12 Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Vol. 9 No. Juni 2024 . THE INFLUENCE OF ROA. CURRENT RATIO. DER. COMPANY SIZE. AND EARNINGS PER SHARE ON STOCK RETURNS IN THE INDUSTRIAL SECTOR FOR THE 2018-2022 PERIOD Febdwi Suryani1. Helly Aroza Siregar2. Vani Yurina3 1,2,&3 Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia Email : febdwi. suryani@gmail. ABSTRACT This research aims to determine the influence of ROA. Current Ratio. DER. Company Size, and Earning Per Share on Stock Returns in Industrial Sector Companies for the 2018-2022 Period. This research uses secondary data. The sampling technique in this research was purposive sampling. The number of samples obtained was 29 The research analysis method uses descriptive analysis and uses SmatPLS software. From this research, it was concluded that ROA has an influence on stock returns. Meanwhile. Current Ratio. DER. Company Size, and Earning Per Share have no influence on Stock Returns. Keywords: ROA. Current Ratio. DER. Company Size. Earning Per Share. Share Return PENGARUH ROA,CURRENT RATIO ,DER,UKURAN PERUSAHAAN,DAN EARNING PER SHARE TERHADAP RETURN SAHAM PADA SEKTOR INDUSTRI PERIODE TAHUN 2018-2022 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ROA. Current Ratio. DER. Ukuran Perusahaan, dan Earning Per Share terhadap Return Saham pada perusahaan Sektor Industri Periode 2018-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 29 perusahaan. Metode analisis penelitian menggunakan analisis deskriptif serta menggunakan software SmatPLS. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan mengenai ROA memiliki pengaruh terhadap Return Saham. Sedangkan Current Ratio. DER. Ukuran Perusahaan, dan Earning Per Share tidak memiliki pengaruh terhadap Return Saham. Kata Kunci : ROA. Current Ratio. DER. Ukuran Perusahaan. Earning Per Share. Return Saham Pengaruh ROA. Current Ratio. DER. Ukuran Perusahaan, dan Earning Per Share Terhadap Return Saham Pada Sektor Industri Periode Tahun 2018-2022 (Febdwi Suryani. Helly Aroza Siregar. Vani Yurin. http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara perekonomian yang memegang peran penting dalam menghasilkan produk yang bisa Baik perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Dimana perdagangan di era sekarang dapat dilakukan secara offline maupun online di masyarakat luas ataupun hanya sekedar antar perusahaan. Terutama dalam negeri masih banyak msalah dalam banyak perusahaan dimana beberapa pekerja merasa gaji mereka masih belum layak untuk memenuhi kebutuhan mereka dan keluarga. Ditambah ada nya pemunngutan pajak dari pemerintah untuk negara. Banyak kendala dari masing-masing pihak. Belum lagi adanya kecurangan pekerja dalam perusahaan . Perusahaan membutuhkan yang namanya laporan keuangan untuk bisa mengatasi kecurangan dalam sebuah perusahaan. Laporan keuangan adalah salah satu dokumen penting untuk memberikan informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar perusahaan sebagai penyedia modal dan pemegang kepentingan keputusan investasi(Pongoh. Laporan keuangan dapat digunakan untuk melihat untung atau tidaknya sebuah perusahaan. Laporan keuangan juga tidak hanya penting untuk pihak internal tetapi juga pihak eksternal yang bisa saja menjadi investor di masa mendatang. Peningkatan investasi terjadi terutama di jenis aset keuangan seperti di pasar modal. Menurut (Simorangkir, 2. menyatakan bahwa pasar modal (Capital Marke. yang dikenal di Indonesia sebagai Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan pasara untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik surat utang . , ekuitas. , reksadana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain. ilsanya pemerinta. , dan sebagai sarana bagi kegiatan Dengan begitu pasar modal memberi fasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegitan jual-beli dan kegiatan lainnya. Peningkatan pergerakan keaktifan investor juga diikuti fluktuasi saham. Banyak saham di Bursa Efek Indonesia sangat diminati karena memiliki kapitalisasi tinggi serta frekuensi perdagangan yang tinggi sehingga prospek pertumbuhan dan kondisi keuangan sangat baik namun demikian, karena investasi yang dilakukan menyangkut kelangsungan perkembangan saham, oleh karena itu investor perlu tahu seberapa besar aset, modal dan keuntungan yang diterima pemegang saham. Investor ketika berinvestasi di pasar modal setidaknya perlu memperhatikan keuntungan yang diinginkan dan resiko yang bisa saja terjadi (Simorangkir, 2. Investasi dalam bentuk saham menjanjikan keuntungan dan juga resiko. Semakin besar return yang diinginkan, semakin besar resiko yang ditemukan. Maka dari itu pergerakan yang terjadi pada saham tergambar jelas dalam fluktuasi Return Saham yang dipilihnya. Dalam membuat pilihan investasi, investor sangat membutuhkan informasi yang akurat hal ini