Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PENGARUH EDUKASI GIZI SEIMBANG TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP ANAK DI SEKOLAH Ernawati Siagian1. Sherly Manurung2 Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Advent Indonesia,Bandung. Indonesia Korespondensi : ernawatisiagian@unai. Abstrak Latar Belakang: Gizi yang seimbang merupakan salah satu hal yang diperhatikan secara khusus oleh pemerintah, mengingat masih banyak anak usia sekolah yang dinilai belum memiliki gizi yang seimbang, salah satu upaya pemerintah untuk mendukung peningkatan gizi seimbang anak adalah dengan memberikan edukasi gizi seimbang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukasi gizi seimbang terhadap pengetahuan dan sikap anak di sekolah dasar Sejahtera IV Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif experimental dengan satu grup pretest dan posttest pada anak usia sekolah dasar kelas 4-6 berjumlah 40 anak yang dilaksanakan pada tanggal Mei 2024 di SD Sejahtrera IV Bandar Lampung, hasil data yang diperoleh menggunakan kuesioner kemudian diolah menggunakan software SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel yang kemudian akan dijelaskan lebih lanjut. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap setelah edukasi dengan adanya pengaruh signifikan antara edukasi gizi seimbang dengan pengetahuan . -value 0,029, 0,002, 0,000 (<0,. ) dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara edukasi gizi seimbang dengan sikap anak . -value 0,134, 0,132, 0,522 (>0,. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini didapati bahwa edukasi gizi seimbang pada anak sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap anak. Kata kunci: Edukasi Gizi Seimbang. Pengetahuan. Sikap Abstract Background: Balanced nutrition is one of the things that the government pays special attention to, considering that there are still many school-age children who are considered not to have balanced nutrition, one of the government's efforts to support improving children's balanced nutrition is by providing balanced nutrition education. Objective: This study aims to determine the effect of balanced nutrition on the knowledge and attitudes of children at the Sejahtera IV elementary school in Bandar Lampung. Method: This research is a quantitative experimental study with one pretest and posttest group on 40 elementary school age children in grades 4-6, which was carried out on May 2024 at SD Sejahtrera IV Bandar Lampung. The data obtained using a questionnaire were then processed using SPSS software. and presented in table form which will then be explained further. Results: The results of this study show an increase in knowledge and attitudes after education with a significant influence between balanced nutrition education and knowledge . -value 0. 029, 0. 002, 0. 000 (<0. and there is no significant influence between balanced nutrition education and children's attitudes . -value 0. 132, 0. 522 (>0. Conclusion: From the results of this research, it was found that balanced nutrition education for children is very important in improving children's knowledge and attitudes. Keywords: Balanced Nutrition Education. Knowledge. Attitude Submit: Oktober 2023 Diterima: November 2023 Publis: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol 8 No 1. Mei 2024 masalah gizi buruk, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang cukup kompleks (Permatasari et al. , 2. PENDAHULUAN Anak usia sekolah antara usia 514 tahun adalah masa dimana anak perkembangan yang cepat, aktivitas yang tinggi juga menjadi pola hidup anak pada usia sekolah, karena itu anak-anak usia sekolah membutuhkan gizi yang seimbang untuk mencukupi kebutuhan energi Masalah terkait gizi seimbang masih merupakan masalah serius di Indonesia, mengingat masih banyak anak yang mengalami kurang