Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BUDIDAYA TANAMAN HIAS BAGI KELOMPOK WANITA TANI SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG EKONOMI KREATIF DESA Santhyami 1. Lina Agustina2. Putri Agustina3. Rina Astuti4. Annur Indra Kusumadani5. Siti Kartika Sari6 Pendidikan Biologi. FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta E-mail: san915@ums. id1, la263@ums. id2, pa182@ums. ra122@ums. id4, aik120@ums. id5, sks234@ums. ABSTRACT Ornamental plant cultivation can be widely beneficial in boosting community economic growth. The ornamental plant business is part of creative economic development and is one way to increase farmers' income towards better purchasing power. Ornamental plant cultivation is considered to have high economic potential, as it can be done on limited land with relatively small capital and a wide market. This community service activity aims to improve the skills and economic independence of members of the Berkah Tani 2 Women Farmers Group (KWT) through training and assistance in ornamental plant cultivation. The program will be implemented in May 2025 using a participatory approach (Participatory Rural Appraisa. that emphasizes active community involvement in every stage of the activity. The stages of this activity are activity preparation, activity implementation, and evaluation, where evaluation is conducted through interviews and observations after the activity is carried out. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge, as seen from their ability to explain the cultivation stages more accurately, an increase in skills, as shown by the success of most participants in practicing plant propagation and maintenance independently, and an increase in motivation, as seen from the members' initiative to increase the number of plants and start planning simple marketing. This activity is expected to become a model for sustainable horticulture-based community empowerment. Keywords: community empowerment. KWT, ornamental plants Santhyami. Lina Agustina. Putri Agustina. Rina Astuti. Annur Indra Kusumadani. Siti Kartika Sari Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 ABSTRAK Budidaya tanaman hias dapat bermanfaat luas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bisnis tanaman hias adalah bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan merupakan salah satu cara meningkatkan pendapatan petani menuju daya beli yang lebih baik. Budidaya tanaman hias dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi, karena dapat dilakukan pada lahan terbatas dengan modal relatif kecil dan pasar yang luas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Tani 2 melalui pelatihan dan pendampingan budidaya tanaman hias. Program ini dilaksanakan bulan Mei 2025 dengan pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisa. yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Tahapan dalam kegiatan ini adalah persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi, dimana evaluasi dilakukan melalui wawancara dan observasi setelah kegiatan dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang terlihat dari kemampuan mereka menjelaskan kembali tahapan budidaya secara lebih tepat, peningkatan keterampilan yang ditunjukkan oleh keberhasilan sebagian besar peserta dalam mempraktikkan perbanyakan dan pemeliharaan tanaman secara mandiri, serta peningkatan motivasi yang tampak dari inisiatif anggota menambah jumlah tanaman dan mulai merencanakan pemasaran sederhana. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis hortikultura yang berkelanjutan. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat. KWT, tanaman hias Pengembangan Keterampilan Budidaya Tanaman Hias Bagi Kelompok Wanita Tani Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PENDAHULUAN Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi penting dalam upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan warga berbasis potensi lokal (Kartasasmita, 1. Dalam konteks pedesaan Indonesia, perempuan memiliki peran yang signifikan dalam menopang ekonomi keluarga, khususnya melalui kegiatan agrikultur dan hortikultura (Fitriani & Andriani, 2. Salah satu wadah pemberdayaan perempuan di sektor pertanian adalah Kelompok Wanita Tani (KWT), yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan produktivitas perempuan dalam bidang pertanian dan kewirausahaan (K. Pertanian, 2. Potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui pemberdayaan tersebut salah satunya adalah budidaya tanaman hias, mengingat kegiatan ini mudah dilakukan, bernilai ekonomi, dan sesuai dengan keterampilan yang sudah dimiliki banyak perempuan desa. Dalam beberapa tahun terakhir, tren tanaman hias menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama setelah pandemi COVID-19, ketika aktivitas bercocok tanam menjadi gaya hidup baru masyarakat urban dan rural (Sari. Rahmawati, & Yusuf, 2. Tanaman hias masuk dalam golongan hortikultura yang pengelompokannya berdasarkan fungsi Hortikultura berasal dari bahasa latin yakni hortus dan culture. Hortus berarti kebun dan culture yang berarti bercocok tanam. Dapat dikatakan bahwa hortikultura adalah budidaya tanaman yang dapat dilakukan di kebun atau halaman rumah (Dwitanto & Utami, 2. Minat masyarakat terhadap tanaman hias juga meningkat seiring pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan dan taraf hidup, serta perubahan gaya hidup masyarakat. Pengembangan usaha tanaman hias memiliki peluang besar dengan maraknya pembangunan komplek Santhyami. Lina Agustina. Putri Agustina. Rina Astuti. Annur Indra Kusumadani. Siti Kartika Sari Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 perumahan, perkantoran, dan taman kota (D. Pertanian, 2. Tanaman hias juga berperan sebagai paru-paru lingkungan, yaitu pemberi udara bersih dan penyaring udara yang kotor. Dengan banyaknya tanaman hias, udara menjadi lebih bersih dan segar, serta mampu memberikan perlindungan dari sengatan matahari. Menanam atau memelihara tanaman hias kini menjadi kegemaran masyarakat yang tidak hanya memberi ketenteraman jiwa dan mengurangi stres, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Tanaman hias juga memberikan manfaat ekologis yang baik terkait fungsinya terhadap lingkungan (Hamidah, 2. Selain berfungsi sebagai pembersih udara, tanaman hias memiliki nilai ekonomi sehingga membuka peluang usaha. Potensi ekonomi inilah yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok wanita tani di pedesaan sebagai sumber pendapatan tambahan sekaligus penguatan kemandirian ekonomi keluarga. Budidaya tanaman hias dapat memberikan manfaat luas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bisnis tanaman hias merupakan bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan menjadi salah satu cara meningkatkan pendapatan petani menuju daya beli yang lebih Budidaya tanaman hias dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi karena dapat dilakukan pada lahan terbatas dengan modal relatif kecil dan pasar yang luas (Astriani. Bahfen, & Mulyanto, 2. Peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui budidaya tanaman hias sangat beragam, seperti penjualan bibit dan tanaman pot, penyediaan paket tanaman dekoratif, hingga jasa perawatan atau penataan taman skala kecil. Contohcontoh ini menunjukkan bahwa usaha tanaman hias dapat menjadi sumber penghasilan yang fleksibel dan mudah diadaptasi oleh masyarakat. Pengembangan Keterampilan Budidaya Tanaman Hias Bagi Kelompok Wanita Tani Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Namun, berbagai kendala masih dihadapi masyarakat, terutama perempuan desa, seperti keterbatasan pengetahuan teknis, minimnya inovasi media tanam, dan kurangnya kemampuan pemasaran digital (Bangkit, 2. Kondisi tersebut juga dialami oleh KWT Berkah Tani 2 yang berlokasi di Desa Ngasem. Kecamatan Colomadu yang beranggotakan 25 orang. Anggota kelompok memiliki minat tinggi terhadap tanaman hias, dimana KWT memiliki lahan yang cocok untuk budidaya tanaman tetapi belum ada pendampingan teknis dan manajerial yang memadai. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Tani 2 melalui pelatihan dan pendampingan budidaya tanaman hias. Program ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya poin ke-5 . esetaraan gende. dan ke-8 . ertumbuhan ekonomi inklusi. melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat (United Nations, 2. PELAKSANAAN DAN METODE Pendekatan Kegiatan Kegiatan (Participatory Rural Appraisa. yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil (Chambers, 1. Dalam penerapannya. PRA dilakukan melalui pemetaan partisipatif untuk mengidentifikasi potensi dan hambatan budidaya tanaman hias di lingkungan KWT. Kegiatan juga melibatkan diskusi kelompok terarah (FGD) untuk menentukan jenis tanaman yang akan dibudidayakan, teknik perawatan Santhyami. Lina Agustina. Putri Agustina. Rina Astuti. Annur Indra Kusumadani. Siti Kartika Sari Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 yang sesuai, serta rencana pengembangan usaha. Selain itu, anggota KWT secara aktif dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait pola tanam dan strategi pemasaran sederhana sehingga setiap langkah benar-benar Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan di KWT Berkah Tani 2. Desa Ngasem. Kecamatan Colomadu. Karanganyar pada bulan Mei 2025. KWT Berkah Tani 2 beranggotakan 25 orang yang seluruhnya perempuan dengan rentang usia 25-60 tahun. Pekerjaan Sebagian besar anggota KWT adalah ibu Rumah Tangga. Lokasi ini dipilih karena memiliki lahan yang bisa untuk budidaya tanaman hias dan dukungan sosial yang Lahan yang ada di KWT sebagian ditanami tanaman sayur sedangkan bagian lainnya masih banyak yang kosong. Berdasarkan hal ini, anggota KWT sudah memiliki pengalaman dasar pertanian sehingga potensial untuk pengembangan usaha. Tahapan Kegiatan Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: Persiapan Kegiatan Persiapan dilakukan sebelum kegiatan, meliputi perizinan ke desa dan diskusi dengan ketua KWT Berkah Tani 2 mengenai rencana budidaya tanaman hias yang akan dilaksanakan. Selain itu, dilakukan observasi terhadap lahan yang dimiliki KWT untuk melihat kondisi tanah, tingkat pencahayaan, dan ketersediaan air. Hasil observasi tersebut menjadi dasar pemilihan jenis tanaman hias yang tahan panas dan sesuai dengan kondisi lingkungan Pengembangan Keterampilan Budidaya Tanaman Hias Bagi Kelompok Wanita Tani Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 setempat, sehingga budidaya yang dilakukan lebih efektif dan . Pelatihan Teknis Budidaya Tanaman Hias Pelatihan dilaksanakan pada bulan mei 2025 dengan harapannya diikuti oleh seluruh anggota KWT yang berjumlah 25 Adapun materi yang kami sampaikan adalah teknik perbanyakan dengan stek, pembuatan media tanam ramah lingkungan, pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit. Pelatihan dilakukan dengan metode demonstratif dan praktik . Evaluasi Evaluasi Penilaian kemampuan peserta menjelaskan kembali tahapan budidaya tanaman hias, sedangkan peningkatan keterampilan dinilai berdasarkan ketepatan peserta dalam mempraktikkan pemilihan media tanam, perbanyakan, dan perawatan tanaman sesuai arahan. Tabel 1. Indikator Keberhasilan dan Teknik Pengukuran Aspek yang Indikator Keberhasilan Dinilai Pengetahuan Peserta tahapan budidaya tanaman hias dengan benar Teknik Pengukuran Wawancara . ertanyaan lisan Santhyami. Lina Agustina. Putri Agustina. Rina Astuti. Annur Indra Kusumadani. Siti Kartika Sari Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Keterampilan Motivasi Peserta mempraktikkan pemilihan perawatan tanaman secara Peserta koleksi tanaman atau menata ulang area tanam Observasi langsung lembar cek praktik Wawancara singkat terhadap tindakan pasca kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh anggota KWT Berkah Tani 2 yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Hasil dari kegiatan Masyarakat ini adalah sebagai berikut: Persiapan Kegiatan Kegiatan pemerintah desa serta koordinasi dengan ketua KWT Berkah Tani 2 terkait pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan budidaya tanaman hias. KWT Berkah Tani 2 terdiri atas sekitar 25 anggota