Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA ALAM SANTOSA SEBAGAI EKOWISATA DI KABUPATEN BANDUNG Ogie Martua Irmansyahˡ, Enok Maryani² Magister Pariwisata, Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudi No.229, Isola, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat Email Korespondensi: ogie.marir99@upi.edu ABSTRAK Pariwisata saat ini dikembangkan dan diarahkan pada upaya dalam pelestarian lingkungan, sehingga hal tersebut bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah maupun mempertahankan atau menjaga kualitas lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengembangan destinasi wisata Alam Santosa sebagai Ekowisata di Kabupaten Bandung. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Hasil dalam penelitian ini bahwa destinasi wisata Alam Santosa memiliki potensi yang dapat menjadikan daya tarik wisata yang berada di Kabupaten Bandung. Hasil dari analisis SWOT menunjukkan bahwa adanya kekuatan (Strength) pada destinasi tersebut memiliki 4 faktor kekuatan, adanya kelemahan (Weakness) yang terdiri dari 3 faktor kelemahan, adanya peluang (Opportunity) yang terdiri dari 3 faktor dan adanya ancaman (Threats) dalam destinasi wisata tersebut yang terdiri dari 2 faktor ancaman. Hasil dari analisis SWOT tersebut, dirumuskan alternatif strategi dalam pengembangan destinasi wisata Alam Santosa yang terdiri dari 4 alternatif Strategi. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan serta melestarikan alam di kawasan Alam Santosa. Kata Kunci: Pariwisata Berkelanjutan; Pelestarian Alam; Pengembangan Strategi ABSTRACT Tourism is currently being developed and directed at efforts to preserve the environment, so that it aims to have a positive impact on the regional economy as well as maintain environtmental quality. The aim of this research was to determine the development of the Alam Santosa as ecotourism in Bandung Regency. The method in this research is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The analysis technique in this reasearch uses the SWOT analysis. The results of this research show that the destination of Alam Santosa has the potential to become a tourist attraction in Bandung Regency. The results of the SWOT analysis show that there are (Strengths) in the destination has 4 factors, there are (Weaknesses) which consist of 3 factors, there are (Opportunities) which consist of 3 factors and there are (Threats) in tourist destinations which consists of 2 threat factors. As a results of the SWOT analysis, alternative strategies for developing the Alam Santosa tourist destination were formulated which consists of 4 alternative strategies. This research is expected to contribute to the development of sustainable tourism and the preservation of nature in the Alam Santosa area. Keywords: Sustainable Tourism; Nature Conservation; Strategy Development 68 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 PENDAHULUAN Konsep Ekowisata merupakan bentuk pariwisata yang saling berhubungan erat dengan pelestarian lingkungan sekitar dengan tujuan untuk memberikan keuntungan atau manfaat pariwisata dalam pengembangan serta menjaga suatu kawasan yang harus dilindungi dan dilestarikan baik dari segi keanekaragaman hayati maupun dalam perbaikan sosial dan ekonomi Masyarakarat sekitar. Berdasarkan (Safarabadi, 2016), mengemukakan bahwa konsep ekowisata didasari atas tanggung jawab terhadap perlindungan lingkungan serta Masyarakat yang tinggal disekitar kawasan. Selain itu, ekowisata dapat sebagai alternatif dalam kegiatan wisata yang dapat memberikan daya tarik yang ada dan segala upaya dilakukan dalam perencanaan serta pengembangan dengan cara yang berbeda dari jenis wisata lainnya (Mulyana, 2019). Ekowisata berperan sebagai suatu bentuk dalam pengembangan Pariwisata berkelanjutan yang dapat