Volume 6 Nomor 2 (September 2. 85Ae 95 P-ISSN: 2502-4094 E-ISSN: 2598-781X DOI: 10. 36636/dialektika. http://ejournal. id/index. php/dialektika ANALISIS PENGARUH EKONOMI MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN PERIODE 2015-2019 Fazhar Sumantria,*. Umi Latifahb a, b Universitas Bina Saran Informatika. Jl. RS. Fatmawati No. 24 Jakarta. Indonesia fzs@bsi. ABSTRACT The Indonesia Composite Index (ICI) is one of the factors of ecomonics growth in Indonesia. The purpose of this research was to analyze the influence of macroeconomics the variable Export. Import. Inflation and USD Middle Exchange Rate on The Indonesia Composite Index (ICI). Data used in this research were obtained from The Ministry of Trade. The Central Bank of The Republic Indonesia and Financial Services Authority. The result of the F test shows significant relationship between of the variable Export. Import. Inflation and USD Middle Exchange Rate against on The Indonesia Composite Index (ICI). Meanwhile, the t test shows that the Inflation has a significant effect on The Indonesia Composite Index (ICI) but the Export. Import, and USD Middle Exchange Rate variable does not have a significant effect on the Indonesia Composite Index (ICI). Based on the result of the Adjusted R Square. Export. Import. Inflation, and USD Middle Exchange Rate variable towards the Indonesia Composite Index is 56. 4% while the rest of it 43. 6% was influenced by other factors. Keywords: Export. Import. Indonesia Composite Index. ABSTRAK Indeks Harga Saham Gabugan (IHSG) merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel Ekspor. Impor. Inflasi dan Kurs Tengah USD terhadap IHSG. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari Kementerian Perdagangan. Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan serta metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil uji F menunjukkan hubungan yang signifikan antara variabel Ekspor. Impor. Inflasi dan Kurs Tengah USD terhadap IHSG. Sementara, pada uji t menunjukkan variabel Inflasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap IHSG, namun pada variabel Ekspor. Impor dan Kurs Tengah USD tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap IHSG. Berdasarkan hasil Adjusted R Square, variabel Ekspor. Impor. Inflasi dan Kurs Tengah USD mempengaruhi IHSG sebesar 56. 4% sementara sisanya 43. 6% dipengaruhi faktor lain di luar Kata Kunci: Ekspor. Impor. IHSG. Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 stabilnya kurs mata uang suatu negara dapat PENDAHULUAN Indeks Harga Saham Gabugan (IHSG) menyebabkan menurunnya tingkat kepercayaan merupakan salah satu faktor pertumbuhan ekonomi di Indonesia. IHSG berfungsi sebagai penurunan terhadap IHSG (Antasari & Akbar, salah satu penggerakan pasar modal di Indonesia (Afa et al. , 2. Adapun beberapa Hasil penelitian sebelumnya tentang varibel independen terkait dalam penelitian ini Pengaruh Inflasi. Kurs, dan BI Rate terhadap adalah ekspor, impor, inflasi, dan kurs tengah Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek USD. Variabel pertama adalah ekspor, ekspor Indonesia merupakan salah satu kegiatan perdagangan disimpulkan bahwa secara simultan inflasi dan dalam menjual suatu barang atau jasa dari kurs berpengaruh signifikan terhadap IHSG, dalam negeri ke luar negeri, semakin banyak namun secara parsial inflasi dan kurs tidak mengekspor sebuah barang maka semakin berpengaruh signifikan (Zuhri et al. , 2. meningkat produksi suatu perusahaan. Hal ini Penelitian lainnya dengan judul AuPengaruh Kurs akan menyebabkan meningkatnya IHSG (F & Nilai Tukar. Jumlah Uang Beredar dan Laju Satar, 2. Berbeda dengan ekspor, pada Inflasi variabel kedua yaitu impor, impor merupakan GabunganAy men jelaskan bahwa variabel inflasi kegiatan membeli barang atau jasa dari luar tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG negeri ke dalam negeri. Jika semakin tinggi (Amalia, 2. barang yang di impor dari luar negeri ke dalam Tujuan (BEI) Periode Terhadap Indeks Harga Saham suatu negeri, maka hal ini dapat menyebabkan mengetahui pengaruh ekonomi makro terhadap semakin menurunnya IHSG karena kurang IHSG sebagai analisis pertumbuhan IHSG di produksinya suatu perusahaan (Antasari & Indonesia. Namun pada penelitian