Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2721-3838. DOI: 10. 30596/jcositte. Derivation and Inflection Processes in Arabic: A Morphological Study Mei Sari Ritonga1. Salwa Salsabila2. Ahmad Jaffar Pasaribu3 1,2,3Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Email: meisariritonga@gmail. salwasalaabilla76@gmail. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji proses derivation dan inflection dalam bahasa Arab dari perspektif morfologi. Derivasi dan infleksi merupakan dua mekanisme utama dalam pembentukan kata bahasa Arab yang memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, bentuk, serta fungsi derivasi dan infleksi dalam sistem morfologi bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis terhadap artikel-artikel ilmiah nasional yang relevan dengan kajian morfologi bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derivasi dalam bahasa Arab berfungsi sebagai mekanisme pembentukan leksem baru yang bersumber dari akar kata melalui pola-pola morfologis tertentu, sehingga berperan penting dalam pengayaan kosakata dan perluasan makna Sementara itu, infleksi berfungsi untuk menandai kategori gramatikal seperti persona, jumlah, gender, dan waktu tanpa mengubah makna leksikal kata dasar. Kajian ini menegaskan bahwa pemahaman derivasi dan infleksi secara terpadu merupakan kunci untuk memahami sistem pembentukan kata dalam bahasa Arab secara Kata kunci: perubahan makna. masyarakat perkotaan. semantik kontemporer. budaya populer ABSTRACT This study examines the processes of derivation and inflection in Arabic from a morphological perspective. Derivation and inflection are two main mechanisms in Arabic word formation that have different but complementary functions. This study aims to describe the concept, form, and function of derivation and inflection in the Arabic morphological system. The method used is a literature study with a qualitative approach, through the analysis of national scientific articles relevant to the study of Arabic The results show that derivation in Arabic functions as a mechanism for forming new lexemes derived from word roots through certain morphological patterns, thus playing an important role in enriching vocabulary and expanding lexical meaning. Meanwhile, inflection serves to mark grammatical categories such as person, number, gender, and time without changing the lexical meaning of the root word. This study confirms that an integrated understanding of derivation and inflection is key to a comprehensive understanding of the Arabic word formation system. Keyword: change of meaning. urban society. contemporary semantics. digital language. popular culture Corresponding Author: Mei Sari Ritonga. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jl. William Iskandar Ps. Kenangan Baru. Sumatera Utara 20221. Indonesia Email: meisariritonga@gmail. INTRODUCTION Bahasa Arab dikenal sebagai bahasa yang memiliki sistem morfologi yang kompleks dan produktif, terutama dalam proses pembentukan kata. Kompleksitas tersebut tampak pada keberadaan dua mekanisme utama dalam morfologi, yaitu derivasi dan infleksi. Derivasi berfungsi untuk membentuk kata baru yang dapat menyebabkan perubahan kelas kata maupun makna leksikal, sedangkan infleksi berperan dalam menandai kategori gramatikal tertentu tanpa mengubah identitas leksikal kata dasar (Luthfan & Hadi, 2. Kedua proses ini menjadi unsur penting dalam memahami struktur dan sistem bahasa Arab secara menyeluruh. Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/HS A Jurnal Nasional Holistic Science Dalam bahasa Arab, proses derivasi erat kaitannya dengan konsep ishtiqAq, yakni pembentukan kata berdasarkan akar kata . A )Amelalui pola-pola tertentu. Melalui proses ini, satu akar kata dapat menghasilkan berbagai bentuk kata dengan makna yang saling berkaitan, seperti pembentukan verba, nomina, dan adjektiva (Niswah, 2. Sementara itu, infleksi dalam bahasa Arab berfungsi untuk menandai aspek gramatikal seperti persona, jumlah, gender, waktu, dan modus, khususnya pada verba dan nomina, sehingga makna gramatikal suatu bentuk kata dapat dipahami secara jelas dalam konteks kalimat (Hasibuan et al. , 2. Kajian mengenai derivasi dan infleksi dalam bahasa Arab telah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya dengan pendekatan dan fokus yang beragam. Luthfan dan Hadi . mengkaji sistem derivasi dan infleksi bahasa Arab dalam perspektif morfologi modern, sedangkan Hasibuan et al. meneliti penggunaan afiks derivasi dan