PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Analisis Pengawasan Kedisiplinan Peserta Didik Resti Utami1 . Amilda2 . Mgs. Nazaruddin3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia Email: restiutami999@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang proses pengawasan kedisiplinan peserta didik di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, penyajia n data, verifikasi serta penarikan kesimpulan. Untuk memeriksa keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi, yang terdiri dari triangulasi waktu, triangulasi metode dan triangulasi Berdasarkan hasil dan pembahasan bahwa proses pengawasan kedisiplinan peserta didik di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk sudah dijalankan dengan baik. Adapun kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah yaitu Kepala sekolah melaksanakan pengawasannya dengan pemantauan secara langsung dan tidak langsung. Kepala sekolah secara langsung melaksanakan pemeriksaan melalui pengamatan beserta pencatatan dan penyelidikan. Kepala sekolah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada peserta didik. Kepala sekolah terlibat dalam tindakan disiplin yaitu pemberian hukuman . an ks. dan hadiah . kepada peserta didik dan Kepala sekolah melakukan tindakan koreksi yaitu perbaikan dan Pemberian solusi terhadap atas pelanggaran Keywords: Disiplin. Pengawasan Disiplin. Peserta Didik ABSTRACT This study aims to analyze the discipline monitoring process of students at SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk. Ogan Komering Ilir Regency. This research is qualitative with a descriptive approach. Data collection methods include interviews, observations, and documentation. Data ana lysis techniques involve data collection, data presentation, verification, and conclusion drawing. To ensure data validity, the study employs triangulation, comprising time triangulation, method triangulation, and source triangulation. Based on the results and discussion, the discipline monitoring process for students at SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk has been implemented effectively. The supervisory activities carried out by the principal include both direct and indirect monitoring, conducting direct supervision through observation, recording, and investigation, providing guidance and direction to students, engaging in disciplinary actions such as administering punishments . and rewards to students, and corrective measures such as improvements and solutions to address disciplinary violations. Keywords: Discipline. Discipline Monitoring. Students A 2024 Resti Utami. Amilda. Mgs. Nazaruddin Under the license CC BY-SA 4. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal terpenting dalam hidup manusia kerna berhubungan langsung dengan kehidupan manusia. Pendidikan merupakan salah satu upaya manusia dalam membimbing, mengarahkan, melatih dan menanamkan nilai-nilai dalam diri setiap manusia (Manshur, 2. Pembinaan disiplin peserta didik di sekolah/madrasah merupakan upaya yang dilakukan oleh pihak lembaga pendidikan dalam membentuk prilaku peserta didik sesuai dengan norma-norma yang berlaku (Ibrahim. Nabila, et al. , 2. Kedisiplinan merupakan ketertiban di sekolah yang berarti suatu kondisi dimana mencerminkan keteraturan dalam pergaulan, dalam penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana, penggunaan waktu, pengelolaan administrasi dan dalam mengatur hubungan dengan masyarakat dan Oleh sebab itu, kedisiplinan diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap tata tertib dan peraturan sekolah yang telah ditetapkan, sehingga nantinya mendukung proses belajar mengajar di sekolah. Apabila tidak ada unsur kedisiplinan maka sekolah tidak akan berjalan dengan efektif dan efesien. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 112 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Kedisiplinan peserta didik perlu diawasi, dengan harapan agar peserta didik tunduk terhadap peraturan dan bersedia menjauhi larangan-larangan yang telah ditetapkan. Maka dari itu, pengawasan dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan penegakan kedisiplinan lainnya sangat diperlukan untuk memantau segala aktivitas yang ada, terutama masalah kedisiplinan peserta didik. Dengan adanya pengawasan tersebut maka permasalahanpermasalahan yang terjadi akan mudah untuk diatasi. Masalah kedisiplinan siswa menjadi hal pentig bagi kemajuan lembaga pendidikan, sekolah yang memiliki disiplin akan selalu menciptakan proses pembelajaran yang baik, sebaliknya sekolah yang tidak memiliki disiplin maka proses belajar mengajar akan terasa tidak nyaman di kerenakan tidak teratur, sehingga memicu siswa untuk melakukan pelanggaran yang terjadi dianggap hal yang biasa dan untuk mengubahnya sehingga bentuk pelanggaran tersebut bisa diminimalisisr. Disiplin bukan hanya mamanfaatkan waktu belajar saja, tetapi disiplin juga dilakukan setiap orang dalam setiap waktu secara baik dan dikerjakan dengan baik dan tepat waktu merupakan hal terpuji. Disipin siswa di sekolah adalah suatu kondisi yang mengambarkan bahwa peserta didik tersebut menaati semua aturan yang berlaku disekolah, baik d ari segi ketaatan terhadap jadwal waktu, belajar berpakaaian sopan dan rapi, berperilaku baik, jujur dan selalu menati peraturan sekolah terlaksananya disiplin tersebut akan menunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan baik tujuan kurikulum maupun kegiatan ekstrakulikuler. Akan tetapi suasana disiplin tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya maka kegagalan yang akan diperoleh. Sikap disiplin pada peserta didik bukan merupakan suatu hal yang tiba-tiba terbentuk dengan sendirinya. Melainkan sikap disipli tersebut harus ditumbuhkan dalam diri seorang secara bertahap. Dalam pencapaian disiplin diri perlu upaya pendidikan agar seorang mempu mengikuti aturan yang ditetetapkan dan merasa terlibat didalamnya sehingga seorang sampai pada nilai yang sifatnya intrinsik. Tujuan dari disiplin