dikarenakan investor mempunyai harapan dapat memperoleh keuntungan . berupa capital gain maupun dividen. Return dapat berupa return realisasi yaitu return yang telah terjadi, dihitung berdasarkan data historis dan digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam (Sutriani, 2. Pada tahun 2018 Indeks Harga Saham Gabungan terjadi penurunan harga saham dimana nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika melemah. Dan pada tahun 2019 terjadi lagikenaikan harga saham. Pada tahun 2020 terjadi penurunan harga saham secara global karena terjadi covid-19 dimana seluruh wilayah Indonesia mengalami isolasi diri atau . yang membuat aktivitas perekonomian terhenti. Selain itu fluktuasi nilai tukar merupakan salah satu penyebab terjadinya krisis ekonimi di Indonesia dimana nilai tukar yang fluktuatif membuat masyarakat memiliki perilaku berbeda saat memegang uang, lalu ada lagi faktor tingkat suku bunga dan inflasi yang Mulai 2021 mulai terjadi kenaikah harga saham karna virus covid-19 hilang. Pada 2022 terjadi sedikit Inflasi yang terjadi saat covid berpengaruh terhadap return saham yang biasanya disebabkan oleh faktor eksternal yang mengakibatkan terjadinya peningkatan harga bahan baku. Inflasi secara umum adalah kenaikan harga barang atau turun nulai mata uang. Dimana saat covid-19 hampir seluruh masyarakat mengalami masa keterpurukan atau kemiskinan karena pengurangan karyawan, gaji yang berkurang maka semakin beratlah ekonomi global Indonesia karena inflasi pada masa covid-19 dan beberapa perusahaan sempat terhenti atau bahkan mengalami kebangkrutan pada masa covid-19. Return saham juga berhubungan dengan investasi yang dalam pasar saham tidak selalu menjanjikan return yang pasti kepada investor. Ada dua komponen yang memungkinkan mendapatkan keuntungan yaitu current income . endapatan lanca. dan capital gain ( keuntungan selisih harg. Semakin tinggi nilai investasi kita maka semakin besar juga resiko yang akan ditanggung karena investasi tersebut. Contoh resiko yang dapat ditemui ada resiko suku bunga, resiko pasar, resiko inflasi, resiko bisnis, resiko finansial, resiko likuiditas, resiko nilai tukar mata uang. Dalam penelitian ini. Return saham diukur dengan menggunakan Return On Asset. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Ukuran Perusahaan, dan Earning Per Share. Analisis terhadap tingkat profitabilitas perusahaan,dalam penelitian ini ada Return On Asset (ROA) yang merupakan ukuran tentang efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan . dengan memanfaatkan aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Menurut (Sari et al. , 2. jika tingkat ROA tinggi, maka perusahaan dapat mengelola asset dengan baik dan dapat menghasilkan laba yang tinggi juga, begitu juga sebaliknya. Menurut (Sutriani, 2. dan (Almira & Wiagustini, 2. secara parsial profitabilitas memiliki efek positif terhadap return saham. Tetapi penelitian menurut (Samalam et al. , 2. dan (Setiyono & AmanaH, 2. Return On Asset tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Selanjutnya Current Ratio (Ratio Lanca. adalah suatu perusahaan membayar kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Menurut (Sari et al. , 2. Current Ratio yang rendah biasanya dianggap menunjukkan terjadinya masalah dalam likuidasi, sebaliknya current ratio yang terlalu tinggi juga kurang bagus, karena menunjukkan banyaknya dana menganggur yang akhirnya bisa mengurangi laba perusahaan juga, sehingga bisa mengurangi return yang seharusnya diterima para ninvestor. Mneurut (Christian et al. , 2. dan (Ananto, 2. secara parsial Current Ratio berpengaruh terhadap Return Saham. Tetapi menurut penelitian (Hasanudin et al. , 2. dan (Erari, 2. secara parsial Current Ratio tidak berpengaruh terhadap return saham. Berikutnya DER yang artinya perusahaan mengukur rasio utang terhadap modal. Menurut (Sari et al. DER yang terlalu tinggi mempunyai dampak buruk terhadap kinerja perusahaan, karena tingkat utang yang semakin tinggi menandakan beban bunga perusahaan akan semakin besar dan mengurangi keuntungan, sehingga ada kecenderungan menurunkan return saham. Penelitian (Puspitadewi & Rahyuda, 2. dan (Afinindy & Budiyanto, 2. menemukan bukti bahwa DER memiliki perngaruh yang tidak signifikan terhadap return saham. Namun dalam penelitian (Basalama et al. , 2. dan (Mulya et al. , 2. secara parsial DER berpengaruh terhadap return saham. Rasio Ukuran Perusahaan (Firm Siz. adalah skala atau perbandingan perusahaan yang bisa dilihat dari total aset saat tutup buku akhir tahun. Menurut (Purwaningrat & Suaryana, 2. perusahaan berskala besar dianggap mempunyai sumber daya yang lebih besar dan akan menghasilkan net income yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan berskala kecil. Sehingga pengklasifikasian perusahaan ini mampu mempengaruhi nilai perusahaan