Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA TIKTOK TERHADAP KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA MI MAAoARIF BARENG Susi Susanti Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo Email: Susisusan775@gmail. Fuad Fitriawan Email: fuadfitriawan@gmail. Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo Syamsul Muqorrobin Email: muqorobinsam@gmail. Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo Abstrak: Media sosial banyak digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Media sosial TikTok lebih banyak menampilkan gambar, video, audio, dan fitur lainnya yang menarik. Otomatis mereka akan mencari di media sosial, mana yang lebih menarik dan menyenangkan, bukan konten membosankan yang membuat mata pusing dan lupa belajar, sehingga mereka malas melakukan aktivitas yang berdampak negatif pada dirinya. Penelitian ini meneliti tentang adakah pengaruh intensitas penggunaan media sosial TikTok terhadap perkembangan karakter tanggung jawab siswa MI MaAoarif Bareng? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif di MI MaAoarif Bareng. Babadan. Ponorogo, dengan prosedur pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara dan kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis secara korelasional menggunakan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa . Intensitas penggunaan media sosial TikTok pada siswa MI MaAoarif Bareng pada kategori tinggi, karena frekuensi yang digunakan kebanyakan lebih dari 30 menit setiap harinya, . karakter tanggung jawab siswa MI MaAoarif Bareng pada hasil analisis cukup rendah, karena karakter tanggung jawab menjadi persoalan yang sangat penting, . ada pengaruh sebesar 20,7%, intensitas media TikTok berpengaruh terhadap karakter tanggung jawab siswa MI MaAoarif Bareng. Babadan. Ponorogo. Kata Kunci: Media sosial. TikTok. karakter tanggung jawab PENDAHULUAN Globalisasi yang sangat mempengaruhi kemajuan teknologi. Berkembangnya ilmu teknologi yang semakin canggih adalah kebutuhan budaya di masa kini yang tidak dapat dihindari dan penting. Hal ini disebabkan oleh kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta inovasi teknologi terbaru yang berpotensi mengubah pola pikir, gaya hidup, dan perilaku masyarakat. Beberapa contoh kemajuan teknologi ini termasuk media sosial seperti Facebook. Instagram. WhatsApp. Telegram. YouTube, dan Tiktok. Media sosial banyak digunakan oleh berbagai kalangan umur. TikTok dapat mempengaruhi karakter siswa MI karena TikTok memiliki konten yang menarik dan Theo Affany Dhea Purba. Jumaria Sirait, and Yanti Arasi Sidabutar. AuPengaruh Media Aplikasi Tiktok Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Subtema 2 Kewajiban Dan Hakku Di Sekolah Kelas i SD Negeri 122345 Pematang Siantar,Ay Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK) 4, no. , 68. menghibur daripada konten yang membosankan yang membuat mata pusing dan lupa belajar, membuat mereka malas melakukan aktivitas yang lebih berdampak pada diri Lebih banyak efek buruknya dibandingkan efek positifnya. Solusi untuk pengaruh TikTok terhadap karakter siswa adalah lembaga pendidikan harus memberi tahu siswa dampak negatif penggunaan TikTok di luar batas pembelajaran dan meminta orang tua untuk memantau media TikTok anak-anak mereka di rumah. Selain itu, lembaga pendidikan harus meminta orang tua untuk membatasi video atau film yang tidak pantas untuk siswa berusia 8-12 tahun. Penelitian yang dilakukan oleh Fadhilah dari program studi Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah Universitas Negeri Islam Raden Mas Said Surakarta berjudul "Hubungan Intensitas Pengunaan Media Sosial TikTok dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VII Di SMP Negeri Gatak 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023". Perbedaan darii penelitian inii dengan penelitian yangi akan dilakukan yaitu darii variabeli dependen (Y) yaitu hasil belajari Pendidikan Agama Islam, sedangkan variabel dependen yang akan di lakukan oleh peneliti yaitu karakter tanggung jawab Dengan adanya penelitian ini berkontribusi bahwa media TikTok sangat berpengaruh pada para siswa. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dengan mengukur variabel operasional. Metode ini digunakan untuk menunjukkan bagaimana variabel berinteraksi satu sama lain. Penelitian kuantitatif, yang berasal dari filosofi positivisme, digunakan untuk mempelajari populasi atau sampel tertentu, biasanya secara acak, dengan menggunakan instrumen penelitian. Setelah itu, data dianalisis secara kuantitatif atau statistik untuk menguji prediksi sebelumnya . 3 Pada penelitian ini peneliti mengambil sampel non-acak yaitu metode pengambilan sampel dengan kriteria sampel tertentu atau bisa disebut purposive sampling adalah sampel yang bertujuan memiliki kriteria tertentu sesuai dengan kebutuhan peneliti, yaitu hanya siswa yang sering menggunakan aplikasi TikTok diantara seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI MI Ma'arif Bareng. Metode kuantitatif dengan prosedur pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara dan kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis secara korelasional menggunakan analisis regresi linier sederhana. KAJIAN TEORI Media Sosial Pengertian Media Sosial Bentuk jamak dari kata latin "media" berarti "mediator" atau "pemimpin. Media massa berfungsi sebagai sarana untuk mengirimkan pesan dari pengirim ke penerima. 4 Menurut Laughey yang dikutip dalam buku Social Media. Perspectives Anang Sugeng Cahyono. AuPengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Di Indonesia,Ay Publiciana 9, no. , 57. