Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 Pengaruh Celebrity Adsense di Media Sosial dan Saluran Distribusi Terhadap Volume Penjualan Situs Belanja Online Wardah Febriansyah . Donant A. Iskandar . Manajemen. Fakultas Bisnis . Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis Jalan Pulomas Selatan Kav. Jakarta 13210 . Email: febriansyah@kalbis. Email: donant. iskandar@kalbis. Abstract: This study aims to determine whether there is influence between celebrity adsense and distribution channel to sales volume Wardah. This study uses quantitative analysis through a survey to 40 Wardah distributors. The entire population is used as a sample. The result of hypothesis test . shows that the celebrity adsense variable has a significant effect on the variable volume. Thus, 093 > 2. 026192 is greater than t table. Thus, the variables significantly influence with t arithmetic of 827 > 2. 026192 which is greater than t table. The conclusion of this research is celebrity adsense and distribution channel significant to sales volume. Keywords: celebrity adsense, distribution channel, sales volume Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara celebrity adsense dan saluran distribusi terhadap volume penjualan Wardah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kepada 40 distributor Wardah. Seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Hasil uji hipotesis . yang menunjukkan bahwa variabel celebrity adsense berpengaruh signifikan terhadap variabel volume penjualan ini ditunjukkan dengan t hitung sebesar 8. 093 > 2,026192 yang lebih besar dari t tabel. Demikian pula dengan variabel saluran distribusi berpengaruh signifikan dengan t hitung sebesar 6,827 > 2,026192 yang lebih besar dari t tabel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah celebrity adsense dan saluran distribusi berpengaruh secara signifikan terhadap volume Kata kunci : celebrity adsense, saluran distribusi, volume penjualan PENDAHULUAN Wajah merupakan bagian tubuh yang paling utama dalam membutuhkan perawatan terutama bagi kaum wanita. Wajah menjadi kesan pertama bagi siapa saja yang melihatnya. Wajah yang bersih, sehat dan terawat akan terlihat lebih menarik saat berkomunikasi dengan setiap orang. Sebaliknya, wajah yang tidak sehat dan tidak terawat membuat kita kurang dilihat dan mungkin mendapat kesan yang buruk jika kita sedang melakukan komunikasi. Penggunaan perawatan kulit terutama pada wajah menjadi cara yang ampuh bagi setiap wanita untuk menampilkan wajah yang bersih, sehat dan bersinar. Masalah-masalah yang biasa timbul pada wajah setiap kaum wanita adalah seperti jerawat, kulit kusam, noda hitam, wajah berminyak, komedo, dan Masalah pada wajah tersebut bisa timbul dari kebiasaan yang tidak baik seperti jenis makanan yang di konsumsi, banyak aktivitas outdoor, serta gaya Maka dari itu menjaga kebersihan area wajah merupakan suatu keharusan bagi kaum wanita, karena pada dasarnya wajah yang bersih akan memancarkan kecantikan alami pula. Wardah merupakan salah satu bisnis rumahan dibidang kecantikkan . Wardah berdiri dan mulai menginjakkan kakinya di dunia bisnis online pada tahun 2015. Tempat produksi mereka yaitu di daerah bukittinggi. Sumatera Barat. Walaupun bisnis rumahan tetapi kualitas dari produk wardah sama bagusnya dengan kualitas produk perawatan kulit lainnya. Wardah mempunyai saluran distribusi . yang tersebar di beberapa Saat ini Wardah telah meluncurkan 3 produk baru yaitu face scrub, lips scrub dan lip balm yang produk sebelumnya yaitu masker wajah . Perkembangan internet sudah sangat berkembang yang akhirnya muncul dengan nama web 2. 0 atau juga dikenal sebagai media sosial. Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller . 6: . media sosial adalah media yang digunakan oleh konsumen untuk berbagi teks, gambar, suara, dan video informasi baik dengan orang lain maupun perusahaan. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bawha media sosial adalah sebagai wadah masyarakat untuk berbagi Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 informasi ke khalayak banyak yang berguna untuk semua pengguna media sosial itu sendiri. Sejarah perkembangan teknologi informasi di Indonesia berawal dari era globalisasi ketika kebutuhan masyarakat saat ini ialah teknologi salah satunya Internet sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat saat ini. Semakin meluas nya internet mulailah terjun pemasaran melalui media sosial atau internet, pemasaran melalui media sosial atau internet menyebabkan perusahaan mengalami persaingan yang cukup ketat terhadap pesaing-pesaingnya. Tidak hanya perusahaan kecil atau besar yang mengalami hal tersebut tetapi industri rumah tangga pun merasakan dampak yang sama. Kini media sosial sudah beralih fungsi yaitu dapat menjadi saluran pemasaran dan muncul lah istilah bisnis online yang seringkali disebut dengan toko online. Toko online telah mengubah paradigma kegiatan proses jual beli barang atau jasa yang biasanya dilakukan antara penjual dan pembeli di toko, mini market, pasar, mall dan sebagainya. Media social yang sedang di gandrungi oleh masyarakat ialah Media sosial. Media sosial adalah sasaran empuk pasar di dunia bisnis online. Menurut hasil survei WeAreSocial. net dan Hotsuite Media sosial merupakan platform media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak ke tujuh di dunia. Selain sebagai jejaring sosial untuk berbagi foto. Media sosial digunakan untuk memasarkan produk bisnis. Total pengguna Media sosial di dunia mencapai angka 800 juta pada Januari 2018. 10 Negara dengan Jumlah Pengguna Aktif Media sosial Terbesar (Jan 2. seperti pada Gambar 1. Gambar 1 Negara dengan jumlah pengguna aktif Pada gambar 1 diatas menunjukkan bahwa pengguna Media sosial di Indonesia sangatlah banyak maka dapat dikatakan bahwa Media sosial di Indonesia menjadi sasaran empuk bagi para pembisnis online. Bintang iklan . elebrity adsens. berperan sebagai orang yang berbicara tentang produk, yang akan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yang menunjukkan produk yang didukungnya Shimp . 3: . Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa endorser adalah pendukung iklan atau juga yang dikenal sebagai bintang iklan yang mendukung produk yang di iklankan. Pemasaran mendistribusikan barang saja dari gudang ke distributor, distributor ke konsumennya. Pemasaran pun juga membahas ide produk, pembuatan produk hingga ke pelayanan terhadap konsumen itu Menurut Oentoro . 2: . manajemen pemasaran adalah kegiatan yang direncanakan dan diorganisasikan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang bertujuan untuk mendapatkan tempat dipasar guna tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai. Perawatan kulit wajah . masker Wardah merupakan produk perawatan kecantikan yang mempunyai kualitas produk yang sangat bagus, harga relatif murah untuk perawatan kulit wajah yang mutu nya sangat baik. Wardah salah satu online shop yang memasarkan produknya lewat akun media sosial Media sosial. Wardah memanfaatkan media sosial tersebut untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka. II METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kuantitatif, yaitu yang menurut Sugiyono, . dikatakan metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis Penelitian kuantitatif menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik (Indriantoro, 2012:. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder sebagai sumber data. Data primer diambil langsung melalui kuesioner pada distributor Wardah. Sedangkan untuk data sekunder, sumber di dapatkan dari data yang ada, internet dan sumber terpercaya seperti literatur atau hasil riset atau jurnal serta buku-buku. Untuk memperoleh data primer peneliti menyebarkan kuesioner dengan menggunakan instrument Skala Likert dengan jawaban berupa skor interval 1-5. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2015:. Populasi dalam penelitian ini yaitu distributor Wardah sebanyak 40 distributor. Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2015:. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sampel jenuh atau sensus, yaitu metode penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2013:. Sampel dalam penelitian ini yaitu sama dengan jumlah populasi 40 responden. Uji Validitas Dalam penelitian ini uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya data kuesioner. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat Ae tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen (Sunyoto, 2011:. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai R tabel dengan nilai Pearson Correlation yang dihasilkan. Bivariate Pearson merupakan analisis dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total (Priyatno, 2008:. Uji Reliabilitas Suatu alat pengukur dikatakan reliabel bila alat itu dalam mengukur suatu gejala pada waktu yang berlainan senantiasa menunjukan hasil yang sama (Nasution, 2012:. Berdasarkan teknik Cronbach Alpha. Cronbach Alpha sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala . isal 1-4, 1-. (Priyatno,2008:. Kriteria suatu instrumen dikatakan reliabel apabila koefisien reliabilitas Alpha Cronbach > 0. 60 (Panjaitan & Jatmiko, 2014: . Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear Pada penelitian ini uji asumsi klastik terdiri dari uji normalitas, uji multikolineartitas dan uji heteroskedastisitas. Uji Normalitas Menurut Priyatno . uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data dilakukan dengan uji kolmogorov-smirnov menggunakan taraf signifikasi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05 Uji Multikolinieritas Uji mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik yaitu adanya hubungan linear antara variabel independen dalam model regresi (Priyatno, 2008:. Untuk membuktikan hipotesis tersebut ada beberapa statistik yang sering digunakan untuk menguji variabel-variabel bebas tersebut. Suatu model regresi dikatakan bebas dari masalah multikolinearits jika mempunyai nilai tolerance value > 0,10 atau VIF < 10 (Santoso dalam Panjaitan & Jatmiko, 2014: . Uji Heteroskedastisitas Menurut Priyatno . heterokedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadai heterokedastisitas Ghozali . Model regresi dinyatakan tidak memilki penyimpangan heteroskedastisitas adalah apabila nilai signifikannya lebih>0,05 (Priyatno, 2008:. Dalam penelitian ini akan dilakukan uji statistik untuk menjamin keakuratan hasil pengujian. Uji statistik yang dipilih adalah uji glejser, apabila nilai Asimp. Sig setiap variabel diatas 0,05 maka tidak terjadi Heterokedastisitas. Uji Hipotesis (UJI t dan UJI F) Uji t digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan atau pengaruh yang berarti . antara variabel independen . elebrity adsens. aluran dstribus. secara parsial terhadap variabel dependen . olume penjuala. (Sunyoto, 2011:. Pengujian ini membandingkan antara T hitung dengan T kritis. Priyatno . T kritis dapat dihitung pada tabel statistik pada signifikansi 0,05 dengan df = n-k . adalah jumlah variabe. atau 40-3 = 37. Kemudian dimasukkan ke dalam rumus excel =TINV. ,05. yaitu 2,026192 Dengan kriteria pengujian sebagai berikut:Jika T hitung < T kritis : Ha ditolak. dan Jika T hitung > T kritis : Ha diterima Uji F Menurut Sunyoto . 