dan pada akhirnya akan berimbas pada return saham. Dari penelitian (Putra & Dana, 2. dan (Lesmana et al. , 2. dengan uji t atau secara parsial ukuran perusahaan berpengaruh posisitf dan signifikan terhadap return saham. Tetapi ada penelitian yang mengatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return saham, yaitu penelitian (Raningsih & Putra, 2. dan (Purwaningrat & Suaryana. Earning Per Share (EPS) atau laba per lembar saham adalah laba berih perusahaan dibagi jumlah saham Menurut (Purwaningrat & Suaryana, 2. EPS biasa digunakan untuk melihat bagaimana perubahan profitabilitas mempengaruhi investasi, sehingga nantinya dapat mengukur return yang akan diperoleh. Kenaikan EPS menandakan bahwa perusahaan sedang mengalami tahap pertumbuhan. EPS yang semakin tinggi berarti kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya semakin tinggi pula. Sehingga perubahan EPS tersebut akan memberikan reaksi pada return saham. Menurut (Putra & Kindangen, 2. dan (Sinambela, 2. secara parsial EPS tidak berpengaruh terhadap return saham, ada pula penelitian menurut (Mayuni & Suarjaya, 2. dan (Pinatih & Lestari, 2. dimana penelitian nya menemukan bahwa EPS berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. TINJAUAN PUSTAKA Signalling Theory Teori sinyal adalah teori yang memberi isyarat atau sinyal mengenai informasi yang memperlihatkan kondisi suatu perusahaan yang berguna bagi investor atau penanam modal teori yang pertama kali dikemukakan oleh Spence pada tahun 1973. Prinsip dalam teori ini mengajarkan setiap tindakan mengandung informasi. Teori sinyal membahas tentang keberhasilan atau kegagalan manajemen yang disampaikan kepada pemilik. Jika perusahaan mengeluarkan informasi bisa dianggap sebagai sinyal bagi calon investor atau pihak luar. Sinyal dapat berupa promosi atau informasi mengenai perusahaan lebih baik dari pada perusahaan laiwn. Salah satu nya ada informasi akuntansi dimana informasi tersebut berisi tentang hal yang berkaitan dengan laporan keuangan. Publikasi laporan keuangan tahunan yang diberikan perusahaan akan dapat memberikan sinyal perkembangan dividen atau perkembangan saham perusahaan. (Simorangkir, 2. Saham Saham adalah sertifikat yang menyatakan bukti kepemilikan suatu perusahaan dan investor dapat hak klaim atas pendapatan dan aset perusahaan. Saham adalah instrumen pasar uang yang populer di masa sekarang. Saham atau stock adalah surat berharga yang menyatakan bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Saham juga dapat diartikan menjadi tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha tertentu dalam perusahaa. Jika seseorang tersebut memberikan modal kepada sebuah perusahaan artinya dia memiliki klaim atau pendapatan, aset perusahaan. Return Saham Menurut (Jaza et al. , 2. return saham adalah harga jual saham diatas harga beli. Semakin tinggi harga jual saham di atas harga belinya, maka semakin tinggi pula return yaang diperoleh investor. Apabila investor Pengaruh ROA. Current Ratio. DER. Ukuran Perusahaan, dan Earning Per Share Terhadap Return Saham Pada Sektor Industri Periode Tahun 2018-2022 (Febdwi Suryani. Helly Aroza Siregar. Vani Yurin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 mengharapkan return yang tinggi maka ia harus bersedia menanggung resiko lebih tinggi, begitu pula sebaliknya. Return adalah keuntungan yang dinikmati oleh pemodal atas investasi yang telah dilakukan. Capital gain atau keuntungan bisa diterima dengan membeli saham ketika harga saham turun dan menjual ketika haraga saham sedang tinggi, jika kita sebagai investor. Ada faktor fundamental yang berkaitan langsung dengan kinerja badan usaha yang mengeluarkan kertas berharga untuk diperdagangkan. Return Saham = Pt-Pt-1 / Pt-1 Return On Asset Return On Asset adalah untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba dari aktiva. Laba adalah tujuan utama dari penilaian prestasi perusahaan . nalisis fundamental perusahaa. karena laba perusahaan bisa menjadi elemen untutk penghasilan nilai perusahaan yang memperlihatkan prospek perusahaan di masa Berikut adalah rumus ROA menurut (Mayuni & Suarjaya, 2. ROA = Laba bersih setelah pajak / Total aktiva x 100% Current Ratio Current Ratio atau rasio lancar adalah sebuah cara menguji kemampuan perusahaan supaya dapat membayar kewajiban jangka pendek seperti gaji, upah, maupun utang. CR yang rendah dianggap menunjukkan adanya masalah dalam likuidasi, sebaliknya CR yang terlalu tinggi dianggap kurang bagus, karena dianggap banyaknya dana menganggur yang akhirnya mengurangi laba perusahaan. Berikut adalah rumus CR (Dewi et al. , 2. CR = Total aktiva lancar/Total utang lancar Debt to Equity Ratio Menurut (Mangantar et al. , 2. Debt to Equity Ratio yang disingkat DER adalah bagian dari rasio solvabilitas yang dapat menjadi penunjuk dalam melihat kondisi