memberikan bentuk Pariwisata bagi Masyarakat sekitar terhadap baik itu ekonomi maupun pemanfaatan sosial dan ekologis (Nurinsiyah et al., 2015). Pada saat ini Pariwisata dikembangkan serta diarahkan pada upaya dalam pelestarian lingkungan, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi di segi ekonomi daerah maupun mempertahankan atau menjaga kualitas lingkungan (Sri Wahyuningsih, 2021). Sementara dilihat dari segi pengelolaannya, ekowisata sebagai bentuk penyelenggaraan kegiatan wisata yang berdasarkan pada tempat atau suatu destinasi yang alami berdasarkan atas kaidah alam dan dengan secara ekonomi berkelanjutan yang mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan dari segi lingkungan alam maupun budaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat setempat (Dias, 2009). Hal tersebut diungkapkan oleh Lindberg (1991) bahwa ekowisata bertujuan untuk melindungi serta melestarikan lingkungan sekitar sehingga memungkinkan mengurangi dampak terhadap baik dari lingkungan maupun sosial-budaya, serta dapat memberikan keuntungan terhadap ekonomi pada kawasan sekitar yang dilindungi hingga dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat sekitar kawasan. Konsep Ekowisata ini dapat berperan dalam empat indikator konservasi yang diantaranya sebagai modal konservasi, pendidikan konservasi, sumberdaya konservasi serta etika konservasi (Agrawal, 2006). Tentunya dengan adanya Ekowisata dapat berperan sebagai salah satu cara dalam penyelesaian masalah yang tidak pasti dalam hal akses terhadap kawasan (Pratiwi S., 2008). Salah satu penelitian terdahulu oleh (Wallace, 1993) dalam (Karsudi., Rinekso Soekmadi., 2010) mengenai pengembangan ekowisata dalam kawasan Hutan diantaranya kawasan Kruger National Park yang terdapat di Afrika Selatan, Taman Nasional Kinibalu yang terdapat di Malaysia, Yosemitte yang terdapat di Amerika Serikta serta Peak District yang terdapat di Inggirs sehingga berperan besar terhadap pendapatan nasional dari masing-masing negara tersebut. Salah satunya pada destinasi wisata Alam Santosa yang terletak di jalan Pasir Impun Atas, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Dalam destinasi Wisata Alam Santosa menyuguhkan edukasi ekowisata dan budaya bagi pengunjung atau wisatawan untuk dapat mengenal alam khas Jawa Barat. Tidak hanya itu, Alam Santosa menawarkan keindahan pemandangan alam khas Jawa Barat seperti hamparan sawah dan kolam ikan yang terdapat di sekitar kawasan Alam Santosa dan juga terdapat lahan yang dimana lahan tersebut dipergunakan sebagai tempat untuk menanam tanaman bumbu dapur, obat tradisonal dan kopi. Alam Santosa ini berkonsep Ekowisata, karena di kawasan tersebut terdapat sejumlah bangunan arsitektur khas Sunda dengan memiliki keunikan pada atap bangunan khas Sunda seperti julang ngapak, tagog, badak heuay dan capit gunting serta 69 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 masih banyak tema atau konsep ekowisata yang terdapat di destinasi Wisata Alam Santosa. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan destinasi Wisata Alam Santosa sebagai Ekowisata yang berada di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung dengan mendeskripsikan hasil temuan di lapangan. METODE PENELITIAN Metode dalam penelitian ini merupakan metode Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan suatu fenomena yang sedang terjadi pada destinasi wisata Alam Santosa yang terletak di jalan Pasir Impun Atas Sekebalingbing, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Teknik analisis dalam penelitian ini berupa data Primer dan Sekunder. Data Primer yang diperoleh yaitu berupa data hasil pengamatan atau observasi langsung ke lapangan atau destinasi yang dituju dan melakukan wawancara terhadap informan tertentu sebagai sumber utama yang benarbenar mengetahui