sebelumnya Akbar, 2. Selain ekspor dan impor varibel banyak berfokus pada Kurs. Inflasi. BI Rate, independen berikutnya adalah inflasi, inflasi Jumlah Sementara pada penelitian ini Uang yang digunakan penurunan tingkat harga secara terus menerus (Wismarini Kurniawan. Ekspor. Impor. Inflasi, dan Kurs Tengah USD Meningkatnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui penelitian peningkatan pada harga bahan baku yang akan Beredar untuk mengetahui pengaruhnya. Apabila suatu harga bahan baku meningkat, maka harga produk akan semakin Hal penurunan pendapatan pada suatu perusahaan sehingga IHSG mengalami penurunan. Variabel terkait selanjutnya adalah kurs, kurs merupakan nilai tukar suatu mata uang asing. Tidak METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif kuantitatif. Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Kementerian Perdagangan (Kemenda. Fazhar Sumantri. Umi Latifah Analisa Pengaruh Ekonomi Makro Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Periode 20152019 Bank Indonesia Keuangan (BI) (OJK). Otoritas Jasa secara parsial. Metode H3: Terdapat Pengaruh Inflasi Terhadap IHSG digunakan pada penelitian ini menggunakan secara parsial. metode analisis regresi berganda . ultiple H4: Terdapat Pengaruh Kurs Tengah USD Terhadap IHSG secara parsial. SPSS Pengujian H5:Terdapat dilakukan dengan menggunakan uji asumsi Independen klasik, seperti uji normalitas, uji autokorelasi, secara simultan. Pengaruh Terhadap Varibel Variabel Dependen uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, uji F . , uji t . Variabel Penelitian Variabel yang digunakan penelitian ini adalah: Variabel Independen Ekspor (X. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang telah dikumpulkan dan disusun, kemudian diolah menggunakan SPSS versi 17 dengan menggunakan analisis regresi berganda dan diperoleh hasil sebagai berikut: Impor (X. Inflasi (X. Kurs Tengah USD (X. Variabel Dependen Indeks Harga Saham Gabungan (Y) Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda merupakan analisis pengaruh antara dua variabel independen atau lebih terhadap satu atau lebih variabel dependen untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh Hipotesis Hasil dari kajian teori di atas dapat dirumuskan menggunakan hipotesis komparatif sebagai H0: Tidak Terdapat Pengaruh Antara Variabel Independen dengan Variabel Dependen. H1: Terdapat Pengaruh Ekspor Terhadap IHSG secara parsial. H2: Terdapat Pengaruh Impor Terhadap IHSG variabel independen terhadap variabel dependen (Panggabean et al. , 2. Adapun rumus persamaannya sebagai berikut: Y = b1X1 b2X2 . bnXn e Keterangan : Y = Variabel Terkait X = Variabel Bebas = Konstanta b = Derajat Kemiringan Regresi A = Faktor Pengganggu . rror/disturbanc. Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 Tabel 1. Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model Standardized Coefficients Beta (Constan. Ekspor 4709,371 ,150 1809,326 ,085 Impor Inflasi Kurs Tengah USD Dependent Variable: IHSG ,064 -202,784 -,056 ,067 44,782 ,086 Sig. ,345 2,603 1,760 ,012 ,084 ,208 -,432 -,070 ,962 -4,528 -,648 ,340 ,000 ,520 Model persamaan regresi di atas maka dapat Impor dijelaskan sebagai berikut: Y= 4709. 150 X1 0. 064 X2 Ae 202. X3 Ae0. 056 X4 mengakibatkan penurunan nilai IHSG. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat dijelaskan sebagai berikut: IHSG Impor Koefisien regresi Inflasi (X. sebesar Ae 784 menyatakan adanya hubungan negatif, yang artinya antara Inflasi menunjukkan konstata dari IHSG (Y), dengan IHSG menunjukkan hubungan dengan asumsi nilai dari masing- masing variabel independen adalah kenaikan nilai Inflasi maka akan mengakibatkan penurunan nilai IHSG Konstata . Koefisien regresi Ekspor (X. sebesar dan setiap penurunan nilai Inflasi akan 150 menyatakan adanya hubungan mengakibatkan kenaikan nilai IHSG. positif, yang artinya antara Ekspor Koefisien regresi Kurs Tengah USD (X. searah, artinya setiap kenaikan nilai adanya hubungan negatif, yang artinya Ekspor maka akan mengakibatkan antara Kurs Tengah USD dengan IHSG IHSG Ae0. dengan IHSG menunjukkan hubungan menunjukkan hubungan berlawanan Ekspor arah, artinya setiap kenaikan nilai Kurs mengakibatkan penurunan nilai IHSG. Tengah USD Koefisien regresi Impor (X. sebesar mengakibatkan penurunan nilai IHSG 064 menyatakan adanya hubungan dan setiap penurunan nilai Kurs Tengah positif, yang artinya antara Impor USD akan mengakibatkan kenaikan dengan IHSG menunjukkan hubungan nilai IHSG. searah, artinya setiap kenaikan nilai Fazhar Sumantri. Umi Latifah Analisa Pengaruh Ekonomi Makro Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Periode 20152019 Uji Normalitas Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui menguji hal tersebut dapat menggunakan apakah model regresi dalam penelitian ini metode grafis normal P-P Plot dari standardized memiliki distribusi normal atau tidak. Untuk residual cumulative probability. Grafik 1. Uji Normalitas Hasil tampilan grafik dalam penelitian ini sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis menunjukkan bahwa titik-titik menyebar di diagonal yang berarti data berdistribusi normal. Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 Uji Autokorelasi autokorelasi negatif, namun jika nilai DW Autokorelasi terjadi autokorelasi positif apabila berada diantara angka -2 sampai 2 maka tidak nilai durbin watson (DW) di bawah angka -2, terjadi autokorelasi (Agustina & Prima, 2. jika nilai DW di atas 2 maka terjadi Tabel 2. Durbin Watson Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Kurs Tengah USD. Inflasi. Ekspor. Impor Dependent Variable: IHSG Pada tabel durbin watson di atas didapat nilai Pengaruh Ekspor. Impor. Inflasi, dan Kurs DW sebesar 0. 886 angka tersebut berada di Tengah antara -2 sampai 2 yang berarti model regresi mengandung autokorelasi. USD Terhadap IHSG Uji Heteroskedastisitas Pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi ada melihat pola titik-titik pada scatterplot regresi. atau tidaknya heteroskedastisitas dengan Grafik 2. Uji Heteroskedastisitas Fazhar Sumantri. Umi Latifah Analisa Pengaruh Ekonomi Makro Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Periode 20152019 Hasil Uji Multikolinearitas menunjukkan pola titik-titik tidak berbentuk Uji multikolinearitas tidak terdeteksi apabila pada bentuk tertentu dan menyebar di atas dan nilai toleranceOu0. 1 dan nilai VIFO10 maka akan di bawah angka 0 pada sumbu X dan Y, maka dinyatakan tidak terjadi multikolinearitas antara variabel independen (Musa et al. , 2. heteroskedastisitas pada penelitian ini. Tabel 3. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF Model 1 (Constan. Ekspor Impor Inflasi Kurs Tengah USD Dependent Variable: IHSG Hasil dari tabel multikolinearitas di atas didapat multikolinearitas antar variabel bebas yang bahwa, pada variabel Ekspor memiliki nilai tolerance sebesar 0. 193>0. 1 dan VIF sebesar 183<10. Pada variabel Impor memiliki nilai Uji Signifikan F (Simulta. tolerance sebesar 0. 158>0. 1 dan VIF sebesar Uji 347<10. Pada variabel Inflasi memiliki nilai membandingkan nilai F hitung dengan F tabel tolerance sebesar 0. 812>0. 1 dan VIF sebesar serta nilai signifikan, apabila nilai F hitung>F 231<10. Pada variabel Kurs Tengah USD tabel dan nilai signifikan <0. 05 maka terdapat memiliki nilai tolerance sebesar 0. 626>0. 1 dan pengaruh antara variabel indenpenden terhadap VIF sebesar 1. 597<10. Berdasarkan hasil variabel dependen (Darmawanto et al. , 2. tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 Tabel 4. Uji Signifikan F (Simulta. ANOVAb Sum of Squares Model 1 Regression Mean Square Sig. Residual Total Predictors: (Constan. Kurs Tengah USD. Inflasi. Ekspor. Impor Dependent Variable: IHSG Hasil uji F (Simulta. di atas, diperoleh nilai F Uji Signifikan t (Parsia. hitung=20. Uji signifikan t digunakan dengan melihat nilai signifikan, apabila nilai signifikan<0. 05 maka menunjukkan bahwa H5 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara variabel independen hipotesis yang menyatakan bahwa secara terhadap variabel dependen yang signifikan simultan variabel independen dan variabel (Darmawanto et al. , 2. tabel=2. 00<0. Hal dependen berpengaruh signifikan. Tabel 5. Uji Signifikan t (Parsia. Coefficientsa Model 1 (Constan. Ekspor Impor Inflasi Kurs Tengah USD Dependent Variable: IHSG Sig. Hasil uji t di atas, jika nilai Sig<0. 05 maka nilai Sig sebesar 0. 340>0. 