1: . uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama Ae sama. Pengujian tersebut dilakukan dengan cara membandingkan F hitung dengan F menurut Priyatno . F kritis dapat dicari pada tabel statistik pada signifikansi 0,05 df1 = jumlah variabel-1 = 3-1=2 dan df2 = n-k-l = 402-1 . adalah jumlah variabel independe. kemudian dimasukkan ke cell kosong pada excel dengan rumus =FINV. ,05. yaitu 3,251924. Dengan Kriteria pengujian sebagai berikut : Jika F hitung < F kritis = Ha ditolak Jika F hitung > F kritis = Ha diterima Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 Uji Regresi Linear Berganda Menurut Sunyoto . Analisis Regresi Linear Berganda dipakai untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas . otivasi dan stres kerj. terhadap variabel terikat . inerja pegawa. dengan rumus sebagai berikut: Y = bo b1x1 b2x2 e Keterangan: : Volume penjualan : konstanta b1,b2 : koefisien regresi : Celebrity adsense : Saluran distribusi : eror Operasionalisasi Variabel Penelitian Variabel celebrity adsense Deshwal . 5: . Perusahaan atau bisnis usaha harus memiliki cara promosi yang menarik untuk menarik konsumen. Menentukan bintang . elebrity adsens. salah satunya, dalam menentukan bintang iklan itu sendiri juga perusahaan harus mampu menilai bintang tersebut. Variabel saluran distribusi Sebuah perusahaan atau bidang usaha pasti mempunyai sasaran yang harus dituju dalam bidang pemasaran salah satunya adalah penyaluran. Penyaluran merupakan kegiatan yang perusahaan lakukan dengan tujuan untuk menyampaikan produk ke tangan konsumennya pada waktu yang tepat. Menurut Tjiptono . 4: . AuSaluran distribusi merupakan serangkaian partisipan organisasional yang melakukan semua fungsi yang dibutuhkan untuk menyampaikan produk/jasa dari penjual ke pembeli akhirAy. Variabel volume penjualan Menurut Tjiptono . 2: . penjualan merupakan puncak kegiatan dalam seluruh kegiatan perusahaan dalam usaha untuk mencapai target yang Penjualan adalah sumber pendapatan yang diperlukan untuk menutup ongkos-ongkos dengan harapan mendapatkan laba. Model Konseptual Penelitian Penelitian ini akan menganalisis sejauh mana celebrity adsense dan saluran distribusi dapat mempengaruhi volume penjualan. Berikut adalah Gambar 1 mengenai kerangka konseptual Gambar 2 model konseptual penelitian Hipotesis Penelitian Penjelasan dari model penelitian di atas adalah sebagai berikut: Dalam penelitian ini, peneliti membuat 3 hipotesis melalui variabel-variabel yang sudah dijelaskan sebelumnya. Adapun 3 hipotesis tersebut adalah: . celebrity adsense berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan. saluran distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan. celebrity adsense dan saluran distribusi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pre Test Sebelum dilakukan main test peneliti melakukan pre test dengan 30 sampel dari 40 sampel dengan uji validitas dan uji relibilitas untuk mengetahui apakah data yang diteliti valid dan reliabel atau tidak sebelum dilanjutkan dalam pengujian selanjutnya Uji Validitas Pre Test Variabel Tabel 1 Hasil Uji Validitas Pre Test Variabel Celebrity Tabel (X. 1 Hasil Uji Validitas Pre Test Variabel Celebrity Tabel 1 Hasil Uji Validitas Pre Test Variabel Celebrity adsense (X. adsense (X. R Tabel Pearson Indikator Ket Df= n-2 = 28 Correlation R Tabel Pearson Indikator Ket CE1 0,361 0,611 Valid Df= n-2 = 28 Correlation CE2 0,361 0,476 Valid CE1 0,361 0,611 Valid CE3 0,361 0,699 Valid CE2 0,361 0,476 Valid CE4 0,361 0,438 Valid CE3 0,361 0,699 Valid CE5 0,361 0,609 Valid CE4 0,361 0,438 Valid CE6 0,361 0,698 Valid CE5 0,361 0,609 Valid CE7 0,361 0,724 Valid CE6 0,361 0,698 Valid CE7 0,361 0,724 Valid Variabel saluran distribusi Variabel