infleksi pada verba dan nomina bahasa Arab. Penelitian lain menyoroti proses morfologi bahasa Arab dalam konteks pembelajaran dan kesalahan berbahasa, yang menunjukkan bahwa lemahnya pemahaman terhadap sistem morfologi Arab dapat berdampak pada ketidaktepatan penggunaan bentuk kata (Putra, 2. Selain itu, sejumlah penelitian menggunakan pendekatan kontrastif dengan membandingkan bahasa Arab dan bahasa lain, seperti bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (Khoironi, 2021. Ruslan et al. , 2023. Solihin & Muhsinin, 2. Penelitian-penelitian tersebut memberikan kontribusi penting dalam memperlihatkan karakteristik morfologi bahasa Arab, namun sebagian besar masih bersifat parsial, baik karena hanya menitikberatkan pada salah satu proses morfologis maupun karena fokus kajiannya diarahkan pada perbandingan lintas bahasa. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini memfokuskan kajian pada proses derivasi dan infleksi dalam bahasa Arab secara terpadu melalui pendekatan studi pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, bentuk, serta fungsi derivasi dan infleksi dalam sistem morfologi bahasa Arab berdasarkan sumber-sumber ilmiah nasional yang relevan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih sistematis mengenai peran derivasi dan infleksi dalam pembentukan kata bahasa Arab serta memperkaya kajian morfologi bahasa Arab dalam ranah linguistik. RESEARCH METHOD Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada pengkajian konsep, bentuk, dan fungsi proses derivasi dan infleksi dalam bahasa Arab berdasarkan sumber-sumber tertulis yang relevan. Data penelitian diperoleh dari artikel-artikel ilmiah nasional yang membahas morfologi bahasa Arab, khususnya yang berkaitan dengan derivasi dan infleksi, yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Sumber data penelitian berupa artikel-artikel ilmiah nasional yang memiliki keterkaitan langsung dengan kajian morfologi bahasa Arab. Artikel-artikel tersebut mencakup pembahasan mengenai afiksasi, ishtiqAq, infleksi verba dan nomina, pembentukan kata, serta kajian kontrastif yang relevan dengan fokus Pemilihan sumber data dilakukan berdasarkan kriteria relevansi topik, kejelasan landasan teoretis, serta kesesuaian dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca secara kritis, mencatat, dan mengklasifikasikan data yang berkaitan dengan proses derivasi dan infleksi dalam bahasa Arab. Data yang dikumpulkan meliputi konsep teoretis, definisi, klasifikasi, serta contoh-contoh bentuk derivasi dan infleksi yang dikemukakan dalam sumber pustaka. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif dengan cara menginterpretasikan dan mensintesiskan temuan dari berbagai sumber untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai sistem morfologi bahasa Arab. Hasil analisis selanjutnya disajikan secara deskriptif dengan menekankan pada pemaparan konsep, bentuk, dan fungsi derivasi serta infleksi dalam bahasa Arab. Penyajian ini dimaksudkan untuk menunjukkan keterkaitan antara kedua proses morfologis tersebut dalam sistem pembentukan kata bahasa Arab secara RESULTS AND DISCUSSION Konsep Derivasi dan Infleksi dalam Morfologi Bahasa Arab Dalam kajian morfologi, derivasi dan infleksi merupakan dua proses pembentukan kata yang memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Derivasi dalam bahasa Arab berfungsi untuk menghasilkan bentuk kata baru dengan makna leksikal yang berbeda, dan dalam banyak kasus juga menyebabkan perubahan kelas kata. Proses ini umumnya bersumber dari satu akar kata (A )Ayang dikembangkan melalui pola-pola morfologis tertentu . , sehingga menghasilkan variasi bentuk dan makna yang saling berkaitan (Luthfan & Hadi. Sebaliknya, infleksi tidak bertujuan membentuk leksem baru, melainkan berfungsi untuk menandai hubungan gramatikal suatu kata dalam konteks sintaksis. Infleksi dalam bahasa Arab berkaitan erat dengan Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025: 319 Ae 322 Jurnal Nasional Holistic Science A penandaan kategori gramatikal seperti persona, jumlah, gender, waktu, dan modus, khususnya pada verba dan nomina, tanpa mengubah makna dasar kata tersebut (Arifrabbani & Muhsinin, 2. Dengan demikian, perbedaan utama antara derivasi dan infleksi terletak pada perubahan makna leksikal dan fungsi gramatikal yang dihasilkan. Proses Derivasi dalam Bahasa Arab Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa derivasi dalam bahasa Arab memiliki tingkat produktivitas yang tinggi. Satu akar kata