05 yang artinya variabel independen (X) berpengaruh terhadap variabel impor tidak mempunyai pengaruh yang variabel dependen. Namun, jika nilai Sig>0. signifikan terhadap IHSG. Variabel berikutnya, maka variabel independen tidak berpengaruh yang tidak memiliki nilai signifikan adalah terhadap variabel dependen. Pada hasil uji t di Kurs Tengah USD. Kurs Tengah USD memiliki atas dapat disimpulkan bahwa variabel Ekspor nilai Sig 0. 520>0. Berbeda dengan variabel mempunyai nilai Sig 0. 84>0. 05 yang artinya Ekspor. Impor dan Kurs Tengah USD. Inflasi variabel ekspor tidak memiliki pengaruh yang mempunyai nilai sig 0. 05 yang berarti signifikan terhadap IHSG, pada varibel impor Inflasi berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Fazhar Sumantri. Umi Latifah Analisa Pengaruh Ekonomi Makro Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Periode 20152019 Koefisien Determinasi Koefisien determinasi merupakan alat untuk dependen (Hasanah et al. , 2. mengukur persentase (%) pengaruh semua Tabel 6. Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Kurs Tengah USD. Inflasi. Ekspor. Impor Dependent Variable: IHSG Hasil tabel di atas, nilai Koefisien Determinasi tengah USD mengalami peningkatan maka (Adjusted R Squar. Hal ini dapat menyebabkan penurunan pada nilai dapat dijelaskan bahwa IHSG (Y) dipengaruhi IHSG, namun jika nilai inflasi mengalami 4% oleh variabel Ekspor (X. Impor penurunan maka nilai IHSG akan meningkat. (X. Inflasi (X. dan Kurs Tengah USD (X. Namun, hal ini berbeda pada penelitian sementara sisanya dijelaskan atau dipengaruhi terdahulu yang dilakukan oleh (Zuhri et al. oleh variabel lain diluar model yaitu sebesar 2. melakukan penelitian AuPengaruh Inflasi, . 4%= 43. 6%). Kurs, dan BI Rate terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasil penelitian ini didapat bahwa Ekspor. Periode Impor dan Kurs Tengah USD tidak memiliki disimpulkan bahwa secara simultan inflasi dan nilai yang signifikan terhadap IHSG, namun kurs berpengaruh signifikan terhadap IHSG. variabel impor memiliki nilai yang signifikan Namun, secara parsial inflasi dan kurs tidak terhadap IHSG, dari analisis regresi di atas di berpengaruh signifikan dan (Amalia, 2. dapat bahwa variabel ekspor dan impor melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh memiliki hubungan searah terhadap IHSG yang Kurs Nilai Tukar. Jumlah Uang Beredar dan artinya setiap kenaikan nilai ekspor dan impor Laju Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham maka dapat menyebabkan kenaikan pada nilai GabunganAy dalam penelitiannya dijelaskan IHSG, namun jika nilai ekspor dan impor bahwa variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. 2014-2018Ay menurunnya IHSG. Namun, pada variabel Hasil dari penelitian terdahulu di atas inflasi tidak signifikan terhadap IHSG, namun pada USD hubungan yang berlawanan arah terhadap IHSG, yang artinya jika nilai inflasi dan kurs penelitian ini inflasi berpengaruh signifikan Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 terhadap IHSG. Penelitian ini memiliki manfaat Sementara sisanya sebesar 43. 6% dipengaruhi bagi investor dan analis yang mengandalkan oleh faktor lain di luar model. memprediksi pergerakan IHSG dimana variabel yang dapat digunakan pada periode penelitian kemungkinan bahwa perlu ada penelitian lebih menyebabkan variabel makroekonomi lain tidak dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan IHSG pada periode lain sehingga topik penelitian ini bisa diteliti lebih lanjut untuk memperkaya pendekatan teoritis dan praktis dalam memprediksi pergerakan IHSG. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Hasil uji secara simultan . ji F), menunjukkan bahwa H5 diterima karena terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji secara parsial . , menunjukkan bahwa H1 ditolak karena variabel Ekspor (X. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap IHSG. ditolak karena variabel Impor (X. secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. H3 diterima karena variabel Inflasi (X. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap IHSG. H4 ditolak karena variabel Kurs Tengah USD (X. secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Berdasarkan uji Adjusted R Square di dapat hasil bahwa variabel independen (Ekspor. Impor. Inflasi dan Kurs Tengah USD) dependen (IHSG) yaitu sebesar 56. DAFTAR PUSTAKA