Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 3 No 1 Juni 2024 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DITINJAU DARI SELF EFFICACY Novi Putri Puspitaningati1. Sri Rejeki Puri Wahyu Pramesthi2*. Rudi Antonius3 1,2,3 IKIP Widya Darma noviputri119@gmail. com, purisrpwp@gmail. com, 3rudiantonius. 1980@gmail. Abstrak: Dalam menyelesaikan persoalan matematika, siswa diharapkan teliti dan dapat menggunakan rumusan yang tepat saat menjawab soal. Rendahnya kemampuan matematis siswa sehingga menimbulkan kesalahan saat menjawab soal dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktornya adalah tinggi rendahnya tingkat self Ae efficacy siswa. Self Ae efficacy matematika merupakan kemampuan atau kepercayaan diri seseorang dalam menyelesaikan masalah matematika. Semakin tinggi tingkat self Ae efficacy seseorang, maka kemampuan dalam menyelesaikan masalah juga semakin besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari self Ae efficacy pada materi vektor. Untuk menganalisis kesalahan Ae kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika dapat menggunakan teori Newman, dimana ada 5 jenis kesalahan yaitu . kesalahan membaca, . kesalahan pemahaman, . kesalahan transformasi, . kesalahan memproses, dan . kesalahan penulisan jawaban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akutansi SMK Wonokromo Surabaya semester 1 yang berjumlah 7 orang Pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket, tes, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis Ae jenis kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa dengan tingkat self Ae efficacy tinggi adalah . kesalahan transformasi, . kesalahan memproses dan . kesalahan penulisan jawaban akhir. Jenis Ae jenis kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa dengan tingkat self Ae efficacy sedang adalah . kesalahan pemahaman, . kesalahan transformasi, . kesalahan memproses, dan . kesalahan penulisan jawaban akhir. Sedangkan jenis Ae jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan tingkat self Ae efficacy rendah adalah . kesalahan membaca, . kesalahan pemahaman, . kesalahan transformasi, . kesalahan memproses, dan . kesalahan penulisan jawaban akhir. Kata kunci: Kesalahan Siswa. Self Efficacy. Soal Matematika. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 3 No 1 Juni 2024 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 PENDAHULUAN Matematika dari dahulu kala merupakan satu dari beberapa mata pelajaran yang wajib dipelajari di semua tingkat jenjang pendidikan, baik dari tingkat jenjang sekolah dasar hingga tingkat jenjang menengah atas. Selain hal itu, matematika juga memiliki kegunaan salah satunya yakni dipergunakan di dalam kehidupan manusia, contoh kegunaannya dapat digunakan dalam kegiatan jual beli yang memerlukan perhitungan bisnis yang melibatkan konsep dasar matematika. Berdasarkan (Barus 2. menunjukkan bahwa matematika ekonomi dapat digunakan sebagai alat penelitian dalam perencanaan, pembelian, penjualan, permintaan dan peramalan. Konsep tersebut dapat dikatakan sangat penting khususnya bagi para siswa di setiap tingkat jenjang pendidikan sekolah formal sehingga siswa dapat menyerap materi matematika yang sangat dekat dengan persoalan Ae persoalan ataupun masalah Ae masalah di kehidupan sehari Ae hari. Pada kenyataannya, masih terdapat siswa yang merasa kesulitan dalam memahami matematika karena banyak proses yang harus dan diterapkan. Selain itu guru memberikan ide secara langsung tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir dan mengeksplorasi idenya sendiri dengan alasan karena keterbatasan waktu dan agar tujuan pembelajaran tercapai sesuai dengan alokasi waktu yang telah direncanakan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Jalal 2. , hasil survei menunjukkan bahwa 25% siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, 25% siswamenganggap matematika sebagai mata pelajaran yang mudah, dan 50% siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang cukup sulit. Menurut (Christianti 2. dalam pembelajaran matematika siswa tidak hanya sekedar menghafal rumus dan guru tidak boleh menyajikan ide secara langsung dalam bentuk jadi tetapi siswa diharapkan dapat menemukan konsep Penyebab lain dari kesulitan memahami matematika yaitu adanya rasa takut yang telah tertanam di alam bawah sadar siswa sehingga mereka menganggap matematika itu sulit. Menurut (Hadi et al. banyak siswa yang tidak menyukai pelajaran matematika, jika guru bertanya kepada siswa tentang mata pelajaran yang kurang mereka sukai, sebagian besar siswa akan menjawab matematika. Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang telah diuraikan diatas dan observasi yang telah dilakukan di Kelas X Akutansi SMK Wonokromo Surabaya semester I ternyata terindentifikasi bahwa terdapat siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 3 No 1 Juni 2024 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 seharusnya siswa memahami apa yang ditanyakan dalam soal tersebut. Kurangnya pemahaman siswa dalam mengerjakan soal Ae soal yang dijelaskan menyebabkan mereka melakukan kesalahan dalam menjawabnya. Kesalahan Ae kesalahan tersebut harus diidentifikasi oleh guru dan dianalisis faktor Ae faktor yang menyebabkan siswa sering melakukan kesalahan, sehingga dapat dicarikan solusi dikemudian hari agar siswa tidak melakukan hal yang sama. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam menjawab soal matematika dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya selfefficacy atau rasa percaya diri pada siswa. Menurut (Dahlya Narpila 2. self- efficacy matematis adalah kepercayaan diri siswa terhadap diri sendiri dan kemampuannya dalam memecahkan masalah matematika, sehingga siswa berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan solusi dari masalah matematika tersebut. Dengan tingkat self-efficacy yang tinggi, seseorang akan berusaha bekerja dengan segenap kemampuannya dalam menyelesaikan sesuatu. Berbeda dengan orang yang memiliki tingkat self-efficacy rendah, mereka akan bertindak lambat dan mendapat hasil yang negatif. Tingginya tingkat selfefficacy siswa terhadap kemampuan menyelesaikan persoalan matematika ditunjukkan dengan keantusiasan pada saat mengerjakan soal Ae soal tersebut. Rasa ingin tahu yang besar membuat self-efficacy siswa meningkat dan dapat mengerjakan soal dengan baik. Siswa tidak akan malu bertanya jika ada kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika. Siswa dengan self-efficacy yang rendah, akan kesulitan menghadapi persoalan matematika yang diberikan oleh guru. Kepercayaan diriyang rendah menjadikan siswa malas mengerjakannya dan tidak cermat dalam menganalisis soal. Oleh karenanya, penting mengadakan analisis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika untuk mencari solusi mengatasi kesalahan tersebut. Untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, guru dapat menggunakan konsep analisis kesalahan Newman. Ada beberapa kategori dalam analisis Newman yaitu . kesalahan membaca, . kesalahan pemahaman, . kesalahan transformasi, . kesalahan memproses dan . kesalahan penulisan jawaban. Setelah mengidentifikasi kesalahan siswa pada semua tingkatan, maka guru dapat menentukan strategi lain untuk mengurangi kesalahan yang Para guru diharapkan mampu memotivasi dan mencari cara untuk meyakinkan siswa bahwa dirinya mampu. Sehingga tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendiskripsikan jenis kesalahan yang Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 3 No 1 Juni 2024 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 dilakukan siswa kelas X Akutansi SMK Wonokromo Surabaya semester 1 tahun ajaran 2023/2024 dengan materi vektor dalam menyelesaikan persoalan matematika ditinjau dari self-efficacy. Harapan dilakukan penelitian ini dapat menjadikan siswa merefleksi kemampuan menyelesaikan soal matematika materi vektor dan dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. METODE PENELITIAN Penelitian analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari self-eficacy ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang mengkaji fenomena terkini. Subjek penelitian yang digunakan merupakan siswa kelas X Akutansi SMK Wonokromo Surabaya semester I tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 7 siswa. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Instrumen penelitian menggunakan angket, tes, dan wawancara. Sedangkan dalam penelitian ini teknik pengumpulan datanya menggunakan lembar pernyataan angket, teknik tes dengan materi vektor, dan lembar pertanyaan wawancara, serta analisis data dalam penelitian ini: Reduksi data. Penyajian data. Penarikan kesimpulan. Sumber data penelitian analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari self-eficacy yang digunakan adalah sumber data primer berupa angket, tes, dan HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk mendeskripsikan jenis kesalahan yang dilakukan siswa kelas X Akutansi SMK Wonokromo Surabaya semester I tahun ajaran 2023/2024 dengan materi vektor dalam menyelesaikan persoalan matematika ditinjau dari self- efficacy dilakukan penelitian dengan cara menyebarkan angket self Ae efficacy kepada 7 orang siswa. Angket self Ae efficacy terdiri dari 25 butir pertanyaan dan masing Ae masing dengan 3 skala, yaitu self Ae efficacy tinggi, self Ae efficacy sedang, dan self Ae efficacy rendah. Kemudian diambil 1 orang siswa untuk masing Ae masing kategori tinggi, sedang, rendah. Setelah itu diberikan soal tes berupa uraian Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 3 No 1 Juni 2024 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 berjumlah 5 butir soal pemahaman konsep terhadap 7 orang siswa kelas X Akutansi dan wawancara terhadap 3 orang siswa. Berikut diberikan daftar siswa kelas X Akutansi SMK Wonokromo Surabaya: Tabel 1. Daftar siswa kelas X Akutansi Nama Kelas 10 Ak 10 Ak 10 Ak 10 Ak 10 Ak 10 Ak 10 Ak Data yang diperoleh dari angket kemudian dianalisis untuk membuat kategori siswa berdasarkan tingkat self Ae efficacy pada tabel 2. Tabel 2. Kategori Tingkat Self - Efficacy Rentang Skor Tingkat Self Ae Efficacy ycu < 58,34 Rendah 58,34 O ycu < 91,66 Sedang 91,66 O ycu Tinggi Setelah 7 orang siswa mengisi angket self Ae efficacy, diperoleh datatingkatan self Ae efficacy yang disajikan pada tabel 3. Tabel 3. Tingkatan Self Ae efficacy siswa kelas X Akutansi SMK Wonokromo Nama Kelas Nilai Kategori 10 Ak SES 10 Ak SES 10 Ak SES 10 Ak SES 10 Ak SER 10 Ak SET 10 Ak SES Keterangan: SER = Self-Efficacy RendahSES = Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 3 No 1 Juni 2024 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Self-Efficacy Sedang SET = SelfEfficacy Tinggi Selanjutnya, 7 orang s i s w a melaksanakan tes pemahaman matematika dengan materi vektor, didapatkan nilai yang diperoleh: Tabel 4. Daftar nilai siswa kelas X Akutansi berdasarkan hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematika materi vektor. Nama Kelas Nilai 10 Ak 10 Ak 10 Ak 10 Ak 10 Ak 10 Ak 10 Ak Setelah hasil tes yang diperoleh, dipilih masing Ae masing 1 siswa dengan tingkat self Ae efficacy tinggi, sedang, d a n rendah. Berikut adalah siswa Ae siswa yang terpilih sesuai dengan tingkat self Ae efficacy: Tabel 5. Siswa Terpilih Nama Tingkat Self Ae efficacy Self Ae efficacy Tinggi Self Ae efficacy Sedang Siswa yang terpilih kemudian dilakukan tahap Self Ae efficacy Rendah untuk mengetahui pemahaman konsep yang dimiliki oleh siswa berdasarkan indikator pemahaman konsep yang Berikut ini merupakan hasil penelitian: Kesalahan menyelesaikan soal matematika siswa dengan self Ae efficacy tinggi. Kesalahan membaca Subjek RA tidak melakukan kesalahan membaca atau mengenali simbol, istilah atau kata Ae kata yang terdapat dalam soal. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 3 No 1 Juni 2024 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Kesalahan pemahaman Subjek RA tidak melakukan kesalahan dalam menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal. Kesalahan transformasi Subjek RA tidak melakukan kesalahan dalam menuliskan rencana, strategi penyelesaian, rumus dan pemodelan matematika pada butir soal nomor 1 dan Sedangkan pada butir soal nomor 2, 4, 5 subjek RA melakukan kesalahan dalam menuliskan rencana, strategi penyelesaian, rumus dan pemodelan Kesalahan memproses Subjek RA tidak melakukan kesalahan dalam menggunakan langkah Ae langkah atau prosedur pemecahan masalah dan salah dalam melakukan operasi pada butir soal nomor 1 dan 3. Sedangkan pada butir soalnomor 2, 4, 5 subjek RA melakukan kesalahan dalam menggunakan langkah Ae langkah atau prosedur pemecahan masalah dan salah dalam melakukan operasi. Kesalahan penulisan jawaban akhir Subjek RA tidak melakukan kesalahan dalam menuliskan kesimpulan dan jawaban pada kesimpulan pada butir soal nomor 1 dan 3. Sedangkan pada butir soal nomor 2, 4, 5 subjek RA melakukan kesalahan dalam menuliskan kesimpulan dan jawaban pada kesimpulan. Kesalahan menyelesaikan soal matematika siswa dengan tingkat self Ae efficacy Kesalahan