fakta yang terdapat dilapangan. Sedangkan Data Sekunder diperoleh melalui informasi dari berbagai sumber seperti buku, penelitian terdahulu maupun sumber internet yang bertujuan untuk mendukung penelitian terkait. Pembahasan terkait pada penulisan ini yakni potensi yang dimiliki destinasi wisata Alam Santosa sebagai kawasan ekowisata dengan berdasarkan teori bahwa dalam pengembangan potensi Pariwisata berdasarkan (Fletcher et al 2018) suatu destinasi wisata terdapat 4 komponen yang dimiliki suatu destinasi wisata diantaranya; attraction, accessibility, amenity, dan ancilliary. Tentunya dengan adanya teori tersebut dapat memahami atau mengetahui lebih dalam mengenai potensi yang dimiliki destinasi wisata Alam Santosa sebagai kawasan ekowisata. Alternatif Strategi dalam pengembangan diperoleh melalui analisis SWOT sebagai fungsi untuk menghasilkan strategi dalam sebuah perusahaan dengan mengetahui beberapa faktor secara tersusun (Rangkuti, 2009). Alat analisis SWOT memiliki fungsi sebagai perumusan faktor yang meliputi diantaranya internal faktor dan eksternal, faktor tersebut berpengaruh pada lingkungan sekitar. Berdasarkan (Nabilah dan Djuwendah, 2022) bahwa analisis SWOT bertujuan dalam merumuskan strategi yang terdiri dari empat model strategi dalam pengembangannya yang diantaranya Strategi SO (Strengths – Opportunities), Strategi ST (Strengths – Threats), Strategi WO (Weakness – Opportunities) dan Strategi WT (Weakness - Threats). HASIL DAN PEMBAHASAN Destinasi Wisata Alam Santosa sebagai Ekowisata di Kabupaten Bandung ini memiliki beragam potensi baik itu Alam, Religi dan Budaya yang ada, sehingga potensi Alam Santosa dapat dikembangkan dan dapat mensejahterakan Masyarakat setempat. Hal tersebut dapat ditinjau dari segi komponen 4A Pariwisata berdasarkan (Fletcher et al 2018) yang diantaranya sebagai berikut: 70 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 1. Attraction Gambar 1. Attraction, Alam Santosa Attraction merupakan komponen penting dalam pariwisata dengan tujuan untuk menarik perhatian pengunjung atau Wisatawan karena dapat memotivasi wisatawan untuk berkunjung. Destinasi wisata Alam Santosa memiliki Atraksi seperti suasana alam di sekitar kawasan tersebut, sehingga wisatawan akan merasa betah berlama-lama di destinasi wisata Alam Santosa. Terdapat budaya yang ada di Alam Santosa yang diantaranya seperti Pencak Silat, dan Seni Tari Jaipong, yang menarik perhatian pengunjung atau wisatawan. Selain itu, terdapat fasilitas pendukung berupa tempattempat yang dapat sebagai diselenggarakan acara atau event tertentu yang berupa Amphiteater, Badak Heuay, Bale Gede, dan Buruan Gede. Fasilitas pendukung tersebut dapat dipesan terlebih dahulu bagi yang ingin menyelenggarakan suatu acara atau event di destinasi wisata Alam Santosa. 2. Accessibility Gambar 2. Accessibility, Alam Santosa Accessibility merupakan komponen penting dalam Pariwisata yang ditinjau dari segi jangkauan kemudahan menuju suatu destinasi wisata. Akses menuju Destinasi Wisata Alam Santosa berjarak 12 KM dari pusat Kota Bandung dengan akses yang mudah dijangkau dengan kendaraan yang keadaan jalan yang cukup baik untuk dilewati, namun masih kurang nya petunjuk arah menuju Alam Santosa. 3. Amenities Gambar 3 Amenities, Alam Santosa 71 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 Amenities merupakan komponen Pariwisata yang berupa penyediaaan sarana dan prasarana yang ada di suatu destinasi wisata yang dibutuhkan pengunjung atau Wisatawan ketika berada di sekitar kawasan destinasi wisata yang dikunjunginya. Destinasi Wisata Alam Santosa memiliki fasilitas seperti lahan parkir yang cukup luas dengan dapat sebagai lahan untuk parkir kendaraan baik itu kendaraan mobil maupun motor. Terdapat fasilitas pendukung lainnya seperti toilet, tempat duduk, café