dapat melahirkan berbagai bentuk kata melalui penerapan pola morfologis tertentu. Proses ini dikenal sebagai ishtiqAq, yang memungkinkan pembentukan verba, nomina, maupun bentuk lain dengan hubungan makna yang sistematis (Niswah, 2. Hasibuan et al. menjelaskan bahwa proses derivasi dalam bahasa Arab banyak melibatkan afiksasi dan perubahan pola internal kata, terutama pada pembentukan verba turunan dan nomina derivatif. Pola-pola ini tidak hanya memengaruhi bentuk kata, tetapi juga membawa implikasi makna tertentu, seperti makna kausatif, refleksif, atau intensif. Temuan ini sejalan dengan penelitian Ruslan et al. yang menunjukkan bahwa derivasi dalam bahasa Arab memiliki keterkaitan erat antara bentuk dan makna, sehingga perubahan morfologis selalu berimplikasi pada perluasan atau pergeseran makna leksikal. Dengan demikian, derivasi dalam bahasa Arab dapat dipahami sebagai mekanisme utama dalam pengayaan kosakata, karena memungkinkan pembentukan kata-kata baru yang tetap terikat secara semantis pada akar katanya. Proses Infleksi dalam Bahasa Arab Berbeda dengan derivasi, infleksi dalam bahasa Arab berfungsi untuk menyesuaikan bentuk kata dengan kebutuhan gramatikal dalam kalimat. Infleksi verba, misalnya, digunakan untuk menandai persona, jumlah, gender, serta waktu, sehingga hubungan antara subjek dan predikat dapat dipahami secara jelas (Arifrabbani & Muhsinin, 2. Infleksi pada nomina juga berperan dalam menandai jumlah dan jenis, meskipun tidak menghasilkan perubahan makna leksikal (Febriani et al. , 2. Penelitian Hasibuan et al. menunjukkan bahwa afiks infleksi dalam bahasa Arab bersifat sistematis dan konsisten, terutama dalam pembentukan verba. Kesalahan dalam penggunaan infleksi sering kali menyebabkan ketidaktepatan makna gramatikal, sebagaimana ditemukan dalam penelitian Putra . , yang menyoroti kesalahan morfologis mahasiswa dalam penggunaan bentuk kata bahasa Arab. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap sistem infleksi merupakan aspek penting dalam penguasaan bahasa Arab, baik secara teoretis maupun praktis. Relasi Derivasi dan Infleksi dalam Sistem Morfologi Bahasa Arab Berdasarkan hasil analisis pustaka, derivasi dan infleksi dalam bahasa Arab tidak dapat dipandang sebagai dua proses yang terpisah secara mutlak, melainkan sebagai bagian dari satu sistem morfologi yang saling melengkapi. Derivasi berfungsi memperkaya inventaris leksikal bahasa, sementara infleksi memastikan bahwa bentuk-bentuk leksikal tersebut dapat digunakan secara tepat dalam struktur kalimat. Penelitian kontrastif yang dilakukan oleh Khoironi . serta Solihin dan Muhsinin . menunjukkan bahwa karakteristik derivasi dan infleksi bahasa Arab memiliki perbedaan signifikan dibandingkan bahasa lain, terutama dalam hal ketergantungan pada pola internal kata. Hal ini menegaskan bahwa sistem morfologi bahasa Arab bersifat khas dan menuntut pemahaman yang menyeluruh terhadap kedua proses tersebut secara simultan (Yusri et al. , 2. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa pemahaman terhadap derivasi dan infleksi secara terpadu merupakan kunci untuk memahami sistem pembentukan kata dalam bahasa Arab secara komprehensif. CONCLUSION Berdasarkan kajian pustaka yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa derivasi dan infleksi merupakan dua mekanisme utama dalam sistem morfologi bahasa Arab yang memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi. Derivasi berperan dalam pembentukan leksem baru melalui pola-pola morfologis yang bersumber dari akar kata, sehingga memungkinkan terjadinya pengayaan kosakata sekaligus perluasan makna leksikal secara sistematis sesuai dengan pola yang digunakan. Sementara itu, infleksi berfungsi untuk menandai kategori gramatikal tanpa mengubah makna leksikal kata dasar, sehingga memungkinkan kata yang telah terbentuk digunakan secara tepat dalam struktur kalimat melalui penyesuaian aspek persona, jumlah, gender, waktu, dan fungsi sintaksis lainnya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap derivasi dan infleksi secara terpadu menjadi sangat penting untuk memahami sistem pembentukan kata bahasa Arab secara komprehensif, karena keduanya menunjukkan peran derivasi sebagai mekanisme pembentukan leksem dan infleksi sebagai mekanisme penyesuaian gramatikal, yang diharapkan dapat menjadi landasan bagi kajian morfologi bahasa Arab selanjutnya serta berkontribusi pada pengembangan studi linguistik Arab. (Mei Sari Ritong. A Jurnal Nasional Holistic Science REFERENCES