Variabel Tabel Hasil Validitas Test VariabelSaluran Saluran Tabel 2 Hasil UjiUji Validitas PrePre Test Variabel Distribusi Tabel 2(X. Hasil Uji Validitas Pre Test Variabel Saluran Distribusi (X. Distribusi (X. R Tabel Pearson Indikator Ket Df= n-2 = 28 Correlation R Tabel Pearson Indikator Ket Df= n-2 = 28 Correlation SD1 0,361 Valid SD2 0,361 0,581 Valid SD1 0,361 Valid SD3 0,361 0,784 Valid SD2 0,361 0,581 Valid SD4 0,361 0,815 Valid SD3 0,361 0,784 Valid SD5 0,361 0,743 Valid SD4 0,361 0,815 Valid SD6 0,361 0,827 Valid SD5 0,361 0,743 Valid SD7 0,361 0,792 Valid SD6 0,361 0,827 Valid SD7 0,361 0,792 Valid Variabel Volume Penjualan Tabel 3 Hasil Volume Uji Validitas Pre Test Volume Penjualan Variabel Penjualan (Y)Tabel 3 Hasil Uji Validitas Pre Test Volume Penjualan (Y) Tabel 5 Uji Tabel 5 U Indikator Indikat CE1 CE2 CE1 CE3 CE2 CE4 CE3 CE5 CE4 CE6 CE5 CE7 CE6 CE7 Variabel S Variabe Tabel 6 uji v Tabel 6 u Indikator Indikat SD1 SD2 SD1 SD3 SD2 SD4 SD3 SD5 SD4 SD6 SD5 SD7 SD6 SD7 Tabel 7 uji v Tabel 7 u Indikator Indikato VP1 VP2 Df= n-2 = 28 Correlation SD2 0,312 0,647 Valid SD6 0,312 0,784 Valid SD4 0,361 0,815 Valid SD3 0,312 0,625 Valid SD1 0,361 Valid Tabel 6SD7 validitas main test saluran distribusi SD3 0,312 0,625 Valid 0,312 0,803 Valid Tabel 2 SD5 Hasil Uji Validitas Pre Test Variabel Saluran SD1 0,361 Valid 0,361 0,743 Valid SD4 0,312 0,680 Valid SD2 0,361 0,581 Valid SD4 0,312 0,680 Valid Distribusi (X. SD2 0,361 0,581 Valid SD6 0,361 0,827 Valid SD5 0,312 0,725 Valid SD3 0,361 0,784 Valid Pearson Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi, 7. No. Februari Tabel 7Volume uji validitas test Volume Penjualan Ket SD5 0,312 0,725 Valid Indikator SD3 0,361 0,784 Valid SD7 0,361 0,792 Valid SD6 0,312 0,784 Valid SD4 0,361 0,815 Valid Df=n-2=38 Correlation SD6 0,312 0,784 Valid SD4 0,361 0,815 Valid SD7 0,312 0,803 Valid R Tabel Pearson SD5 0,361 0,743 Valid SD1 0,312 0,723 Valid Ket SD7 0,312 0,803 Valid Indikator Variabel Volume Penjualan SD5 0,361 0,743 Valid Pearson Df= Correlation SD6 0,361 0,827 Valid SD2 0,312 0,647 Valid Variabel Volume Penjualan Variabel Indikator Volume Penjualan Ket Tabel 3SD6 Hasil Uji Validitas Pre Test Volume Penjualan 0,361 0,827 Valid Tabel Volume Penjualan Df=n-2=38 Correlation SD7 0,361 0,792 Valid SD37 uji validitas 0,312main test Volume 0,625 Penjualan Valid 0,361 Valid Tabel (Y)SD1SD7 0,361 0,792 Valid TabelSD4 7 uji validitas main test Volume 0,312 0,680 Valid VP1 0,312 0,726Penjualan Valid SD2 Uji Validitas 0,361 Pre Test0,581 Valid (Y) Tabel 3 Hasil Volume Penjualan Variabel Volume Penjualan SD5 0,312 0,725 Valid Pearson VP2 0,312 0,722 Valid SD3 0,361 0,784 Valid Indikator Ket Variabel Volume Penjualan R tabel Pearson RValiditas Tabel Pearson Tabel 3 Hasil Uji0,361 Pre0,815 Test VolumeValid Penjualan Df=n-2=38 Correlation SD6 0,312 0,784 Valid VP3 0,312 0,827 Valid Indikator Ket SD4 Indikator Ket Tabel Uji Validitas Test Volume Penjualan Df=n-2=38 Correlation n-2 = 28 Pre Correlation (Y)SD53 Hasil Df= SD7 0,312 0,803 Valid VP4 0,312 0,797 Valid 0,361 0,743 Valid VP1 0,312 0,726 Valid (Y) VP1 0,361 0,707 Valid VP1 0,312 0,726 Valid VP5 0,312 0,687 Valid SD6 0,361 0,827 Valid VP2 0,312 0,722 Valid Tabel VP6 7VP2 uji validitas0,312 main test Volume0,656 Penjualan Tabel Pearson VP2 0,361 0,693 Valid 0,312 0,722 Valid Valid SD7 0,361 0,792 Valid VP3 0,312 0,827 Valid Indikator Ket Tabel Pearson Df= Correlation VP3 0,361 0,841 Valid VP3 0,312 0,827 Valid Indikator Ket VP4 0,312 0,797 Valid Df=0,361 n-2 = 28 Correlation VP4 0,848 Valid UjiVP4 Reliabilitas Main Test 0,312 0,797 Valid Variabel Pearson VP1 Volume Penjualan 0,361 0,707 Valid VP5 0,312 0,687 Valid Indikator Ket 0,361 0,707 Valid 0,361 0,721 Valid VP5 0,312 