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif dan R&D (Alfabeta, 2. , 14. Muhammad Ramli. Media Dan Teknologi Pembelajaran (Banjarmasin, 2. , 1. on Communication. Culture and Sociotechnology, istilah media dapat dijelaskan sebagai alat komunikasi, karena telah didefinisikan sejauh ini. Berbagai teori komunikasi massa menunjukkan bahwa definisi media terkadang lebih dekat dengan karakteristik massa. Semua definisi saat ini secara umum menunjukkan bahwa ketika kata "media" digunakan, itu berarti lingkungan yang terjadi bersamaan dengan teknologi. Ada banyak cara untuk melihat media massa. Selain itu, ada yang menetapkan standar untuk media teknologi, seperti media cetak yang menunjukkan bahwa media tersebut dibuat oleh printer dan media elektronik yang menunjukkan bahwa media tersebut dibuat oleh alat elektronik. Menurut Weber, kata "sosial" hanya mengacu pada relasi sosial. Relasi sosial dapat dibagi menjadi kategori "aksi sosial" dan "relasi sosial", masingmasing. Tobbies berpendapat bahwa "sosial" dan "komunitas" adalah sinonim. Marx berpendapat bahwa eksistensi komunitas merujuk pada kesadaran diri anggota komunitas itu sendiri bahwa mereka saling memiliki, dan afirmasi dari kondisi ini adalah kebersamaan yang saling bergantung satu sama lain. Sebaliknya, dia berpendapat bahwa eksistensi komunitas merujuk pada saling bekerja sama, yaitu karakter kerja sama atau saling mengisi di antara individu dalam rangka membentuk kualitas baru masyarakat. Menurut Mandibergh, yang dikutip oleh Rulli Nasrullah dalam bukunya Media Sosial, media sosial adalah media yang memungkinkan orang bekerja sama untuk membuat konten yang dibuat oleh orang lain. Menurut Shirky, yang dikutip oleh Rulli Nasrullah dalam bukunya Media Sosial, media sosial dan perangkat lunak sosial adalah alat yang memungkinkan orang berbagi dan melakukan hal-hal bersama di luar organisasi atau institusi. Menurut Van Dijk, yang dikutip dalam bukunya Media Sosial, perangkat lunak sosial dan media sosial adalah media yang Media sosial dapat dianggap sebagai media online yang membangun hubungan sosial dan hubungan pengguna. Berdasarkan definisi ini, media sosial dapat didefinisikan sebagai website dan aplikasi yang terhubung ke internet yang memungkinkan orang berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, berbagi, dan berinteraksi dengan orang-orang yang mereka kenal atau tidak. Manfaat Media Sosial Media sosial memberikan banyak manfaat bagi generasi muda, dan banyak remaja yang merasakan manfaatnya. Menurut Ennoch Sindang, keuntungan media sosial untuk anak-anak dan remaja termasuk: Anak-anak dan remaja dapat dengan mudah mencari dan mendapatkan informasi umum, seperti berita, hiburan, hobi, dan dunia luar. Namun, perlu Radifa Hudia and Idrus Affandi. AuStudentsAo Perceptions of the Use of Instagram Social Media as One of Generation ZAos Political Education FacilitiesAy (Annual Civic Education Conference (ACEC 2. Atlantis Press, 2. , 12. Nunik Siti Nurbaya. Media Sosial. Perspektif Komunikasi. Budaya Dan Sosioteknologi (Simbiosa Rekatama Media, 1. , 8. Rulli Nasrullah M. Si. AuMedia Sosial : Perspektif Komunikasi. Budaya. Dan Sositeknologi,Ay Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 11. diperhatikan bahwa informasi yang diberikan kepada mereka pada usia ini seringkali tidak sesuai dengan usia mereka. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memastikan bahwa informasi yang mereka terima sesuai dengan usia mereka. Mereka dengan mudah menemukan informasi tentang tugas sekolah dan pelajaran di jejaring sosial. Untuk mendapatkan informasi ini, mereka berbagi informasi dengan teman melalui media sosial seperti WhatsApp. Telegram. Line, dan BBM. Mereka juga menggunakan browser/Google untuk mendapatkan lebih banyak informasi. Anak-anak dan remaja dapat dengan mudah berkomunikasi dengan teman dan keluarga jauh maupun dekat. Mereka seringkali memanfaatkan media sosial untuk menanyakan kabar satu sama lain atau mempertahankan persahabatan agar tidak putus. Anak-anak dan remaja yang menggunakan media sosial untuk menonton video pendidikan dan musik di YouTube dapat merasakan manfaat, seperti menonton ceramah dan instruksi membuat sesuatu, dll. Setelah menonton video pendidikan, anak-anak dan remaja dapat mengikuti dan mempraktekkan materi tersebut sendiri. Anak-anak dan remaja menggunakan media sosial untuk membeli dan menjual barang secara online. Diharapkan belanja online akan membuat anak-anak dan remaja tidak perlu pergi ke mall untuk membeli barang apa pun dan juga menjual karya mereka biasanya lukisan dan tulisan secara Anak-anak dan remaja menggunakan media sosial untuk mempromosikan kegiatan sekolah mereka. Anak-anak dan remaja setuju bahwa menggunakan media sosial sebagai alat promosi sangat membantu karena mereka tidak perlu mengunjungi sekolah lain untuk mempromosikan kegiatan di sekolah Selain itu, karena media sosial berfungsi sebagai alat untuk mempromosikan institusi pendidikan, mereka lebih mudah menemukan sekolah baru. Pengaruh Media Sosial Media sosial memengaruhi remaja dalam banyak cara, baik positif maupun Selain itu, diperlukan pendamping yang dapat membantu remaja menggunakan media sosial dengan benar agar mereka tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan mereka sendiri maupun lingkungan mereka. Media sosial membantu mengubah perspektif keluarga yang dididik sehingga mereka dapat Ennoch Sindang. AuManfaat Media Sosial Dalam Ranah Pendidikan Dan Pelatihan,Ay Jakarta: Pusdiklat KNPK, 2013, 43. Endah Triastuti. Kajian Dampak Penggunaan Media Sosial Bagi Anak Dan Remaja (Pusat Kajian Komunikasi. Departemen Ilmu Komunikasi. FISIP Universitas Indonesia Gedung Komunikasi L, 2. , menggunakannya untuk mengungkapkan perasaan mereka secara pribadi tanpa peran orang lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial dapat menggantikan peran orang tua terhadap