Journal of Social Contemplativa Volume 3 Nomor 2, 2025. Halaman 90-99 Doi:10. 61183/jsc. https://idereach. com/Journal/index. php/JSC Ketergantungan pada Sektor Minyak dan Gas dalam Pembangunan TimorLeste: Implikasi terhadap Kemiskinan dan Keberlanjutan Ekonomi Dwi Desky Setiawan1. Fauzan Ramdani Ahmad2. Muhammad Rifqy Addin Athalla3. Onma Bryan Yehezkiel Hutasoit4 . Jerry Indrawan5 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Jakarta 12450. *Korespondensi: addin. 180704@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Info Publikasi: Research Article Dikirim: 26 Juni 2025. Diterima: 18 Agustus 2025. Dipublikasi: 27 Agustus 2025. Copyright A 2025. Owned by Author. , published by JSC This is an open-access article. License: AttributionNonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA) How to cite: Setiawan. Ahmad. Athalla. Hutasoit. , & Indrawan. Ketergantungan pada Sektor Minyak dan Gas dalam Pembangunan TimorLeste: Implikasi Kemiskinan dan Keberlanjutan Ekonomi. Journal Social Contemplativa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ketergantungan Timor-Leste pada sektor minyak dan gas bumi . terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, penyebaran kemiskinan, dan keberlanjutan fiskal dalam jangka Sejak mendapatkan kemerdekaan pada tahun 2002. Timor-Leste bergantung pada migas sebagai sumber utama untuk Produk Domestik Bruto (PDB) dan pendanaan anggaran negara. Dengan menggunakan metode kualitatif, studi ini menganalisis peran sektor migas dalam struktur ekonomi negara, efisiensi pengelolaan Petroleum Fund, serta kendala dalam mencapai diversifikasi ekonomi. Temuan studi mengindikasikan bahwa ketergantungan yang besar pada migas telah menghasilkan situasi yang rentan terhadap perubahan harga minyak dunia, memperlambat pertumbuhan sektor non-migas, dan memperburuk ketidakmerataan sosial serta kemiskinan. Walaupun Petroleum Fund dibuat sebagai alat pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, praktik fiskal menunjukkan pencairan dana yang melebihi batas aman, membahayakan ketahanan ekonomi di masa depan. Studi ini merekomendasikan pentingnya reformasi kebijakan fiskal, peningkatan pengelolaan sumber daya, dan pendekatan pembangunan yang fokus pada diversifikasi ekonomi serta inklusivitas sosial untuk mencapai keberlanjutan pembangunan. Abstract This study aims to examine the effect of Timor-Leste's dependence on the oil and gas sector on national economic growth, poverty distribution, and fiscal sustainability in the long run. Since gaining independence in 2002. TimorLeste has relied on oil and gas as the main source of Gross Domestic Product (GDP) and state budget funding. Using qualitative methods, this study analyzes the role of the oil and gas sector in the country's economic structure, the efficiency of Petroleum Fund management, and constraints in achieving economic diversification. The findings indicate that heavy dependence on oil and gas has resulted in a situation that is vulnerable to changes in world oil prices, slowed the growth of the non-oil sector, and exacerbated social inequality and While the Petroleum Fund was created as a tool for sustainable resource management, fiscal practices show disbursements exceeding safe limits, jeopardizing future economic resilience. The study recommends the importance of fiscal policy reform, improved resource management, and a development approach that focuses on economic diversification and social inclusiveness to achieve sustainable development. Copyright A 2025. Owned by Author. , published by Journal of Social Contemplativa. This is an open-access article under the CC-BY-NC-SA license. Analisis Sumber Dan Penggunaan Dana Kampanye Digital Prabowo Subianto Dan Gibran Rakabuming Raka Pada Pemilihan Umum 2024 https://doi. org/10. 