0,687 Valid Tabel VP5 3VP1 Hasil Uji Validitas Correlation VP2 0,361 Pre Test Volume 0,693 Penjualan Valid VP6 Df=n-2=38 0,312 0,656 Valid Tabel VP2 0,361 0,693 Valid 0,361 0,633 Valid VP6 0,312 0,656 Valid (Y) VP6 VP3 0,361 0,841 Valid VP1 0,312 0,726 Valid VP3 0,361 0,841 Valid VP4 0,361 0,848 Valid Uji Reliabilitas Main Test 0,722 VP2 0,312 Variabel Cronbach's of Items VP4 0,361 0,848 UjiReliabilitas Reliabilitas Main TestTest Alpha N Valid Berdasarkan Tabel 1,2, 3 dapat Valid Uji Main VP5 0,361 0,721 Valid Rdari Tabel Pearson VP3 0,312 0,827 Valid Indikator Ket Uji Reliabilitas Pre Test VP5 0,361 0,721 Valid Celebrity 0,733 Tabel 8 uji reliabilitas main test Df= n-2 = 28 Correlation VP6 semua 0,361 Valid bahwa dari yang0,633 telah diuji baik Tabel VP4 0,312 main 0,797 Valid 8 uji TabelVP6 4 uji reliabilitas pre test Tabel 8 uji main test 0,361 0,633 Valid Saluran Distribusi 0,733 VP1 celebrity0,361 0,707 distribusi Valid dan VP5 0,312 0,687 Valid adsense, saluran Variabel Cronbach's Alpha Volume Penjualan 0,784 6Items VP2 0,361korelasi 0,693 VP6 0,312 0,656Alpha NValid Variabelnilai Cronbach's Alpha tiap NValid of Items Variabel Cronbach's of Items Uji Reliabilitas Pre Test Celebrity 0,733 VP3 0,361 0,841 Valid Celebrity Uji4Reliabilitas Pre Test Celebrity adsense 0,733 Tabel uji reliabilitas test0,742 lebih C. r tabel dengan N 1. Uji Reliabilitas Saluran Distribusi 0,733 VP4 0,361 0,848 Valid Main Test Saluran Tabel 4 ujiDistribusi reliabilitas pre test0,783 Saluran Distribusi 0,733 = 30 yaitu 0,361 VP5 0,361 0,721 Valid Volume Penjualan 0,784 Volume Penjualan 0,785 Alpha N of6Items Variabel Cronbach's Volume Penjualan 0,784 Tabel VP6 0,361 0,633 Valid bahwa semua N of 7Items Variabel Cronbach's Celebrity adsense dinyatakan 0,742Alpha CelebrityDistribusi 0,742 Tabel Saluran 0,783 Variabel 8 Menunjukkan Cronbach's Alpha bahwa N of Items Saluran Distribusi 0,783 Uji Reliabilitas Pre Test Volume Penjualan 0,785 pada variabel dalam 7penelitian UjiVolume Reliabilitas Pre Test Celebrity adsense 0,733 Penjualan 0,785 Tabel 4 ujireliabilitas reliabilitas pre Tabel 4 uji reliabel 0,733 karena memiliki Saluran Distribusi Volume Penjualan 0,784 CronchbachAos Alpha > 0,60 dan dapat diolah Variabel Cronbach's Alpha N of Items lebih lanjut. Celebrity adsense 0,742 Saluran Distribusi 0,783 Uji Asumsi Klasik Volume Penjualan 0,785 Tabel 4 Menunjukkan bahwa seluruh 1. Uji Normalitas pernyataan pada variabel dalam penelitian Tabel 9 uji normalitas dinyatakan reliabel karena memiliki nilai 1 CronchbachAos Alpha > 0,60 dan dapat diolah lebih lanjut. Uji Validitas Main Test Variabel Celebrity adsense Celebrity Celebrity Ket Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel Tabel55Uji UjiValiditas ValiditasMain MainTest TestCelebrity Celebrityadsense Tabel 5 Uji Validitas Main Test Celebrity adsense Indikator Indikator CE1 CE1 CE2 CE2 CE3 CE3 CE4 CE4 CE5 CE5 CE6 CE6 CE7 CE7 RRtabel Df=n-2=38 Df=n-2=38 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 Pearson Pearson Correlation Correlation 0,516 0,516 0,476 0,476 0,657 0,657 0,455 0,455 0,614 0,614 0,677 0,677 0,710 0,710 Ket Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Variabel Distribusi Variabel Saluran Distribusi VariabelSaluran Saluran Distribusi l Saluran Saluran Ket Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Penjualan Penjualan Tabel Tabel Tabel Indikator Indikator SD1 SD1 SD2 SD2 SD3 SD3 SD4 SD4 SD5 SD5 SD6 SD6 SD7 SD7 RRtabel Df=n-2=38 Df=n-2=38 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 Pearson Pearson Correlation Correlation 0,723 0,723 0,647 0,647 0,625 0,625 0,680 0,680 0,725 0,725 0,784 0,784 0,803 0,803 Ket Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel Tabel77uji testVolume