anak. Namun, peran orang tua sangat penting untuk tumbuh kembang seorang remaja sebagai bukti kepribadian yang Orang tua, lingkungan, dan masyarakat sekitar bertanggung jawab atas perilaku remaja. Media sosial juga memiliki efek negatif terhadap kesehatan anakanak dan remaja. Hal ini disebabkan oleh penggunaan jejaring sosial yang berlebihan, yang membahayakan penglihatan anak-anak. Media sosial tidak hanya memiliki dampak negatif bagi remaja, tetapi juga dapat bermanfaat bagi mereka, seperti membantu mereka menyelesaikan tugas sekolah, mengikuti perkembangan terbaru, dan memiliki banyak teman untuk dengan berteman dengan orang lain yang tidak hanya berbahasa Indonesia dan belajar berbagai bahasa. Dampak Penggunaan Media Sosial Menurut Triastuti ada beberapa dampak media sosial bagi anak-anak dan remaja, antaranya yaitu: 1 . Dampak positif . Perluas jaringan pertemanan Anda. Siswa dapat memperluas jaringan pertemanannya seluas-luasnya karena tidak dibatasi oleh wilayah, anakanak dan remaja dapat lebih mudah berteman dengan orang lain dari berbagai belahan dunia walaupun belum pernah bertemu langsung. Meningkatkan pemahaman siswa terhadap berita atau cerita yang banyak dibicarakan di bidang pendidikan, kebudayaan, dll. Mempermudah akses informasi dan berperan sebagai alat dakwah dan Mereka juga dapat bergabung dengan berbagai komunitas di media sosial. Dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan keterampilan teknis dan jiwa sosial yang sangat dibutuhkan di era digital saat ini. Mereka beradaptasi, berinteraksi dengan banyak orang dan berteman dengan berbagai orang dari berbagai daerah. Dapat digunakan sebagai alat pengajaran dalam bidang pendidikan. Dampak negatif . Waktu belajar berkurang, bermain terlalu lama di jejaring sosial mengurangi waktu belajar. Berbahaya bagi kesehatan Melihat ponsel atau komputer atau laptop secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan Anda. Utami. AuPengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Akhlak Siswa Di Mts Tarbiyah Islamiyah KerkapAy . IAIN Bengkulu, 2. , 35. Triastuti. Kajian Dampak Penggunaan Media Sosial Bagi Anak Dan Remaja, 71. Utami. AuPengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Akhlak Siswa Di Mts Tarbiyah Islamiyah KerkapAy, 36. Triastuti Endah. Adrianto Dimas, and Nurul Akmal. AuKajian Dampak Penggunaan Media Sosial Bagi Anak Dan RemajaAy (Puskakom UI, 2. , 72. Siswa menjadi malas, tidak mengerjakan tugas karena terlalu penasaran dengan status temannya. Jadi banyak orang di sekitar, tapi malah lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya. Penculikan, penipuan, bahkan penyebaran pornografi dan penghinaan . Menggunakan uang tunai untuk membeli paket online. Media Sosial TikTok Tiktok adalah platform media sosial di mana video pendek berdurasi 15 hingga 60 detik disertai dengan fitur kreatif seperti musik, filter, dan lainnya. Tiktok memiliki fitur seperti makan siang langsung, pesan langsung, dan kolaborasi, menjadikannya alat komunikasi internet juga. Bytedance, perusahaan Tiongkok yang didirikan oleh Zhang Yimin, mengembangkan aplikasi Tiktok dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan menggunakan ciptaannya sebagai benchmark. Apa yang dilakukan oleh pembuat konten website dalam hal TikTok adalah media sosial online yang menampilkan rekaman musik. Ini berbeda dari berbagai genre musik, seperti musik populer, musik Islami, musik DJ, dan musik dangdut. Ini dapat membuat siswa ketagihan memainkannya, membuat mereka lalai belajar. Penggunaan media sosial . eperti Instagram. TikTok, dan Faceboo. memiliki dampak positif dan negatif terutama pada siswa, menurut Suharmi dan Raissa. Penggunaan media sosial dapat berdampak negatif pada hasil belajar siswa jika terlalu sering digunakan dan siswa sering belajar secara sembunyi-sembunyi melalui internet. Namun, dampak positif dari penggunaan media sosial adalah bahwa mereka memungkinkan siswa mengakses materi pelajaran yang tidak dapat mereka akses melalui buku teks. Intensitas Penggunaan Media TikTok Intensitas penggunaan media sosial menurut Okviawati diketahui pada suatu saat tertentu, dan indikator intensitas penggunaannya ada tiga hal, yaitu:1 . Frekuensii Penggunaani Di sini, yang dimaksudkan adalah seberapa sering seseorang menggunakan media sosial dan seberapa sering ini mempengaruhi rutinitas sehari-hari mereka, yang memiliki konsekuensi yang jelas. Seseorang yang terlalu banyak menggunakan media sosial dapat mengganggu tugas sekolah . Durasi yang digunakan Triastuti Endah, 73. Suharmi Suharmi and Raissa Citra Nabila. AuPengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 1 Kepahiang,Ay Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) 1, no. , 45. AuOkviawati. Zulhaini Dan Ikrima. , 2020. Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Analisis Kuantitatif Terhadap Siswa Kelas Vi Di SMP N 4 Teluk Kuanta. JOM FTK UNIKS, 21. Baiknya, siswa usia enam sampai dengan delapan tahun menggunakan akun media sosial di ponsel pintarnya selama 2 jam sehari. Konteni yang dikonsumsii Konteni media sosial bukannya tidak bernilai, namun memiliki tujuan Hal ini semakin diperburuk dengan fenomena AuTerlalu Banyak InformasiAy, karena informasi bergerak sangat cepat dan dalam jumlah besar, sehingga sulit untuk menyaring konten secara selektif dan memaparkan diri anda pada berita palsu, pornografi, dan juga hal-hal yang tidak berguna Oleh karena itu, diperlukan pedoman untuk memilih konten media sosial yang bermanfaat dan tidak melanggar undang-undang. Sedangkan menurut Amalia, iindikator intensitas penggunaani media sosiali di TikToki ada duai hal, yaitu: 1 . Frekuensi penggunaan akun TikTok dihitung berdasarkan berapa kali siswa membuka akun mereka setiap hari dan bagaimana mereka