adalah mengarahkan anak agar mereka balajar mengenal hal-hal baik yang merupakan persiapan bagi masa depan, saat mereka bergantung pada disiplin diri. Dalam pendidikan disiplin merupakan hal yang sangat penting, disekolah peraturan-peraturan yang harus ditaati dan dipatuhi oleh siswa dalam peraturan tersebut bagi siswa yang melangar akan diberi sangki yang harus di tanggungnya demi terlaksanya suatu tujuan pendidikan. Disiplin peserta didik perlu diawasi, hal ini dilakukan dengan harapan bahwa peserta didik dapat melaksanakan peraturan dan menjauhi larangan-larangan yang telah ditetapkan, pengawasan penting dilakukan karena untuk mencegah atau memperbaiki kesalahan-kesalahan, penyimpangan, ketidak sesuaian, penyelewengan dan lainya, yang tidak sesuai dengan tugas dan wewengan yang telah ditetapkan. Pengawasan kedisiplinan merupakan aspek yang krusial dalam dunia pendidikan dimana disiplin menjadi dasar yang paling penting untuk membentuk karakter, sikap dan prilaku peserta didik yang bertanggung jawab, mandiri, bermoral dan juga beretika. Dalam lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan, kedisiplinan sering kali menjadi tolak ukur kebersasilan sekolah tersebut. Oleh sebab itu pentingnya pengawasan dilakukan oleh pemangku Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 113 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. penegak kedisiplinan supaya memastikan bahwa pembelajaran bisa berjalan dengan lancar dan tujuan daripada pendidikan bisa tercapai. Namun dalam prakteknya pengawasan kedisiplinan seringkali muncul seperti peserta didik yang sering melanggar aturan sekolah, kurang perhatian dari pendidik tehingga mempengaruhi proses pembelajarn yang efektif. Oleh karena itu pentingnya pengawasan kedidiplinan peserta didik yang dilakukan dilembaga sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman dan baik untuk mendukung pembelajaran. Selain itu pengawasan yang terintegrasi dengan pendekatan yang lebih humoris dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam menciptakan budaya disiplin yang mendiri. Berdasarkan catatan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti bahwa kedisiplinan peserta didik kurang disiplin bisa dilihat dari siswa yang sering datang terlambat dan kurang sadarnya peserta didik terhapat kedisiplinan dimana peserta didik keluar saat jam pelajaran dimulai dikarnakan guru tidak datang . am koson. padahal sudah ada tugas yang Menurut salah satu penjaga sekolah bahwa siswa yang sering terlambat masih bisa masuk kesekolah dengan hukuman membersihkan lapangan, hukuman tersebut dianggap ringan oleh siswa sehingga siswa sering mengulangi kesalahan dan keterlambatan, harusnya hukuman yang diberikan kepada siswa yang terlambat itu memberikan efek jera seperti tidak diizinkan masuk kesekolah, panggilan orang tua atau hukuman yang memberikan efek jera sehingga siswa tidak mengulangi kesalahan lagi. Berdasarkan deskripsi di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lapangan dengan judul Pengawasan Kedisiplinan Peserta Didik Di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan analisis yang tidak melibatkan model matematis, statistik, atau perangkat lunak komputer (Annur, 2. (Anggito & Setiawan, 2. Penelitian kualitatif berfokus pada pengumpulan data berupa informasi verbal, bukan data numerik, baik dalam pengumpulan maupun interpretasi hasil penelitian (Sugiyono, 2. Penelitian deskriptif, sebagai salah satu bentuk penelitian kualitatif, bertujuan untuk menjawab permasalahan aktual dengan memaparkan data yang diperoleh secara rinci (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif diterapkan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan hasil observasi terhadap partisipan melalui pengamatan mendalam dan wawancara dengan informan yang berhubungan dengan pengawasan kedisiplinan peserta didik. Data tersebut kemudian didokumentasikan dalam catatan kualitatif, meliputi catatan lapangan, wawancara, pribadi, metodologis, dan teoritis. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Informan penelitian dibagi menjadi dua, yakni informan kunci dan informan pendukung (Ibrahim. Badaruddin, et al. , 2. Informan kunci adalah individu dengan informasi mendalam mengenai topik penelitian, seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan peserta didik di SMK Negeri Tanjung Lubuk. Mereka memiliki pengetahuan yang relevan dan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 114 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. menjadi rujukan utama peneliti. Sementara itu, informan pendukung seperti tenaga pendidik, tenaga kependidikan, orang tua siswa dan masyarakat yang dapat memberikan informasi tambahan yang melengkapi data utama. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi (Zulkipli et al. , 2. Data yang diperoleh dianalisis melalui proses reduksi, penyusunan, dan penarikan kesimpulan selama dan setelah proses pengumpulan data (Marlina et al. , 2. Untuk pemeriksaan keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi, yang terdiri dari triangulasi waktu, triangulasi metode dan triangulasi sumber (Moleong, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh kepala sekolah secara langsung terhadap peserta didik. Kegiatan tersebut dilakukan guna mengawasi dan mengontrol peserta didik yang tidak disiplin terhadap peraturan dan tata tertib sekolah. Terkait hal tersebut, maka pertanyaan diajukkan kepada bapak ER kepala sekolah, yang menjelaskan bahwa selaku kepala sekolah melaksanakan pemantauan langsung ke anak-anak mulai dari mereka datang ke sekolah kami tunggu di depan gerbang kemudian kami perhatikan sikapsikap anak, kami perhatikan bagaimana mereka mematuhi peraturan sekolah lainnya seperti seragam atau atribut sekolah. Kemudian juga kami pantau pada waktu pelaksanaanpelaksanaan upacara, kegiatan apel, kegiatan lainnya. Sikap anak-anak juga kami pantau: bagaimana mereka berbicara, bagaimana mereka bertata krama terhadap orang lain. Kemudian hal serupa juga ditanyakan