yang buruk (Damayanti et al. , 2. Ada banyak masalah kesehatan yang terjadi pada anak usia sekolah, dasar namun yang paling sering terjadi adalah gangguan keseimbangan gizi, hal ini menyebabkan anak usia sekolah dasar obesitas/kegemukan. Selain itu anak juga akan mengalami kelemahan otot dan tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya (Papotot et al. , 2. Gangguan gizi seimbang pada anak-anak sekolah dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama, pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya akses terhadap makanan bergizi dapat menjadi penyebab utama (Hamzah et al. , 2. Keterbatasan ekonomi keluarga seringkali membatasi pilihan makanan yang sehat dan bergizi bagi anak-anak. Selain itu, gaya hidup modern yang cenderung mengarah pada konsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan yang tinggi gula dan gangguan gizi (Zogara et al. , 2. Kedua, kurangnya pengetahuan tentang nutrisi yang tepat dan pentingnya pola makan seimbang seringkali menjadi Baik di rumah maupun di sekolah, kurangnya edukasi tentang pentingnya mengonsumsi berbagai jenis makanan yang seimbang dalam nutrisi dapat mengakibatkan kebiasaan makan yang tidak sehat (Pradiningtyas & Ismawati, 2. Data dari hasil Surveu Status Gizi Indonesia prevelensi stunting di Indonesia Turun dari 24,4% menjadi 21,6%, namun hal ini bukan berarti bahwa masalah gizi buruk di Indonesia sudah teratasi. Anak-anak yang bersekolah adalah salah satu kelompok yang paling rentan terhadap masalah gizi. Gangguan gizi, baik kekurangan maupun kelebihan, pada anak-anak dapat memberikan pertumbuhan ekonomi suatu negara (Putri, 2. Anak-anak yang tidak mendapatkan asupan gizi yang keterlambatan dalam pertumbuhan fisik, mental, dan intelektual mereka (Anggoro et al. , 2. Kurangnya konsumsi makanan dan tingginya tingkat penyakit infeksi adalah dua faktor langsung yang menyebabkan Selain itu, faktor lingkungan seperti kebersihan dan sanitasi yang buruk juga dapat meningkatkan risiko gangguan gizi, karena menyebabkan peningkatan penyakit infeksi yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh anak (Agustian et al. Dalam rangka mengatasi gangguan gizi seimbang pada anak sekolah, diperlukan upaya lintas sektor yang melibatkan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, meningkatkan pengetahuan tentang nutrisi, serta meningkatkan kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak yang sehat (Chandra et al. , 2. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Gizi pengetahuan yang harus diketahui oleh anak usia sekolah mengingat masih banyak dari anak-anak usia sekolah yang mengalami kurang gizi. Vol 8 No 1. Mei 2024 Indonesia dengan nomor 382/KEPKFIK. UNAI/EC/IV/24, sebelum data dikumpulkan penelitit terlebih dahulu menjelaskan terkait penelitian yang akan dilakukan dan memastikan bahwa setiap anak yang berpartisipasi telah mengerti dan menandatangani informed tanpa adanya Pemberian edukasi dilakukan selama kurang lebih 30 menit sebelum data posttest dikumpulkan. Hasil data yang diperoleh menggunakan kuesioner yang terdiri dari 15 pertanyaan terkait pengetahuan dan 15 pertanyaan terkait sikap, kuesioner yang digunakan telah teruji validitas dan reabilitas dengan nilai cronbach alfa 0,962 . kemudian data yang telah terkumpul diolah dan dikoding menggunakan software SPSS untuk menguji frekuensi karakteristik responden dan pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap anak menggunakan uji PairedSample T Test, hasil olah data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk tabel yang kemudian akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian hasil dan Menurut dilakukan oleh ayanti & Novananda, . menjelaskan bahwa salah satu penyebab gangguan gizi seimbang adalah kurangnya pengetahuan terkait gizi seimbang di kalangan masyarakat dimana didapati adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dangan status gizi anak dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 (<0,. , penelitian yang dilakukan oleh Kristian et al. , . yang dilakukan pasa siswa sekolah dasar di Jakarta menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan rendah memiliki satutus gizi gemuk dan obesitas. Karena alasan tersebut peneliti dan tim melakukan penelitian dengan pemberian edukasi gizi seimbang pada anak usia sekolah dasar khususnya sekolah dasar kelas tinggi yaitu kelas 46 di SD Sejahter IV Bandar Lampung, untuk melihat apakah ada pengaruh antara edukasi gizi seimbang terhadap pengetahuan dan sikap anak di SD Sejahtera IV Bandar Lampung HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan kepada anak sekolah dasar kelas 4-6 di SD Sejahtera IV Bandar Lampung berjumlah 40 anak memiliki karakteristik yang disajikan dalam Tabel 1. di bawah ini: METODE PELAKSANAAN Bagian metode berisi tentang pengabdian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre-experimental dengan subyek tunggal pretest dan posttest pada anak usia sekolah dasar kelas 4-6 berjumlah 40 anak yang dilaksanakan pada tanggal 24 April 2024 di SD Sejahtrera IV Bandar Lampung yang dipilih dengan total Penelitian ini telah mendapat surat layak etik dari KEPK Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Tabel 1. Karakterisitik Responden\ Karakteristik Umur 9 Tahun 10 Tahun 11 Tahun 12 Tahun Frekuensi Persentase (%) Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Pekerjaan Orang Tua Pedagang Karyawan PNS Pendidikan Ibu SMP SMA Di setelah menerima edukasi, kelas yang memiliki nilai Pretest dan Posttest tertinggi adalah kelas 6 dengan nilai rata-rata 9,71 sebelum edukasi dan 11,67 setelah edukasi, sedangkan yang memiliki nilai pretest terendah adalah kelas 4 yaitu 8,75, yang memiliki nilai Posttest terendah adalah kelas 5 yaitu 11,57. Namun jika dilihat dari perubahan sebelum dan sesudah edukasi maka didapati bahwa yang mengalami peningkatan nilai rerata tertinggi adalah kelas 4 dengan peningkatan sebesar 2,92, sedangkan kelas yang mengalami peningkatan nilai rerata terendah adalah kelas 6 dengan peningkatan sebesar 2,5. Pada Tabel 1 dapat terlihat dari kelas 4 sampai dengan 6 didominasi oleh anak usia 12 tahun, yang kebanyakan berjenis kelamin laki-laki. Pekerjaan orang tua anak sekolah dasar Sejahtera IV Bandar Lampung kebanyakan memiliki mata pencaharian sebagai pedagang, dan karyawan, dengan hanya 2 orang yang bekerja sebagai PNS, meskupun demikian dapat kita lihat bahwa pendidikan orang tua dari para anak kebanyakan merupakan lulusan SMA dan S1, hanya 3 orang yang merupakan lulusan SD dan 2 orang lulusan SMP. Sikap Anak Sebelum dan Sesudah Edukasi Tabel 3 akan mengambarkan bagaimana perubahan sikap anak SD Sejahtera Bandar Lampung sebelum dan sesudah menerima edukasi mengenai gizi seimbang Tabel 3. Data Hasi Pretest dan Posttest (Sika. Keterangan Pretest Kelas 4 Posttest Kelas 4 Pretest Kelas 5 Posttest Kelas 5 Pretest Kelas 6 Posttest Kelas 6 Tingkat Pengetahuan Anak Sebelum dan Sesudah Edukasi Tingkat pengetahuan anak sekolah dasar Sejahterah IV Bandar Lampung dijabarkan dalam Tabel 2, dimana masing-masing kelas diukur tingkat pengetahuannya sebelum dan sesudah edukasi mengenai qizi seimbang. Mean Mean Std. Deviation Sikap anak setelah menerima edukasi juga mengalami peningkatan dimana anak kelas 6 mendapat nilai rata-rata sikap tertinggi yaitu 48,43 yang awalnya 47,86, sedangkan yang terendah adalah anak kelas 4 yaitu 47,17 yang awalnya 44,67. Walaupun demikian jika diurutkan dari jumlah peningkatannya didapi bahwa yang mengalami peningkatan terbanyak adalah kelas 5 dengan pertambahan nilai rata-rata sebesar 2,57, disusul oleh kelas 4 dengan pertambahan nilai ratarata sebesar 2,56, dan yang terakhir kelas enam dengan pertambahan nilai rata-rata 0,54. Tabel 