61183/jsc. Kata Kunci: Timor Leste. Migas. Kebijakan fiskal. Kemiskinan. Pendahuluan Sejak memperoleh kemerdekaan pada tahun 2002. Timor-Leste menghadapi tantangan besar dalam membangun fondasi ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Sebagai negara muda dengan infrastruktur yang terbatas dan sumber daya manusia yang masih berkembang, pemerintah Timor-Leste mengandalkan sektor minyak dan gas sebagai sumber utama pendapatan negara. Untuk mengelola pendapatan dari sektor ini secara bijaksana, pemerintah membentuk Petroleum Fund pada tahun 2005 berdasarkan UndangUndang No. 9/2005, yang kemudian diamandemen oleh Undang-Undang No. 12/2011. Petroleum Fund dirancang untuk memastikan bahwa pendapatan dari minyak dan gas digunakan secara transparan dan berkelanjutan demi pembangunan nasional. Namun, meskipun dana ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan, ketergantungan yang tinggi terhadap sektor minyak dan gas menimbulkan kekhawatiran serius. Ketergantungan yang berlebihan terhadap sektor minyak dan gas membuat Timor-Leste rentan terhadap fluktuasi harga minyak global. Fenomena ini dikenal sebagai "kutukan sumber daya" . esource curs. , di mana kekayaan alam justru menjadi hambatan bagi pembangunan berkelanjutan. Timor-Leste menunjukkan gejala klasik dari kutukan ini, termasuk perencanaan yang buruk, pengeluaran yang boros, dan pengabaian terhadap pengembangan sumber daya manusia serta sektor-sektor non-migas. Dampak dari ketergantungan ini terlihat jelas dalam kondisi sosial-ekonomi negara. Meskipun pendapatan negara meningkat, tingkat kemiskinan tetap tinggi. Menurut data dari World Bank, sekitar 42% penduduk Timor-Leste hidup dalam kemiskinan, dengan pendapatan domestik bruto per kapita hanya sekitar US$1. Selain itu, ketimpangan pembangunan antar wilayah dan lemahnya diversifikasi ekonomi memperparah kerentanan ini. Upaya diversifikasi ekonomi telah menjadi agenda penting bagi pemerintah Timor-Leste. Namun, tantangan besar masih dihadapi, termasuk keterbatasan infrastruktur, kurangnya investasi di sektor-sektor alternatif seperti pertanian, pariwisata, dan manufaktur, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Ketergantungan terhadap sektor migas juga menghambat pengembangan sektor-sektor ini, karena sebagian besar sumber daya dan perhatian pemerintah terfokus pada industri ekstraktif. Menurut Bovensiepen dan Nygaard-Christensen . Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif menurut Hendryadi, et. al, . merupakan proses penyelidikan naturalistik yang mencari Copyright A 2023. Owned by Author. , published by Journal of Social Contemplativa. This is an open-access article under the CC-BY-NC-SA license. Analisis Sumber Dan Penggunaan Dana Kampanye Digital Prabowo Subianto Dan Gibran Rakabuming Raka Pada Pemilihan Umum 2024 pemahaman mendalam tentang fenomena sosial secara alami. Sedangkan definisi Menurut Moleong . penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Strauss dan Corbin . erjemahan edisi 2009: . Moleong. Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif, cetakan ke-36. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Offset memberikan pengertian tentang penelitian kualitatif diartikan sebagai Autipe penelitian yang hasil-hasilnya tidak diperoleh melalui metode statistik atau cara penghitungan lain. Kekuatan penelitian kualitatif terletak bukan pada data dan analisis statistik, tetapi dalam deskripsi. Kemampuan dalam melakukan penelitian untuk menggambarkan fenomena untuk memahami makna dengan lebih mendalam. Sedangkan Creswell & Creswell . mengatakan bahwa pendekatan penelitian kualitatif adalah pendekatan yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendalami setiap makna yang diungkapkan oleh individu atau kelompok yang berkaitan dengan masalah sosial dan manusia. Riset kualitatif bertujuan untuk menggambarkan sebuah masalah dengan melalui pengumpulan data seluas-luasnya yang nantinya hasilnya dapat digeneralisasikan. Penelitian kualitatif juga menuntut peneliti untuk selalu bersikap objektif yang berarti peneliti tidak boleh membuat alat ukur sesuai dengan hatinya sendiri. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini karena peneliti ingin mengungkapkan suatu fenomena secara komprehensif dan mendalam dengan mendapatkan data sebanyak-banyaknya dari narasumber atau objek penelitian, dan dideskripsikan secara Hasil dan Pembahasan Kontribusi Sektor Migas terhadap PDB dan Anggaran Negara Timor Leste Sejak meraih kemerdekaan pada tahun 2002. Timor-Leste bergantung pada sektor minyak dan gas . sebagai pilar utama ekonomi negara. Kekayaan sumber daya alam yang terdapat di kawasan Laut Timor, seperti lapangan minyak Bayu-Undan dan cadangan gas Greater Sunrise, menjadi faktor strategis yang mempengaruhi arah pembangunan ekonomi negara ini. Ketergantungan pada pendapatan dari sektor migas telah mendatangkan keuntungan fiskal yang besar, namun di sisi lain juga menimbulkan risiko ketergantungan ekonomi yang tinggi dan rentan terhadap perubahan pasar global. Pendapatan dari sektor minyak dan gas telah berperan penting dalam pendanaan anggaran negara, pembangunan infrastruktur, serta program-program sosial di Timor-Leste. Sumbangannya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pernah melampaui 70 persen pada dekade awal pascakemerdekaan, menjadikannya pemasukan utama bagi negara. Akan tetapi, tingginya ketergantungan ini juga menghadirkan tantangan besar, terutama dalam hal keberlanjutan fiskal dan diversifikasi ekonomi secara Copyright A 2023. Owned by Author. , published by Journal of Social Contemplativa. This is an open-access article under the CC-BY-NC-SA license. Analisis Sumber Dan Penggunaan Dana Kampanye Digital Prabowo Subianto Dan Gibran Rakabuming Raka Pada Pemilihan Umum 2024 jangka panjang. Saat harga minyak internasional menurun atau produksi berkurang, pendapatan negara langsung terpengaruh, memaksa pemerintah untuk melakukan tindakan mitigasi, termasuk penyesuaian kebijakan pengeluaran dan pemanfaatan cadangan yang disimpan di dalam Petroleum Fund. Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menghindari gejala Dutch Disease. Pemerintah Timor-Leste mendirikan Petroleum Fund pada tahun 2005, sebagai alat keuangan strategis dalam mengelola pendapatan gas dan minyak secara transparan dan berkelanjutan. Hari ini bertujuan tidak hanya sebagai pelindung fiskal terhadap fluktuasi harga migas, tetapi juga sebagai warisan lintas generasi yang dapat menjamin kesejahteraan masyarakat untuk jangka panjang. Meskipun Petroleum Fund telah mendapatkan pengakuan global terkait transparansi dan pengelolaannya, tantangan masih ada dalam mengoptimalkan investasi dana serta efektivitas penggunaan hasilnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di luar sektor migas. 1 Kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor migas merupakan kontributor utama terhadap PDB Timor-Leste, khususnya pada dekade awal pasca-kemerdekaan. Pada puncaknya, lebih dari 70% PDB Timor-Leste berasal dari aktivitas eksplorasi dan ekspor migas. Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi negara sangat bergantung pada kinerja sektor ekstraktif. Ketika harga minyak dunia mengalami penurunan atau produksi menurun, maka pertumbuhan ekonomi nasional juga terdampak secara langsung. Kondisi ini mengindikasikan rendahnya kontribusi sektor non-migas yang seharusnya menjadi pendorong pembangunan jangka panjang dan Laporan dari Bank Dunia menggarisbawahi bahwa pertumbuhan ekonomi Timor-Leste sangat fluktuatif karena keterikatan yang tinggi terhadap pendapatan migas, sementara sektor non-migas berkembang secara lebih lambat dan tidak merata (World Bank, 2. 