keuangan perusahaan. DER juga dapat diartikan rasio keuangan yang membandingkan jumlah utang perusahaan dan modal perusahaan. DER juga digunakan untuk memberitahukan laporan keuangan kepada pihak liar agar melihat keadaan finansial perusahaan. Berikut adalah rumus menghitung DER menurut (Dewi et al. , 2. : DER = Total hutang / Modal sendiri Ukuran Perusahaan Menurut (Nadiya, 2. Ukuran perusahaan adalah menghitung skala dari total aset dan penjualan agar dapat memperlihatkan keadaan perusahaan apakah perusahaan memiliki modal yang berlebih untuk berinvestasi untuk mendapatkan laba. Berikut adalah rumus ukuran perusahaan menurut (Nadiya, 2. : Ukuran perusahaan = Ln (Total Ase. Earning Per Share Earning Per Share atau EPS merupakan hitungan hasil perbandingan laba bersih dan jumlah saham beredar. Menurut (Sodikin & Wuldani, 2. EPS juga merupakan sebuah hal penting dalam mengerti valuasi nilai saham Salah satu kegunaan EPS adalah menguji kinerja perusahaan setiap tahun. Berikut rumus EPS menurut (Sodikin & Wuldani, 2. : EPS = Laba bersih / Jumlah saham beredar. Perumusan Hipotesis Pengaruh Return On Asset terhadap Return Saham Return On Asset merupakan rasio profitabilitas yang mempunyai kemampuan untuk perusahaan mendapatkan laba dari aktiva yang digunakan. Semakin besar ROA yang perusahaan punya maka semakin tepat aktiva yang digunakan, sehingga meningkatkan nilai laba. Kemampuan perusahaan dapat dikatakan baik jika ROA meningkat dan memperlihatkan kemajuan setiap waktunya. Dari penjabaran tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap return saham, hal ini sejalan dengan penelitian (Almira & Wiagustini, 2. dan (Gunadi & Kesuma, 2. Berdasarkan perumusan hipotesis, model penelitian yang digunakan sebagai berikut: : Return On Asset berpengaruh terhadap Return Saham. Pengaruh Current Ratio terhadap Return Saham Current Ratio merupakan rasio dalam menghitung kemampuan perusahan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang akan jatuh tempo saat ditagih. Rasio ini dapat disebut sebagai bentuk dalam mengukur tingkat kemananan sebuah perusahaan. Current Ratio yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan kas ataupun aktival ancar maka mengenai perkara tersebut dapat mempengaruhi minat investor untuk menanam modal. Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan Current Ratio berpengaruh positif terhadap return saham, hal ini sejalan dengan penelitan (Christian et al. , 2. dan (Sari et al. , 2. : Current Ratio berpengaruh terhadap Return Saham. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham Dent to Equity Ratio atau DER adalah rasio yang dipergunakan untuk menghitung utang ekuitas. Rasio ini dihitung memebagikan total utang dengan total modal. Dari pandangan kemampuan membayar utang jangka panjang, semakin rendah resiko akan semakin baik kemampuan perusahaan sat membayar utang jangka panjang. DER dapat bermanfaat untuk pihak luar yang mempunyai kepentingan seperti investor dan pemberi pinjaman. Dari penjabaran ini dapat disimpulkan bahwa DER berpengaruh positif terhadap Return Saham, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Basalama et al. , 2. dan (Gunawan & Widjaja, 2. : DER berpengaruh terhadap Return Saham. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Return Saham Ukuran perusahaan adalah skala besar kecilnya perusahaan yang berkaitan dengan kemampuan dan peluang menghasilkan laba. Ukuran perusahaan terbagi menjadi 3 kategori yaitu perusahaan besar. arge fi. , perusahaan menengah . edium fir. , dan perusahaan kecil . mall fir. Salah satu tolak ukur yang memperlihatkan besar kecilnya perusahaan adalah ukuran dari aktiva dari perusahaan tersebut. Tingkat return saham perusahaan besar lebih tinggi dibandingkan return saham pada perusahaan berskala rendah, dikarenakan tingkat pertumbuhan perusahaan besar relatif lebih besar dibandingkan perusahaan kecil. Dari penjabaran ini dapat disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap Return Saham, hal ini sejalan dengan penelitian (Lesmana et al. dan(Berliana et al. , 2. : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Return Saham. Pengaruh Earning Per Share terhadap Return Saham Earning Per Share atau EPS adalah total keuntungan yang didapatkan buat setiap lembar saham biasa. Umumnya, manajemen perusahaan, pemegang saham biasa maupun calon pemegang saham sangat tertarik pada EPS dikarenakan menggambarkan jumlah rupiah yang diterima untuk setiap lembar saham biasa dan menggambarkan prospek laba di masa datang. Selain itu EPS bisa dijadikan indikator tingkat nilai perusahaan dalam mengukur keberhasilan dalam meraih keuntungan para pemilik saham dalam perusahaan. Dari penjabaran ini dapat disimpulkan bahwa EPS berpengaruh positif terhadap Return Saham, hal ini sejalan dengan penelitian (Syahputra, 2. dan (Mayuni & Suarjaya, 