Jurnal Akademi Akuntansi Indonesia Padang e-ISSN: 2775-9768 p-ISSN: 2777-0974 Vol. No. Oktober 2025 Pengaruh Perencanaan Pajak dan Profitabilitas Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Sektor Infrastruktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2023 Jefri Naldi1. Yulia Syafitri2*. Meri Yani3 Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti Padang. Indonesia Coresponding author: yuliafirenze@gmail. Info Artikel Direvisi, 10/01/2026 Diterima, 26/01/2026 Dipublikasi, 13/02/2026 Kata Kunci: Perencanaan Pajak. Profitabilitas. Manajemen Laba. Perusahaan Sektor Infrastruktur. Bursa Efek Indonesia Keywords: Tax Planning. Profitability. Profit Management. Infrastructure Sector Companies. Indonesia Stock Exchange Abstrak Perusahaan sektor infrastruktur sering kali dihadapkan pada tantangan dalam mengelola manajemen laba, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah perencanaan pajak dan profitabilitas. Praktik manajemen laba yang tidak tepat dapat mengarah pada distorsi informasi yang merugikan berbagai pihak, termasuk investor dan kreditor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perencanaan pajak dan profitabilitas terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021Ae Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan explanatory survey, menggunakan teknik regresi linear berganda untuk menganalisis data dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, sementara profitabilitas memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap manajemen laba. Secara simultan, perencanaan pajak dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, memberikan gambaran penting bagi perusahaan sektor infrastruktur dalam mengelola laba mereka secara efisien. Abstract Infrastructure sector companies are often faced with challenges in managing profit management, which can be influenced by various factors, one of which is tax planning and profitability. Improper profit management practices can lead to information distortions that are detrimental to various parties, including investors and creditors. Therefore, this study aims to analyze the influence of tax planning and profitability on profit management in infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021Ae2023 period. The method used in this study is quantitative with an explanatory survey approach, using multiple linear regression techniques to analyze data from the company's annual financial statements. The results show that tax planning has no significant effect on profit management, while profitability has a significant positive influence on profit management. Simultaneously, tax planning and profitability have a significant impact on profit management, providing an important picture for infrastructure sector companies in managing their profits efficiently. PENDAHULUAN Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu akuntansi, bidang ini tidak lagi terbatas pada pembahasan tentang metode dan prosedur pencatatan untuk menyusun laporan Akuntansi kini juga mencakup perilaku manajer yang menyusun laporan informasi di dunia bisnis, menjadi dasar bagi perkembangan teori akuntansi positif dalam beberapa DOI: https://doi. org/10. 31933/xj7v1706 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Page 372 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 dekade terakhir. Perkembangan teori ini mencakup semakin meningkatnya perhatian terhadap manajemen laba, yang mempengaruhi laporan keuangan dan keputusan-keputusan yang diambil oleh pihak terkait. Menurut Juliana et al. , . , manajemen laba adalah upaya perusahaan untuk merekayasa informasi laba melalui pengendalian operasional dan sistem laporan keuangan, yang sering kali menyebabkan distorsi pada informasi laba. Hal ini dapat dilakukan dengan cara-cara seperti pengakuan pendapatan yang agresif atau pengaturan Oleh karena itu, keterkaitan antara manajemen laba dengan perencanaan pajak dan profitabilitas sangat erat, karena perusahaan sering kali menggunakan kedua strategi ini untuk mencapai tujuan tertentu, seperti mengelola beban pajak yang harus dibayar atau memperlihatkan profitabilitas yang lebih baik kepada investor dan kreditor. Murniyah . menambahkan bahwa manajemen laba merupakan upaya manajer perusahaan untuk mempengaruhi informasi laporan keuangan dengan berbagai motivasi, yang pada akhirnya dapat merugikan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laba Bila laporan laba yang disajikan tidak mencerminkan kondisi yang sesungguhnya, maka pengambilan keputusan oleh pemangku kepentingan akan menjadi keliru karena dasar keputusan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di Sebaliknya, perencanaan pajak memegang peranan penting dalam mengelola kewajiban pajak perusahaan, yang juga berpengaruh pada kinerja keuangan secara Smith . menyatakan bahwa perencanaan pajak yang baik dapat membantu perusahaan mengurangi beban pajak dan meningkatkan profitabilitas. Jika