atau tempat makan. Bangunan Café atau tempat makan menyediakan berbagai menu makanan maupun minuman yang dapat dinikmati pengunjung atau wisatawan dengan suasana yang asri, sejuk dan nyaman. Alam Santosa memiliki tempat penginapan bagi wisatawan yang ingin menginap untuk sementara dengan nuansa alam dan asri yang dapat berupa Balekambang yaitu tempat penginapan berupa Villa yang dapat menampung kurang lebih 10 Orang dan tempat penginapan berupa Cottages yang dapat menampung yang sangat ideal untuk sebagai tempat staycation bagi pengunjung atau Wisatawan yang ingin menginap dengan nuansa alam khas sunda. Selain itu, terdapat fasilitas menginap di alam terbuka yang dapat berupa kawasan perkemahan (Camping Ground) dengan dilengkapi fasilitas pendukung seperti tersedia sumber daya listrik, toilet dan kawasan lahan parkir dengan harga yang terjangkau bagi wisatawan atau rombongan (kelompok) yang ingin menginap bersama sama di alam terbuka. 4. Ancillary, Ancillary merupakan komponen yang mendukung suatu kepariwisataan yang diantaranya seperti Lembaga Pengelolaan, informasi wisatawan, travel agent maupun stakeholder yang dapat berperan dalam Kepariwisataan. Tentunya dengan adanya stakeholder tersebut dapat mendukung dalam pengembangan kepariwisataan kearah yang lebih baik. Destinasi wisata Alam Santosa dikelola secara pribadi atau keluarga yang bekerjasama dengan Masyarakat setempat dengan pengelolaan yang cukup baik dengan menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar destinasi wisata Alam Santosa, sehingga destinasi wisata tersebut dapat dinikmati oleh pengunjung atau wisatawan dengan suasana dan lingkungan yang asri dan bersih. Analisis SWOT Pengembangan Destinasi Alam Santosa Identifikasi dari potensi yang dimiliki Destinasi Wisata Alam Santosa yang berada di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung bahwa sangat penting dalam pengembangan destinasi wisata Alam Santosa. Oleh karena itu, metode Analisis SWOT yang terdiri dari Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats). Dengan Analisis SWOT ini dapat mengetahui faktor internal yang terdiri dari dua bagian yaitu faktor Internal dan faktor Eksternal. Faktor Internal terdiri dari Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness), sedangkan faktor Eksternal terdiri dari Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats). Berikut tabel 1. Analisis SWOT destinasi Alam Santosa sebagai Ekowisata di Kabupaten Bandung sebagai berikut. 72 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 Tabel 1. Analisis SWOT Pengembangan Destinasi Wisata Alam Santosa Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weaknesses) • Kondisi Alam yang masih Asri • Kurangnya Fasilitas dan wahana dan Sejuk permainan di sekitar kawasan • Fasilitas Lahan parkir yang luas • Kondisi jalan di sekitar kawasan Alam Santosa yang kurang memadai • Kondisi Akses Jalan yang • Kurangnya papan petunjuk atau mudah dijangkau oleh Kendaraan Spanduk Alam Santosa • Masyarakat yang ramah dan terbuka Peluang (Opportunities) Ancaman (Threats) • • • Adanya media sosial yang berfungsi sebagai media promosi yang mudah diakses Adanya dukungan dari Masyarakat sekitar Potensi Alam yang baik • • Adanya destinasi wisata yang sejenis atau sama dengan konsep Ekowisata dan Budaya Kurangnya kelembagaan Berdasarkan Tabel 1 Analisis SWOT, bahwa Alam Santosa memiliki potensi dalam pengembangan, namun masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, perlu nya strategi yang tepat untuk dapat mengembangkan destinasi wisata Alam Santosa ke arah yang lebih baik. Karena dengan adanya strategi yang tepat dapat menentukan tujuan yang lebih baik dalam pengembangan Pariwisata berkelanjutan. Strategi pengembangan yang dimaksud ialah strategi pengembangan berdasarkan perpaduan antara Kekuatan dengan Peluang yang disebut Strategi (S-O) dan Kekuatan dengan Ancaman yang disebut (S-T), Kelemahan dengan Peluang disebut (W-O) dan Kelemahan dan Ancaman disebut (W-T). Berikut strategi berdasarkan perpaduan tersebut sebagai berikut: 1. Strategi Kekuatan dengan Peluang (S-O): Melakukan Promosi yang intesif kepada wisatawan dan menjaga kawasan sekitar dengan sebaik mungkin (melestarikan dan menjaga Alam sekitar). 