efektif harus mencakup pendekatan menyeluruh dari sisi manajemen, teknis, dan keuangan. Studi terdahulu menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang tepat, koordinasi lintas sektor yang baik, manajemen keuangan yang ketat, serta adopsi teknologi sebagai solusi dalam mengurangi keterlambatan dan dampaknya. E-ISSN 2715-842X Strategi Mengurangi Risiko Keterlambatan Proyek Konstruksi Berdasarkan kajian terhadap 25 literatur dari Indonesia dan negara lain, terdapat berbagai strategi mitigasi yang dapat keterlambatan proyek konstruksi. Strategi ini mencakup aspek teknis, manajerial, dan . Perencanaan proyek yang terukur dan terstruktur : penyusunan jadwal yang realistis serta pemanfaatan perangkat lunak manajemen proyek . isalnya Primavera atau MS Projec. dapat membantu memantau penyimpangan Di samping itu, analisis risiko sejak awal berperan dalam mengidentifikasi potensi . Peningkatan pemangku kepentingan : efektivitas koordinasi dapat ditingkatkan melalui pembentukan tim lintas fungsi, pelaksanaan rapat koordinasi berkala, serta penggunaan sistem komunikasi . Penguatan pengelolaan keuangan : perlu disusun skema pembayaran yang jelas dan tepat waktu, dilengkapi dengan proyeksi arus kas yang akurat dan disiplin dalam pembayaran kepada subkontraktor dan . Kontrol desain dan dokumen proyek : finalisasi desain sebelum pelaksanaan, keterlibatan pihak terkait dalam peninjauan desain awal, serta pemanfaatan BIM menjadi langkah krusial untuk menghindari revisi . Efisiensi pengadaan dan logistik : jadwal pengadaan yang rinci, pemilihan pemasok yang dapat diandalkan, serta kebutuhan kritis, sangat membantu menjaga kelancaran proyek. Pengembangan kapasitas tenaga kerja : pelatihan teknis, pemberian insentif, serta penyusunan jadwal produktivitas dan mutu kerja. Pemanfaatan digitalisasi : pemantauan progres dengan JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 drone, sistem pelaporan digital, serta ERP pengelolaan proyek. Kepatuhan terhadap Regulasi : Kepatuhan terhadap perizinan dan dokumen hukum yang lengkap sebelum pekerjaan dimulai, serta pelibatan pihak berwenang sejak tahap awal, mencegah potensi gangguan . Mitigasi lingkungan : strategi kerja alternatif untuk cuaca ekstrem, perlindungan lokasi kerja, serta studi awal terhadap kondisi geografis membantu mengantisipasi kendala lapangan. Strategi-strategi ini dapat disesuaikan dengan karakteristik proyek dan organisasi Integrasi antara perencanaan yang cermat, manajemen yang efisien, dan adopsi teknologi menjadi faktor kunci dalam menekan potensi keterlambatan proyek Berdasarkan kajian literatur terhadap 25 penelitian terdahulu, keterlambatan proyek konstruksi dipengaruhi oleh berbagai faktor, dengan faktor manajerial sebagai penyebab yang paling dominan, diikuti oleh faktor keuangan, teknis, sumber daya, dan eksternal. E-ISSN 2715-842X Dominasi faktor manajerial menunjukkan bahwa permasalahan keterlambatan proyek terutama berkaitan dengan kelemahan dalam perencanaan, koordinasi, dan pengendalian Faktor signifikan terhadap kelancaran pelaksanaan proyek melalui gangguan arus kas, sementara faktor teknis, sumber daya, dan eksternal berperan sebagai faktor pendukung yang memperbesar keterlambatan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen proyek, khususnya pada aspek pengelolaan waktu, biaya, dan sumber daya, sebagai dasar pengembangan strategi mitigasi keterlambatan proyek konstruksi. Hubungan Faktor Penyebab dan Mitigasi Keterlambatan Proyek Berdasarkan hasil kajian literatur, keterlambatan proyek konstruksi dipengaruhi oleh beberapa faktor dominan yang