kepada GR ketua OSIS dan peserta didik di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk, bahwa iaernah melihat secara langsung kepala sekolah dan guru-guru memantau ketika kami datang ke sekolah, dimana kepala sekolah berdiri di depan gerbang untuk melihat bagaimana sikap kami, waktu kami datang, dan bagaimana berpakaian kami. Adapun hasil observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kepala sekolah melakukan pemantauan secara langsung maupun tidak langsung terhadap peserta didik. Pemantauan secara langsung kepala sekolah yaitu dengan memantau kedisiplinan peserta didik pada saat di depan pintu gerbang sekolah. Selain itu pada saat upacara dan di tempat -tempat yang sering terjadinya pelanggaran seperti belakang sekolah. Sedangkan pemantauan tidak langsung yaitu kepala sekolah menerima atau melihat laporan dan informasi dari penegak Namun pada saat pemantauan secara langsung partisipasi semua guru aktif dan adanya keperdualian yang baik terhadap siswa tetapi pada saat pemantauan tidak langsung oleh kepala sekolah terlihat ketidak perdulian antara guru terlihat hanya guru yang sedang bertugas . uru pike. pada saat itu yang aktif memantau siswa. Pemeriksaan Pemeriksaan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah melalui tindakan tindakan seperti pengamatan disertai pencatatan, dan penyelidikan terhadap segala Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 115 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. yang ada kaitannya dengan kedisiplinan peserta didik. Dengan pemeriksaan ini, maka dapat mengurangi dan mencegah pelanggaran yang dilakukan peserta didik di sekolah. Sebagaimana wawancara dilakukan dengan bapak ER kepala sekolah terkait pemeriksaan bahwa untuk pemeriksaan melalui pengamatan dan pencatatan, tugas tersebut tidak kami langsung laksanakan kami serahkan kepada tim kedisiplinan sekolah. Ada beberapa komponen yang melaksanakan pencatatan yaitu waka kesiswaan, guru piket, guru BP dan BK. Pihak sekolah yang melakukan pengamatan dan pencatatan mengenai disiplin waktu yaitu ketepatan datang ke sekolah ataupun pulang sekolah, kemudian mengenai disiplin peraturan yaitu bagaimana penampilan atau seragam yang mereka pakai sudah lengkap dan sesuai atau belum, lalu mengenai disiplin sikap yaitu tata cara berbicara dan sopan satun siswa. Apa yang sudah mereka lakukan, nantinya baru kami melakukan pemeriksaan untuk Ditambahkannya bahwa ia melaksanakan pemeriksan melalui penyelidikan terhadap anak-anak yang melanggar tata tertib. Anak-anak yang melanggar tata tertib ini, kami laksanakan penyelidikan, karena penting untuk mengetahui sampai dimana penyebab anak itu melanggar kedisiplinan, apa yang menjadi penyebab utamanya. Penyelidikan didapat melalui laporan dari hasil penegak kedisplinan. Kemudian bapak HB waka kesiswaan juga menambahkan bahwa kepala sekolah melakukan pengawasan melalui pengamatan disertai pencatatan dari laporan buku pelanggaran dan peraturan, guna sebagai alat untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa. Sedangkan kepala sekolah melakukan penyelidikannya seperti pertama melakukan metode pengamatan tanpa penginformasian, kedua yaitu dengan mengadakan sebuah rapat dadakan untuk melakukan monitor, ketiga yaitu melakukan sosialisasi atau juga melakukan sebuah tindakan komunikasi secara langsung kepada siswa-siswa tertentu untuk menggali informasi tentang perkembangan kedisiplinan di SMK ini berjalan. Berdasarkan hasil wawancara di atas bahwa kepala sekolah tidak secara langsung melakukan pemeriksaan baik itu pemeriksaan melalui pengamatan disertai pencatatan maupun Kepala sekolah menyerahkan pemeriksaan melalui pengamatan disertai pencatatan tersebut kepada waka kesiswaan, guru piket, guru BK dan BP. Sedangkan untuk pemeriksaan melalui penyelidikan kepala sekolah mendapat informasi dari laporan dari tim penegak kedisiplinan. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan dengan beberapa informan, bahwasannya kepala sekolah tidak secara langsung melakukan pemeriksaan. Dimana pemeriksaan melalui pengamatan disertai pencatatan tersebut di serahkan kepada tim penegak kedisiplinan sekolah, pengamatan disertai pencatatan yang dilakukan tersebut dapat berupa pelanggaran disiplin waktu, disiplin peraturan, dan disiplin sikap. Sedangkan untuk pemeriksaan melalui penyelidikan kepala sekolah mendapat informasi dari laporan dari tim penegak kedisiplinan dan melakukan tindakan seperti penyelidikan secara diam-diam atau tanpa penginformasian, melakukan rapat dadakan, dan melakukan sosialisasi yaitu berkomunikasi dengan siswa untuk mendapatkan informasi mengenai ketidakdisiplinan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 116 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Bimbingan dan Pengarahan Bimbingan dan pengarahan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam memberikan bimbingan atau saran dan arahan terhadap kedisplinan peserta didik. Sehingga peserta didik selalu menjalankan kedisplinannya dan tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertib sekolah. Terkait tentang bimbingan dan pengarahan, maka hal ini ditanyakan kepada bapak ER kepala sekolah, bahwa Kepada peserta didik senantiasa kami berikan bimbingan dan saran. Kami bimbing mereka agar selalu datang ke sekolah tepat waktu karena kedisiplinan itu adalah kunci dari segala-galanya. Tanpa kedisiplinan maka anak tidak akan dapat mengikuti pendidikan dengan baik. Ditambahkan oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan bahwa sekolah sarankan kepada anak-anak dalam mengatasi ketidaktepatan waktu datang ke sekolah yaitu kami menghimbau untuk tidur lebih awal dengan harapan bangun lebih pagi dan juga lebih mempersiapkan segala macam kebutuhan di sekolah itu sebelum berangkat ke sekolah. Sehingga apa yang menjadi ketentuan peraturan sekolah sudah disiapkan. Untuk masalah disiplin peraturan yaitu memberitahu kepada mereka memakai pakaian yang lengkap dan sesuai, bisa juga menjaga kebersihan baik itu