VolumePenjualan Penjualan Indikator Indikator VP1 RRtabel Df=n-2=38 Df=n-2=38 0,312 Pearson Pearson Correlation Correlation 0,726 Tabel 9 Menunjukkan bahwa seluruh data kuesioner menunjukkan nilai probabilitas (Sig. -taile. ) > 0,05, dengan X1 memiliki total sebesar 0,200. X2 memiliki total sebesar 0,091, dan K memiliki total sebesar 0,200. Dalam penelitian ini, tingkat signifikansi yang digunakan adalah sebesar 5% . dan jika nilai probabilitas > 0,05 maka dinyatakan terdistribusi dengan normal. Uji Multikolinieritas Tabel 10 uji multikolinieritas Ket Ket Valid Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 Diketahui nilai Variance Inflation Factor (VIF) kedua variabel, yaitu celebrity adsense dan saluran distribusi adalah 1,011 lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance sebesar 0,989 yang lebih besar sehingga bisa dikatakan bahwa antar variabel independen tidak terjadi persoalan multikolinearitas. Menunjukan bahwa F hitung > F kritis = 62,900 > 3,251924 dan tingkat signifikasi 0,00 < 0,05 hal ini menunjukan bahwa hipotesis yang menyatakan celebrity adsense dan saluran distribusi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan diterima. Uji Heterokedastisitas Uji Regresi Linear Berganda Tabel 11 uji heterokedastisitas Tabel 14 uji regresi linear berganda Hasil uji heteroskedastisitas melalui uji Glejser, dapat dlihat bahwa sig. pada masing-masing variabel, variabel celebrity adsense (X. 0,602 dan variabel saluran distribusi (X. 0,108 yang artinya bernilai lebih dari 0. 05 dan dapat dikatakan bahwa hal ini menunjukkan tidak terjadi heteroskedastisitas Y= 0,496 0,510X1 0,409X2 e Ketika x1 dan x2 di tiadakan maka y bernilai 0,496 Ketika variabel x1 bertambah sebesar 1 dan variabel x2 ditiadakan maka y akan mengalami kenaikan sebesar 0,510 Ketika variabel x2 bertambah sebesar dan variabel x1 ditiadakan maka y akan mengalami kenaikkan sebesar 0,409 Uji Hipotesis Uji T IV. SIMPULAN Tabel 12 uji T Berdasarkan dari hasil analisis dan pembahasan maka penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: . Celebrity adsense berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan. Saluran Distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan. Celebrity adsense dan Saluran Distribusi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume Oleh karena nilai T Hitung > T Kritis . ,093 > 2,026. , maka Ho ditolak Ha diterima, artinya celebrity adsense berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan. Oleh karena nilai T Hitung >T Kritis . ,827 > 2,026. , maka Ho diterima da Ha ditolak , artinya saluran distribusi berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan. Uji F Tabel 13 uji F DAFTAR RUJUKAN Priyatno. Mandiri Belajar SPSS - Bagi Mahasiswa dan Umum. Yogyakarta: MediaKom. Ghozali. AuAplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSSAy. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Indriantoro. N & Supomo. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi Dan manajemen. Yogyakarta: ANOVA BPFE YOGYAKARTA. Kotler. P and Keller. Marketing Management, 15th Edition. Pearson Education,Inc. Nasution. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara. Oentoro. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Februari 2020 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif dan R&D). Bandung: CV. Alfabeta. Sunyoto. Analisis Regresi Untuk Uji Hipotesis. Shimp. Periklanan Promosi: Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jilid 1 Alih Bahasa Revyani Sjahrial dan Anikasari. Jakarta: PT. Erlangga. Jakarta. Tjiptono dan Chandra. Pemasaran strategik Edisi 2. Yogyakarta: ANDI. Tjiptono. Pemasaran Jasa Ae Prinsip. Penerapan, dan Penelitian. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta: Caps.