menimbulkan dampak langsung terhadap kinerja proyek, baik dari sisi waktu, biaya, maupun mutu. Oleh karena itu, strategi mitigasi perlu dirumuskan secara sistematik dengan pembagian peran yang jelas antar pemangku kepentingan agar dapat diterapkan secara efektif pada Tabel 4. Tabel 4 Hubungan faktor penyebab dan mitigasi keterlambatan proyek Faktor Dampak Strategi Mitigasi Pemilik Kontraktor Dominan Penundaan Utama Manajerial Keterlambatan Perencanaan Menetapkan Mengelola dan jadwal konflik antar teritegrasi, tepat waku Keuangan Gangguan Skema Menjamin Mengelola kas, pembayaran jelas, ketepatan keterlambatan pengendalian arus pembayaran Teknis Pekerjaan Finalisasi desain Menyetujui Menyesuaikan dan desain final Sumber Produktivitas Perencanaan Menyediakan Mengelola Daya tenaga kerja dan dukungan tenaga kerja dan alat Konsultan Regulator Mengawasi Memverifikasi Mengawasi Mengendalikan Mengevaluasi sumber daya JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 Eksternal Penundaan izin, gangguan cuaca, risiko Manajemen risiko Menyiapkan Faktor menimbulkan dampak penundaan paling luas karena memengaruhi aspek waktu, biaya, dan koordinasi proyek. Dampak keterlambatan bersifat berantai, sehingga memerlukan strategi mitigasi yang terintegrasi dan tidak dapat dibebankan pada satu pihak saja. Oleh karena itu, pembagian peran yang jelas antara pemilik, kontraktor, konsultan, dan regulator menjadi kunci dalam menekan keterlambatan proyek konstruksi. E-ISSN 2715-842X Menyesuaikan rencana kerja Memberi Menyederhana atas doa dan motivasinya. Semoga jurnal ini DAFTAR PUSTAKA . Mansfield. Ugwu. , & Doran, . Causes of delay and cost overruns in Nigerian construction International Journal of Project Management, 12. , 254-260. Assaf. , & Al-Hejji. Causes of delay in large construction International Journal of Project Management, 24. , 349-357. Sambasivan. , & Soon. Causes and effects of delays in Malaysian International Journal of Project Management, 25. , . Faridi. , & El-Sayegh. Significant factors causing delay in the UAE construction industry. Construction Management and Economics, 24. , . Faridi. , & El-Sayegh. Significant factors causing delay in the UAE construction industry. Construction Management and Economics, 24. , . Kaming. Olomolaiye. Holt. , & Harris. Factors influencing construction time and cost overruns on high-rise projects in Indonesia. Construction Management and Economics, 15. , 83-94. Sears. Sears. , & Clough. Construction Project Management: A Practical Guide to Field Construction Management. John Wiley & Sons. Kerzner. Project Management: A Systems Approach to Planning. Scheduling, and Controlling. John Wiley & Sons. KESIMPULAN Berdasarkan kajian sistematis terhadap 25 penelitian terdahulu, keterlambatan proyek konstruksi dipengaruhi oleh lima kategori faktor utama, yaitu faktor manajerial, keuangan, teknis, sumber daya, dan eksternal, dengan faktor manajerial sebagai penyebab paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlambatan proyek terutama perencanaan, koordinasi, pengendalian waktu, dan pengelolaan biaya proyek, sementara faktor teknis, sumber daya, dan eksternal berperan sebagai faktor pendukung yang memperbesar keterlambatan. Hasil penelitian menegaskan bahwa keterlambatan proyek konstruksi merupakan memerlukan pendekatan manajemen proyek yang terintegrasi. Penguatan aspek manajerial, disertai pembagian peran yang jelas antara pemilik, kontraktor, konsultan, dan regulator, menjadi kunci utama dalam pengembangan strategi mitigasi untuk menekan keterlambatan proyek konstruksi. UCAPAN TERIMAKASIH