perusahaan dapat mengelola pajak dengan efisien, maka mereka memiliki lebih banyak sumber daya yang dapat diinvestasikan, yang akhirnya dapat meningkatkan laba perusahaan. Perencanaan pajak yang baik juga akan mempengaruhi keputusan manajerial terkait pengakuan pendapatan dan pengeluaran yang menjadi bagian dari manajemen laba. Dengan adanya perencanaan pajak yang efektif, perusahaan dapat meminimalkan pembayaran pajak sekaligus memastikan laporan keuangan yang sesuai dengan tujuan pelaporan. Kasmir . menyatakan bahwa profitabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, serta memberikan ukuran tentang efektivitas manajemen perusahaan. Profitabilitas yang tinggi biasanya menunjukkan kinerja yang baik, sedangkan perusahaan dengan profitabilitas rendah mungkin melakukan manajemen laba untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik dari kenyataan. Davis . juga menegaskan bahwa profitabilitas yang tinggi dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan dan memengaruhi persepsi investor terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Dalam kaitannya dengan perencanaan pajak, perusahaan yang dapat merencanakan pajaknya dengan baik akan meningkatkan profitabilitas dan pada saat yang sama memengaruhi cara mereka mengelola laba. Oleh karena itu, perencanaan pajak dan profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap praktik manajemen laba. Hal ini juga terkait dengan regulasi pajak yang berlaku di negara tersebut. Suandy . menjelaskan bahwa pajak dipandang sebagai kewajiban bagi perusahaan yang dapat mengurangi daya beli mereka, yang memotivasi perusahaan untuk mengelola pajaknya secara Salah satu cara untuk mengukur efektivitas perencanaan pajak adalah melalui Tax Rate Retention (TRR), yang menunjukkan seberapa baik perusahaan dalam mengelola kewajiban pajaknya. Selain faktor regulasi, motivasi pasar modal juga memengaruhi praktik manajemen Minimnya informasi yang tersedia mendorong manajer perusahaan untuk melakukan praktik manajemen laba, dengan tujuan agar laporan keuangan menunjukkan kinerja yang baik sehingga investor merespons positif saham yang ditawarkan. Oleh karena itu, hubungan antara perencanaan pajak dan manajemen laba menjadi semakin penting, terutama ketika profitabilitas perusahaan mengalami penurunan, karena perusahaan mungkin akan lebih terdorong untuk melakukan manajemen laba guna menarik investor. Seiring dengan itu. Page 373 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 perusahaan perlu mengelola kedua aspek ini dengan hati-hati agar tetap mematuhi peraturan perpajakan sambil mencapai tujuan keuangan mereka. Hasil dari beberapa peneliti seperti Ammy, . menyatakan perencanaan pajak tidak berpengaruh secara signifikan. Sedangkan profitabilitas berpengaruh secara positif terhadap manajemen laba. Sedangkan peneliti Fitria R. , . menyatakan secara parsial berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Dan penelitian yang di lakukan oleh Jesika, . perencanaan pajak menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh dan tidak signifikan antara perencanaan pajak terhadap manajemen laba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perencanaan pajak dan profitabilitas terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2023. Fokus penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana perencanaan pajak yang baik dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan dan bagaimana kedua faktor tersebut saling berhubungan dalam memengaruhi praktik manajemen Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji apakah perencanaan pajak secara parsial berpengaruh terhadap manajemen laba, apakah profitabilitas secara parsial berpengaruh terhadap manajemen laba, dan apakah kedua faktor tersebut berpengaruh secara simultan terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian verifikatif yang bertujuan untuk menguji atau membuktikan kebenaran dari pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode explanatory survey, yang berfungsi untuk menguji hipotesis dengan menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antara variabel (Adnyana, 2. Penelitian ini bersifat kuantitatif, menggunakan teknik statistik untuk menguji populasi dan sampel yang diambil dari perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021 hingga 2023. Objek penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan sektor infrastruktur yang tercatat di BEI, dan unit analisis yang diambil adalah perusahaan-perusahaan tersebut yang berada pada lokasi penelitian, yaitu Galeri Investasi BEI di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang (FEB-UNP). Metode pengumpulan data melibatkan riset perpustakaan, yang mengakses berbagai buku dan jurnal terkait, serta studi internet yang mencari literatur dan data yang diperlukan melalui sumber-sumber terkait di situs resmi perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI pada periode 2021Ae2023, yang jumlahnya mencapai 66 perusahaan. Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria perusahaan yang konsisten terdaftar di BEI selama periode pengamatan, melaporkan laporan keuangan tahunan, dan melaporkan laba. Berdasarkan kriteria tersebut, sampel penelitian terdiri dari 24 perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik sampel dan variabel yang ada. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan uji asumsi klasik, seperti uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan bahwa data yang digunakan memenuhi asumsi regresi yang diperlukan. Analisis regresi linear berganda digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perencanaan pajak dan profitabilitas terhadap manajemen laba. Model regresi yang digunakan adalah: ML = 1PP 2PF e, di mana ML adalah manajemen laba. PP adalah perencanaan pajak, dan PF adalah profitabilitas. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial, serta uji F untuk menguji pengaruh simultan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji koefisien determinasi (R. juga digunakan untuk mengetahui Page 374 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 seberapa besar variabel bebas dapat menjelaskan variasi pada variabel terikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perencanaan pajak dan profitabilitas terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor infrastruktur, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana kedua faktor ini berinteraksi dalam pengelolaan laba perusahaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Tabel 1. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan statistik deskriptif residual pada 30 sampel, diperoleh rata-rata residual (Mea. 875 dan standar deviasi (Std. Deviatio. Uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan perbedaan maksimum (Absolut. antara distribusi kumulatif observasi dan distribusi normal teoritis 157, dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig. ) 0. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0. 05, dapat disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Tabel 2. Hasil Uji Multikolinieritas Collinearity Diagnosticsa Model Dimension Eigenvalue Condition Index Dependent Variable: LNY Variance Proportions (Constan. LNX1 LNX2 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas yang ditunjukkan dalam tabel di atas, terdapat indikasi adanya multikolinearitas dalam model regresi ini. Pada Dimensi 1. Condition Index 000, yang sangat rendah, dan Variance Proportions untuk semua variabel juga sangat rendah, yang tidak menunjukkan masalah multikolinearitas. Namun, pada Dimensi 2. Condition Index adalah 5. 990, masih dalam batas aman . i bawah . , tetapi Variance Proportion untuk LNX2 mencapai 0. 90, yang relatif tinggi, menunjukkan bahwa sebagian besar varians koefisien LNX2 dijelaskan oleh dimensi ini. Di Dimensi 3. Condition Index 328, masih di bawah ambang batas 30, namun Variance Proportions untuk (Constan. dan LNX1 sangat tinggi, masing-masing 0. 98 dan 0. 94, yang menunjukkan bahwa varians koefisien untuk konstanta dan LNX1 sangat dipengaruhi oleh dimensi ini. Meskipun Page 375 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Condition Index pada Dimensi 3 masih di bawah ambang batas, tingginya Variance Proportions untuk beberapa variabel, terutama pada Dimensi 2 dan 3, menunjukkan adanya korelasi kuat antar variabel independen, yang mengindikasikan adanya multikolinearitas. Uji Autokorelasi Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi Dengan Run Test Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Asymp. Sig. -taile. Median Penjabaran hasil Uji Autokorelasi menggunakan Runs Test pada Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. adalah 0,094 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho Diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala autokorelasi pada residual model regresi yang berarti residual bersifat acak atau random. Uji Heteroskeditas Tabel 4. Hasil Uji Heteroskeditas Dengan Uji Glejser Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Model Std. Error Beta Sig. Tolerance VIF 1 (Constan. LNX1 LNX2 Dependent Variable: Abs Berdasarkan hasil Uji Glejser, terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi ini. Nilai signifikansi untuk variabel LNX1 adalah 0,031 dan untuk LNX2 adalah 0,007, keduanya lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan adanya heteroskedastisitas pada kedua variabel tersebut. Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. LNX1 LNX2 Dependent Variable: LNY Sig. Berdasarkan model persamaan regresi ML = 2. 657 Ae 0. 213 PP 0. 808 PF e, berikut Konstanta () memiliki nilai B sebesar 2. 657, yang menunjukkan nilai prediksi variabel dependen (ML) ketika variabel independen (PP dan PF) bernilai nol. Page 376 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Koefisien regresi 1 untuk variabel PP adalah -0. 