kuku, rambut, dan lain sebagainya. Lalu masalah disiplin sikap yaitu menghimbau untuk menghormati yang lebih tua atau guru, menghargai sesama, serta berbicara yang sopan dan santun. Selanjutnya bapak bahwa untuk pengarahan juga kami senantiasa memberikan arahan kepada siswa yang tidak disiplin ini dan juga kepada seluruh siswa pada saat kegiatan upacara bendera atau kegiata apel lainnya. Kami berikan juga pengarahan ke dalam kelas-kelas. dalam kelas kami datangi anak-anak pada jam-jam yang gurunya berhalangan hadir. Kami berikan pengarahan betapa pentingnya mematuhi peraturan, tepat waktu, dan sikap yang baik. Ditammbahkan oleh GO peserta didik terkait bimbingan dan pengarahan kepala sekolah bahwa tentunya bapak selalu memberikan bimbingan dan pengarahan mengenai kedisiplinan kepada kami baik itu juga memberikan motivasi, semangat, dan lainnya Bimbingan dan pengarahan tersebut dapat berupa anjuran agar tidak datang terlambat dan tidak minggat, untuk selalu memotong kuku, menjaga kebersihan, tidur tidak larut malam, berpakaian yang rapi, serta bersikap dan bertutur kata yang baik ata sebagainnya. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan bahwa kepala sekolah menunjukkan perhatian dan kepeduliannya dengan senantiasa memberikan bimbingan dan pengarahan kepada peserta didik. Disana kepala sekolah menghimbau kepada guru-guru, stafstaf, pegawai dan warga sekolah lainnya untuk membantu dalam memberikan bimbingan dan pengarahan mengenai disiplin waktu, peraturan, dan sikap kepada peserta didik. Tindakan Disiplin Tindakan disiplin merupakan suatu usaha atau keputusan yang dibuat dan dijalankan oleh kepala sekolah terhadap peserta didik dalam rangka memberikan sanksi bagi yang melanggar ketentuan yang berlaku. Sehingga dalam hal ini, kedisiplinan peserta didik di sekolah dapat selalu dijalankan dengan baik dan minim akan pelanggaran yang terjadi. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 117 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Terkait tindakan disiplin tersebut dapat dilihat dari ungkapan kepala sekolah yaitu bapak ER yang mengungkapkan bahwa terhadap anak-anak yang melanggar peraturan kami berikan sanksi atau yang sering kami sebut dengan refleksi. Seperti anak yang terlambat, kalau dia terlambat 1 kali kami masih berikan toleransi dengan disuruh membersihkan sampah. Kalau besoknya terlambat lagi kami berikan hukuman yang lebih berat lagi, membersihkan WC atau membersihkan lingkungan sekolah atapun yang lebih berat lagi. Tetapi seandainya anak itu 3x 3 hari terlambat maka anak itu kami pulangkan ke rumah. Kami minta dia membawa orang tuanya ke sekolah, supaya kami tahu apa penyebabnya mereka ini sampai datang terlambat terus-menerus. Ditambahkannya wakil kepala sekolah bahwa kepada anak-anak yang tidak memakai seragam sesuai dengan waktunya, kami suruh pulang untuk diganti kecuali mereka memberikan alasan kotor ataupun basah dan atau lainnya. Anak-anak yang tidak memakai sepatu, kami minta tidak boleh ke sekolah mereka harus ambil sepatunya baru boleh ke sekolah. Anak-anak yang minggat kami panggil orang tuannya dan kami minta membuat surat Siswa yang merokok juga kami panggil orang tuanya dan kami berikan hukuman karena rokok sangat mempengaruhi terhadap anak dan akibat sering merokok ini akan berpengaruh ke narkoba dan lain-lain. Jadi hukuman yang diberikan kepada setiap anak berbeda-beda terhadap pelanggaran baik itu disiplin waktu, peraturan, dan sikap. Semua itu hukumannya berbeda-beda. Kemudian terkait tindakan disiplin juga ditanyakan kepada GR OSIS dan peserta didik bahwa kepala sekolah sering kali memberikan sanksi terhadap siswa yang melanggar dan sanksinya seimbang dengan apa yang diperbuat. Kemudian hukuman biasanya diserahkan kepada guru piket. Lalu penghargaan diberikan pada saat upacara dengan memberikan ucapan kepada kami yang disiplin, penghargaannya dapat berupa ucapan selamat, hadiah seperti makanan ataupun lainnya kak. Bagi yang melanggar peraturan diberi sanksi atau biasa disebut refleksi seperti membersihkan WC, membersihkan lapangan, dan ada juga sampai memanggil orang tua. Berdasarkan hasil observasi bahwa kepala sekolah juga terlibat dalam penanganan terhadap kedisiplinan peserta didik. Tindakan d isiplin yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah ikut serta dalam pengawasan dengan keliling lingkungan sekolah untuk melihat keadaan, menunggu di depan pintu gerbang sekolah untuk mengontrol kedisiplinan peserta didik, kadang kepala sekolah juga mengecek ke belakang sekolah. Apabila saat itu terdapat peserta didik yang melanggar maka mereka akan diserahkan pada guru piket untuk dihukum, hukuman yang diberikan berbeda-beda sesuai dengan perbuatan. Kemudian penghargaan juga diberikan pada saat upacara bendera, bagi yang disiplin akan diberikan ucapan selamat dan piagam, rekomendasi beasiswa, ikut lomba, dan lainnya. Dalam pemberian reward, jika kepala sekolah ada ditempat maka beliau yang akan memberikannya, jika tidak ada maka akan diwakilkan oleh guru. Tindakan Koreksi Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 118 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Tindakan koreksi merupakan suatu usaha atau upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan atau penyimpangan yang dilakukan oleh peserta didik, yang mana kesalahan atau penyimpangan tersebut adalah bentuk ketidakdisiplinan peserta didik terhadap peraturan dan tata tertib sekolah. Terkait tindakan koreksi diatas, maka dilakukan wawancara dengan bapak ER Beliau mengatakan bahwa koreksi terhadap pelanggaran yang dilaksanakan oleh siswa ini sering kami lakukan setiap bulan. Setiap bulan dalam rapat bulanan dan dengan seluruh pengelola sekolah melaksanakan koreksi ataupun perbaikan terhadap apa yang telah berlangsung selama 1 bulan. Jadi seandainya dalam 1 bulan itu ternyata anak malah banyak melaksanakan pelanggaran atau lebih banyak lagi maka kami cari apa yang menjadi penyebabnya, ini penting untuk menjadi bahan perbaikkan. Ditambahkannya