2 Kontribusi terhadap Anggaran Negara Sektor migas juga memegang peran vital dalam struktur pendapatan negara Timor-Leste. Sejak awal 2000-an, sekitar 85% hingga 90% dari total anggaran negara bersumber dari penerimaan migas. Sumber utama pendapatan ini berasal dari ekspor hasil eksploitasi ladang migas dan pengelolaan Dana Perwalian Migas atau Petroleum Fund. Pemerintah mendirikan dana ini pada tahun 2005 sebagai upaya pengelolaan yang berkelanjutan dan akuntabel atas sumber daya alam tidak terbarukan. Namun, dalam praktiknya, kebijakan fiskal yang diambil menunjukkan adanya ketergantungan yang berlebihan. Sejak tahun 2009, penarikan dana dari Petroleum Fund secara rutin melebihi Estimasi Pengeluaran Berkelanjutan atau Estimated Sustainable Income (ESI), yaitu batas penarikan aman yang ditetapkan sebesar 3% dari total nilai Penarikan aktual sering kali mencapai 5% atau lebih, menunjukkan kecenderungan pemerintah untuk menggunakan dana tersebut guna menutupi defisit anggaran tahunan (EITI Timor-Leste, 2. Copyright A 2023. Owned by Author. , published by Journal of Social Contemplativa. This is an open-access article under the CC-BY-NC-SA license. Analisis Sumber Dan Penggunaan Dana Kampanye Digital Prabowo Subianto Dan Gibran Rakabuming Raka Pada Pemilihan Umum 2024 3 Dana Perwalian dan Ketahanan Fiskal Petroleum Fund menjadi instrumen fiskal utama dalam menopang pembiayaan pembangunan Hingga akhir tahun 2020, total saldo dana ini tercatat mencapai USD 18,9 miliar. Namun, tren peningkatan belanja negara yang tidak diiringi dengan peningkatan penerimaan non-migas menunjukkan gejala ketidakberlanjutan fiskal. Proyeksi dari berbagai lembaga kajian menyatakan bahwa jika tren ini terus berlanjut tanpa adanya reformasi struktural, maka dana tersebut berisiko habis pada awal dekade 2030-an. Risiko tersebut diperkuat dengan rendahnya pendapatan negara di luar sektor migas, lemahnya kapasitas perpajakan domestik, serta tingginya belanja modal dan sosial dari anggaran negara setiap tahunnya (Boell Foundation, 2. Ketahanan fiskal Timor-Leste sangat tergantung pada kemampuan pemerintah dalam menahan laju pengeluaran dan mempercepat diversifikasi ekonomi nasional. 4 Tantangan dan Prospek Timor-Leste saat ini menghadapi tantangan besar dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap sektor migas. Proyek ladang gas Greater Sunrise diharapkan menjadi salah satu solusi jangka menengah untuk memperpanjang usia ekonomi migas negara. Nilai proyek ini diperkirakan mencapai USD 74 miliar, menjadikannya investasi energi terbesar dalam sejarah Timor-Leste. Namun, proyek ini menghadapi hambatan negosiasi, khususnya dengan Australia dan perusahaan mitra seperti Woodside. Perselisihan menyangkut lokasi pengolahan gas, antara di Timor-Leste atau di Darwin. Australia, menjadi kendala utama dalam realisasi proyek tersebut. Hingga tahun 2024, belum ada kesepakatan final yang memungkinkan proyek tersebut berjalan secara penuh (The Guardian, 2. Ketidakpastian dalam proyek ini memperlihatkan pentingnya kesiapan pemerintah dalam mengembangkan kebijakan luar negeri, strategi investasi, dan kesiapan infrastruktur energi. Sektor migas telah menjadi tulang punggung ekonomi Timor-Leste dalam dua dekade terakhir, baik dari sisi PDB maupun pendapatan negara. Meski memberikan pemasukan yang besar, ketergantungan berlebih terhadap sektor ini juga membawa resiko besar terhadap ketahanan fiskal dan pembangunan jangka Pengelolaan Petroleum Fund yang tidak disiplin, lambatnya pertumbuhan sektor non-migas, serta ketidakpastian proyek Greater Sunrise menunjukkan perlunya reformasi fiskal dan percepatan diversifikasi Timor-Leste membutuhkan strategi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan agar tidak terjebak dalam jebakan ekonomi berbasis sumber daya alam semata. Copyright A 2023. Owned by Author. , published by Journal of Social Contemplativa. This is an open-access article under the CC-BY-NC-SA license. Analisis Sumber Dan Penggunaan Dana Kampanye Digital Prabowo Subianto Dan Gibran Rakabuming Raka Pada Pemilihan Umum 2024 2 Solusi terhadap Ketergantungan Sektor Migas dan Implikasinya Timor-Leste membutuhkan strategi pembangunan yang