perempuan berusia 25Ae60 tahun yang aktif mengelola lahan kelompok. Hasil diskusi dan observasi menunjukkan bahwa KWT memiliki lahan yang cukup luas, diperoleh dari pemerintah desa sejak masa pandemi Covid-19. Lahan tersebut sebelumnya ditanami labu kuning, pare, dan beberapa jenis tanaman toleran terhadap kondisi panas, sementara sebagian area masih belum dimanfaatkan. Karakteristik lahan dan ketersediaan ruang tanam tersebut membuka peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman hias sebagai komoditas bernilai ekonomi. Tanaman hias dipilih karena anggota KWT memiliki minat yang besar terhadap budidaya tanaman hias, namun masih memiliki Pengembangan Keterampilan Budidaya Tanaman Hias Bagi Kelompok Wanita Tani Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 keterbatasan pengetahuan terkait teknik budidaya, pemilihan media tanam, perbanyakan, serta strategi pemasaran sederhana untuk memilih tanaman yang memiliki peluang jual tinggi. Melalui diskusi dengan ketua KWT, disepakati bahwa kegiatan pengabdian masyarakat difokuskan pada pelatihan budidaya tanaman hias sebagai langkah awal untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian usaha anggota. Pelatihan Budidaya Tanaman Hias Kegiatan pelatihan dilakukan 2 tahap yaitu: Sosialisasi tentang budidaya tanaman hias Sosialisasi tentang tanaman hias dan peluang usaha tanaman hias menjadi materi yang diberikan sebelum kegiatan penanaman. Teknik perbanyakan dengan stek perlu dijelaskan karena banyak tanaman dapat diperbanyak dengan mudah bila menggunakan teknik Menurut Yunita. Chatri, & Suprayitno . , dengan stek akan diperoleh tanaman yang memiliki karakter identik dengan pohon induknya. Karena itu, penyetekan dapat dikatakan sebagai suatu teknik kloning suatu jenis tanaman terpilih. Keunggulan perbanyakan tanaman secara vegetatif ini adalah menghasilkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya. Selain itu, tanaman yang berasal dari perbanyakan secara vegetatif lebih cepat berbunga. Materi yang kedua adalah pembuatan media tanam ramah KWT Berkah Tani 2 biasa menggunakan pupuk organic buatan sendiri, sehingga ketika kami berkegiatan juga memberikan materi tentang pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga yang mana pupuk tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung Santhyami. Lina Agustina. Putri Agustina. Rina Astuti. Annur Indra Kusumadani. Siti Kartika Sari Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 budidaya tanaman hias. Menurut (Pratama, 2. , pertanian organik menjadi pilihan utama karena lebih ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem. Penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan kesuburan tanah secara alami, meningkatkan kualitas hasil panen, dan mengurangi dampak negatif terhadap Penelitian menunjukkan bahwa pertanian organik mampu mempertahankan biodiversitas serta memberikan hasil jangka panjang yang lebih stabil. Materi ketiga adalah pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit, materi ini penting untuk disampaikan agar hasil tanaman hias lebih optimal. Pemeliharaan tanaman dibutuhkan pemilihan bibit atau varietas tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan menjadi kunci keberhasilan budidaya. Penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap penyakit dan perubahan cuaca memberikan peluang hasil panen lebih optimal. Secara keseluruhan, hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang teknik dasar budidaya, penggunaan media organik, dan pengendalian hama. Peningkatan ini terlihat dari kemampuan peserta menjelaskan kembali langkah-langkah dasar penyetekan yang benar, memahami perbedaan jenis media tanam dan fungsinya, serta mengenali ciri-ciri awal serangan hama pada tanaman hias. Peserta juga mulai memahami pentingnya pemilihan bibit sehat, proporsi media tanam organik yang ideal, serta cara mencegah hama menggunakan teknik yang lebih aman dan ramah Pemahaman tersebut memudahkan peserta ketika memasuki tahap praktik penanaman, karena mereka telah memiliki gambaran yang jelas tentang