2. Data Hasil Pretest dan Posttest (Pengetahua. Keterangan Pretest Kelas 4 Posttest Kelas 4 Pretest Kelas 5 Posttest Kelas 5 Pretest Kelas 6 Posttest Kelas 6 Vol 8 No 1. Mei 2024 Std. Deviation Dari Tabel 2 didapati bahwa setiap kelas mengalami peningkatan baik dalam pengetahuan maupun sikap Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Anak anak kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah Purbayan dimana anak kelas 6 memiliki nilai rerata pengetahuan sebesar 97,50, sedangkan kelas 5 sebesar 91,90 setelah menerima edukasi mengenai pemilihan makanan sehat. Namun hal ini tidak dapat menjadi bukti bahwa kelas yang mengingat bahwa hasil penelitian ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan anak kelas 4 lebih tinggi dari anak kelas 5 setelah menerima edukasi. Untuk sikap,dari penelitian ini ditemukan peningkatan hal ini juga dijelaskan oleh Amira & Setyaningtyas, . bahwa dari 10 jurnal yang ia review 6 jurnal menunjukkan adanya peningkatan sikap anak sekolah dasar setelah menerima edukasi gizi. Pengaruh pengetahuan dan sikap anak SD Sejahtera IV Bandar Lampung dapat dilihat dari hasil uji Paired-Sample T Test dibawah ini: Tabel 4. Hasil Uji Paired-Sample T Test PairedSample T Test Mea Std. Deviatio Pengetahua n Kelas 4 Sikap Kelas Pengetahua n Kelas 5 Sikap Kelas Pengetahua n Kelas 6 Sikap Kelas Sig. tailed Vol 8 No 1. Mei 2024 Peningkatan yang terjadi dari pengetahuan anak SD Sejahtera IV Bandar Lampung dipengaruhi oleh edukasi gizi seimbang, hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Amalia & Putri, . yang mendapatkan nilai signifikasnsi 0,000 (<0,. yang artinya terdapat pengaruh antara pemberian edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan anak usia 7-12 tahun. Begitu pula penelitian yang dilakukan oleh Ahmad et al. yang mendapati peningkatan tingkar pengetahuan anak usia sekolah di SD Negeri Pijorkoling sebesar 37,2 persen setelah menerima edukasi mengenai gizi seimbang. Tak hanya itu penelitian sebelumnya oleh Rahmy et , . menunjukkan bahwa edukasi gizi seimbang dapat meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar di SD Negeri 06 Batang Anai dengan nilai pvalue 0,02. Dari hasil uji Paired-Sample T Test didapati bahwa edukasi tentang gizi seimbang berpengaruh terhadap pengetahuan anak hal ini dibuktikan dengan nilai p-value di masing-masing kelas sebesar 0,029, 0,002, dan 0,000 (<0,. , yang artinya ada perbedaan yang signfikan antara nilai Pretest dan Posttest , sedangkan untuk sikap didapati bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dengan nilai p-value 0,134, 0,132, dan 0,522 (>0,. yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan dari nilai Pretest dan Posttest. Pembahasan Dari hasil penelitian ini didapati bahwa anak kelas 6 memiliki pengetahuan dengan rarata nilai tertinggi di sebelum dan setelah menerima edukasi mengenai qizi seimbang dibandingkan anak kelas 4 dan 5, hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh MaAoruf et al. yang melakukan penelitian pada Namun edukasi gizi seimbang signifikan terhadap perubahan sikap Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) anak sebelum dan sesudah edukasi, hal ini juga disampaikan dalam jurnal yang ditulis oleh Prasetyo et al. , . yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara edukasi dengan pengetahuan namun tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian edukasi dengan sikap anak sekolah dasar di Purwekerto. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Safitri, . yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan maupun sikap pada anak sekolah dasar. Begitu pula penelitian yang dilakukan oleh Pramono et al. peningkatan pengetahuan dari 66,45% menjadi 71,61% dan peningkatan sikap dari 70,32% menjadi 75%. Vol 8 No 1. Mei 2024 dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap anak. REFERENSI