menggunakan akun mereka dalam dan luar ruangan. Waktu penggunaan akun media TikTok didefinisikan sebagai jumlah waktu yang dihabiskan oleh siswa untuk mengakses akunnya setiap hari, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Dalam penelitian tentang intensitas penggunaan media sosial TikTok oleh siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas, teori Okviawati dkk. dan Amalia menyatakan bahwa beberapa faktor memengaruhi intensitas penggunaan media sosial TikTok siswa: jumlah waktu yang dihabiskan, lamanya penggunaan, dan konten yang dikonsumsi. Okviawati dkk mengatakan bahwa tidak mengikuti dasar-dasar penggunaan media sosial pada smartphone dapat menimbulkan akibat negatif, antara lain: 1 . Menimbulkan perbedaan moral dan sosial karena tidak mungkin mengontrol akses konten media sosial di ponsel pintar. Bersifat adiktif sehingga menimbulkan perilakui FOMO (Feari of Missingi Ou. Mengganggu rutinitas yang baik dan mengganggu rutinitas sehari-hari sehingga tidak produktif. Meluasnya fenomena hiperpersonalitas, yaitu. minat berkomunikasi melalui media sosial smartphone dibandingkan komunikasi secara langsung, sehingga akan mengabaikan kehadiran seseorang secara langsung. Pengguna media sosial yang terobsesi untuk mencoba hal-hal baru menyebabkan disfungsi sosial. Ini menyebabkan mereka mengabaikan pekerjaan atau pendidikan di sekolah, lingkungan sosial yang sebenarnya. Menggunakan media sosial di smartphone untuk melepaskan diri dari tekanan psikologis ataupun rasa setres dengan cara dan waktu yang salah. Amalia Ferniansyah. Siti Nursanti, and Luluatu Nayiroh. AuPengaruh Media Sosial Tiktok Terhadap Kreativitas Berpikir Generasi z,Ay Syntax Literate. Jurnal Ilmiah Indonesia 6, no. , 28. Okviawati. Zulhaini Dan Ikrima. , 2020. 8Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Analisis Kuantitatif Terhadap Siswa Kelas Vi Di SMP N 4 Teluk Kuanta. JOM FTK UNIKS, 30. Ay . Akibat penggunaan media sosial pada smartphone yang tidak terkontrol, muncul masalah kesehatan fisik dan mental yang berkelanjutan . TikTok sendiri adalah aplikasi jejaring sosial dan video musik yang tersedia untuk Android dan IOS, dan pendapat para ahli di atas menunjukkan bahwa frekuensi, durasi, dan konten penggunaan media sosial sudah diketahui. Karakter Pengertian Karakter Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter didefinisikan sebagai budi pekerti, sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau kebiasaan yang dapat membedakan seseorang dengan orang lain dan berbudi pekerti. Karakter juga dapat ditampilkan di layar sebagai huruf, angka, spasi, atau simbol khusus dengan menggunakan keyboard. Pribadi yang memiliki tingkah laku, kepribadian, sifat, dan watak disebut sebagai pribadi berkarakter. Menurut buku Cronbach karya Sofyan Tsaur, karakter dijelaskan sebagai salah satu aspek dari sudut pandang psikologis, dan kepribadian terdiri dari kebiasaan dan gagasan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pembentukan karakter melibatkan tiga unsur yaitu keyakinan, perasaan . dan tindakan . Elemen-elemen ini saling terkait. Oleh karena itu, untuk mengubah watak seseorang, ia harus menata ulang unsur-unsur kepribadiannya. Kebijaksanaan dalam membuat pilihan dalam kehidupan sehari-hari adalah bentuk dan nilai hidup yang terbaik. Hakikat orang baik adalah berusaha berbuat baik tidak hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri. Sebaliknya, perilaku berkarakter buruk adalah ketika seseorang melakukan sesuatu, tetapi tidak peduli bagaimana hal itu berdampak pada orang lain. Dari sudut pandang pendidikan, pendidikan karakter adalah peran pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik. Pendidikan karakter bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menghargai berbagai aspek agama, sosial, dan budaya, yang dapat diwujudkan dalam tindakan, perkataan, pikiran, sikap, dan kepribadian mereka. Sebaliknya, karakter didefinisikan sebagai sifat manusia secara keseluruhan, dengan berbagai sifat manusia bergantung pada aspek-aspek dalam hidup mereka sendiri. 2 Oleh karena itu, karakter mengacu pada sifat-sifat, tindakan, sikap, dan kepribadian seseorang, yang bergantung pada sifat-sifat tersebut pada elemen-elemen dalam kehidupan mereka. Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa karakter lebih dekat dengan akhlak, yaitu sikap dan tindakan yang menyatu dalam diri seseorang yang muncul secara spontan saat berinteraksi dengan lingkungannya. Kata "akhlak" berasal dari bentuk jamak dari kata "khuluq", yang berarti "cara", "budi pekerti", "tingkah laku", atau "tabi'a", menurut asal-usulnya. Oleh Imam Musbikin Rizal (Penyuntin. Tentang Pendidikan Karakter dan Religius Dasar Pembentukan Karakter (Nusamedia, 2. , 4. SofyanTsaur. Pendidikan Karakter Peluang Dalam Membangun Karakter Bangsa , 45. SofyanTsaur, 46. Ridwan Abdullah Sani and Muhammad Kadri,2 Pendidikan Karakter: Mengembangkan Karakter Anak yang Islami (Bumi Aksara, n. ), 44. karena itu, budi pekerti dan akhlak sama. Khuluqun adalah representasi sifat batin seseorang, yang mencakup wujud lahiriah seperti gerakan anggota badan dan ekspresi wajah. Dalam bahasa Yunani, khuluq berarti ehikos atau ethos, yang berarti kebiasaan, naluri, dan kecenderungan hati untuk melakukan apa yang Etika berkembang menjadi etika. Akhlak didefinisikan sebagai keadaan mental, menurut Ibnu Miskawaih. Jiwa bertindak tanpa berpikir atau mempertimbangkan dalam situasi seperti ini. Situasi seperti ini ada dua jenis: yang pertama adalah natural, dan yang kedua berdasarkan karakter. Kedua, kebiasaan dan latihan menghasilkannya. Mulamula muncul karena pemikiran dan pertimbangan, tetapi kemudian menjadi karakter melalui latihan terus-menerus. Imam Al Ghazal menggambarkan akhlak sebagai