setiap proses budidaya. Pengembangan Keterampilan Budidaya Tanaman Hias Bagi Kelompok Wanita Tani Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Gambar 1. Sosialisasi tentang Budidaya Tanaman Hias Kegiatan penanaman Kegiatan Penanaman dilakukan di minggu berikutnya, sebelumnya tim pengabdian memberikan sejumlah modal tanaman hias yang siap tanam kepada pihak KWT Berkah tani 2. Tanaman yang diberikan diantaranya adalah tanaman pucuk merah, brokoli kuning, miana. Samber lilin dan mawar. Pemilihan tanaman disesuaikan dengan kondisi tempat di KWT yang cenderung panas sehingga diberikan tananam yang tahan terhadap panas. Sedangkan untuk penyiraman cenderung aman karena di lahan milik KWT terdapat sumur yang digunakan untuk sumber penyiraman tanaman. Tabel 2. Jenis Tanaman Yang Diberikan dan Alasan Pemilihannya Jenis Tanaman Jumlah Alasan Pemilihan Pucuk Merah Tahan mudah, pertumbuhan cepat. Brokoli Kuning Warna menarik, adaptif di lingkungan panas. Santhyami. Lina Agustina. Putri Agustina. Rina Astuti. Annur Indra Kusumadani. Siti Kartika Sari Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Miana Samber Lilin Mawar Soka Nusa Indah Daun berwarna mencolok, tahan terhadap sinar matahari Tahan panas, tumbuh baik di area terbuka. Nilai estetik tinggi dan potensi ekonomi baik. Tahan panas, bunga lebat, cocok untuk penghijauan Mudah beradaptasi, bunga menarik, toleran terhadap intensitas cahaya tinggi. Kegiatan berjalan dengan baik dimana tim KWT sangat antusias dalam proses penanaman. Setelah penanaman lancar maka pihak KWT baru akan memulai perbanyakan tanaman hias yang sudah ada selain yang sudah diberi oleh tim pengabdian Masyarakat. Gambar 2. Proses pemberian tanaman hias dan penanaman Pengembangan Keterampilan Budidaya Tanaman Hias Bagi Kelompok Wanita Tani Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Evaluasi Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa anggota KWT Berkah Tani 2. Desa Ngasem Kec. Colomadu yang mengikuti seluruh program pelatihan budidaya tanaman hias menunjukkan respon positif . % anggota KWT mampu melakukan stek dengan baik dan selama kegiatan sosialisasi banyak bertanya tentang tanaman hia. Program penyuluhan dan pelatihan juga bermanfaat karena telah memberi dan menambah pengetahuan mengenai budidaya tanaman hias. Setelah seluruh rangkaian kegiatan pengabdian selesai, dari tim pengabdian melakukan monitoring selama 3 bulan . ulan Juni-Agustus 2. terkait pertumbuhan dan kelanjutan dari budidaya tanaman hias di KWT Berkah KESIMPULAN Pengabdian masyarakat yang dilakukan di KWT Berkah Tani 2. Desa Ngasem. Colomadu, melalui rangkaian kegiatan sosialisasi budidaya tanaman hias dan teknik penanaman terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi anggota dalam mengelola tanaman hias. Selain peningkatan kapasitas tersebut, kegiatan ini juga membuka wawasan peserta mengenai peluang pemasaran tanaman hias, termasuk pemilihan jenis tanaman yang memiliki nilai jual tinggi, konsep pengemasan sederhana yang menarik, serta strategi promosi yang dapat dilakukan di lingkungan sekitar maupun melalui media sosial. Program ini kemudian akan dilanjutkan dengan pendampingan awal terkait manajemen usaha kecil, seperti pencatatan biaya produksi, perhitungan keuntungan, dan perencanaan pengembangan usaha, sehingga anggota KWT lebih siap untuk Santhyami. Lina Agustina. Putri Agustina. Rina Astuti. Annur Indra Kusumadani. Siti Kartika Sari Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 mengembangkan budidaya tanaman hias sebagai sumber pendapatan Kegiatan ini dirancang berkelanjutan melalui pemantauan rutin dan kolaborasi lanjutan antara tim pengabdian dan KWT agar capaian yang telah diperoleh dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kami ucapkan kepada Kepala Desa. Perangkat desa yang telah mengizinkan dan memfasilitasi kegiatan pengabdian Masyarakat ini sehingga dapat berjalan dengan lancar. Pengembangan Keterampilan Budidaya Tanaman Hias Bagi Kelompok Wanita Tani Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 DAFTAR PUSTAKA