213, yang menunjukkan hubungan negatif antara PP dan ML. Artinya, setiap peningkatan satu satuan pada PP, dengan PF konstan, akan menyebabkan penurunan rata-rata ML sebesar 0. 213 satuan. Koefisien regresi 2 untuk variabel PF adalah 0. 808, yang menunjukkan hubungan positif antara PF dan ML. Artinya, setiap peningkatan satu satuan pada PF, dengan PP konstan, akan menyebabkan peningkatan rata-rata ML sebesar 0. 808 satuan. Koefisien Determinasi Tabel 6. Uji Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Model R Square Square Predictors: (Constan. LNX2. LNX1 Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change Change df1 df2 077 2 27 Sig. Change Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R Square dan Adjusted R Squar. yang disajikan dalam Tabel 6, model regresi menunjukkan bahwa nilai R Square adalah 0,659, yang berarti 65,9% variasi pada variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen (Constant. LNX2. LNX. dalam model. Nilai Adjusted R Square adalah 0,634, yang lebih disukai karena telah disesuaikan dengan jumlah variabel independen, memberikan gambaran lebih akurat tentang kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel Nilai Std. Error of the Estimate sebesar 1,62345570 menunjukkan ukuran standar deviasi dari residu. Selain itu, nilai Sig. F Change sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan bahwa model regresi secara signifikan mampu menjelaskan variasi pada variabel dependen. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi ini memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menjelaskan variasi variabel dependen, meskipun masih ada faktor-faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Tabel 7. Hasil Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji . Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. LNX1 LNX2 Dependent Variable: LNY Sig. Berdasarkan hasil uji signifikansi parameter individual (Uji . yang disajikan dalam Tabel 7, diperoleh hasil sebagai berikut: Nilai signifikansi (Sig. ) untuk konstanta adalah 0,252, yang lebih besar dari 0,05, sehingga konstanta tidak signifikan secara statistik, yang berarti tanpa adanya variabel independen, nilai Y tidak berbeda signifikan dari nol. Untuk X1, nilai signifikansi (Sig. ) adalah 0,334, yang juga lebih besar dari 0,05, sehingga X1 tidak signifikan secara statistik dan tidak berpengaruh signifikan terhadap Y. Sedangkan untuk X2, nilai signifikansi (Sig. ) adalah 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga X2 signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh signifikan terhadap Y. Kesimpulannya, berdasarkan hasil Uji t. X2 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Y, sementara konstanta dan X1 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Y. X2 juga merupakan variabel independen dengan pengaruh paling kuat terhadap Y. Page 377 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Tabel 8. Hasil Uji Signifikansi Keseluruhan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: LNY Predictors: (Constan. LNX2. LNX1 Sig. Berdasarkan hasil Uji F yang disajikan dalam tabel ANOVA, nilai F hitung adalah 007 dengan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen (Profitabilitas dan Perencanaan Paja. secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Manajemen Lab. Ini menunjukkan bahwa model regresi layak digunakan dan variabel prediktor (LNX2 dan LNX. memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen (LNY). Perbandingan antara Uji F dan Uji t menunjukkan bahwa Uji t digunakan untuk menguji pengaruh parsial setiap variabel independen, sementara Uji F menguji pengaruh simultan seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil Uji t menunjukkan bahwa X1 tidak berpengaruh signifikan terhadap Y . ilai Sig. 0,053 > 0,. , sedangkan Uji F menunjukkan bahwa variabel X1 dan X2 secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Y . ilai F hitung 9. Sig. 0,000 < 0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jika nilai t hitung lebih besar dari t tabel, maka ada pengaruh signifikan, sementara jika lebih kecil, tidak ada pengaruh signifikan. Pengaruh Perencanaan Pajak Terhadap Manajemen Laba Berdasarkan hasil pengujian menyatakan bahwa perencanaan pajak tidak berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor infrastruktur. bisa jadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah strategi perencanaan pajak yang dilakukan perusahaan tidak berfokus pada manipulasi laba, melainkan pada efisiensi pembayaran pajak dalam jangka Selain itu, regulasi dan pengawasan yang ketat terkait manajemen laba pada sektor infrastruktur juga bisa menjadi faktor penahan. Fokus pada efisiensi jangka panjang, perusahaan infrastruktur mungkin lebih fokus pada perencanaan pajak yang bertujuan untuk mengoptimalkan pembayaran pajak dalam jangka panjang, bukan untuk memanipulasi laba jangka pendek. Misalnya, mereka mungkin memanfaatkan fasilitas pajak tertentu untuk investasi jangka panjang yang akan menghasilkan keuntungan di masa depan. Regulasi