bahwa kalau ternyata pelanggaran bertambah banyak perlu dibuatkan peraturan hukuman yang lebih tegas lagi. Sedangkan untuk masalah koreksi terhadap pelanggaran waktu dapat dilihat dari mereka datang ataupun pada saat mereka pulang sekolah. Kemudian untuk masalah disiplin peraturan yaitu yaitu dapat dilihat dari pakaian yang dikenakan oleh mereka apakah sudah lengkap atau sesuai, bisa juga dari kebersihan baik itu kuku, rambut, dan sebagainya. Lalu untuk masalah disiplin sikap yaitu bagaimana mereka menghormati yang lebih tua atau kepada guru, pegawai, staf dan lainnya, bagaimana mereka menghargai sesama, serta bagaimana mereka berbicara yang sopan dan santun. Menurut HB Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan bahwa koreksi itu bisa terjadi apabila ternyata pelanggaran tersebut di kategorikan sudah di luar dari batas kewajaran. Lalu yang kedua koreksi itu juga terjadi pada pemberian sanksi yang salah oleh guru terhadap peserta didik. Artinya kalau sanksi yang diberikan tidak mendidik maka akan membuat kesalahpahaman dan bahkan peserta didik tidak akan taat atau akan mengulanginya lagi. Bentuk penyimpangan dari kedisiplinan itu dapat berupa waktu datang kesekolah ataupun pulang, berpakaian yang tidak rapi, dan cara mereka bersikap dan berbicara. Ditambahkan oleh beberapa tenaga pendidik bahwa dari semua itu dilakukan tindakan koreksi yaitu dilakukan rapat bersama untuk mengatasi misal dalam hal waktu, biasanya masuk 30 wib maka akan diberi toleransi 5-10 menit bagi siswa yang jauh. Dalam berpakaian jika salah maka akan diberi toleransi yaitu disuruh mengganti atau memberikan alasan yang benar kepada guru. Serta jika berkata kasar akan diberikan teguran terlebih dahulu jika masih kedepannya akan di beri hukuman dan ditindak lanjuti. Demikian wawancara juga dilakukan dengan ibu EM guru biologi dan guru piket menjelaskan terkait hal diatas, bahwa kalau tidak di koreksi atas penyimpangan pelanggaran adanya ketidak teraturan dalam siklus belajar mengajar di sekolah maupun kegiatan ekstrakulikulernya itu akan jadi kekacauan. Jadi kita perlu sekali untuk melakukan tindakan koreksi terhadap penyimpangan kedisiplinan baik itu waktu yaitu masuk sekolah dan pulang sekolah, disiplin peraturan yaitu cara berpakaian dan mentati tata tertib lainnya, dan disiplin sikap yaitu cara berbicara dan sopan santu merika kepada orang lain. Berdasarkan hasil wawancara di atas, bahwa kepala sekolah melakukan tindakan koreksi terhadap pelanggaran kedisiplinan yang dilakukan peserta didik baik itu disiplin waktu. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 119 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. peraturan, dan sikap. Kepala sekolah bersama pengelola sekolah melakukan rapat bulanan untuk mencari solusi atas pelanggaran yang terjadi agar peserta didik tidak mengulanginya lagi. Tindakan koreksi perlu dilakukan oleh kepala sekolah bersama guru, staf, pegawai dan unsur sekolah lainnya untuk memperbaiki pelanggaran atau penyimpangan tersebut. Sedangkan hasil observasi yang dilakukan di lapangan bahwasannya kepala sekolah bersama tim penegak kedisiplinan, guru, tenaga pendidik, dan unsur sekolah lainnya yang terkait melakukan tindakan koreksi dan pemberian solusi untuk melakukan perbaikan terhadap permasalahan kedisiplinan. Permasalahan yang dimaksud adalah peserta didik yang masih saja melanggar kedisiplinan baik itu disiplin waktu, peraturan, dan sikap. Adapun tindakan koreksi yang dilakukan mereka yaitu melaksanakan rapat bersama dan hasil yang didapat mereka memberikan waktu toleransi sebanyak 5-10 menit bagi peserta didik yang jarak rumah ke sekolah sangat jauh dan tidak punya kendaraan pribadi. Bagi yang tidak memakai pakaian secara lengkap dan sesuai peraturan dengan tidak sengaja akan diberikan peringatan dan diizinkan pulang untuk menggantinya, sedangkan bagi yang berkata-kata kasar dan tidak sopan maka akan diberi teguran, hukuman dan nasehat. Kepada peserta didik. Kemudian untuk tindakan solusi yang diberikan oleh kepala sekolah dan pengelolah sekolah lainnya dalam menangani ketidakdisiplinan adalah memberikan hukuman yang lebih berat lagi kepada peserta seperti skorsing. Selain itu tindakan solusi yang diberikan yaitu mereka mengumpulkan peserta didik yang bermasalah kemudian diberikan arahan, bimbingan, dan nasehat, serta tindakkan mendidik lainnya. Pembahasan Pemantauan Pemantauan pada hakekatnya bermakna penglihatan, atau melihat sebagimana kita Kegiatan pemantauan dilakukan guna untuk mengawasi dan mengontrol peserta didik agar tetap disiplin di sekolah. Pelaksanaan pemantauan di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui dua metode pematauan yaitu pemantauan secara langsung dan pemantauan secara tidak langsung. Pemantauan secara langsung merupakan proses pengamatan yang dilakukan oleh kepala sekolah secara terus menerus dan berjalan secara langsung pada objek atau fenomena yang sedang diamati dalam hal ini yaitu kedisiplinan peserta didik. Menurut mueller pemantauan secara langsung merupakan teknik pengawasan yang dilakukan secara langsung dilapangan tanpa perentara alat atau teknologi lain yang dapat mengurangi keterlibatan langsung dari pelaku pemantauan. Metode ini biasanya digunakan untuk memastikan hasil yang diperoleh lebih akurat dan sesuai dengan kondisi nyata. Pemantauan secara langsung dilakukan oleh kepala sekolah di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan kegiatan kepala sekolah beserta guru piket akan menyambut peserta didik di gerbang sekolah pada saat peserta didik datang dan pada saat mau pulang sekolah. Dimana kepala sekolah bisa melihat secara langsung peserta didik yang datang terlambat dan peserta didik yang tidak taat peraturan sehingga kepala sekolah bisa memberikan sanksi secara tegas kepada peserta didik yang tidak patuh aturan. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 120 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Pemantauan secara tidak langsung merupakan pengumpulan data yang dilakukan malaui alat bantu atau pihak ketiga sepeti laporan yang memungkinkan pengamat untuk mendapatkan informasi tanpa harus datang ke lokasi. Kepala sekolah juga melakukan pengawasan tidak langsung dimana kepala sekolah hanya menerima laporan dari kegiatan yang dilakukan oleh guru piket dan guru BK pada saat berlangsungnya rapat pada setiap Berdasarkan hasil analisis peneliti, diketahui bahwa dalam proses pemantauan kedisiplinan peserta didik yang dilakukan oleh kepala sekolah SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk Kabupatn Ogan Komering Ilir sudah cukup baik jika dilakukan dengan pemantauan secara langsung atau dengan kata lain kepala sekolah ikut serta guru piket melaksanakan penegakan kedisiplinan namun akan berbeda jika pemantauan itu dilakukan dengan tidak langsung atau hanya menerima laporan saja dari guru piket dan guru BK. Karakter disiplin pada peserta didik akan terlihat melalui perbuatan serta tindakan yang dilakukan dalam rutinitasnya sehari-hari di sekolah (Chan et al. , 2. Dalam proses pengawasan langsung yang dilkaukan oleh kepala sekolah SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk yaitu dengan ikut serta secara langsung pemantauan didepan gerbang sekolah, di dalam kelas, dibelang sekolah dan dikantin. Observasi kegiatan sehari-hari dimana kepala sekolah beserta wakil keseiswaan dan guru piket melakukan observasi terhadap kegiatan peserta didik pada saat didalam kelas maupun pada saat mengikuti kegiatan ekstrakulikeler sehingga dapat mengidentifikasi pelanggaran disiplin dan memberikan bimbingan yang diperlukan. Kepala sekolah juga menerapkan sanksi dan juga penghargaan kepada siswa yang memiliki disiplin yang tinggi dan memberikan hukuman atau sanksi kepada siswa yang melanggar, sanksi juga disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh siswa. Sedangkan jika pengawasan yang dilakukan secara tidak langsung kepala sekolah menerima laporan dari guru piket atau BK baik berupa laporan tertulis maupun laporan lisan yang berupa catatan. Kombinasi antara pengawasan langsung dan tidak langsung sangat penting untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik. Dengan pendekatan yang terintegrasi, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih disiplin dan mendukung perkembangan karakter siswa secara keseluruhan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengawasan dan pemantaua secara langsung memang lebih efektif dan efesien serta memberikan pengarauh yang besar dalam peningkatan kinerja pegawai maupun kedisiplinan peserta didik. Adapun kelebihan dan kelemahan dari pemantauan secara langsung dan tidak langsung bahwa kelebihan pemantauan secara langsung adalah deteksi cepat dimana pengawasan langsung bisa memungkinkan mendeteksi penggaran pada saat itu juga sehingga dapat langsung melakukan tindakan koleksi dengan cepat juga, interaktif personal dimana pengawas dan peserta didik bisa membangun hubungan yang baik sehingga peserta didik merasa lebih diperhatikan dan termotivasi dan umpan balik segera dimana pengawasan bisa langsung memberikan umpan balik dari tindakan meraka sehingga peserta didik dapat memahami kosekuensinya yang meraka perbuat. Sedangkan kekurangan pemantauan secara langsung adalah keterbatasan ruang dan waktu, berpotensi stress kepada peserta didik dengan adanya pengawasan secara langsung Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 121 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. memungkinkan peserta didik merasa tertekan atau merasa diawasi secara berlebihan dan subjektivitas penilaian. Pemeriksaan Pemeriksaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah melalui tindakan seperti pengamatan disertai dengan pencatatan dan penyelidikan terhadap kedisiplinan perserta Dengan adanya pemeriksaan akan diharap kan mengurangi dan mencegah pelanggaran yang dilakukan peserta didik disekolah. Pemeriksaan adalah suatu proses sistematik untuk memproleh dan mengevaluasi secara objektif mengenai tentang kegiatan yang dilakukan, dengan tujuanmenetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan dan kriteria yang telah diterapkan (Ibrahim et al. , 2. Pemeriksaan yang dilakuakn oleh kepala sekolah di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk mencangkup pemeriksan disiplin waktu, disiplin peraturan dan disiplin sikap atau tindakan. Pemeriksaan dalam disiplin waktu dilakukan dengan memantau kedatangan peserta didik di sekolah, mencatat keterlambatan, dan menyelidiki penyebabnya. Wakil kesiswaan dan guru piket bertanggung jawab langsung dalam kegiatan ini. Mereka melakukan razia secara langsung dan mencatat pelanggaran yang dilakukan peserta didik terkait disiplin waktu. Apabila pelanggaran berulang, tindakan lebih lanjut akan diambil, termasuk melibatkan guru BK. Pemeriksaan dalam disiplin peraturan dilakukan dengan cara yang serupa, dengan fokus pada kepatuhan peserta didik terhadap aturan sekolah. Sepeti pakaian yang dipaia sesuai tidaknya dengan peraturan yang ada, sepeti kalau hari senin memakai pakaian putih abu-abu lengkap dengan adributnya. Pemeriksan disiplin peraturan dilakukan oleh wakil kesiswaan dan guru piket, dengan mencatat pelanggaran dan menyelidiki penyebabnya. Data pelanggaran akan diserahkan kepada guru BK untuk penanganan lebih lanjut, termasuk pemberian sanksi. Pentingnya nilai disiplin menjadi salah satu nilai yang dikembangkan juga dikarenakan melalui nilai disiplin tersebut akan mampu membentuk nilai-nilai lainnya (Alfansyur et al. , 2. Hal ini diperkuat Lickona bahwa pembentukan nilai disiplin yang baik akan membentuk nilai-nilai baik lainnya. Pembentukan peserta didik yang disiplin merupakan rumusan dari tujuan sekolah (Lickona, 2. Pemeriksaan dalam disiplin sikap mengamati perilaku peserta didik di sekolah dan mencatat sikap yang tidak sesuai dengan norma yang Seperti sebelumnya, wakil kesiswaan dan guru piket bertanggung jawab dalam kegiatan ini. Pelanggaran dalam sikapjuga dicatat dan diselidiki penyebabnya. Jika