2. : Earnng Per Share berpengaruh terhadap Return Saham. Model Penelitian Berdasarkan perumusan teori diatas, model penelitian yang digunakan dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar 1. Model Penelitian METODOLOGI PENELITIAN Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor industri yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022 dengan total perusahaan sebanyak 63 perusahaan. Sampel yang dipergunakan dalam penelitian berdasarkan kriteria sampel yakni 29 perusahaan. Pengaruh ROA. Current Ratio. DER. Ukuran Perusahaan, dan Earning Per Share Terhadap Return Saham Pada Sektor Industri Periode Tahun 2018-2022 (Febdwi Suryani. Helly Aroza Siregar. Vani Yurin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Operasional Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat 5 varibel yaitu variabel bebas atau independent variable (X) yaitu variabel yang menjadi penyebab atau variabel yang mempengaruhi variabel lain yaitu Return On Asset. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Ukuran Perusahaan, dan Earning Per Share. Lalu ada variabel terikat atau dependent variable (Y) yaitu variabel yang menjadi akibat atau yang dipengaruhi, yaitu Return Saham. Tabel 1. Operasional Variabel Variabel Penelitian Profitabilitas Likuiditas Solvabilitas Ukuran Perusahaan Profitabilitas Return Saham Indikator Pengukuran yaycaycayca ycayceycycycnEa ycyceycyceycoycaEa ycyycaycycayco ycIycCya = ycu 100% ycNycuycycayco ycaycoycycnycyca Sumber : (Mayuni & Suarjaya, 2. ycNycuycycayco yaycoycycnycyca ycoycaycuycaycayc yaycI = ycNycuycycayco ycOycycaycuyci ycoycaycuycaycayc Sumber : (Dewi et al. , 2. ycNycuycycayco ycoycnycaycaycnycoycnycycayc yayaycI = ycNycuycycayco yceycycoycnycycayc Sumber : (Dewi et al. , 2. ycOycoycycycaycu ycyyceycycycycaEaycaycaycu = yaycu. cNycuycycayco yaycycey. Sumber : (Nadiya, 2. yaycaycayca ycayceycycycnEa yaycEycI = yaycycoycoycaEa ycycaEaycayco ycayceycyceyccycayc Sumber : (Sodikin & Wuldani, 2. ycEyc Oe ycEyc Oe 1 ycIyc = ycEyc Oe 1 Sumber : (Mayuni & Suarjaya, 2. Skala Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Sumber : Data Olahan, 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Analsisi Deskriptif Tabel 2. Statistik Deskriptif Variabel Minimum Return On Asset Current Ratio Debt to Equity Ratio -17. Ukuran Perusahaan Earning Per Share Return Saham Maximum Standar Deviasi Rata-rata Sumber : Data Olahan 2023 Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada tabel 2. , terdapat 29 perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2022, dimana variabel Return On Asset mempunyai nilai minimum 0,354 yang didapatkan dari perusahaan Intraco Penta Tbk dan nilai maximum didapatkan oleh perusahaan Mark Dynamics Indonesia Tbk, dengan nilai rata-rata 0,043 dengan standar deviasi sebesar 0,088. Berikutnya Current Ratio dengan nilai minimum 0,158 yang dimiliki perusahaan Intraco Penta Tbk dan nilai maximum sebesar 119,700 didapatkan oleh perusahaan KMI Wire & Cable Tbk, dengan nilai rata-rata 3,193 dan standar deviasi sebesar 10,531. Berikutnya Debt to Equity Ratio dengan nilai minimum -17,623 dan maximum yang didapatkan oleh perusahaan Intraco Penta Tbk, dengan nilai rata-rata 1,150 dan standar deviasi 2,939. Selanjutnya adalah Ukuran Perusahaan degan nilai minimum 12,731 didapatkan oleh perusahaan Astra Internasional Tbk dan nilai maximum sebesar 29,266 didapatkan oleh perusahaan Supreme Cable Manufacturing & Commerce dengan nilai rata-rata 23,463 dan standar deviasi 5,238. Lalu Earning Per Share dengan nilai minimum sebesar -59,933 didapatkan oleh perusahaan Dyandra Media Internasional Tbk, sedangkan nilai maximum sebesar 176,148 didapatkan oleh perusahaan Multifiling Mitra Indonesia Tbk, dengan nilai rata-rata 10,021 dan standar deviasi 27,840. Terakhit variabel Return Saham dengan nilai minimum sebesar -0,900 dimiliki oleh perusahaan Bakrie & Brothers Tbk,sedangkan nilai maximum 2,982 dimiliki oleh perusahaan Mulia Industrindo Tbk, dengan nilai rata-rata 0,088 dan standar deviasi 0,461. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas menurut (Sahir, 2. adalah terjadinya kolerasi atau hubungan hampir sempurna antar variabel independen. Model yang baik tidak akan ada kolerasi antar variabel independen. Untuk mengetahui ada atau tidak multikolinearitas pada model regresi, dapat dilihat berdasarkan nilai toleransi atau Variance Inflation Factor (VIF). Ketentuan ini didasarkan nilai VIF < 10 berarti tidak terjadi multikolinearitas, sedangkan VIF > 10 berarti terjadi multikolinearitas. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics NO Variabel Tolerance VIF Keterangan ROA Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas DER Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas EPS Sumber : Data Olahan SmartPLS, 2023 Tidak ada multikolinearitas Pada tabel 3. bisa dilihat hasil perhitungan nilai VIF dari setiap variabel independen tidak ada yang memiliki nilai lebih dari 10. Sehingga bisa diputuskan model regresi dalam penelitian ini bebas dari Uji Koefisien Deteminasi Uji Koefisien Determinasi (R. digunakan dalam mengukur seberapa penting peranan variabel independen secara simultan mempengaruhi perubahan yang terjadi pada varibel dependen dengan nilai antara 0 dan 1. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Variabel R-Square Adjusted Return Saham (Y. Berdasarkan tabel 4. nilai R Square Adjusted yang didapatkan setiap variabel independen sebesar 0,069 atau 6,9%, dimana 93,1% dijelaskan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Analisis Jalur (Path Coefficien. Berdasarkan hasil analisis jalur diperoleh data sebagai berikut : Tabel 5. Hasil Uji Path Coefficient Variabel Original Sample (O) P Values Kesimpulan ROA -> RS Signifikan CR -> RS Tidak Signifikan DER -> RS Tidak Signifikan UP -> RS Tidak Signifikan EPS -> RS Tidak Signifikan Sumber : Data Olahan SmartPLS, 2023 Signifikan jika P Value < 0,05 Berdasarkan data diatas sehingga diperoleh persamaan berikut : Y = 0,002 X1 0,951 X2 0,241 X3 0,413 X4 0,448 X5 e Dari persamaan regresi diatas, dapat disimpulkan bahwa Return On Asset sebesar 0,002 artinya Return On Asset memperoleh kenaikan sebanyak satu satuan, sehingga mempengaruhi Return Saham dengan kenaikan sebanyak satu-satuan, begitu sebaliknya. Varibel Current Ratio dengan nilai sebesar 0,951 artinya jika Current Ratio mengalami kenaikan satu satuan, dapat mempengaruhi Return Saham dengan kenaikan sebanyak satusatuan, begitu sebaliknya. Berikutnya Debt to Equity Ratio dengan nilai sebesar 0,241 artinya apabila DER mengalami kenaikan sebanyak satu-kesatuan, maka dapat mempengaruhi Return Saham dengan kenaikan Pengaruh ROA. Current Ratio. DER. Ukuran Perusahaan, dan Earning Per Share Terhadap Return Saham Pada Sektor Industri Periode Tahun 2018-2022 (Febdwi Suryani. Helly Aroza Siregar. Vani Yurin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 sebanyak satu kesatuan, begitu juga sebaliknya. Berikutnya Ukuran Perusahaan dengan nilai sebesar 0,413 artinya apabila Ukuran Perusahaan mengalami kenaikan sebanyak satu kesatuan, begitu sebaliknya. Selanjutnya Earning Per Share mengalami kenaikan sebanyak satu kesatuan, begitu sebaliknya. Uji Hipotesis (Uji . Uji hipotesis atau uji t dilakukan agar mengetahui pengaruh setiap variabel independen terhadap variabel Dari tabel 5. bisa disimpulkan sebagai berikut. dikarenakan Return On Asset sebesar 0,002 ,sedangkan P Values sebesar 0,05 (P Values 0,002 < 0,. Maka disimpulkan Return On Asset berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Current Ratio dengan P Values 0,951 (P Values > 0,. , maka dapat disimpulkan Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Debt to Equity Ratio dengan PValues 0,241 (P Values > 0,. , sehingga dapat disimpulkan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Ukuran perusahaan dengan P Values 0,413 (P Values > 0,. , sehingga bisa disimpulkan Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Earning Per Share dengan P Values 0,448 (P Values > 0,. , sehingga dapat disimpulkan EPS tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. PEMBAHASAN Pengaruh Return On Asset terhadap Return Saham Return On Asset yang digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan total aktiva perusahaan tersebut. Jika dilihat dari data perusahaan, bisa dilihat bahwa ROA yang rendah dapat memiliki Return Saham yang menguntungkan. Hasil penelitian ini searah dengan teori sinyal, dikarenakan teori ini memberikan sinyal dalam bentuk informasi dari return sebuah perusahaan dari total aktiva. Penelitian ini sejalan dengan peneliti sebelumnya yaitu (Sutriani, 2. dan (Gunadi & Kesuma, 2. yang menyatakan bahwa ROA bepengaruh positif terhadap Return Saham. Adapun penelitian yang tidak sesuai dengan hasil penelitian ini, yaitu (Samalam et al. , 2. dan (Setiyono & AmanaH, 2. mereka menyatakan bahwa Return On Asset tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Pengaruh Current Ratio terhadap Return Saham Ada perusahaan yang Current Ratio tinggi disaat perusahaan memiliki Return Saham yang tinggi juga, ini dapat dikarenkan adanya piutang yang tidak tertagih, yang mengakibatkan dana yang ada tidak lancar. Penelitian ini didukung teori sinyal, karena melalui teori sinyal kita dapat mengetahui informasi dari perusahaan apakah Current Ratio yang tinggi bisa menjadi acuan dalam menerima return dari sebuah perusahaan atau tidak. Hasil penelitian ini sarah dengan penelitian yang dilakukan (Hasanudin et al. , 2. dan (Erari, 2. yang menyatakan bahwa Current Ratio tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Ada penelitian sebelumnya yang juga menyatakan bahawa Current Ratio berpengaruh terhadap Return Saham, yaitu (Christian et al. , 2. dan (Ananto, 2. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham Debt to Equity Ratio mampu memberikan informasi tentang seberapa penting modal dari banyaknya pemegang saham yang dipergunakan untuk menutup total utang perusahaan. Semakin tinggi nilai DER semakin besar resiko yang diterima perusahaan, contohnya membayar biaya bunga yang tinggi. Membayar bunga yang tinggi menyebabkan penurunan pembiayaan deviden. Ini dapat menjadi berita atau informasi buruk bagi investor, sehingga permintaan terhadap saham perusahaan juga akan menurun, sehingga juga dapat menurunkan harga saham pada tingkat Return. Hasil penelitian searah dengan (Puspitadewi & Rahyuda, 2. dan (Afinindy & Budiyanto, 2. yang menyatakan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Beberapa penlitia menyatakan bahwa DER berpengaruh terhadap Return Saham, yaitu (Basalama et al. , 2. dan (Mulya et al. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Return Saham Ukuran Perusahaan merupakan sebuah skala dimana dapat dikelompokkan besar kecilnya perusahaan menurut total aktiva, rata-rata total aktiva, nilai pasar saham, total pendapatan, rata-rata penjualan, jumlah laba, dan lain Teori sinyal bisa menajdi pendukung bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Return Saham, karena perusahaan dapat memberikan sinyal tertentu mengenai nilai dan kualitas suatu perusahaan. Dalam penelitian ini memberikan sinyal bahwa perusahaan sektor industri tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Raningsih & Putra, 2. dan (Purwaningrat & Suaryana, 2. yang menyatakan Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Namun ada peneliti yang menyatakan Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Return Saham, yaitu (Putra & Dana, 2. dan penelitian (Lesmana et al. , 2. Pengaruh Earning Per Share terhadap Return Saham Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Earning Per Share atau EPS adalah hasil perhitungan laba bersih perusahaan dibagi jumlah saham beredar. Berdasarkan hasil penelitian belum tentu semakin tinggi jumlah uang yang dihasilkan setiap per lembar saham beredar investor akan menerima return saham yang tinggi pula. Teori sinyal bisa saja mendukung bahwa EPS tidak berpengaruh terhadap return saham, karena bisa mengkomunikasikan informasi kepada investor. Dimana dalam penelitian ini sektor industri memberikan sinyal bahwa EPS pada perusahaan sektor industri tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Hasil penelitian ini sesusai dengan penelitian (Putra & Kindangen, 2. dan (Sinambela, 2. yang menyatakan bahwa Earning Per Share tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Namun ada peneliti yang menyatakan bahwa Earning Per Share berpengaruh terhadap Return Saham. , salah satunya adalah penelitian (Pinatih & Lestari, 2. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa Return On Asset satu-satunya variabel dalam penelitian ini yang berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Sedangkan Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Ukuran Perusahaan, dan Earning Per Share adalah variabel independen yang tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham dalam penelitian ini. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan metode yang berbeda untuk menganalisa kondisi keuangan sebuah perusahaan sehingga terlihat perbedaan dalam setiap penelitian ketika menguji Return Saham. Disarankan juga peneliti selanjutnya menggunakan variabel keuangan lain dengan objek yang berbeda pula agar sampel bisa beragam. DAFTAR RUJUKAN Afinindy, & Budiyanto. Pengaruh DER. PER. ROE Terhadap Return Saham Perusahaan Telekomunikasi. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen, 6. Almira. , & Wiagustini. Return on Asset. Return on Equity. Dan Earning Per Share Berpengaruh Terhadap Return Saham. E-Jurnal Manajemen, 9. , 1069. Ananto. Pengaruh Return On Equity. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Total Aset Turn Over dan Earning Per Share Terhadap Return Saham. Journal of Business and Economics, 13. , 43Ae59. Basalama. Murni. , & Sumarauw. Pengaruh Current Ratio. DER, dan ROA Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Automotif dan Komponen Periode 2013-2015. Jurnal EMBA, 5. , 1793Ae1803. Berliana. Widuri. , & Muttaqien. Pengaruh Likuiditas. Profitabilitas. Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Perusahaan Sub Sektor Plastik dan Kemasan. Jurnal Riset Ilmu Akuntansi, 1. Christian. Saerang. , & Tulung. Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity dan Return On Equity Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di BEI (Periode 2014-2. Jurnal EMBA, 9. Dewi. Endiana. , & Arizona. Pengaruh Rasio Keuangan dan Kebijakan Deviden Terhadap Return Saham. Jurnal Kharisma, 2. Erari. Analisis Pengaruh Current Ratio. Debt To Equity Ratio, dan Return On Asset Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen &Bisnis, 5. Gunadi. , & Kesuma. Pengaruh ROA. DER. EPS Terhadap Return Saham Food and Beverage BEI. E-Jurnal Manejemen Universitas Udayana Bali, 4. , 1636Ae1647. Gunawan, & Widjaja. Pengaruh Return On Assets(ROA). Return On Equity(ROE),Deb to Equity Ratio (DER),dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Return Saham Perusahaan Consumer Goods. Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan, 5. Hasanudin. Awaloedin. , & Yulianti. Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio dan Net Profit Margin Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Telekomunikasi yang Terdaftar di BEI Periode 2012-2018. Jurnal Rekayasa Informasi, 9. Jaza. Subiyanto, & Harmono. Pengaruh EPS. ROI dan EVA terhadap Return Saham Perusahaan Otomotif di Bursa Efek Indonesia (BEI). JSHP, 3. Lesmana. Erawati. Mubarok. Suryanti. Bina. , & Informatika. Pengaruh Likuiditas dan Ukuran Perusahaan terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 8. http://ejournal. id/ejurnal/index. php/moneter Mangantar. Mangantar. , & Baramuli. Pengaruh Return On Asset. Return On Equity dan Debt to Equity Ratio Terhadap Return Saham Pada Subsektor Food and Beverage di Bursa Efek Indonesia. 272 Jurnal EMBA, 8. , 272Ae281. Mayuni, & Suarjaya. Pengaruh ROA. Firm Size ,EPS , dan PER Terhadap Return Saham Pada Sektor Manufaktur BEI. E-Jurnal Manajemen Unud, 7. , 4063Ae4093. https://doi. org/10. 24843/EJMUNUD. Mulya. Nurhayati, & Helliana. Pengaruh Return On Equity (ROE) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham. Prosiding Akuntansi, 6. https://doi. org/10. Pengaruh ROA. Current Ratio. DER. Ukuran Perusahaan, dan Earning Per Share Terhadap Return Saham Pada Sektor Industri Periode Tahun 2018-2022 (Febdwi Suryani. Helly Aroza Siregar. Vani Yurin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Nadiya. Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham. Kemampuan Koneksi Matematis (Tinjauan Terhadap Pendekatan Pembelajaran Sav. , 53. , 1689Ae1699. Pinatih. , & Lestari. Pengaruh EPS. ROE. Risiko Sistematis Terhadap Return Saham Perusahaan Otomotif di BEI. E Jurnal Manajemen Universitas Udayana. Pongoh. Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT. Bumi Resources TBK. Jurnal EMBA, 1. , 669Ae679. Purwaningrat. , & Suaryana. Pengaruh Perubahan Earning Per Share. Debt to Equity Ratio, dan Ukuran Perusahaan pada Return Saham. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 10. Puspitadewi. , & Rahyuda. Pengaruh der, roa, per dan eva terhadap return saham pada perusahaan E-Jurnal Manajemen, 5. , 1429Ae1456. https://ocs. id/index. php/Manajemen/article/view/16228 Putra, & Dana. Pengaruh Profitabilitas. Leverage. Likuiditas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Perusahaan Farmasi di BEI. E-Jurnal Manajemen Unud, 5. Putra. , & Kindangen. Pengaruh Return On Asset(ROA). Net Profit Margin(NPM), dan Earning Per Share(EPS) Terhadap Retrun Saham Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indoneisa (Periode 2010-2. Jurnal EMBA, 4. , 235Ae245. Raningsih. , & Putra. Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan dan Ukuran Perusahaan Pada Return Saham (Vol. Issue . Sahir. Metodologi Penelitian. Samalam. Mangantar. , & Saerang. Pengaruh Return On Asset. Return On Equity dan Debt To Equty Ratio Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Asuransi di BEI periode 2012-2016. Emba, 6. , 3863Ae3872. Sari. Rois Muhammad, & Pandiya. Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA). Debt to Equity Ratio (DER). Return On Asset (ROA), dan Current Ratio (CR) terhadap Return Saham (Studi pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2. JSHP, Setiyono, & AmanaH. Pengaruh Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 5. Simorangkir. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Pertambangan. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 21. , 155Ae164. http://jurnaltsm. id/index. php/JBA Sinambela. Pengaruh Earning Per Share(EPS) Terhadap Return Saham pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sodikin. , & Wuldani. Pengaruh Price Earning Ratio(PER) dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Return Saham (Studi pada PT. Unilever Indonesia TBK. Jurnal Ekonomi Manajemen, 2. , 18Ae25. http://jurnal. id/index. php/jem Sutriani. Pengaruh Profitabilitas. Leverage. Dan Likuiditas Terhadap Return Saham Dengan Nilai Tukar Sebagai Variabel Moderasi Pada Saham Lq-45. Journal of Business and Banking, 4. , 67. https://doi. org/10. 14414/jbb. Syahputra. Analisis EVA. EPS. Dan PER Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan &Minuman (Periode Tahun 2016 - 2. Jurnal Ilmiah Akuntansi Universitas Pamulang, 6. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024