menyeluruh dan berorientasi jangka panjang untuk mengatasi tantangan ketergantungan ekonomi yang tinggi pada industri migas. Tidak ada solusi parsial untuk masalah ini. Reformasi struktural dalam ekonomi, fiskal, sumber daya manusia, dan tata kelola pemerintahan harus dilakukan untuk menyelesaikannya. Percepatan diversifikasi ekonomi adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Pemerintah harus membangun industri alternatif seperti industri pariwisata, pertanian, dan kecil menengah yang bergantung pada potensi lokal. Sektor pertanian memiliki peluang besar untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan menyerap tenaga kerja. Ini dapat dicapai melalui pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih baik, irigasi yang lebih baik, akses pasar yang lebih baik, dan pelatihan petani yang tepat tentang teknologi (Gelb, 1. Kedua, reformasi fiskal harus dilakukan untuk memperkuat disiplin anggaran dan meningkatkan efisiensi Dana Petroleum. Dana harus dialokasikan lebih tepat pada proyek jangka panjang seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur hijau. Agar fondasi fiskal negara tidak semakin rapuh, pengendalian penarikan dana yang melebihi Estimasi Pendapatan Berkelanjutan (ESI) juga harus menjadi prioritas utama (Bauer, 2. Ketiga, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan memerlukan investasi pada sumber daya manusia. Untuk memenuhi kebutuhan sektor non-migas, pemerintah harus mendukung program pendidikan vokasional dan pelatihan kerja. Diversifikasi ekonomi akan lebih mudah dicapai dan ketergantungan terhadap industri ekstraktif dapat dikurangi secara bertahap dengan kualitas tenaga kerja yang kompeten (Hill & Saldanha, 2. Keempat, untuk menjamin transparansi dalam pengelolaan sumber daya dan anggaran negara, institusi dan tata kelola pemerintahan harus ditingkatkan. Ini akan mencakup peningkatan kapasitas lembaga pengawasan, pelibatan masyarakat sipil, dan audit publik yang berkala. Tata kelola yang baik akan meningkatkan kepercayaan investor dan masyarakat serta mempercepat proses pembangunan (Mehlum. Moene, & Torvik, 2. Kelima, dalam konteks internasional. Timor-Leste harus meningkatkan diplomasi ekonomi dan kerja sama investasi asing di bidang-bidang yang tidak berhubungan dengan migas. Hal ini dapat menyebabkan transfer teknologi, peningkatan kualitas produk lokal, dan peningkatan akses ke pasar di seluruh dunia. Fokus kerja sama strategis dengan negara-negara ASEAN dan mitra pembangunan lainnya harus diarahkan pada pengembangan sektor produktif yang inklusif dan berkelanjutan. Copyright A 2023. Owned by Author. , published by Journal of Social Contemplativa. This is an open-access article under the CC-BY-NC-SA license. Analisis Sumber Dan Penggunaan Dana Kampanye Digital Prabowo Subianto Dan Gibran Rakabuming Raka Pada Pemilihan Umum 2024 Metode yang terpadu dan komprehensif ini akan memberi Timor-Leste kesempatan untuk membangun fondasi ekonomi yang akan bertumpu pada keberlanjutan, pemerataan, dan ketangguhan dalam jangka panjang daripada bergantung pada kekayaan alam. Simpulan Ketergantungan pada Petroleum Fund, meskipun telah menjadi sumber pendapatan utama dan penopang fiskal bagi Timor-Leste sejak awal kemerdekaan, ternyata juga mengakibatkan dampak negatif yang signifikan terhadap kondisi ekonomi negara itu. Ketergantungan yang berlebihan ini tidak hanya membuat ekonomi nasional rentan terhadap fluktuasi harga minyak dan gas global, tetapi juga menghambat perkembangan sektor-sektor produktif lainnya. Tidak adanya pencapaian konkret serta kurangnya usaha serius untuk mendorong diversifikasi ekonomi membuat Timor-Leste tetap terjebak dalam tingkat kemiskinan yang tinggi, ketidaksetaraan sosial yang mencolok, dan kualitas hidup masyarakat yang rendah secara keseluruhan. Untuk menyelesaikan masalah ini. Timor-Leste tidak bisa hanya mengandalkan sektor migas atau dana perwalian saja, tetapi