membaca Subjek LP tidak melakukan kesalahan membaca atau mengenali symbol, istilah atau kata Ae kata yang terdapat dalam soal. Kesalahan pemahaman Subjek LP tidak melakukan kesalahan dalam menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal nomor 1, 2, 3, dan 4. Sedangkan pada soal nomor 5, subjek LP tidak menuliskan apa yang diketahui secara lengkap. Kesalahan transformasi Subjek LP tidak melakukan kesalahan dalam menuliskan rencana, strategi Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 3 No 1 Juni 2024 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 penyelesaian, rumus dan pemodelan matematika pada butir soal nomor 1 dan 3. Sedangkan pada butir soal nomor 2, 4, 5 subjek LP melakukan kesalahan dalam menuliskan rencana, strategi penyelesaian, rumus dan pemodelan matematika. Kesalahan memproses Subjek LP tidak melakukan kesalahan dalam menggunakan langkah Ae langkah atau prosedur pemecahan masalah dan salah dalam melakukan operasi pada butir soal nomor 1 dan 3. Sedangkan pada butir soalnomor 2, 4, 5 subjek LP melakukan kesalahan dalam menggunakan langkah Ae langkah atau prosedur pemecahan masalah dan salah dalam melakukan operasi. Kesalahan penulisan jawaban akhir Subjek LP tidak melakukan kesalahan dalam menuliskan kesimpulan dan jawaban pada kesimpulan pada butir soal nomor 1 dan 3. Sedangkan pada butir soal nomor 2, 4, 5 subjek LP melakukan kesalahan dalam menuliskan kesimpulan dan jawaban pada kesimpulan. Kesalahan menyelesaikan soal matematika subjek dengan self Ae efficacy rendah. Kesalahan membaca Subjek FK tidak melakukan kesalahan membaca atau mengenali symbol, istilah atau kata Ae kata yang terdapat dalam soal nomor 1, 2, dan 3. Sedangkan pada soal nomor 4 dan 5, subjek FK salah ketika membaca dan menyebutkan symbol yang ada pada soal. Kesalahan pemahaman Subjek FK melakukan kesalahan pemahaman karena subjek sama sekali tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan pada semua butir soal. Hal ini terjadi ketika siswa tidak memahami materi vektor. Kesalahan transformasi Subjek FK melakukan kesalahan dalam menuliskan rencana, strategi penyelesaian, rumus dan pemodelan matematika pada semua butir soal. Kesalahan memproses Subjek FK melakukan kesalahan dalam menggunakan langkah Ae langkah atau prosedur pemecahan masalah dan salah dalam melakukan operasi pada semua butir soal. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 3 No 1 Juni 2024 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Kesalahan penulisan jawaban akhir Subjek FK melakukan kesalahan dalam menuliskan kesimpulan dan jawaban pada kesimpulan di semua butir soal. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan tentang AuAnalisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Self Ae EfficacyAy dapat disimpulkan bahwa siswa kelas X Akutansi SMK Wonokromo semester 1 tahun ajaran 2023/2024 masih melakukan banyak kesalahan dalam menyelesaikan soal pada materi vektor. Kesalahan Ae kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan self Ae efficacy tinggi yaitu kesalahan transformasi, kesalahan memproses dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Kesalahan Ae kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan self Ae efficacy sedang yaitu kesalahan pemahaman, kesalahan transformasi, kesalahan memproses, dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Sedangkan kesalahan Ae kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan self Ae efficacy rendah yaitu kesalahan membaca, kesalahan pemahaman, kesalahan transformasi, kesalahan memproses, dankesalahan penulisan jawaban akhir. Saran Berdasarkan hasil dan pembahasan serta simpulan dari penelitian ini diberikan saran bagi siswa untuk selalu percaya diri, tidak malu atau takut bertanya pada guru jika belum memahami materi yang dipelajari, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam menyelesaikan soal matematika. Diharapkan siswa tidak berputus asa jika melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Kesalahan merupakan suatu bentuk pembelajaran agar ke depannya dapat memahami konsep materi yang dipelajari. Peneliti juga memberikan saran kepada guru untuk memberikan lebih banyak latihan soal bervariatif dan memberikan timbal balik terhadap hasil pekerjaan siswa agar siswa mengetahui apa saja kesalahan dan bagaimana cara menyelesaikannya. DAFTAR PUSTAKA