ekspresi batin yang mendorong perbuatan sederhana dan mudah tanpa berpikir atau mempertimbangkan. Akhlak, menurut Fahmi Irhamsyah et al. , adalah ilmu keutamaan yang harus diterapkan dan dihindari untuk membuat jiwa penuh dengan kebaikan dan keburukan yang harus dihindari untuk membuat jiwa suci . dari segala bentuk kebajikan ataupun kriminalitas. Sedangkan menurut Hamzah Ya'qub, pengertian akhlak adalah sebagai berikut: Akhlak adalah ilmu yang mendefinisikan apa yang baik dan buruk tentang perkataan atau perbuatan manusia, baik jasmani maupun rohani. Akhlak adalah ilmu yang mengajarkan hubungan antar manusia dan tujuan akhir dari segala usaha mereka. Jadi, akhlak adalah perbuatan atau kebiasaan yang dilakukan seseorang dan sifatnya bisa baik atau buruk. Dari situlah berbagai tindakan muncul secara spontan tanpa direncanakan dan direnungkan terlebih dahulu. Tanggung Jawab . Pengertian tanggung jawab Kamus Besar Bahasa Indonesia Fahmi Irhamsyah menyatakan bahwa tanggung jawab terjadi ketika semua harus ditanggung. Ini berarti Anda harus menanggung, menanggung, menanggung, dan menanggung akibat dari hal-hal tertentu. 2 Dalam kehidupan sehari-hari, tanggung5 jawab didefinisikan sebagai "berani menanggung resiko suatu perbuatan atau perbuatan . atau "berani mengakui suatu perbuatan atau perbuatan . Tanggung jawab adalah cara seseorang bertindak dan berperilaku dalam memenuhi tanggung jawabnya sebagaimana mestinya dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, masyarakatnya, lingkungannya . lam, sosial, dan Yatimin Abdullah. Studi akhlak dalam perspektif Alquran (Amzah, 2. , 2Ae3. Ahmad Busroli. AuPendidikan akhlak Ibnu Miskawaih dan Imam al-Ghazali dan relevansinya dengan pendidikan karakter di Indonesia,Ay Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal 4, no. (November 21, 2019 pukul 07:. , 51. Fahmi irhamsyah,dkk AuSeri Pendidikan 18 Karakter Bangsa | SD-SMP,AyJakarta PT Mustika Pustaka Negri. ,13. , negaranya, dan Tuhannya. 2 Karena pemangku kepentingan, pemahaman tentang tanggung jawab ini saja tidak cukup. Seseorang tidak pernah mempertimbangkan apakah tindakan atau perbuatannya sesuai dengan nilai-nilai luhur kehidupan atau sesuai dengan nilai moral yang berlaku dalam kehidupan manusia yang santun, beradab, dan beragama. Kata "tanggung jawab" dan "jawaban" memiliki akar yang sama. Orang yang diminta melakukan sesuatu harus bertanggung jawab, dapat dipercaya, dan bersedia melakukan apa yang diharapkan dari mereka. Anak-anak pertama kali belajar tentang tanggung jawab dari orang tua mereka yang memenuhi kebutuhan mereka. Di sini, peran orang tua sangat penting untuk kesuksesan anak. Sifat-sifat ini termasuk dalam apa yang kita harapkan dari anak-anak kita dan apa yang ingin kita berikan kepada mereka. Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang responsif lebih cenderung menjadi individu yang bertanggung jawab. Karena apa? Anakanak yang orang tuanya mengetahui dan memenuhi kebutuhan mereka akan lebih memahami tanggung jawab mereka terhadap orang lain dan diri mereka sendiri. Untuk menjadi dewasa. Anda perlu belajar bertanggung jawab dan merasa puas dengan diri sendiri. Tidak hanya pelajaran tanggung jawab harus ditanamkan dan diajarkan, tetapi juga harus diterapkan pada siswa. Siswa yang belajar tentang tanggung jawab akan menjadi orang yang serius dalam setiap aktivitasnya. Pada akhirnya, dia dapat mencapai kesuksesan berkat kesungguhan dan tanggung jawab ini. Tujuan pendidikan karakter tanggung jawab Tujuan pendidikan karakter yang bertanggung jawab antara lain, . Meningkatkan kapasitas afektif peserta didik sebagai individu dan warga negara yang bertanggung jawab. Menciptakan kebiasaan dan perilaku yang bertanggung jawab yang selaras dengan nilai-nilai luhur, tradisi budaya, dan karakter bangsa. Menanamkan rasa kepemimpinan dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Meningkatkan keterampilan peserta didik untuk menjadi individu yang mandiri dan kreatif. Bentuk pendidikan karakter tanggung jawab Tujuan pendidikan karakter yang bertanggung jawab antara lain, . Selalu berhati-hati dengan perkataan dan tindakan. Selalu waspada. Berkomitmen pada tugas yang ada. Sukatin and M. Shoffa Saifillah Al-Faruq. Pendidikan Karakter (Deepublish, 2. , 19. Sukatin, 20. Fadilah et al. Pendidikan Karakter (Agrapana Media, 2. , 83. Lakukan pekerjaan dengan baik. Mengakui segala perbuatannya, tidak hanya yang baik, tetapi juga yang . selalu menepati janjinya. berani mengambil risiko atas perbuatan atau perkataannya. Cara Mengembangkan pendidikan karakter tanggung jawab Khususnya di sekolah, guru harus mengembangkan nilai-nilai tanggung jawab pada siswanya. Tugas guru adalah membimbing siswa menjadi individu yang bertanggung jawab, sehingga guru dapat melakukan beberapa hal untuk menumbuhkan tanggung jawab yang tinggi pada siswa. Diantaranya adalah sebagai berikut: Mulailah dengan melakukan tugas yang sederhana Sekolah pasti telah menetapkan peraturan, seperti peraturan kelas dan jadwal pembersihan. Guru harus mendorong siswa untuk mengikuti peraturan ini secara bertanggung jawab, meskipun peraturan ini mungkin dianggap mudah bagi siswa. Guru harus menunjukkan contoh tanggung jawab yang baik. Oleh karena itu, penghargaan untuk prestasi siswa dan disiplin waktu adalah cara guru menunjukkan tanggung jawabnya sebagai . Jika Anda membuat kesalahan, perbaikilah Mengajarkan siswa untuk bersedia memperbaiki kesalahan juga meningkatkan tanggung jawab mereka. Ini mendorong mereka untuk meminta maaf atas kesalahan mereka dan mengajarkan mereka nilai keadilanAibahwa jika mereka berbuat salah pada seseorang, mereka telah menyakiti hati orang tersebut, dan mereka harus bertanggung jawab untuk menebus kesalahan mereka. dan memperbaiki kesalahan yang mereka lakukan. Segala kegiatan yang mempunyai konsekuensi Guru harus menunjukkan dan mengajarkan bahwa siswa harus lebih bertanggung jawab dalam aktivitas mereka. Mereka juga harus memberi tahu siswa bahwa tindakan mereka pasti akan memiliki konsekuensi. Seringlah mendiskusikan tentang pentingnya akuntabilitas Guru sering kali harus berbicara tentang pentingnya tanggung jawab dalam kehidupan. Dalam hal ini, mereka harus memberikan contoh nyata kepada siswa mereka untuk belajar dari pengalaman mereka sendiri dengan guru mereka. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Penyajian Data Penelitian ini mengumpulkan data dari pembagian kuesioner tentang intensitas penggunaan media sosial TikTok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan Fadilah, 86. Kadir,Hanum Asrohah. Pembelajaran Tematik, 17. apakah ada hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dan sifat tanggung jawab MI Ma'arif Bareng. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa MI Ma'arif Bareng mengenai pengaruh intensitas media TikTok terhadap karakter tanggung jawab mereka, digunakan angket berdasarkan skala Likert dengan 20 pertanyaan yang memberikan alternatif jawaban ya atau tidak dengan skor 0-1. Selanjutnya, peneliti memberikan skor berdasarkan hasil survei sebagai berikut: Tabel 1 pemberian skor angket intensitas penggunaan media TikTok dan karakter tanggung jawab siswa Alternatif jawaban Skor nilai Tidak Berikut merupakan hasil dari pengisian angket intensitas penggunaan media TikTok dan karakter tanggung jawab siswa yang di isi oleh siswa: Tabel 2 hasil skor angket intensitas penggunaan media TikTok dan karakter tanggung jawab siswa MI MaAoarif Bareng: Responden Responden 1 Responden 2 Respondeni 3 Respondeni 4 Respondenl 5 Respondeni 6 Respondeni 7 Respondeni 8 Respondenl 9 Respondenl 10 Respondenl 11 Respondenl 12 Respondenl 13 Respondeni 14 Respondeni 15 Respondeni 16 Respondenl 17 Respondeni 18 Respondeni 19 Respondeni 20 Respondenl 21 Respondeni 22 Respondeni 23 Respondenl 24 Kelas Total VX Total VY Respondeni 25 Jumlah Tabel 3 Distribusi Frekuensi Intensitas media TikTok Statistics IntensitasTikTok Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Tabel hasil di atas memberikan informasi tentang N, yaitu 25 siswa memiliki data valid dan 0 siswa memiliki data hilang. Ini menunjukkan bahwa semua data akademik siswa diolah menggunakan SPSS. Nilai rata-ratanya adalah 13,24 sd, dan kesalahan rataratanya adalah 0,758. Median, atau titik tengah, adalah 14,00 jam, dengan deviasi standar, atau deviasi, 3,789 jam, dan variasi data, atau variabilitas, adalah 14,357 jam. Tabel hasil di atas menunjukkan nilai skewness, standar kesalahan skewness, kurtosis, dan standar kesalahan kurtosis untuk menentukan apakah hasil belajar siswa berdistribusi normal atau tidak. Nilai rentang diperoleh dengan mengurangi nilai maksimum dengan nilai minimum, yaitu 13, di mana nilai minimum adalah 5 dan nilai maksimum adalah 18. Total nilai siswa adalah 331. Tabel 4 Distribusi Frekuensi Karakter Tanggung Jawab Siswa Statistics Karakter Tanggung Jawab Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Tabel hasil di atas memberikan informasi tentang N, yaitu 25 siswa memiliki data valid dan 0 siswa memiliki data hilang. Ini menunjukkan bahwa semua data hasil belajar siswa diolah menggunakan SPSS. Nilai rata-rata hasil akademik siswa adalah 10,88 sementara kesalahan rata-ratanya adalah 0,494. Mediannya adalah 10,00, dan deviasi standarnya adalah 2,472, dan variasinya adalah 6,110. Tabel hasil di atas menunjukkan nilai skewness, standar kesalahan skewness, kurtosis, dan standar kesalahan kurtosis untuk menentukan apakah hasil belajar siswa berdistribusi normal atau tidak. Nilai rentang diperoleh dengan mengurangi nilai maksimum dengan nilai minimum, yaitu 10, di mana nilai minimum adalah 7 dan nilai maksimum adalah 17. Seluruh nilai siswa Sebelum memulai analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana, kita harus memastikan bahwa data memenuhi uji normalitas dan linieritas. Uji Linearitas Dalam penelitian, dasar untuk uji linearitas dapat ditemukan dalam dua cara: Perbandingan nilai signifikansi (Sig. ) dengan 0,05 Hubungan linier yang signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat ditemukan jika nilai penyimpangan dari linearitas Sig. sebesar 0,05. Sebaliknya, jika nilai deviasi dari linearitas Sig. sebesar 0,05, maka hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tidak ditemukan. Perbandingan F-value hitung dengan F-tabel Hubungan linier yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen terlihat pada Tabel F jika nilai F dihitung untuk periode tersebut. Jika nilai F dihitung untuk periode tersebut, maka tidak ada hubungan linier yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen. Setelah mempelajari konsep dasar pengujian linearitas, kita akan menggunakan program SPSS untuk melakukan pengujian linearitas. Variabel yang digunakan adalah Intensitas Penggunaan Media TikTok (X) dan Karakter Tanggung Jawab Siswa (Y). Tujuan kami adalah melakukan uji linieritas terhadap kedua variabel ini untuk menentukan apakah ada hubungan linier yang signifikan antara intensitas penggunaan media TikTok dan karakter tanggung jawab siswa. Tabel berikut berisi informasi lebih lanjut: Tabel 5 Hasil uji analisis linearitas. ANOVA Table Sum of Squares Karakte Between (Combine. Groups Linearity Tanggu Deviation Jawab * Linearity Intensit Within Groups TikTok Total Mean Square Sig. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa: Berdasarkan nilai F : Nilai F yang dihitung dari output diatas adalah 0,3. F tabel 2,65. Karena nilai F hitung lebih kecil dari nilai F tabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel intensitas penggunaan media TikTok (X) dengan variabel karakter tanggung jawab siswa (Y). Nilai tabel F dapat dicari dengan menggunakan rumus . deviasi dari Dari keluaran SPSS di atas diketahui nilai df adalah . Selanjutnya kita hanya perlu melihat nilai F tabel pada signifikansi 5% atau 0,05 karena adanya nilai Dengan demikian diperoleh nilai F tabel sebesar 2,65. Uji Normalitas Uji normalitas adalah bagian dari uji persyaratan analisis data atau uji hipotesis Ini dilakukan sebelum melakukan analisis statistik untuk menguji hipotesis, biasanya dengan data survei atau regresi. Data yang baik adalah yang memiliki distribusi normal. Metode Uji Normalitas K-S untuk Pengambilan Keputusan: Nilai signifikansi (Sig. ) survei bernilai lebih dari 0,05, dan b. Nilai signifikansi kurang dari 0,05 menunjukkan bahwa data penelitian tidak memiliki distribusi normal. Tabel 6 Hasil uji analisis normalitas. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated From Data Nilai signifikansi Asiymp. Sig . -taile. sebesar 0,813 ditemukan dalam tabel hasil SPSS, yang lebih besar dari 0,05. Dengan mempertimbangkan kriteria keputusan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov yang disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa data ini memiliki distribusi normal. Oleh karena itu, asumsi normalitas model regresi terpenuhi. Uji Hipotesis Analisis regresi linier sederhan digunakan untuk mengetahui seberapa besar atau kecil pengaruh satu variabel bebas, variabel prediktor, variabel X, atau variabel terikat, atau variabel Y terhadap variabel terikat. Tabel 7 Hasil uji analisis regresi linier sederhana. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Intensitas TikTok Dari output sebelumnya, nilai R Square adalah 0,207. Menurut nilai ini, pengaruh Intensitas TikTok (X) terhadap Karakter Tanggung Jawab (Y) adalah 20,7%, sedangkan 79,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Tabel 8 Hasil Anova uji analisis regresi linier sederhana ANOVAb Sum of Squares Model Mean Square Sig. Regression Residual Total Predictors: (Constan. Intensitas TikTok Dependent Variable: Karakter Tanggung Jawab Tabel 9 Hasil koofisien uji analisis regresi linier sederhana Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. (Constan. Intensitas TikTok Dependent Variable: Karakter Tanggung Jawab Rumus persamaan regresi linear sederhana adalah Y = a bX. a = nilai konstan dari koefisien tidak standar. dalam hal ini, nilainya adalah 14,810. Nilai konstan ini menunjukkan bahwa jika Intensitas Penggunaan Media TikTok (X) tidak ada, maka Nilai Konsisten Karakter Tanggung Jawab Siswa (Y) adalah 14,810. b = angka koefisien regresi dengan nilai -0,297. Angka ini menunjukkan bahwa Karakter Tanggung Jawab Siswa (Y) akan meningkat sebesar -0,297 setiap penambahan 1% tingkat Intensitas Penggunaan Media TikTok (X). Karena nilai koefisien regresi bernilai minus (-), dapat disimpulkan bahwa Intensitas Penggunaan Media TikTok (X) berdampak negatif pada Karakter Tanggung Jawab Siswa (Y). Persamaan regresinya adalah Y = 14,810 - 0,297 X. Dalam analisis regresi, kami menggunakan nilai signifikansi (Sig. ) dari hasil output SPSS untuk membuat keputusan berikut: Nilai signifikansi (Sig. ) kurang dari probabilitas 0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh Intensitas Penggunaan Media TikTok (X) terhadap Karakter Tanggung Jawab Siswa (Y). Sebaliknya, nilai signifikansi (Sig. ) lebih besar dari probabilitas 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh Intensitas Penggunaan Media TikTok (X) terhadap karakter tanggung jawab siswa (Y). "Ada Pengaruh Intensitas Penggunaan Media TikTok (X) terhadap Karakter Tanggung Jawab Siswa (Y)", menurut hasil, karena nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,022 lebih kecil dari probabilitas 0,05Ay. Pengujian hipotesis dengan uji t, dimana dasar pengambilan keputusan dalam uji t adalah: Ada pengaruh Intensitas Penggunaan Media TikTok (X) terhadap Karakter Tanggung Jawab Siswa (Y) jika nilai t hitung lebih besar daripada t tabel, dan tidak ada pengaruh jika nilai t hitung lebih kecil daripada t tabel. Berdasarkan output sebelumnya, kita dapat mengetahui bahwa nilai t hitung adalah -2,451. Setelah kita menemukan nilai t hitung, langkah selanjutnya adalah mencari nilai t tabel. Untuk menemukan nilai t tabel, rumusnya adalah sebagai berikut: Derajad kebebasan . = n Ae 2 = 25 Ae 2 = 23 Nilai a / 2 = 0,05 / 2 = 0,025. Setelah melihat distribusi nilai t tabel, kita menemukan bahwa nilai t tabel sebesar 2,069. Ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang menunjukkan bahwa "Ada Pengaruh Intensitas Penggunaan Media TikTok (X) terhadap Karakter Tanggung Jawab SiswaAy. Pembahasan dan Interpretasi Intensitas Penggunaan Media TikTok Intensitas penggunaan media sosial menurut Okviawati diketahui pada suatu saat tertentu, dan indikator intensitas penggunaannya ada tiga hal, yaitu: 3 frekwuensi ipenggunaan, durasii yang digunakan, dan konten yang dilihat atau Hasil berdasarkan analisis data Intensitas Penggunaan Media TikTok pada Siswa MI MaAoarif bareng menunjukkan bahwa penggunaan media sosial TikTok pada kategori tinggi, karena frekuensi yang digunakan kebanyakan lebih dari 30 menit setiap harinya, dan konten-konten yang dikonsumsi bukan yang berkaitan dengan pelajaran, ataupun materi yang disekolah,tetapi anak-anak pada umumnya menggunakan media TikTok hanya untuk main-main dan sekedar melihat konten-konten yang disajikan pada media TikTok tersebut. Salah satu manfaat media sosial bagi anak-anak, menurut Ennoch Sindang, adalah mereka dapat dengan mudah menemukan informasi tentang tugas sekolah dan pelajaran mereka di jejaring sosial dan berbagi informasi tersebut dengan teman 3 Siswa MI MaAoarif Bareng hanya sebagian kecil yang mencari atau mengakses tentang pelajaran sekolah melalui TikTok. Kebanyakan siswa hanya melihat konten-konten yang disajikan di TikTok saja, jadi media sosial tidak begitu dimanfaatkan untuk mengakses atau mencari tentang pembelajaran. Menurut Triastuti ada beberapa dampak media sosial bagi anak-anak dan remaja, antaranya yaitu: 3 dampak positif, dan dmpak negatif. Namun pada siswa MI MaAoarif Bareng ini yang menonjol yaitu dampak negatifnya, karena terkadang siswa lalai untuk menjalankan tugasnya karena keasyikan melihat konten TikTok, sehinggah waktu untuk blajar berkurang. Berdasarkan pengolahan data dan perhitungan data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa tingkat intensitas penggunaan media TikTok dapat diketahui perolehan mean atau nilai rata-rata AuOkviawati. Zulhaini Dan Ikrima. , 2020. Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Analisis Kuantitatif Terhadap Siswa Kelas Vi Di SMP N 4 Teluk Kuanta. JOM FTK UNIKS, 21. Sindang. AuManfaat Media Sosial Dalam Ranah Pendidikan Dan Pelatihan. Ay Endah. Dimas, and Akmal. AuKajian Dampak Penggunaan Media Sosial Bagi Anak Dan Remaja. Ay sebesar 13,24 poin, nilai yang cukup tinggi dengan jumlah nilai skor maksimal 20 Karakter Tnggung Jawab Siswa Hasil analisis karakter tanggung jawab MI Ma'arif Bareng menunjukkan bahwa karakter tanggung jawab siswa sangat penting karena setiap orang memiliki standar untuk menggambarkan apa yang baik dan buruk, meskipun standar tersebut kadang-kadang berbeda antara individu. Tanggung jawab adalah cara seseorang bertindak dan berperilaku dalam memenuhi tanggung jawabnya sebagaimana mestinya dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, masyarakatnya, lingkungannya . lam, sosial, dan buday. , negaranya, dan Tuhannya. Pemahaman tentang tanggung jawab ini saja tidak cukup, karena seorang pemangku kepentingan. Berdasarkan hasil pengolahan data dan perhitungan data menunjukkan bahwa tingkat tanggung jawab siswa dapat diketahui melaui perolehan nilai rata-rata atau mean sebesar 10,88 poin, nilai tersebut termasuk nilai yang cukup redah dengan jumlah skor nilai maksimal 20 poin. Hal ini ditunjukkan oleh siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan memenuhi tanggung jawab mereka sebagai siswa dan anak. Pengaruh Intensitas Penggunaan Media TikTok Terhadap Karakter Tanggung Jawab Siswa Berdasarkan hasil penelitian diketahui besaran pengaruh intensitas media TikTok terhadap karakter tanggung jawab siswa MI MaAoarif Bareng sebesar 20,7% dengan signifikasi 5% atau 0,05. Berikut termasuk tergolong dalam kategori rendah. Hasil pengujian analisis regresi menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. sebesar 0,022 lebih rendah dari probabilitas 0,05, yang berarti bahwa "Ada Pengaruh Intensitas Penggunaan Media TikTok (X) terhadap Karakter Tanggung Jawab Siswa (Y)". Dengan kata lain, jika intensitas penggunaan media TikTok lebih tinggi, maka karakter tanggung jawab siswa akan lebih rendah, dan sebaliknya jika intensitas penggunaan media TikTok lebih rendah, maka karakter tanggung. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media TikTok mempengaruhi karakter tanggung jawab siswa dalam hal yang negatif ataupun mempengaruhi karakter tanggung jawab siswa dalam kehidupan sehari-hari. Namun walaupun demikian siswa haruslah efektif dan bijaksana dalam menggunakan dan memanfaatkan media TikTok agar waktu yang digunakan untuk mengakses media TikTok tidak sia-sia, dan dapat menjadilkan media TikTok sebagai media untuk mengakses meteri pelajaran sekolah atau menuangkan ide-ide serta gagasan dalam mengembangkan kemampuan dan mengasah kreatifitas siswa. Dengan menggunakan media yang baik dan efektif maka siswa juga akan dapat memotivasi serta mendorong untuk mengembangkan bakat dan potensi dalam diri Dengan karakter yang baik siswa juga dapat memberikan motivasi kepada siswa sehigga mereka mendorong dan termotivasi untuk belajar dan berprestasi. Sukatin dan Shoffa. Pendidikan Karakter, 19. Siswa juga harus mencegah pengaruh negatif penggunaan media TikTok seperti kurangnya sosialisasi, boros, pamer, dan tidak menghargai orang lain. Hal itu dapat berdampak negatif terhadap karakter siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Intensitas penggunaan media sosial TikTok pada Siswa MI MaAoarif Bareng pada kategori tinggi, karena frekuensi yang digunakan kebanyakan lebih dari 30 menit setiap harinya. Guru seharusnya mengelola media sosial TikTok tersebut agar menjadi sebuah media pembelajaran bagi siswa yang menyenangkan. Seorang guru harus berhati-hati dan cerdas dalam menggunakan model pembelajaran untuk menyampaikan kepada siswanya karena setiap siswa mempunyai sifat atau sikap yang berbeda-beda. Karakter tanggung jawab siswa MI MaAoarif Bareng pada hasil analisis cukup rendah, karena karakter tanggung jawab menjadi persoalan yang sangat penting. Orang tua seharusnya tidak melepaskan semua tanggung jawab kepada sekolah karena mereka pada hakikatnya adalah pendidik utama anak-anaknya. Sekolah pada hakikatnya berfungsi sebagai pengganti peran orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang menunjukkan bahwa ada pengaruh, karena nilai signifikansi (Si. sebesar 0,02 lebih rendah dari probabilitas 0,05. Sekitar 20,7% kontribusi intensitas penggunaan media sosial TikTok terhadap karakter tanggung jawab siswa, dan 79,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini diharapkan dapat membantu madrasah dalam merumuskan kebijakan untuk meningkatkan mutu pengajaran, salah satunya adalah dengan meningkatkan kesempatan pembelajaran seperti media pendidikan, pelatihan guru dan pelatihan lainnya untuk meningkatkan keterampilan fakultas dan mencapai pembelajaran yang efektif dan DAFTAR PUSTAKA