harus melakukan transformasi ekonomi secara menyeluruh. Langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan melibatkan peningkatan kapasitas dan mutu sumber daya manusia melalui pendidikan serta pelatihan vokasional yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi di masa depan, penerapan desentralisasi dalam kebijakan fiskal dan pembangunan agar distribusi hasil pembangunan lebih merata secara geografis, serta perbaikan dalam pengelolaan keuangan negara, terutama yang berkaitan dengan penggunaan Petroleum Fund, agar lebih terarah pada investasi produktif jangka Selain itu, partisipasi dan dukungan dari komunitas global, baik melalui investasi, kolaborasi dalam pembangunan, maupun transfer teknologi, sangat penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi dan membantu proses transisi ke model pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan. Dengan demikian. Timor-Leste mampu menghindari jebakan ketergantungan sumber daya dan menciptakan dasar ekonomi yang lebih kuat dan kompetitif. Ucapan Terima Kasih Seluruh puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan anugerah-Nya, penelitian ini dapat diselesaikan dengan semestinya. Proses pengembangan penelitian bukanlah suatu perjalanan yang cepat dan sederhana, melainkan melibatkan berbagai tahap, dinamika, serta tantangan yang berkontribusi pada pemahaman dan pematangan sebuah ide penulis dalam meneliti sebuah fenomena secara ilmiah. Penulis ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada semua pihak yang telah memberikan dukungannya, baik secara langsung maupun tidak, sehingga proses penyusunan dan pelaksanaan penelitian Copyright A 2023. Owned by Author. , published by Journal of Social Contemplativa. This is an open-access article under the CC-BY-NC-SA license. Analisis Sumber Dan Penggunaan Dana Kampanye Digital Prabowo Subianto Dan Gibran Rakabuming Raka Pada Pemilihan Umum 2024 ini berjalan lancar tanpa hambatan. Tentu saja, tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, penyusunan penelitian ini tidak akan bisa diselesaikan dengan baik sesuai yang diharapkan. Secara khusus, penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta yang telah menyediakan bimbingan, dukungan akademis, dan sejumlah fasilitas yang memadai selama penyusunan penelitian ini dilakukan. Sebagai institusi pendidikan. UPN Veteran Jakarta tentu menjadi lokasi bagi penulis untuk menggali lebih dalam pengetahuan serta memahami dan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab yang sangat berarti dalam perjalanan akademis. Penulis juga ingin mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Jerry Indrawan. IP. Si selaku pengajar dalam mata kuliah Politik Global telah dengan sabar membimbing penulis melalui beragam diskusi mendalam, serta memberikan arahan yang sesuai dan masukan yang konstruktif. Ia tidak hanya berfungsi sebagai pengarah di bidang akademis, tetapi juga bertindak sebagai pemandu dalam mengembangkan pola pikir ilmiah yang kritis dan reflektif. Setiap umpan balik yang diterima telah mendukung penulis dalam merancang kerangka pemikiran secara terstruktur dan membuat penelitian ini lebih komprehensif serta relevan dengan konteks isu yang dikaji. Penulis juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan data, informasi, dan perspektif yang sangat berharga dalam mendukung konten penelitian ini. Sumbangan mereka sangat mendukung dalam memperkaya karya tulis. Terakhir, penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh belum dapat dikatakan sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk perbaikan dan pengembangan penelitian selanjutnya. Segala kekurangan dan keterbatasan dalam penelitian ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pernyataan Conflicting Interests Penulis menyatakan tidak ada potensi konflik kepentingan sehubungan dengan penelitian, kepengarangan, dan/atau publikasi dari artikel ini References