pelanggaran berulang, tindakan disiplin akan diambil, dengan melibatkan guru BK Berdasarkan hasil analisis peneliti, pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah malaui indikator pemeriksaan sudah baik dimana kepala sekolah sudah dilaksanakan secara teratur dan saling komunikasi baik dengan wakil kesiswaan, guru piket dan juga guru bk dengan memeriksa laporan dan juga catatan kehadiran sisiwa, ketaatan siswa terhadap kedisiplinan dan kegiatan siswa lainnya. Bimbingan dan Pengarahan Menurut George R Terry bahwa pengarahan sebagai suatu proses untuk menggerakkan anggota kelompok untuk mau bekerja sama dan bekerja iklas serta bersemangat Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 122 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. untuk mencapai tujuan pengawasan sesuai dengan rencana dan usaha pengorganisasian (Terry. Bimbingan dan pengarahan merupakan proses yang penting dalam pengawasan kedisiplinan peserta didik di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk. Proses ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar mereka menjadi individu yang berpengetahuan dan efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini dilakukan oleh kepala sekolah, wakil kesiswaan, guru BK, dan guru piket dengan berbagai pendekatan, terutama dalam aspek kedisiplinan waktu, peraturan, dan sikap atau tindakan. Dalam konteks disiplin waktu, kepala sekolah dan staf lainnya memberikan bimbingan dan pengarahan kepada peserta didik untuk datang tepat waktu ke sekolah dan mematuhi aturan yang ada. Kegiatan ini dilakukan baik pada saat upacara maupun sosialisasi ke kelas-kelas. Disiplin guru dalam melaksanakan tugas akan meningkatkan kelancaran aktivitas guru itu sendiri dalam melaksanakan tugasnya terutama dalam melaksanakan pengajaran kepada siswa. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang di berikan kepadanya (Febriyanti, 2. Guru BK memainkan peran kunci dalam memberikan bimbingan ini, dengan melakukan teguran, nasehat, arahan, dan motivasi kepada peserta didik yang melanggar aturan waktu. Selain itu, bimbingan juga mencakup aspek peraturan, di mana peserta didik diberi pemahaman tentang pentingnya mematuhi peraturan Guru BK juga bertanggung jawab untuk memberikan sanksi atau hukuman kepada mereka yang melanggar aturan tersebut. Dokumentasi kegiatan ini menunjukkan interaksi antara guru BK, kepala sekolah, dan peserta didik, di mana mereka diberikan arahan dan bimbingan secara langsung. Selain itu, bimbingan dan pengarahan juga dilakukan dalam aspek disiplin sikap. Peserta didik diberi pemahaman tentang pentingnya memiliki sikap yang baik terhadap teman, guru, dan staf sekolah lainnya. Hal ini dilakukan melalui teguran, nasihat, motivasi,serta penerapan sanksi atau hukuman bagi yang melanggar. Guru BK, wakil kesiswaan, dan kepala sekolah berperan aktif dalam memberikan bimbingan ini, baik secara langsung maupun melalui sosialisasi di kelas-kelas dan pada saat upacara. Dokumentasi kegiatanini menunjukkan interaksi antara staf sekolah peserta didik dalam memberikan arahan dan bimbingan yang terkait dengan sikap atau tindakan yang diharapkan. Keberhasilan pendidikan disekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola tenaga kependidikan disekolah. Bimbingan dan pengarahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir sudah baik dimana kepala sekolah secara terus menerus memberikan bimbingan dan pengarahan kepada seluruh warga sekolah. Kepala sekolah dalam pemberikan pengarahan selau jelas tentang aturan dan standar yang harus dipatuhi oleh warga sekolah terutama peserta didik. Dengan adanya bimbingan dan pengarahan diharapkan kedisiplinan bisa tercapai dengan baik, pengarahan dan bimbingan juga diberikan kepada peserta didik melalui sosialisasi atau bimbingan terarah diruang Bk agar dpat meningkatkan dan menumbuhkan sikap disiplin yang lebih tinggi. Tindakan Disiplin Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 123 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Tindakan disiplin merupaka serangkaian aturan, langkah-lagnkah, atau strategfistrategi yang dilakuakn oleh kepala sekolah dalam mengarahkan peilaku peserta didik yang seuai dengan aturan dan menumbuhkan sikap tanggung jawab yang tinggi serta kedisiplin yang Tindakan disiplin merupakan langkah penting dalam menjaga kedisiplinan peserta didik di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk. Tindakan ini harus dilakukan dengan tepat dan konsisten, serta sesuai dengan standar etika yang berlaku. Dalam konteks disiplin waktu, tindakan ini diterapkan oleh kepala sekolah setelah upaya-upaya dari wakil kesiswaan dan tim kedisiplinan Jika peserta didik masih mengulangi pelanggaran setelah diberi sanksi, maka tindakan lebih tegas dilakukan, seperti membuat surat perjanjian tertulis dan memanggil orang tua peserta didik. Disiplin dapat membantu seorang siswa tumbuh dengan kepercayaan dan kontrol diri yang baik, yang dituntut oleh kesadaran yang baik dari dirinya dan hidupnya serta perasaan yang baik tentang dirinya dan perasaan tanggung jawab serta kepeduliannya terhadap lingkungannya (Fatkhur Rohman, 2. Dalam hal disiplin peraturan, tindakan disiplin juga diterapkan setelah upaya-upaya sebelumnya tidak berhasil mengubah perilaku peserta didik. Kepala sekolah akan mengambil langkah tegas, seperti membuat surat perjanjian tertulis dan panggilan kepada orangtua, sebagai upaya untuk mengingatkan peserta didik agar lebih patuh terhadap aturan sekolah. Sementara itu, dalam disiplin sikap, tindakan disiplin dilakukan oleh kepala sekolah setelah pemberian sanksi oleh guru piket, guru BK, dan wakil kesiswaan tidak memberikan perubahan pada perilaku peserta didik. Tindakan ini juga mencakup langkah-langkah seperti membuat surat perjanjian tertulis dan panggilan kepada orang tua, dengan tujuan agar peserta didik memperbaiki sikapnya. Dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, terlihat bahwa tindakan disiplin yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah respons terhadap pelanggaran yang berulang kali dilakukan oleh peserta didik, meskipun sudah diberi sanksi sebelumnya. Tindakan inidilakukan dengan harapan agar peserta didik dapat memperbaiki perilaku dan menjadi lebih patuh terhadap aturan sekolah. Dalam implementasinya, tindakan disiplin tersebut mencakup berbagai langkah, mulai dari pembicaraan, pembuatan surat perjanjian, hingga panggilan kepada orang tua. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan peserta didik kesempatan untuk memperbaiki perilaku mereka dan menghindari pelanggaran di masa depan. Disiplin merupakan hal penting untuk diperhatikan dalam rangka membina karakter Berbekal nilai ka- rakter disiplin akan mendorong tumbuhnya ni- lai-nilai karakter baik lainnya (Wuri Wuryandani, 2. Dengan demikian, tindakan disiplin di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk tidak hanya sebagai bentuk sanksi, tetapi juga sebagai upaya mendidik agar peserta didik dapat memahami pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sekolah dan kemudian menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari Dari hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir tindakan disiplin yang dilakukan kepala sekolah terhadap peserta didik sudah baik ini dapat diliat dari cara kepala sekolah memberikan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 124 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. hukuman atau sanksi terhadap peserta didik yang melanggar dan juga memberikan hadiah atau motivasi kepada peserta didik yang taat peraturan dan memiliki disiplin yang tinggi. Tindakan Koleksi Tindakan koleksi merupakan serangakain usaha yang dilakuakn oleh kepala sekolah kepada peserta didik dalam menegakkan kedisiplinan agar tidak terjadi lagi pelanggaran atau penyimpangan yang dilakukan oleh peserta didik. Kepala sekolah tidak hanya memberikan contoh atau tekadan yang baik kepada peserta didik tentang pentingnya kedisiplinan tetapi juga lekukan perbaikan atau tindakan koleksi untuk memperbaiki perilaku yang kurang baik pada diri peserta didik. Tindakan koreksi merupakan langkah yang penting dalam manajemen untuk mengatasi ketidaksesuaian hasil pekerjaan dengan kriteria atau kebijakan yang telah Sistem manajemen yang baik harus mampu mengantisipasi dan merespons ketidaksesuaian tersebut dengan segera mengambil tindakan untuk mengendalikan dan menangani segala aspek yang terkait dengan konsekuensi dari ketidaksesuaian tersebut. Pembentukan disiplin pada peserta didik harus seimbang antara keluarga dengan sekolah (Musbikin, 2. Jika anak memiliki karakter terutama karakter disiplin yang baik, maka anak akan lebih diterima di lingkungan sosial bermasyarakat (Sari & Rofiyarti, 2. Tindakan koreksi pada kegiatan ini harus melibatkan peninjauan, analisis, pencarian penyebab, evaluasi efektivitas tindakan perbaikan,serta pengambilan tindakan yang sesuai dengan dampak dari ketidaksesuaian yang terjadi. Dalam konteks pengawasan kedisiplinan peserta didik di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk, tindakan koreksi dilakukan dalam beberapa aspek, salah satunya adalah dalam disiplin waktu. Kepala sekolah, bersama dengan unsur-unsur sekolah lainnya seperti wakil kesiswaan, guru BK, dan guru piket, melakukan rapat rutin untuk membahas pelanggaran yang Jika terdapat pelanggaran berulang, maka dilakukan evaluasi penyebabnya dan pembahasan solusi. Tindakan perbaikan dilakukan dengan membuat kebijakan aturan sanksi yang tegas, seperti memberikan skorsing kepada pelnagaran yang berulang kali dengan harapan mereka menyadari kesalahan mereka. Selanjutnya, tindakan koreksi juga dilakukan dalam disiplin peraturan. Kembali melalui rapat bersama, kepala sekolah dan unsur-unsur sekolah lainnya membahas pelanggaran yang terjadi dan melakukan evaluasi serta pencarian solusi. Tindakan perbaikan dilakukan dengan membuat aturan hukuman yang lebih berat lagi, dan tindakan solusi dilakukan dengan memberikan hukuman yang sesuai, seperti skorsing atau pemecatan bagi yang tidak taat terhadap peraturan sekolah. Terakhir, tindakan koreksi juga dilakukan dalam disiplin sikap. Rapat bersama diadakan untuk membahas pelanggaran dalam sikap, baik terhadap teman, guru, maupun staff sekolah lainnya. Tindakan perbaikan dilakukan dengan membuat aturan yang lebih tegas, dantindakan solusi dilakukan dengan memberikan hukuman yang lebih berat kepada pelanggar, sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Dalam keseluruhan proses tindakan koreksi ini, kepala sekolah dan unsur-unsur sekolah lainnya berperan dalam menyusun aturan, melakukan evaluasi, dan memberikan hukuman yang sesuai dengan pelanggaran yang terjadi. Dengan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 125 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. demikian, tindakan koreksi ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan peserta didik dan menjaga tata tertib sekolah dengan baik SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan bahwa pengawasan kedisiplinan peserta didik di SMK Negeri 1 Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir sudah baik, hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan dan tindakan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam melaksanakan Adapun kegiatan yang dilakukan adalah Pertama melaksanakan pengawasannya dengan pemantauan secara langsung dan tidak langsung. Kedua melaksanakan pemeriksaan melalui pengamatan beserta pencatatan dan penyelidikan. Ketiga memberikan bimbingan dan pengarahan kepada peserta didik. Keempat terlibat dalam tindakan disiplin yaitu pemberian hukuman . dan hadiah . kepada peserta didik. Kelima melakukan tindakan koreksi yaitu perbaikan dan pemberian solusi terhadap atas pelanggaran Namun masih terdapat kekurangan dalam pemantauan pada saat pemantauan secara langsung partisipasi guru terhadap kedisiplinan baik namun berbeda pada saat pemantauan secara tidak langsung partisipasi guru menurun karna tidak ada kehadiran kepala REFERENSI