2. Strategi Kekuatan dengan Ancaman (S-T): Meningkatkan kerjasama antara kelembagaan dengan pengelola yang bertujuan untuk mengembangakan destinasi wisata Alam Santosa yang lebih baik dalam pengelolaan. 3. Strategi Kelemahan dengan Peluang (W-O): Peningkatan fasilitas pendukung dan wahana permainan di sekitar kawasan dan meningkatkan infrastruktur guna menarik minat wisatawan berkunjung. 4. Strategi Kelemahan dengan Ancaman (W-T): Meningkatkan kerjasama antara Masyarakat sekitar, pelaku wisata dan Pemerintah secara optimal, sehingga destinasi wisata Alam Santosa dapat berkembangkan secara berkelanjutan. KESIMPULAN Destinasi Wisata Alam Santosa merupakan tempat atau destinasi wisata yang menawarkan keindahan Alam yang masih asri dengan konsep edukasi ekowisata dan budaya bagi pengunjung atau Wisatawan sebagai tempat atau sarana mengenal alam khas 73 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 Jawabarat. Alam Santosa dapat berpotensi sebagai tempat wisata berbasis ekowisata dan budaya dengan dilengkapi fasilitas pendukung yang dapat dikembangkan untuk dapat menarik perhatian Wisatawan yang ingin berkunjung. Alam Santosa memiliki daya tarik dari segi 4A yang diantaranya; Attraction, Accessibility, Amenities dan Ancillary yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung atau Wisatawan ketika berkunjung ke destinasi wisata Alam Santosa. Ketersediaan fasilitas Sarana dan Prasarana pendukung masih belum dalam kategori yang baik seperti fasilitas dan wahana permainan di sekitar kawasan yang masih belum tersedia, sehingga berdasarkan hasil analisis SWOT terdapat 4 strategi alternatif dalam pengembangan destinasi wisata Alam Santosa sebagai Ekowisata di Kabupaten Bandung. DAFTAR PUSTAKA Agrawal, A., & Redford, K. H. (2006). Poverty, development, and biodiversity conservation: shooting in the dark? (Vol. 26). New York: Wildlife Conservation Society. Nabilah, A., & Djuwendah, E. (2022). Potensi dan Strategi Pengembangan Agroekowisata Desa Alamendah Sebagai Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 9(2), 663-679. Dias, S. (2009). Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekonomi Lokal Dalam Rangka Program Pengentasan Kemiskinan Di Wilayah Kabupaten Malang. Journal of Indonesian Applied Economics, 3(1). Karsudi, K., Soekmadi, R., & Kartodihardjo, H. (2010). Strategi Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 16(3), 148-154. Mulyana, E. (2019). Upaya Pemberdayaan Ekonomi, Sosial dan Budaya Pada Masyarakat Melalui Pengembangan Bisnis Ekowisata. Business Innovation & Entrepreneurship Journal, 1(1). Nurinsiyah, D. N., Gunawan, B., Husodo, T., & Uchiyama, T. (2015). Ecotourism development in Indonesia: a case study in kawah putih, west java. 農林業問題研究 (Web), 51(3), 197202. Pratiwi S. (2008). Model pengembangan institusi ekowisata untuk penyelesaian konflik di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Rangkuti, F. (2009). Analisis SWOT Teknik Membeda Kasus Bisnis. PT. Gramedia Pustaka Utama. Safarabadi, A. (2016). Assessing Ecotourism Potential for Sustainable Development of Coastal Tourism In Qeshm Island, Iran. European Journal Of Geography, 7(4). Wahyuningsih, S. (2021). Potensi mangrove sebagai ekowisata berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Kemaritiman Nusantara, 1(2), 28-37. Wallace, G. N. (1993). Ecotourism A Guidance for planner and manager. The Ecotourism Society. 74