yang Ketat. Sektor infrastruktur seringkali diatur secara ketat oleh pemerintah, termasuk dalam hal pelaporan keuangan dan praktik manajemen laba. Adanya pengawasan yang ketat ini dapat membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam melakukan manajemen laba karena risiko sanksi yang tinggi. Keterbatasan dalam memanipulasi laba, beberapa perusahaan infrastruktur mungkin memiliki karakteristik yang membuat mereka sulit untuk memanipulasi laba. Misalnya, proyek infrastruktur yang besar dan kompleks seringkali memiliki kontrak jangka panjang yang sulit untuk dimodifikasi secara signifikan untuk tujuan manajemen laba. Peran pihak eksternal, perusahaan infrastruktur juga mungkin lebih memperhatikan kepentingan pemangku kepentingan eksternal seperti investor dan kreditur. Mereka mungkin enggan melakukan manajemen laba yang berlebihan karena dapat merusak reputasi perusahaan dan mengurangi kepercayaan investor. Berdasarkan hasil pengujian hipoiteisis oleh Hafidz Dinta Fulian . variabel Perencanaan Pajak terbukti berpeingaruh negatif dan tidak signifikan teirhadap manajemein Page 378 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Manajemen Laba Menurut Sunyoto . , profitabilitas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba sebelum periode tertentu. Rasio ini memberikan ukuran mengenai tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan alat evaluasi kinerja manajemen selama ini. Hal tersebut sesuai dengan teori motivasi pasar modal yang menyatakan bahwa perusahaan memiliki dorongan untuk melakukan manajemen laba yang dapat meningkatkan penerimaan melalui pengaturan tingkat laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan. (Sulistyanto, 2. Berdasarkan hasil pengujian menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh signifkan terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor infrastruktur. Menurut Sulistyanto . , ketika profitabilitas tinggi manajemen terpicu untuk melakukan manajemen laba, tetapi data penelitian tidak demikian. Hal ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan, yaitu . walaupun meningkat. ROA belum mencapai target laba yang diinginkan. ROA merupakan perbandingan dari profit dibagi asset, saat asset berkurang maka ROA akan naik, namun kenaikan tersebut tidak memberikan efek terhadap capaian laba yang nyata, sehingga tidak mendorong manajer untuk memanajemen laba. manajemen laba yang dilakukan bukan dalam bentuk maksimalisasi laba. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Mentari Virudia Eka Putri . yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Pengaruh Perencanaan Pajak dan Profitabilitas Terhadap Manajemen laba Perencanaan pajak dan profitabilitas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Menurut Sopian . menyatakan bahwa Hasil pengujian oleh Olifia Tala . Profitabilitas dan Leverage secara bersama-sama . berpengaruh terhadap Manajemen Laba. Secara parsial Profitabilitas berpengaruh terhadap Manajemen Laba, sedangkan Leverage secara parsial tidak berpengaruh terhadap Manajemen Laba. Sedangkan hasil penelitian ini konsisten dengan Cebi Clara Jesika . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pajak tidak berpengaruh terhadap manajemen Profitabilitas tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap manajemen laba. Kemudian tidak adanya pengaruh yang signifikan antara perencanaan pajak dan profitabilitas terhadap manajemen laba secara simultan. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa perencanaan pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba secara parsial, dengan nilai signifikansi sebesar 0,334 yang lebih besar dari 0,05, sehingga H1 ditolak. Hal ini disebabkan oleh variasi dampak perencanaan pajak terhadap manajemen laba, di mana dalam beberapa kasus, perencanaan pajak bisa memiliki dampak negatif jika tidak dilakukan dengan tepat. Profitabilitas, di sisi lain, memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 yang jauh lebih kecil dari 0,05 dan menunjukkan pengaruh positif yang kuat terhadap manajemen laba, dengan koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,798. Selanjutnya, berdasarkan hasil uji F pada tabel ANOVA, perencanaan pajak dan profitabilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, dengan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan beberapa saran. Pertama, penelitian ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mendorong atau menghambat manajemen laba, serta bagaimana perusahaan sektor infrastruktur menyiasati peraturan perpajakan untuk mencapai tujuan laba yang diinginkan. Kedua, penulis berharap penelitian ini dapat dilanjutkan oleh peneliti lainnya secara kontinyu untuk memantau perubahan-perubahan yang terjadi dari tahun ke tahun, serta mengetahui langkah- Page 379 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 langkah yang dilakukan untuk mengatasi masalah terkait perencanaan pajak, profitabilitas, dan manajemen laba. Daftar Pustaka